Must I Leave You? | KyuMin | Yaoi | T+ | Romance, Angst | OneShoot |

Must I Leave You?

 

Genre : Romance , Hurt , Angst

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , SiBum , HaeHyuk

 

Part : ONE SHOT

 

Warning : YAOI , Boy x Boy , OCC .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Sungmin memandang kalender yang tergantung di dinding kamarnya. Dua hari yang lalu ia baru saja merayakan natal, tanpa Kyuhyun. Dan tiga hari yang akan datang, mungkin ia akan melewati ulang tahunnya seperti tahun-tahun sebelumnya, tanpa Kyuhyun.

 

Siapa Kyuhyun bagi Sungmin? Kyuhyun, atau lebih tepatnya Cho Kyuhyun adalah kekasih Sungmin sejak tiga tahun yang lalu. Kekasih. Sungmin tersenyum getir. Dua setengah tahun yang lalu Kyuhyun mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan besar dengan pangkat yang tinggi. Sejak saat itu perlahan Kyuhyun mulai melupakan hubungan mereka.

 

Kyuhyun sering lembur, bahkan tak jarang Sungmin harus menyimpan rasa rindunya selama hampir sebulan penuh karena Kyuhyun dinas ke luar negeri. Menyebalkan? Yeah, terlebih emosional Kyuhyun yang memang sulit dikendalikan. Emosi laki-laki berumur 22 tahun itu mudah sekali terpancing. Jadi, sebisa mungkin Sungmin tak mengeluh di depan Kyuhyun.

 

Seperti pagi ini, Sungmin hanya duduk terdiam di depan balkon rumahnya. Hanya memandang pemandangan di depan matanya dengan tatapan bosan. Ini adalah hari ke-tujuh Sungmin tak bertemu dengan Kyuhyun. Lagi-lagi Kyuhyun harus mengadakan rapat di Pulau Jeju dan Daegu. Dia bilang para investor di sana ingin mengenal para staff dari perusahaan Kyuhyun.

 

Drrt.. Drrt.. Ponsel Sungmin yang tergeletak tak berdaya di atas meja santai bergetar, satu pesan masuk. Hei, itu cukup membuat Sungmin berdebar-debar. Ia menanti satu pesan masuk ke ponselnya, atau lebih tepatnya ia menunggu pesan masuk dari Kyuhyun.

 

Jemarinya menyentuh tombol open di bawah gambar surat putih yang muncul di layar touchscreennya.

 

| From : Kyunnie jagi

 

Aku tunggu di taman kota sekarang. |

 

Mata Sungmin berbinar. Kali ini Kyuhyunlah yang mengiriminya pesan. Ia mengajaknya bertemu. Jantung Sungmin berdebar-debar, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Namun yang jelas, berdandan se’cantik’ mungkin. Hei, ia akan bertemu dengan sang kekasih, jadi tak ada salahnya jika ia sedikit berlebihan.

 

Laki-laki bergigi kelinci itu berjalan dengan penuh percaya diri. Sesekali terlihat tangannya mengeratkan scraft merah muda yang melilit lehernya. Senyum terus tersungging di bibir plumpnya, pipinya merona, bahkan warnanya hampir menyamai warna scraft yang ia pakai. Hah, bisa dibayangkan betapa imutnya Sungmin saat ini.

 

Itu dia. Laki-laki berambut coklat hazelnut yang memakai setelah jas hitam di sana. Senyum Sungmin semakin merekah ketika Kyuhyun menoleh ke arahnya. Oh, jantungnya semakin berdetak tak karuan. Ia gugup, sangat gugup. Setelah tujuh hari tak bertemu, ia rasa Kyuhyun semakin tampan.

 

“Hai, Kyu..” Sungmin mencoba menyapa, tentu dengan senyum yang ia sembunyikan.

 

“Hai, hyung.” balasnya dengan raut wajah tak berekspresi versi Kyuhyun.

