My Special Angel | KyuMin | Chap 7 | GS | T+ | Romance, Hurt |

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 7/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

“Kau tampak begitu manis,” suara berat itu terdengar tiba-tiba, membuat Sungmin yang tengah berjalan menyusuri lorong itu membalikkan badan. Hei, jelas-jelas ia mendengar suara Siwon beberapa detik lalu. Ia kira Siwon muncul sembari melemparkan pujian itu lagi kepadanya. “Tidak, aku tidak berbohong. Kau cantik,” suara itu terdengar lagi, dan kali ini cukup membuat Sungmin penasaran. Ia mendengar suara ini dari balik gang sempit yang berada beberapa meter di depannya.

“Kim Kibum, aku merindukanmu. Cepatlah pulang.”

Kim Kibum? Sungmin mengeryitkan alis, kemudian berbalik dan kembali melangkah. Bagaimana bisa kau terlalu bodoh dan mempercayai semua kata-kata manis darinya, Sungmin-ah? Asal kau tahu, Siwon tak mengucapkan hal manis itu kepadamu saja!

Namun, langkah Sungmin kembali terhenti kala reseptor dari tubuhnya menangkap hal lain. Kali ini menyangkut indra penglihatannya. Ia melihat sosok Kyuhyun tengah berbincang dengan seorang wanita. Seorang wanita yang ada dalam gambaran foto pertunangan tadi.

“Huh, miris nian nasibmu, Lee Sungmin,” gumamnya lalu melangkah pergi. Tak peduli jika Kyuhyun melihatnya atau tidak. Toh sedetikpun Sungmin tak akan mencoba untuk bertanya perihal siapa wanita itu. Ia tahu jika wanita itu adalah tunangan Kyuhyun, jadi tak ada yang perlu dipertanyakan lagi, bukan?

Langkah kaki Sungmin tak bisa dibilang lambat, perempuan itu terlihat begitu tergesa menyusuri jalanan kota Seoul yang padat. Ia tak akan berbalik untuk meminta maaf jika tubuhnya secara tak sengaja menyenggol bahu orang lain. Lebih ia baik ia cepat-cepat pulang ke apartemen.

OoOoO

Truk! Sungmin membanting gelas air minum yang ia genggam ke atas meja, meletakkannya dengan penuh amarah kemudian mengelap bibirnya yang basah. Pandangannya mengedar, wajahnya memucat, bibirnya bergetar, nafasnya tersenggal-senggal, dan matanya berair.

Matanya berair?

“Beraninya kau menjanjikan kebahagian untukku,” ucap Sungmin dan berjalan menuju kamar. Ia hempaskan tubuhnya di atas ranjang, dan seketika itu pula air mata yang sedari tadi ditahannya tumpah karena gerakan kelopak mata.

Sungmin merasa dipermainkan. Ia mulai terisak pelan, rasanya sakit juga. Sungmin kira Kyuhyun akan menganggapnya sebagai seorang wanita mengingat kemarin malam ia bersikap sebegitu baik. Ia kembali teremehkan. Setidaknya, Kyuhyun tak berhak mengatakan hal-hal seperti itu kemarin malam. Bukankah kemarin ia telah ditolak oleh Siwon kemudan menangis sejadi-jadinya di samping Kyuhyun?

Dan sekarang? See, Sungmin kembali menangis. Bukan karena cinta, namun karena ‘harga diri’, menurutnya. Harga diri?

Sungmin menampar pipinya sendiri, bisa-bisanya ia mengatakan alasan seperti itu. Jelas sekali perempuan itu tak memiliki harga diri di hadapan siapapun, termasuk Tuhan yang tengah memantau dirinya di surga. Isakannya mereda, mata kelincinya yang memerah mulai menatap langit-langit kamar.

“Seharusnya kau tak perlu menganggap ucapan Kyuhyun seserius itu,” desisnya dengan suara samar. “Sekali menjadi sex doll, maka selamanya akan menjadi sex doll.”

OoOoO

Kyuhyun kembali berjalan menuju ruangan kantornya setelah ia mengakhiri perbincangan dengan Seohyun. Wanita cantik dengan gaya anggun itu menyapanya. Jadi ia harus memberikan respon, bukan? Oh, sebenarnya ia tak ingin terlalu lama meninggalkan Sungmin di ruangan kerja. Ia takut Sungmin mengobrak-abrik ruangan kerjanya dan menemukan ‘sesuatu’ yang sengaja ia sembunyikan.

