My Special Angel | KyuMin | Chap 10 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Spceial Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 10/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Ada apa, Kyu?” tanyanya seraya mendudukkan diri di sofa. Matanya semakin menyipit kala pandangannya mendarat pada lembaran kertas yang Kyuhyun pegang. Kertas yang Kyuhyun genggam berasal dari serpihan kertas kecil yang ia satukan kembali. Seperti puzzle.

 

“Sungmin,” Kyuhyun bergumam, matanya mulai terpejam ketika rasa sakit mulai menghujani pikirannya.

 

“Sungmin? Apa terjadi sesuatu dengannya?” mendengar nama Sungmin terpanggil oleh Kyuhyun membuat Siwon cukup terkejut.

 

Mata Kyuhyun terbuka, manik mata itu melirik ke arah Siwon. Kemudian tubuhnya yang bersandar pada punggung sofa bangkit. Tangannya bergerak menelangkup wajahnya sendiri. “Aku menghamilinya ..”

 

“APA?!” terikan membahana yang berasal dari mulut Siwon tak membuat Kyuhyun terkejut. Ia tetap bergeming, tak memperdulikan ekspresi dan tanggapan yang Siwon berikan untuk pernyataannya. “Katakan kau berbohong, Kyu!” dengan gerakan gesit, kedua tangan Siwon mencengkeram kuat krah baju Kyuhyun. Otot-otot pelipisnya mencuat, gertakan giginya pun terdengar, Siwon benar-benar tersulut.

 

“Memangnya kenapa?” nada bicara Kyuhyun yang terkesan menantang terlontar, sungguh membuat amarah Siwon semakin memuncak. Apalagi setelah ia merasa teremehkan dengan jawaban yang Kyuhyun lontarkan.

 

“Omong kosong apa yang kau katakan, Kyu!” teriak Siwon sembari mengoyak tubuh Kyuhyun ke kanan dan ke kiri.

 

“Aku benar-benar menghamilinya, hyung!”

 

Bug!

 

Satu pukulan melayang tepat di pipi kiri Kyuhyun, dan seketika itu pula cairan merah pekat berbau anyir keluar dari sudut bibirnya. Desisan karena rasa perih yang menghujam bibirnya membuat Kyuhyun urung mengatakan protes. Lelaki itu telah tak mampu untuk melontarkan protes, apalagi membalas tindakan Siwon.

 

“Dimana Sungmin?” tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, namja berotot itu melangkah memasuki kamar utama. Tanpa permisi atau apapun, ia mencoba menelusuri setiap centi ruangan kamar tersebut. Berharap sosok yang Kyuhyun bicarakan tengah duduk di atas ranjang ataupun tertangkap pandangannya. Tetapi, ia rasa semua percuma. Ia tak menemukan sosok yang ia cari. Dengan amarah yang hampir meletup, Siwon kembali melangkah menuju ruang tamu. “Katakan dimana Sungmin!”

 

“Dia pergi,” jawab Kyuhyun dengan nada rendah.

 

“Apa kau bilang?” alis Siwon melengkung kala ia mendengar jawaban tidak memuaskan dari Kyuhyun.

 

“Dia pergi meninggalkanku, hyung!” kali ini nada tinggi terlontar dari bibir Kyuhyun. Mata kelamnya membidik wajah Siwon dengan penuh amarah. Nafasnya yang memburu terdengar begitu jelas, membuat lelaki yang berdiri di depannya urung untuk kembali melayangkan tinjunya. “Dia pergi ..,” nada suara Kyuhyun melemah. Lelaki itu kembali meringkuk, merundukkan kepalanya.

 

“Apa yang telah kau lakukan, Cho?” tubuh Siwon merunduk untuk menyamai tinggi tubuh Kyuhyun yang merunduk. Rasa iba yang perlahan merasuk ke dalam hatinya membuat Siwon benar-benar meredam amarahnya. Seumur hidup, ia tak pernah melihat Kyuhyun meringkuk seperti ini karena cinta.

 

“Aku menidurinya, kemudian menghamilinya,” senyuman sinis terlukis di bibir tebal Kyuhyun. “Setelah itu, aku meminta Sungmin untuk menggugurkannya.”

