I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 6 | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 6/?

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kala diri mereka masih terlalu hijau untuk mengenal suatu hubungan, maka dengan begitu mudah kedekatan itu mereka jalani. Tetapi, kala salah satu dari mereka mengerti suatu makna dari ‘perasaan’, saat itulah kedekatan mereka terasa lebih berbeda. Dan pada akhirnya, keegoisanlah yang bertindak.

Music : Love Really Hurt by Yesung

“Baik, lupakan saja semuanya!” akhirnya pernyataan yang Sungmin tunggu-tunggu terucap dari kedua belah bibir Kyuhyun.

“Syukurlah kau bisa mengerti, Kyunnie,” Sungmin beringsut lega. Perempuan itu melangkah mendekati sosok Kyuhyun dan memeluk tubuh sang ‘adik’ dengan penuh kasih. Memberi kehangatan seorang kakak yang tulus.

Sakit. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali menangis untuk saat ini. Merasakan pelukan hangat Sungmin menggoreskan sayatan luka mendalam di hatinya. Keputusan yang ia ambil telah bulat, membuang dan melupakan segala yang terjadi dengan Sungmin.

Bruk! Dengan satu hentakan Kyuhyun berhasil mendorong tubuh Sungmin yang merengkuhnya; membuat perempuan itu terjungkal ke belakang karena terkejut dan tak berhasil menahan keseimbangannya. Manik mata Kyuhyun beralih menatap dinding kamar, berusaha menghindari kontak mata dengan Sungmin.

“Aish, apa yang kau lakukan, Kyunnie?” tanya Sungmin sembari mengelus pantatnya yang berdenyut sakit.

“Jangan pernah menyapaku lagi, sunbae,” ujar Kyuhyun dingin.

Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan dahi berkerut, “Ya, apa yang kau maksud?”

“Lupakan,” ulang Kyuhyun dengan nada datar. “Lupakan hubungan kita. Aku bukan adikmu, dan kau bukan noonaku!” ucap Kyuhyun kemudian pergi; melompat ke balkon kamarnya sendiri dan menutup pintu dengan gerakan kasar.

Tidak, sebelum Sungmin menuntut penjelasan tentang apa yang baru Kyuhyun ucapkan, pandangan matanya telah mendapati sosok lelaki itu pergi meninggalkannya. Tiba-tiba pandangan Sungmin mengabur, lensa matanya terhalangi oleh kabut air mata yang mulai terbentuk di setiap sudut matanya.

Tes ..

Tes …

Tes …

Entah mengapa air mata mulai menetes dari ujung kelopak matanya; mengalir dengan begitu mudah menyusuri pipi chubbynya dan jatuh menghantam lantai kamar yang dingin. Dadanya berdenyut sakit, kepalanya mendadak terasa pusing. Apa yang ia rasakan kala ini?

OoOoO

Dua orang itu terlihat berjalan beriringan di jalanan setapak taman kota. Tangan mereka saling terpaut, dan senyum malu-malu kadang terkulis di kedua belah bibir masing-masing kala pandangan mereka bertemu selama beberapa detik. Sepasang manusia itu tengah menghabiskan akhir pekan dengan ‘berkencan’. Seperti itulah orang-orang menyebutnya. Walau bukan sepasang kekasih, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang berkencan. Sungguh.

“Ah, Siwonnie! Sejujurnya, aku tak pernah melakukan hal seperti ini dengan orang lain,” ucap Sungmin tiba-tiba. Membuat lelaki dengan gestur tubuh yang bagus itu menoleh dan tersenyum walau ia sedikit heran dengan pernyataan yang baru Sungmin lontarkan. “Berkencan benar-benar menyenangkan!” ucapan lirih tetapi sarat akan kebahagian itu benar-benar terdengar seperti sebuah kabar baik bagi seorang Choi Siwon.

“Memang,” kepala Siwon merunduk untuk menyembunyikan senyuman malu-malunya. Sedetik kemudian lelaki itu kembali mengangkat kepalanya dan membiarkan pandangan mereka bertemu. “Apa kau senang?”

