I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 5 | GS | T+ | Romance |

I Want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 5/?

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kala diri mereka masih terlalu hijau untuk mengenal suatu hubungan, maka dengan begitu mudah kedekatan itu mereka jalani. Tetapi, kala salah satu dari mereka mengerti suatu makna dari ‘perasaan’, saat itulah kedekatan mereka terasa lebih berbeda. Dan pada akhirnya, keegoisanlah yang bertindak.

Music : The Way to Break Up by Cho Kyuhyun

“Kau tahu kalau Kyuhyun berkelahi di sekolah?” eomma Kyuhyun memulai pembiacaraan dengan melempar sebuah pertanyaan; memasang wajah penuh kekhawatiran. Kepala Sungmin mengangguk mengiyakan, ia bahkan tahu kejadiannya. “Dia mendapat skorsing dari sekolah.”

Ne, aku mendapatinya memukul teman sekelasku tadi pagi,” kata Sungmin mencoba memberi sebuah clue yang mungkin akan mengurangi rasa penasaraneomma Kyuhyun. Jika perempuan itu bertanya tentang apa yang membuat Kyuhyun seperti itu, maka dengan senang hati ia akan menggelengkan kepala.

“Sepulang sekolah dia terus mengunci diri di kamar,” tangan perempuan itu memijit pelipisnya yang berdenyut-denyut sakit. “Apa dia tak mengatakan sesuatu kepadamu?” tanyanya dengan pandangan mata penuh kilatan kesedihan.

Kepala Sungmin menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan eomma Kyuhyun. “Aku akan mengunjunginya nanti malam, dia memintaku untuk menginap.”

“Minnieyah..,” kepala sang eomma mendongak, mencoba menatap wajah Sungmin dengan intens. Sudah lama wanita itu ingin bertanya kepada Sungmin tentang hal yang membuat perasaannya kalut. Eomma Kyuhyun menghela nafas, “Apa kalian berpacaran kemudian baru saja bertengkar?”

Seketika itu pula Sungmin merundukkan kepala. Entah mengapa pipinya memanas setelah mendengar tebakan eomma Kyuhyun. Padahal, jika ia pikirkan secara nalar, Sungmin tak perlu merasa berdebar-debar seperti ini. Yang perlu ia lakukan hanyalah menyangkal dengan menjawab tidak. Setelah itu selesai. Tetapi, lihat sekarang! Bahkan perempuan itu berkeringat dingin.

“Minnieyah?” sapaan itu membuyarkan segala lamunan Sungmin. Tampaknya eomma Kyuhyun terlihat jengah menunggu jawaban dari Sungmin. Perempuan yang akan menginjak umur kepala lima itu beranjak dari duduknya, menggantungkan kembali tas merah miliknya di pundak. “Baik, kuharap kau bisa menemaninya nanti malam! Aku harus kembali bekerja, annyeong!”

“Ah, secepat itu, eomma?” tubuh Sungmin ikut bangkit, kemudian mengekor langkah kaki eomma Kyuhyun hingga di depan pintu apartemen.

Wanita itu mengangguk kemudian melenggang pergi meninggalkan sosok Sungmin yang berdiri diambang pintu. Sungmin melengos, bahkan sosok single parent itu langsung pergi setelah menyeselaikan masalahnya dengan Sungmin, tanpa mencoba kembali ke apartemennya sendiri untuk menghampiri Kyuhyun sekali lagi. Padahal, apartemen mereka bersebelahan!

Sungmin menutup pintu apartemen dan kembali ke kegiatan awalnya di dapur. Jadi malam ini mereka berdua akan menginap bersama dengan keadaan rumah Kyuhyun yang kosong, yah? Oh, bisa gawat jika ada hantu yang menumpang menampakkan diri. Mereka berdua sama-sama penakut.

Oke, seharusnya Sungmin mengenyahkan pemikiran bodoh itu. Mungkin tak akan ada hantu, namun petir. Setidaknya ada punggung Kyuhyun yang akan ia peluk jika ketakutan nanti. Jadi, tak masalah.

