My Special Angel | KyuMin | Chap 11 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 11/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Setelah bis itu melaju, Kyuhyun segera mengekor kemana Bus itu akan melaju. Benar kata Seohyun, ada dua kemungkinan. Bus itu akan melaju menuju Daegu dengan belok di tol kiri, atau melaju menuju Daejeon dengan belok di tol kanan. Mata Kyuhyun serasa tak berkedip barang satu menitpun semenjak ia membidik bus hijau yang berada beberapa meter di depan mobilnya.

 

Mata Kyuhyun melirik ke arah traffic light yang akan ia lewati, semoga saja Dewi Fortuna berpihak padanya sore ini. Kyuhyun berniat mendahului laju bus itu, pangkal kakinya menginjak gas, tangannya membanting stir kemudi ke kiri.

 

Tiiin!

 

Suara klakson mobil itu terdengar melengking kala Kyuhyun membelokkan mobilnya. Hampir saja mobil yang Kyuhyun kendarai mengakibatkan satu nyawa melayang, lelaki itu tak memperhatikan posisi mobil lain yang ada di sampingnya. Membuat pengendara mobil lain harus menginjak rem dan membunyikan klakson. Namun sepertinya lelaki berambut cokelat keemasan itu tampak cuek, ia tidak peduli jika mendapat bunyi klakson tanda protes. Yang jelas ia bisa mencapai tujuannya.

 

Suara sirine mobil polisi kali ini terdengar bersahut-sahutan. Membuat Kyuhyun jengah kemudian melirikkan mata. Oh, ternyata polisi itu tengah mengejar mobil yang ia tumpangi. Kyuhyun kembali memfokuskan pandangannya ke bus yang tengah ia incar. Selama peringatan dari polisi bodoh itu belum ia terima, ia tak akan menepikan mobil.

 

“Mobil dengan plat nomor S 0201 H harap menepi. Mobil dengan plat nomor S 0201 H harap menepi.”

 

Shit!” akhirnya peringatan yang tak Kyuhyun harapkan terdengar, membuatnya reflek menggebrak setir kemudi kemudian membawa mobil itu menepi. Kali ini ia tak bisa mengekor kemana bus itu akan pergi. Dan lebih parahnya lagi, ia terkena tilang.

 

OoOoO

 

Minhyun sudah besar.

 

Sungmin memperhatikan setiap lekuk wajah Minhyun yang tengah terbuai mimpi. Jemarinya membelai pipi chubby itu, bibirnya sesekali melengkung—melukiskan senyum. Setiap kali ia memperhatikan wajah malaikat kecil ini, rangkaian doa tak henti-hentinya ia sematkan diantara nafasnya yang berhembus.

 

Untuk Lee Minhyun, anak pertama yang diberkati.

 

Awal kehidupan penuh canda dan tawa diawali dengan kehadiran Minhyun di dunia. Perempuan mungil itulah malaikat Tuhan yang Sungmin rasa adalah jalan keluar dari semua masalahnya dulu. Seberat apapun masalah yang ia hadapi, melihat sosok Minhyun yang ada di dekapannya membuat Sungmin kembali tegar. Menerima senyuman polos dan tulus dari Minhyun membuatnya merasa menjadi seorang ibu yang paling beruntung di dunia.

 

Dia mirip denganku, karena akulah satu-satunya orang tua untuknya.

 

Sungmin kembali menyanyilan lullaby, menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar. Jika telah sendiri seperti malam ini, maka pikiran Sungmin akan melayang kemana-mana. Memikirkan masa lalu, masa depan, dan masa sekarang. Memikirkan Minhyun, dirinya, kemudian Kyuhyun.

 

Kyuhyun? Apa lelaki itu masih mengingat kami?

 

Hampa. Ketika perempuan itu kembali mengingat sosok lelaki yang membuatnya mengandung Minhyun, maka semua akan kembali terasa hampa. Ada suatu rasa dendam kala ia mengingat Kyuhyun berniat membunuh Minhyun. Tetapi, toh sekarang apa yang Kyuhyun lakukan bukan menjadi urusannya. Ia tak peduli segala tentang Kyuhyun, ia hanya mencoba peduli dengan Minhyun.

