I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 8 | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 8/?

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kala diri mereka masih terlalu hijau untuk mengenal suatu hubungan, maka dengan begitu mudah kedekatan itu mereka jalani. Tetapi, kala salah satu dari mereka mengerti suatu makna dari ‘perasaan’, saat itulah kedekatan mereka terasa lebih berbeda. Dan pada akhirnya, keegoisanlah yang bertindak.

Music : Tears by SNSD

“Maaf, tapi dia adalah kekasihku, Cho Kyuhyun!” wanita itu ditarik oleh lengan kekar seseorang, dan seketika itu pula Sungmin jatuh di pelukannya. Choi Siwon, sang Presiden Sekolah, kini tengah memeluk pinggang Sungmin dengan gerakan seduktif, tak lupa melempar sebuah senyuman meremehkan. “Jagiya, jangan menggoda lelaki lain ..,” bisik Siwon kemudian mematuk bibir Sungmin.

Kyuhyun menggeram dalam diam melihat apa yang tengah Siwon lakukan padanya. Ciuman Siwon yang mendarat di bibir plum Sungmin menggoreskan luka di hati Kyuhyun. Emosi itu tersulut begitu saja kala tahu Sungmin hanya diam, tak menyuratkan protes apapun. “Brengsek,” desisnya kemudian melangkah menjauhi sosok Sungmin dan Siwon. Rasa benci yang semakin membuncah membuat lelaki itu mampu menggumamkan sumpah serapah.

Tunggu, tunggu saja, Choi Siwon!

OoOoO

“Apa yang kau lakukan?” Sungmin berteriak kecil kala mereka telah memasuki ruang kesiswaan. “Kau menciumku di depan umum!” ucapnya dengan nada yang cukup tinggi. Karena rasa sebal itu tengah menggeluti hatinya, perempuan itu pun membanting tubuhnya sendiri di sofa.

“Hei, tidak perlu semarah itu,” Siwon berusaha menanggapi dengan candaan. Jelas sekali sikap kekasih barunya ini dikarenakan tindakan ‘itu’ dilakukan di depan Kyuhyun. Seharusnya Siwon bersedih karena hal ini, tetapi nyatanya ia hanya mampu untuk tersenyum. Untuk saat ini, ia hanya perlu bersabar dan menunggu agar wanita itu benar-benar melupakan sosok Kyuhyun. “Kalian bertengkar?”

“Huh?” Sungmin melirikkan matanya ke arah sang kekasih yang memandanginya dengan tatapan lembut; seperti biasa. “Seperti itulah ..,” lirihnya sedih.

“Kenapa bisa seperti itu? Apa kali ini kau gagal membujuk adikmu?” Siwon memicingkan matanya.

Kali ini Sungmin terdiam, tak berniat menjawab pertanyaan Siwon. Ia lebih memilih diam dan merunduk dalam-dalam; mengingat kejadian tadi malam membuatnya merasa bersalah. “Dd—dia hanya perlu waktu untuk berpikir ..”

Siwon beringsut, ia pun duduk di samping Sungmin dan memeluk pundak perempuan mungil itu. “Kau baik-baik saja?”

Kepala Sungmin mengangguk, ia pun bangkit dari duduknya. “Maaf, aku harus pergi ..”

Maafkan aku, Siwonie ..

Sungmin berjalan menyusuri lorong, berniat untuk kembali ke kelasnya. Dadanya bergemuruh antara rasa bersalah kepada Siwon dan rasa sebal kepada Kyuhyun. Ia benar-benar merasa gila mengingat kejadian laknat kemarin malam.

“Minnie-yaaah!” suara tenor seorang perempuan menyambut kedatangan Sungmin di ruang kelas. Ia menghela nafas kemudian melempar sebuah senyuman. Yeoja yang memanggilnya tadi berjalan menghampiri bangku Sungmin, diikuti oleh beberapa yeoja di belakangnya. “Minnie-yah, bisakah kau memberi kami nomor ponsel adikmu?”