OoOoO

Sungmin berjalan mengendap-ngendap di dalam apartemen Kyuhyun. Yeah, perempuan itu berusaha untuk tidak menimbulkan suara semenjak ia menapakan kaki di sini. Jangan heran kenapa Sungmin bisa masuk, itu karena ia mengetahui code pintu apartemen Kyuhyun. Dulu Kyuhyun yang memberitahunya dan hingga sekarang code itu tak pernah berubah. Setelah ia pergi ke dapur untuk meletakkan cake buatannya, perempuan itu menyeret langkah kakinya ke salah satu pintu kamar.

Eomma bilang, dia mengunci pintu kamarnya. Batin Sungmin mencoba berargumen, memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. Mendobrak, tidak mungkin. Mengetuk, tidak mungkin. Membukanya dengan perlahan, hal itu semakin tak mungkin mengingat keadaan pintu yang terkunci. Sepertinya Sungmin tak akan pernah memasuki kamar itu jika ia terus menepis pemikiran untuk mengetuk pintu. Yeah, lebih baik mengetuk.

Tok .., tok..

Pitukan lembut itu terdengar dan mungkin membuat penghuni yang ada di dalam sana terkejut setengah mati. “Kyunnie,” panggilnya dengan nada pelan. Apa ia perlu memutar knop pintu ini untuk memastikan apa masih terkunci?

Cklek.

“Eh?” ternyata pintu ini sama sekali tak terkunci; itu berarti Kyuhyun sempat keluar kamar. Sungmin mencoba mengintip, melihat apa yang tengah Kyuhyun lakukan sekarang. “Kk—Kyunnie?” Sungmin melengos lega kala mendapati sosok Kyuhyun yang tiduran di ranjang dengan memainkan PSPnya. Perlahan ia melangkah mendekat, “Kenapa tidak menjawab?”

Kyuhyun tetap terdiam. Sebenarnya lelaki itu merasakan sedikit kegugupan. Seharian penuh ia memikirkan perkataan Victoria dan itu membuatnya merasa berdebar-debar kala sosok Sungmin berada di sampingnya. Apakah ada yang salah? Semoga saja debar jantungnya yang mulai berlebihan ini tak terdengar oleh gendang telingan Sungmin. Jadi ia tak akan mendapat pertanyaan dari Sungmin.

Sungmin mendesah dengan suara berat kala tahu Kyuhyun masih mengacuhkannya. Perempuan itu duduk di samping tubuh Kyuhyun, jemarinya mulai menari-nari di lengan milik lelaki tampan itu. “Katakan apa yang membuatmu seperti ini,” ucapnya pelan.

Lelaki dengan rambut cokelat itu masih bergeming dari perkataan Sungmin. Ia tak ingin menjawab pertanyaan apapun yang Sungmin lontarkan. Bisa-bisa ia salah jawab dan Sungmin semakin memojokannya. Kyuhyun tahu Sungmin mudah memojokannya dengan membalik kata-kata, karena itu ia lebih memilih diam. Masalahnya, ini adalah masalah perasaan. PERASAAN.

“Kau tidak mau menceritakan kisahmu dengan Victoria?” satu pertanyaan langsung terlontar dari mulut Sungmin. Nada bicaranya mendadak merendah dan Kyuhyun tahu perempuan itu melontarkan pertanyaan yang memberatkan hati. “Jika kau mendiamkanku seperti ini, sekarang kau menganggapku apa?”

Demi Tuhan Kyuhyun begitu terperanjat. Seketika itu pula sudut matanya melirik kearah Sungmin yang masih memainkan jemarinya di lengan Kyuhyun. Menganggap Sungmin? Jelas ia menganggap Sungmin sebagai noo—na? Benarkah seperti itu?

Kyuhyun mengerang tertahan, ia bingung dengan perasaannya sendiri. Kenapa tiba-tiba ia mendadak menjadi plin-plan seperti ini? Seharusnya ia bisa bersikap biasa saja ketika berhadapan dengan Sungmin. Jika begitu, ia akan mencaci perempuan itu dengan segala hal yang membuat hatinya sedih karena kedekatan Sungmin dan Siwon. Tetapi, nyatanya lelaki tak sanggup. Semua ini karena perkataan Victoria, Kyuhyun bersumpah besok pagi ia akan menuntut perempuan cantik itu!