Cklek.

Alis matanya berkerut, bahkan hampir bertemu karena mendapati ruangan kerja ber-AC itu kosong. Pandangan matanya tak menemukan sosok perempuan cantik yang berhasil mencuri hatinya di sudut manapun.

“Ming?” panggilnya pelan. Apa perempuan itu mencoba bersembunyi? Namun untuk apa? Ck, kekanakan sekali. Kyuhyun kembali keluar dari ruang kerjanya, kemudian bertanya kepada salah seorang karyawan yang bekerja di luar ruangan kerja Kyuhyun.

“Cho-ssi?”

“Apa kau melihat seorang wanita keluar dari ruanganku?”

Wanita itu terlihat diam untuk mengingat sesuatu, namun beberapa detik setelah itu ia mengangguk. “Benar, kira-kira sepuluh menit yang lalu.”

“Kemana?”

“Perempuan itu tak mengatakan apapun, Cho-ssi.”

“Aish!”

Hanya desisan yang Kyuhyun lontarkan, lalu lelaki itu kembali masuk ke dalam ruangan kerja dengan membanting pintu. Ia tak habis pikir, mengapa perempuan itu meninggalkannya tiba-tiba?

OoOoO

Jam menunjukkan pukul sebelas malam, namun perempuan dengan wajah sendu itu tetap bertahan di balkon walau udara dingin merajam kulit tubuhnya, membekukan syaraf craussenya. Apalagi perempuan itu hanya menggunakan pakaian seadanya—mini pants dan kaos pendek. Walau begitu, ia masih tetap betah merenung di sana sembari menatap langit yang berwarna hitam pekat tanpa bintang atau bulan.

Hampa, seperti jiwanya yang mulai melayang entah kemana. Perempuan itu mendadak merasakan sedih yang teramat dalam, namun ia sendiri tak mengerti apa yang membuatnya menjadi mendadak lemah seperti ini. Apa karena Kyuhyun?

Selembar selimut tiba-tiba menyelimuti tubuh Sungmin, membuat perempuan it terkejut setengah mati dan reflek menoleh ke belakang. Ia mendapati Kyuhyun yang tengah memberi sebuah senyuman di tengah wajah lelahnya.

“Kau bisa terkena flu,” ucap Kyuhyun kemudian ikut duduk di kursi balkon.

Sungmin kembali mengalihkan pandangannya, menengadahkan kepalanya ke langit dan menyangga kepalanya dengan tangannya yang terlipat. “Aku tidak peduli.”

“Kalau kau sakit, kau akan menyusahkanku,” jawab Kyuhyun sembari terkikik kecil.

“Tuan benar, aku tidak mau menyusahkan tuan,” kali ini kedua tangan Sungmin bergerak mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya.

“Tuan?” mata Kyuhyun menyipit ketika gendang telinganya mendengar sebutan Sungmin untuknya. “Sudah aku katakan, aku kekasih—”

“Kau tuanku, Cho Kyuhyun-ssi,” Sungmin menatap mata Kyuhyun tajam. “Dan aku..,” kata-kata itu tiba-tiba terputus kala Sungmin akan mengatakannya. Entah mengapa ia merasa sakit hati jika harus mengatakan hal ini. “Aa—aku sex dollmu,” lirihnya.

“Lee Sungmin!” Kyuhyun meninggikan nada suaranya. “Sudah aku bilang, jangan menyangkut tentang hal itu!”

“Bukankah itu adalah sebuah fakta?” sembur Sungmin. “Aku disini untuk memuaskanmu, bukan untuk menjadi kekasih yang mencintaimu!”

Kyuhyun seakan-akan kehilangan kata-katanya sendiri. Ada rasa tersendiri saat Sungmin mengatakan hal itu. Penolakan kembali ia dapat, dan itu cukup membuat Kyuhyun merasa sedih. Pada akhirnya Kyuhyun merasa tersakiti kembali seperti ini.

“Apa malam ini tuan tak menyentuhku?” pertanyaan Sungmin sukses membuat jiwa Kyuhyun kembali tersentak kaget. Lelaki itu menatap aneh ke arah Sungmin, memberi tatapan menginterogasi yang menuntut penjelasan detail dan terperinci.

“Kau marah padaku, Ming?” tanya Kyuhyun pada akhirnya. “Katakan, apa yang membuatmu marah?”

