My Special Angel | KyuMin | Chap 15 | GS | T+ | Romance, Hurt | Ending

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 15/15

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Merry Go Round by SNSD & Marry You by Super Junior

 

“Kk—kami ingin bicara,” Sungmin berujar dengan nada rendah. Dua orang itupun duduk tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Tuan dan Nyonya Park yang masih diam hanya mampu memandang wajah Sungmin dan Kyuhyun bergantian.

 

“Ada apa?”

 

Sebelum menjawab, Kyuhyun terlihat menghela nafas untuk beberapa detik. Detik ini, mungkin ia terlihat lebih gugup daripada Sungmin. Keringat dingin mulai mengucur deras dari pori-pori tubuhnya, debar jantungnya berdentum dengan begitu keras, dan jangan lupakan dengan wajah pucatnya. Lelaki itu pun akhirnya merundukkan badan. “Berikan izin untuk kami ..,” perlahan tubuh Kyuhyun mulai bersujud; memberi hormat.

 

Ketiga pasang mata sipit itu melotot kala melihat apa yang tengah Kyuhyun lakukan. Bersujud untuk memberi salam kepada mereka, seperti seorang calon menantu yang melamar anak gadis. “Aa—apa maksudmu, Kyuhyun-ssi?” Leeteuk yang tak ingin larut dalam kebingungan ini kembali melontarkan sebuah pertanyaan.

 

“Berikan izin kepada kami untuk menikah!”

 

Ucapan itu terdengar seperti sebuah petir yang menyambar, membuat ketiga orang itu diam seketika. Permintaan seorang lelaki itu benar-benar mengejutkan, tak terduga sedikitpun. Leeteuk, seseorang yang paling terkejut di antara ketiga orang itu menelan ludahnya kelu. Ia menatap Sungmin selama beberapa detik, kemudian Kyuhyun.

 

“Kk—kalian bercanda?” Leeteuk menimpali dengan suara terputus-putus.

 

Kyuhyun yang semulai bersujud mulai bangkit, ia kembali menautkan jemarinya dengan jemari Sungmin. “Kami serius.”

 

“Bagaimana bisa seperti itu?” Nyonya Park mencoba bertanya.

 

“Tunggu,” sebelum Kyuhyun memberikan jawabannya, Leeteuk terlebih dahulu menginterupsi—merebut kesempatan Kyuhyun untuk berbicara. Lihat wajah lelaki itu, ia sendiri sudah memasang wajah tegang. Hei, jelas saja seperti itu. Leeteuk telah menganggap Sungmin sebagai adik perempuannya sendiri. Dan sekarang, seorang lelaki yang belum lama ia kenal meminta izin untuk menikahi Sungmin. “Jangan-jangan, kau adalah ayah kandung .., Minhyun?” tebaknya dengan penuh penekanan.

 

Dua orang itu saling mengeratkan genggaman tangan, berusaha menguatkan mental masing-masing. Oh, sikap diam yang diambil Kyuhyun dan Sungmin benar-benar membuat tiga orang itu hampir mati karena penasaran.

 

Kyuhyun terlihat menghela nafas, “Bb—benar ..,” jawabnya sembari merundukkan kepala.

 

Omo .., omo, kepalaku ..,” telapak tangan Nyonya Park menyangga kepalanya yang tiba-tiba berdenyut sakit karena mendengar jawaban Kyuhyun.

 

“Eo—eomma,” Leeteuk menghampiri sang eomma yang hampir jatuh. Mata Leeteuk melirik ke arah Kyuhyun, memberi sebuah tatapan tajam yang menuntut. “Omong kosong!” desisnya penuh amarah.

 

Sungmin melengos kecewa mengetahui respon apa yang keluarga Park berikan saat ini. “Appa, eomma, appa, jebal ..”

 

“Dia pernah meninggalkanmu, Ming! Tiga tahun yang lalu dia membuangmu!” Leeteuk berargumentasi, melontarkan isi pikirannya dengan nada yang cukup tinggi. Amarah pemuda itu meluap kala pandangannya kembali bertemu dengan manik mata Kyuhyun, seolah-olah ia terbakar dengan wajah evil yang ada di depannya. “Demi apa kau berani mengatakan hal seperti itu?”

 

“Aku ingin menebus dosaku ..,” jawab Kyuhyun dengan nada rendah. “Kumohon, berikanlah kami restu!”

 

Tuan Park yang sedari tadi diam mulai menghela nafas panjang-panjang. “Teuki-yah, bawa eomma ke kamar ..”

 

Jika Tuan Park telah berbicara, Leeteuk sendiri tak mampu untuk menolak. Akhirnya, lelaki itu mulai beranjak menuntun sang eomma; membimbing langkah perempuan berumur itu ke sebuah ruangan. Jika saja sang eomma tak terlalu terkejut seperti ini, pasti Leeteuk masih ikut berdebat di ruang keluarga kali ini.

 

Suasana ruangan itu mendadak hening, kepergian Leeteuk dan Nyonya Park menyisakan tiga orang yang saling berhadapan. Mata Tuan Park yang masih setia memandang Kyuhyun dan Sungmin dengan pandangan menginterogasi mulai mengedar, membuang pandangannya.

 

“Aku tak akan mengangkat masa lalu kalian,” akhirnya Tuan Park memberi sebuah pernyataan; tangannya sedari tadi sibuk menggerakkan kipas lipat yang ia bawa. “Pada kenyataannya, aku sama sekali tak berhak menentukan keputusan ini ..”

 

Kyuhyun dan Sungmin mengangkat wajah tegang mereka, memandang Tuan Park dengan pandangan tak percaya. “Aa—appa ..,” Sungmin menatap sang appa dengan pandangan memelas. Hampir saja bulir bening itu menetes, menelusuri pipi chubbynya.

 

“Bagaimana dengan Minhyun?” Tuan Park melempar sebuah pertanyaan.

 

“Kami akan berusaha membujuknya,” Kyuhyun menjawab dengan nada yang cukup lancar dan tenang.

 

“Hanya membujuknya, huh?” kedua alis Tuan Park melengkung setelah ia mendengar jawaban Kyuhyun, benar-benar tak memuaskan. “Bagaimanapun, kalian harus meminta izin darinya ..,” Tuan Park melipat kipasnya sendiri. “Menikahlah jika Minhyun menyetujuinya ..,” setelah itu, Tuan Park beranjak dan menghilang di balik pintu.

 

“Kita benar-benar akan membujuknya, ‘kan?” Sungmin menoleh, menatap Kyuhyun dengan mata kelincinya yang basah.

 

“Kita harus membujuknya dengan cara selembut mungkin,” jemari Kyuhyun membelai lembut permukaan pipi Sungmin. “Percayalah kepadaku ..”

