My Special Angel | KyuMin | Chap 13 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 13/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : I’ll Protect You by Kim Jaejoong & Tinkerbell by SNSD

 

Sungmin terdiam, masih memikirkan makna dari ucapan yang Kyuhyun lontarkan. Perempuan itu masih tetap kukuh mempertahankan pendapatnya yang mengatakan bahwa itu semua adalah kebohongan. Tetapi, jika ia kembali berbicara tentang perasaan dan Minhyun? Minhyun masih berumur kurang dari dua setengah tahun, dan di usia sedini itu pasti ia membutuhkan figur seorang appa.

“Aku berjanji akan menjaga kalian,” telapak tangan Kyuhyun menepuk lengan Sungmin pelan. Lelaki itu benar-benar mencoba memberikan rasa nyaman pada kedua malaikat ini.

“Jangan mengumbar janji palsu ..,” akhirnya Sungmin berucap.

“Hei,” Kyuhyun berbisik pelan; ia menarik tangannya dan mulai membungkam jemari Sungmin dengan telapak tangannya. Mata elang Kyuhyun kembali menatap wajah Sungmin, memperhatikan inci demi inci wajah cantik yang ada di depannya. “Aku tidak bercanda ..”

Sungmin kembali menutup mulut.

“Aku benar-benar tak mampu hidup tanpamu dan Minhyun,” sambung Kyuhyun dengan nada rendah; namun masih terdengar tegas. “Kembalilah, Ming .. Menikahlah denganku ..”

Memang tak ada kata yang terucap dari mulut Sungmin. Tetapi, sesungguhnya batin Sungmin menjerit untuk menjawab; entah itu memaki atau menerima. Sungmin sendiri kalut dengan apa yang terjadi saat ini. Dan bungkam dengan jawabannya sendiri adalah suatu tindakan yang ia pilih.

Bus hijau itu berhenti tepat di sebuah halte, membuat Kyuhyun dan Sungmin yang tadinya larut dalam pikiran masing-masing bangkit kemudian melangkah keluar dari bus. Keduanya berjalan beriringan dengan tangan Kyuhyun dan Sungmin yang masih terpaut. Oh, jika saja anak perempuan yang ada di gendongan Kyuhyun kali ini bukanlah anaknya, pasti lelaki itu telah membuang gadis mungil yang dengan seenaknya tidur bersandar di dadanya.

Jujur saja, lengan kiri Kyuhyun terasa pegal; mungkin sebentar lagi akan patah, pikir Kyuhyun. Tetapi, ini baru permulaan. Jadi, sepertinya suatu hal yang mustahil jika ia menyerah. Tidak, ia ingin dianggap sebagai seorang appa yang baik. Ia tak peduli jika lengan kirinya patah karena menggendong Minhyun.

Kyuhyun melirik ke arah Sungmin, mencoba mencari suatu topik yang akan ia bicarakan. Hubungan mereka terlihat sangat kaku sekarang, dan itu membuatnya malu. “Minnie-yah, berhentilah bekerja ..,” ucap Kyuhyun tiba-tiba. Seketika itu pula Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan mimik terluka.

“Tidak bisa, aku bekerja untuk Minhyun,” jawab Sungmin singkat.

“Akupun bekerja demi Minhyun dan dirimu,” Kyuhyun tersenyum kecil. “Ah, kenapa namamu tak terdaftar sebagai warga negara Korea?”

Pandangan Sungmin meredup, “Aku memakai marga Park untuk identitasku,” cicitnya dengan suara rendah.

Alis Kyuhyun berkerut karena heran, “Lalu dengan Minhyun?”

“Di akta kelahirannya pun aku menulisnya dengan marga Park ..”

Mwo?!” Kyuhyun reflek berteriak. “Kk—kau memakai marga siapa?”

“Leeteuk oppa,” jawabnya kalem.

“Jadi seolah-olah kau telah menikah dengan lelaki itu, begitu?” Kyuhyun menghujat Sungmin dengan pertanyaan penuh emosi. “Kau gila!” desisnya marah.

“Berhenti menyalahkanku, Kyu!” protes Sungmin dengan suara parau. “Apa saat itu aku masih mampu berpikir jernih? Aku melahirkan Minhyun seorang diri, dan ketika keluarga Park menawariku bantuan tentu aku tak dapat menolaknya!”

“Karena itu, seharusnya dulu kau tak pergi begitu saja!”

