I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 7 | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 7/?

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kala diri mereka masih terlalu hijau untuk mengenal suatu hubungan, maka dengan begitu mudah kedekatan itu mereka jalani. Tetapi, kala salah satu dari mereka mengerti suatu makna dari ‘perasaan’, saat itulah kedekatan mereka terasa lebih berbeda. Dan pada akhirnya, keegoisanlah yang bertindak.

Music : For One Day & It Has to be You by Yesung

“Lalu kau mengatakan aku selalu bertingkah kekanakan ketika berada di dekatmu,” celetuk Kyuhyun tiba-tiba, kali ini diiringi oleh desahan nafas beratnya yang menerpa wajah Sungmin. “Kau salah, sunbae!

Sungmin menelan air ludahnya kelu, entah mengapa perasaan tidak enak tiba-tiba melesak ke dalam pikirannya setelah melihat tatapan mata Kyuhyun.

“Aku akan menjadi seorang lelaki dewasa dan memperlakukan sunbae sebagai seorang wanita,” Kyuhyun memotong ucapannya. “Dan melakukan apa yang orang dewasa lakukan kepada seorang wanita.”

Mata Sungmin melotot kaget kala ciuman mendarat di bibir plumnya. Ternyata Kyuhyun mengecup bahkan menghisap bibir merah mudanya dengan begitu ganas, tanpa ampun. Gigitan-gigitan kecil yang ia terima dari Kyuhyun membuat Sungmin membuka mulutnya; dan itu membuat Kyuhyun semakin tersenyum. Lidah laki-laki itu mulai bergerak memasuki rongga mulut Sungmin, mengeksploitasi ruangan hangat itu.

“Eeemmmpph.. Kkyuuuh,” desah Sungmin di tengah-tengah ciuman mereka. Jangan salah, itu bukanlah desahan kenikmatan atas perilaku Kyuhyun, namun itu adalah protes yang Sungmin layangkan. Perlahan ciuman Kyuhyun turun, bibir tebal itu mulai mengecup pangkal tengkuk Sungmin dan sesekali menjilatnya. “Kk—kita .., tidak bo—leeh .., ahh .., melak—kukan .., eeenggh .., inii!” ucap Sungmin dengan susah payah.

Wae?” tanya Kyuhyun dengan nada datar, semenitpun lelaki itu tak berniat meninggalkan leher Sungmin yang menggoda. “Aku telah berumur 17 tahun.”

“Aaahh .., tt—tapiih ..”

Akhirnya Kyuhyun bangkit, melepaskan leher putih dengan bercak merah keunguan itu untuk sementara waktu. Manik matanya menatap tajam ke arah wajah Sungmin, bibirnya yang terlihat mengkilat karena saliva menganga. “Kau tidak akan hamil jika aku menidurimu!”

“Aa—apa?”

“Nikmati saja,” ujar Kyuhyun, kembali menjatuhkan dirinya di atas tubuh Sungmin yang mengejang karena terkejut. “Aku akan membawamu ke surga.”

OoOoO

Sungmin tertidur damai di dengan balutan selimut tebal ranjang Kyuhyun. Perempuan itu pinsan karena harus menerima perlakuan Kyuhyun. Tidak, mereka tidak melakukan seks. Yeah, lelaki itu hanya mencium dan memaksa Sungmin untuk menurutinya malam ini. Pelecehan sexual, heh? Bisa dibilang seperti itu. Kyuhyun pikir, Sungmin memberontak karena perempuan itu ingin menghindar.

“Cih,” Kyuhyun berdecih pelan. Sedetik kemudian lelaki itu merebahkan tubuhnya tepat di samping tubuh Sungmin dan memeluk pinggang ramping itu. Pandangan matanya menatap wajah Sungmin yang terdiam, kemudian tersenyum. “Kau milikkku,” gumamnya pelan.

“Selamanya milikku.”

