My Special Angel | KyuMin | Chap 14 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 14/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : If by Taeyoen SNSD & Honey by SNSD

 

Akhirnya dua orang itu memilih restoran tradisional. Memesan menu masakan untuk sarapan untuk mereka dan tentu menu masakan untuk balita. Tak berapa lama akhirnya masakan telah datang, membuat Kyuhyun yang memang benar-benar telah lapar melahapnya begitu saja. Sungmin yang masih sibuk menyuapi Minhyun hanya diam, seperti biasa ia harus menunda sarapan paginya.

 

Minhyun yang sibuk memencet-mencet hidung bunny pink yang ia bawa terlihat sesekali melirik ke arah Kyuhyun. “Eomma, ajussi ini menakutkan!” cicitnya dengan suara yang cukup rendah.

 

Kyuhyun yang tadinya tengah melahap sarapan menghentikan gerakan tangannya dan menatap Minhyun dengan tatapan tak percaya. Sungminpun juga begitu, perempuan itu pun menatap wajah sweatdrop Kyuhyun sekilas dan kembali menatap Minhyun. “Memang seperti itulah ..,” kikikan kecil meluncur dari mulut Sungmin, membuat hati Kyuhyun semakin dongkol.

 

Minhyun menatap sengit wajah Kyuhyun, “Dia bukan malaikat!”

 

“Jj—jagiya, jangan bicara tidak sopan, ah!” Sungmin mencoba melontarkan protes.

 

Oh, malang sekali nasibmu, Cho Kyuhyun. Di waktu yang sepagi ini kau telah dibuat sweatdrop selama beberapa kali oleh darah dagingmu sendiri. Kepala Kyuhyun menggeleng tanda prihatin, “Aku ‘kan appamu ..,” ucapnya dengan nada setengah bercanda; tentu diiringi oleh akting sedihnya.

 

“Kyunnie!” Sungmin melontarkan protes dengan memberi sebuah deathglare.

 

“Tidaaak!” Minhyun berteriak dengan suara cemprengnya. “Minhyun ingin punya appa malaikaaat!” seketika itu pula Minhyun memeluk sang eomma, membenamkan wajahnya yang lucu di sana.

 

Sungguh, Kyuhyun sangat sakit hati dengan ucapan Minhyun. Apa wajahnya yang tampan ini tidak mirip dengan seorang malaikat? Tega-teganya gadis cilik itu mengatakan bahwa dirinya bukanlah sosok malaikat. Dari dulu, Kyuhyun sudah terkenal dengan ketampanannya, tidak peduli di SD, SMP, ataupun SMA. Dan ketika ia menerima ultimatum yang mengatakan bahwa ia sama sekali tak pantas mejadi malaikat, tentu saja lelaki itu shock.

 

Kyuhyun menghela nafas, berusaha menjernihkan pikirannya yang mulai kalut karena sikap Minhyun. “Setelah pulang nanti, aku ingin berbicara dengan keluarga Park,” jawabnya sembari kembali menyantap sarapannya.

 

“Uu—untuk apa?”

 

“Tentu saja membicarakan pernikahan kita ..”

 

Minhyun yang tadinya merengek menarik kepalanya, menatap Kyuhyun dengan pandangan iblis yang ia punya. Hei, tidak seperti biasanya gadis cilik itu menatap seseorang dengan pandangan menakutkan. Biasanya, Minhyun senang sekali memancarkan aegyo lewat pandangannya. Well, sepertinya ia ingin sekali berontak. Ck, anak kecil yang sok tahu.

 

“Jangan bicara yang tidak-tidak,” ucap Sungmin seraya melahap sarapannya yang mulai dingin. Nampaknya Minhyun tak ingin makan lagi.

 

“Ayolah, Ming .. Aku hampir kehabisan uang! Tidak mungkin aku menyewa kamar untuk bulan depan!” Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan intens.

 

Eomma, ayo pergi!” Minhyun merengek, lengan mungilnya mulai mencengkeram kuat bahu Sungmin. “Ayo pergi!”

 

Sungmin mengalihkan pandangannya, menatap Minhyun yang mulai merengek di pelukannya. Iapun bangkit, “Terimakasih sarapannya,  Cho-ssi,” ucapnya kemudian merundukkan badan.

 

Mengetahui Sungmin beranjak dari duduknya membuat Kyuhyun gelagapan. Sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan restoran, terlebih dulu ia meninggalkan beberapa lembar uang puluhan ribu won dan dan melesat pergi.

