My Special Angel | KyuMin | Chap 8 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Spceial Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 8/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

“Kalau begitu, Cho-ssi akan menyusul Seo-ssi untuk naik ke altar gereja!”

“Cepatlah menikah agar anak kita nanti bisa berteman, Cho-ssi!” wanita bermarga Seo itu tertawa kecil, mengeluarkan suara kikikan anggun yang khas.

Sungmin menautkan alis kala ia mendengar penuturan yang baru terlontar dari bibir tipis wanita bermata foxy itu. Tunggu, ia sedikit bingung. Atau lebih tepatnya sangat bingung dengan semuanya. Sebuah tanda besar menyumbat pemikirannya, membuat perempuan itu hanya mampu memandang wajah Kyuhyun.

Ada apa sebenarnya?

OoOoO

Sungmin mengerucutkan bibirnya, menatap hamparan bintang di langit dengan wajah masam. Kepalanya yang bersandar di atas meja membuat bibir perempuan itu semakin mengerucut.

Entah mengapa aku merasa begitu bodoh.

Ia masih memikirkan apa yang tengah terjadi antara Kyuhyun dan perempuan bermarga Seo tersebut. Bukankah mereka bertunangan? Tetapi, mengapa mereka masih bisa tertawa bersama kala ia memperkenalkan diri sebagai kekasih dari salah satunya?

Jagiya, sepulang dari mall kau terlihat murung,” suara bass itu muncul bersamaan dengan tubuh Kyuhyun yang duduk tepat di sampingnya. Pandangan mata Sungmin masih tak beralih dari pemandangan lukisan Tuhan di langit.

“Siapa wanita yang kau panggil Seo tadi?”

“Seo?” mata Kyuhyun menyipit kala nama itu terlontar dari mulut Sungmin sebagai pertanyaan. “Seohyun?”

Sejujurnya Sungmin tak tahu siapa itu Seohyun. Yang ia tahu, Kyuhyun memanggil wanita cantik dalam foto pertunangan itu dengan panggilan ‘Seo’.

“Dia temanku.”

Mendengar penjelasan tersebut, mata Sungmin melirik ke arah wajah Kyuhyun. “Bohong ..”

“Kapan kau menganggap ucapanku bukan sebagai bentuk kebohongan, huh?”

Sungmin terdiam, meredam segala tuduhan-tuduhan yang akan ia lontarkan untuk Kyuhyun. Ia mengulum bibirnya sendiri, menggelembungkan pipinya tanpa sadar. Jika ditela’ah kembali, ucapan Kyuhyun memang benar. Selama ini ia selalu menganggap ucapan-ucapan Kyuhyun adalah kebohongan yang tak patut dipercaya. Tetapi, apa sekarang ia pantas mengatakan bahwa ucapan Kyuhyun adalah sebuah kebenaran?

“Dia mantan tunanganku. Tetapi pada akhirnya dia menikah dengan teman kerjanya,” Kyuhyun mencoba menjelaskan dengan nada sedatar mungkin.

“Kau mencintainya?”

Kyuhyun menatap wajah Sungmin dengan pandangan tidak senang, “Dia dijodohkan denganku. Jadi aku tak pernah menaruh hati dengannya.”

Kepala Sungmin mengangguk tanda mengerti. Jadi selama ini ia telah salah paham tentang hal ini. “Mm—maafkan aku, Kyu..”

“Untuk apa?”

“Aa—aku menilaimu tanpa berpikir panjang,” jemari telunjuk Sungmin menari diatas permukaan meja, menulis goresan huruf semu yang hanya dapat ia baca sendiri.

“Jadi sekarang kau menerimaku sebagai kekasihmu?”

Kelopak mata Sungmin terangkat kala bola mata itu melirik ke arah Kyuhyun. “Aku benar-benar tak menaruh hati padamu.”

Guratan rasa sedih itu tampak muncul memenuhi raut wajah Kyuhyun, kekecewaan mulai merasuki hati dan pikirannya. “Aku mengerti.”

“Tapi aku akan mencobanya.”

“Apa?”

“Aku akan mencoba mencintaimu jika kau bersungguh-sungguh atas perasaan itu.”

