My Special Angel | KyuMin | Chap 9 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Spceial Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 9/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Ada apa, Kyu?” Sungmin mendudukkan diri di samping kiri Kyuhyun, menatap kedua bola mata kelam yang memandangi wajahnya.

 

“Kau benar-benar hamil ..,” Kyuhyun memutus pertanyaannya sendiri. “Denganku?”

 

Pertanyaan Kyuhyun tadi hampir saja membuat Sungmin jantungan. Rasa kekecewaan yang teramat besar menghujam hati dan pikirannya, lelaki yang selalu menidurinya itu meragukan janin yang tengah ia kandung. “Aa—aku hanya tidur denganmu, Kyu ..”

 

“Kau tahu, aku masih berumur 23 tahun ..,” Kyuhyun menautkan jemari-jemarinya, menyangga dagunya dengan gulungan telapak tangannya sendiri. “Aku masih terlalu muda untuk dipanggil appa ..”

 

Sungmin merundukkan kepalanya, ia semakin tahu maksud dari apa yang tengah Kyuhyun bicarakan. Ini suatu kenyataan pahit baginya. Ia harus menelan kenyataan pahit ini, menguburnya dalam-dalam. “Lalu?”

 

“Berapa usia kandunganmu?”

 

“Ee—enam minggu,” jawab Sungmin terbata.

 

“Kita bisa pergi menggugurkannya.”

 

OoOoO

 

Sungmin dan Kyuhyun duduk di sebuah bangku klinik kecil, menunggu giliran nama mereka terpanggil. Raut wajah ketakutan yang terlukis di wajah Sungmin begitu mendominasi, seakan mengatakan bagaimana perasaannya sekarang. Sejujurnya ia tak mampu mengikuti permintaan Kyuhyun beberapa jam yang lalu. Telapak tangan kirinya sedari tadi mengelus permukaan perutnya, dan telapak tangan kanannya terbungkam oleh genggaman Kyuhyun.

 

Ini adalah anak pertamamu, lalu kau akan membuangnya begitu saja?

 

Sungmin menelan ludahnya kelu, ia tak berani memandang wajah Kyuhyun. Lelaki bermarga Cho itu terus mendiamkannya sejak mereka berangkat menuju klinik kecil di pinggir kota ini. Sungmin mengulum bibirnya sendiri, matanya terpejam; membuat air matanya yang menggenang terjatuh menghujam rok mini yang ia pakai. Akhirnya perempuan itu terisak karena perasaan kalutnya.

 

“Tenanglah, Ming ..,” lengan kekar itu mulai melingar di pundak Sungmin, mendekap tubuh perempuan rapuh tersebut. Bibir tebal Kyuhyun mengecup dahi Sungmin, berusaha menenangkan perasaan Sungmin. “Kau tak perlu takut ..”

 

“Maafkan aku,” ujar Sungmin sembari membekap mulutnya sendiri. Sesenggukan nafasnya terdengar memilukan, membuat beberapa orang yang menjadi pengunjung klinik tersebut menolehkan kepalanya menatap Sungmin yang terisak.

 

“Seharusnya aku yang meminta maaf!” suara Kyuhyun kembali mengalun lembut. Tangannya bergerak menyilahkan poni yang menutupi dahi Sungmin. “Semua akan baik-baik saja.”

 

“Ayo kita pergi, Kyu ..,” mata berair Sungmin menatap wajah Kyuhyun. Air mata yang mengalir dari sudut matanya membuat lelaki yang berstatus sebagai ‘kekasih Sungmin’ itu trenyuh. Nafasnya yang tersendat-sendat karena tercekat oleh rasa sakit itu terdengar memburu. “Ayo pergi ..”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya, ia tak sanggup melihat wajah Sungmin yang menangis seperti ini. Ia tahu, apa yang membuat Sungmin menangis. “Tidak bisa,” jawabnya dengan nada datar. Ia terdiam untuk menunggu respon yang akan Sungmin berikan untuknya.

 

“Hiks..”