 

Minhyun ingin punya appa malaikaaat!

 

Teriakan milik Minhyun yang terngiang kembali di telinga Kyuhyun membuat langkah kakinya terhenti seketika itu juga. kali ini ia sakit hati bukan karena tersinggung, tetapi ia sakit hati karena ditolak. Benar, ia ditolak oleh anaknya sendiri. Memang tiga tahun ini ia selalu memikirkan cara untuk membujuk Sungmin agar mau menerimanya, tetapi tentang bagaimana cara membujuk Minhyun? Tidak, pemikiran seperti itu tak pernah hinggap sedetik pun di pikiran Kyuhyun. Bahkan ia tak pernah berpikir bahwa akan ada malaikat kecil yang akan melindungi Sungmin.

 

Bagaimanapun juga, sifat Minhyun sangat keras kepala. Jadi mungkin akan sulit untuk membujuk perempuan mungil itu agar mau memanggilnya appa. Otak jenius itu kembali berputar, memikirkan jurus jitu untuk membujuk seorang anak kecil.

 

Tuk.

 

“Huwa!” hampir saja Kyuhyun terjatuh kala sebuah telapak tangan menyentuh pundaknya. Kyuhyun pun berbalik, menatap siapa yang berani membuatnya kaget seperti itu.

 

“Kau melamun?” suara indah itu mengalun lembut.

 

Mata Kyuhyun melirik ke kanan dan ke kiri, bola matanya mencoba mencari sesuatu. “Di mana Minhyun?”

 

“Aku menitipkannya di ayah dan ibu,” jawab Sungmin sembari merundukkan kepala.

 

Sebelum Kyuhyun mengumpat dan mengutuk apa yang Sungmin lakukan, terlebih dahulu ia menghela nafas. Tidak, Kyuhyun tak ingin menjadi sosok menakutkan dan kejam di mata Sungmin. Setidaknya, satu hal baik yang baru ia alami. Sungmin menghampirinya, bukankah itu bagus? Lebih baik ia mengambil kesempatan ini, membawa Sungmin berkencan ketika Minhyun tak ada.

 

Kyuhyun memukul kepalanya sendiri; berusaha untuk mengusir pemikiran aneh yang baru saja hinggap di otaknya.

 

Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu, Cho Kyuhyun! Batinnya frustasi.

 

“Kk—Kyu, kau tidak apa-apa?” pancaran mata Sungmin yang membidik sosok lelaki tampan itu tersirat kekhawatiran. Hei, melihat Kyuhyun yang tiba-tiba memukul kepalanya sendiri membuat Sungmin bergidik. Sungmin mulai beringsut mencengkeram lengan Kyuhyun.

 

“Tidak apa-apa,” Kyuhyun mengulum senyum kala ia kembali menangkap wajah Sungmin. Tidak mungkin ia mengatakan apa yang membuatnya menjadi seperti itu; bisa-bisa Sungmin kembali mencampakkannya. Sorotan mata kalem Sungmin membuat perasaan Kyuhyun berdesir hangat, ia kembali mendapatkan tatapan hangat seperti ini. Perlahan Kyuhyun membungkam telapak tangan Sungmin dengan telapak tangan dingin miliknya; membawa sosok perempuan cantik itu berjalan beriringan bersamanya.

 

“Kk—Kyu ..,” Sungmin belingsatan sendiri kala ia merasakan sentuhan hangat di telapak tangannya. Semburat merah mulai mendominasi permukaan pipi Sungmin, debaran jantung karena rasa gugup ini kembali ia rasakan. Ada rasa bahagia yang membuncah akibat sentuhan Kyuhyun. “Aa—aku malu,” cicitnya rendah. Terang saja ia malu, ia tak pernah terlihat seintim ini di depan umum tanpa pihak ketiga.

 

Kyuhyun tersenyum menanggapi sifat Sungmin yang mulai terkesan manja, “Kau akan bekerja?” Kyuhyun melontarkan pertanyaan dengan nada suara rendah.

 

Sungmin mengangguk dan mendengung untuk menjawab.

 

“Sudah aku katakan, berhentilah bekerja, Ming ..,” ujar Kyuhyun sembari meremas pelan telapak tangan Sungmin. Hei, lelaki itu begitu ingin menyalurkan perasaannya kepada Sungmin. “Kau akan segera menjadi Nyonya Cho ..”