 

OoOoO

 

Kyuhyun tengah sibuk mengetik sesuatu dengan laptopnya. Pekerjaan menyebalkan ini harus segera ia selesaikan, dengan begitu ia dapat mengambil cuti di akhir tahun. Beberapa kali Kyuhyun terlihat menggerakkan lehernya yang terasa pegal, beberapa kali pula gumaman Kyuhyun terdengar diantara suara hantaman keyboard.

 

Untung saja Victoria tengah pergi ke luar negeri untuk berbelanja. Wanita itu bilang, ia harus pergi ke suatu negara untuk membeli sebuah boneka barbie special edition. Cukup satu kata yang Kyuhyun katakan untuk menanggapi Victoria saat itu, babo. Dengan begitu, keadaan akan semakin baik. Semoga saja Victoria tersesat di negeri orang dan tak bisa kembali. Setidaknya, itulah doa ‘mulia’ yang Kyuhyun ucapkan saat mengantarkan kepergian Victoria.

 

Victoria, yeoja itu benar-benar gila. Mengikuti kemanapun Kyuhyun pergi, menyeretnya kemanapun ia mau, dan yang lebih parahnya lagi mengklaim Kyuhyun sebagai kekasihnya. Well, jika saja Victoria bukanlah anak dari relasi kerja appa Kyuhyun, mungkin dengan senang hati Kyuhyun akan menyakiti hati Victoria dengan perkataan pedasnya. Kyuhyun berdesis, ia merasa telah berdosa besar kepada Tuhan; karena itu ia bisa bertemu dengan Victoria.

 

Tring.

 

Kepala Kyuhyun menoleh kala ia mendengar suara dering penanda e-mail masuk dari ponselnya. Dengan segera ia meraih ponsel barunya kemudian menekan tombol open.

 

Rumah kediaman Park Minhwa, Blok 7 No. 103, Daejeon.

 

Kyuhyun menutup slip laptopnya, bangkit dan berlari meninggalkan ruangan kantor. Tanpa mencoba menyapa siapapun yang ia temui, Kyuhyun berlari menuju tempat parkir. Merasa tak kesulitan menemukan mobilnya, lelaki itu pun langsung menaiki dan memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Oh, ia begitu tak sabar bertemu dengan Lee Sungmin.

 

OoOoO

 

Matahari telah bersembunyi di sisi bumi yang lain, hawa khas musim dingin mulai menggila menerpa siapapun, termasuk Sungmin. Peremapun itu terlihat berjalan seorang diri. Kepalan tangannya terlihat memukul pelan lehernya sendiri, dan tangan kirinya terlihat menenteng sesuatu. Malam ini ia pulang lebih cepat, dan berita baiknya ia membawa makanan kesukaan Minhyun; Jajangmyun. Memikirkan Minhyun yang menyambutnya dengan tawa riang membuat Sungmin mempercepat langkah; ia ingin bertemu Minhyun secepatnya.

 

“Huh, angin menjelang akhir tahun semakin menggila saja,” gumamnya. Ia meletakkan jajangmyun yang ia tenteng di salah satu kursi halte dan mendudukkan diri.

 

“Dasar bodoh! Sekarang aku tersesat di Daejeon!” suara seorang lelaki terdengar cukup keras oleh Sungmin.

 

Pasti orang asing. Gumam Sungmin praktis. Oh, ia tak ingin terlibat dengan orang asing. Maka dari itu Sungmin mencoba untuk tak peduli kepada orang yang duduk di ujung halte. Sungmin masih tetap menatap jalanan kota Daejeon yang mulai sepi kendaraan. Jiwanya mulai resah kala bis yang sedari tadi ia tunggu tak kunjung hadir.

