I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 3 | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 3/?

Warning : Genderswitch , abal , geje .

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Music : Echo by SNSD a.k.a Girls’ Generation

“Terserah kau saja!” akhirnya Sungmin bangkit dari duduknya, mata kelinci yang selalu dibubuhi oleh butiran aegyo itu kini menatap wajah Kyuhyun dengan begitu tajam. “Akupun juga ingin merasakan cinta dengan lelaki lain yang mengajakku berkencan!” ucap Sungmin kemudian melangkah pergi, berniat untuk keluar dari kelas Kyuhyun.

“Kalau begitu ayo berkencan denganku!”

Seketika itu pula, suasana mendadak hening. Entah mengapa tak ada yang berniat berucap kata. Anak-anak kelas Kyuhyun yang tadinya ramai karena candaan yang mereka buat kini mendadak diam, bungkam dengan pandangan mata yang tertuju pada satu titik; Kyuhyun. Sungmin yang tadinya melangkahpun kini hanya diam mematung di ambang pintu. Matanya melotot, bibirnya menganga, sungguh apa yang ia dengar sangat sulit untuk dipercaya. Dengan gerakan pelan Sungmin mulai berbalik, kemudian berjalan menghampiri Kyuhyun.

“Kau adalah adikku, bagaimana bisa aku berkencan denganmu?” ucap Sungmin, dan kali ini ia benar-benar pergi keluar dari kelas Kyuhyun.

Brak!

Setelah sosok Sungmin menghilang di balik pintu, lelaki yang menjadi pusat perhatian penghuni kelas tiba-tiba kembali menggebrak mejanya. Dengan kasar ia menggaruk tengkuknya, kemudian membenturkan kepalanya di atas meja. Apa Sungmin marah karena tawarannya? Kenapa? Apa Kyuhyun salah?

Hei, lelaki berumur tujuh belas tahun itu kini tengah kalut. Ia takut jika Sungmin merasakan cinta, perempuan yang telah menjadi kakaknya selama sepuluh tahun lebih itu akan berpaling. Ia takut jika perhatian Sungmin kepadanya akan berubah dan berkurang jika Sungmin tahu bagaimana itu mencinta. Kyuhyun tidak mau itu terjadi, tidak mau!

Ia harus mengejar noonanya sebelum perempuan itu benar-benar marah. Tapi, nampaknya ia harus mengurungkan niatannya tersebut setelah manik matanya menangkap sosok Sungmin yang berdiri diujung lorong sana. “Eh?”

Entah mengapa ada rasa tidak terima kala ia melihat sosok Sungmin tengah berhadapan dengan Siwon. Entah mengapa ada rasa nyeri yang menyerang dadanya kala melihat senyuman manis itu terlukis di bibir cherry Sungmin dan Siwon menerimanya. Entah mengapa ada rasa kehilangan kala ia melihat pandangan mata Sungmin yang berbinar-binar di sana. Oh, Kyuhyun merasa aneh.

Ada apa dengan dirinya?

OoOoO

Tubuh kurus Kyuhyun terlihat bersandar pada dinding yang berada tepat di samping pintu sebuah kelas. Kedua tangannya sibuk memainkan benda hitam yang telah lama menyamar sebagai kekasihnya. Wajah dinginnya yang maskulin itu tertutupi oleh helain poni rambutnya yang jatuh, membuat kesan keren semakin menempel di dirinya.

Oh, karena kelas 3 ada pelajaran tambahan, mau tak mau kyuhyun harus menunggu selama dua jam. Ah, demi pulang bersama dengan Sungmin Kyuhyun rela melakukannya. Jikapun rasa sakit menyerang lututnya karena harus berdiri, rasa kantuk yang menyerangnya karena bosan, atau rasa capai yang berlebihan muncul, itu semua tak akan menjadi masalah. Kyuhyun rela, bahkan ia tulus menunggu tubuh Sungmin keluar dari dalam kelas.

Tes.. Tes..

“Hujan?” alis Kyuhyun mengeryit. Kenapa tiba-tiba bisa turun hujan seperti ini? Ia tak membawa payung, bisa gawat jika hujan terus berlanjut. “Sial,” umpatnya kala sudut matanya melihat jam di sudut lorong. Beberapa menit lagi kelas 3 akan pulang, tapi hujan semakin deras.