 

Sungmin menelan ludahnya kelu, mata kelinci yang semula menatap aspal jalanan kini mulai memperhatikan raut wajah Kyuhyun. Lagi-lagi lelaki itu membahas tentang pernikahan; yang menurutnya sangat nihil untuk dilakukan. Ada beberapa faktor yang membuatnya tak sanggup menerima lamaran Kyuhyun. Entah itu masa lalu yang terus membayanginya atau sosok Minhyun. Ia benar-benar tak mampu mengatakan apapun kepada Minhyun jika nanti Kyuhyun mengatakan bahwa ia masih memiliki appa.

 

“Kyu .., aku benar-benar—”

 

“Kumohon, Ming .., pikirkan baik-baik,” suara Kyuhyun yang terdengar memelas menginterupsi perkataan Sungmin, membuat perempuan itu harus mau tak mau mengurungkan niat untuk melontarkan protes. Ia tahu jika kali ini Kyuhyun akan berniat memohon kepadanya, tetapi ia rasa semua akan percuma.

 

“Lalu bagaimana dengan keluargamu?” Sungmin mencoba membela diri dengan melontarkan pertanyaan ambigu. Sebenarnya ini merupakan faktor penting, dan sepertinya Kyuhyun tak pernah membahas tentang keluarganya di depan Sungmin.

 

“Aku hanya ingin menikah di sini tanpa seorang pun yang tahu ..,” cicit Kyuhyun.

 

“Kau gila?” sahut Sungmin sarkatis. Perempuan itu benar-benar ingin mencaci sosok lelaki yang ada di hadapannya ini. Sebuah sorot mata penuh amarah ia layangkan untuk Kyuhyun, mencoba memperingatkan sosok lelaki ini. “Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Aku benar-benar tak bisa menikah jika kau—”

 

“Sekalipun aku memberi tahu mereka, mereka tak akan datang ke pernikahan kita!” Kyuhyun kembali memotong perkataan Sungmin dengan nada dingin yang mencekam. Sosok Kyuhyun yang sekarang ini benar-benar mencerminkan bahwa ia adalah seorang lelaki kesepian.

 

Benar, ia kesepian. Karena itu, semenjak Sungmin datang di kehidupan Kyuhyun, sekalipun ia tak pernah melihat dua orang tua yang berkunjung. Ia juga baru menyadari, dulu Kyuhyun terbiasa hidup sendiri di apartemen mewah. Dan setelah ia tinggal di sana, Kyuhyun selalu mencari perhatian dengan melakukan banyak hal. Lebih parahnya lagi, lelaki itu mulai bersifat over protective terhadap Sungmin. Ia tahu, mengapa Kyuhyun melakukan hal seperti itu.

 

“Kau tak ingin kehilangan diriku, hm?” pertanyaan yang Sungmin katakan meluncur begitu saja dari kedua belah bibirnya.

 

Kyuhyun yang mendengar pertanyaan seperti itu memandang wajah Sungmin dengan tatapan tak percaya. Perlahan ia mulai mengangguk, membenarkan tebakan Sungmin. “Kumohon, Ming ..”

 

Sungmin mengulum bibirnya sendiri. “Untuk menikah denganku, itu tidak mudah ..”

 

“Aku akan melakukan apapun untuk menyingkirkan penghalang kita!”

 

“Keluarga Park telah menjelma menjadi keluargaku,” Sungmin mengayunkan tautan tangan mereka ke depan dan ke belakang. Mata kelinci itu menatap jalanan kota yang ramai. “Mungkin mereka benar-benar akan membunuhmu jika tahu kau adalah ayah kandung Minhyun ..”

 

Rasanya Kyuhyun benar-benar terbunuh dengan apa yang Sungmin katakan kepadanya. Perkataan itu seperti sebuah vonis yang mengatakan bahwa ia telah tak memiliki kesempatan untuk memiliki Sungmin.

 

“Dan rasanya sulit untuk membujuk Minhyun ..,” Sungmin menangkap manik mata Kyuhyun kemudian tersenyum kecil.