Kepala Sungmin menggeleng, “Tidak ada. Aku hanya merasa aneh pada sifat tuan yang begitu perhatian kepadaku.”

“Karena kau kekasihku dan aku mencintaimu,” jawab Kyuhyun tegas, tanpa menunggu jeda dari perkataan Sungmin yang terlontar beberapa detik lalu. Mereka terdiam, saling memandang.

Lucu sekali, bahkan kau berani mengatakan hal seperti itu padahal kau akan segera menikah dengan tunanganmu?

Tubuh Sungmin bangkit dari duduknya, “Jika tidak berniat menyentuhku, aku akan pergi tidur!” setelah itu Sungmin melangkah pergi, benar-benar meninggalkan sosok Kyuhyun yang masih duduk terdiam karena rasa penasaran. Tanda tanya besar yang muncul di otaknya membuat Kyuhyun hanya mampu berdecak. Apalagi setelah tatapan mata Sungmin yang memenjarakan pandangannya beberapa saat yang lalu.

“Lee Sungmin!”

OoOoO

Sungmin menggeliat pelan kala rengkuhan tangan hangat yang melingkar di punggungnya mengerat. Samar-samar ia mendengar deru nafas seseorang dan merasakan terpaan nafas hangat di wajahnya. Sungmin mulai membuka mata, lalu kedua pandangan matanya disambut oleh wajah polos Kyuhyun yang tertidur pulas. Wajah lelaki ini memang tampan saat sinar wajahnya masih sama seperti angel—tidak melakukan dosa karena tertidur.

Namun pada kenyataannya, Kyuhyun bukanlah orang suci yang tak memiliki dosa. Setiap manusia pasti memiliki dosa karena kesalahan yang ia perbuat. Begitu juga dengan Kyuhyun. Lelaki itupun sama dengan manusia lain, tetapi mungkin ada suatu perbedaan jika membicarakan tentang dosa.

Kenapa aku menilai Kyuhyun dengan hal seperti itu? Sungmin menepak jauh-jauh pemikiran yang tiba-tiba merasuk ke dalam otaknya. Dengan enggan Sungmin menarik diri, melepas rengkuhan tangan Kyuhyun dan melangkah pergi ke kamar mandi.

Sungmin mengumpat dalam hati, sejujurnya ia begitu terganggu dengan pernyataan cinta Kyuhyun kemarin malam. Perkataan Kyuhyun begitu menghantui dirinya, membuatnya memimpikan hal bodoh seperti itu. Jelas-jelas lelaki itu berbohong untuk mendapatkan simpati, dan itu adalah suatu dosa yang tak termaafkan.

Tok- tok. Suara ketukan pintu itu terdengar lembut, membuat Sungmin yang melamun menjadi salah tingkah sendiri.

Jagiya, apa kau di dalam?” suara lembut Kyuhyun terdengar nyaring, bahkan mampu menyaingi suara gemericik air shower yang berisik. Karena itu Sungmin bergegas untuk meraih baju handuk yang tergantung dan memakainya. Dengan langkah tergopoh-gopoh ia menghampiri pintu dan membukanya.

“Ada apa?” pertanyaan Sungmin terlontar kala ia mendapati sosok Kyuhyun berdiri diambang pintu.

Kyuhyun tersenyum melihat sang kekasih berdiri di hadapannya dengan keadaan yang cukup berantakan. Wajah berair, rambut basah, dan jangan lupakan ekspresi lucu yang ia gambar. Perlahan tangan Kyuhyun menyapu permukaan pipi Sungmin, kemudian beralih meraba dahi Sungmin. “Gwaenchanha.

“Tt—tuan ingin mandi?”

Kebahagian Kyuhyun perlahan luntur karena gendang telinganya mendengar panggilan yang Sungmin lontarkan untuknya. Tuan? “Ming, sudah aku katakan jangan memanggilku seperti itu!”

Sungmin terdiam untuk beberapa saat, di detik berikutnya Sungmin menghela nafas. “Sudah aku katakan berulang kali, aku sex—”

“Kau kekasihku! Angap saja seperti itu!” suara Kyuhyun meninggi, memberi kesan menakutkan yang luar biasa. Nafas lelaki itu memburu, bukti bahwa ia tengah tersulut api kemarahan. “Jelaskan apa yang membuatmu enggan menjadi kekasihku!”