Kepala Sungmin mengangguk dengan pasti, ia tersenyum tulus. “Terimakasih untuk membuatku merasakan hal seperti ini!” seketika itu pula senyumannya merekah, membuat wajahnya kian manis dan cantik di mata Siwon.

Langkah kaki Siwon terhenti, lelaki itu melangkah untuk menghadang langkah kaki Sungmin. Pandangan matanya yang terkesan begitu hangat dan penuh kharisma menjebak manik mata Sungmin. Seolah berniat memenjara pandangan mata perempuan itu dengan sejuta pernyataan cinta dari sinar matanya. “Kau tahu, apa yang aku rasakan saat ini?”

“Eung?” alis Sungmin berkerut, heran.

“Rasanya,” Siwon sengaja menggantung kalimatnya dan meraih telapak tangan Sungmin; menggenggamnya erat kemudian menempelkannya di dada. “Aku ingin meledak,” ucapnya seraya memejamkan matanya, mencoba meresapi kehangatan yang meresap di celah dadanya lewat sentuhan telapak tangan Sungmin.

“Ww—wae?” Sungmin yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mampu mengerjap-ngerjapkan mata.

Neo ttaeme,” jawab Siwon santai. Tanpa memperdulikan pandangan mata Sungmin yang telah membulat karena kaget, lelaki itu menarik tengkuk Sungmin dengan gerakan sigap, mempertemukan bibir mereka untuk sebuah ciuman. Ciuman yang akan mengawali hubungan mereka, pikir Siwon.

OoOoO

Lelaki yang berdiri sekitar lima belas meter dari sepasang kekasih yang tengah berciuman itu terpaku. Perlahan ia meraba permukaan dadanya sendiri. Denyutan rasa sakit karena sayatan patah hati itu menghujam perasaannya dengan begitu kejam, menciptakan luka absurb yang menyakitkan, menggoreskan getaran yang membuat air mata melesak dari kelopak matanya, membuat seorang Cho Kyuhyun hanya mampu terdiam.

Kini, Sungmin, perempuan yang menolaknya kemarin malam berciuman dengan Siwon. Bahkan perempuan itu tak menolak kala Siwon menatap matanya setelah mereka menyudahi ciuman mereka. Tak ada tamparan, tak ada penolakan, tak ada cacian, dan tak ada segala kejahatan yang Kyuhyun terima kemarin malam.

Orang yang selama ini selalu berada di dekatnya benar-benar telah menghilang. Wanita yang selama ini selalu membuatnya tertawa benar-benar lenyap. Wanita yang selalu menyembuhkan segala rasa sakit yang ia derita kini pergi. Meninggalkannya untuk lelaki lain.

Sudahlah, tak ada yang perlu disesali. Wanita itu benar-benar telah pergi sekarang. Dan seharusnya Kyuhyun lebih senang, karena untuk saat ini dan seterusnya tak akan ada lagi orang yang memarahinya ketika ia tak belajar. Tak ada lagi orang yang akan menyuruhnya ini-itu kala ia tengah asyik bermain. Tak ada orang yang mencegahnya kala ia akan pergi ke game center dan pulang tengah malam. Tak akan ada lagi orang yang seperti itu di hari-hari Kyuhyun selanjutnya.

OoOoO

“Ss—Siwonnie,” panggil Sungmin tergagap kala gendang telinganya mendengar pernyataan Siwon. Pernyataan yang mengatakan bahwa lelaki itu menyukainya. Dan juga, ciuman yang baru saja mereka lakukan. Seketika itu pula detak jantungnya terasa begitu menggila; membuatnya tak mampu untuk berucap kata.

“Aku menyukaimu, Minnie. Jadilah kekasihku,” ucap Siwon pelan seraya mengecup punggung tangan Sungmin tanpa melepaskan pandangannya dari wajah rupawan wanita itu.

Oh, Sungmin benar-benar bingung dengan jawaban yang akan ia lontarkan. Entah mengapa sosok Kyuhyun yang kemarin malam menciumnya kembali terlintas di benaknya; membuatnya semakin kalut. Pandangan mata Siwon yang seolah-olah menuntut Sungmin untuk segera menjawab tawaran Siwon terus memenjara pandangannya.