 

Sedetik kemudian mereka terperangkap dalam suasana canggung. Hah, salahkan pada Kyuhyun yang terlalu kaku dan Sungmin yang terlalu gugup. Seperti bertemu partner in crime saja.

 

Kyuhyun menghela nafas, nampaknya ada sesuatu yang penting. “Hyung..”

 

Ne, Kyu?” Sungmin menoleh, manatap Kyuhyun dengan pandangan berbunga-bunga.

 

“Aku mendapat tawaran kerja di London.”

 

“Eh?” Alis mata Sungmin terpaut heran, “Bb—bagus sekali.”

 

“Kau tahu, aku akan mendapatkan segalanya jika aku fokus dalam pekerjaanku.”

 

“Dari dulu kau juga selalu fokus pada pekerjaanmu, Kyunnie..”

 

“Bukan begitu, hyung.” Kyuhyun menyela, “Aku akan menerimanya.”

 

“Maksudmu?” Tidak, kali ini Sungmin benar-benar takut.

 

“Kita akhiri saja, hyung.

 

Benar, perkataan yang tak pernah Sungmin harapkan keluar dari mulut Kyuhyun akhirnya terucap. Pernyataan yang akan mengakhiri hubungan cinta mereka. Pikiran Sungmin terasa buntu seketika, ia menelan ludahnya kelu. Air matanya tiba-tiba terbentuk, mulutnya menganga karena shock.

 

Mereka kembali terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Pikiran Sungmin masih berusaha mencerna apa yang baru ia dengar. Ia benar-benar tak percaya dengan kenyataan ini.

 

“Aku bisa menunggumu, Kyu?” Ucap Sungmin pada akhirnya, kedua tangannya merengkuh pipi Kyuhyun yang mulai kurus.

 

Mian, hyung. Aku benar-benar ingin membangun karirku tanpa ada beban yang mengikuti.”

 

Beban yang mengikuti. Jadi selama ini Kyuhyun menganggap Sungmin sebagai beban dalam mengembangkan karir? Sejak kapan Kyuhyun jadi orang yang seperti itu? Air mata Sungmin akhirnya meluncur, pandangannya mendadak kosong. Ia tahu, ia tahu apa yang terjadi sekarang ini.

 

Mianhae, hyung.”

 

Telapak tangan Sungmin menghapus air matanya, mencoba menatap Kyuhyun dengan pandangan dan senyuman terhangat. “Gwaenchanha.” Suara mungil Sungmin terdengar sedikit bergetar.

 

“Kau bisa pergi tanpa harus repot memikirkanku, karena aku akan baik-baik saja.” Sambungnya lagi. “geurigo, gomawo.”

 

“…” Kyuhyun terdiam, entah mengapa kali ini ia tak dapat berkata apa-apa.

 

“Aku baik-baik saja, Kyuhyun-ah.. Semoga berhasil.” Sungmin membelai rambut Kyuhyun untuk yang terakhir kalinya. Sungguh, ketika tangannya menyantuh helaian rambut Kyuhyun yang lembut, serasa ribuan pisau menusuk matanya. Air matanya kembali terbentuk. Karena itu, Sungmin harus cepat-cepat membalikkan badannya dan pergi.

 

Yeah, pergi dari Kyuhyun. Tidak bisa! Sungmin mungkin akan susah melakukan ini semua! Ia tak bisa hidup tanpa Kyuhyun. Ia berbohong, saat ia mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja tanpa Kyuhyun, itu adalah bohong! Mustahil Sungmin dapat hidup normal seperti biasanya jika beban berat itu muncul. Tidak bisa, Cho Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Seoul, 30 Desember 2011. 23:15 KST

 

Sungmin menegak gelas winenya yang ke-22. Senyum pahit tersungging di bibirnya. Seharian penuh ia mengeluarkan air mata tanpa henti, dan itu akan berakhir percuma. Lebih baik ia minum, yeah, mengingat itu akan meringankan kepalanya yang serasa akan meledak.