 

Hanya isakan yang ia dengar, isakan dari bibir mungil Sungmin. Bibir plum yang selalu menjadi candu baginya itu kini mengeluarkan isakan memilukan. Wajah cantik yang rupawan itu kini telah berubah karena didominasi kesedihan.

 

“Kau ingin membunuh anakmu sendiri?” pertanyaan yang Sungmin lontarkan membuat tubuh Kyuhyun menegang beberapa saat. Perempuan itu terisak karena memikirkan janin yang ada di dalam kandungannya. Matanya yang memerah mulai menatap wajah Kyuhyun, “Aa—aku tidak ingin, Kyu ..”

 

“Tapi kita harus melakukannya untuk saat ini.”

 

“Kyu ..,” Sungmin kembali terisak dan merundukkan kepalanya. Cukup, rasa sakit yang ia rasakan hanya mampu membuatnya menangis semakin keras. Telapak tangan Sungmin mencengkeram erat lengan baju Kyuhyun, menumpahkan segala emosinya lewat remasan tangan.

 

“….”

 

“Bagaimana jika aku tak mampu?” Sungmin mendongak, kembali menangkap wajah Kyuhyun. Perasaan sakit yang membuatnya begitu rapuh dari sebelumnya ini begitu menyiksa. Wanita itu meredam segala isakannya, mencoba memberi kesempatan bagi Kyuhyun untuk menjawab pertanyaannya. “Kau akan membuangku?”

 

Sungguh, apa yang Sungmin lontarkan bertolak belakang dengan apa yang tengah Kyuhyun pikirkan. Lelaki yang semula diam itu menolehkan kepalanya, menatap Sungmin dengan pandangan matanya yang tajam. Ia berdebar kala tebakan Sungmin terlontar, rasa takut itu mulai menelusup ruang hatinya. “Kk—kenapa berbicara seperti itu?”

 

“Aku benar-benar tidak bisa, Kyu ..,” Sungmin mengelap air matanya yang menetes, nafas panjang ia ambil untuk menenangkan paru-parunya. Deru nafas Sungmin mulai teratur, dadanya pun naik turun beraturan. “Maafkan aku ..”

 

“…”

 

“Aku hanya berpikir, ini adalah anak pertama yang kukandung. Karena itu, aku pikir aku harus menjaganya.”

 

“…”

 

“Lebih baik kita pulang untuk membicarakannya.”

 

OoOoO

 

Kyuhyun’s POV.

 

Dia hanya terdiam, begitu juga diriku. Sebenarnya tak ada yang perlu dibicarakan jika Sungmin tak mengungkapkan keinginannya untuk tetap hamil di klinik tadi. Seharusnya kita masih bisa bercanda bersama jika saja ia tak tengah mengandung.

 

Mengandung anakku. Aku benar-benar hampir gila jika memikirkan hal itu. Aku benar-benar tak mengira jika Sungmin akan benar-benar hamil. Dan kuharap ia tak akan hamil sampai kami menikah nantinya. Jika orang tuaku tahu aku menghamili seorang wanita, bisa habis nama keluarga Cho. Aku tak ingin menghancurkan nama baik keluarga, akupun tak ingin mempermalukan mereka.

 

Tetapi, jika mengingat Sungmin?

 

Sungguh, aku mencintainya, sangat mencintainya. Aku tak pernah berbohong tentang perasaan ini, ini adalah murni dari lubuk hatiku yang terdalam. Sungmin adalah segalanya untukku, dia adalah milikku, dan selamanya akan seperti itu.

 

End of Kyuhyun’s POV

 

Kyuhyun merasakan belaian lembut di telapak tangannya, sentuhan telapak tangan Sungmin. Membuatnya melirikkan mata ke arah Sungmin. Wajah manis itu terlihat sendu dengan tatapan matanya yang sayu. Sungguh membuat siapa pun pasti tahu, apa yang tengah menimpa gadis berusia 25 tahun itu. Kesedihan.

 

“Aku bisa pergi dari sini jika kau mengizinkannya, Kyu,” ucapnya seraya mempererat genggaman tangannya. Nada bicaranya terdengar syahdu dan lembut, seakan-akan perempuan itu benar-benar merasakan sebuah ketenangan saat ini. “Aku akan merawatnya ..”