Bruk. Tiba-tiba Sungmin menjatuhkan dirinya tepat di samping tubuh Kyuhyun. Lengannya mengapit erat lengan kiri Kyuhyun. Sungguh, apa yang Sungmin lakukan tadi membuat Kyuhyun hampir terkena serangan jantung mendadak. “Noona, apa yang kau—”

Protes itu urung Kyuhyun ucapkan ketika pandangan matanya mendapati wajah Sungmin yang berada beberapa centi di depan wajahnya. Bukan, bukan karena wajah mereka yang berdekatan. Namun karena pancaran sinar dari mata Sungmin yang membuatnya kembali berdebar-debar. Nafas mereka yang saling berbenturan membuat tenggorokan Kyuhyun terasa tercekik. Ia menelan air ludahnya kelu, kemudian mendekatkan wajahnya perlahan. Entah mengapa rasanya ada sesuatu yang mendorongnya untuk menangkap bibir merah muda itu. Suatu rasa yang sulit untuk dideskripsikan itu tak dapat dihentikan ataupun ditolak.

Dan ekspresi Sungmin? Perempuan itu hanya terdiam menangkap pesona wajah Kyuhyun. Tak dapat berkutik sedikitpun kala mengetahui kepala lelaki yang telah ia anggap sebagai adiknya itu kian mendekat. Itu berarti Kyuhyun akan menciumnya secara perlahan-lahan. Oh, Sungguh romantis, pikir Sungmin. Perlahan ia memejamkan matanya, menunggu sang pangeran mencuri ciuman pertamanya seperti mimpinya dulu.

Tetapi, tunggu. Lelaki yang akan menciumnya itu Kyuhyun! Cho Kyuhyun!

Tidak boleh!

Cup!

Terlambat, sebelum Sungmin menarik kepalanya kebelakang, Kyuhyun telah mendahului mengecup bibirnya. Rasanya dunia akan kiamat jika ciuman ini terus berlanjut! Dada Sungmin yang berdebum dengan begitu keras rasanya seperti ingin menghancurkan dadanya sendiri. Merasakan ciuman pertama dengan Kyuhyun yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri membuat bulu roma Sungmin berdiri. Ia berciuman dengan adiknya sendiri! Adiknya!

“Hah!” akhirnya Sungmin dapat melepaskan diri dari sesi ciuman ini. Walau hanya ciuman dengan menempelkan bibir, tetap saja Sungmin merasa sesak. Ia begitu ingin mati kala menatap kelopak mata Kyuhyun yang terpejam kala menciumnya tadi. Ooh, apa pipinya merah merona saat ini? Seharusnya seperti itu, ia merasa pipinya panas dan jantungnya berdebar-debar hebat.

Kyuhyun masih terdiam, begitu larut dalam pemikirannya sendiri. Sebuah pertanyaan tentang alasan mengapa ia berani mengecup bibir Sungmin masih berputar-putar di otaknya. Perlahan jemari Kyuhyun meraba bibirnya yang basah. Bukan french kiss, namun mengapa bibirnya bisa sebasah ini? Ah, mungkin karena lipgloss Sungmin yang berhasil melapisi bibirnya lewat ciuman mereka tadi.

“Ya Tuhan, aku pasti gila!” ucap Sungmin dengan nada rendah, perlahan perempuan itu bangkit. Ia mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya, berusaha mengusir hawa panas yang tiba-tiba hinggap di tubuhnya; membuat pori-pori Sungmin mengeluarkan air keringat.

Noona?” Kyuhyun menangkap pergelangan tangan Sungmin dan mencengkeramnya erat. Mencoba untuk menahan tubuh perempuan itu. “Mian.”

“Kyu, kau salah!” Sungmin berucap dengan nada tinggi, mengatakan hal yang membuat Kyuhyun semakin terpojok karena kesalahannya sendiri. Kilatan kemarahan yang tampak kentara di kedua bola mata miliknya membuat sosok lelaki itu semakin beringsut ketakutan.

“Aku tahu, maafkan aku,” ucap Kyuhyun dengan suara pelan. Nampaknya lelaki itu tak begitu siap untuk menerima kemarahan Sungmin.

“Aku ingin pulang!” Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun dan berjalan menjauh. Cukup, jika ia terus berada di sini dan melihat wajah Kyuhyun, bisa-bisa ia membunuh lelaki itu sekarang juga. Apa yang Kyuhyun lakukan beberapa detik lalu begitu tak dapat ditoleransi. Itu bukan ciuman di pipi atau kening, tetapi bibir!