 

Langkah kaki Kyuhyun terhenti, membuat Sungmin yang tadinya tengah berjalan hampir saja terjungkal. “Kita bersatu untuk membujuk mereka,” kata Kyuhyun. “Kumohon, Ming! Aku benar-benar tak dapat melakukan apapun tanpamu!” seketika itu pula Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin; membelai rambut lurus itu dengan begitu lembut, mencium pucuk kepalanya, dan yang pasti menyalurkan kehangatan cintanya.

 

Seperti inilah pelukan sejati. Penuh kehangatan cinta kasih dan belaian lembut. Seumur hidup, seperti inilah pelukan yang Sungmin tunggu. Lengan mungil itu tak lagi menghiraukan kemunafikan hati, dan sekarang ia mampu membalas pelukan Kyuhyun; mendekap tubuh lelaki itu semakin erat.

 

Saranghae, jeongmal saranghae ..,” bisik Kyuhyun dengan nada rendah.

 

Nado ..,” Sungmin mulai terisak, “Nado saranghaeyo ..”

 

OoOoO

Minhyun terlihat begitu antusias mendengarkan apa yang tengah Kakek Park ceritakan detik ini. Kali ini, Kakek Park menceritakan tentang asal mula Sungai Han. Walau cerita ini dibumbuhi oleh hiperbola yang berlebihan, namun tetap saja gadis mungil itu mempercayai apa yan telah Kakek Park katakan. Ck, jelas saja dia seperti itu. Dia masih anak kecil.

 

Tetapi, cerita itu terhenti kala melihat sosok Sungmin dan Kyuhyun yang muncul dari balik pagar rumah. Dua orang tua itu tampak begitu kebingungan dengan kehadiran Sungmin dan Kyuhyun. Perlahan sosok itu mendekat, kemudian membungkuk memberi hormat.

 

“Kau tidak bekerja, hm?” tanya Nyonya Park.

 

Sungmin tersenyum sekilas, kepalanya menggeleng untuk memberi jawaban. “Hari ini aku sengaja libur, eomma ..,” ucap Sungmin, pandangan wanita itu pun beralih menatap wajah Minhyun. “Aku ingin mengajak Minhyun jalan-jalan ..”

 

Jinjja?” Minhyun yang mendengar kata ‘jalan-jalan’ keluar dari mulut sang eomma mulai mengerjap-ngerjap matanya; tentu secara tidak langsung memberikan aegyo yang menggemaskan.

 

Mata Kakek Park mulai membidik sosok Kyuhyun, “Dengan Kyuhyun-ssi?”

 

Lagi-lagi Sungmin hanya tersenyum simpul kemudian mengangguk, “Hari masih pagi. Karena itu, aku putuskan untuk segera pergi. Appa, eomma, kami pergi!”

 

“Kenapa mendadak sekali? Baiklah, pergilah bersenang-senang!”

 

“Kami pergi dulu,” kali ini suara Kyuhyunlah yang terdengar. Lelaki itu yang mewakili Sungmin dan Minhyun memberi salam kepada dua orang tua ini. Setelah memberi salam, Kyuhyun ikut mengekor langkah kaki Sungmin.

 

“Kita perlu pergi ke apartemenku untuk mengambil uang terlebih dahulu, setelah itu baru kita pergi ke Everland ..,” Kyuhyun mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya yang tipis. Hanya perlu membayar uang bus untuk tiga orang, jadi tidak akan membutuhkan terlalu banyak uang.

 

“Kita benar-benar akan pergi ke Seoul, yah?” Sungmin menatap wajah Kyuhyun yang terlihat tegang. Ah, lelaki itu memasang wajah yang seolah-olah ia tengah mencoba mengajak gadis desa kawin lari.

 

“Kita pergi ke Seoul?” Minhyun yang mendengar percakapan dua orang dewasa itu bertanya.

 

Sebuah senyuman terlempar untuk Minhyun, “Benar, jagi ..,” telapak tangan Sungmin membelai permukaan rambut Sungmin dengan begitu lembut.

 

OoOoO

 

Kyuhyun dan Sungmin berjalan di sebuah koridor apartemen mewah. Apartemen yang sangat tidak asing bagi seorang Lee Sungmin. Bagaimana bisa ia melupakan apartemen besar ini? Di sinilah kenangan baik dan buruk tercipta bersama cinta sejatinya. Di sini pula ia merasakan suatu kasih sayang dari sosok Cho Kyuhyun. Ketiga orang itu akhirnya berhenti di sebuh pintu apartemen, memberi kesempatan kepada Kyuhyun untuk memasukkan beberapa digit nomor sebagai sandi. Setelah itu, tring .., bel itu berdentang bersamaan dengan terbukanya pintu apartemen tersebut.