 

Kyuhyun masih diam, tak merespon perkataan Sungmin. Lelaki itu masih kalut dengan semuanya, bahkan ia tak sanggup untuk berkata. Mendengar pernyataan Sungmin beberapa detik yang lalu membuatnya serasa akan mati karena sakit jantung mendadak.

 

“Aku tahu kau akan baik-baik saja tanpaku,” kata Sungmin sembari membelai dada Kyuhyun, kemudian perempuan itu menyandarkan kepalanya di atas dada jantan Kyuhyun; membuatnya dapat mendengar detak jantung Kyuhyun dengan begitu jelas.

 

Aku tidak akan baik-baik saja jika seperti itu!

 

“Aku akan benar-benar pergi, Kyu .. Setelah itu kau bisa mengembangkan karirmu,” kesedihan tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam celah hati Sungmin, membuat matanya serasa tertusuk oleh ribuan pisau tajam. Air mata mulai menggenang di kedua sudut matanya. “Aku tak akan menjadi parasit nantinya. Aku pasti bisa hidup sendiri.”

 

Tidak, kau tidak boleh pergi!

 

“Kau ingin pergi ke suatu tempat? Hari ini kau raja bagiku ..,” Sungmin menarik kepalanya, matanya yang basah menatap wajah Kyuhyun. Melihat wajah Kyuhyun yang begitu pucat membuat Sungmin hanya mampu diam untuk berpikir. “Ayolah, Kyu ..”

 

“Ming ..,” akhirnya lelaki itu mampu untuk mengucap, mamanggil perempuan yang menantapnya dengan pandangan sayu. “Kau ratu bagi ..,”

 

“Lebih baik kita cepat pergi!”

 

OoOoO

 

9:47 p.m KST

 

Bruk!

 

Dua orang yang saling bercumbu itu terjatuh dalam lembaran sprei ranjang Kyuhyun. Sungmin yang berada di atas menggeliat, memberi gesekan erotis dari dadanya. Saliva mereka yang telah bercampur menetes, nafsu memang telah bertindak.

 

Tangan Sungmin kini tengah bergerak mencubit nipple Kyuhyun yang bersembunyi di dalam kaus birunya. Lelaki itu mengerang di tengah ciumannya, tangannya yang sedari tadi pasif mulai menyingkap baju Sungmin, menaikkan baju tipis tersebut.

 

“Biarkan,” tiba-tiba Sungmin melepaskan tautan bibir mereka. Kemudian perempuan itupun melangkah mundur ke belakang. “Aku akan membukanya untukmu.”

 

Kyuhyun yang masih berusaha untuk mengatur nafas hanya diam, ia pun menelan ludah kala matanya menatap Sungmin yang mulai melepas kaos pinknya dengan gerakan erotis. Wajah perempuan itu memang datar, tapi bagi Kyuhyun itu adalah wajah nakal yang berniat menggoda. Mata Kyuhyun tak berkedip kala matanya menangkap kulit putih mulus Sungmin. Apalagi ketika Sungmin mulai menurunkan rok mininya. Kyuhyun benar-benar tercekat dengan nafsunya sendiri.

 

Hingga detik berikutnya, Sungmin yang berdiri di depannya kali ini full naked. Perempuan itu berjalan mendekat ke arah Kyuhyun, mengarahkan bibir merah mudanya ke telinga Kyuhyun dan berbisik, “Kau juga harus melepas pakaianmu, Kyu ..”

 

“Tunggu,” telapak tangan Kyuhyun mencengkeram erat pergelangan tangan Sungmin, matanya menatap tajam  ke arah Sungmin. “Kau melakukan ini karena kau ingin meninggalkanku, bukan?”

 

Sungmin mencelos, akhirnya Kyuhyun tahu maksud dari semua tindakannya. Ia merundukkan kepalanya, kemudian menyunggingkan senyum. “Tidak boleh? Ini sentuhan terakhirku untukmu.”