Ting.. tong~

Bel tanda pelajaran tambahan untuk kelas seniorpun berdentang nyaring. Dan seketika itu pula, para senior berhamburan keluar dari kelas yang pengap. Ah, tak akan susah menemukan sosok Sungmin. Perempuan itu akan keluar paling akhir dari yang lainnya.

“Kyunnie?”

Noona?” begitu mendengar suara Sungmin memanggilnya, reflek Kyuhyun menoleh. Oh, rasanya jiwa Kyuhyun begitu tersentak kala ia mendapati sosok Siwon berada tepat di samping kanan Sungmin.

“Aku akan pulang dengan Wonnie. Apa kau ingin menumpang juga?”

“Jadi kau akan pulang dengan dia?” jari telunjuk Sungmin menunjuk sosok Siwon. Ia pun menunjukkan raut wajah tidak suka.

Kepala Sungmin mengangguk. “Kita tidak membawa payung, ‘kan? Kalau begitu, ayo!”

“Tidak!” ucap Kyuhyun dengan nada datar. “Aku tidak mau!”

“Kyu, jangan kekanakan!” Sungmin melukis wajah protes. “Aku tidak ingin kau sakit jika kita menerobos hujan!”

“Bilang saja kalau noona ingin berduaan dengan kuda itu!” kata Kyuhyun ketus kemudian pergi berlalu begitu saja. Walau di hati kecilnya ia berharap bahwa Sungmin akan berteriak menahan dan menyusul untuk membujuknya, namun sepertinya hal itu tak akan mungkin terjadi. Beberapa langkah telah Kyuhyun ambil, dan ia tak mendengar suara Sungmin memanggilnya.

Diacuhkan oleh noona tersayang, sungguh menyakitkan. Kalau begini terpaksa Kyuhyun harus benar-benar menerobos hujan agar ia bisa cepat sampai ke rumah dan bermain dengan gamenya.

“Cho Kyuhyun?”

OoOoO

Wajah Sungmin terlihat masam. Mata kelincinya yang terus memandang keluar jendela mobil Siwon sesekali mengedip cepat. Wanita itu ngambek kepada pengemudi mobil yang ia tumpangi. “Seharusnya kau tidak menarik tanganku saat itu, Wonnie!” protes Sungmin kesal. Bibirnya semakin mengerucut, pipinyapun menggelembung.

Mianhae,” kikikan kecil dari mulut Siwon terdengar. “Dia memanggilku kuda, karena itu aku reflek menarik tanganmu!” pembelaan terlontar, membuat Sungmin semakin kalah dan beringsut kesal. Ooh, ia bahkan tak sudi untuk menatap wajah Siwon yang tampan! Lebih baik ia memandang keluar, barang kali ia menatap sesuatu yang menarik di luar sana mengingat mobil akan berhenti cukup lama karena traffic light.

Sesuatu yang menarik.

Mata Sungmin melotot tak percaya dengan pandangannya. Ia melihat seorang yang sangat ia kenal tengah berjalan di ujung zebra cross, bersiap untuk menyeberang. Sebenarnya ia tak akan seterkejut ini jika melihatnya, toh lelaki itu membawa payung untuk dirinya. Namun, jika melihatnya berjalan dengan orang lain? Tunggu, jika mobil ini akan berhenti karena traffic light, maka orang itu akan berjalan di depannya.

“Bukankah itu Kyuhyun?” suara Siwon yang terdengar tiba-tiba sukses menjelma menjadi sebuah petir yang merajam gendang telinga Sungmin. Jadi pandangannya seratus persen benar. Lelaki yang kini tengah berjalan menyeberang jalan itu Kyuhyun. Lelaki yang berjalan sambil berbagi payung dengan seorang perempuan itu Kyuhyun. “Kenapa dia bersama Victoria?”

Sungmin terdiam. Sesungguhnya ia juga terheran, bagaimana bisa Victoria dan Kyuhyun jalan berdua di tengah hujan seperti ini? Apa Kyuhyun berhasil memikat Victoria dan mengajaknya pulang bersama?

Molla,” akhirnya Sungmin mengangkat bahunya. Lebih baik ia mengalihkan pandangannya dari sosok Kyuhyun dan memandang ke arah depan. “Aku tidak peduli.”

Ya, bukankah dia dongsaengmu? Tidak mau mencoba untuk bertanya?” Siwon memberi solusi.