 

“Aku mengutuk perbuatanmu untuk menggugurkan janin itu,” sahut Siwon. Pandangan Siwon mengedar, mencoba untuk menenangkan pikirannya barang sejenak. Sepupunya yang duduk meringkuk ini dalam keadaan down, dan tidak seharusnya ia memperlakukan kasar. “Tetapi, apa kau sadar, itu salah?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, “Aku tahu, hyung ..”

 

“Kau tidak berniat mengejarnya?”

 

“Aku bahkan tak tahu dia pergi kemana ..,” nada penuh keputus-asaan itu terlontar bersamaan dengan air mata yang meluncur dari kedua sudut matanya. Cho Kyuhyun akhirnya menangis karena Lee Sungmin. “Apa yang harus aku lakukan, hyung?”

 

“Kyuhyun-ah?” Siwon menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit ruang tamu apartemen Kyuhyun. Namja itu tampak siap untuk memberikan khotbah terbaiknya. “Kau tak boleh terpuruk dan tenggelam dalam masalah ini ..,” pengertian itu mulai terucap. “Kau harus tetap kuat!”

 

OoOoO

 

“APA KALIAN BODOH, HAH?” teriakan itu menggema di sebuah ruang kerja, bersamaan dengan lembaran-lembaran kertas yang dilempar ke arah wajah-wajah orang berjas hitam tersebut. Sang lelaki berambut cokelat keemasan yang berteriak kini mencoba untuk menstabilkan nafasnya yang memburu. Lelaki itu tercekat oleh kemarahannya sendiri.

 

Joesonghabnida, Tuan. Tetapi, wanita bernama Lee Sungmin itu benar-benar tak terdaftar sebagai warga Korea Selatan,” salah satu dari mereka mencoba melemparkan penjelasan.

 

“Kalian benar-benar bodoh! Bisa saja dia bersembunyi!” teriak Kyuhyun kalap, “Seharusnya kalian menelusuri semua desa di Korea Selatan!”

 

“Tapi kemungkinan …”

 

“Satu banding seribu? Aku tidak peduli!” Kyuhyun menenggelamkan kedua telapak tangannya di saku celana. Pandangannya mengedar menatap kaca cendela. “Ini sudah tahun ketiga, dan kalian belum mendapatkan informasi secuilpun!” dengusnya kesal.

 

“Kalau begitu, kami akan melakukan yang terbaik.”

 

“MEMANG SEHARUSNYA BEGITU! KALIAN MENCOBA MAIN-MAIN DENGANKU, HAH?” kali ini bentakan tersebut terdengar diiring dengan suara kaca pecah. Dengan seenaknya lelaki itu melempar ponselnya sendiri, membanting benda mahal itu hingga tak berbentuk; membuatnya hancur berantakan di atas lantai.

 

Lelaki itu benar-benar tengah marah, emosinya tak dapat dikontrol jika orang suruhannya membawa berita negatif tentang pencarian Lee Sungmin yang mereka lakukan. Lihat kilatan di matanya, seakan-akan iblis yang tengah menyamar menjadi sesosok manusia itu akan membawa suatu bencana nanti. Nafas lelaki yang menjabat posisi penting di perusahan itu terdengar memburu, nafasnya naik turun.

 

Beberapa orang berpakain jas hitam itu segera membungkuk dan memberi salam, setelah itu mengambil langkah seribu untuk pergi keluar ruangan. Mereka tidak mau menjadi korban pelampiasan kemarahan Cho Kyuhyun. Sungguh tak ada gunanya terus berdiri dan merundukkan kepala di tempat, niscaya semua yang mereka lakukan dan katakan semakin menyulut amarah tuan besar mereka.

 

Cklek.

 

Pintu kerja itu kembali dibuka oleh seseorang. Dan sedetik kemudian seorang wanita cantik yang menggunakan pakaian serba mini masuk sembari menenteng beberapa kardus belanja. Mata bulatnya mengerjap kala melihat ‘kekasihnya’ tengah berdiri di depan cendela dengan wajah merah. Pandangan perempuan itu turun ke bawah, mendapati ponsel LG Optimus Kyuhyun telah tak berbentuk.

 

“Kya! Bukankah ponsel ini pemberianku?” teriak perempuan itu. Dengan langkah panjang, yeoja itu berjalan menghampiri ponsel remuk tersebut dan memandanginya dengan pandangan sedih. “Aku memberikannya untuk, Kyu!”