OoOoO

Brak! Tubuh Kyuhyun terbanting di atas lantai kamarnya sendiri saat dua lengan dan kaki kecil mendorongnya. Wanita dengan wajah imut yang pucat pasi itu menatap tajam ke arah Kyuhyun yang meringis kesakitan; seolah-olah ia mencerca Kyuhyun lewat tatapan matanya. Sebelum ia berani berkata, Sungmin membalik badannya—saat sadar keadaan Kyuhyun masih topless.

“Apa?” tanya Kyuhyun dengan nada datar, lelaki itu kemudian bangkit dan duduk di tepi ranjang. Tangannya menarik selimut ranjang untuk menutupi kulit tubuhnya yang pucat. “Kau ingin protes?”

“Kyuhyun!” bentak Sungmin sembari membalikkan badannya. Matanya yang telah terselimut air mata mengedip-ngedip menangkap wajah Kyuhyun, begitu tak percaya dengan apa yang telah Kyuhyun katakan. “Sadar apa yang telah kau lakukan?”

“Tentu saja,” sahut Kyuhyun santai sambil membuang pandangannya. Sejujurnya ia begitu merasa tersakiti kala melihat air mata mengalir dari sudut mata milik Sungmin. Apalagi setelah ia tahu bahwa dialah yang menyebabkan Sungmin menangis. “Dengan begini, kau bisa tahu bagaimana perasaanku.”

“Kau gila!” teriak Sungmin lagi. “Bukankah kita adalah kakak-adik?”

“Itu dulu!” sangkal Kyuhyun, mengarahkan pandangan matanya ke wajah sendu Sungmin. “Aku tidak mau jika ada lelaki lain yang memelukmu! Aku tidak mau jika ada lelaki lain yang mencium pipi atau bibirmu! Aku tidak mau jika ada lelaki lain yang memilikimu!” Suatu alasan itu terlontar dengan suara yang begitu jelas, terselipi oleh nada-nada penuh kesedihan.

Satu bulir bening mengalir dari sudut mata kanan Kyuhyun, “Hanya aku seorang yang boleh berada di dekatmu.”

“Kau..,” Sungmin memotong ucapannya, memikirkan sesuatu yang harus ia katakan. “Berambisi, huh?” lirih Sungmin seraya menyipitkan matanya; mengintimidasi lelaki muda yang duduk di hadapannya.

“Jika kau mau menyebutnya seperti itu, terserah!” manik mata Kyuhyun memenjara pandangan Sungmin. “Jika setelah ini kau akan meninggalkanku dan lebih memilih lelaki lain, aku tak akan mencoba peduli.”

Plak! Satu tamparan keras mengenai permukaan pipi Kyuhyun kala Kyuhyun telah mengatakan apa yang menjadi pengganggu hatinya. Lagi-lagi Sungmin melayangkan tatapan penuh cercaan. Penghinaan-penghinaan lewat tatapan ataupun perilaku Sungmin kini Kyuhyun terima; seolah semua itu adalah jawaban dari segala perasaannya.

“Kau bahkan berani berkata seperti itu setelah meciumiku?”

Kyuhyun terdiam, ia tahu Sungmin sangat marah karena ucapannya yang terkesan sangat tidak bertanggung jawab. Ia menghembuskan nafas pelan, “Jadi kau berniat memilihku?” binar matanya mendadak meredup manakala ia mendapat tatapan merendahkan dari Sungmin.

“Kau bahkan masih berumur 17 tahun, Kyu,” ucap Sungmin lirih. “Dan di usiamu yang semuda itu, kau berani meniduri perempuan.”

“Lalu? Bukankah kita sudah terbiasa untuk tidur bersama?”

“Kyunnie,” panggil Sungmin di sela isakannya yang semakin membati buta. Mata kelincinya yang telah berair mengedip, “Kau benar-benar brengsek!” Lagi, cacian itu harus Kyuhyun terima; menciptakan luka baru yang begitu arsurb dan perih.