Sungmin yang semula tak terlalu berniat menanggapi kini melirikkan mata kelincinya ke arah Ryeowook dan para yeoja yang ada di belakangnya. “Adikku?”

“Kyuhyuuun!” jawab mereka serempak, kemudian diikuti oleh teriakan berlebihan.

Pandangan mata Sungmin meredup, ia kembali sibuk merapikan buku-bukunya. “Lupakan!”

OoOoO

Apa ini benar-benar takdirku?

Suara jiwa itu terdengar diantara suara semilir angin yang berhembus di taman sekolah. Sosok lelaki itu tengah berbaring di atas bangku penonton lapangan sekolah, menyandarkan kepalanya sendiri di antara kedua sikunya yang terlipat. Pikirannya berputar, memikirkan sesuatu yang membuatnya kalut dan bersedih atas itu semua.

Noona,” bisiknya seraya mendesah kecil. Dadanya terlihat naik-turun merasakan betapa sesak paru-parunya sekarang ini. Apa pasokan udara di dalam paru-parunya kurang dari 1.500 cc? “Bodoh sekali ..,” gumamnya kemudian bangkit.

“Siapa Sungmin? Dia bahkan memilih laki-laki lain,” Kyuhyun mengacak rambutnya sendiri. Telapak tanganya tergulung dan mengepal, mencoba menyimpan amarahnya seorang diri. “Kalau tidak ada hukum, akan kubunuh kau Choi Siwon!” teriaknya.

Plak.

“Mudah sekali berbicara,” seseorang yang menghadiahi Kyuhyun sebuah jitakan itu sukses membuat Kyuhyun mengumpat. Ia mulai duduk di samping kanan Kyuhyun dan memberi sebuah tatapan penuh tanda tanya. “Wow, kau berubah menjadi cassanova dalam sehari,” pujinya sembari mengedarkan pandangannya ke setiap jengkal tubuh Kyuhyun.

“Tidak ada peraturan tentang hal itu,” jawab Kyuhyun cuek seraya kembali merebahkan tubuh lelahnya di atas kursi beton itu. “Lagi pula, aku berhak melakukan itu.”

“Apa?” Victoria menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan tajam, “Kau benar-benar manyukai Sungmin sunbae, yah?” tebak Victoria.

Kyuhyun terlihat diam untuk beberapa saat, setelah itu ia bangkit dan duduk menghadap wajah Victoria. Kali ini, ialah yang memandang dengan tatapan tajam. “Pertanyaan yang bodoh, sunbae,” ucapnya sarkatis dan terkesan begitu cuek; tidak peduli dengan kebenaran yang terkandung dalam jawabannya.

Kepala Victoria mengangguk, bibirnya mengerucut menanggapi jawaban Kyuhyun. “Berarti aku benar,” Victoria bergumam dengan nada yang cukup keras.

Alis Kyuhyun bertaut karena heran, “Apa maksudmu?”

“Kau berubah karena ingin menyaingi Siwon sunbae yang berstatus sebagai kekasih Sungmin sunbae ..,” jawab Victoria dengan suara kalem. “Aku benar, bukan?” seulas senyum kini terlempar kala tebakan itu terdengar.

Benar, jika Kyuhyun adalah orang yang bisa mengatakan kejujuran hatinya kepada orang lain, ia akan menjawab dengan jawaban ‘iya’ dan tertawa lepas. Tetapi, sebuah kenyataan mengatakan bahwa lelaki itu hanya mampu mencurahkan isi hatinya kepada Sungmin. Sudut mata Kyuhyun melirik ke wajah cantik Victoria; sebuah senyuman meremehkan pun terlukis di bibirnya, “Salah,” jawabnya ketus.

“Benarkah?” kini Victoria tertawa menanggapi sikap Kyuhyun.

“Aku benar-benar idiot jika menyukai wanita itu!”

OoOoO

Sungmin terlihat sibuk memotong sayuran yang akan ia masak menjadi sup miso. Sedari tadi ia terlihat berkutik di dalam dapur. Jelas saja seperti itu, Siwon bilang ia akan makan malam di apartemen Sungmin. Karena itu ia berusaha mati-matian untuk memasak dalam porsi banyak. Tetapi, sepertinya Sungmin terlalu berlebihan.