 

OoOoO

 

Pagi ini, keadaan rumah sedikit ribut karena ulah Kyuhyun. Lelaki itu bersikeras untuk membawa Minhyun jalan-jalan pagi ini. Minhyun yang menangis pada awalnya, akhirnya luluh setelah Sungmin memberi gadis mungil itu pengertian. Akhirnya, jadilah Kyuhyun dan Minhyun berjalan beriringan sekarang. Sedari tadi gadis mungil itu terus saja merengek minta pulang, tetapi, setelah Kyuhyun memberi tahu bahwa ia akan pergi ke toko ice cream, Minhyun akhirnya diam.

 

Akhirnya Kyuhyun dan Minhyun duduk di sebuah bangku ice cream shop; tentu dengan mangkuk ice cream jumbo di depan Minhyun dan mangkuk ice cream mini di hadapannya sendiri.

 

Panggil aku appa, jagiya ..

 

Mata kelinci yang semula memperhatikan semangkuk ice cream miliknya kini beralih menatap wajah Kyuhyun; menangkap mata Kyuhyun yang memandanginya. Bibir gadis kecil itu mengerucut, pipinya menggelembung, “Ajussi mengatakan sesuatu?”

 

“Ee—eh?” akhirnya Kyuhyun tersentak setelah mendengar pertanyaan yang Minhyun lontarkan. Perlahan kepalanya menggeleng, “Kau suka ice creamnya?”

 

Kepala Minhyun mengangguk, ia kembali melahap satu sendok ice cream dari dalam mangkuk miliknya. “Gomabseubnida, ajussi ..”

 

Sebuah senyuman terlukis di bibir Kyuhyun; ia berusaha meniru senyuman malaikat. “Minhyunie, tidak berniat memanggil ajussi dengan panggilan appa?

 

Sebenarnya, gadis cilik itu tak begitu mengerti dengan maksud Kyuhyun. “Kenapa seperti itu? Appaku di surga,” jawab Minhyun dengan wajah polosnya.

 

“Anggap saja aku malaikat yang Tuhan kirimkan untukmu ..”

 

Seketika itu pula, mata kelinci Minhyun menatap wajah Kyuhyun yang berada beberapa centi di hadapannya. Genggaman tangan gadis kecil itu mengerat, bibirnya mengerucut, dahinya yang mulus mengkerut. Mata kelinci yang bling-bling itu menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan tajam.

 

Buk!

 

“Akh, Lee Minhyun! Berhenti memukulku dengan bonekamu!” Kyuhyun berteriak frustasi, telapak tangannya mengelus permukaan wajahnya yang memerah.

 

Ajussi bukan malaikat,” seru Minhyun dengan melukiskan raut wajah cemberut.

 

“Ayolah, anggap saja seperti itu,” telapak tangan Kyuhyun mengacak pelan rambut Minhyun. “Bukankah menyenangkan bila memiliki appa seperti ajussi, hm?”

 

Telapak tangan Minhyun mendorong mangkuk ice creamnya yang telah kosong. Gadis mungil itu menatap Kyuhyun dengan pandangan ingin tahu yang besar. Kali ini ia mencoba menjadi sosok yang baik. “Kenapa bisa seperti itu?”

 

Sebuah evil smirk terlukis di bibir Kyuhyun, membuat kesan iblis yang berusaha ia sembunyikan kembali terlukis. “Kalau Minhyun memanggil ajussi dengan panggilan appa, ajussi akan membawa Minhyun tinggal di Seoul,” Kyuhyun mulai meluncurkan sebuah petisi.

 

“Lalu dengan eomma?

 

“Tentu saja aku akan membawa eommamu,” Kyuhyun tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba meremang. Jelas sekali bahwa tujuan Kyuhyun pergi ke Seoul bersama Minhyun adalah kembali bersama Sungmin. “Setiap hari, ajussi akan membawa Minhyun kemanapun Minhyun mau ..”

 

Mata Minhyun membulat, ia tampak begitu antusias mendengar ‘penawaran’ Kyuhyun. Kedua telapak tangannya sendiri telah terpaut, jemari-jemari mungil itu mulai meremas satu sama lain. Bibir gadis mungil itu semakin mengerucut, pipinya yang chubby menggelembung begitu besar.

 

“Setiap hari, Minhyun dapat memakan ..,” Kyuhyun memutus perkataannya sendiri, pandangan matanya yang semula memandang wajah imut Minhyun beralih ke mangkuk ice creamnya yang hampir mencair. “Ice cream ..”

 

Appa,” tiba-tiba panggilan itu meluncur dari mulut Minhyun, mata itu mengerjap setelah bibirnya berucap.

 

“Apa? Katakan sekali lagi,” sebenarnya, Kyuhyun belum selesai menawarkan ‘benefits’ yang ia berikan. Tetapi, setelah gendang telinganya itu menangkap panggilan appa, membuat lidahnya seketika kelu. Ia benar-benar tak menyangka, gadis mungil ini akan memanggilnya dengan sebutan seperti itu.

 

Appa,” kali ini panggilan itu terlontar bersamaan dengan sebuah senyuman manis yang terlukis di kedua bibir plum Minhyun.

 

“Minhyunie,” Kyuhyun beringsut, rasanya ia hampir meleleh mendengar panggilan itu. “Gomawo, jagiya ..,” seketika itu pula Kyuhyun beringsut mendekati Minhyun, memeluk gadis mungil itu dengan begitu erat. Inilah awal dari kehidupannya dengan Sungmin dan Minhyun.

 

OoOoO

 

Sungmin duduk terdiam menatap beberapa tumbuhan yang tumbuh di halaman depan. Hari ini, ia resmi keluar dari pekerjaannya. Kemarin, Kyuhyun benar-benar menyihir pikirannya; membuatnya melakukan apa yang Kyuhyun mau. Termasuk berhenti bekerja. Sungmin menenggelamkan wajah murungnya di kedua siku dan lututnya yang tertekuk. Kini ia mulai kalut.

 

Gwaenchanha?” suara lembut membuat Sungmin kembali mengangkat kepalanya dan menoleh ke sumber suara. Sosok Nyonya Park telah duduk tepat di samping tubuhnya, memandang wajahnya dengan pandangan hangat seperti biasanya.

 

“Tentu, eomma,” jawab Sungmin diselingi tawa kecilnya.

 

Tangan yang mulai dipenuhi oleh kerutan-kerutan itu menggenggam telapak tangan Sungmin, “Apa yang menganggu pikiranmu, hm?”

 

“Ahh,” pandangan mata Sungmin meredup, beralih menatap ke arah bawah. “Tidak ada ..”

 

“Apa tentang pemuda itu?”