Jebal,” Siwon kembali mengecup punggung tangan Sungmin. Setelah itu, lelaki itu menjatuhkan dirinya; berlutut di depan Sungmin untuk memohon, heh?

“Ss—Siwonnie, jangan seperti ini,” Sungmin panik kala melihat Siwon yang berlutut di hadapannya; membuat Sungmin segera merangkul lengan Siwon dan menariknya untuk berdiri. “Bangunlah!”

“Tidak,” jawab Siwon tegas. “Aku tak akan berdiri jika kau belum menjawab pernyataanku,” ucapnya dengan suara keras, cukup membuat orang-orang yang kebetulan lewat menoleh. “Jadilah kekasihku!” teriaknya. Dan kali ini sukses membuat semua pejalan kaki menatapnya dengan pandangan penuh tanda tanya.

Nafas Sungmin hampir saja tercekat, tenggorokannya terasa tercekik dengan permohonan Siwon. Perempuan itu benar-benar tak mungkin menolak tawaran Siwon, mengingat mereka telah berkencan dan ia bilang menikmatinya. Bukankah terlalu kejam jika Sungmin menolaknya?

Perlahan kepala Sungmin mengangguk, “Baiklah,” Sungmin berucap dengan nada rendah namun. Alunan nada satu kata itu terdengar syahdu, menciptakan jutaan bunga meledak di dalam rongga hati Siwon.

“Kau menerimaku?” sepasang mata Siwon melotot, bibirnya kini terperangah.

Seulas senyuman terlukis di bibir Sungmin, rona merah yang semakin mendominasi kedua pipinya tergambar jelas di sana, membuat wajahnya semakin menawan. Siwon tersenyum kemudian bangkit, tangannya meraih pundak Sungmin lalu menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Rasa bahagia karena jawaban Sungmin membuat lelaki itu reflek memeluk tubuh mungil itu, membenamkan wajahnya di pucuk kepala Sungmin.

Gomawo, Minnie!” bisiknya dengan nada penuh kebahagiaan yang meluap.

Ne,” sahut Sungmin sembari melesakkan kepalanya di dada jantan Siwon. Tangannya perlahan melingkar di perut Siwon, memeluk balik tubuh Siwon.

Saranghae,” pernyataan cinta itu terlontar untuk yang pertama kalinya dari mulut Siwon untuk Sungmin. Untuk saat ini, rasanya lidah Siwon tak akan terasa kelu jika ia terus mengucapkan kata-kata pernyataan itu.

“Na—”

Messejii~

Noona, ada pesan masuk!

Mata Sungmin melotot kala suara Kyuhyun tiba-tiba melesak ke pendengarannya. Seketika itu pula pernyataannya terputus. Oh, hal itu membuat Sungmin tersentak dan reflek melepaskan pelukannya. Apa Kyuhyun berada di sini? Sungmin mengedarkan pandangannya, memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri.

“Minnie, ponselmu?” suara Siwon membuyarkan presepsi Sungmin. Ternyata perempuan itu terlalu terbiasa dengan suara Kyuhyun yang mengingatkannya kala ada pesan masuk. Hanya halusinasi. Miris sekali perempuan itu, ia mampu berhalusinasi tentang Kyuhyun ketika jalan berdua dengan lelaki lain.

“Ah, ne?” Sungmin merogoh handbag dan mengeluarkan ponselnya.

| From : Kyu’s Mom

Minnie, apa kemarin malam Kyuhyun menginap di rumahmu? Kalian jalan berdua, bukan? |

“Eh?” alis mata Sungmin terangkat kala ia membaca isi pesan yang eomma Kyuhyun kirim untuknya. Pertanyaan-pertanyaan itu terasa begitu ganjil. “Ss—Siwonnie, aku harus pulang!” Sungmin kembali menyimpan ponselnya, mengancingkan penutup handbag itu dengan gerakan cepat lalu melangkah pergi.