Kedua manik bola mata itu saling bertemu kala ucapan itu berakhir. Perkataan yang meninggalkan suatu kesan luar biasa bagi keduanya. Rasa bahagia karena terkejut itu hanya mampu direspon oleh detak jantung yang serasa akan meledak dan mengoyak dada. Seulas senyuman penuh rasa syukur terlukis di bibir Kyuhyun, dan seketika itu pula tangannya menyambar pergelangan tangan Sungmin dan mengecupnya.

“Aku mencintaimu,” ucapnya dengan mata terpejam. “Sangat mencintaimu.”

Sungmin ikut melukiskan senyum di kedua bibirnya, perlahan perempuan itu bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati tubuh Kyuhyun. Di detik selanjutnya, tangan perempuan itu melingkar di leher Kyuhyun, kepalanya bersandar di pundak Kyuhyun; membuat sentuhan lembut dengan nafas hangatnya yang berhembus di leher lelaki itu.

“Jangan sakiti aku, Kyu. Jangan pernah.”

Telapak tangan Kyuhyun menggenggam erat pergelangan tangan Sungmin, “Tentu, aku berjanji akan hal itu.”

OoOoO

Tidur perempuan itu terusik kala saraf meisnernya merasakan sentuhan lembut di sekitar wajah. Tubuhnya sedikit menggeliat, matanya yang enggan terbuka membuat mulutnya mendengung untuk mengungkapkan protes. Mimpi indah yang tengah ia jalani membuat perempuan itu tak ingin siapapun menganggu tidurnya. Tetapi, pada kenyataannya sentuhan-sentuhan ringan itu kembali ia rasakan. Merasa jengkel, akhirnya perempuan itu membuka kelopak matanya.

“Ada apa, Kyu?” rengeknya sembari memukul dada jantan yang ia jadikan sandaran tidur.

“Insomnia,” bisiknya lirih. Ia merasakan tubuh perempuan itu menggeliat dalam pelukannya. Kepala wanita cantik itu mendongak, mata kelincinya yang terlihat berat karena mengantuk mengerjap menatap wajahnya.

“Tidurlah,” perlahan lengan kanan Sungmin memeluk punggung Kyuhyun, mendekapnya erat. “Apa yang membuatmu insomnia?”

“Dirimu,” jawab Kyuhyun santai.

Mata Sungmin yang semula terpejam karena didera rasa kantuk terbuka lebar, bola mata kecoklatan itu membidik wajah stoic yang terletak beberapa cm di hadapannya. “Kau ingin menyentuhku?”

“Tidak ..,” Kyuhyun menyentil pelan hidung Sungmin. “Tidurlah kembali, Ming,” Kyuhyun membalas pelukan Sungmin, membawa perempuan itu ke dalam pelukan yang lebih hangat dari sebelumnya.

“Hm..”

OoOoO

“Kau memberiku cincin semanis ini?” Sungmin menautkan alis kala Kyuhyun mengangkat tinggi-tinggi cincin yang baru ia terima dari pelayan toko.

 

“Manis sekali, bukan? Aku anggap ini adalah pengikat diantara kita,” ujar Kyuhyun dengan senyuman lebar.

 

“Tt—tidak perlu membeli barang semahal ini, Kyu ..”

 

Kepala Kyuhyun menggeleng, “Ini adalah hadiah pertamaku untukmu. Dan kuharap ini adalah sesuatu yang berkesan ketika kau melihatnya!”

 

Sungmin mengingat betul kejadian beberapa hari yang lalu. Saat dimana Kyuhyun menyatakan cinta dan membawanya ke sebuah toko perhiasan untuk membeli sepasang couple ring. Dan sekarang, salah satu diantara couple ring itu ada di tangannya. Cincin dengan batu rubi di tengahnya ini tampak begitu cantik. Kyuhyun bilang, makna cincin Colored gem Stones ini sangat cocok dengan perpaduan kepribadian mereka. Karena itu Kyuhyun memberikan cincin ini sebagai hadiah pertama untuk Sungmin.

Cincin itu kembali ia letakkan di tempat semula, mengapit benda cantik itu diantara kapas yang terlapisi kain bludru merah. Ia rasa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memakai cincin tersebut. Hatinya belum mencintai Kyuhyun secara penuh. Jujur saja ia masih meragukan perasaannya sendiri, meragukan kemampuannya untuk belajar mencintai Kyuhyun.