 

Sungmin masih berdecak kagum dengan suasana apartemen ini; masih sama persis seperti dulu. Bahkan warna catnya pun masih seperti dulu. Sungmin mengedarkan pandangannya, sesekali ia mengedipkan mata saat ia kembali mengingat kejadian-kejadian yang terjadi tiga tahun yang lalu.

 

“Masuk saja ke kamarku, Ming ..,” suara bass Kyuhyun menyamar seperti sebuah petir yang menyambar pikiran Sungmin. Ia tersenyum, kemudian menuntun Minhyun untuk melangkah ke sebuah kamar di apartemen tersebut.

 

Cklek ..

 

Sungmin hampir menangis menatap dekorasi kamar utama tersebut. Sekelebat bayangan tetang apa yang pernah mereka lakukan di ranjang biru tersebut membuatnya bergidik. Benar, ranjang biru itulah yang menjadi saksi bisu tentang hubungan mereka; menjadi saksi betapa menakutkannya Kyuhyun ketika tengah marah dan betapa menyedihkannya Sungmin kala itu.

 

Eomma, apa ini rumah ajussi itu?” Minhyun mulai berjalan mendekati ranjang, merentangkan kedua lengan pendeknya di sana.

 

“Benar,” Sungmin berjalan mendekati sosok Minhyun. “Apa Minhyun mau tinggal di sini?”

 

Mata kelinci tanpa dosa itu melirik ke arah sang eomma, memberi sebuah tatapan penuh tanda tanya. Tetapi, walau begitu Minhyun tetap melukiskan sebuah senyuman. “Tentu, eomma!”

 

OoOoO

 

“Kenapa Sungmin dan Minhyun belum pulang ke rumah? Sudah selarut ini ..,” Leeteuk berujar, bola matanya kembali melirik ke arah jam dinding terdekat. Sedari tadi mata lelaki itu tak lepas dari alat penunjuk waktu yang bersandar di dinding; semenit dua menit ia menggerutu setelah melirik jarum jam. Hei, Leeteuk bersikap seperti itu karena ia begitu mengkhawatirkan Sungmin dan Minhyun; mengingat dua orang itu pergi bersama orang asing, Kyuhyun.

 

“Berhenti mengkhawatirkan mereka, Teuki-yah .. Ada Kyuhyun yang menjaga mereka,” Nyonya Park yang sibuk merajut sesuatu menanggapi perkataan sang anak.

 

“Tapi eomma,  kita baru mengenal Kyuhyun selama beberapa hari. Kenapa appa dan eomma memberinya izin dengan begitu mudah?” protes itu terlontar di tengah-tengah pembelaan Leeteuk. “Bagaimana jika lelaki itu menculik Minhyun dan Sungmin?”

 

“Aish, kau itu .., jangan terlalu berlebihan!” ucapan Tuan Park terlontar setelah suara bunyi ‘ctak’ terdengar. Kasihan sekali Leeteuk, baru mengucapkan hal seperti itu sebuah jitakan dari kipas kesayangan sang appa mendarat di permukaan kepalanya.

 

“Kami pulang,” suara lembut yang mengalun dari pintu masuk rumah tersebut sontak membuat semua orang yang duduk di ruang keluarga menoleh ke sumber suara. Sosok Sungmin dan Kyuhyun yang menggendong Minhyun melangkah memasuki rumah. Rupanya Minhyun telah tertidur di dalam dekapan Kyuhyun.

 

“Sudah pulang, hm? Cepat baringkan Minhyun di kamar!” Nyonya Park memberi saran. Sungmin dan Kyuhyun tersenyum sekilas, kemudian mereka kembali melangkah menuju kamar Sungmin.

 

Dua orang itu sama-sama melukiskan sebuah raut wajah tegang. Jelas saja seperti itu, Sungmin dan Kyuhyun telah sepakat; sepulang dari Seoul, mereka akan meminta izin kepada Tuan dan Nyonya Park untuk menikah. Menikah? Benar, mereka benar-benar akan melangsungkan pernikahan jika Tuan dan Nyonya Park menyetujui hal ini.

 

Mengapa harus meminta restu dari dua orang yang tak memiliki ikatan darah dengan Sungmin?