Ne?” kali ini alis mata Siwon yang terangkat karena heran. “Apa ada masalah?” ia mulai melangkah untuk mengejar langkah kaki Sungmin yang berjalan meninggalkannya.

“Kk—Kyunnie,” ucapnya pelan. “Antarkan aku pulang, Siwonnie!”

OoOoO

Eomma?” panggil Sungmin kala perempuan itu baru membuka pintu apartemen Kyuhyun. Pandangan matanya menemukan sosok sang eomma yang duduk terdiam di atas sofa dengan memasang raut wajah kebingungan. “Ada apa dengan Kyunnie?”

Eomma benar-benar tidak tahu,” perempuan paruh baya itu berjalan menghampiri sosok Sungmin. Wajah cantik yang terselipi oleh beberapa kerutan halus itu tampak sedikit pucat. “Kemarin aku pulang tengah malam dan tak menemukan Kyuhyun di kamarnya!”

Mwo?” alis mata Sungmin saling bertemu setelah ia mendengar penjelasan eomma Kyuhyun.

“Aku kira dia bersamamu. Namun, aku berpikir itu tidak mungkin. Kyuhyun selalu memberi tahu jika ia pergi bersamamu!”

Ne?” kali ini Sungmin memekik.

“Lihatlah bagaimana keadaan kamarnya!”

Seketika itu pula Sungmin melangkah menghampiri pintu kamar Kyuhyun; membuka daun pintu bercat coklat itu dengan gerakan cepat.

Kenapa bisa seperti ini?

Batinnya berteriak kala pandangan matanya mendapati keadaan kamar Kyuhyun. Bingkai foto yang biasanya tertempel dengan begitu rapi di setiap sudut dinding, barang-barang manis pemberian Sungmin yang selalu terpajang di atas meja belajar kini telah lenyap, entah kemana. Kenapa keadaan kamar ini bisa menjadi seperti ini?

Tepat di sudut ruangan itu tergeletak sebuah kotak besar berwarna hitam. Dengan langkah cepat Sungmin berjalan menghampiri kotak tersebut, membuka tutupnya. Seketika itu pula matanya melotot mendapati bingkai foto dirinya dan Kyuhyun tertata rapi di sana. Benda-benda pemberiannya tergeletak di sana. Bagaimana—

Sunbae! Apa yang kau lakukan?” teriakan suara bass itu terdengar nyaring dari ambang pintu, cukup membuat Sungmin yang berjongkok di sudut kamar terkejut. Kenapa suara eomma Kyuhyun tidak terdengar? Apa perempuan itu telah pergi?

Grep! Dua lengan dengan kekuatan penuh menyentuh pundak Sungmin, menarik tubuh perempuan itu ke belakang kemudian menghempaskannya begitu saja. Membuat suara bruk terdengar kemudian disusul dengan suara rintihan kesakitan. Lengan Kyuhyun bergerak meraih tutup kotak hitam tersebut, menutupnya dan mengangkatnya.

“Kyunnie, mau kau apakan itu semua?” teriak Sungmin sembari menarik celana jeans Kyuhyun, membuat langkah lelaki itu terhenti.

Kyuhyun menoleh, memberi tatapan tajam pada sesosok perempuan yang kini duduk tersungkur tepat di bawahnya. “Bukan urusanmu!”

Manik mata Sungmin melirik selama beberapa detik ke arah pintu kamar, pintu kamar itu telah tertutup dan mungkin terkunci karena sekarang teriakan sangeomma membahana. Menerima tatapan mengerikan seperti itu dari Kyuhyun membuat Sungmin merinding, takut jika Kyuhyun berani berbuat nekat.

“Lepaskan, sunbae!” kaki Kyuhyun bergerak, berusaha melepaskan genggaman tangan Sungmin yang menahan kain celana jeansnya.

“Kyunnie, jangan kekanakan seperti itu!” teriak Sungmin kemudian bangkit, berdiri tepat di hadapan Kyuhyun dan memberi sebuah tatapan tajam sebagai balasannya.

“Jangan panggil aku dengan panggilan seperti itu lagi!”