Kyuhyun memeluk lututnya sendiri, membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya kemudian mulai terisak. Oh, lelaki itu tampak begitu rapuh kali ini. Namun, bukankah keadaannya terbalik? Seharusnya Sungminlah yang merasa paling dirugikan, dan seharusnya Sungminlah yang harus terus menangis menghadapi kenyataan yang baru ia terima.

Tetapi pada kenyataannya, lelaki itu jauh lebih tertekan karena semua hal yang baru ia lakukan kepada Sungmin. Apalagi setelah cacian keji dan kejam ia terima dari Sungmin. Perasaannya yang telah terinjak-injak membuat Kyuhyun bahkan melakukan hal yang di luar nalar. Pikirannya yang melayang mulai menerka-nerka hal buruk yang akan ia alami.

“Aa—aku.. benar-benar takut noona meninggalkanku!”

Sungmin beringsut, tangannya bergerak membelai rambut Kyuhyun. Rasa iba itu melesak begitu saja kala melihat Kyuhyun terisak. Walau di dalam hati nuraninya terbesit rasa marah dan benci yang cukup banyak kepada Kyuhyun, namun tetap saja perempuan itu tak bisa tinggal diam kala melihat Kyuhyun terisak. Kyuhyun adalah segalanya, selamanya akan seperti itu di hati kecil Sungmin.

Uljima,” bisik Sungmin dengan suara pelan.

Noona, aku benar-benar mencintaimu,” ucap Kyuhyun seraya mengangkat kepalanya.

“Kau adikku,” Sungmin perlahan bangkit, tangan kanannya bergerak membelai lembuat punggung Kyuhyun yang bergetar. Masih dengan posisi semula, tangan mencengkeram selimut Kyuhyun dengan begitu erat. “Kau tahu itu, bukan?”

OoOoO

Sungmin terlihat merapikan rambutnya yang berpita, bibirnya yang terolesi oleh lipgloss natural melengkung melukiskan senyum. Mata kelinci yang bengkak itu telah tertutupi oleh bedak, dan tentu dengan usahanya sendiri kemarin malam. Pandangan mata Sungmin menari di tubuhnya, matanya kemudian terpejam mengingat kejadian semalam.

Tidak mungkin.

Batinnya menjerit kala kejadian tadi malam terlintas kembali di otaknya, membuat air mata itu kembali menggenang di pelupuk matanya. Sungmin menelan air ludahnya kelu, sedikit-banyak ia tak mempercayai hal apa yang baru ia alami kemarin malam bersama Kyuhyun. Teriakan itu, tangisan itu, pekikan itu, semua bercampur menjadi satu. Menyisakan rasa sakit untuk diri mereka masing-masing.

Noona, ada seorang laki-laki yang menjemputmu!” suara Sungjin yang terdengar setelah beberapa ketukan halus membuat Sungmin kembali ke dalam dunia nyata. Perempuan itu segera menepuk kedua pipinya dan menyambar tas ransel miliknya sebelum pergi ke luar kamar.

Kala perempuan itu menginjakkan kaki di ruang tamu, mata kelincinya menangkap sosok lelaki tampan berlesung pipit duduk di sana. Ia tersenyum kecil menyambut kedatangannya, kemudian melangkah sembari tertawa kecil. “Kau menjemputku?”

“Tentu ..,” Siwon menjawab seraya melingkarkan lengannya di pinggang Sungmin.

“Aish,” Sungmin melepaskan rangkulan Siwon dan menatap wajah lelaki itu dengan tatapan tajam. “Tidak enak dilihat adikku,” manik mata Sungmin melirik ke arah pintu dapur; melirik ke arah sang adik yang benar-benar tengah mengintipnya. “Sudahlah, ayo berangkat!”

“Tidak berpamitan?” tanya Siwon sebelum benar-benar pergi. Ia merasa sedikit heran ketika pandangannya tak menemukan sosok orang tua di sini.