Noona!” sebelum Sungmin menghilang di balik pintu, dengan gerakan cepat Kyuhyun bangkit dan memeluk tubuh Sungmin dari belakang. “Gajima!” permohonan itu terlontar dengan suara berat yang bergetar.

“Kyu!” Sungmin mencoba berontak dengan menghentak-hentakkan tubuh mungilnya. “Cho Kyuhyun!” Lengan Kyuhyun yang melingkar di perut Sungmin semakin mengerat, membuat perempuan itu memekik kecil. Sungmin baru tahu bahwa kini Kyuhyun memiliki tenaga yang besar, tenaga yang mampu menahan dirinya.

Noona, kumohon dengarkan aku terlebih dahulu!” Kyuhyun membentak; mencoba untuk menghentikan tubuh Sungmin yang terus berontak dalam pelukan sepihaknya. Ia tak mau Sungmin pergi sebelum ia memberi penjelasan tentang apa yang baru ia lakukan.

Berhasil! Perlahan perempuan itu terdiam dalam pelukan Kyuhyun. Memilih untuk memberi kesempatan kepada adiknya agar menjelaskan alasan mengapa ia melakukan ciuman tadi. Memang itulah yang harus ia lakukan, ia harus menuntut penjelasan. Sungmin sempat merutuki kebodohan yang akan ia lakukan; berlari meninggalkan Kyuhyun tanpa mendengar penjelasan atas ciuman yang terjadi.

“Anggaplah aku sebagai seorang lelaki, noona!” bisiknya pelan, sontak membuat Sungmin yang tadinya terdiam kini berontak dan melepaskan diri.

“Apa yang kau katakan?” mata Sungmin memicing, menatap tajam dua bola mata kelam milik Kyuhyun. Sungguh, alasan yang Kyuhyun lontarkan benar-benar mengejutkan.

Untuk beberapa saat Kyuhyun terdiam untuk memikirkan alasan tepat yang akan ia lontarkan. Dua-tiga detik kemudian, ia menarik ulur nafasnya dan mulai menatap manik mata Sungmin. “Aku bukanlah Kyunnie kecil yang sama seperti dulu, noona!

“Apa maksudmu?” mata Sungmin melotot. “Kau tetaplah Kyunnie kecilku! Dan selamanya tak akan berubah!” pekiknya dengan penuh nada kemarahan. Pernyataan Kyuhyun sukses menyulut api amarah Sungmin; membuatnya mampu berteriak dan membentak sosok Kyuhyun yang menjadi adik kesayangannya.

Noona, apa kau tak merasakan apa yang aku rasakan?” nada bicara Kyuhyun merendah, membuat Sungmin seketika itu juga membuang pandangannya untuk menghindari tatapan mata Kyuhyun. Lihat pandangan Kyuhyun yang memelas seperti itu, benar-benar tak dapat dipercaya. Baru pertama kali ini Sungmin mendapatkan pandangan yang seperti itu.

Ani,” jawabnya pelan. “Jikapun aku merasakannya, aku akan segera menepis dan melupakannya,” Sungmin menjawab dengan nada datar, seolah ia menganggap semua ini adalah lelucon yang tak perlu ditanggapi dengan serius.

Wae?” kali ini, nada bicara Kyuhyun benar-benar sarat akan kekecewaan. Sinar matanya meredup kala gendang telinganya dirajam dengan penolakan yang Sungmin lontarkan lewat ucapannya.

“Kau adikku! Dan selamanya akan tetap menjadi adik kecilku!” sangkal Sungmin seraya mengepalkan tangannya. Air mata Sungmin menggenang, amarah yang tak dapat ia bendung membuat emosinya lepas kendali.

Noona,” Kyuhyun melengos kecewa, merasa bahwa pemikiran Sungmin begitu pendek dan terkesan mementingkan pemikirannya sendiri.

“Kau sudah berubah, Kyu..,” lirih Sungmin dengan nada rendah.

“Memang .., dan seharusnya kau bisa mengerti!” Kyuhyun masih mencoba membela perasaannya sendiri.