 

Tuk! Sungmin membanting gelas winenya yang ke-23. Dahinya mengerut, bibirnya mengerucut merasakan sensasi alkohol yang begitu membakar mulutnya. Cukup, ia benar-benar tak bisa memasukkan minuman itu lagi ke dalam mulutnya.

 

Benar, bukan? Setelah menegak beberapa gelas wine itu, Sungmin merasa tubuhnya melayang. Kepala Sungmin terbanting di atas meja makan, ia tersenyum kembali. Telapak tangannya bergerak menepuk pipi kanannya, “Kyunnie, apa sekarang kau akan marah bila kau melihatku mabuk?”

 

Yeah, Kyuhyun benci orang yang tengah mabuk. Dulu, saat mereka masih bersama, sebagai sepasang kekasih yang bisa di bilang bahagia, Kyuhyun akan marah bila tahu Sungmin menegak alkohol. Pernah suatu saat amarah Kyuhyun benar-benar meledak ketika mendapati Sungmin mabuk sepulang dari reuni SMA. Sungmin masih ingat, ketika itu Kyuhyunlah yang merawatnya. Mengganti pakaiannya, menyuapinya makan, dan membuat perasaannya menjadi lebih baik.

 

“Kyunnie, aku mabuk.” Sungmin mendesah pelan, bulir bening itu kembali meluncur dari sudut mata Sungmin. “Kyunnie.”

 

OoOoO

 

Cheers!” Teriakan beberapa orang dalam ruangan gelap itu membahana bersamaan dengan suara beberapa gelas yang sengaja mereka benturkan satu sama lain. “Untuk Kyuhyun yang akan ke London esok!” Teriaknya lagi, kali ini laki-laki itu meneguk beer dalam gelas jumbo.

 

“Jangan minum terlalu banyak, Hae-ah!” Seorang laki-laki lain dengan gummy smile mengelus punggung laki-laki yang meneguk beernya.

 

“Aish, kau terlalu perhatian, Hyukkie jagi!” Donghae merangkul pundak laki-laki yang menegurnya, kemudian membenamkan wajahnya di lekukan leher Hyukjae, atau yang Donghae panggil sebagai Hyukkie tadi.

 

“Aku ‘kan kakasihmu.” Balas Hyukkie malu-malu.

 

Kyuhyun tersenyum getir. Seharusnya ia ikut bersenang-senang karena pesta ini untuk dirinya. Namun, setelah melihat tingkah laku teman-temannya yang rata-rata telah memiliki kekasih dan bermesraan di depannya, membuat Kyuhyun sedikit kesepian. Entah mengapa ia merindukan belaian ‘sesuatu’.

 

Tidak, ia tak boleh merasa bimbang saat ini. Yang harus ia lakukan adalah pergi ke London dengan jadwal penerbangan tengah malam, 31 Desember. Setelah itu ia harus berusaha keras untuk menitih karirnya dengan tenang.

 

Tunggu, 31 Desember? Jadi ketika ia berada di dalam pesawat, ulang tahun Sungmin akan berlangsung? Kyuhyun tersenyum. Ia lupa bahwa beberapa hari lagi Sungmin akan berulang tahun. Tapi, apa pedulinya? Sekarang Kyuhyun tak perlu susah-susah untuk membeli kado spesial untuk Sungmin. Kyuhyun dan Sungmin telah mengakhiri semuanya, bukan?

 

Hah, mengingat wajah Sungmin yang meninggalkannya di taman tempo hari membuat Kyuhyun sedikit gelisah. Sedikit tak mempercayai dengan ucapan Sungmin waktu itu. Apa sekarang Sungmin hyungnya baik-baik saja?

 

Ya! Ya! Kyuhyun-ah.. Ku lihat kau murung sekali.” Tiba-tiba seorang laki-laki berlesung pipit duduk di samping Kyuhyun. “Kau gelisah karena akan berpisah dengan Sungmin, majji?”

 

“Kami telah mengakhiri hubungan itu, hyung!” Sahut Kyuhyun sembari meneguk orange juicenya.