Kepala Sungmin menggeleng, “Mau berpamitan kepada siapa? Appa dan eommaku sedang tidak ada di rumah,” telapak tangan Sungmin mulai memutar knop dan membuka pintu.

“Benarkah?” Siwon meredam rasa penasaran yang hinggap di benaknya. Ia tak ingin bertanya lebih jauh tentang keluarga Sungmin, takut jika Sungmin akan tersinggung atau merasa tidak enak. Menurutnya, hal privasi seperti itu tak pantas untuk diceritakan untuk orang lain. Lebih baik ia mengekor langkah kaki Sungmin.

“Baik, haruskah aku menceritakan latar belakang keluargaku?” Sungmin menatap Siwon dengan mata foxynya.

“Tidak perlu,” jawab Siwon seraya menggenggam telapak tangan Sungmin. “Hanya perlu kau saja yang mengetahuinya.”

Kyuhyun tahu tentang itu.

OoOoO

Lelaki tampan dengan dandanan seragam sekolah yang terbilang lebih berani itu melangkah menyusuri lorong kelas dengan langkah angkuh. Kedua lubang telinganya tertutupi oleh headphone berwarna biru tua dan kepalan tangannya bersembunyi di dalam saku celana. Bibir tebalnya mengerucut; bukan karena marah atau ngambek.

“Ya Tuhan, apa benar itu Cho Kyuhyun?”

“Kenapa bisa seperti itu?”

“Dia begitu tampan dengan dandanannya yang sekarang!”

“Kyaa, aku rasa aku jatuh cinta kepadanya!”

Respon-respon positif itu terdengar saling bersahutan kala puluhan pasang mata para yeoja menangkap sosok Kyuhyun. Memang tak ada sahutan dari Kyuhyun, tetapi tetap saja lirikan matanya yang menari liar ke segala penjuru ruangan membuat yeoja-yeoja itu berteriak. Hei, ini tidak masuk akal!

Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun populer dalam waktu sehari?

Langkah kaki Kyuhyun terhenti di depan pintu ruang guru, tangannya bergerak merapikan jas seragamnya yang tak terkancing kemudian masuk. Pandangannya mengedar mencari sosok guru yang ia cari, Kim Seonsaengnim, Guru Kesiswaan. Dengan langkah mantap Kyuhyun menyeret kakinya mendekati guru muda tersebut, setelah itu ia meraba tasnya sendiri.

Pluk.

Lembaran kertas yang tertumpuk menjadi satu di sebuah map kuning itu terhempas begitu saja di meja Kim seonsaengnim; membuat guru berwajah tua itu mendongakkan wajahnya. Raut wajah Kyuhyun yang datar menyambut pandangannya di pagi hari. “Aku ingin mencalonkan diri sebagai anggota kesiswaan sekolah,” Kyuhyun kembali menenggelaman telapak tangannya di saku celana.

“Hah? Kenapa kau berubah pikiran?” Kim seonsaengnim meraih dan membuka map itu; membaca lembaran-lembaran kertas yang Kyuhyun berikan untuknya.

“Apa perlu aku menjabarkan alasanku, Kim seonsaengnim?” Kyuhyun membidik wajah sang guru dengan pandangan marah. “Bukankah dulu kau mengatakan kepadaku, bahwa aku bisa bergabung kapanpun aku mau, huh?”

Kim seonsaengnim terdiam setelah ia mendengar jawaban tidak sopan dari muridnya. Jika saja murid ini bukanlah murid nomor satu di sekolah, sekarang juga Kim seonsaengnim akan menampar permukaan pipi tirus Kyuhyun. Lelaki berprestasi itu kini menerima ajakannya untuk bergabung di Organisasi Sekolah, seperti kemauan kepala sekolah dan segenap dewan guru. Kim seonsaengnim menghela nafas, jemarinya bergerak membenahi letak kaca matanya. “Baiklah, akan kuhubungi dirimu sesegera mungkin.”