Aku akan memakainya jika perasaanku benar-benar telah mantap.

Kotak perhiasan itu kembali bersembunyi di balik kantong tas mini yang Sungmin tenteng. Sosok perempuan itu kembali diam dalam posisi duduknya yang bersandar pada punggung kursi taman. Pandangannya menerobos jauh ke pemandangan taman yang sepi. Tak ada orang lain selain dirinya mengingat sekarang adalah jam untuk pergi ke sekolah.

Terkadang aku ingin mencintai, ataupun dicintai.

Sungmin menghela nafas berat, kedua tangannya melingkar memeluk tubuhnya sendiri. Pagi ini udara tak begitu dingin, Sungmin hanya melingkarkan tangannya untuk merasakan kehangatan pelukan penuh cinta dari dirinya sendiri.

Apa aku bisa bahagia jika mencintainya?

Drrt-drrt .. Pemikiran-pemikiran Sungmin terputus kala getaran ponsel baru miliknya terasa begitu menggelitik telinga. Ponsel pemberian Kyuhyun ini sering sekali bergetar, membuat Sungmin sendiri merasa jengah jika mendengar dering getaran seperti itu.

Yeoboseyo?

“Ming, kau dimana?” suara bass itu menggema dengan alunan lembut. Jelas sekali, siapa yang mencoba menghubunginya kali ini.

“Di taman.”

“Aku ingin mengajakmu makan siang, Ming..”

“…” Sungmin terdiam kala tawaran itu terdengar olehnya. Semburat kemerahan menjalar di kedua pipinya yang putih mulus, memberi kesan yang begitu manis. Debar jantungnya menggila, perasaan bahagia meluap, dan senyuman yang berusaha ia sembunyikan itu terus menghiasi bibirnya.

“Ming? Kau masih ada di situ?”

“Tt—tentu, Kyu!” jawab Sungmin dengan suara mendayu.

“Aku merindukanmu ..,” suara lelaki yang ada di seberang terdengar mendesah pelan, sarat akan kekecewaan yang melanda pikirannya. “Aku jadi sulit bekerja karena terus memikirkanmu ..”

Sungguh, tak ada alasan untuk terus menyembunyikan rasa bahagia ini. Sungmin menengadahkan kepalanya, menatap langit yang terselimuti oleh sinar matahari. “Nado,” jawabnya singkat, namun cukup dengan perasaan tulus.

OoOoO

Dua orang itu terlihat keluar dari sebuah restoran tradisional, masih terlihat kaku. Sorot mata sang lelaki sedari tadi tak lepas dari sang objek, Sungmin. Walau ia tahu Sungmin hanya sesekali meliriknya. Lelaki itu nampak begitu mencintai sosok Sungmin, tak lekang dari segala yang ia pandang selama ini. Menurutnya, Sungmin adalah sosok paling sempurna, wajahnya yang rupawan hampir menyamai malaikat.

“Kita berpisah disini, Kyu ..,” Sungmin melepaskan tautan tangannya, bola mata kecokelatan itu akhirnya membalas pandangan Kyuhyun.

“Aku akan mengantarmu pulang,” dengan gerakan posesif Kyuhyun meraih lengan Sungmin.

“Tidak,” tolak Sungmin diiringi dengan sorotan mata kelinci miliknya. “Aku ingin pergi ke suatu tempat.”

Alis Kyuhyun bertaut karena heran, “Kemana? Aku akan mengantarmu!”

“Tidak perlu,” jemari Sungmin bergerak membelai dada Kyuhyun. “Kau harus kembali bekerja!”

“Ming ..”

Cup.

Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Kyuhyun, dari bibir plum Sungmin yang kenyal. Perempuan itu mencium bibir Kyuhyun dalam waktu singkat, selama sedetik atau dua detik. Tetapi efek yang diberikan oleh ciuman itu begitu besar bagi Kyuhyun. Wajahnya memerah karena shock.