Mata Sungmin yang mendelik menatap wajah Kyuhyun, memberi sebuah tatapan penuh kebencian. Bibirnya bergetar, “Kau ingin aku memperlakukanmu sebagai kekasihku?”

“Berulang kali aku—”

PLAK!

Perkataan Kyuhyun terhenti saat telapak tangan dingin milik Sungmin menampar pipi Kyuhyun dengan begitu keras. Kyuhyun yang mendapat tamparan dari perempuan di depannya hanya bisa memandang tak terima. “Aku telah melakukannya, Cho Kyuhyun!”

“Kenapa kau menamparku?”

“Aku membencimu, dan selamanya tak akan pernah mencintaimu!” sembur Sungmin dengan setiap penekanan di setiap kata. Sungmin mengalihkan pandangannya, berusaha untuk tak meneteskan air mata di hadapan Kyuhyun. “Jangan mengatakan kata-kata cinta jika semua itu adalah kebohongan!”

“Kebohongan?” alis Kyuhyun mengkerut. Kini sebuah tanda besar mulai memenuhi otak dan pikirannya. Ia begitu tak percaya saat indra pendengarannya menangkap apa yang telah Sungmin katakan. Bahkan, rasa sakit yang mulai mendera permukaan pipinya karena tamparan Sungmin ia kesampingkan. “Ada apa denganmu, Lee Sungmin!”

“Cukup, Kyu! Aku benar-benar tidak ingin merasakan hal seperti itu!” Sungmin beranjak. Tangannya sendiri terlihat tergulung dengan kuat, menandakan bahwa ia benar-benar kesal. “Aku akan pergi jika kau akan menikah nanti.”

“Sebenarnya apa yang kau pikirkan tentang diriku?” tangan Kyuhyun mencengkeram erat lengan Sungmin, menahan perempuan itu agar tak dapat melangkah menjauhi tubuhnya. Ia tak ingin pergi dan menyerah begitu saja jika Sungmin belum mengatakan alasannya dengan jujur. Sosok wanita yang berdiri di depannya ini benar-benar membuatnya ingin berteriak. “Menikah kau bilang?”

“Aku tak ingin bertengkar,” ujar Sungmin lirih. Jiwanya mulai tenggelam ke dalam kesedihan yang teramat dalam. Apa ia sebegitu hina sehingga membuat lelaki yang ada di depannya ini tak mau mengakui pertunangannya?

Akhirnya Kyuhyun melepas cengkraman tangannya, telapak tangan itu bergerak menggaruk kepalanya sendiri. Tubuhnya merunduk untuk berusaha menyamai tinggi badan Sungmin. Pandangan matanya yang teduh mencoba menangkap gerak-gerik mata Sungmin. “Aku mencintaimu. Dan aku ingin kau mencintaiku.”

“Tidak bisa,” kepala Sungmin menggeleng lembut. “Maafkan aku, tuan.”

OoOoO

Aku bingung.

Suara hati Sungmin yang menjelma bak jeritan itu mengusir dunia kesepian yang melanda jiwa. Hembusan nafas berat Sungmin hampir menyamai deru angin yang menerpa surai rambutnya yang terurai. Kebimbangan yang melilit hati dan pikiran itu tak dapat dilenyapkan begitu saja, bahkan perasaan itu semakin menjadi—seolah berniat membunuh Sungmin.

Aku menamparnya.

Sebersit rasa bersalah mulai merambat masuk ke dalam ruang hatinya. Dan pikiran tentang apa yang telah terjadi beberapa jam yang lalu kembali berputar di otaknya. Saat dimana Kyuhyun mencoba kembali meyakinkan cinta yang ia berikan untuk Sungmin. Semua akan sia-sia, pikir Sungmin. Ia tak peduli seberapa keras Kyuhyun berusaha untuk menanamkan keyakinan cinta di hati Sungmin. Pada akhirnya ia tak akan menerima cinta Kyuhyun.

Dia mampu menyatakan cinta kepadaku walau dia telah bertunangan.

Satu fakta pahit bahwa Kyuhyun telah bertunangan membuat Sungmin enggan untuk membuka hati. Tak ada cinta untuk orang seperti itu, dan ia pikir tak ada cinta untuk dirinya sendiri. Perasaannya mungkin tak mampu untuk mengungkapkan hal apa yang mungkin akan ia timbulkan sendiri jika ia menerima cinta Kyuhyun. Hanya dua kemungkinan yang terbersit dalam pikirannya.