 

“Dan juga .., hei! Yeoboseyo? Aish!” lelaki yang duduk di ujung halte itu berteriak, entah karena apa Sungmin tak tahu. Lelaki yang duduk itu terlihat menunjuk-nunjuk ponselnya sembari mengeluarkan umpatan kasar. Sungguh, hal itu membuat Sungmin merinding. Ingin sekali ia cepat-cepat pergi dari sini.

 

Setelah itu, Sungmin merasakan ada seseorang yang duduk di tepat di samping tubuhnya. Oh, detik ini rasanya jantung Sungmin terasa akan copot dari tempatnya. Perempuan itu menelan ludahnya kelu, mulai menyematkan doa di setiap deru nafasnya yang mulai memburu karena terlilit rasa cemas yang tiba-tiba. Karena hal itu, tubuh Sungmin tiba-tiba menegang untuk beberapa saat.

 

“Nyonya, bisakah aku meminjam handphone anda?” seorang lelaki itu akhirnya berkata.

 

Sejujurnya, Sungmin cukup tersentak dengan pertanyaan itu. Nafas hangat yang mulai menari di sekitar pipinya membuat Sungmin semakin gugup. “Handeupon?” Nada bicara Sungmin merendah, mendadak hilang setelah manik matanya menangkap siapa lelaki yang mencoba meminjam ponsel kepadanya. Mulut Sungmin menganga karena rasa tidak percaya yang menyerbu pikirannya. Lalu sedetik kemudian ia kembali merundukkan kepala dan menyambar kantong jajangmyunnya.

 

Lelaki berambut cokelat keemasan itupun sama dengan Sungmin, ia merasakan keterkejutan yang luar biasa. Sampai-sampai ia juga tak mampu berucap kata. Yang jelas, pandangannya seketika itu terpaku dan terkunci pada sesosok wanita di hadapannya. Memori yang tersimpan di otak Kyuhyun kembali berputar, dan ketika wanita itu kembali merundukkan kepalanya, di saat itulah Kyuhyun kembali sadar dari dunia fantasinya.

 

Sebelum wanita itu berhasil melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun, dengan gerakan cepat Kyuhyun meraih lengan yeoja tersebut dan mencengkeramnya kuat. “Aa—anda, Lee Sungmin?”

 

Yeoja itu terdiam menanggapi ucapan Kyuhyun, sedetik kemudian ia berbalik dengan melukiskan sebuah senyuman. “Anda mungkin salah orang ..”

 

“Tt—tidak mungkin,” desis Kyuhyun. Lelaki itu mulai melonggarkan cengkraman tangannya, kemudian menggerakkan telapak tangannya untuk menelangkup pipi chubby yang ia rindukan. “Lee Sungmin?”

 

“Tt—tuan, anda salah orang ..,” sosok perempuan dalam kungkungan tangan Kyuhyun itu mulai berontak. Hei, ia bersikap seperti seorang perempuan yang akan digiring paksa oleh orang asing.

 

Wanita itu memang mengatakan demikian, tapi hati Kyuhyun yakin bahwa yeoja yang ada di depannya ini adalah seorang Lee Sungmin. Kyuhyun menarik sosok perempuan itu ke dalam pelukannya, membenamkan wajahnya di leher Sungmin. Ia sungguh rindu, rindu akan semua yang ada pada diri Sungmin. Suaranya, pelukannya, ciumannya, bahkan tubuhnya.

 

“Aku merindukanmu,” ucap Kyuhyun dengan suara parau. Mungkin lelaki itu mulai terisak saat ini, mengingat ia benar-benar merindukan sosok yang tengah dipeluknya tersebut. Rasa bahagia bercampur dengan kecemasan saat ini, karena itu Kyuhyun hanya dapat mengungkapkannya lewat tangisan kecilnya.

 

“Tt—tuan ..,” yeoja itu tetap besikukuh untuk menyembunyikan identitasnya. Tangannya bergerak meninju dada lelaki yang memeluknya. Matanya melirik ke depan halte, menemukan bis hijau yang ia tunggu. Dengan gerakan sekuat mungkin Sungmin mencoba mendorong dada jantan Kyuhyun, “Aa—aku harus pergi!”