“Aku pergi, Kyu!” setelah kecupan singkat itu berakhir, Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan mata kelincinya. Memberi kedipan dan senyuman nakal sebelum benar-benar melangkah pergi. Lambaian tangan Sungmin tertuju pada sosok lelaki berjas yang tengah berdiri terpaku dan setelah itu sosok Sungmin berbalik.

“Dd—dia mengecup ..,” gumaman tidak jelas itu meluncur tertatih-tatih dari kerongkongan Kyuhyun. Kerongkongan lelaki bersuara emas itu tercekat oleh keterkejutannya sendiri, tubuhnya terasa mati kaku. Apalagi kala bibir plum itu mengecup bibirnya, seperti aliran listrik berdaya ribuan watt yang dialirkan ke tubuhnya.

Dug-dug-dug-dug ..

Telapak tangan lelaki itu terangkat, meraba dadanya sendiri. Jantungnya juga berdetak melebihi batas normal saat ini, seakan-akan berniat merajam gendang telinga Kyuhyun dengan dentuman detak jantung. “Yes!” Telapak tangan itu tiba-tiba tergulung kuat, meninju udara yang ada didepannya. Ini adalah ekspresi bahagia .. Bahagia ..

OoOoO

Deretan kursi berwarna putih itu tak pernah terlihat sepi pengunjung. Apalagi koridor dimana Sungmin mendudukkan dirinya. Wanita muda itu terlihat mencengkeram kuat mini bag yang menggelantung di pundaknya, melampiaskan rasa cemas yang melilit hatinya. Pikirannya melayang  ke masa lalu, atau lebih tepatnya beberapa hari yang lalu.

Sudah sebulan lebih aku terlambat mendapatkan tamu bulananku, dan hingga sekarang aku tak kunjung mendapatkannya.

Suara batin itu berkata di tengah keramaian koridor rumah sakit. Menyampaikan gundah gulana yang perlahan mulai menyita perhatiannya. Memikirkan hal yang tidak-tidak membuat hidupnya semakin runyam, seakan-akan ia akan mendapat sesuatu yang buruk setelah hal itu benar-benar pasti.

Tadi pagi perutku mendadak mual ketika aku mencium bau bubur.

“Lee Sungmin?” seorang perawat memanggil nama Sungmin, membuat perempuan yang sibuk berselancar dalam dunia fantasi itu menoleh. Dengan sigap perempuan itu bangkit dari duduknya, melangkah mengekor sang perawat yang membawanya ke sebuah ruangan serba putih.

“Duduklah,” dokter berkaca mata yang duduk di depan meja kerja mempersilahkan sang pasien untuk duduk di hadapannya. “Nyonya Lee?”

Ne,” jawab Sungmin seraya mengambil posisi duduk senyaman mungkin.

“Keluhanmu mengalami mual di pagi hari dan terlambat haid,” dokter itu membenarkan letak kaca matanya yang merosot ke bawah. “Sebelumnya, anda pernah melakukan hubungan seks dengan suami anda, bukan?”

Ne?” mata Sungmin melotot karena salah tingkah. Ia menelan ludahnya gugup, kemudian mengangguk dan bergumam. Rasa kalut itu semakin mendominasi pikiran Sungmin setelah ia mendengar pertanyaan sang dokter. Jangan, Sungmin belum siap jika hasil diagnosa yang dokter lakukan mengatakan bahwa ..

“Anda hamil, Nyonya Lee..”

Nafas Sungmin tiba-tiba memburu, tangannya bergerak meraba perutnya sendiri. Hal yang paling ia takutkan akhirnya terjadi. Ia positif hamil, dan pasti ini adalah hasil hubungannya dengan Kyuhyun. Gigi kelinci Sungmin menggigit bibir bawahnya, menahan rasa khawatir yang berujung pada kecemasan.

“Baru berusia enam bulan,” dokter berperawakan Korea itu memberikan amplop besar berwarna cokelat ke arah Sungmin. “Berikan amplop ini kepada suami anda.”

Sungmin tersenyum sembari menerima amplop pemberian sang dokter. “Kk—kalau begitu saya pergi, dokter. Gomabseubnida ..”

OoOoO

Sungmin menatap benda tipis berwarna cokelat itu dengan tatapan kosong. Benda yang tergeletak tak berdaya diatas ranjang itu sungguh membuatnya miris. Di suatu sisi, Sungmin merasakan kebahagian kala sebuah janin tengah tertidur di dalam dirinya. Tetapi, jika ia memikirkan Kyuhyun?