 

Sungmin semakin gugup. Perempuan berumur itu selalu dengan mudah menebak pikiran dan raut wajahnya. Seperti sekarang ini, karena hal itu sepertinya Sungmin tak dapat berbohong. Ia mengulum bibirnya sendiri, mulai menatap wajah Nyonya Park.

 

“Memang pada awalnya, aku begitu shock,” Nyonya Park mulai memberikan sebuah argumentasi miliknya. “Aku yakin, kau pasti juga mengalami hal itu ..,” perkataan itu terputus, tersambung dengan deru nafasnya yang tenang.

 

Eomma benar,” Sungmin mulai terpancing untuk menceritakan semua perasaannya. “Aku takut dia akan meninggalkanku lagi, eomma ..”

 

“Eih,” Nyonya Park menginterupsi ucapan Sungmin. “Jangan berkata tentang hal seperti itu. Setidaknya, berilah dia kesempatan untuk membuktikan keseriusannya.”

 

Eommaaa,” suara teriakan Minhyun tiba-tiba terdengar, dan saat itu juga sosok Minhyun berlari ke arah dua orang wanita itu.

 

Kyuhyun yang baru memasuki pekarangan rumah dan melihat sosok Nyonya Park duduk di samping Sungmin segera membungkuk untuk memberi salam.

 

Appa memberiku ice cream yang sangaaaat banyak,” Minhyun melesakkan wajahnya di pelukan sang eomma.

 

Appa?” setelah ia mendengar panggilan yang Minhyun ucapkan, seketika itu pula Sungmin menarik tubuh Minhyun dan menatap mata kelincinya. Gadis kecil itu tak menjawab ulangan kata yang ucapkan. Menyebabkan rasa penasarannya semakin memuncak dan membuatnya menatap Kyuhyun. “Ada apa?”

 

Kyuhyun mengacuhkan pandangan penuh tanda tanya yang Sungmin layangkan untuknya. Lelaki itu lebih memilih menatap Nyonya Park yang juga memberinya tatapan hangat. “Eomma, berikan aku restu untuk menjadi pendamping Sungmin noona,” tubuh kurus itu membungkuk untuk yang kesekian kalinya.

 

Nyonya Park tersenyum, “Tentu,” ucapnya seraya bangkit; telapak tangannya mulai menepuk punggung Kyuhyun. “Kuserahkan Lee Sungmin kepadamu ..”

 

OoOoO

 

“KATAKAN KEPADAKU, APA YANG TERJADI?!” teriakan menggelegar itu terdengar kala sebuah pintu utama rumah tersebut dibuka secara kasar. Sosok seorang lelaki tampan dengan peluh yang menghiasi dahinya berjalan dari sana, mendekati keluarga yang tengah asyik makan malam. Pandangan dari matanya yang merah mengedar, kemudian membidik salah seorang sosok lelaki yang memangku gadis mungil.

 

“Cepat mandi dan bergabunglah, Teuki-yah,” suara Nyonya Park membuat pemuda itu mencelos kecewa.

 

Tetapi pada akhirnya, lalaki yang dipanggil itu tak melangkah menuju kamar mandi. “Kenapa eomma memberinya restu?” ia melengos menatap sang eomma yang sibuk melahap makanannya.

 

“Kenapa kau jadi ngotot sekali?” Tuan Park berkomentar.

 

Appa, kenapa appa jadi selunak ini?” protes Leeteuk sembari beringsut mendekati sang appa. “Apa appa rela memberikan Minnie kepada pemuda ini?”

 

Ajussi, wae geurae?” Minhyun yang ada di pangkuan Kyuhyun menanggapi. Ia merasa aneh dengan sikap Leeteuk yang merengek.

 

“Minhyunie, kau mau memiliki appa— akh!” Leeteuk terpaksa mengganti ucapannya dengan sebuah teriakan melengking. Sang appa baru saja menghadiahi sebuah jitakan gratis di kepalanya.

 

“Jangan bertanya tentang hal seperti itu kepada Minhyun!” mata Tuan Park mendelik menatap sang anak yang mulai bertingkah kekanakan. “Lebih baik kau mencari seorang istri! Kau sudah terlalu tua untuk melajang!” ucapnya sarkatis, membuat Leeteuk sweatdrop kemudian melangkah menjauhi ruang makan dengan hati yang dongkol. Hei, ia paling tidak suka jika ada seseorang yang menyangkut umur dan pernikahan tentang dirinya.

 

“Apa tidak apa-apa?” Sungmin berbisik, sedikit rasa khawatir menelusup di rongga dadanya.

 

“Jangan terlalu dipikirkan,” ucap Nyonya Park. “Lebih baik kalian makan yang banyak!”

 

“Ah, gomabseubnida, siomonim,” Kyuhyun kembali merundukkan kepalanya. “Kau juga harus makan yang banyak, jagi ..,” ucap Kyuhyun sembari menyuapkan sesendok bubur ayam ke mulut Minhyun.

 

Sosok Leeteuk yang terlihat lebih segar dari beberapa menit yang lalu tiba-tiba muncul, kemudian mengambil tempat duduk di samping sang eomma. Lihat lelaki itu, ia masih memasang wajah dingin; bahkan ia tak melirik sedikitpun ke arah Sungmin dan Kyuhyun.

 

Karena Nyonya Park paling benci dengan suasana hening, perempuan itu pun mulai berkata, membicarakan topik baru. “Ah, Kyuhyun-ah, kapan kalian akan menikah?”

 

Mendengar pertanyaan seperti itu terlontar dari bibir sang mertua membuat semburat merah mendominasi kedua pipi pasangan tersebut. “Secepat mungkin, siomonim,” jawabnya dengan nada rendah. “Esok,” cicitnya semakin rendah.

 

Trak!

 

Leeteuk membanting sumpit yang ia pegang, menatap wajah Kyuhyun pandangan menyelidik. “Kau bercanda?”

 

“Tidak, hyung,” jawab Kyuhyun kemudian menyeruput teh hangat yang ada di gelasnya. “Memang seperti itulah rencana kami.”

 

Kekehan kecil terdengar dari mulut Tuan Park, “Benarkah, Ming?”

 

Sungmin berusaha menyembunyikan senyumannya, perlahan kepalanya mengangguk membenarkan. “Kami akan menikah di gereja esok pukul delapan malam.”

 

“Lalu bagaimana dengan jemaat gereja? Kau berniat merencanakan apa?” sembur Leeteuk dengan nada yang cukup tinggi.

 

“Kami hanya membutuhkan appa, eomma, dan oppa,” Sungmin mencoba menjelaskan.

 

“Lalu bagaimana dengan gaun yang akan kau kenakan?” Nyonya Park akhirnya menyudahi acara makan malamnya.