 

“Bukankah aku tak pernah menyuruhmu melakukan itu?” sahut Kyuhyun cuek kemudian mendudukkan dirinya di kursi kerja. Sungguh, hari ini pikirannya benar-benar penat. Ia tak ingin hari ini bertambah kelam karena kehadiran Victoria. “Pulanglah, Vic ..”

 

“Ini adalah ponsel ke-tiga bulan ini,” wanita yang dipanggil Vic itu mulai berdiri, menatap Kyuhyun dengan wajah memelas. “Kenapa selalu membanting ponsel pemberianku, huh?”

 

Mianhae,” sahut Kyuhyun datar, jemarinya mulai memijit pelipisnya yang berdenyut sakit.

 

“Baik, aku akan memaafkanmu,” Victoria berjalan menghampiri kantong belanjaannya. Wanita itu mulai memilih sesuatu dari salah satunya. “Aku membeli couple t-shirt untuk kita!” teriaknya dengan suara centil sembari mengangkat tingg-tinggi couple t-shirt di tangannya.

 

“Ck,” Kyuhyun berdecak. “Jangan kekanakan, Vic!”

 

Untuk kesekian kalinya, yeoja berwajah cantik itu menggelumbungkan pipinya karena kesal; Kyuhyun kembali mendiamkannya.

 

Heran dengan hubungan Kyuhyun dan Victoria saat ini? Memang tidak ada suatu tali ikatan apapun yang mengikat mereka. Hanya saja, orang tua Victoria telah memberikan izin kepada Victoria untuk menjalin hubungan dengan Kyuhyun. Hanya sebatas itu. Bahkan orang tua Kyuhyun tak pernah membicarakan soal hubungan ini dengan Kyuhyun. Semua bisa seperti ini karena keegoisan Victoria.

 

Demi Tuhan, Kyuhyun tak pernah berharap ataupun tergiur dengan makhluk Tuhan yang ada di depannya itu. Pikirannya tak pernah teralih dari sosok Sungmin yang telah melekat kuat di pikirannya, karena itu Kyuhyun dapat bertahan dengan cintanya kepada Sungmin. Benar, lelaki itu harus mempertahankan cinta ini hingga mereka kembali bertemu. Dengan begitu, mereka dapat kembali bersatu secepatnya.

 

OoOoO

 

Perempuan cilik dengan balutan dress berwarna merah muda itu berlari menghampiri sesosok wanita cantik yang tengah sibuk memasak makan malam mereka. Wajah imutnya terlihat cerah, tanda bahwa bocah dengan rambut dikuncir itu tengah bahagia. Dengan langkah yang tertatih-tatih, perempuan mungil itu mendekati sang wanita paruh baya yang berada beberapa meter darinya.

 

Eomma!” teriaknya dengan suara cempreng. Perempuan tak kalah imut yang dipanggil eomma menoleh seketika, kemudian melukiskan senyuman di tengah raut wajah lelahnya. Sosok perempuan mungil yang berumur sekitar dua setengah tahun itu menyambar tubuh sang eomma, kemudian mulai berkata, “Aku ingin pergi ke Seoul seperti Miyuu!”

 

“Seoul? Minhyun ingin pergi ke Seoul?” yeoja itu mengerutkan dahinya sesaat. Tetapi, pada akhirnya ia mencoba menggoda malaikat kecilnya.

 

“Miyu bilang, Seoul itu hebaaat sekali!” ujarnya dengan nada hiperbola. Ck, khas anak kecil.

 

Sungmin melukiskan ekpresi wajah berpikir dan menunggu respon Minhyun. Mata kelinci milik Sungmin melirik ke arah sang anak yang memandangnya. Baru seperti itu saja, anak berusia dua setengah tahun itu sudah mengeluarkan aegyo untuk membujuk ibunya. Sungmin terkekeh, “Bagaimana kalau kita pergi esok Minggu, hm?”

 

Jinjjayo?” perempuan cilik itu tetap menatap sang eomma dengan mata aegyonya. Ck, anak kecil bernama Minhyun itu benar-benar mewarisi aegyo sang eomma. Lihat saja tatapan matanya yang membunuh itu. “Gomawo eomma!” bibir plum Minhyun mengecup pipi Sungmin kilat.

 

Perempuan itu tersenyum dan memeluk anak perempuan yang memanggilnya eomma. Setelah beberapa saat, wanita cilik itu berlari meninggalkannya, membiarkan Sungmin melanjutkan pekerjaannya.