Bahagia dengan cinta yang Kyuhyun berikan.

Atau,

Tenggelam dalam kesengsaraan karena cinta yang Kyuhyun janjikan.

Langkah kaki Sungmin terseret menapaki lantai pusat perbelanjaan kota Seoul. Membawa tubuh lemah nan rapuh itu melewati berpuluh-puluh stan yang berjejer di setiap tingkat lantai. Lidah yang selalu bergulat dengan lidah Kyuhyun kini tengah menjilat sebatang lolipop besar yang ia beli dari salah satu kios. Rasa manis ini terasa begitu memanjakan lidah Sungmin. Namun jujur saja, ini tak semanis bibir Kyuhyun.

“Proyek kali ini harus benar-benar..”

“Eung?” jiwa perempuan itu tersentak kala pendengarannya samar-samar mendengar suara bass yang sangat ia kenali. Jantungnya berdetak lebih cepat, menghentak-hentakkan dadanya. Tubuh Sungmin berbalik, mencoba mencari tahu siapa yang memiliki suara bass seindah itu.

Seulas senyum terlukis di bibir cherrynya kala sepasang mata kelinci itu menangkap sosok lelaki berambut cokelat tua dengan balutan jas berjalan menjauh darinya. Kyuhyun. Ia bertemu Kyuhyun secara tak sengaja di tempat seramai ini. Seperti sebuah kebetulan dan keberuntungan.

Astaga, dia berhenti. Apa dia tahu aku ada di sini? Sungmin berargumentasi kala sosok lelaki yang menjadi pusat perhatiannya menghentikan langkah. Jantungnya kian berdebar-debar, dengusan nafas menahan rasa bahagia itu semakin memburu.

Tetapi senyuman tipis itu menghilang kala sorotan matanya mendapati seorang wanita tiba-tiba muncul di hadapan Kyuhyun kemudian memberikan segelas coffe latte. Saat itu juga kepala Sungmin tertunduk, ia merasa malu karena telah memunculkan argumentasi berlebihan. Ia kembali berbalik, menyeret kakinya untuk melangkah pergi.

Bagaimana bisa kau berpikir bahwa lelaki itu benar-benar ada untukmu?

Jagiya?” sapaan ringan itu terdengar bersamaan dengan sentuhan lembut di pundaknya.

Sungmin hampir memecah lolipop yang ia pegang dengan gigitan gigi kelincinya karena rasa kaget ini begitu luar biasa. Ekor mata Sungmin melirik sosok Kyuhyun yang telah berdiri di hadapannya, memberi sebuah lukisan ekspresi yang sulit ia artikan. Bola mata Sungminpun sempat melirik selama satu detik ke arah wanita cantik yang berdiri bersama relasi bisnis Kyuhyun lainnya di sana.

“Apa yang kau lakukan?” satu pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Sungmin kembali tersentak.

“Hh—hanya jalan-jalan,” ucap Sungmin lirih, kembali menyembunyikan wajahnya dengan merunduk.

“Seorang diri?”

“Kau kira?”

Kyuhyun mendesis, “Aku tidak ingin orang lain menggodamu jika aku tak ada.”

Sungmin tersenyum, pandangan matanya yang terbunuh oleh rasa sakit akibat kebohongan Kyuhyun meredup. Perlahan tangannya bergerak meraba jas Kyuhyun, merapikan letak dasi yang lelaki itu kenakan. “Jangan khawatirkan aku, tuan..”

Kepala Kyuhyun perlahan merendah, mensejajarkan bibirnya dengan telinga Sungmin. “Kau akan mempermalukanku jika memakai sebutan seperti itu di depan relasi bisnisku,” bisik Kyuhyun. Seringai tipis terukir di bibir tebal itu, dan seketika itu pula bibir yang telah biasa menjelajah di tubuh Sungmin bergerak pelan di pipi Sungmin.

“Kk—Kyu?” mata Sungmin mendelik kala merasakan hembusan nafas di pipinya, apalagi bibir hangat itu mulai mengecup dan menelusuri pipi chubbynya.

“Bagus,” Kyuhyun menarik kepalanya, menatap Sungmin dengan tatapan sayu. “Ikut aku,” tangan lelaki itu menyambar pergelangan tangan Sungmin, menyeret tubuh perempuan berwajah imut itu melangkah mendekati rekan bisnisnya.