 

“Temanku yang ada di Seoul akan datang membawanya esok,” jawab Kyuhyun dengan nada setenang mungkin. “Dia pula yang akan merias Sungmin dan Minhyun ..”

 

Aigoo, aigoo, lelaki ini berniat membunuhku!” Leeteuk meremas dadanya sendiri, berakting layaknya orang yang tersakiti. Hei, lelaki itu tetap saja tak berniat memberikan restu. “Tega sekali,” ucapnya sembari melahap daging terakhir yang ada di mangkuk supnya.

 

Minhyun yang melihat kesedihan di raut wajah Leeteuk, beringsut dari pangkuan Kyuhyun. Gadis mungil itupun berjalan menghampiri Leeteuk kemudian memeluk punggung Leeteuk. “Tenanglah, ajussi. Ajussi bisa menikah dengan Minhyun nanti ..,” ucapnya polos. Telak saja ucapan anak kecil itu membuat Leeteuk sweatdrop.

 

OoOoO

 

Sosok perempuan cantik dengan rambut lurus itu berjalan dengan begitu anggun. Seorang lelaki yang tak kalah tampan dengan baju santainya berjalan mengiringi langkah kaki sang perempuan. Dan jangan lupakan ‘pasangan’ lelaki dan perempuan yang berjalan di belakangnya. Wanita cantik itu terlihat mengomeli wanita yang berjalan tepat di depannya, sedangkan sang lelaki yang berjalan di sampingnya hanya mampu tersenyum kecil. Beberapa orang berseragam jas hitam terlihat mengiringi langkah kaki empat orang itu; masing-masing membawa barang.

 

“Seohyun-ah! Apa masih jauh?” wanita dengan gaun selutut itu menegur Seohyun yang berjalan di depannya.

 

“Aku sendiri juga tidak tahu, eonni,” jawab Seohyun cuek. “Tetapi kurasa sudah de—ah, ini dia!” Seohyun berteriak kala mata foxynya menemukan papan nama ‘Park Minhwa’.

 

Bibir perempuan bergaun merah itu mengerucut, membuat lelaki yang berdiri di depannya tertawa kecil. “Sudahlah, Vic ..,” ujarnya sembari mengelus pundak wanita yang ia panggil Vic.

 

Orang-orang itu akhirnya berdiri di depan gerbang, menunggu sang pemilik rumah datang. Lihatlah, orang-orang yang datang dari Seoul itu begitu mencolok. Membuat beberapa orang yang lewat melirik sekilas, memastikan mereka bukan pasangan orang penting yang mengunjungi rumah salah seorang warga yang beruntung.

 

“Ah, Sungmin eonni!” sudut mata Seohyun menangkap sosok Sungmin yang keluar dari rumah yang berlari untuk membuka pagar.

 

“Seoo, jangan berteriak,” bisik seorang lelaki tampan yang berdiri di samping Seohyun.

 

Mian, Yoooung,” bisik Seohyun sembari mengedipkan satu matanya.

 

“Seohyunie, sudah datang? Omo, ayo masuk!” Sungmin berteriak senang, dengan gerakan cepat ia pun membuka pagar tersebut dan mempersilahkan untuk melangkah memasuki rumah. Sebenarnya, ia sedikit terheran dengan begitu banyak orang berjas hitam yang berdiri di belakang Seohyun. “Kk—kenapa membawa tamu kemari? Pernikahan kami—”

 

“Mereka bukan tamuku, eonni!” Seohyun memotong ucapan Sungmin. “Mereka pelayan yang kusuruh untuk membawa barang bawaanku!” ucapnya kemudian duduk. Matanya mulai melirik ke segala penjuru ruangan, hingga akhirnya bidikan mata itu jatuh di sepasang mata gadis mungil yang mengintip di balik pintu. “Aigoo, apa itu anak kalian?” tanya Seohyun tanpa melepaskan pandangannya dari sosok gadis mungil yang mengintipnya dari balik pintu.

 

Sungmin terkekeh pelan, ia pun membalikkan badan dan melambaikan tangan pada Minhyun. “Kemari, jagi ..,” ucapnya.

 

Sosok mungil itupun akhirnya berjalan menuju sang eomma—keluar dari tamengnya, pintu.

 

“Perkenalkan dirimu, hm?” Sungmin berbisik dengan nada rendah.

 

Sosok gadis mungil itu mengangguk lalu bangkit. Sebelum ia memperkenalkan diri, terlebih dahulu ia memberi salam. “Annyeong haseyo, aku adalah anak dari Cho Kyuhyun dan Cho Sungmin, Cho Minhyunibnida ..”

 

Hei, perkenalan macam apa itu? Perkenalan yang Minhyun lakukan membuat orang-orang yang duduk di situ memandangnya dengan pandangan illfeel, mereka semua sweatdrop mendengar gaya perkenalan Minhyun. Sedangkan gadis mungil itu hanya mampu mengerjap-ngerjapkan mata melihat reaksi orang-orang tersebut.

 

“Dari mana kau belajar seperti itu?” mata Sungmin menatap tajam wajah anaknya.

 

Appa menyuruhku mengucapkan hal itu ketika sedang memperkenalkan diri ..,” ucapnya polos.

 

“Aa—anak dari Kk—Kyuhyun?” pertanyaan yang Victoria lontarkan dengan terputus-putus itu memecah keheningan yang sempat terjadi. Lihat wanita itu, ia sudah memasang wajah sedih dan patah hati. “Kenapa bisa seperti ini? Hiks ..”

 

“Ada aku, Vic ..,” bisik lelaki berambut pirang yang duduk di sampingnya.

 

“Ss—siapa dia, Seo?” Sungmin menatap Victoria dengan tatapan heran.

 

Victoria yang mendengar pertanyaan itu melirikkan matanya ke arah Sungmin, menatap dengan pandangan tajam. “Aku keka—euumph!” sebelum Victoria berkata yang bukan-bukan di hadapan istri dan anak Kyuhyun, dengan sigap Nickhun membekap mulut gadis itu dengan telapak tangannya.

 

Fans Kyuhyun oppa,” jawab Seohyun dengan senyum manisnya. Mata foxynya kembali melirik ke arah Minhyun yang menatapnya dengan mata kelinci. “Aigoo, dia lucu sekali. Mirip denganmu, eonni ..,” ucap Seohyun sembari mencubit pipi chubby Minhyun. “Ayo kita mulai merias! Aku benar-benar tak sabar melihat eonni menggenakan baju pengantin!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun yang terlihat duduk di bangku gereja mulai meremas telapak tangannya yang dingin. Jam telah menunjukkan pukul tujuh lebih. Tak ada siapapun di sini, kecuali Kyuhyun, Leeteuk, dan sang pendeta yang sibuk berdoa.