Kepala Sungmin menggeleng pelan. Tidak, ia tidak ingin melihat mimik wajah Kyuhyun kala lelaki itu bercerita tentang wanita lain. Pasti lelaki itu akan begitu sombong; menyebalkan. Mata Sungmin kembali memperhatikan inci demi inci jalanan Kota Seoul dari balik jendela. Pasti di luar begitu dingin mengingat hujan turun begitu lebat dan angin berhembus begitu kuat. Semoga saja Kyuhyun dapat sampai di rumah tanpa kesusahan.

OoOoO

Dua orang lelaki dan perempuan yang baru saja keluar dari mobil itu berlari beriringan menuju pintu masuk apartemen Sungmin. Karena ada relokasi di tempat parkir apartemen, terpaksa Siwon memarkir mobilnya tepat di depan gendung apartemen tersebut.

Mereka berdua menghentikan langkah kala Sungmin telah berdiri tepat di depan pintu apartemen miliknya. Kemudian jemari perempuan itu memencet beberapa digit angka untuk memasukkan code dan bunyi ‘tring’ terdengar.

“Masuk!” Sungmin berujar kemudian melangkah masuk. “Masuklah ke kamarku! Di sana ada penghangat, jadi tubuhmu tak akan kedinginan!” ucap Sungmin seraya menunjuk pintu dengan papan nama bertuliskan Minnie. Papan nama pemberian Kyuhyun saat ulang tahunnya yang ke sepuluh. Lelaki itu selalu bilang, papan nama ini adalah hasil dari karyanya sendiri.

Kepala Siwon mengangguk, tangannya semakin erat memeluk tubuhnya sendiri. Oh, dia begitu kedinginan saat ini. Karena itu, Siwon bergegas masuk ke dalam kamar Sungmin, berharap rasa hangat akan membuat suhu tubuhnya sedikit meningkat.

Cklek.

Sebenarnya Siwon begitu takjub kala kanan tangannya memutar knop dan mendorong daun pintu itu ke belakang. Rasa wangi dari buah stroberi yang mendominasi kamar Sungmin menyambut indra penciumannya. Rasa hangatpun langsung menyergap kulitnya, membuat Siwon tertarik untuk segera memasuki kamar berdinding pink itu. Kamar Sungmin terkesan begitu girly. Dengan boneka-boneka kelinci berwarna pink, cat dinding berwarna pink, almari pakaian berwarna pink, meja hias berwarna pink, bingkai foto berwarna pink, bed cover ranjang berwarna pink, rak buku berwarna .., tunggu!

Semua yang ada di sini berwarna pink! Semua barang-barang di sini hampir berwarna sama, pink! Namun, sepertinya tidak untuk foto yang berbingkai itu. Siwon mendekat, memperhatikan siapa yang ada di dalam foto tersebut.

“Sungmin dan Kyuhyun?” gumamnya pelan. Foto-foto dengan objek yang sama ini berjejer dengan begitu rapi di dinding kamar Sungmin. Mulai dari foto balita hingga saat ini. Dan di setiap lembar foto tersebut, wajah Kyuhyun selalu ada di sana. Oh, sebenarnya Siwon begitu benci kala wajah Kyuhyun selalu ada di sana, ia begitu iri dengan bocah manja itu.

“Sedang apa?” tiba-tiba sebuah suara bass terdengar, sontak membuat tubuh Siwon menoleh ke belakang. Suara lelaki, karena itu Siwon begitu tersentak. Namun, seketika itu pula alis Siwon mengeryit kala mengetahui siapa yang mencoba mengagetkannya. “Apa yang kau lakukan disini?”

Ya, ya! Aku sunbaemu!” ucap Siwon tak terima. Lelaki yang semula berdiri di balkon kini telah memasuki kamar Sungmin, melangkah mendekati ranjang dan merebahkan diri di sana. “Ya, apa yang kau lakukan? Tidak sopan!”

“Ini kamar noonaku, jadi kau tak berhak protes dengan apa yang aku lakukan di sini, dasar kuda jelek!” ucap Kyuhyun santai.

Mwo? Ya, bocah tengik! Kenapa kau mengataiku seperti itu?”

“Eh, Kyunie?” kali ini suara Sungmin mengalun setelah bunyi pintu terbuka terdengar. Perempuan yang telah mengganti baju seragamnya dengan hoodie big zise dan hotpants itu terlihat membawa nampan kecil; dengan dua gelas cokelat panas dan dua piring cake krim stroberi. Perempuan itu berjalan mendekat ke arah Siwon, kemudian meletakkan baki yang ia bawa di atas meja belajar.