Rasa was-was mulai merasuki pikiran Sungmin, membuat perempuan itu tak mampu berkata. Guratan rasa cemas mulai tergambar jelas di raut wajahnya, membuat nafasnya tercekat karena dipenuhi oleh tanda tanya yang memenuhi pemikirannya. Lensa matanya dapat menangkap dengan jelas bahwa wanita cantik—yang Sungmin kira adalah kekasih Kyuhyun—menatapnya.

Detik berselang, membawa tubuh dua orang itu berhenti di hadapan orang-orang penting. “Aku akan mentraktir kalian minum kopi,” ujar Kyuhyun.

“Wah, sepertinya Cho-ssi akan memperkenalkan seseorang kepada kita!” salah seorang menyahut.

“Benar sekali. Ayo!”

OoOoO

Tubuh orang-orang penting itu telah duduk melingkari meja coffe shop yang mereka kunjungi. Sedangkan salah seorang wanita dengan pakaian serba pink yang duduk di sebelah kanan tubuh lelaki berwajah evil itu hanya mampu merundukkan kepala, menelan segala kecemasannya hidup-hidup. Keringat dingin yang sedari tadi telah membasahi tubuh bagian dalam wanita itu membuatnya gerah, mungkin lama kelamaan ia akan mati.

Melihat Sungmin yang masih saja merundukkan kepala membuat Kyuhyun harus bertindak. Tubuh lelaki tampan itu berdiri dari duduknya, “Saudara-saudara, aku ingin mengenalkan seseorang yang sangat penting kepada kalian!” ucap Kyuhyun diiringi senyuman khasnya. “Wanita yang duduk di sampingku sekarang adalah ..,” Kyuhyun memotong ucapannya kala rasa bahagia mulai menggelitik hatinya. “Calon istriku, Lee Sungmin.”

Lagi-lagi Sungmin dibuat terkejut setengah mati karena pernyataan Kyuhyun. Wanita itu sontak mendongakkan kepalanya, memberi tatapan menuntut penjelasan kepada Kyuhyun atas semuanya. Matanya melirik ke arah sang wanita yang tersenyum ke arahnya. Hei, bukankah seharusnya wanita yang duduk di hadapannya itu marah?

Jagiya, cepat beri salam kepada mereka!”

“Ah, eung ..,” Sungmin mulai bangkit dari duduknya, kepala wanita itu merundukkan kepalanya sejenak. “Annyeong haseyo, Lee Sungminibnida.”

“Dia manis sekali, apa Cho-ssi berniat menikahi anak SMA?”

Kyuhyun tertawa, “Calon istriku berumur dua tahun lebih tua dariku!”

Pernyataan yang Kyuhyun lontarkan membuat semua orang yang duduk di situ membelakkan mata tak percaya. Pemikiran tentang baby face yang sangat langka membuat mereka berdecak kagum. “Selamat, Cho Kyuhyun-ssi. Dia benar-benar cantik!” ucap perempuan yang sedari tadi menjadi pusat pemikiran Sungmin. Perempuan cantik itu menatapnya dengan foxy eyes, memberi sebuah ucapan selamat yang tulus dari tatapan matanya.

“Kalau begitu, Cho-ssi akan menyusul Seo-ssi untuk naik ke altar gereja!”

“Cepatlah menikah agar anak kita nanti bisa berteman, Cho-ssi!” wanita bermarga Seo itu tertawa kecil, mengeluarkan suara kikikan anggun yang khas.

Sungmin menautkan alis kala ia mendengar penuturan yang baru terlontar dari bibir tipis wanita bermata foxy itu. Tunggu, ia sedikit bingung. Atau lebih tepatnya sangat bingung dengan semuanya. Sebuah tanda besar menyumbat pemikirannya, membuat perempuan itu hanya mampu memandang wajah Kyuhyun.

Ada apa sebenarnya?

 

TBC

Music : Dreams Come True by Seohyun & Donghae

77 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 7 | GS | T+ | Romance, Hurt |

  1. Huh..!! Syukurlah Seo udah mau nikah =)
    jdii nggak akan ada yg ngeganggu hbungan KyuMin lgii,,krna siwon juga nggak suka ma Ming

  2. “Kau kekasihku! Angap saja seperti itu!” Aish Kyu Babo!! Kyu ngmong.a seolah2 sungmin cuma pcr pura2.a dy.. ckckck

    Yaaa,, ko si Seo mw nikah..?? Npa gg usah aja.. Jd konflik antara KyuMinSeo makin byk.. kkk~😀

    *kabur ke next chap ^^

  3. Tuh kan bnr cewe itu seohyun, tp sbnrnya dia bkn tunangan kyuhyun kan?????
    Arghhhhhh sumpah thor msih ga ngerti bngung deh jadinya

    Tp kayanya sungmin itu salah pham deh, ya ga???????