 

Tubuh Kyuhyun benar-benar terdorong ke belakang. Dan seketika itu pula perempuan yang ia peluk berlari memasuki bis hijau di depannya. “Ming,” panggilnya seraya ikut melesat memasuki badan bus. Untung saja pengemudi bus itu berbaik hati menunggunya.

 

“Tuan, apa yang kau lakukan?” Sungmin berusaha menghindar. “Berhenti menguntitku!”

 

Bus itu kembali melaju, membuat Kyuhyun dan Sungmin yang masih berdiri saling tertarik ke depan. Ah, hukum benda mempertahankan posisinya ini membuat mereka saling berpelukan. Memang Sungmin hampir terjatuh, tetapi suatu keberuntungan jika Kyuhyun berdiri di belakangnya dan menahan tubuhnya yang hampir terjatuh.

 

Tunggu, setelah sekian tak lama berpandangan seperti itu membuat keduanya saling terpaku. Debar jantung itu kembali menggila, nafas mereka tercekat, dan semburat merah itu kembali mendominasi. Mereka berdua serasa masuk ke dalam dunia telenovela, bertemu kembali setelah sekian waktu yang lama dalam suatu kebetulan.

 

Tidak mungkin!

 

Batin Sungmin berteriak, berontak. Menerima tatapan seperti ini membuat Sungmin terasa tercekat dan terpojok dengan perasaannya sendiri. Sudah tiga tahun ini, ia tak pernah berharap mendapatkan pandangan seperti ini lagi, tidak pernah. Tetapi, detik ini Sungmin kembali merasakan hal tak terduga.

 

“Aah ..,” Sungmin mendorong dada Kyuhyun pelan kala ia mendengar bisikan-bisikan yang ia dengar dari penumpang bus. Dengan segera perempuan itu mendudukkan diri, mengedarkan pandangannya. Sungguh, ia tak ingin pandangan mereka kembali bertemu kemudian ia terperangkap dalam pesona seorang Cho Kyuhyun. Itu sama sekali tidak lucu.

 

“Ming,” sedari tadi, Kyuhyun hanya mampu memanggil nama Sungmin, atau paling tidak mengucapkan kata-kata ‘aku merindukanmu’.

 

“Sudah aku katakan, tuan salah orang,” ucap Sungmin dingin.

 

“Tidak mungkin! Aku tahu kau Lee Sungmin!” Kyuhyun tetap mempertahankan pendapatnya. “Ayo kita berbicara, Ming.”

 

Sungmin terdiam, ia mulai menggigit bibirnya kala kilatan rasa sakit mulai menyerang perasaannya yang rapuh. Rasa perih di dadanya kembali membuat Sungmin ingin menangis. Ia menghela nafas, berusaha untuk mengatur nafas dan tenggorokannya. Kepala Sungmin menoleh, menatap wajah Kyuhyun dengan mata kelincinya yang merah. “Untuk apa?”

 

“Aku ingin menebus dosaku.”

 

Terlukis sebuah senyuman meremehkan di kedua belah bibir Sungmin. “Menebus dosa kau bilang? Kau cukup pergi ke gereja dan berdoa di sana,” Sungmin mengedarkan pandangannya.

 

“Minhyun.”

 

Mata Sungmin terbelalak karena kaget, mendengar nama itu disebut oleh Kyuhyun membuat Sungmin kembali antusias menatap wajah penuh dosa di sampingnya.

 

“Dia …, anakku, bukan?”

 

Sungmin menelan salivanya kelu. Kyuhyun menyebut nama Minhyun, dan itu berarti lelaki itu pernah bertemu dengan malaikat kecilnya. Tidak, sampai kiamat pun Sungmin tak ingin memberikan Minhyun kepada lelaki ini. Walau pikiran untuk mempertemukan Minhyun dan Kyuhyun pernah terlintas, tetapi pada akhirnya ia selalu merutuki pemikiran bodoh tersebut.

