My Special Angel | KyuMin | Chap 12 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 12/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Minhyun.

 

Nama yang terpanggil dengan suara bass itu kembali terngiang di telinga Sungmin. Suatu tanda tanya besar memenuhi pikiran Sungmin kali ini, dan itu cukup membuatnya pusing karena terlalu keras berpikir. “Minhyunie, apa Minhyun pernah bertemu dengan ajussi yang tidak Minhyun kenali?”

 

Ajussi?” Minhyun memiringkan kepalanya, sedikit tidak mengerti dengan apa yang tengah sang eomma tanyakan. Pikiran anak itu melayang, memikirkan ajussi yang tinggal di sebelah kamar yang mereka tempati. “Park ajussi?”

 

Sungmin baru saja merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia menanyakan hal seperti itu kepada anaknya yang masih berumur sedini ini? Tetapi setidaknya, ia bisa bernafas lega kala Minhyun tak mengingat siapapun kecuali Park ajussi. Telapak tangan Sungmin terangkat, kembali membelai lembut rambut Minhyun. “Minhyunie, jika lain kali ada ajussi asing yang datang, jangan hiraukan dia, ne?”

 

Kepala Minhyun mengangguk menurut, “Ne, eomma ..”

 

“Setelah makan, sikat gigimu dan pergi tidur ..”

 

Kali ini tak ada sahutan, hanya dengungan kecil yang Minhyun lontarkan. Gadis cilik itu memilih untuk mengangguk daripada menjawab dengan kata-kata. Mungkin karena ia terlalu asyik mengunyak jajangmyun-nya yang mulai dingin.

 

OoOoO

 

Sungmin membuka kelopak matanya yang terpejam kala samar-samar suara bel rumah berdenting nyaring. Ia menggeliat, menatap sang buah hati yang masih tertidur di sampingnya. Lagi-lagi suara bel itu kembali berdentang, membuat Sungmin mengerutkan alisnya bingung. Tidak seperti biasanya orang-orang di rumah ini tak terganggu dengan suara dentingan bel yang ditekan berkali-kali. Akhirnya Sungmin bangkit, mengambil jaket tipis dan memakainya. Setelah itu perempuan mulai berjalan keluar kamar.

 

Ting-tong!

 

Sungmin mengerang dalam diam, orang yang memencet bel rumah kali ini begitu tak sabaran. Jangan-jangan pengunjung itu adalah orang jahat, batin Sungmin. Perlahan bibir Sungmin mengerucut, nampaknya perempuan itu merutuki pemikiran bodoh yang melesat di otaknya. Langkah kaki Sungmin terhenti kala ia telah berdiri tepat di depan pintu, sebelah mata kelincinya terpejam; mencoba untuk mengintip sang tamu dari lubang kecil di pintu.

 

“Astaga!” Sungmin berteriak kaget kala pandangan matanya menangkap bayangan wajah sang tamu yang putih pucat; bagai hantu yang berusaha menggodanya tengah malam seperti ini. Sungmin bergidik ngeri, di luar pasti sangat dingin. Jadi, tidak mungkin ada seseorang yang mau keluar rumah dan berkunjung ke rumah orang lain.

 

Cklek.

 

Suara pintu dari kamar lain terbuka, membuat Sungmin yang terkejut menoleh seketika. Sungmin patut menghela nafas kala ia mendapati sosok Leeteuk di sana. Lelaki muda yang baru keluar dari tugas Wamilnya itu berjalan menghampiri Sungmin dengan memasang muka penuh tanda tanya. Dahinya mengerut, Leeteuk pun melangkahkan kakinya mendekati Sungmin.

 

“Ada apa?”

 

“Ll—lihat saja!” Sungmin beringsut, bersembunyi di belakang punggung Leeteuk.

 

Alis Leeteuk bertaut karena rasa heran yang semakin besar, lelaki itu mulai melangkah menghampiri pintu masuk. Sebelum lelaki itu benar-benar membuka pintu, matanya melirik ke arah Sungmin selama beberapa detik. Sebenarnya, ia juga merasa ngeri.