“Tapi jika kau berubah seperti ini, selamanya aku tak akan bisa mengerti!” Sungmin mendepak dada Kyuhyun, mendorong tubuh lelaki itu kebelakang kemudian mengambil langkah menjauhi sosok Kyuhyun; pulang ke apartemennya sendiri.

Ini gila, ini sungguh gila! Kyuhyun, adiknya, baru saja menciumnya; mencuri first kissnya! Sungmin mendorong pintu apartemennya dengan gerakan cepat, kemudian menguncinya. Perempuan itu terlihat mengambil langkah cepat-cepat menuju kamar. Dia ingin istirahat secepat mungkin dan melupakan kejadian yang terjadi hari ini. Ia tak ingin menganggap hal itu sebagai beban dan berakhir dengan matanya yang membengkak karena kurang tidur.

Cklek.

Mata Sungmin melotot kala pandangan matanya menemukan sosok Kyuhyun telah berdiri di depan pintu balkon. Pasti lelaki itu memanjat balkon kamarnya untuk menyelinap masuk. Oh, Sungmin lupa akan hal itu. Seharusnya ia meninggalkan kamarnya dalam keadaan tertutup. Jika telah seperti ini, bisa apa Sungmin? Berteriak? Kyuhyun bukanlah orang asing di apartemen ini, jadi bisa gawat jika orang tuanya datang dan menanyai mereka pertanyaan yang macam-macam.

Di detik selanjutnya, Sungmin mulai menenangkan nafasnya yang terburu-buru. Tubuhnya bergerak mundur untuk menutup pintu dan menguncinya dengan gerakan selembut mungkin. Pandangan mata Sungmin beralih menatap wajah dingin Kyuhyun, memberi lelaki itu dengan deathglare mematikan. Ia menarik ulur nafasnya, kembali berusaha untuk bersikap tenang. “Apa maumu?”

“Apa noona akan membenci dan melupakanku?” Kyuhyun mengucapkan pertanyaannya dengan nada datar, sedatar ekspresi air mukanya detik ini.

Pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan membuat Sungmin menautkan alisnya bingung. Dahinya berkerut heran, “Katakan dengan jelas—”

“Jika aku berubah dan menganggap noona sebagai wanita, apa noona akan membenci dan melupakanku?” Kyuhyun memotong ucapan Sungmin cepat dengan maksud yang ingin ia utarakan.

Sungmin terdiam selama beberapa detik, memikirkan kembali perkataan Kyuhyun yang terkesan ambigu. Sebenarnya, Sungmin ingin sekali bungkam dan melupakan pertanyaan Kyuhyun; menutup mata dan telinga dari satu kenyataan ini. Namun, pada nyatanya hal itu tak bisa ia lakukan. Perempuan mungil itu harus menghadapi sifat ‘adik’nya yang mulai memiliki sifat mendewasa seperti saat ini.

“Katakan, noona,” suara bass Kyuhyun mampu membuyarkan lamunan Sungmin; memecah pemikiran-pemikiran yang sempat melintas di otaknya.

Perempuan itu mengambil beberapa langkah, mendekat ke arah Kyuhyun yang berdiri menyerupai patung di ambang pintu balkon. Telapak tangan Sungmin melesak di antara helain rambut Kyuhyun, mengusapnya penuh kasih sayang. Pandangan mata sayunya menatap manik mata Kyuhyun yang bening. Telapak tangannya kini beralih mengusap permukaan pipi tirus Kyuhyun. “Akupun juga mencintaimu, Kyunnie.”

Jiwa Kyuhyun rasanya tersentak kala gendang telinganya mendengar pernyataan yang Sungmin lontarkan. Rasa bahagia yang tiba-tiba membanjiri hatinya terasa akan menyeruak. Degup jantungnya mulai berdetak tak karuan. Pikirannyapun telah melayang kemana-mana. Kyuhyun mengangkat tangannya, bergerak untuk menyentuh pipi kenyal Sungmin. “Jinjjayo?

Kepala Sungmin mengangguk, “Aku mencintaimu karena kau adikku,” lirihnya.