 

Seoul?

 

Kota yang telah ia tinggalkan tiga tahun itu akan ia kunjungi lagi, dan kali ini akan membawa seorang balita ke sana. Ia menengadahkan kepalanya, memikirkan seorang pria yang tinggal di sana. Tiga tahun ini, Sungmin dapat menjalani hidupnya dengan penuh senyuman karena kehadiran Lee Minhyun.

 

Janin hasil hubungannya dengan Kyuhyun itu masih hidup, dan hingga saat ini masih ada dalam lindungan Sungmin. Perempuan itu telah bekerja keras membangun hidupnya kembali dengan bekerja paruh waktu; menghabiskan waktu yang ia miliki di tempat kerja. Selama ia bekerja, ia menitipkan Minhyun kepada pemilik rumah yang ia sewa. Menurut Sungmin, hidupnya hampir sempurna.

 

Tanpa air mata, tanpa keluhan, tanpa kesedihan, dan tanpa Cho Kyuhyun.

 

OoOoO

 

“Ini dia kota Seoul!” Sungmin berteriak kecil kala tubuhnya turun dari bis yang mengantarkannya ke kota. Perempuan mungil yang ada di gendongannya tersenyum senang, membuat Sungmin sendiri gemas untuk segera mencium pipinya yang chubby. “Hebat, bukan?”

 

“Sangaaat hebaaaat!” mata kelinci Minhyun mengerjap-ngerjap memperhatikan setiap jengkal apa yang tengah ia lihat. Pemandangan baru yang mengesankan. “Minhyun ingin turun!”

 

“Baik!” Sungmin merundukkan tubuhnya, menurunkan Minhyun dan menggandeng tangannya. “Pegang tangan eomma seerat mungkin, ne?”

 

Dua orang itu akhirnya berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang padat di hari Minggu. Sesekali mereka tampak tertawa setelah menunjuk sesuatu, dan setelah itu mereka kembali mengambil langkah. Dua orang berwajah imut itu membuat beberapa orang tertarik untuk memandang mereka, setelah itu memberi tanggapan positif tentang kemiripan wajah yang mereka miliki.

 

Wajar saja, mereka ibu dan anak.

 

Dua orang itu akhirnya berhenti dan duduk di sebuah bangku taman. Di tangan mereka terlihat se-cone ice cream dan tampaknya mereka tak enggan untuk berbagi. Ah, pemandangan itu benar-benar memanjakan orang yang tengah berlalu lalang.

 

Melihat Minhyun yang dapat tertawa seperti ini, rasanya aku tak sanggup membawanya ke Kyuhyun.

 

“Setelah ini Minhyun ingin pergi kemana?” tanya Sungmin sembari membelai lembut rambut Minhyun.

 

Minhyun yang masih asyik dengan ice creamnya menoleh, menatap sang eomma dengan mata mengerjap-ngerjap khas seorang anak kecil. “Taman ria?”

 

OoOoO

 

Kyuhyun menatap wajah Victoria dengan tatapan jengah selama beberapa detik, kemudian langkah kakinya terseret dengan sangat terpaksa mengikuti kemana perempuan itu akan pergi. Termasuk sekarang ini, pergi ke taman ria. Oh, Kyuhyun terperangkap oleh iblis wanita itu. Kenapa perempuan ini suka sekali mendekap lengannya? Padahal ia tahu jika Kyuhyun tak pernah berlaku manis kepadanya.

 

“Kyu .., Kau tidak mau menemaniku menaiki wahana itu?” Victoria mendesah manja seraya menunjuk wahana kincir angin.

 

“Aku tidak bisa, Vic .. Aku benci naik wahana seperti itu!” Kyuhyun mendudukkan dirinya di salah satu bangku, menyandarkan punggungnya yang mulai terasa pegal. “Kau bisa pergi sendiri!” ucapnya enggan.

 

“Kyu ..,” suara Victoria semakin terdengar manja. Perempuan itu tengah mencoba membujuk Kyuhyun dengan aegyonya yang selalu gagal. Bagi Kyuhyun, aegyo seperti itu sangat menjijikkan. Dan sekalipun ia tak akan pernah terperangkap dalam aegyo rendah seperti itu.