 

“Ternyata benar, dia anakku.”

 

“Bukan,” Sungmin menginterupsi dengan suara seraknya. “Atas dasar apa menyebut Minhyun sebagai anakmu? Bahkan kau tak mengenalnya.”

 

“….”

 

“Bagaimana jika aku mengatakan bahwa Minhyun anak asuhanku?” perlahan Sungmin bangkit dari duduknya, menatap Kyuhyun dengan pandangan sinis dan menakutkan. “Memuakkan,” desisnya lalu berjalan mendekati pintu keluar bus.

 

Bus berwarna hijau itu perlahan berhenti di sebuah halte. Pintu bus terbuka, membuat Sungmin yang telah berdiri di sana melangkah. Kyuhyun yang mendapati Sungmin keluar segera mengambil langkah, mengejar sosok perempuan itu.

 

“Ming!” Kyuhyun kembali menyambar pergelangan tangan Sungmin.

 

“Sudah aku katakan, kenapa kau mengun—”

 

Tidak, ini tidak mungkin terjadi!

 

Mata Sungmin membulat, ia urung mengatakan apa yang ingin ia katakan kala bibir tebal itu mengunci mulutnya. Detik ini mereka merasa kembali ke masa lalu, bernostalgia dengan semua apa yang telah terjadi. Dan ketika bibir ini mulai melumat bibirnya yang telah lama tak merasakan sentuhan seperti ini membuat Sungmin merinding. Ciuman, mereka kembali berciuman setelah sekian lama tidak melakukannya. Tubuh Sungmin bergetar karena terkejut, membuat pikirannya mati untuk beberapa saat.

 

Bruk!

 

“Apa yang kau lakukan?!” Sungmin berteriak kalap. “Kau pikir dengan melakukan semua, aku akan kembali padamu?”

 

“Setidaknya biarkan aku bertemu dengan Minhyun, Ming!”

 

“Untuk apa? Kau bukan siapa-siapanya!”

 

“Aku appanya!”

 

Plak!

 

Sungmin menampar keras pipi Kyuhyun lalu kembali tersenyum meremehkan. Saat ini memang seperti keadaan mereka tiga tahun yang lalu. Saat dimana Sungmin menampar Kyuhyun karena kesalah-pahaman. “Hina sekali mulutmu, Cho Kyuhyun-ssi,” ucap Sungmin dengan nada rendah. “Pasti Minhyun akan bersedih jika mengetahui fakta bahwa kau, appanya, mencoba membunuhnya dulu.”

 

“Tidak ..”

 

“Dan aku tak ingin Minhyun bersedih karena hal bodoh seperti itu,” mata Sungmin memberi sebuah deathglare. “Berhenti mengatakan hal itu, aku benar-benar mual mendengarnya.”

 

Sungmin melangkah setelah ia mengatakan hal yang menyakitkan kepada Kyuhyun. Hal yang membuat Kyuhyun sendiri terasa mati kaku karena ucapannya. Perempuan itu benar-benar menyangkut masa lalu mereka, melempar segala kesalahan kepada Kyuhyun. Kyuhyun tahu ia salah, tetapi apa kali ini ia kembali melakukan kesalahan?

 

Perlahan tubuh Sungmin menghilang di tengah kerumunan, membuat Kyuhyun yang sempat dilema dengan argumentasi di pikirannya tersentak dan mengusir jauh-jauh pemikiran yang mengganggunya. Lelaki itu berlari, menerobos kerumunan. Nafasnya yang mulai terengah-engah membuat dadanya terasa membuncah. Kyuhyun mengedarkan pandangan, menjijitkan kaki, dan tak lupa melangkahkan kaki.