“Bagus,” gumam Kyuhyun pelan kemudian berbalik dan melangkah keluar ruang guru tanpa memberi salam. Ck, dia akan menjadi seorang trouble makersetelah ini.

Tunggu saja pembalasanku, brengsek.

OoOoO

Kyuhyun duduk terdiam sembari memakan snack yang baru ia beli. Siang ini tak akan ada makan siang, begitu pula untuk seterusnya. Masa bodoh jika ia harus berbaring di UKS nanti, itu lebih baik. Dengan begitu ia bisa beristirahat. Jiwa Kyuhyun yang rapuh saat ini benar-benar tak memikirkan apa itu sakit dan apa itu menderita. Yang penting, ia bisa menjalani setiap detik hidupnya tanpa wanita itu lagi.

Semalaman penuh ia menangis karena Lee Sungmin, dan setelah itu ia bersumpah tak akan menangis lagi karena masalah cinta. Cinta pertama yang tak pernah ia raih akan ia buang dan injak-injak. Dan juga, hidup sebagai seorang Cho Kyuhyun yang baru. Akhirnya lelaki itu membuang segala kenangan-kenangan masa kecilnya bersama Sungmin, cinta pertamanya.

Sreek.

Kotak bekal yang amat sangat familiar terdorong ke arah Kyuhyun, membuat Kyuhyun melirikkan matanya ke arah sang wanita yang duduk di depannya. Sudah ia duga, pasti wanita itu. Perempuan itu kini telah duduk di hadapan Sungmin dengan memasang wajah datar.

“Makanlah,” ujarnya dengan suara pelan seraya menyerahkan sumpit yang baru ia bersihkan dengan tissue.

Lelaki tampan itu terdiam, tak berniat memandang Sungmin lebih lama. Dengan cuek ia meraih snacknya yang tersisa dan berniat melenggang pergi meninggalkan Sungmin. Tak ada gunanya untuk berada di sini lebih lama lagi, toh ia akan merasa tersakiti lagi nantinya.

“Kyunnie!”

Panggilan itu! Mata Kyuhyun melotot kala ia tahu Sungmin memanggil namanya dengan nada manja. Ia mengeram, begitu tak suka kala perempuan itu kembali mengingatkannya dengan masa lalu. Kyuhyun berbalik, memandang Sungmin dengan tatapan tajam. “Bukankah sudah kubilang, jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan seperti itu lagi, sunbae?” pandangan kejam kini tertuju ke arah Sungmin.

Sungmin diam membatu, ia tak menyangka Kyuhyun benar-benar menjadi seperti ini. Telapak tangan Sungmin meremas ujung jas seragamnya sendiri, merasa begitu terpojokkan dengan pertanyaan Kyuhyun.

“Panggil namaku dengan baik,” Kyuhyun menunjuk nametagnya sendiri. “Cho Kyuhyun. Kau mengerti, sunbae?”

“Kk—Kyu .., aa—aku ..,” rasa terkejut dan shock menerima perlakuan Kyuhyun membuat tenggorokan Sungmin terasa tercekat; hampir membuatnya tak mampu berucap kata. Dengan ucapan yang terbata-bata dan gestur tubuh yang terkesan aneh, Sungmin berusaha menegur Kyuhyun.

“Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?” Kyuhyun mengulum senyum. Sungguh, lelaki itu tampak tak memiliki hati secuilpun. Bahkan ia bisa tersenyum kala melihat wajah Sungmin yang memerah karena dirinya. Hebat, dia sungguh hebat dalam menyembunyikan kesedihannya; ternyata dia begitu pintar menyembunyikan semua perasaannya.

“Kk—kenapa kau menjadi seperti ii—itu?”

Sebuah evilsmirk terlukis di bibir Kyuhyun; membuat beberapa yeoja di sana menghentikan langkah dan berteriak memuji betapa menawannya evilsmirk itu. Kyuhyun merapikan letak jasnya, mengedarkan pandangannya selama beberapa detik kemudian kembali menatap Sungmin. “Aku keren, bukan?”