 

Kyuhyun menghela nafas, tanpa sengaja matanya melirik ke arah sebuah kedai kopi yang tak jauh dari tempat mereka duduk. Sebuah evil smirk terlukis di kedua belah bibir tebal Kyuhyun; ia mendapat sebuah ide. “Baik, tapi aku ingin kau membelikanku coffe latte di situ!” ucap Kyuhyun seraya menunjuk salah satu kedai coffe yang ramai, sangat ramai. Lihat berapa banyak orang berjubel di situ; berjuang untuk mendapatkan segelas kopi dari kedai kecil tersebut.

 

“Tapi Kyu, kau tidak lihat seberapa banyak orang berjubel di sana?”

 

“Kau ingin aku menemanimu atau tidak?” Kyuhyun mengeluarkan ultimatum. Dan sebelum Kyuhyun menarik penawarannya, dengan segera yeoja berwajah imut itu melesat mendekati kedai coffe dan mulai mengantri di sana. Sebuah evil smirk kembali terlukis di bibir Kyuhyun, cantik namun bodoh, begitulah penilain Kyuhyun tentang Victoria.

 

Ajussi,” tiba-tiba suara anak kecil membuat kepala Kyuhyun menoleh, matanya melotot mendapati sepasang mata kelinci yang menatapnya dengan pandangan berbinar-binar. Melihat tatapan anak kecil tersebut membuat pikiran Kyuhyun melayang. Entah mengapa tatapan itu seperti tatapan mata milik Sungmin. Tidak hanya matanya, bahkan pipinya, bibirnya, wajahnya..

 

“Siapa namamu, hm?” telapak tangan Kyuhyun mengacak rambut anak kecil yang menarik ujung jaketnya.

 

“Lee Minhyun,” ucapnya dengan suara penuh desah manja. Bahkan suaranya pun tak beda jauh dari suara Sungmin.

 

“Sedang apa? Kau kehilangan ibumu?”

 

Kepala perempuan cilik bernama Minhyun itu menggeleng, bibirnya mengerucut dan pipinya menggelembung. Hei, untuk apa perempuan cilik itu mengeluarkan jurus aegyonya di depan Kyuhyun? “Itu eommaku!” jari telunjuk mungil itu menunjuk seorang wanita yang mengantri di sebuah kedai ice cream. “Aku menunggunya membeli ice cream untukku.”

 

“Dimana appamu?” lelaki itu bertanya.

 

Sedetik setelah Kyuhyun mengeluarkan pertanyaannya, jari telunjuk perempuan mungil yang tadinya menunjuk ke seorang wanita mengarah ke langit. “Di surga.”

 

Jadi dia tidak memiliki ayah?

 

Sejujurnya hati Kyuhyun trenyuh karena pernyataan yang baru ia ketahui dari Minhyun. Perempuan ini masih terlalu kecil untuk tak memiliki sesosok appa. Tiba-tiba, ingatan masa lalu Kyuhyun kembali melesat di otaknya. Kyuhyun menelan air ludahnya kelu, ada suatu rasa yang mendominasi ketika manik matanya mencoba menyelami manik mata Minhyun. Sepertinya ia tak asing dengan pandangan seperti ini.

 

Ajussi, aku harus pergi! Pay-pay!” suara mungil itu lagi-lagi mengejutkan Kyuhyun. Membuat lamunan Kyuhyun buyar seketika. Matanya menyipit kala perempuan mungil bernama Minhyun itu melambaikan tangan kepadanya kemudian berlari menuju wanita yang ada di ujung jalan; wanita itu berdiri membelakanginya.

 

“Kasihan sekali,” gumam Kyuhyun kemudian bangkit dan melangkah menjauh, pergi dari taman ria ini diam-diam untuk menghindari Victoria.

 

OoOoO

 

Kyuhyun mengomel dengan suara yang cukup keras kala langkah kaki itu menelusuri lorong kantor. Wajahnya yang sedari tadi terlihat paling uring-uringan kini bertambah menakutkan. Jelas saja ia marah, ia kembali ke kantor hanya untuk mengambil PSPnya yang tertinggal. Kyuhyun mengumpat, menyalahkan Victoria yang mengajaknya bermain dan menarik tubuhnya paksa.

 

Oppa!” suara seorang wanita membuat Kyuhyun meredam emosinya, iapun berbalik. Matanya memicing kala ia menemukan sosok seorang peremuan cantik berlari kecil ke arahnya.