 

Cklek ..

 

Mata kelinci itu mengerjap penuh rasa tidak percaya kala sosok lelaki berkulit pucat yang memencet bel rumah mereka adalah Kyuhyun. Sosok lelaki yang menggigil kedinginan itu melukiskan evil smirk di tengah wajah pucatnya yang mirip mayat hidup; sungguh membuat siapapun bergidik. Jangan kira hanya Sungmin dan Leeteuk saja yang terkejut. Kyuhyunpun tak kalah terkejut kala ia mendapati seorang lelaki tampan membukakan pintu untuknya.

 

Ss—siapa lelaki ini? Batinnya melempar pertanyaan untuk dirinya sendiri.

 

Nuguseyo?” lelaki tampan yang membuka pintu bertanya.

 

“Jj—jeo ..,” entah mengapa rasanya lidah Kyuhyun terasa kelu kala ia kembali menatap Sungmin yang mencengkeram kuat bahu lelaki asing tersebut. Sungguh, ia tercekat oleh rasa penasarannya sendiri. Perempuan yang mengisi pikirannya selama ini tengah berlindung di punggung lelaki lain. “Jj—jeo ..”

 

Melihat gelagat Kyuhyun yang menggigil membuat Leeteuk melengos iba. “Masuklah dulu, kau pasti kedinginan ..”

 

Hajima ..,” Sungmin menginterupsi, “Dd—dia orang asing.”

 

“Minnie-yah, kau tidak lihat dia menggigil karena kedinginan?”

 

Kk—kenapa bisa seperti ini? Suara batin Kyuhyun menjerit ketika gendang telinganya menangkap percakapan dua orang itu. Memang pemikiran tentang siapa sosok lelaki tersebut begitu membuatnya pusing, tetapi pemikiran tentang status lelaki tersebut lebih membuatnya pusing! Jangan-jangan lelaki tampan itu adalah suami Sungmin, pikirnya.

 

Geokjeongma!” telapak tangan Leeteuk membelai lembut bahu Sungmin, setelah itu ia kembali menatap Kyuhyun. “Masuklah!”

 

Tubuh Kyuhyun akhirnya terseret oleh langkah kakinya sendiri memasuki rumah kecil tersebut. Lihat matanya yang masih membidik sosok Sungmin dengan pandangan menakutkan, seolah-olah ia siap untuk menggencar Sungmin dengan beberapa pertanyaan yang telah mengganjal di hatinya. Kyuhyun mulai mendudukkan dirinya di kursi, menatap Leeteuk yang juga menatapnya.

 

“Ada apa, tuan?” Leeteuk berinisiatif membuka percakapan.

 

“Aku tersesat di Daejeon,” jawab Kyuhyun singkat. “Bolehkah aku meminjam kamar di sini? Aku benar-benar tersesat.”

 

“Aku ingin masuk!” Sungmin menginterupsi, sedetik kemudian perempuan itu bangkit dan melangkah meninggalkan ruang tamu. Ada rasa sebal kala Kyuhyun bersikap seperti itu. Ia mendengus, mengutuk keberadaan Kyuhyun yang telah mengetahui dimana ia tinggal bersama Minhyun. Oh, tidak. Kali ini Sungmin benar-benar tidak bila lari dari Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Nyanyian dan kicauan burung yang bertengger di ranting pohon meramaikan suasana pagi hari ini. Sinar matahari yang menyelimuti atmosfir bumi terlihat mengkilat keemasan. Suara deru angin yang berhembus sepoi-sepoi semakin membuat pagi ini begitu sempurna. Tetapi menurut Sungmin, pagi ini adalah pagi yang terkutuk. Semalaman penuh ia tak dapat memejamkan mata, hal itu disebabkan karena bayangan Kyuhyun menganggu pikirannya. Sungmin membuka pintu dengan gerakan malas. Wajahnya terlihat sendu, ada lingkaran hitam di matanya.

 

Deg ..