“Akh!” kilatan rasa perih yang menghujam kepalanya itu membuat suara rintihan samar terdengar dari mulut Sungmin. Kepala yang berdenyut-denyut itu mulai terhuyung, kemudian bersangga pada telapak tangannya sendiri.

Suara gemericik air shower yang terdengar nyaring dari arah kamar mandi membuat Sungmin kembali memikirkan Kyuhyun. Lelaki itu baru saja pulang dari kantor. Memang terbesit suatu maksud untuk memberi kabar tentang kehamilan ini kepada Kyuhyun, bukankah ini timing yang tepat? Kyuhyun bilang ia mencintainya, karena itu Sungmin yakin lelaki itu akan menerima bayi ini dengan senang hati.

“Ming ..,”suara bass itu terdengar nyaring, namun cukup menyentak jiwa Sungmin yang berselancar di dunia lamunan. “Ada apa, hm?”

“Aa—ani,” jawabnya sembari meraih amplop cokelat yang sedari tadi tergeletak. “Aa—ada yang ingin aku katakan kepadamu ..,”

“Katakan saja,” sahut Kyuhyun santai, tubuh jangkungnya mulai rebahan di atas ranjang.

“Bukan saja amplop ini ..”

Kepala Kyuhyun menoleh menatap Sungmin, alis matanya terangkat karena heran. “Ya ..,” panggil Kyuhyun. “Kenapa kau menjadi seperti ini?”

Sungmin bergeming, tetap menyodorkan amplop yang akan ia berikan untuk Kyuhyun.

Tubuh Kyuhyun beringsut untuk bangun walau rasa enggan menyerbu tubuhnya. Matanya melirik ke arah Sungmin selama beberapa detik, kemudian mendaratkan pandangannya ke arah amplop pemberian Sungmin. Jantungnya cukup berdegup tak karuan kala kulit tangannya menyentuh permukaan amplop cokelat tersebut. Terlebih ketika ia akan membukanya.

Baik, ini adalah surat dari Rumah Sakit Seoul. Bola mata Kyuhyun menari mengikuti deretan huruf hangul yang tertulis di sana.

Mata Kyuhyun melotot kala lensa matanya membaca deretan huruf yang diberi efek bold dengan font yang diperbesar. Tulisan yang digunakan sebagai objek utama itu begitu mencolok. Dan itu cukup memberi kesan mengejutkan. Nafas Kyuhyun memburu, tenggorokannya serasa tercekat, syaraf-syaraf pikirannnya terasa terputus; membuatnya tak mampu untuk berpikir.

Sungmin hamil.

“Kyu ..,” wanita itu memanggil dengan suara pelan seraya menarik-narik piyama biru sutera yang Kyuhyun kenakan.

“Tidurlah, Ming ..,” Kyuhyun meletakkan lembaran kertas tersebut di atas meja. Sedetik kemudian membawa tubuh Sungmin ke dalam pelukannya.

Kau tidak mau menerimanya, Kyu?

Kepala Sungmin mendongak, mata kelincinya menatap wajah Kyuhyun; memperhatikan bola mata yang terpejam di sana. Sungmin terdiam, akhirnya ia tahu respon apa yang Kyuhyun berikan untuk kejadian ini. Sungmin melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun; menempelkan tubuh mereka.

“Kau benar-benar tidak mau menerimanya?” pertanyaan itu terlontar, memecah keheningan malam. Suara deru nafas Sungmin dan Kyuhyun yang bersahut-sahutan membuat suasana hening itu semakin runyam. Sungmin tak dapat lagi berpikir tentang apa yang akan ia lakukan setelah ini. Sosok Kyuhyun yang tengah memeluknya erat malam ini membuat Sungmin terasa terasingkan.

OoOoO

Tubuh perempuan yang dibalut dengan mini dress itu menggeliat di atas lembaran selimut. Matanya yang terpejam perlahan terbuka karena terganggu oleh sinar matahari yang mengintip dari balik cendela. Tubuh perempuan itu terdiam selama beberapa detik, setelah itu kembali bergerak, menggeliat.