 

Hubungan Leeteuk dan Kyuhyun yang memang tidak terlalu baik membuat suasana di gereja menjadi sangat runyam. Bahkan, karena sosok Leeteuk yang duduk di sampingnya saat ini membuat Kyuhyun semakin tegang. Oh, pernikahan ini akan berlangsung, pernikahan ini akan berlangsung.

 

“Kyuhyun-ah,” tiba-tiba nama Kyuhyun terpanggil oleh suara Leeteuk, membuat lelaki berambut ikal itu menolehkan kepala dan menatap Leeteuk. “Apa kau benar-benar mencintai Sungmin?” tanyanya dengan nada yang cukup dingin, membuat Kyuhyun begitu merinding.

 

“Tt—tentu, hyung,” Kyuhyun mengangguk, “Aku mencintai Sungmin dan Minhyun.”

 

“Kau benar-benar akan menjaga mereka dengan baik, bukan?”

 

Kali ini Kyuhyun mengangguk, tanpa menjawab dengan kata-kata.

 

“Aku tak ingin melihat Sungmin terpuruk seperti tiga tahun yang lalu,” jawabnya sembari menyelipkan sebuah senyuman di bibir tipisnya. “Aku harap kau benar-benar bisa menjaga adik dan keponakanku ..”

 

“Percayalah kepadaku, hyung ..”

 

Ucapan itu terputus kala sebuah getaran handphone di saku Leeteuk menyita perhatiannya. Lelaki itupun meraih ponselnya dan segera membuka pesan yang baru saja masuk. “Mereka akan segera datang! Cepat naik ke altar!” Leeteuk berseru panik, membuat Kyuhyun begitu terkejut. Lelaki itupun segera berdiri dan berjalan menuju altar, mempersiapkan dirinya di sana.

 

Tenangkanlah debaran jantungmu, Cho Kyuhyun ..

 

Tidak bisa, debaran jantung itu terus berdentum tak beraturan, membuat lututnya bergetar dan keringat dingin mengucur dengan begitu deras dari dahinya. Apalagi ketika samar-samar ia mendengar derap langkah kaki milik beberapa orang. Mata lelaki itu terpejam, mencoba meminimalisir kegugupan yang ia rasakan.

 

Jangan gugup, Cho Kyuhyun!

 

Batinnya menjerit kala aura milik tubuh Sungmin serasa mendekat, membuatnya mati kaku seketika itu juga. Perlahan Kyuhyun memutar tubuhnya, mencoba menatap calon istri yang akan berjalan menghampiri dirinya di altar.

 

Dia begitu—cantik.

 

Mata Kyuhyun tertuju pada satu titik, satu sosok makhluk Tuhan. Sosok seorang gadis mungil yang berjalan di depan sang eomma terlihat tak kalah cantik. Hei, Minhyun begitu imut ketika ia berdandan seperti itu. Menatap orang-orang itu semakin mendekat membuat Kyuhyun benar-benar hampir mimisan. Apalagi ketika mereka telah saling berhadapan.

 

Tuan Park mulai menautkan tangan mereka, setelah itu Kyuhyun menuntun Sungmin untuk berdiri di samping tubuhnya. Sang pendeta mulai merapatkan tubuh sang mempelai, setelah itu beliau membaca dasar pernikahan.

 

Tenanglah, Cho Kyuhyun. Setelah ini, kau akan mengucapkan janjimu .. Tenang..

 

Ternyata, sang mempelai pria masih saja merasakan kegugupan yang luar biasa; membuatnya tak mampu berkonsentrasi ketika sang pendeta membacakan dasar pernikahan mereka. Kyuhyun merutuki dirinya sendiri, merasa ia adalah lelaki paling bodoh karena tak sanggup mengusir kegugupannya.

 

Sang pendekat menghela nafas terlebih dahulu sebelum ia kembali melanjutkan apa yang perlu ia katakan. “Setelah Saudara berdua mendengar dasar-dasar pernikahan, bersediakah saudara berdua menerima dan berjanji untuk menepatinya?” sang pendeta mulai melirik ke arah Kyuhyun, “Bagaimana jawaban saudara Cho Kyuhyun?”

 

Kyuhyun yang mendengar pertanyaan sang pendeta buru-buru berdehem untuk menenangkan pita suaranya yang menegang. “Yy—ya! Dengan segenap hati!” walaupun ia mengucapkannya dengan tergagap di awal, untung saja ia bisa mengucapkannya dengan nada lantang.

 

“Bagaimana jawaban saudari Lee Sungmin?” sang pendeta mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin, menatap wanita muda itu dengan tatapan lembut.

 

Sungmin menghela nafas, “Ya! Dengan segenap hati!”

 

Kepala sang pendeta mengangguk, “Hendaklah ‘Ya’ tetap ‘Ya’, Tuhan mendengar jawaban saudara berdua dan jemaat menjadi saksi. Silahkan saudara saling berjabat tangan dan mengucap ikrar janjinya ..”

 

Akhirnya Kyuhyun dan Sungmin saling berhadapan dan bertatapan dengan kedua tangan saling bertaut. Kyuhyun tertegun selama beberapa menit, tatapan Sungmin detik ini benar-benar membuat nafasnya terdengar syahdu beraturan. Tatapan ini begitu menangkan.

 

Karena hal itu, sebuah senyuman terukir di kedua belah bibir Kyuhyun. “Saya, Cho Kyuhyun, di hadapan Allah dan jemaatNya di sini, aku mengatakan mengambilmu menjadi istri. Sebagai suami yang setia dan takut kepada Tuhan, aku berjanji akan mengasihimu pada waktu kekurangan ataupun kelimpahan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita ..”

 

Sungguh, mendengar ikrar pernikahan yang Kyuhyun ucapkan dengan begitu lancar dan tegas hampir membuat Sungmin menangis. Lihat saja matanya yang telah berair itu. “Ss—saya, Lee Sungmin, di hadapan Allah dan jemaatNya di sini, aku mengatakan mengambilmu sebagai suami. Sebagai istri yang setia dan takut kepada Tuhan, aku berjanji akan mengasihimu pada waktu kekurangan ataupun kelimpahan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita ..”

 

Ikrar itu telah terucap dari keduanya, membuat mereka saling melempar senyuma penuh haru. Rasa bahagia yang memuncak itu membuat mereka berdua menitikkan air mata, menunjukkan bahwa betapa bahagianya mereka detik ini.

 

Sang pendeta kali ini berdiri sembari membawa kotak cincin, kemudian ia berkata, “Saudara Cho Kyuhyun, kenakanlah cincin ini pada jari manis tangan istri saudara.”