“Hiks .., hiks .., eomma ..,” gadis mungil yang tertidur di gendongan Kyuhyun menggeliat, kemudian merengek walau dengan mata yang masih terpejam. Mungkin gadis mungil itu terganggu dengan pertengkaran kecil yang orang tuanya lakukan. Ah, di awal saja Minhyun telah bertindak sebagai pelerai pertengkaran Sungmin dan Kyuhyun.

“Cup-cup,” Kyuhyun mengalihkan pandangannya. Ia menarik tangannya yang semula membungkam jemari Sungmin, lalu menepuk-nepuk punggung Minhyun dengan lembut. Beberapa detik Kyuhyun melakukan hal itu, Minhyun kembali diam dan tertidur. “Dia tidak ingin appa dan eommanya bertengkar ..”

“Kau bukan appanya,” sahut Sungmin cuek.

“Kau benar,” Kyuhyun mengalihkan pandangannya kemudian tersenyum. “Jika kita telah menikah, Minhyun benar-benar akan memanggilku appa ..”

Nyut!

“Akh! Kenapa kau mencubitku?” protes itu melayang dari mulut Kyuhyun kala rasa perih karena cubitan Sungmin di lengan kanannya terasa. Lelaki itu mendelik menatap Sungmin, mencoba memberi deathglare walau Sungmin sendiri tak menatapnya.

“Dasar ..,”desis Sungmin sembari mengedarkan pandangan; mencoba menyembunyikan semburat merah di pipinya. “Leeteuk oppa akan membunuhmu jika ia tahu kaulah yang menghamiliku ..”

Dahi Kyuhyun berkerut tanda bahwa ia kurang setuju dengan pernyataan Sungmin. “Waeyo?

“Dialah orang yang telah merawatku dan Minhyun tiga tahun ini .. Karena itu—”

Kyuhyun menatap wajah Sungmin dengan pandangan menusuk, “Terserah! Bahkan kalau bisa dia yang menjadi saksi pernikahan kita selain Tuhan!”

Sungmin mendesah, tak ada gunanya menanggapi perkataan Kyuhyun. Oke, ia anggap itu adalah omong kosong. Sungmin benar-benar tak berharap itu semua akan terjadi. Kini ia terlalu takut dengan apa yang Kyuhyun katakan. Ia takut kembali tersakiti dan rapuh seperti dulu. Tidak, ia tak ingin seperti dulu lagi. Hidup dalam kungkungan Kyuhyun.

OoOoO

Tubuh Kyuhyun ambruk begitu saja kala ia sampai di rumah, lelaki itu benar-benar merasa lelah. Leeteuk yang melihatnya tak kuasa melontarkan protes. Hei, lelaki itu pantas melontarkan protes mengingat Kyuhyun merebahkan diri di kasur gulung yang telah ia rapikan untuk dirinya sendiri. Tetapi, melihat raut wajah Kyuhyun yang begitu kelelahan benar-benar membuatnya kembali melengos iba. Oh, semelas itu ‘kah wajah Kyuhyun di mata Leeteuk?

Hening. Jelas saja seperti itu, jam telah menunjukkan pukul dua belas lebih. Tak ada suara yang tercipta, yang terdengar hanya dengusan nafas teratur dari dua orang lelaki yang tengah tertidur itu. Oh, ternyata Kyuhyun mendengkur kali ini.

Cklek.

Pintu kamar itu terbuka perlahan, setelah itu suara kaki yang terseret terdengar pelan. Sepasang mata itu membidik salah seorang lelaki yang tengah tertidur pulas di salah satu sudut kamar. Perlahan langkah kakinya berlanjut mendekat dan berhenti tepat di sisi kanan Kyuhyun. Sosok itu mendudukkan diri, matanya yang terbuka lebar mengerjap menatap wajah Kyuhyun yang tertidur. Perlahan tangan itu terangkat, mulai menekan-nekan pipi tirus Kyuhyun dengan jemari telunjuknya.

“Eeengh,” Kyuhyun mengerang kala sesuatu berusaha mengusik tidurnya. Lelaki itu menggeliat setelah itu kembali tidur nyenyak.

Sang penganggu mengerucutkan bibirnya, merasa sebal tak dihiraukan. Ia kembali menusuk-nusuk pipi tirus Kyuhyun, kali ini dengan kekuatan yang lebih besar. Lihat, ia sukses membuat Kyuhyun kembali mengerang.

“Jangan ganggu ..,” ucapnya pelan.