 

Sungmin telah menganggap keluarga Park sebagai keluarganya. Kasih sayang yang mereka berikan untuk Sungmin selama tiga tahun ini membuatnya mengerti tentang bagaimana harus bertindak kepada seorang ‘appa’ dan ‘eomma’, tentu juga kepada ‘oppa’. Karena itu, ia begitu ingin menikah dengan restu dari keluarga malaikat itu.

 

Setelah merebahkan sosok malaikat mungil di selembar kasur gulung, Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin. Ia dapat menangkap dengan begitu jelas, bagaimana gugupnya wanita itu. Perlahan Kyuhyun mengulurkan tangannya, mengenggam erat telapak tangan Sungmin yang dingin.

 

“Tenanglah, Ming .. Semua akan baik-baik saja,” bisik Kyuhyun. Lelaki itupun menuntun Sungmin untuk bangkit dan melangkah keluar dari kamar; menuju ruang keluarga. Lihat kedatangan mereka kali ini, benar-benar membuat mereka yang ada di luar keluarga terkejut. Pandangan mereka yang tertuju pada tangan Kyuhyun dan Sungmin yang terpaut membuat mereka bungkam untuk beberapa waktu.

 

“Aa—ada apa, Minnie?” akhirnya Leeteuk membuka suara, nampaknya lelaki itu benar-benar butuh penjelasan tentang apa yang tengah ia lihat.

 

“Kk—kami ingin bicara,” Sungmin berujar dengan nada rendah. Dua orang itupun duduk tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Tuan dan Nyonya Park yang masih diam hanya mampu memandang wajah Sungmin dan Kyuhyun bergantian.

 

“Ada apa?”

 

Sebelum menjawab, Kyuhyun terlihat menghela nafas untuk beberapa detik. Detik ini, mungkin ia terlihat lebih gugup daripada Sungmin. Keringat dingin mulai mengucur deras dari pori-pori tubuhnya, debar jantungnya berdentum dengan begitu keras, dan jangan lupakan dengan wajah pucatnya. Lelaki itu pun akhirnya merundukkan badan. “Berikan izin untuk kami ..,” perlahan tubuh Kyuhyun mulai bersujud; memberi hormat.

 

Ketiga pasang mata sipit itu melotot kala melihat apa yang tengah Kyuhyun lakukan. Bersujud untuk memberi salam kepada mereka, seperti seorang calon menantu yang melamar anak gadis mereka. “Aa—apa maksudmu, Kyuhyun-ssi?” Leeteuk yang tak ingin larut dalam kebingungan ini kembali melontarkan sebuah pertanyaan.

 

“Berikan izin kepada kami untuk menikah!”

 

TBC

66 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 14 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. annyeong onnie futrie imnida…. sebelumnya aku mau bikin pengakuan *ssshhh… tarik nafas buang* aku adalah sesosok pembaca gelap waktu onnie masih main di ffn,, mianhae onnie jeongmal mianhae…. tapi skarang aku janji gx bakal jadi pembaca gelap lg….

  2. Hadeuww…jadii dag,dig,dug gaje baca yg akhir…
    Kira” kluarga park mau nerima Kyu nggak yahh?? *lirikChap15*

  3. Akhrnya sungmin terima kyuhyun jg
    Tp gmna park family ya????apa mreka setuju???trus minhyun gmna????

    Arghhhhhhh sumpah deg2an sndiri nih bacanya

  4. Pasti keluarga park shock bgt,, tiba2 saja kyu meminta izin untuk menikah dengan sungmin.

    Semoga pernikahan pasangan yang ingin bersatu ini lancar dan semoga minhyun bisa menerima kyu sebagai appa’a

    ^-^

  5. Kyaaa Kyu ngelamar Ming
    dia minta restu kepada keluarga park
    apa keluarga park akan merestui??semoga saja
    semoga KYUMIN cepat menikahhh

  6. Wuah, kyu udh dpt lampu hijau dri sungmin..

    Leeteuk kyk kebakaran jenggot nungguin kyumin

    Keluarga park kaget ngeliat kyumin pegangan tangan

    Kyu minta ijin nikah ke keluarga park..

  7. aigoo.. pengakuan yg bikin jantungan. gimana ngg? pasti kluarga park kaget, orang mereka taunya kyu itu orang asing kkkk~

    lha, main mau nikah ajj, g kbyang gimna jantungannya park family..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s