Sungmin bangkit dari rebahannya, pandangannya mengedar ke penjuru ruangan. Ia kembali tak menemukan sosok Kyuhyun di manapun mata memandang.

“Kau sudah bangun?” sosok lelaki berambut cokelat tua itu tiba-tiba berdiri diambang pintu dengan pose santai. Tubuh jangkungnya yang terlapisi oleh baju informal membuat penampilannya seribu kali lebih mempesona. “Cepatlah bersiap-siap, Ming ..,” ucapnya sembari berjalan mendekat. Di detik selanjutnya, bibir tebal itu mengecup bibir Sungmin sekilas.

“Kau tidak bekerja?”

Kepala Kyuhyun menggeleng, “Aku ingin kita bicara setelah ini ..”

Sungmin mengambil langkah memasuki kamar mandi. Ada suatu pikiran yang membuatnya bingung dengan sikap Kyuhyun beberapa detik yang lalu. Entah mengapa lelaki itu tak semanis biasanya. Air shower itu mulai keluar menghujani tubuh Sungmin, membasahi kulit putih pucat miliknya.

Pandangan yang Kyuhyun layangkan untuknya, terasa begitu hampa; membuatnya tak mampu untuk membaca apa yang tengah Kyuhyun pikirkan. Dan kali ini, tubuh Sungmin serasa melayang; dihantam oleh rasa was-was yang begitu mencekam. Sudahlah, yang perlu ia lakukan adalah pergi menemui Kyuhyun di luar dan membicarakan apa yang ingin Kyuhyun bicarakan.

OoOoO

Kyuhyun duduk di bibir ranjang dengan pikiran bercabang. Semalam ia hampir tidak tidur barang semenitpun karena memikirkan masalah baru yang berhasil merajai pikirannya. Seribu cara terbaik telah ia pikirkan, tetapi tetap saja semua itu tak berujung pada keputusan final.

Cklek.

Suara pintu kamar mandi yang terdengar membuatnya sontak menolehkan kepala. Memandang Sungmin yang keluar dari dalam sana dengan balutan baju handuk mininya. Wanita yang berjalan mendekat ke arahnya adalah sosok wanita yang sangat ia cintai. Tetapi entah mengapa, ada suatu rasa yang mengganjal kala ia kembali mengingat kehamilan Sungmin.

“Ada apa, Kyu?” Sungmin mendudukkan diri di samping kiri Kyuhyun, menatap kedua bola mata kelam yang memandangi wajahnya.

“Kau benar-benar hamil ..,” Kyuhyun memutus pertanyaannya sendiri. “Denganku?”

Pertanyaan Kyuhyun tadi hampir saja membuat Sungmin jantungan. Rasa kekecewaan yang teramat besar menghujam hati dan pikirannya, lelaki yang selalu menidurinya itu meragukan janin yang tengah ia kandung. “Aa—aku hanya tidur denganmu, Kyu ..”

“Kau tahu, aku masih berumur 23 tahun ..,” Kyuhyun menautkan jemari-jemarinya, menyangga dagunya dengan gulungan telapak tangannya sendiri. “Aku masih terlalu muda untuk dipanggil appa ..”

TBC

Music : Love Sick by TaeTiSeo (SNSD)

84 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 8 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. Hehhhhh sungmin hamil??????
    Tp itu 6 mnggu kan ya bkn 6 bln, salah ketik ya thor

    Knpa kyu tega bngt sih hrus curiga kalo anak yg d’kndung sungmin itu bkn anaknya
    Prcaya dong kyu, sungmin kan cuma tidur sama dirimu kyu jngn macem2 lah terima aja deh

    Buat sungmin semangat ya, smua pasti ada jln keluarnya ko oche😉

  2. Seneng karena min mau berusaha untuk memberi hatinya untuk kyu.
    Apa lagi saat ini sungmin telah hamil anak kyuhyun,,

    Tapi tadi kata dokternya usia kandungannya sudah 6bulan,, masa cepat sekali umin hamilnya. Mungkin ada kesalahan ya chingu !!

    Kyu apa kau tidak bisa menerima kehamilan sungmin,, sepertinya kau masih meragukan kehamilan sungmin.