Perempuan itu menggelembungkam pipinya, ia benar-benar ngambek dengan ajussi yang sulit dibangunkan ini. Ia mencengkeram kuat boneka bunny yang ia pegang, kemudian ..

Buk!

Boneka bunny itu sukses menghantam permukaan wajah Kyuhyun dengan begitu keras, membuat lelaki itu mendelik karena kaget. Sebelum ia berteriak karena kekesalan yang memuncak, mata lelaki itu melirik sepasang mata kelinci yang memandanginya. Ah, sepertinya Kyuhyun harus memendam ego untuk membunuh penganggu tidurnya.

“Minhyunie?” Kyuhyun menggeser tubuhnya, sedetik setelah itu ia pun bangkit. Melihat sosok lelaki itu bangkit membuat Minhyun yang semula duduk berdiri, dengan gerakan cepat Minhyun merebahkan tubuh mungilnya di sebelah kanan Kyuhyun. Hei, tentu saja Kyuhyun terkejut dengan sikap gadis mungil ini. “Minhyunie?”

Lihat gadis mungil itu, ia pura-pura tidur sembari memeluk bonekanya. Ya Tuhan, lihat betapa bahagianya Kyuhyun sekarang. Melihat sikap manja Minhyun yang menggemaskan membuatnya hanya mampu tersenyum simpul. “Yah, malam ini kau akan tidur dengan appa …”

OoOoO

“KYAA! DIMANA MINHYUN!” suatu teriakan melengking membuat semua orang yang tertidur di rumah mungil itu terbangun. Kyuhyun dan Minhyun yang yang merasa terganggu membuka mata secara perlahan. Leeteuk yang terlalu panik langsung berlari keluar kamar tanpa menoleh menatap Kyuhyun, membuat lelaki itu tak menyadari sosok Minhyun yang tenggelam di pelukan Kyuhyun.

“Bangunlah jagi, eomma mencarimu,” Kyuhyun bangkit dan mengangkat sosok mungil itu. Dengan langkah terseok-seok Kyuhyun keluar dari kamar, berjalan menuju kamar Sungmin tentu saja. “Dia bersamaku ..,” ucap Kyuhyun memecah keributan pagi. Tuan dan Nyonya Park yang mulai memasuki kamar Sungmin pun hanya mampu melototkan mata.

Melihat Minhyun dalam kondisi setengah sadar di gendongan Kyuhyun membuat Sungmin beringsut lega.

“Kemarin malam dia membangunkanku, kemudian dengan seenaknya tidur bersamaku,” Kyuhyun mencoba menjelaskan dengan nada sedatar mungkin.

“Benarkah? Kenapa aku tidak tahu?” Leeteuk menunjuk dirinya sendiri dengan memasang wajah cengo.

“Kau tidur pulas sekali, hyung ..,” jawabnya kemudian memindahkan Minhyun ke gendongan sang eomma.

“Ah, syukurlah jika seperti itu,” kali ini Tuan Parklah yang berkata. “Ayo bubar!”

Tiga orang itu; Tuan dan Nyonya Park juga Leeteuk melangkah keluar kamar, meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin yang masih berpandangan. Lihat, Sungmin sepertinya malu untuk memulai percakapan.

“Eemm, tt—terimakasih ..,” Sungmin berucap pada akhirnya.

Kepala Kyuhyun mengangguk kikuk, “Kk—kau tidak akan sekhawatir itu jika ..,” Kyuhyun memotong ucapannya sendiri kala ada suatu rasa gugup yang tiba-tiba mencekat tenggorokannya. Kyuhyun menghela nafas, kemudian menatap Sungmin dengan tatapan intens, “Jika kita tidur bersama ..”

Semburat merah terlukis di kedua pipi Sungmin, karena hal itu ia semakin merundukkan kepalanya. Lalu suara deheman Sungmin terdengar, “Aa—aku harus pergi memandikan Minhyun ..”

OoOoO

Sungmin terlihat sibuk memasak sarapan pagi untuk keluarga besar itu. Minhyun sendiri tengah sibuk bermain dengan Leeteuk. Kyuhyun yang baru saja selesai mandi akhirnya membuka pintu kamar mandi, matanya yang disambut oleh punggung Sungmin mengerjap kemudian tersenyum penuh arti. Kyuhyun melangkahkan kaki mendekati sosok Sungmin dengan langkah pelan, mencoba meredam suara gesekan telapak kaki dan lantai. Lelaki itu tak ingin membuat Sungmin mengetahui keberadaannya.