 

Kyuhyun kembali tersenyum, meraih satu cincin pernikahan yang telah ia siapkan jauh-jauh hari. Ini seperti mimpi. Dulu, setiap malam hal inilah yang paling ia tunggu, menyematkan cincin di jemari Sungmin. “Lee Sungmin, istriku, kuberikan cincin ini sebagai tanda cinta-kasih dan kesetianku padamu ..,” Kyuhyun menyematkan cincin indah itu di jemari Sungmin.

 

“Saudari Lee Sungmin, kenakanlah cincin ini pada jari manis tangan suami saudari,” sang pendeta kembali berkata sembari menyodorkan satu cincin yang tersisa.

 

Dengan gerakan pelan, Sungmin meraih cincin tersebut; matanya terlihat menatap mata Kyuhyun selama beberapa detik kemudian benar-benar menyematkan cincin itu di jemari Kyuhyun. “Cho Kyuhyun, suamiku, kuberikan cincin ini sebagai tanda cinta-kasih dan kesetiaanku padamu ..”

 

Suara tepuk tangan dari beberapa orang yang menjadi jemaat terdengar riuh, membuat dua orang suami-istri itu akhirnya berpelukan—menyampaikan kebahagiaan yang mereka rasakan. Ada sesi isak tangis dan derai air mata yang terdengar, tetapi sepertinya itu semua teredam dengan sorak kegembiraan. Kyuhyun menarik tubuh sang istri; melepaskan pelukan mereka untuk memberinya kesempatan agar dapat menyelami manik mata Sungmin.

 

Dengan gerakan cepat lelaki itu bergerak untuk mencium Sungmin, tetapi ternyata usaha itu digagalkan oleh Sungmin yang menghindar dengan mengalihkan pandangannya. Hei, lihatlah Cho Kyuhyun yang masih berdiri di atas altar itu! Ia terlihat begitu pervert, sang istri telah menolak berciuman, tetapi sepertinya ia masih ingin terus berusaha untuk mengecup bibir merah muda tersebut.

 

“Ada Minhyun,” bisik Sungmin sembari menatap sang buah hati yang tengah memandangi mereka dengan tatapan mata kelincinya. Benar juga, Minhyun ada di sana.

 

“Biar aku yang urus!” tiba-tiba Leeteuk datang dan menggendang Minhyun menuruni altar, membuat dua orang itu akhirnya saling menautkan bibir. Ah, malam ini benar-benar menjadi moment yang indah..

 

Untuk Cho Kyuhyun dan Cho Sungmin ..

 

OoOoO

 

“Terimakasih, Seohyun-ah .. Kau benar-benar membantu,” sosok Sungmin yang masih terbalut oleh gaun putih itu membungkuk.

 

Ne, eonni .. Nikmati malam pertamamu dengan Kyuhyun oppa,” Seohyun terkikik pelan setelah sang suami, Younghwa, memeluk pinggangnya; untuk memberi peringatan agar berhenti menggoda pengantin baru itu.

 

“Hiks, aku benar-benar patah hati,” suara isakan Victoria kini terdengar.

 

“Sudahlah eonni, ayo pulaang,” Seohyun menarik tangan Victoria dengan kekuatan semaksimum mungkin. Ah, yeoja ini terus saja menangis kala acara pernikahan sederhana itu berlangsung; membuat Seohyun hanya bisa berdecak sebal. “Nickhun oppa, apa yang kau lakukan? Bantu aku!”

 

“Ah, ne ..,” lelaki yang dipanggil Nickhun itu akhirnya membantu Seohyun menarik tubuh Victoria.

 

“Tidak, biarkan aku di sini .. Kyunniiiie~”

 

Di tempat itu hanya tersisa Younghwa, melihat tingkah laku ketiga orang itu membuatnya benar-benar ingin tertawa. “Kami pergi dulu, sunbaenim .. Sampaikan salam kami untuk ajussi, ajumma, dan hyungnim. Selamat bersenang-senang,” sosok lelaki itu pun akhirnya merunduk memberi salam kemudian melangkah pergi; meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun di depan pagar.

 

“Aku lelah sekali,” ujar Sungmin sembari mengangkat gaunnya tinggi-tinggi. Perempuan itu pun akhirnya berjalan menuju kamar mereka.

 

“Eh?” langkah kaki Sungmin terhenti ketika tiga orang tua menghadang jalannya, membuat Sungmin hanya mampu mengerjapkan mata.

 

“Apa rencana kalian malam ini?” tanya Leeteuk pada Sungmin.

 

“Jangan terlalu lelah, ne?” kali ini Nyonya Parklah yang berbicara.

 

“Sudahlah, biarkan kami yang menjaga Minhyun!” Tuan Park mendekap sosok gadis mungil yang mulai mengantuk.

 

Sungmin dan Kyuhyun saling berpandangan selama beberapa detik, setelah itu semburat merah mulai menjalar di pipi keduanya. Kepala mereka tiba-tiba merunduk; karena malu. “Tt—tidak perlu seperti itu ..,” ucap Sungmin terbata-bata.

 

“Kami tidak akan menganggu, selamat bersenang-senang!” ucapan itu adalah ucapan terakhir dari Leeteuk. Setelah ucapan itu terucap, orang-orang itu bergegas untuk masuk ke kamar masing-masing.

 

“Ayo masuk, Ming ..,” pada akhirnya Kyuhyun menarik tangan sang istri dengan gerakan posesif. Mendapat godaan seperti itu dari beberapa orang terdekatnya membuat Kyuhyun semakin ingin ‘bermain’ dengan Sungmin detik ini.

 

“Tt—tidak ada malam pertama, Kk—Kyu,” akhirnya Sungmin berkata sembari beringsut menjauhi sosok Kyuhyun.

 

Alis Kyuhyun bertaut, iapun mulai melepaskan jas yang ia kenakan, “Waeyo?”

 

“Bb—bukankah sudah ada—Minhyun?” nafas Sungmin tercekat kala Kyuhyun melempar kemeja yang ia kenakan, membuat dada lelaki itu terekpose sempurna. Tiga tahun, selama ini ia tak pernah menatap dada putih pucat itu, dan selama itu pula ia tak pernah menyentuhnya. “Kk—kau mau apa, Kyu?” tanya Sungmin takut-takut kala Kyuhyun beringsut mendekatinya.

 

Wajah Sungmin benar-benar bersemu; membuat wajahnya terlihat bak tomat matang kala dada itu terletak hanya beberap senti dari pandangan matanya. Perlahan Kyuhyun mendekatkan kepalanya di telinga Sungmin, mengulum daun telinga itu dan berkata, “Menyentuhmu ..”

 

“Eeeummppph!” belum sempat Sungmin melontarkan protes, bibir tebal Kyuhyun telah membungkam kedua belah bibirnya. Ciuman memabukkan ini begitu membuat Sungmin melayang, apalagi ketika bibir Kyuhyun mengulum lidahnya.