“Dia masuk tanpa izin, Minnie!” ujar Siwon dengan memberi tatapan mengejek ke arah Kyuhyun.

“Hehehe,” Sungmin terkikik kecil kemudian memberi segelas cokelat panas ke arah Siwon. “Minumlah! Aku tahu kau kedinginan!”

Dengan senang hati Siwon menerima pemberian Sungmin, meniupnya beberapa detik kemudian menguknya sedikit demi sedikit. “Ini enak sekali!”

“Benarkah?” Sungmin tersenyum sekilas kemudian mulai meneguk cokelat panas miliknya. Merasa sebuah tatapan menuntut terus mengintainya dari sisi ranjang membuat sudut mata Sungmin melirik ke sana. Ah, benar, Kyuhyun memperhatikan dirinya. “Kyunnie, kau juga mau?”

“Tentu, noona!” jawabnya. Ia melangkah menuju ke arah Sungmin dan merebut gelas cokelat yang tengah Sungmin genggam. “Aku ingin cokelat panas miliknoona!” katanya lalu meneguk cokelat panas itu.

Hei, melihat hal itu cukup membuat Siwon shock setelah mati. Jika seorang meminum sesuatu dari gelas orang lain, maka itu bisa disebut sebagai ciuman tidak langsung! Dan yang Kyuhyun lakukan? “Kenapa kau merebut milik Minnie?”

“Sudahlah, Wonnie! Aku bisa membuatnya lagi, kok!” sebelum Kyuhyun menanggapi, Sungmin berusaha untuk menengahi mereka. Jika pertengkaran antara dua orang ini terus berlanjut, bisa jadi mereka berkelahi dan membuat onar di sini. Pandangan mata Sungmin beralih menatap Kyuhyun yang tengah menikmati coklat panasnya, memberi deathglare. “Jangan membiasakan diri untuk merebut makanan atau minuman milikku, Kyunnie!”

Kepala Kyuhyun mengangguk. Itu adalah petuah yang telah Sungmin ucapkan beratus-ratus kali. Dan setiap perempuan berwajah imut itu berkata demikian, Kyuhyun akan menanggapi dengan anggukan kepala. Itu sudah cukup, bukan?

“Lebih baik aku pulang!” ucap Siwon tiba-tiba. Lelaki itu meletakkan gelas cokelat panas yang telah kosong di atas meja belajar kemudian berjalan menghampiri pintu.

“Kenapa terburu-buru?” tanya Sungmin seraya mengekor langkah kaki Siwon, menahan lelaki itu sejenak.

Manik mata Siwon menatap wajah Kyuhyun sekilas, kemudian melempar sebuah senyuman kearah Sungmin. “Aku baru ingat jika ada janji,” alasan Siwon terlontar dengan senyuman manisnya. “Jaga adik manjamu!”

“Biar aku antar!”

“Tidak usah!” tolak Siwon dengan halus.

“Ah, aku jadi merasa tak enak karena perilaku Kyuhyun. Kau merasa tidak nyaman karena hal itu?” Sungmin mengacuhkan penolakan Siwon. “Maafkan dia,” tangan Sungmin bergerak meraih payung yang tergeletak tepat di samping rak sepatu.

Lagi-lagi Siwon hanya tersenyum. “Kau harus benar-benar mengajarinya sifat pendewasaan diri, Minnie!”

Sungmin mengangguk, mempoutkan bibirnya. “Doakan saja dia dapat berubah secepatnya.”

“Kau harus bersikap tegas agar dapat menerapkan hal itu!” mata Siwon mengedip, mencoba memberi semangat. “Semoga berhasil!”

Gomawo,” Sungmin mendesah dengan nada berat. Namun pada akhirnya perempuan itu mampu melukiskan sebuah senyuman untuk Siwon dan memberikan payung yang ia genggam. Di luar masih hujan, jadi tak mungkin Sungmin membiarkan Siwon untuk kembali menerobos hujan—walau hanya untuk beberapa meter.

“Aku pergi!”

“Hati-hati!” ujar Sungmin sembari melambaikan tangan. Kata-kata yang terlontar dari Siwon begitu memenuhi pikirannya. Membuat Sungmin begitu bimbang dengan apa yang harus ia lakukan kepada Kyuhyun. Namun, memang benar jika sifat manja Kyuhyun begitu berlebihan ketika bersama dirinya. Itu cukup menganggu.

