My Special Angel | KyuMin | Chap 5 | GS | M | Romance, Hurt |

Special Angel

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : 5/?

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Tidurlah yang nyenyak, Kyu,” ucap Sungmin pada akhirnya.

 

Saranghae..,” lenguhan Kyuhyun yang terucap kali ini membuat Sungmin menolehkan kepalanya. Ia menyipitkan mata untuk memperhatikan wajah Kyuhyun. Lelaki itu baru saja mengatakan kata cinta, namun untuk siapa Sungmin tak tahu pasti. “Mianhae..”

 

OoOoO

 

Sungmin terlihat tengah duduk santai di depan layar televisi. Tadi pagi ketika ia bangun, pandangan matanya tak menemukan sosok Kyuhyun. Jadi ia patut bernafas lega karena Kyuhyun tak akan memberinya pertanyaan aneh tentang kemarin malam. Dan sesuatu kini mulai meracuni otak Sungmin. Kemarin malam Kyuhyun mengatakan ‘saranghae’. Tapi, untuk siapa?

 

“Hah,” Sungmin menggelengkan kepalanya dengan gerakan cepat. “Untuk apa aku peduli?” gumamnya pelan.

 

Sudah lima jam lebih Sungmin duduk di sofa santai ini. Ia begitu bosan. Dalam pikirannya terbesit sebuah doa yang tersemat di setiap detik berjalan.

 

Semoga Siwon kembali berkunjung.

 

Ting tong~

 

Tiba-tiba bel apartemen terdengar. Membuat Sungmin harus mau tak mau beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati pintu.

 

Nugu—eh?”

 

Annyeong, Minnie!” sapa lelaki tampan yang tengah berdiri di depan pintu. Matanya mengerjap, demi Tuhan ia tak percaya bahwa Siwon tengah berdiri di hadapannya.

 

“Ss—silahkan masuk!” ucap Sungmin kikuk.

 

“Terimakasih,” jawab Siwon kemudian melangkah masuk.

 

“Mau minum apa? Soda?”

 

“Tidak perlu, aku hanya sebentar!” Siwon berucap sembari memanang wajah Sungmin. “Aku ingin bicara!”

 

“Eh?” Sungmin segera mendudukkan dirinya kemudian diikuti oleh Siwon. Siwon ingin berbicara dengannya, tentang apa?

 

Nampaknya Siwon terlihat sedikit menghela nafas sebelum ia mengatakan hal yang ingin ia tanyakan. Setelah beberapa detik, manik mata Siwon mencoba mengunci pandangan Sungmin. “Kau menyukaiku?”

 

Mata Sungmin melotot karena kaget yang luar biasa. Bagaimana bisa lelaki itu menanyainya hal tabu seperti itu? Dengan gerakan cepat Sungmin merundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena termakan malu. Ia tak sanggup menjawab pertanyaan Siwon, ia tak sanggup.

 

“Kyuhyun memberi tahuku tentang hal ini. Kau tahu, aku tak ingin kau semakin tersakiti karena masalah ini,” Siwon melanjutkan perkataannya.

 

“Maksudmu?” kepala Sungmin terangkat sempurna kala ia mendengar kalimat terakhir Siwon. Alisnya melengkung, sedangkan sinar matanya menunjukkan kegalauan yang teramat sangat.

 

Mianhae, tetapi aku menyadari jika kita tak bisa bersatu karena—”

 

“Karena aku hanya seorang pelayan?” Sungmin memotong penjelasan yang akan Siwon ucapkan. Kristal bening itu nampaknya mulai menggenangi kedua bola matanya. “Maaf, tapi aku tak berharap kau menerima cintaku. Aa—aku menyadari kedudukanku!”

 

“Bukan seperti itu,” kali ini Siwonlah yang mencoba membela diri. “Bukan karena kau pelayan, sungguh!”

 

Tes.

 

Air mata Sungmin yang terbendung akhirnya menetes. Seketika itu pula Sungmin mengalihkan pandangannya. “Maaf, aku begitu lancang. Tapi—”

 

“Sudahlah, Min. Karena aku bersikap berlebihan, kau menjadi salah paham,” suara Siwon merendah. “Maafkan aku.”

 

“Tidak masalah,” Sungmin menanggapi dengan suara serak. “Jangan meminta maaf lagi.”