 

“Kau gila?” mulut Kyuhyun mulai melontarkan pernyataan menyakitkan. “Dengan begitu aku akan terus merindukan sentuhanmu!” bentaknya sarkatis. “Dan sampai kapanpun kau tak boleh pergi meninggalkanku!”

 

Sungmin melepas senyumannya, pandangan matanya meredup kala ia mendapatkan bentakan seperti itu. Ia kembali merasakan sakit yang luar biasa di bagian dadanya.

 

“Pakai bajumu kembali, Ming! Aku tak ingin kau masuk angin!”

 

Sungmin beringsut turun dari tubuh Kyuhyun, dengan perasaan sedih Sungmin melangkah mendekati baju dan memakainya. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri, rasa sesak di dadanya itu membuatnya menangis. Dan ia tak ingin Kyuhyun tahu jika ia kembali menangis. Lelehan air mata yang mengalir dengan begitu deras itu menghantam lantai kamar yang dingin, meninggalkan jejak kesedihan.

 

Sungmin tak tahu jika perpisahan mampu membuatnya menangis hingga seperti ini. Ia kira, semua akan baik-baik saja mengingat tak ada perasaan apapun untuk Kyuhyun. Tetapi, hingga sekarang wanita itu tak kunjung meredakan tangisnya. Rasa sakit yang menohok perasaannya terasa begitu nyata; menyakitkan.

 

OoOoO

 

Kyuhyun merasakan sebuah sentuhan hangat di wajahnya, setelah itu bisikan lembut di telinganya. Entah siapa yang melakukan hal itu, dan itu membuatnya semakin nyaman terlelap dalam dunia mimpi. Sentuhan hangat yang ia rasakan bertahan selama beberapa menit, tetapi hilang dalam waktu singkat.

 

Kyuhyun ingin melontarkan protes, tapi kala rasa kantuk dan lelah yang lebih ia pilih membuatnya kembali diam. Pasti esok hari ia kembali mendapatkan sentuhan seperti ini dari Sungmin, pasti.

 

OoOoO

 

Setelah meletakkan selembar surat dengan amplop pink di bawah ponsel Kyuhyun, Sungmin beringsut mendekati ranjang. Telapak tangannya membelai pipi tirus Kyuhyun dengan gerakan lembut nan pelan. Permukaan pipi ini pasti akan membuatnya rindu nanti. Mata bengkak Sungmin kembali berair, tetapi ia tak kuasa untuk mengeluarkan isakan; takut lelaki tampan yang tengah tertidur pulas ini akan terbangun karena terganggu. Sentuhan lembut Sungmin berpindah ke bibir Kyuhyun, matanya terpejam kala kilatan tentang moment ciuman mereka berputar di otaknya.

 

“Hiks,” isakan kecil itu akhirnya meluncur, ia menarik tangannya yang semula membelai bibir Kyuhyun. Telapak tangan itu membungkam mulutnya sendiri, berharap apa yang ia lakukan dapat meredam isakan ini.

 

Selang beberapa detik, nafas Sungmin mulai kembali teratur. Perempuan itu mulai menghapus air matanya, kemudian merunduk untuk mendekatkan bibirnya dengan telinga Kyuhyun. “Saranghae ..”

 

Rasa sakit itu kembali menyerang hatinya, membuat tenggorokan Sungmin benar-benar tercekat dan membuatnya urung mengucapkan kata. Ia kembali menangis, menangis untuk yang kesekian kalinya. Dengan gerakan cepat Sungmin bangkit, kemudian melangkah mendekati pintu keluar.

 

Sungguh, perasaan ini benar-benar membuatnya tak mampu untuk melakukan segalanya. Ia hanya perlu memutar knop pintu kemudian pergi. Tetapi, melihat tubuh Kyuhyun yang tertidur pulas di atas ranjang membuatnya ingin sekali mengurungkan niatnya. Tetapi, itu semua mustahil. Sungmin harus benar-benar pergi dan meninggalkan semuanya. Ia harus memulai hidup baru tanpa bayang-bayang Kyuhyun.

 

“Aku pergi, Kyu ..”