Noona, kenapa memasak banyak sekali?” adik Sungmin, Sungjin, yang baru pulang dari sekolah menghentikan langkah kakinya di depan dapur. Matanya mendapati berbagai makanan panas yang telah tersaji di atas meja makan, tetapi ia masih melihat kakaknya tetap berkutik di dapur. “Apa akan ada pesta?”

“Tidak,” jawab Sungmin sembari memasukkan potongan sayur ke dalam panci putih di atas api kompor. “Siwon akan datang,” ucapnya tanpa mencoba mengalihkan pandangan dari panci bundar itu.

Alis Sungjin mengeryit tidak senang, “Apa Kyuhyun hyung akan datang?”

Mendengar nama Kyuhyun tersemat di antara kalimat pertanyaan Sungjin membuat Sungmin reflek menolehkan kepala. “Tt—tidak perlu mengundang dia, bukan?”

“Kulihat Sungmin noona tidak pernah mengunjungi Kyuhyun hyung beberapa hari ini,” Sungjin kembali mengatakan argumentasinya. “Noona tahu bukan, Kyuhyun hyung tidak akan makan makanan delivery jika tidak ada orang di rumah?”

Sungmin tersenyum kikuk, benar juga apa yang Sungjin katakan. Sudah seminggu ini ia tak pernah mengunjungi Kyuhyun; sejak kejadian itu. Dan di sekolahpun mereka tak saling sapa. Karena Siwon, akhir-akhir ini ia benar-benar melupakan satu fakta penting tentang Kyuhyun. “Aa—aku akan mengiriminya makanan setelah kita selesai nanti.”

“Jadi, noona akan mengirimi Kyuhyun hyung dengan makanan sisa?” sahut Sungjin dengan nada bicara yang cukup dingin.

“Lee Sungjin, apa maksudmu?” Sungmin yang mencium reaksi berontak dari Sungjin mulai memberi deathglare kepada adiknya.

Ting-tong~

Suara bel apartemen itu menginterupsi pertengkaran kakak-adik sedarah itu. Mereka yang saling berpandangan kini saling memalingkan muka; Sungmin kini pergi ke pintu utama dan Sungjin ke kamarnya.

OoOoO

Dug-dug-dug!

Suara pantulan bola basket menggema dari lapangan indoor yang dimiliki gedung apartemen tersebut. Seorang lelaki dengan keringat yang membanjiri tubuhnya tengah berusaha men-drible kemudian men-shoot benda bundar tersebut ke dalam ring. Tapi nyatanya, ia tak bisa memasukkan benda bundar itu lagi ke dalam ring; ini sudah ke-empat kalinya ia mencoba.

“Hah!” Kyuhyun terjatuh setelah ia men-shoot bola ke-lima. Ia begitu lelah, apalagi dengan keadaan tubuhnya yang lemah karena beberapa hari kurang asupan gizi. Yeah, selama seminggu ini lelaki itu hanya makan dubboki dan snack. Jika tidak seperti itu, maka ia akan membeli jajangmyun instan dan menyuruh pelayan supermarket untuk membuatkannya.

Pergi ke restoran?

Tidak, lelaki itu kini tengah mengumpulkan uang untuk membeli kaset limited edition yang direncanakan akan rilis bulan Juni nanti. Jadi, tidak mungkin ia membeli makanan di restoran. Tidak, lebih baik ia mati kelaparan daripada ketinggalan kaset limited edition.

“Uuuhg,” Kyuhyun mengerang sembari meremas perutnya sendiri. Lelaki itu benar-benar lapar sekarang, sampai-sampai ia merasa tak mampu untuk bangkit. Mata Kyuhyun terpejam, mungkin ia tak akan kelaparan jika Sungmin ada di sini. Tetapi, faktanya tidak. Semua itu tidak akan terjadi. Kyuhyun telah melakukan dosa besar kepada Sungmin, dan sekarang ia tak mungkin lagi bertatap muka dengan wanita cantik itu.