 

Sungmin benar-benar jatuh dalam hal ini, membuatnya hanya mampu menggantungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun dan membalas ciuman lelaki itu. Lidah mereka bergerak saling menggoda, saliva merekapun mulai menetes membasahi dagu. Desahan Sungmin meluncur, membuat Kyuhyun semakin bernafsu untuk melakukan hal yang lebih dari ini.

 

Cklek.

 

“Minhyun!” teriakan itu terdengar melengking setelah bunyi pintu yang terbuka. “Maaf, Min—” Leeteuk urung mengatakan apa yang ingin ia ucapkan kala bola matanya menatap pemandangan di depannya.

 

Kyuhyun yang topless tengah menciumi Sungmin dengan posisi yang ehem—hot.

 

“Eeeeeh,” telapak tangan Leeteuk menutup mata kelinci Minhyun dan tersenyum kikuk. Apalagi kala ia mendapat tatapan dari pasangan pengantin baru itu. Buru-buru ia menarik tubuh Minhyun dan menutup pintu. “Kami tidak akan mengganggu!” ucapnya.

 

Eommaaaaa! Appaaaaa!” kali ini teriakan Minhyun terdengar, membuat Kyuhyun yang akan melanjutkan kegiatan mereka melengos; sang istri mulai menahan dadanya.

 

“Apa kubilang, tidak ada malam pertama untuk kita ..,” ucap Sungmin lalu berlalu menghampiri Minhyun di kamar Leeteuk. Sejujurnya, perempuan itu malu kala Leeteuk memergokinya tengah berciuman dengan Kyuhyun. Tetapi, setelah mendengar rengekan Minhyun yang keras membuatnya harus siap bermuka tebal.

 

Sekarang, mari lihat keadaan Tuan Cho. Lelaki itu tengah memasang wajah frustasi sembari menatap ‘little Cho’ yang menegang. Hanya melakukan french kiss saja membuatnya tegang seperti ini. “Tidak ada malam pertama ..,” gumamnya prihatin.

 

END

102 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 15 | GS | T+ | Romance, Hurt | Ending

  1. ‎​HªƗƗɑHªƗƗɑHª
    ╋╋ƌ╋╋ƌ҉╋╋ƌ╋╋ƌ҉╋╋ƌ╋╋ƌ
    Endingnya lucu😀,,,
    Sebenarnya aq berharap fanfic ini tidak sampai disini :p,,
    Aq ingin tahu,, bagaimana kehidupan mereka setelah kebali ke soul dengan lembaran yg baru ,,,, cckckckckck,,,
    Good Job (^o^)

  2. ga abis pikir gimana authorr nuliss ff ini …
    look real…
    selalu fave ma ff ini .. kadang sempet mikir gmn tahh kalo misalnya dijadiin drama pasti seru..
    buat jiyoo jgn sedih yahh gara2 kasus plagiat kmrn readers jga tau kok siapa yg jiplak.. Hwaiting Jiyoo.. (-_-).. mnt PW sequel ya send via twitter @liekaneshiro oke..
    *bow*

    • wah, ff ini begitu berkesan yah? *muehehehe* tapi nggak mungkin bakal dijadiin drama xD aku udah nggak sedih karena kasus plagiat itu kok .. soalnya aku juga maklum sama orang orang yang kaya gitu . hehehe check DM yah !

  3. haha orang yg gt pasti malu sendiri..
    iya ff ini berkesan bgt (Lebayy dah gw)
    sekuel lagi dong jiyoo…
    kalo rabbit girl sekuel dong.. hhee maksa

  4. Akhirnya…..😀😀
    Kibar Bendera KyuMin.. hehehehe

    *poorKyuhyun* halah udalah Kyu,,, di chap awal2 dah full nc tuh.. kkk~ ^^ serakah bgt ni oppa..

    Lanjut baca squel

  5. Kasihan kyu nya,,ga ada mlam pertma wkwkwkwk,,bersbarlah kyu hehe akhirnya happy end jga,,tpi knpa yg sequelnya di pr0tek e0nni,,aq ga bsa bca hee,,udah krim email ga di bles2 ma e0nni nya,,

  6. Author.
    Masih inget sama gyeoul ga yang suka comment ff ini pas tengah malem menjelang subuh😀

    Akhirnya ketemu wp author.

    Aku mau minta password ff ini yang sekuel boleh ga?
    Kalo boleh, kirim ke email aku ya.
    Gomapta author🙂

  7. Huwahhhhhhhh akhirnya happy ending jg nih
    Tp itu kyuhyun kasian bngt ya, lg mau mlm prtma malah d’gnggu sama minhyun wkwkwkwkwk

    Lagian sih kyu udah pnya minhyun jg msih aja mau begituan, dasar pervet kyu😀

    Eh ada victoria mncul, tp cuma nangis doang yg sabar ya kan ada nickhun

    Suka deh sama ffnya kerennnnnnnnn bgt
    Dpt bngt feelnya😉

  8. Huwahhhhhhhh akhirnya happy ending jg nih
    Tp itu kyuhyun kasian bngt ya, lg mau mlm prtma malah d’gnggu sama minhyun wkwkwkwkwk

    Lagian sih kyu udah pnya minhyun jg msih aja mau begituan, dasar pervet kyu😀

    Eh ada victoria mncul, tp cuma nangis doang yg sabar ya kan ada nickhun

    Suka deh sama ffnya kerennnnnnnnn bgt
    Dpt bngt feelnya

  9. aish,,,senang nya kyumin bersatu

    hahahahahahahaha…….
    rasakan itu kyu tdk ada
    JATAH D MLM PerTaMa
    pengantin……
    Hihihihihihi………(^o^)/(^o^)v

  10. Aigooo,,, minhyun polos banget
    Makin gemes dehh,,
    LeeTeuk oppa menikah dengan ku saja,, kalau dengan minhyun masih terlalu kecil.
    Wakk,,kkkk,,kkk,, #gubrak

    Jiiaaaa,, tahanlah Mr.Cho
    Malam ini tak akan ada malam pertama,, sabarlah.
    Dan tenangkanlah little cho mu itu.