 

OoOoO

 

Kyuhyun mulai terganggu dengan sinar matahari yang mengintip dari balik cendela. Rasa dingin yang mulai menghujam kulit tubuhnya membuatnya ingin untuk memeluk Sungmin. Hari ini ia libur, jadi ia ingin menghabiskan waktu dengn tidur di atas ranjang. Tubuh lelaki itu berbalik, merentangkan tangannya untuk menangkap tubuh Sungmin yang selalu berbaring di sampingnya.

 

Kesadaran Kyuhyun mulai terkumpul kala ia tak mendapatkan tubuh Sungmin di sampingnya. Perlahan kelopak matanya terbuka, mencoba mengintip dunia. “Ming ..”

 

Tak ada sahutan, telinganya pun tak mendengar suara deru nafas milik Sungmin. Mata itu akhirnya terbuka sepenuhnya, sedikit menyipit kala sinar matahari merajam lensa matanya. Hei, ia tak menemukan sosok Sungmin. Kyuhyun melirik jam dinding yang bertengger di dinding, masih pukul 7 pagi.

 

“Ming ..,” Kyuhyun mulai bangkit dari tidurnya, beringsut mendekati kamar mandi. Ia tak mendengar suara gemericik air, itu berarti Sungmin tak ada di sana. Ia harus menghubungi perempuan itu. “Ponsel,” gumamnya. Lelaki itu pun bergerak meraih ponselnya yang selalu terletak di meja nakas. Alis mata Kyuhyun melengkung kala pandangannya mendapati selempar surat pink terletak tepat di bawah ponselnya.

 

Mulai dari sini, nafas Kyuhyun kembali memburu. Ia merasakan sesuatu yang buruk akan ia ketahui setelah ini. Kyuhyun meraih kertas pink itu dan membukanya, berharap ia dapat mendapatkan informasi.

 

Dear Cho Kyuhyun ..

 

Aku tahu, aku terlalu jahat karena meninggalkanmu tanpa sepatah kata terucap secara langsung. Aku takut jika aku menangis kala berhadapan denganmu di saat yang seperti itu. Aku tak ingin terlihat lebih lemah dari ini di hadapanmu. Sesungguhnya, aku tak berniat menulis apapun di kertas ini. Hanya permintaan maaf, kau akan memaafkanku ‘kan, Kyu?

 

Aku tak akan menyalahkanmu tentang apa yang tengah terjadi. Kehamilanku adalah resikoku menjadi sex dollmu. Karena itu, kuharap kau tak akan terbebani dengan segala pikiran tentang hal itu. Aku menyadari jika semua tak akan berjalan jika pada akhirnya berujung seperti ini..

 

Tetapi, bolehkan aku jujur padamu kali ini? Sejujurnya, aku merasa sakit kala kau terlihat begitu terpuruk dengan kehamilanku. Terlebih kau berniat membunuh anak ini. Aku benar-benar takut melakukannya, aku tak ingin menjadi orang tua yang lebih kejam dari orang tuaku. Karena itu, maafkan aku jika aku tetap bersikukuh mempertahankannya.

 

Aku akan merawatnya, memberinya marga Lee sesuai namaku. Aku berjanji, aku tak akan mengungkit masa lalu kita. Semua telah berakhir, bukan? Karena itu, hiduplah dengan kebahagian, Kyu .. Karena akupun akan hidup dengan kebahagian.

 

With Love,

 

Lee Sungmin.

 

Tangan itu bergetar hebat setelah ia telah selesai membaca segala paragraf yang tertulis. Jadi perempuan itu telah pergi meninggalkannya?

 

“Brengsek!” Kyuhyun merobek kertas berisi tulisan Sungmin menjadi berpuluh-puluh serpihan kecil, kemudian menyebarkannya begitu saja. Pikirannya penuh akan pikiran tentang Sungmin, dan sekarang perempuan itu meninggalkannya begitu saja.

 

OoOoO

 

Sungmin meletakkan tas besar yang ia tenteng di lantai kamar yang dingin. Perempuan itu telah sampai di tujuan awalnya, sebuah desa di Kota Daejeon. Setelah berkeliling selama dua jam, akhirnya Sungmin menemukan kamar yang dapat disewa dengan harga murah. Inilah awal dari kehidupan yang akan ia tempuh sendiri, tanpa seorangpun yang ia kenal.