Sreek ..

“Eh?”

“Makanlah,” wanita yang menyodorkan kotak makanan itu berkata dengan nada rendah.

Ini seperti mimpi.

Melihat wajah sendu Sungmin yang ada di depan matanya membuat rasa lapar itu tiba-tiba lenyap begitu saja. Jantungnya berdetak begitu cepat, sampai-sampai membuatnya serasa mati rasa. Saat ini Kyuhyun tak mampu berucap kata, bola matanya pun hanya mampu menatap wajah Sungmin dan makanan di dalam kotak bekal tersebut.

“Perlu kusuapi?”

“Hah!” seketika itu pula Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan mata penuh kilatan amarah. “Kau memperlakukanku seperti anak kecil lagi!” ucapnya dengan nada tinggi.

“Setidaknya itu bisa membawa hubungan kita seperti dulu,” ucap Sungmin seraya menautkan kedua jemarinya.

Kyuhyun tersenyum meremehkan, “Kau ingin kuperhatikan?”

“Kau adikku.”

“Kau membuatku sakit,” kata-kata Kyuhyun terlontar dengan volume kecil. “Kau lebih memilih lelaki lain daripada aku ..”

“Apa maksudmu? Bukankah sudah aku katakan berulang kali, perasaan itu salah!” Sungmin mencoba mengelak dan memberi pembelaan atas dirinya sendiri. Sungmin menelan air ludahnya, “Jika kau terus seperti itu, kau akan merusak hubungan kita.”

Sungmin menghela nafas berat dan melanjutkan perkataannya, “Sekalipun kau pernah menyentuhku, aku tak akan mencoba menatapmu.”

Penolakan itu terucap kembali, kali ini terasa seribu kali lebih kejam dan menyakitkan. Manik mata obsidian milik Kyuhyun bahkan tak mampu untuk berkedip, bibir tebalnya itu menganga karena kaget. Perasaan itu kian bergejolak, memberontak, dan pada akhirnya berujung pada air mata yang siap menetes.

Ketika lelaki itu mencoba melupakan sosok Sungmin, tiba-tiba Sungmin akan datang dan kembali memberinya harapan untuk kembali seperti dulu. Kembali seperti dulu? Tidak mungkin! Kyuhyun tak akan sanggup melihat Sungmin dan Siwon bersama. Dan ia juga tak sanggup untuk mendapatkan kasih sayang seperti itu lagi.

“Untuk yang terakhir,” Kyuhyun berkata dengan nada berat. “Bolehkah aku menciummu—noona?

Sungmin terdiam, sedetik setelah ia mendengar permintaan itu akhirnya ia mengangguk. Hembusan nafas mereka terdengar begitu jelas, membuat dua orang yang akan saling menautkan bibir itu merinding. Sosok lelaki berambut cokelat itu mulai memejamkan matanya, mendekatkan bibirnya yang dingin.

Biarkan ini menjadi yang terakhir, setelah itu biarkan aku melihatmu tertawa bersamanya.

Bibir itu akhirnya bertemu, saling menempel satu sama lain. Tak ada suara kecupan, tak ada lumatan, dan tentu tak ada cinta. Suara batin Kyuhyun berteriak, seolah ia meneriakkan doanya kepada Tuhan agar menghentikan waktu. Momen seperti inilah yang ia nanti dalam hidupnya. Dan semua kebersamaan mereka akan menghilang setelah ciuman ini berakhir.

Kau tahu noona, kau cinta pertama dan terakhirku.

Kyuhyun mulai memutus ciuman mereka, matanya yang berair menatap wajah Sungmin dengan pandangan sayu. Ia tersenyum sekilas sebelum bangkit dan pergi meninggalkan Sungmin. Kini hatinya remuk, bahkan mungkin syaraf otaknya lumpuh saat ini. Langkah kakinya yang panjang-panjang berjalan menyusuri lorong apartemen dan menghilang di pintu keluar; menerobos malam musim dingin.