 

Tidak, lelaki itu keluar dari kamar Leeteuk yang berhadapan dengan pintu kamar Sungmin. Pandangan mereka bertemu, terkunci selama beberapa saat sebelum sebuah telapak tangan mungil menggandeng telapak tangannya. Seketika itu pula Sungmin mengalihkan pandangannya menatap malaikat kecil yang berdiri tepat di samping tubuhnya.

 

Eomma,” Minhyun merengek sembari mengucek mata. Mata kelincinya yang masih terserang kantuk itu mengerjap beberapa kali.

 

“Ah, kau sudah bangun, hm?” Sungmin merundukkan kepalanya, membelai lembut rambut Minhyun.

 

Tahu apa yang tengah Kyuhyun rasakan saat pandangannya jatuh di wajah Minhyun? Dadanya berdebar; naik turun tak beraturan, nafasnya tiba-tiba terasa berat, dan pikirannya mendadak kacau. Ia kembali bertemu gadis cilik itu, anaknya. Perasaan yang Kyuhyun rasakan semakin tak menentu kala gadis kecil itu memandang wajahnya. Dia benar-benar tak sanggup berkata.

 

“Oh, ajussi?”

 

Suara indah itu terdengar dari mulut Minhyun, membuat hati Kyuhyun berbunga. Ia tersenyum kikuk, kemudian tersenyum. “Kau masih mengingatku?”

 

“Ayo mandi, jagi ..,” Sungmin berusaha mengalihkan perhatian Minhyun, menarik tangan mungil Minhyun menjauhi kamar mereka. Tidak, ia tak ingin Minhyun mengingat sosok Kyuhyun. Hal itu akan membuat Kyuhyun memiliki kesempatan merebut hati Minhyun. Ia tak ingin Kyuhyun mencuci otak Minhyun lalu menyuruh gadis kecil tanpa dosa itu memanggil Kyuhyun dengan panggilan appa. Itu hal gila!

 

“Ming, tunggu!” seru Kyuhyun, lelaki itu masih saja  berusaha mengekor langkah kaki Sungmin.

 

Minhyun melukiskan wajah kebingungan kala melihat sosok ajussi itu berjalan mendekati mereka. “Eomma, ajussi itu mengikuti kita ..”

 

Belum sempat Sungmin berucap kata, ia merasakan pegangan tangan Minhyun menghilang. Matanya melotot, sontak membuat ia membalikkan badan.

 

“Bagaimana jika pagi ini ajussi yang memandikanmu, hm?” Kyuhyun mencoba menimang gadis kecil yang ada di gendongannya. Sesekali bibir tebal itu mencium pipi chubby Minhyun dengan lancang, memperlakukan gadis mungil itu seenaknya.

 

“Hik .., eo—eomma ..,” Minhyun yang berada di gendongan Kyuhyun berusaha berontak dengan bergerak ke kanan dan ke kiri. Tangan pendeknya terulur untuk memeluk eommanya sendiri. Hei, wajar saja ia ketakutan. Ia hanya anak kecil yang tiba-tiba digendong oleh seorang ajussi yang tak ia kenal. Apalagi ketika bangun tidur; mood seorang anak kecil sangat buruk di awal pagi.

 

“Minhyunie,” tangan Sungmin bergerak untuk merebut sosok Minhyun.

 

Kyuhyun membalikkan badan dengan segera setelah ujung matanya melirik ke arah Sungmin. Tidak, ia masih belum ingin menyerah dalam mengambil hati Minhyun. “Uljima, setelah ini ajussi akan membelikanmu ice cream, bagaimana?”

 

Seketika itu pula Minhyun menghentikan rengekannya, menatap wajah tampan Kyuhyun dengan matanya yang bulatnya. Ajussi yang tengah menggendongnya ini menawarinya sesuatu bernama ice cream. Dan setahu Minhyun, ice cream adalah makanan dingin dengan rasa manis yang sangat ia suka.