“Sudah pergi, yah?” suara Kyuhyun tiba-tiba muncul, membuat Sungmin tersadar dari lamunannya dan membalikkan badan.

“Keluar sekarang, Kyu!” ujar Sungmin dengan nada datar.

“Eh?”

“Berhentilah masuk ke kamarku dengan memanjat balkon! Kau sudah cukup umur untuk melakukan hal itu!”

“Noo.. noona?” Kyuhyun meneguk air ludahnya kelu, begitu heran dengan amarah Sungmin yang tiba-tiba meledak. “Aa—aku adikmu..”

“Tapi seharusnya kau tahu sikap!”

TBC

62 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 3 | GS | T+ | Romance |

  1. aish~~ sebel bgt gw ma si kuda itu emnk tuh orang suka cuci otak minnie ,, mau gw sikat aja tuh kuda #plak ,,, tuh lagi ada si vic..vic..vic… victoria sexy hello gk deh sexyan minnie kok,, ahjumma gtu di bilang sexy gak dah ,,, tuh mata oppa katarak apa?? #plak ..lanjut bca>>>

  2. yeay… abg kuda tetap semangat untk dpatin minnie, jgan biarin evil Kyu mrebut minnie. ak jga suka bgt liat kyu trsiksa, abis minnie slalu aja dianiaya evilKyu #Plak #dibunuhsparkyu
    hahahaha…. #ketawaevil

  3. Aishhh…si Siwon bner-bener dahh…!!! Hasut minnie melulu…bikin gw Bad Mood ajah:|!!!(?) *liriksiepil*

  4. Aduhhhhhhh abang kyu mncl d’mna2 nih setiap sungmin n siwon lg berdua2an
    Sbnrnya perasaan apa sih kyuhyun pnya ke sungmin????adik ke kakak atau pria ke wanita?????

    Knpa sih siwon sifatnya hrus bgtu?????

  5. kyaa kyu ngajakin kencan kenapa gk diterim ming???
    ishh siwon lagi siwon lagii penggangunya kalo gk siwon victoria kayanya gk ada yang lain apaa?? *kebawaemosi hehe
    yaahh ming jangan jahat” ama kyu kasian tau *barukaliinigwkasianamakyu hehe
    keep writing kaa GWS

  6. siwon sukses mengubah ming. ming jd suka marah” ke kyu… hiks sedih deh….

    To Author : thor ak pengen baca yg ada pass-nya gimana nie?? ak udh baca sih rule nya… semoga ak menerima pasword >_< Suka bc FF di sini

  7. Yaa,, kyu sepertinya kau harus mengubah kebiasaan mu sebagai lelaki dewasa dihadapan sungmin. Jangan bersikap kau selalu menjadi adiknya, bersiaplah sebagai seorang teman lelaki

  8. Kali ini
    POOR KYUHYUN !!!
    Semoga saja nanti ming g keterlaluan sama kyu.
    Abang kuda benar” ya !!! >_<
    Jngan hasut bunny ming abang kuda !!!
    *pout

  9. Yaaahh…. Minnie pke nurut lagi sama omongan nya siwon. Ampe bentak2 kyu lg.
    Huhuu
    Tambal kesel liat siwon.
    Knp tiba2 kyu bsa brduaan gtu ama vic? Trus kyk ny minnie cemburu tuh
    Kkkk~

  10. sepertinya kyu masiiiih aja nganggap klw dy dongsaeng nya ming…padahal mreka itu dah dewasa…akan ada perasaan lain nantinya slain noona atau dongsaeng…smoga perjalanan cinta mreka lancar2 aja…heheheh

  11. wah…semakin seru aja nih… jadi kepikiran bakal jadi ngak ya kencannya siwon dgn sungmin…apa bakal digagalin sama si evil??

  12. Sepertinya mereka sudah merasakan kalau mereka saling mencintai tapi mereka belum sadar saja, nyatanya Kyuhyun marah saat Sungmin bersama Siwon, Sungmin juga begitu waktu lihat Kyuhyun jalan sepayung berdua dengan Victoria. Makin menarik saja ini😄

  13. huaaaaa kyuhyun trpengaruh sma prkataan siwon.. TT jgn smpai sungmin jdi benci sma kyu hnya krna kta2nya siwon.. -,- emang sih kyu kekanakkan.. tpi dia kyak gitu kan krna dia nganggap sungmin itu noona nyaaaaa…. lanjut lagii ^^

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s