Seketika itu juga, rasa bahagia yang mulai mendominasi perasaan hati Kyuhyun perlahan luntur. Membuat sebuah senyum tulus yang tadi ia lukis terhapus dalam hitungan detik. Perempuan itu baru saja menerbangkan dirinya ke angkasa dengan mengatakan kata-kata manis. Namun, beberapa detik setelah itu, Sungmin menghempaskan kembali tubuh Kyuhyun dengan penuh luka. Kejam.

Tiba-tiba tangan Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin. Menatap wajah ‘noona‘nya dengan pandangan tak percaya. Ia mulai melangkah mundur tanpa melepaskan pandangan tajamnya. Raut wajah yang penuh akan goresan luka itu terpampang, seakan menyuratkan seribu rasa sakit yang ia rasakan.

“Baik, lupakan saja semuanya!” akhirnya pernyataan yang Sungmin tunggu-tunggu terucap dari kedua belah bibir Kyuhyun.

“Syukurlah kau bisa mengerti, Kyunnie,” Sungmin beringsut lega. Perempuan itu melangkah mendekati sosok Kyuhyun dan memeluk tubuh sang ‘adik’ dengan penuh kasih. Memberi kehangatan seorang kakak yang tulus.

Sakit. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali menangis untuk saat ini. Merasakan pelukan hangat Sungmin menggoreskan sayatan luka mendalam di hatinya. Keputusan yang ia ambil telah bulat, membuang dan melupakan segala yang terjadi dengan Sungmin.

Bruk! Dengan satu hentakan Kyuhyun berhasil mendorong tubuh Sungmin yang merengkuhnya; membuat perempuan itu terjungkal ke belakang karena terkejut dan tak berhasil menahan keseimbangannya. Manik mata Kyuhyun beralih menatap dinding kamar, berusaha menghindari kontak mata dengan Sungmin.

“Aish, apa yang kau lakukan, Kyunnie?” tanya Sungmin sembari mengelus pantatnya yang berdenyut sakit.

“Jangan pernah menyapaku lagi, sunbae,” ujar Kyuhyun dingin.

Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan dahi berkerut, “Ya, apa yang kau maksud?”

“Lupakan,” ulang Kyuhyun dengan nada datar. “Lupakan hubungan kita. Aku bukan adikmu, dan kau bukan noonaku!”

TBC

72 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 5 | GS | T+ | Romance |

  1. minnie ming keras kepala bgt sih kan kyumin bukan kk’ adek kandung jd bs aja slng mencintai…

    apa maksudnya kyu manggil minnie ming sunbae apa itu berarti kyu nyerah buat dptin ming???

  2. sial knapa harus gtu sih gk bgt deh,, kyuhyun sabar ne~~ ,,,, minnie kau itu bner” dah,, loe mau siwon itu jingkrak” krna dia bisa lihat kyuhyun ditolak gtu,,, kau pasti menyesal minnie~~~ lanjut baca

  3. yeyeye… *guling2
    sakit hatiku… remuk jantungku… lalala #eh #malahnyanyiandranthebackbone
    Kyu rasakan sakitnya diabaikan ming.
    huahahaha…. #ketawaevillagi

  4. ”aku juga mencintaimu” waktu Minnie blang kyak gituh ke Kyu, bener-bener seneng bukan main krn aQ kira mereka bakal ubah status mereka tapii ”aku mencintaimu krna kau adikku”, WHAT ??? Huh…~.~ *sweatdrop*

  5. Aishhhhhhhh sumpah baca ff ini sakit n miris bngt deh
    Sungmin knpa bgtu sih,kan kyu jd sakit hati
    ayolah minnie jngn ingkarin perasaan deh

    Trus gmna ya hubungan mereka selanjutnya???
    Mkin penasaran lanjut baca ahhhhhhhhh

  6. Minnie blm sadar… Kl… Kyu mncintai dia?
    N ngotot kl kyu itu adiknya, dongsaengnya ><
    Auww😦 di saat kyu udah menyadari prasaannya, ming mengungkapkan kl dia cinta kyu hny sebatas adik kakak..
    & kyu memutuskan utk tdk menganggap ming sbg noona lg? X___x

  7. Kyaaaa ciuman pertamaa ming di renggut bang epil
    Aku juga mau dong hahahaha

    Thor sumpah baca ni ff jantungku rasanya deg deg serr gimana gitu hahahaha*koplak