 

“Kemarikan, Kyu .., dia menangis!” Sungmin berkata dengan nada sengit, dengan gerakan cepat perempuan itu merebut Minhyun dari gendongan Kyuhyun. Dua perempuan yang Kyuhyun cintai itu akhirnya melangkah pergi, meninggalkan sosok Kyuhyun yang berdiri seorang diri di lorong rumah.

 

Mata Kyuhyun menangkap mata berair Minhyun yang menatapnya. Menyelami bola mata jernih milik anaknya. Anaknya? Pantaskah Kyuhyun berkata seperti itu?

 

Lihat, Kyu .. Bahkan dia menolakmu.

 

OoOoO

 

Kyuhyun berjalan seorang diri menyusuri jalanan kota Daejeon. Hari ini ia berkeliling kota Daejeon untuk melepas penat. Perasaannya benar-benar sakit kala Sungmin tak memberinya ijin mengajak Minhyun keluar rumah. Bahkan perempuan itu rela membawa Minhyun ke tempat kerja walau Leeteuk melarangnya. Karena hal itu, ia kembali mengingat keributan kecil yang terjadi pagi hari tadi.

 

Kyuhyun tesenyum, miris sekali. Perempuan yang ia cari selama tiga tahun terakhir itu benar-benar menolak  kehadirannya kembali. Tangan Kyuhyun terangkat, meraba dadanya yang berdenyut sakit. Lelaki tampan itu merasakan kehampaan, bahkan ia merasa tak sanggup melanjutkan hidup jika seperti ini. Kyuhyun benar-benar merasakan akhir dari hidupnya saat ini. Membuat mata tegasnya berair, lututnya tiba-tiba bergetar.

 

Kyuhyun mendudukkan diri di kursi halte; menyandarkan tubuh lelahnya di sana. Jika telah seperti ini, tak ada tempat pulang untuk Kyuhyun. Lelaki berumur dua puluh enam tahun itu benar-benar merasa putus asa dengan semuanya. Bibirnya yang pucat mulai membiru, tanda bahwa lelaki itu kedinginan. Jelas saja seperti itu, lelaki itu pergi tanpa menggunakan jaket tebal.

 

Penggalan lagu Sorry-Sorry terdengar dari balik saku celana Kyuhyun, itu berarti seseorang mencoba menghubungi Kyuhyun.  Dengan enggan Kyuhyun merogoh saku celananya, meraih ponsel yang bersembunyi di sana. Jempolnya memencet tombol hijau, kemudian menempelkan ear piece ponsel ke telinganya.

 

Yeoboseyo?

 

“Yeoboseyo. Oppa, kaukah itu?” suara seorang wanita mengalun dengan begitu lembut dari seberang.

 

“Ada apa, Seo?” Kyuhyun menanggapi suara mungil yang melemparkan pertanyaan kepadanya. Ia tahu warna suara ini, bahkan ia hafal dengan suara ini.

 

“Oppa menghilang selama dua hari. Kemana saja?”

 

“Daejeon.”

 

“Oppa mencari Sungmin eooni?”  rasa khawatir tersemat di pernyataan Seohyun kala perempuan itu menangkap suara lemah Kyuhyun. “Apa ada hal buruk yang terjadi?”

 

“Dia menolakku,” Kyuhyun merundukkan kepalanya, mengusap wajah lelahnya.

 

“Oppa ..,” nada suara Seohyun melemah karena prihatin. “Kau tidak boleh putus asa seperti itu ..”

 

“Lalu apa yang harus aku lakukah, Seo?” Kyuhyun mengerang di tengah ucapannya. “Dia membuatku gila!”

 

“Kyuhyun oppa, kau ingin mendengar kabar baik dariku?” sang penelpon masih tetap berusaha menghibur hati Kyuhyun. Perempuan berpipi chubby yang ada di Seoul itu mulai mengalihkan pembicaraan; kurang lebih ia ingin membuat Kyuhyun melupakan rasa sedihnya.

 

“Huh?”