 

Siwon mengangguk. Sebenarnya ia tak enak mengatakan hal ini kepada Sungmin. Tapi mau bagaimana lagi? Jika ia terus membiarkan Sungmin menaruh harapan kepadanya, bisa-bisa Sungmin akan semakin tersakiti. Tidak, ia tak ingin membuat seorang wanita patah hati!

 

“Aa—aku harus pergi, Min!” suara Siwon tiba-tiba terdengar memecah keheningan yang tercipta diantara mereka.

 

“Aah,” Sungmin merundukkan kepalanya sejenak. Mencoba meneteskan semua air mata yang menyelimuti matanya. “Pergilah! Maaf aku tak bisa mengantarmu. Sejujurnya hari ini aku sedikit tidak enak badan!”

 

“Benarkah? Kau sudah pergi ke dok—”

 

“Pergilah,” ucap Sungmin memelas. Bukan bermaksud mengusir, tapi ia ingin cepat-cepat menangis sepuas hati. “Hati-hati!”

 

Sekali lagi Siwon menganggukkan kepalanya. Sebenarnya ia begitu tak tega melihat Sungmin down karena suatu hal yang baru mereka bicarakan. “Aku pergi, Minnie!”

 

Blam.

 

“Hiks,” isakan Sungmin meluncur. “Brengsek!” umpatnya. Rasa sesak itu begitu membuat Sungmin semakin terisak keras. Rasa nyeri yang teramat sangat ia rasakan, dan itu membuat ia sendiri tak mampu mengatur nafas. Baru saja ia merasakan indahnya jatuh cinta, dan sekarang ia harus merasakan sakit hati? Bahkan Sungmin belum memulainya, namun rasa sakit ini sudah menyerang perasaaannya.

 

Cklek!

 

“Ming!” suara bass yang terdengar sarat akan kekhawatiran terdengar oleh gendang telinga Sungmin. Namun sepertinya hal itu tak membuat perempuan berwajah cantik itu berpaling dari aktivitas menangisnya. Ia masih tetap terisak, merutuki nasibnya yang begitu buruk.

 

Sang lelaki, Cho Kyuhyun melangkah mendekati sosok Sungmin. Benar kata Siwon, perempuan itu menangis dengan begitu sendu. Ia tak menyangka perempuan ini begitu rapuh karena cinta sesaat.

 

Cinta sesaat?

 

Seperti itulah pemikiran Kyuhyun. Ia pikir perasaan yang Sungmin rasakan untuk Siwon adalah cinta sesaat. Pandangan mata Kyuhyun semakin meredup melihat wajah Sungmin yang memerah. Perempuan itu terisak dengan begitu hebat. Rambut lurusnya yang jatuh terjuntai menutupi sebagian wajah Sungmin, membuat perempuan itu terlihat semakin menyedihkan.

 

“Bagaimana bisa?” ujar Sungmin di sela isakannya. Ia kembali terisak, nafasnya yang terdengar tersenggal-senggal membuatnya sulit untuk mengutarakan maksud. Karena hal itu, Sungmin harus pintar-pintar mengatur mengatur nafas. “Kau begitu tega!”

 

“Apa?”

 

“Apa yang kau katakan kepada Siwon?” kepala Sungmin terangkat, matanya yang berair menatap nanar wajah Kyuhyun. Seketika itu pula tangan Sungmin mendorong dada jantan Kyuhyun, membuat lelaki yang duduk di sampingnya itu menggeser duduknya. Sungmin masih diam, kemudian ia mulai menghela nafas. “Bukankah kau telah merebut tubuhku?”

 

“Ming..”

 

“Aku telah menyerahkan tubuhku! Setidaknya kau membiarkanku hidup dengan cintaku sendiri!” bentak Sungmin kalap.

 

“Ming,” Kyuhyun tidak sanggup. Ia tak sanggup mendapat bentakan-bentakan seperti itu dari Sungmin. Dengan gerakan cepat Kyuhyun meraih tubuh Sungmin, mendekap dengan begitu erat tubuh mungil itu. Walau Sungmin berontak karena tindakannya, Kyuhyun tetap saja mencoba memeluk tubuh Sungmin.

 

“Kau jahat, Kyu!” ujar Sungmin sembari memukul dada jantan Kyuhyun. “Aku benci padamu! Hiks..”