 

“Ada apa, Seohyun-ah?”

 

Seohyun berhenti kala tubuhnya telah berada di depan tubuh Kyuhyun. Beberapa detik ia diam untuk mengatur nafas. “Kau sudah bertemu dengan Sungmin eonni?” tanyanya di sela nafasnya yang memburu.

 

“Apa?” mata Kyuhyun melotot saat nama Sungmin tersemat di akhir pertanyaan Seohyun. Seketika itu pula debar jantungnya berdetak melebihi batas normal, jiwanya yang terasa tertarik dari dunia nyata hampir membuatnya jatuh pinsan.

 

“Kukira kalian sudah bertemu ..,” Seohyun memutar gelas yang ada di genggamannya. “Aku melihatnya dengan seorang anak kecil di halte bus sekitar pukul sembilan tadi ..”

 

“Anak kecil?”

 

“Hm ..,” Seohyun mengangguk mengiyakan. “Aku ingin menghubungimu, tapi aku takut Victoria eonni akan marah,” ucap Seohyun sembari merundukkan kepala. Perempuan itu sedikit merasa tidak enak dengan Kyuhyun tentang masalah ini. Karena takut mendapatkan marah dari Victoria, Seohyun mengurungkan niat untuk menghubungi Kyuhyun tadi; padahal dia sendiri tahu selama tiga tahun ini Kyuhyun mati-matian mencari Sungmin.

 

“Ah, Seohyun-ah .. Kenapa kau memikirkan nenek lampir itu, huh?” Kyuhyun mengerang sembari meremas kepalanya sendiri. Memang ia tak menyalahkan Seohyun, bagaimanapun yeoja itu berhak trauma jika mengingat apa yang telah Victoria lakukan kepada Seohyun dulu. Saat dimana Seohyun berusaha untuk menghubungi Kyuhyun karena suatu alasan dan pada akhirnya Victoria memaki dirinya di depan umum. Seohyun yang notabenya adalah perempuan polos yang tak banyak omong hanya bisa diam. Untung Kyuhyun datang menyeselaikan semuanya.

 

Mianhae, tapi aku pikir dia berasal dari kota di sekitar Daejeon atau Daegu. Dia turun dari bus antar kota ..”

 

Jinjja?

 

Kepala Seohyun mengangguk, “Fighting, oppa! Semoga kau dapat menemukan Sungmin eonni kali ini!”

 

“Eum!” Kyuhyun mengangguk semangat, telapak tangannya ikut tergulung karena terbakar semangat. “Terimakasih infonya, Seohyun-ah!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan 120 km/jam, membuat mobil Hyundai NF Sonata itu melesat bagai angin di tengah puluhan mobil yang ada di jalan besar. Kyuhyun tak peduli bila mobilnya hampir saja ‘mencium’ body mobil lain, yang ia pedulikan; semoga Sungmin belum pulang dari Seoul. Ia memang tak tahu Sungmin akan pulang di halte tersebut atau tidak, namun yang penting ia harus mencoba bukan? Setidaknya, ia berharap Sungmin akan pulang dengan menunggu bus di halte yang sama.

 

Ah, Kyuhyun sudah melihat halte bus tersebut. Matanya menyipit kala melihat beberapa orang yang semula duduk di bangku mulai berdiri. Ternyata bus luar kota berhenti tepat di depan mobilnya.

 

Bukankah perempuan cilik itu ..

 

Mata Kyuhyun melotot kala melihat siapa yang tengah menggenggam tangan perempuan cilik yang ia ajak bicara di taman tadi. Bahkan ia dapat melihat wajah wanita dewasa yang kini tengah berusaha menggendong bocah perempuan itu. Setelah itu, ia lihat sosok wanita itu menghilang—masuk ke dalam bus.

 

Di detik ini, Kyuhyun masih tenggelam dalam pikirannya sendiri. Melihat sosok yang selama ini ia cari selama tiga tahun terakhir bersama seorang anak kecil membuat dadanya naik turun tak beraturan. Hampir saja ia menangis setelah mengucap syukur karena telah diberi kesempatan untuk kembali bertemu dengan Sungmin.

 

Sungmin.