  4. Wahh,, min sepertinya kau harus bertanya tentang tunangan kyuhyun deh. Dari pada kau terus bertanya-tanya di dalam hati mu.

    Kyuhyun dengan berani memperkenalkan dirimu didepan rekan-rekannya sebagai calon istri, itu artinya kyuhyun bersungguh-sungguh akan perasaannya terhadap mu.

  5. Unni..
    Sukses buat aku nangiss ;(
    Lee sungmin>< aku bisa ngerasain ap yang ming rasain~ bhs yang unni pake bener2 daebak unn^^
    Kasian bgt mingg~

    Oh kyuu.. Syukurlah kau mengakui di depan orang2 penting???
    Yeayyy.. Bersyukurlah mingg..

  6. Mungkin dulu Kyu dijodohin sama Seo ya unn?

    Trus sekarang Seo juga udah mau nikah sama namja lain? Bagus deh kkkkk

    Ming, bukalah hatimu untuk Kyu🙂

    *ciecie Kyu berani ngenalin Ming sama relasi bisnisnya, udah 2 kali ini😀

    Yg difoto tunangan itu, Kyu sama Seo-kah unn?

  7. ming cemburu ma kyu tp msih tetap menyangkal lau ming ska ma kyu….
    Ming trlalu takut lau dy benar2 jatuh cnta ma kyu…

  8. Wah…ternyata kyu benar2 mencintai sungmin.

    Oh ternyata wanita itu seohyun toh dan sepertinya ia sudah menikah jadi tidak akan pengganggu atau kesalah pahaman lagi dong antara kyuhyun dan sungmin🙂

  9. Ah ternyata mommy salah paham sama daddy.
    Seo, kau tak tau kalau daddy sudah punya anak yng banyak?.
    Daddy kami itu sangat mesum makanya punya anak banyak yng biasa di sebut JOYers.😀
    Kkkk~

  10. ming salah paham???
    ming cemburu buta?
    kyaaaaa ming jatuh cinta ama kyu yaaa
    tuh buktinya uring”an cm liat foto kyu ama cewe aja. hahahaha

  11. syukur dah kalo emang si seo ama kyu kaga jadi tunangan , emang seo lebih cocok ama yonghwwwaa x3 .. udahlah ming emang kyu udah poling in lope ama eluu weh :3 terima aja kenapa . percaya❤

    lanjut next chapter :3

  12. Waah ,,, sungminie diperkenalakan sebagai calon istrinya kyu,, semoga semuanya berjalan sesuai rencana, berharap minie bs bahagia🙂

  13. sungmin salah paham -___-

    kyuhyun udah berani ngenalin sungmin ke temen”nya.
    masalahnya sekarang cuma satu itu sungmin masih ragu bgt deh sama kyuhyun.. dia bilang benci lagi aduh!!

  14. Hehehehe…..si minnie masih gak ngaku kalo sebenarnya ia juga udah mulai suka ama kyu. Ming kebingungan sendiri nih…..dia gak mau jujur sih ama kyu…..

  15. Haha Minh disini udah mulai ada tanda suka sama Kyu
    kebukti dia cemburu pas tauu kalo Kyu puna tunangan
    Tapi apa bener Kyu punya tunangannya?#lirikKyu

  16. ciee.. kyu ngenalin ming didepan semua orang :3 seneng dehh😄 turut bahagia ja deh..semoga kyumin bakal cepetan nikah ..aammiinn.. next

  17. Kok aku jadi bingung ya?
    Foto yg dilihat ming itu fotonya seo sama kyu? Tapi seo udah nikah? Terus hubungan kyu sama seo apa dong?? #bingung
    Jadi intinya disini ming sudah salah paham kkk~

  18. Syukurlah ming cuman salah faham ..🙂 #legaaaaaaaa😀
    Tapi seo itu siapanya Kyu , ko bisa foto berdua seperti orang bertunangan , persis yang dibilang sma ming .. Taman nya kah ???:-/

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s