 

“Jangan lagi,” suara parau Kyuhyun terdengar di tengah ribut yang menyelimuti atmosfir jalanan. Memang tak ada yang peduli, tapi itu benar-benar sebuah sepenggal doa yang ia sematkan. Setelah kembali berbicara dengan Sungmin selama beberapa menit, membuat rasa lelah Kyuhyun terasa lenyap begitu saja. Lelaki bermarga Cho tak henti-hentinya berusaha mencari; dan berharap ia akan menemukan Sungmin kembali. Tak peduli jika malam ini ia harus menghabiskan waktu di Daejeon, tak peduli jika malam akan berganti pagi, dan tak peduli jika ia akan jatuh sakit nanti. Semua ia lakukan untuk Lee Sungmin. Ia tak ingin pertemuan kali ini berakhir sia-sia; berujung pada penyesalan yang ia alami selama tiga tahun ini.

 

OoOoO

 

Sungmin terdiam kala melihat Minhyun tengah melahap jajangmyun yang ia bawa dengan begitu lahap. Perempuan itu memang suka dengan jajangmyun, sama seperti Kyuhyun. Bahkan cara makan perempuan cilik itu sama persis dengan cara makan Kyuhyun; selalu memasukkan jajangmyun ke dalam mulutnya banyak-bayak—membuat mulutnya penuh dan menggelembung. Sekarang ia baru tahu, sifat Minhyun benar-benar mirip dengan Kyuhyun.

 

Sungmin mengulurkan tangannya untuk membelai rambut Minhyun, “Kau menyukainya?”

 

Minhyun mengangguk kemudian tersenyum, “Masitda!”

 

“Minhyunie, eomma benar-benar mencintaimu,” ucap Sungmin kalem.

 

“Minhyun juga mencintai eomma!” sahut Minhyun dengan suara imutnya.

 

“Bagaimana dengan appa yang ada di surga?” Sungmin melempar sebuah pertanyaan konyol. Mata kelamnya menangkap mata polos Minhyun yang mengerjap, mencoba mencari tahu apa yang tengah dipikirkan anak kecil tersebut. Konyol sekali.

 

Appa yang ada di surga?” Minhyun menggantung ucapannya. Perempuan mungil itu diam, kemudian tersenyum. “Tentu saja!”

 

Sungmin melukiskan sebuah senyuman miris. Ada suatu rasa bersalah kala Minhyun kembali terbohongi oleh kata-katanya tentang sosok seorang appa. Tapi apa daya? Memang Sungmin harus melakukan itu agar Minhyun tak bertanya kembali ketika perempuan itu beranjak dewasa; mengerti apa arti dari seorang appa bagi keluarga.

 

Minhyun.

 

Nama yang terpanggil dengan suara bass itu kembali terngiang di telinga Sungmin. Suatu tanda tanya besar memenuhi pikiran Sungmin kali ini, dan itu cukup membuatnya pusing karena terlalu keras berpikir. “Minhyunie, apa Minhyun pernah bertemu dengan ajussi yang tidak Minhyun kenali?”

 

Ajussi?” Minhyun memiringkan kepalanya, sedikit tidak mengerti dengan apa yang tengah sang eomma tanyakan. Pikiran anak itu melayang, memikirkan ajussi yang tinggal di sebelah kamar yang mereka tempati. “Park ajussi?”

 

Sungmin baru saja merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia menanyakan hal seperti itu kepada anaknya yang masih berumur sedini ini? Tetapi setidaknya, ia bisa bernafas lega kala Minhyun tak mengingat siapapun kecuali Park ajussi. Telapak tangan Sungmin terangkat, kembali membelai lembut rambut Minhyun. “Minhyunie, jika lain kali ada ajussi asing yang datang, jangan hiraukan dia, ne?

 

Kepala Minhyun mengangguk menurut, “Ne, eomma ..”