 

“Victoria eonni pulang ke Korea membawa seorang lelaki,” Seohyun mengucapkannya dengan nada seceria mungkin. “Lelaki itu adalah penguntit Victoria eonni, dia dari Thailand. Aku senang saat melihat wajah frustasinya ..,” kikikan kecil terdengar begitu menggelitik gendang telinga Kyuhyun. “Kau patut bersyukur, oppa. Setidaknya satu masalah telah selesai.”

 

Kyuhyun mendesah frustasi, “Kau benar. Tapi tetap saja semua tak akan membaik begitu saja.”

 

Samar-samar terdengar helaan nafas berat Seohyun. “Ada apa denganmu, huh?” entah mengapa nada suara Seohyun kali ini meninggi, membuat Kyuhyun kembali menegakkan posisi duduknya. Hei, sekalipun Seohyun tak pernah berbicara dengan logat yang terkesan tidak sopan seperti ini. “Jika kau telah menyerah saat ini, lebih baik kau benar-benar mundur dan mencari wanita lain!”

 

“Apa?” alis Kyuhyun bertaut ketika saran itu terlontar dari mulut Seohyun dengan cara seperti ini. Ini benar-benar tak dapat dipercaya.

 

“Kenapa tiba-tiba menyerah? Dengan begitu, perjuangan oppa selama tiga tahun ini akan sia-sia!”

 

“Ss—Seo ..,”

 

“Terus melakukan pengakuan dosa di gereja jika berakhir seperti inipun, semua akan sia-sia! Apa nanti Oppa ingin menyesalinya di nerakan?” Seohyun menghirup nafas panjang sebelum kembali berucap. “Dengar oppa, kau pergi ke Daejeon untuk apa?”

 

“Sungmin.”

 

“Tiga tahun ini oppa menunggu untuk siapa?”

 

“Sungmin.”

 

“Oppa hidup untuk apa?”

 

“Sungmin.”

 

“Oppa bertahan untuk siapa?”

 

“Sungmin.”

 

“Semua yang ada dipikiranmu hanya Sungmin eonni bukan? Jika oppa menyerah, untuk apa oppa hidup?”

 

Benar. Jika Kyuhyun menyerah, maka semua akan berakhir. Semua; hidupnya, cintanya, dan perjuangannya. Kyuhyun memukul kepalanya sendiri, berusaha untuk menyingkirkan rasa putus asa yang hampir membuatnya tenggelam dalam lubang penyesalan.

 

“Oppa sudah mengerti, bukan?” suara Seohyun membuyarkan segala lamunan Kyuhyun.

 

“Tentu. Gomawo, Seohyun-ah ..”

 

“Baik, aku harus pergi .. Selamat berjuang!”

 

Pik. Sambungan telpon mereka terputus. Seketika itu pula Kyuhyun mengantongi ponselnya kembali. Detik ini semangat lelaki itu berkobar, membuat aura setan milik Cho Kyuhyun yang telah lama hilang kembali muncul. Tangannya mengepal, mata tajamnya melotot, dan evil smirknya terlukis. Seorang Cho Kyuhyun yang dulu kembali lahir.

 

Ajussi!” teriakan melengking; khas seorang anak kecil membuat Kyuhyun yang memandang jalanan kota Daejeon menoleh. Matanya terbelalak kaget kala gadis kecil yang imut itu tengah berlari menuju dirinya. Setelah itu, pandangan Kyuhyun beralih ke arah seorang wanita yang berlari mengejar gadis mungil itu dengan tergopoh-gopoh. Kyuhyun bangkit dari duduknya dan merentangkan tangannya untuk menerima pelukan Minhyun.

 

Ii—ini nyata.

 

Kyuhyun bahkan tak percaya jika sosok gadis cilik ini memeluk tubuhnya dengan begitu erat. Jantungnya berdetak tak karuan, matanya melotot lebar. Perlahan tangan Kyuhyun terulur untuk membelai punggung Minhyun, “Aa—ada apa?”

 

“Minhyunie, sudah eomma katakan jangan berlari!”