Sebuah tangan tiba-tiba melingkar di perut Sungmin, membuat tubuh perempuan itu menegang seketika. Apalagi ketika hembusan nafas hangat mulai menyergap lehernya. Rasa hangat yang mengalir dari dekapan kedua lengan ini terasa begitu nyata, menyengat aliran darah Sungmin selama beberapa detik.

“Aa—apa yang kau lakukan, bodoh?” tubuh Sungmin mencoba menggeliat untuk melepaskan diri.

“Hanya memelukmu ..,” jawab Kyuhyun sesantai mungkin. Jujur saja, lelaki itupun merasakan kegugupan yang sama dengan apa yang Sungmin rasakan.

“Bagaimana jika ada yang melihat?” mata Sungmin mendelik karena frustasi.

“Hanya sebentar,” Sungguh, pemandangan yang ada di dapur saat ini benar-benar mencerminkan seorang Lee Sungmin diganggu oleh ajussi tua yang genit. Lihat wajah mesum Kyuhyun dan wajah polos Sungmin.

Tiba-tiba dengan seenaknya pula bibir tebal Kyuhyun mendarat tepat di bibir Sungmin. Sebenarnya, apa yang Kyuhyun lakukan saat ini? Dia terlihat seperti seorang yang ingin memperkosa gadis yang ada di depannya. Sungmin yang masih dalam kungkungan rasa gugupnya benar-benar tak mampu untuk bertindak. Tangannya pun serasa mati kaku, otot-ototnya melemas kala ciuman ini terjadi!

Tuk ..

Suara sesuatu yang terjatuh membuat keduanya saling menarik kepala dan menatap satu sama lain selama beberapa saat. Kemudian setelah itu, mereka menoleh.

“Mm—Minhyunie ..,” Sungmin yang melihat sosok Minhyun berdiri di ambang pintu dapur dengan memasang wajah polosnya jadi salah tingkah sendiri. Raut wajahnya mendadak memerah, begitu juga dengan Kyuhyun. Perempuan berumur dua puluh delapan tahun itu pun melangkah mendekati sosok Minhyun, mengelus permukaan rambut Minhyun. “Tunggu saja di ruang makan dengan Park ajussi?

Minhyun mengerucutkan bibirnya, matanya yang berdaya seribu watt itu menatap wajah sang eomma. “Kenapa eomma mencium ajussi itu?” tanyanya sembari menunjuk wajah Kyuhyun.

“Eeh?” alis Sungmin mengkerut, wanita itu masih saja berusaha menyembunyikan raut wajah pucatnya dengan senyuman. Karena itu, senyuman Sungmin yang manis tergantikan oleh senyuman pahit yang tak patut untuk dilihat. “Tt—tidak mencium, kok!”

“Tt—tapi, ajussi mencium eomma seperti eomma menciumku ..”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang menegang. Ia pun menyeret langkah kakinya mendekati Minhyun. “Sebaiknya Minhyun kembali ke ruang makan, hm?” ucapnya sembari mencubit pipi chubby Minhyun.

Ajussi, kenapa ajussi mencium eommaku?” bibir Minhyun mengerucut imut, “Hanya aku yang boleh menciumnya!”

Kyuhyun terperangah dengan pernyataan gadis mungil itu. Di usia sedini ini ia telah memiliki sifat posesif dan over protective menurut Kyuhyun. Mata bening itu seolah-olah ingin sekali menginterogasi Kyuhyun, menggencar pemuda berumur dua puluh enam tahun dengan pertanyaan khas seorang anak kecil, seperti: ‘untuk apa kau mencium eommaku?’ atau ‘apa ajussi tidak tahu, eomma hanya milikku?’.

Kurang lebih gadis mungil ini mewarisi sikapku yang egois.

Sebuah senyuman miris terlukis di kedua belah bibir Kyuhyun. Telapak tangan lelaki itu kembali terangkat mengacak rambut Minhyun yang telah tersisir rapi. “Ajussi tahu, tetapi—”

Buk!

Ucapan Kyuhyun urung terlontar kala boneka bunny menghantam wajah mesumnya. Ia sweatdrop kala Minhyun melakukan hal itu kepadanya. Begitu pula dengan Sungmin yang tak kalah terkejut dengan sikap Minhyun. Benar, sosok Lee Minhyun itu mewarisi sifat ayahnya.