 

Diam. Kyuhyun lebih memilih diam. Sama sekali ia tak berniat menanggapi perkataan sluty di depannya. Ia harus menenangkan perempuan yang diam-diam mencuri hatinya. Memang kedengaran aneh bagi Kyuhyun. Namun memang seperti itulah faktanya. Kyuhyun terlena dalam buaian Sungmin, semua ia dapatkan lewat sentuhan dan servis dari Sungmin.

 

Nafsu? Bukan. Kyuhyun kira itu bukanlah nafsu.

 

Setelah lima belas menit Sungmin menangis, akhirnya isakan memilukan itu tak terdengar kembali. Walau ia masih merasakan nafas Sungmin yang memburu. Akhirnya Kyuhyun menarik diri, ia biarkan Sungmin bersandar di punggung sofa.

 

“Kau tahu, aku sangat malang,” ucap Sungmin lirih. Mata kelincinya hampir terpejam sempurna. “Aku besar di tempat pelacuran. Orang tuaku yang brengsek mengirimku, menjualku ke tempat menjijikkan seperti itu.”

 

Kyuhyun terdiam, ia tertarik mendengar penuturan Sungmin. Perempuan itu mencoba membagi masa lalunya.

 

“Dari awal, hidupku telah hancur,” bulir kesedihan Sungmin kembali menetes, menelusuri pipinya. “Cinta, kasih, cita-cita, dan kebahagian. Semua tak akan aku dapatkan.”

 

“Ming..,” lelaki berambut cokelat tua itu tak sanggup mendengar penuturan Sungmin yang semakin menjerumus pada kesedihan. Lengan kirinya mulai merengkuh kembali tubuh tubuh rapuh itu dan bibirnya mencium lembut telinga Sungmin. “Aku akan memberikannya.”

 

“Kau kira itu mudah?” sahut Sungmin dengan nada yang mulai tersulut emosi. “Dari awal kau telah merasakan kebahagian! Karena itu, kau bisa mengatakan hal itu dengan mudah!”

 

“Aku berjanji,” telapak tangan Kyuhyun meraih telapak tangan milik Sungmin, menautkan jari kelingking mereka satu sama lain. “Aku berjanji akan memberikanmu cinta, kasih, dan kebahagiaan.”

 

“Huh,” Sungmin menarik jemarinya dengan gerakan cepat. Alisnya mengeryit, “Kau mempermainkanku?”

 

“Lee Sungmin,” bibir Kyuhyun mulai mencium tengkuk Sungmin, memberi kecupan kecil di sana. “Kau milikku.”

 

“Benar,” Sungmin mulai memiringkan tubuhnya, memberi akses lebih kepada sang tuan untuk menciumi lehernya. Tangannya mulai melingkar di leher Kyuhyun. “Aku milikmu.”. Pahit. Kata-kata yang baru terucap dari bibirnya terasa begitu pahit. Terlebih kala ia mengucapkannya untuk Kyuhyun.

 

“Akh!” Sungmin memekik tertahan kala sengatan kecil menyerang lehernya. Setelah itu hisapan kuat ia rasakan. Ternyata lelaki itu mencoba memberi kissmark. Oh, Sungmin harus melayani lelaki ini di saat moodnya sedang buruk.

 

Kyuhyun menghentikan gerakan bibirnya kala gendang telinganya sama sekali tak mendengar desahan yang lolos dari bibir Sungmin. Ia menarik kepalanya, mencoba menatap Sungmin.

 

Oh, perempuan berumur dua puluh lima tahun itu tengah menggigit bibir bawahnya dengan begitu kuat. Air mata meluncur dari sudut matanya. Pantas Sungmin tak mendesah, ia menangis. Kyuhyun mulai beringsut memeluk tubuh Sungmin dengan gerakan lembut, kemudian membisikkan suatu kata.

 

Mianhae, Ming..”

 

Mata Sungmin terbuka perlahan. Bola mata hitam pekat itu melirik ke arah samping kanan. Pandangannya mendekati wajah Sungmin yang terlampau dekat dengan wajahnya. Bahkan ia dapat merasakan hembusan nafas hangat yang menerba wajahnya.

 

“Tuan tidak ingin menyentuhku?”

 

Kyuhyun menggeleng. “Kau tersiksa saat aku menyentuhmu, bukan?”

 

“Tt—tuan..”