Tak akan menjadi masalah .. Aku melakukannya karena cinta.

Suara batin itu mengusir kehampaan jiwanya sendiri; mencoba menghibur dengan argumentasi yang ada di pikirannya. Langkah kaki lelaki itu menyeret tubuhnya hingga berada di depan halte lalu mendudukkan dirinya di kursi, menelangkup wajahnya yang memerah.

Maafkan Kyunnie yang tak mampu menjadi adik yang manis.

OoOoO

Sosok lelaki yang sedari tadi duduk di belakang kursi penonton lapangan indoor itu hanya mampu terdiam setelah ia melihat sosok lelaki tinggi keluar. Isak tangis yang samar-samar ia dengar membuatnya tak mampu untuk terus diam. Ia bangkit dari duduknya, dan seketika itu pula pandangannya disambut oleh pemandangan menyedihkan; Sungmin tengah duduk terdiam sembari menundukkan kepala.

“Tenanglah, Ming ..,” lengan kekar itu melingkar di leher Sungmin, merengkuh sosok rapuh Sungmin dan mengecup helaian rambut yeoja cantik itu. “Aku ada di sini untukmu ..”

“Ss—Siwonie ..”

OoOoO

Tidak ada tujuan hidup yang lebih baik.

Sosok itu berjalan dengan langkah angkuh yang menakutkan. Ditangannya terlihat pemukul kayu yang ia asah setajam mungkin. Perkenalkan, dia adalah Cho Kyuhyun, Ketua Kedisiplinan Waktu yang baru. Pagi ini ia tampak siap menghukum siapa saja yang terlambat datang ke sekolah; menghukum mereka habis-habisan. Sudah seminggu ini sosok itu terlihat seperti monster penjaga gerbang sekolah.

Aku tidak akan menjadi idiot walau telah kalah telak.

Kyuhyun mulai melirik jam perak yang melingkar di tangan kirinya, memperhatikan setiap detik jarum jam yang berjalan. Nampaknya ia telah siap berteriak setelah ini. Suara dari derap langkah kaki yang bersahut-sahutan terdengar begitu berisik, membuat lelaki itu semakin jengah.

Pukul delapan tepat.

“BERHENTI DI SITU ATAU AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN!”

Junior kelas satu itu mengarahkan pemukul kayunya tepat di depan gerbang sekolah, membuat siapapun yang belum memasuki area sekolah menghentikan derap langkah kakinya. Salah satunya, Sungmin. Perempuan itu terlambat karena jam beker di kamarnya rusak.

“DASAR BODOH, KENAPA TIDAK BISA MEMPERHITUNGKAN WAKTU?” teriakan Kyuhyun kembali terdengar, kali ini terselip suatu kata cacian kasar. “Ikut aku! Jika ada yang berani kabur, rasakan sendiri akibatnya,” ucapnya dingin kemudian mulai melangkah menuju lapangan sekolah.

Aku tidak akan memberikan belas kasihan, sekalipun itu kepada Sungmin ataupun eommaku sendiri.

Beberapa orang murid yang terlambat masuk sekolah itu mulai berjejer di pinggir lapangan, membentuk barisan tiga saf. Kyuhyun, sang Ketua Kedisiplinan Waktu, berjalan di depan mereka sembari menatap murid-murid dengan begitu tajam. Beberapa detik yang lalu, ia menangkap siluet bayangan Sungmin di antara segerombolan sampah tak berguna ini. Dan benar saja, ketika para siswa-siswa ‘bodoh’ ini berbaris, dengan mudah ia dapat menemukan sosok Sungmin diantara semuanya.

Aku benar-benar tak akan berbaik hati lagi.

“Lebih baik aku peringatkan dari awal, jangan ada yang mengeluh ketika kalian melakukan hukuman yang kuberikan ..,” Kyuhyun mulai berbicara dengan suara yang begitu jelas dan tegas. Tatapan tajamnya yang mengedar dan gerakan tangannya yang memukul-mukulkan batang kayu ditangannya sendiri membuat semua siswa bungkam. Ck, junior itu benar-benar tak takut senior. Tubuh jangkung itu terseret oleh langkah kakinya sendiri, bola mata kelam penuh kebencian itu mengedar. “Arasseo?