  8. hyaa kyumin ciuman cie eh cie
    sunbae??
    lupakan??
    baiklah lupakan semua lupakan sajaa *kebawaemosi hehe
    kyuhyun oppa jangan begitu dong yeyeye???
    keep writing kaa

  9. ming terlalu larut dengan perasaan kakak-adiknya….. Gak menyadari kalo kyu udh jd cowo dewasa.

    btw eomma-nya pd kerja apa yak…. kyk orgnya tajir” yah…hahahaha

  10. Aduhhh,, umin kyuhyun sudah menyadari perasaan’a
    Bukan perasaan antara seorang kk dan adik
    Tapi perasaan sebagai seorng yeoja dan namja

    Lihat lah kyuhyun sebagai seorng lelaku

  11. Suka suka suka !!!😀
    Biar ming tau rasa.
    adikku adikku adikku.
    Cih !
    Persetan dngan presepsimu itu Lee Sungmin !!!
    Gak ada hubungan darah kok ngotot banget sih anggap kyuhyun itu adikmu.
    Nanti udah nyesel di belakang jja baru tau rasa.
    Percaya jja terus sama kata” abang kuda sialan itu.
    *emosi melanda

  12. Oh ya ampun,kyu itu kisseu nyah hahaa berani amat dy,
    mula nya aku ksel sama umin,nahh pas tbc nyah knp skrang aku jd kesel sma kyu,kyu kamu menyebalkan

  13. Aish… Sebegitu patah hati’y kyu….

    Minnie sie… Trlalu mengelak…

    Huuu
    jadi musuh deh sekarang,,
    hiks hiks hiks…

  14. ada apa ini, ming kau begitu egois, kenapa kau tidak menerima perubahankyu. Kau membohongi perasaan mu, kenapa saat kyu dekat ma vic kau cemburu?
    Ming kumohon..

  15. Kyu udah jujur dengan perasaannyaa yah ?? Duuh ayo sekarang min gantian~~

    Udah deh min urusan kakak adek itu buang aja, anggap aja sebagai lelaki dan wanitaa~ ayoo min katakan cinta ke kyu sebagai lelaki, daripada ntar nyesek sendiri loh

  16. “aku mencintaimu karena kau adikku”
    Ya ampun,, hik hik.. ikutan sakit pas ming ngomong gitu
    Huhuhuu

    Liat aja, ming bkalan sadar kalau dia bner2 mencintai kyu sbg lelaki, bkn sbg adik
    Hik hik
    #cengengamat
    Wkwkwk

  17. bagussss…. aku suka bgt sm sikap kyu yg begitu tagas tentang perasaan nya…walaupun umur kyu lebih muda dr ming tp kyu lebih tegas aq sukaaaa bgt…jangan ada hubungan adik kakak lagi baguuusss kyu…4 jempol deh buat kyu ku sayang..biar ming sadar akan perasaannya jg sm mu kyu…cuekin aja ming…

  18. Dukung kyu..supaya sungmin sdar..kyuhyun mencintai dia sbg seorg lelaki bukan perasaan cinta seorg dongsaeng ke noona^^..

  19. kyuhyun sudah menyadari naay bawah iya mencintai sungmin ..
    tapi sungmin masih mengelak .
    dan kyuhyun marah sama sungmin ..
    bagaimana ini ..

  20. Waaaa… Kyuhyun kok jadi dingin begitu? Tapi kasihan juga sih, First Love nya bertepuk sebelah tangan.
    Hueeee… Kyunniiiieee…😦😥

  21. knp minggg..bukan’a km yg bilabg bahwa kyu harus dewasa …sekarang kyu berpikiran dewasa ..
    kau membuat luka yg salah ming..

  22. Aseli sakit bacanya😥
    knapa begitu kyu ?? Apa Kau ingin memutuskan hubunganmu dengan sungmin , tapi kenapa ?? Apa gara2 Kau sakit hati karena ucapan sungmin ?? Ah payah Kau ..

  23. hikssss TT kenapa nyesek bgt sihhh?? kasian sma kyuhyun.. sungmin jga blm menyadari perasaannya ke kyu.. aku yakin ming jga cinta sma kyuhyun, tapi dia gengsi untuk ngakuin prsaannya..
    sungmin tegaaaa sma kyuhyunn TT

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s