 

“Sst.. Diamlah, Lee Sungmin!” suara lembut Kyuhyun menginterupsi. Membuat Sungmin mau tak mau harus diam dalam posisinya. Masih dengan kepala Kyuhyun yang bersandar di pundaknya. Membuat jarak wajah mereka semakin dekat. “Aku lelah sekali.”

 

OoOoO

 

Dua orang itu terlihat tidur nyenyak dengan posisi berpelukan mesra. Dengan kepala Kyuhyun yang bersandar di pundak Sungmin dan tangannya yang melingkar di perut Sungmin. Sang perempuan terlihat lebih pasrah dari biasanya. Wajah lelah itu terlihat tertidur damai, terbuai dalam mimpinya sendiri. Memang baru pertama kali ini Sungmin tidur dengan posisi senyaman ini. Pelukan hangat dari sang tuan.

 

Perlahan Kyuhyun mulai membuka kelopak matanya. Pandangannya disambut oleh wajah tirus Sungmin yang tidur damai. Ia tersenyum. Pantas saja ia terlena dan jatuh dalam kubangan cinta seorang Lee Sungmin. Wanita ini begitu manis.

 

Saranghae,” bisik Kyuhyun kemudian mengecup bibir Sungmin sekilas.

 

“Eeeengh,” Sungmin mengerang kecil. Ia menggeliat, kemudian mulai membuka mata. Sedikit terkejut kala wajah sang tuan berada tepat di depannya. Mata itu mengerjap beberapa kali, lalu tubuhnya tiba-tiba bangkit. Tangannya bergerak mengucek matanya yang terasa perih. Mungkin karena matanya yang bengkak.

 

“Sudah sore,” ucap Kyuhyun sembari meregangkan ototnya.

 

Lihat mereka! Mereka tampak seperti sepasang suami-istri yang baru bangun dari tidur siang. Mereka terlihat saling mencuri pandang satu sama lain. Kemudian sang istri akan segera melempar pertanyaan seperti ‘menu makan malam apa yang kau inginkan?’ atau ‘ingin mandi atau langsung makan?’. Namun seperti itukah kali ini?

 

Sungmin mulai melangkah ke dapur, sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan tubuh Kyuhyun yang masih tergeletak di atas sofa, Sungmin berbalik. “Mau makan apa?”

 

“Aku ingin kita makan di luar,” jawab Kyuhyun sembari berjalan mendekat ke arah Sungmin.

 

Alis Sungmin mengeryit heran, “Kita?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, “Kuharap kau berdandan secantik mungkin,” ucap Kyuhyun kemudian masuk ke kamar. Sedangkan Sungmin sendiri, perempuan itu masih terlihat bingung dengan apa yang telah Kyuhyun ucapkan. Mengajaknya makan malam? Kencan?

 

Tidak mungkin! Bagaimana bisa Sungmin berpikir seperti itu? Mungkin lelaki itu mengajaknya makan malam sebagai permintaan maaf tentang hal tadi. Sungmin mendesah pelan, kemudian ia melangkah ke kamar. Ia harus mandi dan berdandan secantik mungkin, menuruti saran Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Sungmin terlihat mengenakan mini dress merah darah yang Kyuhyun berikan kepadanya. Sungmin tak mau tahu dari mana Kyuhyun mendapatkan barang-barang perempuan seperti baju, high heels, bando, dan yang lainnya. Mungkin milik mantan kekasih Kyuhyun. Seperti itulah pemikiran singkat Sungmin. Atau milik simpanannya? Huh, Sungmin sama sekali tak peduli.

 

Akhirnya mereka masuk ke suatu bilik ruangan restoran yang mereka kunjungi. Sungmin yang tak pernah mengunjungi tempat seperti ini hanya mengerjap-ngerjapkan mata karena bingung.

 

“Duduklah,” ucap Kyuhyun setelah tangannya bergerak menarik salah alas duduk. Maklum, restoran ini bernuansa tatami—lesehan ala Jepang.

 

“Nn—ne, tuan,” jawab Sungmin kikuk. Dia tak pernah berpikir bahwa Kyuhyun akan memperlakukannya seperti ini.

 

“Panggil Kyuhyun saja, Ming,” Kyuhyun mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang berada tepat di hadapan Sungmin.

 

“Eh?”

 

“Aku tidak ingin orang-orang di sini berpikiran aneh-aneh mendengar panggilanmu untukku.”