  3. Kyu baru dicium ama Ming aja udah kePDan huhh..

    Mereka harus cepet nikah😀
    udah 6 bulan? Mwo? Berarti udah besar dong, kok KyuMin nggak sadar..

  4. Wah…wah…kenapa jadi kaya gini, kyu gak mau nerima janin yang ada di rahim sungmin.

    Kyuhyun kau sungguh benar2 jahat (⌣̯̀⌣́)٩(×̯×)۶

    Tapi kenapa tadi hasil yg dikatakan dokter sungmin sudah hamil selama 6bulan ya???

  5. Hah~ ._.
    Mulai timbul konflik lagi!!!
    Kyu sama sekali g ada komitmennya nih.
    Udah hamili ming tapi malah ragu begitu.
    Ming pergi jja.
    Kyu benar” labil.

  6. aigoo Oppa kyu g .mw nerima bayinya ??????
    klw Blom siap menjadi appa,,, jgan lakukan “itu” Oppa,,,,, kasian kan .sm eomma Minnie T_T,,, menderita teruzzzzz,,, pdhal Oppa dah janji .mw bahagiain Minnie Oppa kyu T_T

    Thor PW nya dunkz,, chap 1, 2 ma sequel nya T_T

  7. yaelah…
    kyu kenapa jdi putar haluan?
    udh ngakuin cinta, udh ngakuin ming sbg calon istri ddpan banyak org jg…
    tgl nikah aja jg…
    bukannya kmrn2 dia brpikir buat bikin hamil ming pas ming deket sama siwon jg??aish,kyu plin-plan…

  8. KyaaaaaaAaaaa umin tekdung ? Ama kyupa ? Aaaaaaa asik asik ,, hehe , napa jadi heboh sendiri ?

    Jangan bilang kyupa gak nerima itu jabang bayi , terus mau gugurin ? Adduuhh jangan sampeee -_-

  9. kyu knp bilang gtu sma ming..pasti ming sakit bgttt hatinya… us
    dah tau dia melakukannya sama kyu doang,mlah tanya lagi…

  10. Gila lu cho ? Lu gk mikir resiko dr lu ngelakuin ‘itu’ sma ming ?
    Ming hamil, itu resikonya tp knp lu gk siap jd appa heh ? Dasar…

  11. hiyaaa kyu, is tabok juga nih..
    katanya cinta sama ming, udah bikin ming hamil eh reaksinya malah gitu…
    kyu minta dicubitin emang biar sadar..
    ming yang sabar ya..

  12. hiyaaa kyu, is tabok juga nih..
    katanya cinta sama ming, udah bikin ming hamil eh reaksinya malah gitu…
    kyu minta dicubitin emang biar sadar..
    ming yang sabar ya..
    oiya ming hamil 6 bulan? kan dia telat dateng bulan 1 bulan? itu maksudnya 6 minggu ya?

  13. Wah kyu kok tega sih ama ming, sampai tanya kayak gitu ke ming. Ktnya kyu cinta ama ming. Kasihan nih ming……ming yg kuat ya……

  14. Duh, ketika Ming sudah mulai membuka hati untuk Kyu timbul masalah lagi kalo Ming hamil. Dan Kyu kenapa ragu sama Ming, jahat banget. Jangan bilang Kyu ga mau tanggung jawab sama Ming😦

  15. brengseknya tingkat akut kan si Kyuhyun
    tidak peduli umurnya yang masih 23 tahun asalkan itu anak dari orang yang dicintainya seharusnya Kyuhyun menerima…. ini malah mau enaknya(?) aja

  16. Hei… Itu Kyuhyun apa-apaan sih? Ya jelas Sungmin hamil karna kamu, hanya kamu satu-satu laki-laki yang sering menidurinya, masih bertanya lagi.
    Jangan bilang Kyuhyun minta Sungmin untuk menggugurkan kandungannya. Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab *emosi*

  17. Hei… Itu Kyuhyun apa-apaan sih? Ya jelas Sungmin hamil karna kamu, hanya kamu satu-satunya laki-laki yang sering menidurinya, masih bertanya lagi.
    Jangan bilang Kyuhyun minta Sungmin untuk menggugurkan kandungannya. Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab *emosi*

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s