Brak! Kotak yang berisi benda-benda kenangan itu terhempas begitu saja ke lantai yang dingin, beberapa bingkai foto yang tergeletak di sana mungkin telah hancur.

“Apa yang kau lakukan!” teriak Sungmin kalap kala mengetahui Kyuhyun membanting benda kotak itu. Tangannya bergerak mendorong dada jantan Kyuhyun, membuat lelaki itu mundur beberapa langkah.

“Lalu apa yang kau lakukan!” Kyuhyun membalas teriakan Sungmin sambil mendorong tubuh perempuan kecil itu; membuat Sungmin terjatuh di atas lembaran badcover ranjang Kyuhyun. Lelaki itu berjalan mendekat, kemudian mulai menaiki ranjang dengan menjepit tubuh Sungmin dengan tubuhnya sendiri.

“Mm—mau apa?” Sungmin bertanya dengan nada tergagap kala mengetahui tubuh Kyuhyun yang telah berada di atas tubuhnya. Desiran aneh mulai tercipta dari panas tubuh mereka yang membaur menjadi satu. Tatapan mereka bertemu, namun tetap saja membuat Sungmin semakin takut.

“Menurutmu?”

“Kk—Kyunnie!”

“Sudah aku katakan, jangan memanggilku dengan nama menjijikkan itu!” teriak Kyuhyun dengan penuh penekanan.

Bulir bening mengalir dari sudut mata Sungmin, jatuh menelusuri pipi chubby. Perempuan itu begitu shock mendapat bentakan dari Kyuhyun.

“Hiks..,” isak tangis Sungmin mulai terdengar, membuat decihan penuh rasa sebal keluar dari mulut Kyuhyun.

“Kenapa menangis, sunbae?

“Aa—aku noonamu, Kyu—”

“Jangan bercanda!” potong Kyuhyun cepat. “Kau pikir itu lucu, hah?”

Hening. Perempuan itu kian tertohok dengan bentakan yang baru ia terima dari Kyuhyun. Sudut matanya yang berair mulai melirik ke arah lain, menghindari tatapan tajam Kyuhyun. Ia tak ingin menghadapi Kyuhyun yang seperti ini, ia tidak mau! Lelaki itu begitu marah walau Sungmin sendiri tidak terlalu yakin dengan penyebab kemarahan Kyuhyun.

“Seharusnya kau menjadi milikku selamanya,” Kyuhyun bergumam dengan nada yang tidak begitu jelas, namun Sungmin masih tetap bisa mendengar dan menangkap gumaman Kyuhyun. “Tapi kau menolakku dan pergi begitu saja.”

Jadi, Kyuhyun masih mengingat tentang kejadian kemarin? Sungguh, Sungmin kira lelaki itu telah melupakan kejadian konyol kemarin malam. Tentang insiden ciuman mereka dan pernyataan cinta Kyuhyun. Sungmin menganggapnya sebagai angin lalu dan merasa Kyuhyun akan tetap bersikap seperti biasa. Yang Sungmin tahu, lelaki yang dua tahun lebih muda darinya itu tak sanggup menyimpan api amarah dengannya terlalu lama.

“Lalu kau mengatakan aku selalu bertingkah kekanakan ketika berada di dekatmu,” celetuk Kyuhyun tiba-tiba, kali ini diiringi oleh desahan nafas beratnya yang menerpa wajah Sungmin. “Kau salah, sunbae!

Sungmin menelan air ludahnya kelu, entah mengapa perasaan tidak enak tiba-tiba melesak ke dalam pikirannya setelah melihat tatapan mata Kyuhyun.

“Aku akan menjadi seorang lelaki dewasa dan memperlakukan sunbae sebagai seorang wanita,” Kyuhyun memotong ucapannya. “Dan melakukan apa yang orang dewasa lakukan kepada seorang wanita.”