Algesseubnida!” jawab murid itu dengan jengah, benar-benar muak dengan wajah sok di depan.

Johda,” Kyuhyun menyilangkan kedua lengannya diatas dada. Sebuah evilsmirk menakutkan terlukis di kedua belah bibirnya; benar-benar memberi kesan mengerikan kepada seluruh murid yang berdiri di depannya. “Kalian harus berlari keliling lapangan ini delapan kali, setelah itu segera minta surat pernyataan kepadaku! Mengerti?”

“Mengerti!”

Manik mata kelinci dan iblis itu bertemu selama beberapa detik, kemudian terputus begitu saja kala Kyuhyun kembali mengedarkan pandangannya. “Tidak ada penolakan! Cepat lakukan sekarang!”

Sekalipun kau menatapku, aku tak akan menatapmu ..

TBC

58 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 8 | GS | T+ | Romance |

  1. aish kyuhyun oppa jadi ketua kedisiplinan wawwww ,,, balas demdam niehh ,,
    kyuhyun harus sabar ne ~ besok minnie pasti menyesal ^^ hwaiting oppa ….. lanjut baca

  2. ”Noona,kau cinta pertama dan terakhirku”
    WHATT??? Lalu aku apa Kyu?? *nunjuk”diri(?)* #plakkk *digamparUmin* TT.TT

  3. aish ni semua gara” minnie….
    Coba dterima cintanya kyu….
    Hehehe

    skarang liat akibat nya kyu jd menyeramkan sperti itu kan

  4. Waduhhhhhhhhhh
    Jadi ini toh balad dendamnya,ga bkal mau perhatian lagi sama sungmin??????
    Lagian minnie nolak cintanya sih,jadinya kyu kan jadi temprament n egois bgtu

    Sempet nyesek pas baca yg ‘nonna kau cinta pertama dan terakhirku’ huwahhhhhhhh sedih n dalem bngt tuh

  5. Gegara patah hati
    Jiwa evil’a kyuhyun keluar dehh

    Tapi evilsmirk’a membuat hati akuu meleleh
    OMG,, sesak nafas aku #helpMe

  6. yak!! gue lebih suka kyuhyun kayak gini. beda sama karakter ff lain. lets read next chapter deh buat mata pikiran hati gueee. eonn keep writing and FIGHTING

  7. wah di chap ini rupanya saya lupa koment hehe
    yaampun umin jahat banget sihh
    yaa baru kali ini ngeliat kyu lebih rendah dari umin kasian jadinya huhuhu
    ihh kyu jadi galak gitu serem amat dendam banget yaa??🙂

  8. Ahhhhh kyu hebatt,salut salut salut,aku suka kyu yang seperti ini,tapi jangan kelamaan berubah nyah haha kasian umin nyah,klo seperti ini trus kapan mereka bersatu nyah?

  9. yak, kenapa kalian semakin menjauh, aku tau ming mencintai kyu. Semoga nanti tidak ada yg tersakiti dalam hubungan ini.

  10. kasihan nyaaa kyu…patah hati berkali kali lagi lagi dan lagi…ini ff kyumin tp kenapa kyu tersakiti bgt dsni hiks..hiks..kasihaan kyu…walaupun ini ff kyumin tp klw kyu terus yg tersakiti..gpp deh aq rela kyu ma org lain…jangan lihat lagi ming kyu klw dia hny buat hatimu sakit…plis kyu move on yaa

  11. Kyuhyun semakin kejam saja.
    Itu maksudnya ciuman terakhir apaan sih? Jadi ceritanya Kyuhyun sudah mau menyerah akan Sungmin, begitu?
    Eh, itu Siwon lihat tidak ya waktu mereka ciuman?
    Makin lama ceritanya makin bikin penasaran saja nih😄

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s