    Chukkae-yo 규민 atas pernikahan kalian,, semoga langgeng

  11. Ckckck..
    Akhirnya.. Ending yang bahagia~
    Cukkhae cukkhae kyumin~yeaaay^^

    Hahaha minhyun mau nikah dengan eteuk ajussi? Kkkk~ boleh boleh😀
    Kkkkk.. Sabar kyu,, tak ada malam pertama? Malam keduapun jadi.. Kkkk

  12. bgi PW ny Chingu…. Penasaran nih…

    Mian dwi mmpir lgi nih, tp blum smpat bca semuanya… cz nmpamg Ol pnya org, jd ny ga leluasa…
    sangking penasaran nya, dwi lgsung ja bc ch Ending ny…
    ehhhh… mlh tmbah penasaran ma SeQuel nya…

    bg Pw ny ne… biar dwi ga pnsaran lgi ma sequel ny… mn ni chap bkin pnas dingin…
    Btw… teuki oppa bkal da pendamping ny ga nih…

    oh ya, Ortu ny kyu oppa bner2 ga d bhas ni… hs dwi kra da d chap2 sblum ny, hgis dwi blum bc…

    jd pnsaran deh ma next sequel ny… hbs ni crtata ny bkin haru n deg degan.. walaupun kyuppa sifat Ebil n Perv ny ada ja, tp kl ga gtu bkan kyuppa nm ny🙂 trus qra2 bkal da minhyun k 2 ga nih… jd ga sbar…

    d tunggu ne chingu… thu kn twitt ny dewi… @DewiLoveKyuMin🙂 gomawo ne sblum ny

  13. Yeyeye akhir’a kyu sm ming nikah jg😀
    Kasian kyu ga dpt malam pertama , kekeke
    Happy ending, Like it🙂
    Daebak deh cerita’a chingu😀

  14. Nyahahahhahah kasian kau Cho! Puahahahahaha psti liat muka sengsara kyuhyun itu sangat menyenangkan😄
    Yaaah! Abiiss
    Bagus eonni ^^

  15. wkwkwkwk….
    Gx tahan tuk gx tau liat nasib kyu d mlam prtma nya….
    Minyuk benar2 msk d saat yg td tepat…
    Poor kyu…

  16. Kasian banget kyu tak ada malam pertama untukmu u,u

    Seru banget akhirnya, aku tunggu ffmu yang lain ya saeng.

    Aku mau PW part 1,2 sama skuel dong saeng (ˇʃƪˇ)

  17. WOW akhirnya bisa nemu lagi FF ini…
    Ugh Long Time No See
    Aku reader baru disini,,, Salam kenal

    FIGHTING!!! Lanjut terus…

  18. Sumpah!
    Tadi ngakak tengah malam gara” minhyun yng bilang kalau leeteuk bakal menikah dengannya nanti.😀
    Poor kyu!!!
    Kyu jngan terlalu mesum sih!!!

  19. ehem ,,,,, mikir keras gmna posisi … ehem H.O.T kyumin ^^

    minhyun jgan ganggu appa Sma eomma chagi,,, biar dede hyunmin bisa jdi ckckckkckckckckckckckkckckc🙂

    chingu minta PW chap 1, 2 ma squel nya dunkz,,, .Kirim Di email yach chingu
    afnyzainal@gmail.com

    gomawo chingu

    buat kyumin hwaiting malam pertama😛

  20. Keren deh chingu ceritanya
    Walau aku bacanya bisanya cuma dari chap 3 tapi tetep ngena feelnya
    Daebak deh pokoknya
    oh ya tetep semangat buat nglanjuin ff yang masih on going dan kalo bisa epep baru juga *ngarep
    Keep Writing yaa !!! Hwatiing!!!🙂

  21. bhahahahaha
    ngakak sendiri ngebayangin muka frustasi nya kyu..
    kasian kyu
    hohooo
    bagua minhyunnie…
    buat appamu merana ^^

  22. hahahahah ngakak scene akhirnya tak ada malam pertama.. hahaha well, semuanya happy ending!!^^ keren hebat certanya singkat tapi ga ngebosenin.. jjang!!

  23. kyuhyun to the point banget yak ? hehe

    cho minhyun aku padamu baby ^^
    akhirnya nikah juga .. yaa walau agak telat th ceritanya happy ending kkkk🙂
    author kapan” buat cerita yang nguras emosi dong .. hehe anda berbakat !! kkk

    aku suka cerita yang seperti playfull kiss #curhat ><

    keep menulis yaa

  24. Wkwkwk.. Minhyun sangat polos dan jujur..
    Kasian kyu ga dpet mlem pertama(?) hihi..

    Aku minta pw sequel.a boleh?

  25. yehhh Happy END ^^
    min aku udah coment nih lbih dr 10, aku minta pw My Special Angel ne, part 1,2 dan sequel^^ aku udah Mention di Twetter aku @sucy_cloudself,, dibalas yah min^^ gomawo~

  26. Aaaaw happy ending! Akhirnya KyuMin bersatu😀 setelah banyak cobaan yg menerpa. Ngomong2 itu Victoria kasihan ya xixixixi.

  27. Haha endingnya bener2 bikin ngakak
    Kyu gak jadi melancarkan aksi mesumnya gegara Minhyun
    haha malang nian nasibmu cho
    Nah sekarang kalo boleh aku ijin minta pwnya buat ff ini.
    kalo bisa kirim ke emailku ya Anisa_vinda@yahoo.com
    sekali lagi maaf merepotkan dan terima kasih^^

  28. Yeaaayy!! akhirnya kyumin kawin juga,, ikut seneng dehh >< semoga kyumin plus minhyun akan terus bahagia..selamanya ..aammiin ..joha2!!😄

  29. bingung mau komen apa, dulu ff kamu aku bacanya di screnplays fanfictin, aku sering komen juga, tapi mungkin kamu lupa. atau udah ketimbun sama banyak lomen2 lainnya, trus baru tau blog kamu pas ff weding plan, aku akuin nggak banyak komen disana cuma beberapa chapter aja.
    tapi tete semangat ya nulis ff kyumin nya apapun yg terjadi dengan kehidupan mereka di dunia nyata.

  30. bingung mau komen apa, dulu ff kamu aku bacanya di screnplays fanfiction, aku sering komen juga, tapi mungkin kamu lupa. atau udah ketimbun sama banyak komen2 lainnya, trus baru tau blog kamu pas ff weding plan, aku akuin nggak banyak komen disana cuma beberapa chapter aja.
    tapi tetep semangat ya nulis ff kyumin nya apapun yg terjadi dengan kehidupan mereka di dunia nyata.

  31. yang ada dipikiran Kyuhyun itu mesum banget… malam pertama katanya??? mungkin malam kesekian kalinya itu lebih tepat diungkapkan ahhahhaha
    ff ini daebak suka banget sama alur ceritanya jadi sedih kalau ternyata udah end sampai disini hhuhhu T.T

  32. Aduh Leeteuk itu bagaimana sih caranya jaga Minhyun, kok bisa-bisanya main masuk kamar Sungmin dan Kyuhyun begitu?
    Sungmin dan Kyuhyun juga, masuk kamar ndak ingat kunci pintu kamar dulu, malu kan sama Leeteuk, ndak jadi malam pertama deh. Kasihan “little Cho”, self service saja deh kamu Kyuhyun. Hahahahahaha…😄

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s