TBC

64 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 6 | GS | T+ | Romance |

  1. minnieeeeeeeeeeeeee ngapain loe mau jadi pacar kuda itu hah,,,,, ciuman di depan kyuhyun yk ampun kyuhyun tabahkan hatimu,,,,,
    kyuhyun loe mau ngapain hah jgn bilang gitu lagi hah pusing deh u,u ,,, lanjut baca dh

  2. Knpa minnie mau terima siwon sih???????trus kyu mau d’kemanain????

    Waduh apa yg mau kyu lakukan k’sungmin ya?????
    Jngn-jngn????????

    Andweeeeeeeeee

  3. hyaa kyumin berantem mulu ahh males jadinya
    kaa biar aku beri penjelasan, kenapa aku bisa koment secepat itu dari chap chap sebelumnya
    ?? itu karna aku bacanya di hp trus komentnya pas dah selese baca dahh maap yaa kaa
    tidaakk kyu kau gk boleh begitu… :”((
    keep writing kaa

  4. Kyuhyun patah hati dan galau gegara sungmin
    Apa lagi sekarang sungmin memilih siwon menjadi kekasihnya

    Sosok kyuhyun yg manja telah berubah menjadi lelaki dewasa.

    Apa yg akan kyuhyun lakukan,, aigooo~ ??

  5. kesel juga sama si minnie, beneran deh yah aduh. kyunnie lelaki hebat setelah papa, kakek sama sobat aku kekeke fighting kyunie kamu bisa dapetin apa yang kamu mau ko! pasti.

  6. Kan sungmin bikin saya emosi disini !!! :-@
    Pake terima siwon lagi.
    pasti bakal nambah lagi ini konfliknya.
    Gak tau dah mau comment apalagi.

  7. Mwo? Apa yang kau katakan kyu?
    Hahaa tp aku mendukung mu kyu,hahaha #ketawaevilkyu
    si kudaaa knpa sih umin harus jadian sama si kuda hahaha

  8. Shock ma sifat kyu .. Ming pasti ketakutan bgt ..
    Won gak seharusnya muncul ditengah mereka hahaa
    next next

  9. kyu, ap-apa yang akan kau lakukan pada min? Kau jangan gila kyu, aish tapi lanjutkanlah, sesuka hatimu kau apa kan ming, yang penting kalian bersatu :p

  10. kyu jangaan nekat nnt min jg ikut ngejauh -,-
    min knp nerima siwon si .. ihh sebel
    nyesek loh rasanya kl kyu patah hati gini

  11. ish, bneran mau gampar bibirnya siwon pas nyium minnie..
    #bugggh…
    Digetokamasiwonest

    Omo, mau ngapain kyu?
    Lanjutkan! Aq sneng liat ny
    Hahahaha
    #ketawasuperevil

  12. Kyaaaaaaaaa wae ? Wae ? Knappa umin jadian sama siwonn , aishhh sireo sireo , andwae …..

    Wahh makin penasaran nihhh
    Next chap aja ahhh , lanjuttttttt🙂

  13. omoooo kyu serem bgt ah kalo lagu marah…ditambah dia cemburu buta abis liat ming ciuman ma kuda ooppss….ayo kyu…perkosa aja minnie biar dy tau kamu itu lelaki dewasa… hahahah *ketularan evil…jangan ditanggapin ya author…aq bercanda aja kok

  14. ih si siwon minta di garot kali ye, enak aje maen cium”, nih lg ming malah nerima siwon

    tenang kyu appa kami selalu mendukung mu untuk mendapatkan eomma

  15. Wadddoooohhhh… Itu Kyuhyun mau ngapain yah?
    Waaaa….. Tiddddaaaakkkkk….. Eh iya saja deh #OtakYadongKumat hehehehehehe :p

  16. haissshhhh kenapa di terimaaaaaaa!!! haihhhh plin plaaaaannn…
    tapi aku juga kalo dipaksa gitu sih pasti terima siwon sih…aduhhhh gregettt!!!!

  17. knp sungmin malah nerima cintanya siwon?? emang dy gak sadar sma prsaannya ke kyu.. gengsikah??
    kasian uri kyuhuun TT
    omoo, kyuhyun mau ngapain tuhhh?? jgn smpai dia bkin hal yg bkalan buat sungmin jdi benci sma dia

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s