“Minhyunie, jangan seperti itu!” Sungmin mencoba menegur. Perempuan itu pun memeluk tubuh Minhyun yang mulai bergetar.

“Hiks .., hiks .., eommaaaaa,” tangisan Minhyun terdengar begitu memekakkan telinga. Sungmin berinisiatif untuk membawa Minhyun ke gendongannya kemudian melangkah menjauhi dapur. Sebelum perempuan itu keluar dari rumah, terlebih dahulu ia meminta maaf sekaligus meminta izin kepada keluarga Park. Ck, karena kemesuman seorang Cho Kyuhyun, pagi yang cerah ini harus ternodai.

Kyuhyun yang tahu Sungmin membawa Minhyun keluar dari rumah segera mengekor kemana perempuan itu akan pergi. Oh, jadi Sungmin akan mengajak Minhyun berjalan-jalan jika gadis kecil itu rewel. Tetapi, kali ini Minhyun marah kepadanya. Kyuhyun mulai merutuki kebodohannya; kepalan tangannya pun bergerak memukul kepalanya sendiri.

“Ming, tunggu!” Kyuhyun berusaha mengekor langkah kaki Sungmin dengan berlari kecil.

Ketika Sungmin mendengar namanya terpanggil oleh suara bass membuatnya reflek menghentikan langkah. Perempuan itu membalikkan badan dan melototi namja yang tengah berlari menuju dirinya. Tangannya sedari tadi sibuk membelai punggung Minhyun, membuat perempuan itu tak mampu melakukan apapun kepada Kyuhyun.

Ajussi jahat! Minhyun tidak suka!” rengekan Minhyun semakin keras kala sosok Kyuhyun benar-benar berada di hadapan mereka. Jemari mungil Minhyun menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun, pipi chubbynya telah basah, dan jangan lupakan mata kelincinya yang terpejam.

Appa tidak bermaksud seperti itu!” Kyuhyun melambaikan kedua tangannya secara bersamaan.

Dua orang manusia itu sama-sama terdiam memandang Kyuhyun. Apa yang mereka dengar benar-benar membuat pikiran mereka melayang sejenak. Jelas jika Sungmin bisa mengendalikan pikirannya, tetapi jika Minhyun? Gadis mungil itu bahkan mulai berpikir yang aneh-aneh tentang apa arti sebuah kata ‘appa’ yang Kyuhyun ucapkan. Gadis mungil itu berpikir tentang perbedaan ‘appa’ dan ‘bapa’. Di samping itu, ia pun mulai melayangkan satu pertanyaan.

Apa ajussi yang menyebut dirinya sendiri sebagai appa itu adalah malaikat yang turun dari langit?

Minhyun tahu jika appanya telah berada di surga, memang seperti itulah kata Sungmin. Kakek Park pernah bercerita bahwa seseorang yang turun dari surga adalah malaikat yang baik. Kakek Park juga mengatakan, seorang malaikat pasti memiliki wajah yang tampan dan cantik juga watak yang baik karena merekalah pelayan Tuhan di surga. Tetapi, jika Minhyun kembali menatap wajah Kyuhyun?

Tidak, entah mengapa pemikiran anak kecil itu terbilang sangat rasional. Ia bahkan lebih memilih menganggap Kyuhyun sebagai musuh malaikat. Kata Kakek Park, musuh malaikat adalah iblis dan iblis memiliki senyuman yang menakutkan; persis seperti senyuman Kyuhyun.

Pandangan tajam Sungmin jatuh pada mata Kyuhyun, seolah-olah perempuan itu berusaha melontarkan pertanyaan lewat pandangannya. Memang ia tahu jika Kyuhyun benar-benar tak sengaja, tetapi tetap saja semua itu tak dapat diterima. Jika Minhyun bertanya, bisa gawat nanti.

“Bb—bagaimana jika kita sarapan di luar?” Kyuhyun mencoba mengalihkan pemikiran dua sosok cantik di hadapannya. Jujur saja ia juga merasa canggung setelah menerima tatapan maut dari keduanya. Sebelum Sungmin melontarkan protes, lelaki itu buru-buru mendorong punggung Sungmin agar ia kembali melanjutkan langkah.

“Kk—Kyu ..”

“Ayolah, jagiya ..,” tangan Kyuhyun mulai melingar di pundak Sungmin. “Minhyun juga tidak menolak, bukan?” tanya Kyuhyun sembari mengedipkan sebelah alisnya. Ck, lelaki itu masih saja suka menggoda seperti dulu.