Sungmin masih bungkam atas pertanyaan Kyuhyun. Lelaki itu berusaha menggoda dan membuatnya semakin gugup. “Kk—Kyuhyun-ah ..”

“Hm?” Kyuhyun mendekat ke arah Sungmin. Ia melangkah santai ke arah Sungmin, merundukkan wajah untuk mendekatkan bibirnya di telinga Sungmin. Deru nafas Kyuhyun yang terdengar begitu tenang tertangkap oleh gendang telinga Sungmin. “Jadi sunbae mau menjadi pacarku?” bisiknya seduktif.

“Kyaa!” tiba-tiba teriakan terdengar membahana kala ucapan terakhir Kyuhyun terucap. Orang baru dalam daftar ‘idola sekolah’ itu baru saja membuat sensasi. Dan karena itu akhirnya semua berteriak. Sungmin yang serasa menjadi bahan lelucon hanya mampu diam membisu, memandang wajah ‘sang adik’ yang menatapnya dengan pandangan aneh.

“Bagaimana?” lengan kiri Kyuhyun kini terangkat membelai tengkuk Sungmin.

Sret.

“Maaf, tapi dia adalah kekasihku, Cho Kyuhyun!” wanita itu ditarik oleh lengan kekar seseorang, dan seketika itu pula Sungmin jatuh di pelukannya. Choi Siwon, sang Presiden Sekolah, kini tengah memeluk pinggang Sungmin dengan gerakan seduktif, tak lupa melempar sebuah senyuman meremehkan. “Jagiya, jangan menggoda lelaki lain ..,” bisik Siwon kemudian mematuk bibir Sungmin.

Kyuhyun menggeram dalam diam melihat apa yang tengah Siwon lakukan padanya. Ciuman Siwon yang mendarat di bibir plum Sungmin menggoreskan luka di hati Kyuhyun. Emosi itu tersulut begitu saja kala tahu Sungmin hanya diam, tak menyuratkan protes apapun. “Brengsek,” desisnya kemudian melangkah menjauhi sosok Sungmin dan Siwon. Rasa benci yang semakin membuncah membuat lelaki itu mampu menggumamkan sumpah serapah.

Tunggu, tunggu saja, Choi Siwon!

TBC

64 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 7 | GS | T+ | Romance |

  1. hehehe…kirain kyumin mo nc-an #plak ketauan yadong…

    kyu mulai berubah??? hemmm penasaran gmn caranya dia balas dendam…

    ih abang kuda lg2 main nyosor bibir minnie ming aja sih…sebel.

  2. kudaaaaaa dasar kuda kuda kuda,,,, aishh sebel gw dasar tuh kuda,,,, kyuhyun jadi gtu dh gara” loe minnie kyuhyun jadi gitu dah,,, dasar kuda pamer kemesraan cihhh,,,, lanjut dah baca

  3. Apa yg d lakukan kyu pd sungmin d kamar kmren yaaaa ???
    Apa hanya menciumnya ???
    Kenapa pingsan ???

    Minnieee minnieee -_-

  4. Jiyoo eonnii!!! *teriakk*
    #ditimpuk pake panci sma Jiyoo eonni -.-
    .
    kau benar-benar brhasil mmbuatku cukup jengkel dngan sifat siwon di ff ini!!! u.u

  5. Kirain bkal ada sesuatu antara kyu n sungmin ternyta???????hehehehehehe

    Aduh siwon knpa sifatmu jd seperti itu sih, jd kesel deh liatnya

    Knpa kyu jd begitu sih
    Apa ya yg mau kyu lakuin k’siwon n sungmin????