 

Sungmin merundukkan kepalanya. Ia tahu mengapa Kyuhyun mengatakan hal itu. Mungkin Kyuhyun takut jika orang-orang di restoran mewah ini tahu Sungmin adalah pelayan—oh tidak, sex doll Kyuhyun. Sungmin mengerti itu, bahkan ia tak akan menolak dengan semua itu. Tidak ada yang salah dari permintaan Kyuhyun.

 

“Kau ingin memesan apa?” pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Sungmin kembali menegakkan badannya. Sebuah buku menu tergeletak di depannya, dan dengan gerakan pelan Sungmin mulai membuka lembar demi lembar buku menu tersebut. Sungmin tahu jika ini adalah restoran Jepang. Tapi, kenapa menu-menu ini tampak begitu asing? Bukankah masakan Jepang itu seperti sushi, udon, atau teriyaki? Seperti itu?

 

Domburimono, Gindara Saikyo Yaki, Okonomiyaki, Misonabe, Teppanyaki, dan.. Ahh, bahkan Sungmin sendiri sulit untuk mengeja nama-nama masakan ini. Demi Tuhan, Sungmin tak pernah mengeja nama-nama masakan yang aneh ini. Karena itu, Sungmin hanya mampu mengerjap-ngerjapkan mata, mulutnyapun menganga karena heran yang berlebihan.

 

“Ming?”

 

“Eh? Oh?” Sungmin menatap wajah Kyuhyun. “Terserah kau saja,” jawabnya sembari menutup buku menu yang ia pegang.

 

“Oh, aku pesan shabu-shabu, tataki sashimi, dan nerimono.. Apa kau mau makan nasi?” tanya Kyuhyun.

 

“Tt—tentu.”

 

“Kau mau apa? Sekihan? Tatikomigohan? Atau mugimeshi?”

 

Mata Sungmin melotot mendengar nama-nama Jepang itu kembali terucap. Apalagi itu ada kaitannya dengan dirinya. Sungmin menelan ludahnya kelu, mengedarkan pandangannya kemudian tersenyum. “Pilihkan yang enak?”

 

“Baik, Tatikomigohan untukmu. Lalu untuk minum, kau ingin sake, shochu, atau umeboshi?”

 

Demi Tuhan ingin sekali Sungmin menampar keras pipi Kyuhyun. Lelaki itu terus melemparinya pertanyaan bodoh seputar masakan Jepang. Dan itu membuat Sungmin terlihat bodoh. Sungmin mendengus, “Terserah.”

 

“Karena aku tak ingin mabuk, aku pilih Sochu,” Kyuhyun sedari tadi tampak sibuk menuliskan sesuatu di sebuah layar I-pad mini yang menempel di dinding. Rupanya restoran ini memiliki pelayanan yang canggih juga. Menggunakan jasa tegnologi modern untuk memesan makanan. Jadi pengunjung tak perlu susah-susah memanggil pelayan jika akan memesan.

 

“Kk—Kyu?” suara Sungmin yang terdengar lirih membuat Kyuhyun menoleh. “Kk—kenapa memilih restoran semahal ini?”

 

“Tidak boleh?” bukannya menjawab, lelaki yang berumur dua tahun lebih muda dari Sungmin malah melempar sebuah pertanyaan.

 

“Sepertinya mahal,” ujar Sungmin sembari membenarkan duduknya.

 

“Tak masalah,” mata tajam Kyuhyun menatap wajah Sungmin, memberi sebuah tatapan yang sulit diartikan oleh Sungmin sendiri. “Aku anggap ini ken—”

 

Tok.. Tok..

 

“Aish,” Kyuhyun mendengus kala gendang telinga mendengar suara bilik ruangannya terketuk. “Masuk!”

 

Beberapa orang pelayan wanita cantik dengan balutan baju kimono masuk, kemudian tangannya bergerak meletakkan baki makanan pesanan Kyuhyun di atas meja. Sebelum perempuan itu pergi, perempuan itu memberi salam dan akhirnya benar-benar pergi.

 

“Apa yang akan kau katakan, Kyu?”

 

“Tidak ada,” jawab Kyuhyun acuh. Ia tampak sibuk dengan sumpitnya. “Cepat makan!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun dan Sungmin terlihat jalan berdua di suatu pusat perbelanjaan. Kyuhyun bilang, ia harus membeli sesuatu untuk salah seorang temannya yang berulang tahun. Namun, walau telah berjalan selama kurang lebih dua jam, lelaki itu belum juga mendapatkan barang yang cocok.