 

Setelah bus itu melaju, Kyuhyun segera mengekor kemana Bus itu akan melaju. Benar kata Seohyun, ada dua kemungkinan. Bus itu akan melaju menuju Daegu dengan belok di tol kiri, atau melaju menuju Daejeon dengan belok di tol kanan. Mata Kyuhyun serasa tak berkedip barang satu menitpun semenjak ia membidik bus hijau yang berada beberapa meter di depan mobilnya.

 

Mata Kyuhyun melirik ke arah traffic light yang akan ia lewati, semoga saja Dewi Fortuna berpihak padanya sore ini. Kyuhyun berniat mendahului laju bus itu, pangkal kakinya menginjak gas, tangannya membanting stir kemudi ke kiri.

 

Tiiin!

 

TBC

 

Music : Begin by DBSK

75 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 10 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. Yeyy…akhirnya ketemu dah!!!:D
    tpii knpa itu Kyu banting-bntingin stir!? #plakk -.-”
    truss bunyi ”tinn”??? Apa yg trjadii?? Owh,,jngan bilang nntii Kyu kecelakaan !!! *lebehhkumaatt*

  2. Akhirnya kyu bisa mnemukan sungminnya asikkkkk
    Suka deh sama seohyun d’sini baik bngt mau tolong kyuhyun

    Ishhhhh knpa hrus ada victoria sih, selalu deh jadi wanita pengganggu hub kyumin couple

    Gmana ya reaksi sungmin pas liat kyuhyun
    Lanjuttttt ah😀

  3. Akhirnya kyu bisa mnemukan sungminnya asikkkkk
    Suka deh sama seohyun d’sini baik bngt mau tolong kyuhyun n sungmin

    Ishhhhh knpa hrus ada victoria sih, selalu deh jadi wanita pengganggu hub kyumin couple

    Gmana ya reaksi sungmin pas liat kyuhyun
    Lanjuttttt ah😀

  4. Padahal kau dengan sungmin sangat dekat kyu, apa lagi dengan buah hati mu. Hanya saja kau tidak menyadari hal itu.

    Gomawo seohyun atas info berharga mu itu.

    Berharap kyu bisa kembali kepada umin

  5. akhirnya kyu menemukan sungmin kembli…
    Tp mreka bklan jumpa gx ya….
    Smga aj mereka bsa segera brsatu dan ming bsa maafin smua ksalahan kyu….
    Author aq mnta pw yg part 1,2 ma squel na donk…
    Krm k email putri08_icut@yahoo.com
    atau DM ke twitter @putryMkasem aj…
    D tggu ya…
    Mksi thor🙂

  6. Ahkirnya kyu tau juga dimana sungmin, semoga kyu dapat bertemu kembali dan kumpul bersama dengannya😀

    Namun apa yang terjadi?? Mudah2an aja tak terjadi hal yang menakutkan TT

  7. alurnya kecepetan author sayang -__-
    mungkin bisa di ceritain sedikit semenjak sungmin pergi keadaan kyu seperti apa..

    aku bayangin minhyun itu kaya ye eun di oh my lady pasti unyuuuu bgt deh hehe.

    victoria calm down baby.. kyuhyun milik sungmin T__T

  8. yah kirain kyu bakal ngikutin detik2 sungmin melahirkan gitu.
    huaaa minhyun ketemu kyu, emang takdir bahkan minhyun sendiri yang nyamperin kyu appanya..
    semangat kyu temuin sungminn bawa pulang.

    itu ga kecelakaan kan? bunyi klakson di bagian akhir bikin aku mikir yang enggak2.

  9. Kyu masih nyari2 Ming, menyesali perbuatannya. Yah thor, apalagi ini? Ada Victoria Song -_-
    Wah anaknya KyuMin udah besar, dan kini dipertemukan appa-nya. Semoga Kyu bisa bertemu kembali sama Ming ^^

  10. disini seo baik deh😀 tapi vic yg nyebein *ckck
    jgn bilang kyu kecelakaan?? semoga kyu bertemu lagi dengan sungmin + juga anaknya🙂

  11. Itu Kyuhyun mau menghentikan laju bus yang ditumpangi Sungmin?
    Bagaimana reaksi Sungmin saat akan ketemu Kyuhyun ya?
    Waaa… Makin penasaran

  12. Yeeeee akhirnya ketemu juga ming amara Kyu , duh seneng nya gak ketulungan ..😀 Hhi ..
    Ayo Kyu kejar ming teruuus .. jangan sampai kehilangan jejak ..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s