 

Sungmin mulai mengeluarkan bajunya, merapikannya di almari.  Dengan perlahan perempuan itu mulai merapikan kamar barunya yang sempit. Memang tidak sebagus kamar Kyuhyun, tetapi ia yakin ini akan senyaman kamar Kyuhyun nanti.

 

Mengingat nama itu, membuat Sungmin sedikit tercekat.

 

Apa kau telah membaca suratku?

 

Sungmin bagkit dan berjalan mendekat ke arah cendela, membuka cendela mungil itu agar udara segar dapat masuk ke dalamnya. Pandangannya menerobos hamparan pohon-pohon liar yang tumbuh beberapa meter dari halaman rumah. Sejujurnya ada setitik rasa rindu untuk Kyuhyun, tetapi jika ia mengingat niatan Kyuhyun untuk membunuh anak pertamanya?

 

OoOoO

 

Sosok Kyuhyun tengah duduk tak berdaya di atas sofa. Pikirannya yang melayang memikirkan sosok Sungmin membuat tubuh lelaki itu serasa mati. Kesedihan memang membuat saraf tubuhnya melemah atau bahkan tak berfungsi kembali. Umpatan-umpatan kasar pun tak jarang terlontar dari kedua belah bibirnya.

 

Cklek.

 

Pintu apartemen itu terbuka, beberapa detik kemudian sesosok namja tampan masuk. Matanya sempat membulat karena rasa tak pecaya yang hinggap dipikirannya. Ia menemukan apartemen Kyuhyun dalam keadaan yang begitu menggenaskan. Pikiran-pikiran tentang hal buruk pun terlintas, membuat namja berotot itu segera beringsut mendekati Kyuhyun.

 

“Ada apa, Kyu?” tanyanya seraya mendudukkan diri di sofa. Matanya semakin menyipit kala pandangannya mendarat pada lembaran kertas yang Kyuhyun pegang. Kertas yang Kyuhyun genggam berasal dari serpihan kertas kecil yang ia satukan kembali. Seperti puzzle.

 

“Sungmin,” Kyuhyun bergumam, matanya mulai terpejam ketika rasa sakit mulai menghujani pikirannya.

 

“Sungmin? Apa terjadi sesuatu dengannya?” mendengar nama Sungmin tepanggil oleh Kyuhyun membuat Siwon cukup terkejut.

 

Mata Kyuhyun terbuka, manik mata itu melirik ke arah Siwon. Kemudian tubuhnya yang bersandar pada punggung sofa bangkit. Tangannya bergerak menelangkup wajahnya sendiri. “Aku menghamilinya ..”

 

TBC

 

Music : Finally Now by Sunny SNSD

82 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 9 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. NYESEK.!!

    Sumpah.! Nyesek.!! T^T

    Aigoo~ ksian bgt sih baby + KyuMin-nya.. :’ (
    Kyu sih.!! Nyari gara2.!!
    Ngapain juga musti d aborsi.? T^T

    Hiks.. Brasa bgt sakiiiitttt-nya.. T^T

  2. Aishh…Kyu trima ajah udah!!
    Biar bgaimanapun kan nntii mau nikahin Sungmin!!! Truss pstii pu.y anak.
    Kalo nggak mau mencoreng nma baik kluarga yah cepet” nikahin Umin!!
    Tuh kan jdii.y umin pergi T.T
    kmuu juga yg sengsara!! -.-

  3. TT____TT
    #Np : Love Really Hurt by Yesung😀😀

    KyuBabo !! KyuEvil !!