  6. huwaa kyu apa yang kau lakukan pada ming??
    tidakk ming tidak perawan lagi kahh??
    kyu jahat……
    mpuss lo siwon ahjussi asal ahjussi tau “pembalasa lebih kejam dari perbuatan”
    ayu kyu semangat kyu go go go go kyuuuu…. I*barukaliinigwdukungkyuhyun
    keep writing

  7. Kyaaa,,, seru..seru..seru..

    Apa saja yang kyuhyun lakukan kepasa sungmin, apa hanya mencumbui sungmin. Aku kira akan berujung ke NC
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ #yadongKumat

    Dengan sikap kyuhyun yg berubah.
    Perebutan sungmin antara Kyuhyun VS Siwon

    Siwon sukses membuat kyuhyun meluap-luap dengan kekesalan

  8. Kyu kau berubah jadi pervert ya sekarang –a

    Sungmin kau sih mengacuhkan perasaan kyu begitu saja, jadi kau harus terima perlakukan kyuhyun terhadap dirimu😐

  9. Kali ini kau menang abang kuda sialan !!!
    Udah deh ming urus jja kuda tercintamu itu.
    bukannya dulu kau bilang kyuhyun childish?.
    jadi sekarang jngan kaget ya. :p
    siap” untuk menyesal lee sungmin !!!😀
    *smirk

  10. Mwo?si kudaminta dhajar hahaha miane siwonest abis aku ksel ihhh msa persiden sekolah berani kisseu kisseu sihh

    kyu fighting,aku suka gaya baru nyah,cepat ambil kembali umin dari tangan si kuda

  11. Whaahahahahahahhaha keren liat kyu memberontak dgn gya tengil plus evil’y.

    Lanjut yah author ke chap slnjutnya…

  12. aih, aku kira kyumin akan melakukan ‘itu’ eh ternyata tidak😦 *dasaryadong*
    Berharap hub kyumin baik2 sajaa

  13. Yaa amplop kyu jadi troublemaker __” min kau sukses membuat kyu berbah 180 derajat
    Aku jadi ngag ngeh sama siwon di peran ini, sebel deh sama siwon yang jadi orang ketigaa~~
    Semoga kyumin akan bersatu

  14. hmmm…jiyoo q suka ide’nya buat bikin jalan critanya kyu brubah image…
    kaya kondisi nyata sih…#lho? kok malah curhatin pengalaman pribadi temen….hehe

    jadi penasaran ama respon ming slanjutnya…
    tapiiiii,, kyu yg dulu lebih manis…

  15. Kyu nyiumi ming doank, tp kog pke acara topless gitu ya?
    Kkkk~

    bgus! Kyu ud brubah skrg.. Ayo kyu, bls s kuda itu. Buat dia ngerasain sakit kyk yg kmu rasain.. Dasar kuda. Pke acara matuk bibir ming lg d depan kyu
    iiiihh, kesel bangeeeetttzz….
    #sabarbroo😀

  16. omg …padahal sepertinya kyu udah move on tapi ternyata belum…hahahah..susah eoh melupakan sungmin yg imut itu…ayooo kyu berjuang dengan sehat dengan kuda itu…skrg kyu udah berubah jadi tambah ganteng ya..pikiran ku melayang pada wajah kyu yg makin ganteng di mv swing neh…ahahaha

  17. ngga ngerti sama scene di paling atas. mereka ngga sampai ke tahap itu, tapi seolah olah mereka melakukan hal itu sampe sungmin pingsan segala…
    trus kirain kyu emg bakal ngga peduli sama ming. eh ternyata tetep aja kyu minta ming jd pacarnya. bingung

  18. Aaaahhh… Sepertinya Kyuhyun masuk ke Organisasi Sekolah supaya bisa dengan mudah balas dendam pada Siwon? Sepertinya semakin menarik ini ceritanya😄

  19. makiin pnsaran sma kisah cintanya kyumin ^^ siwon jahat bgt ih.. sungmin jugaaa TT
    author mah pinter bnget bkin org pnsaran.. kyumin bkal baikan lagi gak?? hmmm, lanjuuttt ^^

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s