 

TBC

 

Music : My All Is In You by Super Junior

73 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 11 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. Andaikan Minhyun tw klw Kyuhyun i2 appa.a →_→ Sesuju sma sungmin😀

    Haha LOOOL Vic’eonni … beli barbie aja smp jauh2 l’luar negeri (≧▽≦)

  2. Knpa sungmin ga mau nemuin kyu n minhyun???
    Mngkin msih sakit hati kali ya, tp kasian jg kyuhyun hrus kejar2 sungmin bgtu

    Mngkin ini karma dri tuhan utk kyuhyun krna dulu smpt sruh sungmin gugurin anaknya

    Oke lanjut

  3. Min belum bisa memaafkan kyu,, tidak ingin Minhyun bertemu dengan appanya.

    Berusaha kyu,, (ϑ’̀⌣’́)ϑ Semangat…
    Bawa sungmin dan anakmu disisi mu

  4. wjar klo ming mmbenci kyu cz emg slahnya yg gamau nrima khdiran minhyun ddunia krn alsn yg konyoool..klo skrg kyu mu ming kmbli y dy rus rela mnderita dluu….
    nextttt..

  5. Baca part ini buat aku bingung mau comment apa. -_-”
    Di 1 sisi aku ingin sekali KyuMin bersatu tapi di sisi lain kyu terlalu menyakiti ming dulu makanya aku rada kaga rela mereka bersatu lagi. T____T
    Tapi ada Minhyun, ada minhyun sebagai penghubung mereka berdua secara tidak langsung.
    Aku berharap ming jngan egois disini dan mau kembali lagi sama kyu.

  6. ko minie gt,appa minhyun kn msh nyri klian blm d surga..emg evil bsa msk surga?wkwkwk*d gampar kyu pke tatapn evil

  7. Omo akan kah semakin sulit bagi kyuhyun untuk mendapatkan cintanya kembali? Akan kah sungmin me maaf kan kyuhyun? Mari kita cari tau di chap selanjutnya #plak #dhuagh *di lempar author ke dorm sj krn banyak cing cong*

  8. minhyun minhyun minhyun ^^

    ya ngga papalah kyu sebagai pelajaran kkk #pelajaranmulu

    lagian sungmin juga ngga bakal nglakuin(nyuekin kyuhyun) kalo dulunya kyuhyun baik sama sungmin. yang di lakuin sungmin wajar kok. kyuhyunnya di sabarin tetep mencoba buat naklukin sungmin sama minhyun.

    fighting!!

  9. Keliatannya ming dendam nih ama kyu. Dia gak mau ketemu ama kyu. Kayaknya jln kyu utk kembali ke ming susah dan perlu pengorbanan besar.

  10. Yeay akhirnya Kyu dan Ming dipertemukan kembali! Tapi Ming masih marah sama Kyu, dan apa Ming masih cinta sama Kyu? Lanjuuut~

  11. hati ming bener2 udh sakit bener itu sampe ngak mau mempertemukan anak dgn appanya… ya semoga kyu bisa melembutkan hati ming lewat minhyun…tp anaknya aja pake nama mereka ber 2 pastinya ming ada rasa donk dgn kyu…

  12. Wahh Minhyun punya wajah mirip Ming tapi sifat mirip Kyu
    emang perpaduan yang hebat
    Ayo semangat Kyu buat dapetin Ming dan Minhyun kembali.Fithing

  13. yess! akhirnya kyumin ketemuan jg ..yaahh~ walopun dengan suasana yg tidak mendukung..semoga kyu bisa nemuin rumahnya ming..aamminn

  14. Ini semacem kyu dapet karma, dulu dia pgn buang minhyun tapi skrg malah nyesel. Fighting kyu semoga bisa dapetin sungmin dan minhyun

  15. Akhirnya ketemu juga , smpet ciuman lagih ..😀
    Tapi sayang min nya masih dendam sama Kyu jadinya pertemuan mereka tidak seperti yang di harapkan Kyu , mun menghilang lagi dan Kyu kehilangan jejak .. haaaaaaahhh😦

  16. sungmin kecewa banget sama kyu sampe2 dia menghindar.. ishh kyuhyun sih dulu minta ming suruh gugurin kandungannya –“

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s