    Aq suka crta yg kya gni,, salah satu ada yg tersakiti.. kk~😀 *liriksungmin

  4. ya ampuun,,bacanya sungguh” menyesakan…
    tuh kan,kyu baru menyesal sekarang,lagian terima aja kalo ming tu hamil… ming jadi beneran pergi kan -_-

  5. Ya ampun thor knpa jd kaya bgni sih
    Kyu juga tega bngt sih sama sungmin knpa hrus gugurin anaknya sih, ga kasian apa?????
    lagian jg itu kna hsil perbuatan dia, knpa ga mau tnggung jawab

    Bnr tuh minnie kbur aja dr kyuhyun, tnggalin namja ga brtnggung jwab kaya bgtu drpda sakit hati

    Sumpah thor nyesekkkkkkkk bngt ceritanya

  6. Kyuhyun kenapa kau #nyaris
    Untuk menggugurkan kandungan sungmin.
    Aigooo~ itu darah daging mu kyu
    Berani berbuat sudah pasti berani bertanggung jawab.

    Dan sekarang sungmin telah meninggalkan mu dengan buah hati kalian yang tumbuh dirahimnya.

    Cari sungmin, kyu !!

  7. Nyeeessss bgt , kyu tega bgt sih -,-
    Aigoo minnie pergi kan jd’a , kasian minnie n ank yg dikandungan’a ..
    Huaa seru seru !

  8. aduuuuh; sungmin harusnya bertahan dulu. keke tapi aku kira si kyuhyun akhirnya bakal nerima kehamilan sungmin juga. taunya nggak.

  9. kyu tega banget ma ming….
    Katanya kyu cnta ma ming tp pas d mnta tanggungjawab dy nya gx mau….
    Giliran d tnggal ming kyu jd stress ndri….

  10. Sumpah bener2 kasian sama sungmin (˘̩̩.˘̩ƪ)

    Kyu kau harus mencari sungmin cepat atau lamat (•̀_•́)ง

  11. Kyuhyun pabo!!! :-@
    Akhirnya ming malah pergi kan?.
    Bagus!!!
    Ming pergi jja tinggalin namja pengecut itu!!!
    Beraninya berbuat doang tapi g berani tanggung jawab!!!
    CIH!

  12. serius… kyu tega disini mau ngegugurin kandungan itu gitu aja.. kasian sama ming juga… T.T tapi mereka nanti ketemu lagi kan? dan nah gimna reaksi siwon tau ade sepupunya menghamili orang..

  13. Sedih banget chap yang ini,,, (╥﹏╥)(╥﹏╥) apa kyu benar2 ga mau terima atas kehamilan minnie ?😦

  14. yesekkk bgtttt bcanya…
    kasian ming😥 aigo.. gk percaya sama kyu,ko tega”nya mau bunuh darah dagingnya sendiri.. ..

  15. Huh aku sebel sama karakter Kyu yg plin-plan dan egois. Dan akhirnya Ming ninggalin Kyu. Dan menurutku Author tepat membuat Ming ninggalin Kyu supaya Kyu tersiksa dan menyadari perasaannya. Trus gimana caranya Kyu biar ketemu sama Ming lagi? Aku semakin tak sabar membaca chap2 selanjutnya..

  16. ini nyesek beneran nyesek

    kyu lagi knp pnya pikiran buatbgugurin kandungan sih kyu, kan kasian ming sama baby nya

    semoga cepet sadar deh

  17. Kyu tegaaa
    Masa Ming disuruh gugurin kandungannya
    Sekarang Ming pergi ninggalin Kyu
    semoga Kyu sadar atas kesalahannya

  18. hiks~ kenapa daddy punya niat sejahat itu? pa dya gk ksyan ma calon baby cho?😥 huwee~ ming pergi…pa kyu bkalan nyari dya? trus.. klo kyu udah ngaku gtu, pa siwon bkalan ngamuk ? makin nyesek ja ceritanya ><

  19. Sakitkan ditinggal sama Sungmin? Kamu juga kejam amat, katanya sangat mencintai Sungmin tapi saat tau Sungmin hamil anakmu, kamu malah minta dia untuk menggugurkannya. Selamat menderita deh Kyu

  20. Kasian banget ming , menderita gara2 Kyu ..😥
    Kyu sih malah mau ggurin kandungan ming , ming kan jadi berjuang sendirian😥 . Gimana nantinya ??? Kyu jahattttt , harus di bakar idup2 :-@ , #ditimpuksparkyu

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s