 

Minhyun melepaskan pelukannya, bibir tipisnya mengerucut imut. Gadis kecil itu terlihat marah dengan teguran sang eomma. Mata kelincinya menatap wajah Kyuhyun, seolah-olah meminta pembelaan dari ajussi yang baru ia peluk. Memang seperti itulah Lee Minhyun jika telah merajuk. Perempuan itu akan meminta tolong kepada siapa saja dengan pandangan aegyonya. Ck, kebiasaan buruk.

 

“Ss—sudahlah, Ming .., dd—dia hanya ingin bb—bermain,” ucap Kyuhyun terbata. Kyuhyun masih memenjarakan pandangannya di wajah Minhyun. Lihat gadis mungil ini, sangat cantik. Bibir merah merona, pipi chubby, mata kelinci yang manis, wajah oval yang proporsional, dan jangan lupakan aegyonya. Kyuhyun berdecak dalam hati, gadis ini benar-benar mewarisi fisik sang eomma.

 

“Minhyun, ayo pulang!” suara Sungmin menginterupsi bersamaan dengan tangannya yang menarik pinggang Minhyun.

 

“Tidak mau!” Minhyun merengek, tangan mungilnya mencengkeram erat lengan Kyuhyun. “Tidak mau!”

 

“Sudahlah, Ming ..,” Kyuhyun mencoba meredakan pertengkaran kecil ini.

 

Sungmin menatap tajam sosok yang ada di hadapan Minhyun, memberinya deathglare yang cukup menakutkan. “Kenapa kau rewel sekali di saat yang seperti ini?”

 

Ajussi, hiks .., hiks ..,” akhirnya Minhyun menangis setelah mendengar Sungmin sedikit meninggikan nada suaranya.

 

“Kau membuatnya menangis, Ming ..,” mata Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan marah. Sedetik setelah itu ia mengangkat tubuh mungil Minhyun dan menggendongnya. “Uljima, jagiya ..,” ujar Kyuhyun seraya mencium pipi Minhyun. Lelaki itupun mulai melangkah mondar-mandir, bermaksud untuk menghibur Minhyun yang ada di gendongannya.

 

Suara gemelatuk gigi Sungmin terdengar, perempuan itu cukup marah saat ini. Melihat Kyuhyun yang bersikap begitu sok akrab kepada Minhyun membuatnya merasa jengkel. “Kemarikan …”

 

“Wah, busnya telah datang .. Ayo kita naik,” Kyuhyun memotong ucapan yang akan Sungmin lontarkan. Lelaki itu tampaknya lebih memilih menenangkan Minhyun daripada bertengkar dengan Sungmin. Yeah, entah mengapa jiwa seorang appa sejati muncul di sosok Kyuhyun saat ini.

 

Sungmin yang melihat figur tinggi tegap itu masuk ke dalam bus membuatnya ikut melangkah. Sungguh tidak lucu jika tetap diam di sini; membiarkan Kyuhyun membawa Minhyun pulang bersamanya. Setelah memasuki bus hijau tersebut, mata Sungmin mengedar mencari sosok Kyuhyun. Pipinya menggelembung kala sudut matanya menemukan sosok Kyuhyun yang duduk di bangku barisan paling belakang dengan sosok Minhyun yang ada di pangkuannya.

 

“Biar aku ..,”

 

“Sst!” lagi-lagi Kyuhyun memotong apa yang akan Sungmin ucapkan. Kali ini dengan dalih meredam suara dengan menempelkan jemari telunjuk di bibir tebal milik Kyuhyun. “Minhyun akan tidur!”

 

Telak bibir Sungmin benar-benar mengerucut. Bisa-bisanya Minhyun tidur dengan bersandar di dada Kyuhyun? Sungmin membanting tubuhnya di samping Kyuhyun, masih memasang wajah cemberut versi Lee Sungmin. Hei, ia mulai bertingkah kekanakan saat ini, membuat Kyuhyun yang duduk di sampingnya merona kala melihat wajah imut seperti itu.