 

“Kyu,” Sungmin mendesah pelan kala lelaki yang memakai pakaian formal itu berada beberapa langkah di depan tubuhnya. Jelas saja Sungmin mulai mengeluh. Kakinya terasa akan patah mengingat ia menggunakan high heels.

 

Mendengar Sungmin memanggil namanya membuat Kyuhyun menghentikan langkah. Ia menolehkan kepalanya ke samping kanan, sedikit terheran kala pandangan matanya tak menemukan sosok Sungmin di sana. Ia pun membalikkan badan, alis matanya mengkerut mendapati Sungmin yang berjalan tertatih-tatih ke arahnya. “Ada apa, Ming?”

 

“Aku lelah,” ujar Sungmin sembari mempautkan bibirnya kesal. Wow, perempuan yang berstatus sebagai sex doll bagi Kyuhyun itu mulai berani mengambek dan memasang aegyonya. Tidak, ia sama tidak sengaja. Mungkin karena Sungmin benar-benar terlalu lelah, sehingga ia bisa mengeluh seperti itu.

 

Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, “Pegang tanganku erat-erat!” ucap Kyuhyun seraya menyampar telapak tangan Sungmin.

 

“Ee—eh?”

 

“Aku akan menyalurkan kekuatanku untukmu!” ujar Kyuhyun, meyakinkan.

 

“Chossi?” suara seorang lelaki membuat dua orang itu menoleh ke sumber suara. Sepasang suami-istri yang berdiri di samping kiri Kyuhyun tersenyum ke arah mereka.

 

“Oh, Parkssi! Annyeong hasibnikka!” Kyuhyun merundukkan kepala, kemudian diikuti oleh gerakan Sungmin yang juga memberi salam.

 

“Ahaha, annyeong hasibnikka!” lelaki tua itu membalas salam Kyuhyun dan Sungmin. Setelah itu, matanya terlihat melirik ke arah Sungmin. “Siapa dia? Kekasihmu?” tanyanya menggoda.

 

Sebelum Kyuhyun menjawab, lelaki itu terlihat sedikit gugup. Ia mengedarkan pandangan matanya, kemudian mengelus tengkuknya yang tiba-tiba menegang. Sungmin yang begitu was-was dengan jawaban yang akan Kyuhyun lontarkan hanya bisa diam, menyiratkan kekhawatirannya dengan menggenggam erat telapak tangan Kyuhyun.

 

“Ah, benar,” jawab Kyuhyun pada akhirnya. “Dia kekasihku!”

 

TBC

 

Music : Love Song by Super Junior M

 

Ket :

 

tatami : suasana makan lesehan khas Jepang

 

sushi : nasi berbumbu cuka dengan isi daging dan sayuran, kulit luarnya dibalut dengan nori-lembar rumput laut yang telah dikeringkan

 

udon : mie jepang dengan kuah kaldu udang

 

teriyaki : makanan yang dipanggang

 

shabu-shabu : termasuk dalam katagore nabe, irisan daging yang disajikan dengan sup panas

 

tataki sashimi : potongan ikan yang besar dan digarang dengan api besar sehingga daging matang di bagian luar dan mentah dibagian dalam.

 

Tatikomigohan : nasi yang ditanak dengan lauk

 

Sekihan : nasi putih

 

mugimeshi : nasi yang dicampur dengan gandum

sake : minuman beralkohol khas jepang yang terbuat dari air beras yang difermentasikan

 

shochu : minuman beralkohol dengan kadar alkohol yang rendah

 

umeboshi : minuman yang terbuat dari buah ume yang airnya difermentasikan sehingga mengandung alkohol

 

 

90 thoughts on “My Special Angel | KyuMin | Chap 5 | GS | M | Romance, Hurt |

  1. #DOENG..

    Jd bingung sndiri aku sm s Kyu.. ==’ #plak
    Karakternya Unik.!