Gadis mungil bernama Minhyun itu memilih untuk melesakkan wajahnya di pundak sang eomma setelah ia menerima godaan Kyuhyun. Hei, itu cukup membuat lelaki itu sedikit sweatdrop karena ditolak oleh Minhyun.

Akhirnya dua orang itu memilih restoran tradisional. Memesan menu masakan untuk sarapan dan tentu menu masakan untuk balita. Tak berapa lama akhirnya masakan telah datang, membuat Kyuhyun yang memang benar-benar telah lapar melahapnya begitu saja. Sungmin yang masih sibuk menyuapi Minhyun hanya diam, seperti biasa ia harus menunda sarapan paginya.

Minhyun yang sibuk memencet-mencet hidung bunny pink yang ia bawa terlihat sesekali melirik ke arah Kyuhyun. “Eomma, ajussi ini menakutkan!” cicitnya dengan suara yang cukup rendah.

Kyuhyun yang tadinya tengah melahap sarapannya menghentikan gerakan tangannya dan menatap Minhyun dengan tatapan tak percaya. Sungminpun juga begitu, perempuan itu pun menatap wajah sweatdrop Kyuhyun sekilas dan kembali menatap Minhyun. “Memang seperti itulah ..,” kikikan kecil meluncur dari mulut Sungmin, membuat hati Kyuhyun semakin dongkol.

Minhyun menatap sengit wajah Kyuhyun, “Dia bukan malaikat!”

“Jj—jagiya, jangan bicara tidak sopan, ah!” Sungmin mencoba melontarkan protes.

Oh, malang sekali nasibmu, Cho Kyuhyun. Di waktu yang sepagi ini kau telah dibuat sweatdrop selama beberapa kali oleh darah dagingmu sendiri. Kepala Kyuhyun menggeleng tanda prihatin, “Aku ‘kan appamu ..,” ucapnya dengan nada setengah bercanda; tentu diiringi oleh akting sedihnya.

“Kyunnie!” Sungmin melontarkan protes dengan memberi sebuah deathglare.

“Tidaaak!” Minhyun berteriak dengan suara cemprengnya. “Minhyun ingin punya appa malaikaaat!”

TBC

71 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 13 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. Wkwkwkwkwkwk
    Kyuhyun d’tolak sama minhyun
    Mknya kyu jngn iseng deh, jd d’bnci sama analnya sndiri kan hehehehehe

    Keluarga yg lucu deh suka😀

    Ayo kyu terus berjuang demi keluarga kecil ini😉

  2. Hahahaaa,,, minhyun lucu banget
    Anda dia tau bahwa adjusi yg seperti “iblis” itu adalah appanya.
    Mwoo,, minhyun ingin punya appa malaikat.
    Kyuuu,, segerahlah kau berubah menjadi sosok malaikat yg tdk ditakuti oleh minhyun.
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    Mata minhyun dipagi hari sudah tercemar dengan adegan kyumin di dapur.
    ^-^ ^-^

  3. Hakhakhakhakhakhakhakhak😀
    *ketawa ala ddangko(?)
    Poor kyu!!😀 :p
    Hyunnie siksa appamu yng benar sayang, biar tau rasa appamu itu!!!😀
    Kkkkk~
    *smirk

  4. Kyu mesum #lempar bunny -,-
    Kyu harus berguru sm leeteuk oppa. Haha, kasian jga kalo kyunie digituin sma minhyun,

  5. Haha sepertinya usahamu untuk medapatkam Ming dan Minhyun akan sedikit susah Kyu
    Minhyun ingin appa malaikat sementara Kyu itu-
    Hahaha. Yang sabar ya kyu

  6. Tingkat kemesuman dan keevilan kyu yg ada di wajahnya bikin mihyun gak mau punya appa seperti kyu #mukaiblis

    Pengakuan mihyun bikin kyu shock berat..

  7. kyu sih mecum.. jadinya minhyunnie berpikir yg aneh* kan? -,- aigoo~ semoga minhyun gk bklan rewel lagi setelah ini.. cz kasian bngett kyu klo menderita terus*an :p ahahaha

  8. Kasihan sekali kamu Kyuhyun, tidak diakui sama anak sendiri. Siapa suruh dulu tidak mau menerima kehamilan Sungmin, begini kan jadinya sekarang? Bahkan anakmu sendiri tidak mau mengakuimu

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s