 

Hening. Untuk saat ini suasana mendadak hening, tak ada yang berucap kata. Entah mengapa ada rasa canggung yang terselip di pikiran Lee Sungmin saat ini. Lihat mereka! Mereka yang duduk bertiga di bangku paling belakang itu terlihat seperti seorang keluarga kecil yang pulang dari tamasya.

 

“Ehm.. Ming,” Kyuhyun mendengung memanggil nama Sungmin. Lelaki itu tampak sedikit bingung dengan semuanya saat ini.

 

“Apa?”  Sungmin menanggapi dengan nada datar.

 

“Kurasa kita benar-benar cocok menjadi sebuah keluarga kecil.”

 

“Jangan bermimpi,” sahut Sungmin, kepalanya menoleh ke arah Kyuhyun dan mulai menatapnya tajam.

 

Kyuhyun menghela nafas, “Aku tahu jika dulu aku bersalah. Tetapi, bisakah kita mengulangi semua dari awal?”

 

Sungmin mendengus, “Kau pikir itu mudah?”

 

“Bersandarlah kepadaku, Ming ..,” tiba-tiba tangan kiri Kyuhyun bergerak mendekap bahu Sungmin; membuat kepala Sungmin jatuh di pundaknya. Oh, tahukah apa yang tengah Sungmin rasakan kali ini? Ia gugup, gugup sekali. “Biarkan aku mencoba sekali lagi.”

 

 

TBC

 

Music : Honestly by SHINee

69 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 12 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. gzzz beneer” penasaran
    skng udah jam 12m, gmna neh
    kyu harus luluhin hati ming dulu yaah
    fighting kyuming, kkk jd sama” menderita ya..😦

  2. Udahlah sungmin terima aja kyuhyun jngn malu2 itu jg demi kebaikan minhyun kan dia psti seneng kedua orang tuanya lengkap

    Ayo kyu terus berjuang demi keluarga kecil mu
    Kyuhyun hwaiting
    Sungmin hwaiting
    Minhyun hwaiting
    Author hwaiting juga😀

  3. Jangan putus asa kyu,, rebut hati sungmin kembali dan jadi lah sosok appa yang baik bagi minhyun.

    Sungmin berilah kesempatan untuk kyu,, biarkan minhyun merasakan kasih sayang seorang appa.

    Jangan pisahkan ayah dan anak

  4. Semoga.. Semoga.. Semoga setelah ini bahagia..sempat nangis di awal tadi..
    Kyu kasian bgt..
    Seo baik banget yahhh.. Lope deh buat seo unni..
    Minhyunnnn, ayo buat eomma appa mu bersatuuu..

  5. Yee semakin membaik ya😀
    MinHyun pasti imut banget😀 menurutku MinHyun punya 2 kepribadian, evil dan aegyo mungkin kkkkk

  6. Lagi” seo berbuat baik disini.😀
    Kkkkk~
    Ming cobalah untuk terima kyu lagi.
    Kyu kau harus extra semangat untuk kejar ming lagi. ^^
    FIGHTING!!! ^^
    *kepal tangan

  7. wowwwwwwwwwwwwwwwew….. Bener Bener ikatan batin antra appa n aegya….. uhuhuhuhuhuhuhihh,,,, eomma Minnie sambutlah keluargamu…. walaupun sulit tp apa salahnya mencoba,,, second change #plak ,,, jdul ff nya chingu yg laen ikut nongol Hehehe

    pokoknya cemumud buat kyumin,,, minhyun,,, n klw bisa buat dede hyunmin ♥♥♥

  8. Kyu fighting. Semoga hati sungmin bisa kyu dapatkan kembali. Si seo hebat ngasih kyu semangat agar tdk putus asa…..

  9. yupzz ming coba beri kesempatan pada kyu sekali lagi…lagian selama 3 tahun ini dia tidak pernah berhenti untuk mencarimu kan…dan demi anakmu juga… semoga dia punya kehidupan yg lebih baik lagi dengan adanya seorang appa eoh??

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s