    Ecieeee… Ming, *toel2
    Diperkenalkan sbg ‘kekasih’ tt..>,^

    Moga aj bs ampe nikah ya.?😄

  2. Siwon jhat bngt sih sama sungmin hrus menghancurkan perasaan yg belum d’ungkapkan, gara2 kyuhyun jg sih nih kalo cemburu jngn bgtu lah kan kasian

    Mkanya kalo cinta tuh ya ngomong lah jngn d’pndam2 oke

    Waduh kyu blng sungmin itu kekasihnya ciye ciye suka deh😀

  3. Kyaaaaa,,, !! Kyu mengakui umin sebagai kekasihnya #jingkrak2

    Aku kira siwon tertarik dengan sungmin,, ternyata cinta mu bertepuk sebelah tangan min.

  4. Cieciecie kyupil ngaku” hahahahaha…
    Allhamdullilah yh iwon ngga suka beneran ama ming peluang besar buat bang epil huhehehehe

  5. Abis baca part ini, jadi tau banyak menu² Jepang unn hehehe
    Wah Kyu mulai cinta-kah sama Ming? Semoga Ming juga sebaliknya😀

  6. wah kyu sudah mlai mnunjukkn rsa suka nya sma ming…
    Tp ming msi blom sadar lau kyu suka ma dy…
    Ceritanya mkin mnarik aj ne…
    Smga aj chapter sljtnya ming sdah bsa mlai sdar ttg perasaan kyu…

  7. Kyu mulai ada tanda2 nih, namun sungminnya belum cepat tanggap nih sepertinya –a

    Makin seru nih, dengan kyu mengungkapkan hubungan mereka dengan rekan bisnis kyu😀

  8. Itu sebenarnya siwon kenapa sih?.
    Kenapa PHP sama ming waktu itu?.o_O
    *bingung melanda

    Eits, daddy udah akui mommy sebagai kekasih nih sekarang.😀
    Haduuuh~
    Dad, jngan kasar lagi sama mommy, eoh.

  9. yahh umin broken tuhkan siwon itu cuma PHPin doang dasar kejam wks
    jiah kyu ama min kaya suami istri
    cie kencan wks
    direstoran jepang lagi kan biasanya umin lebih ngerti bahasa jepang dari pada kyu wks
    didoain ama pasangan laen wk

  10. Meskipun chokyu bikin jengkel, its okay itu lebih baik drpd status ming sebelumnya /jingkrak-jingkrak/
    Eh btw aku udah nyampe chapt jauh to blm baca yg chap 1&2 ㅠㅠ boleh minta pw nya? Aku @artiktik
    Mian trnyata komenku gapernah masuk kalo dr hape +_+ makanya smuanya aku ulang lagi huhu

  11. Wah si kyu kelihatannya udah mulai berubah sikap nih ama ming. Ya gitu dong kyu jgn bikin ming semakin takut dan anggap kamu org jahat……semakin seru aja.ceritanya…..

  12. akhirnya kyuhyun bsa juga bersikap baik ma sungmin, oiya masih ada rintangan lagi g buat kyumin???
    ortu kyuhyun setuJu g???

  13. Wewwww kyu klo emng cinta ya ngku aj biar ming ngerti ,, jgn mendem prasa’n sndiri ,, pi syukur lah akhir ny pelan2 kyu udh nydr perasa’n kyu ma ming ^u^,,
    Chingu q bole mnta PW ff my special angel chap 1 n 2 ny ,, mksi

  14. Hmm, aku kira Siwon juga punya perasaan sama Sungmin. Tapi ternyata perkiraanku salah ya thor hehehe. Dan Kyu mencoba meluluhkan hati Sungmin. Semoga Sungmin mau menerima Kyu ^^

  15. Ming patah hati. Dan kyu akhirnya bersikap lembut sama ming
    Kyaa kyu juga ngenalin ming sebagai kekasihnya#senyum2sendiri
    Moga2 mereka bener2 jadi pasangan kekasih.

  16. yeess!! akhirnya siwon ngeulurusin kesalah pahaman ming sekaranng :3 ahaha #plak! bersyukur deh kyu yg udah mulai perhatian ma ming.. dya bilang kekasih? uwoww.. da kemajuan nih!!😄 next!

  17. Waaaaah kyumin sosweet banget ,, tidur berdua . Ckckck . Jadi iri😀
    Si Kyu juga ngakuin ming sebgai kekasih Kyu ,, hwaaaaaa daebak ..😀
    Eh , tapi sepasang suami istri Ituh siapa ???:-/

  18. berharap sebentar lagi mereka benar2 sepasang kekasih.. kyuhyun udah mulai suka sama ming.. sungmin juga suka ga ya sama kyu?? kkkkk~

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s