 

“Apa? Maksudmu?” Kali ini suara laki-laki dengan wajah cantik yang ada di pelukan Siwon menyahut.

 

“Mengakhiri semuanya, hyung!” Kyuhyun kembali mengulang perkataannya dengan penekatan di setiap katanya.

 

“Aih, pantas saja Sungmin tak membalas pesan dan telfonku.” Kibum mengangguk-anggukkan kepalanya.

 

“Bb—benarkah?” Kyuhyun tergelonjak, kaget juga dia. “Tt—tapi, bukan urusanku.” Sangkalnya lagi.

 

“Aish, Kyuhyun-ah, bisakah kita bicara?” Siwon bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar bar. Kyuhyun dan Kibum yang ditinggalkan begitu saja hanya bisa diam, saling memandang untuk melempar tatapan heran. Namun, pada akhirnya Kyuhyun menurut. Ia langkahkan kakinya keluar bar, menemui Siwon.

 

Kyuhyun menatap Siwon yang menyandarkan tubuhnya di tembok, kedua tangannya tersembunyi dalam saku celananya. Kyuhyun menghampiri Siwon, kemudian meniru gaya laki-laki berotot itu.

 

“Hei, bocah!” Suara Siwon tiba-tiba terdengar, memanggil Kyuhyun dengan sebutan tak sepantasnya.

 

“Jangan memanggilku seperti itu, hyung! Umurku 22 tahun!” Protes Kyuhyun.

 

“Tapi pemikiranmu seperti bocah, bodoh sekali!” Siwon kembali mengata-ngatai Kyuhyun.

 

“Jadi kau menyuruhku kemari hanya untuk mengataiku? Hah, aku menyesal telah menemuimu!” Kyuhyun berbalik kemudian berjalan meninggalkan Siwon yang masih setia pada posisinya.

 

“Kau benar-benar akan pergi?” Ucap Siwon, membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. “Dan meninggalkan semuanya?”

 

Kyuhyun mengerutkan alisnya. “Tentu saja, hyung.” Balasnya dengan suara lemah.

 

“Meninggalkan Sungmin hyung?” Siwon semakin memperjelas maksud dari ucapannya. Kyuhyun terdiam, tampaknya laki-laki itu bingung akan jawabana yang harus ia keluarkan. Senyuman Siwon semakin melebar, “Itulah sebabnya aku memanggilmu bocah.”

 

Siwonpun melanjutkan, “Raihlah kebahagian dengan cinta, bukan dengan dunia.” Siwon mencoba memberi jeda pada perkataannya. Laki-laki bijak itu menghela nafas, kemudian menatap Kyuhyun yang mulai bingung dengan ucapannya. “Pikirkan itu baik-baik, Cho Kyuhyun.”

 

OoOoO

31 Desember

 

Sungmin meletakkan kue tart buatannya di atas meja makan, kue ulang tahunnya. Ia menancapkan lilin dengan bentuk nomor diatas kue tartnya. Matanya menatap jam dinding, pukul 23:52 KST. Setelah itu ia pergi ke dapur, mengambil beberapa piring kecil dan sekotak peralatan makan.

 

Ia menatap piring-piring kecil itu, mulai menatanya dengan apik dan cantik. Perlahan tangannya menjentikkan pematik api, mencoba menyulut ujung lilin berwarna merah yang menancap di kue tart. Huh, Sungmin akan merayakan ulang tahunnya. Benar, merayakannya dengan status baru.

 

Saengil Chukha.. hisk..”

 

OoOoO

 

Suasana bandara itu tetap terlihat ramai walau jam telah menunjukkan tengah malam. Beberapa orang terlihat berkumpul, saling berpelukan atau apalah. Yeah, pemandangan yang sama sekali tak asing bila kita berada di bandara.

 

“Benar-benar akan pergi ya, Kyu?” Siwon memandang Kyuhyun yang siap dengan kopernya.

 

“Tentu, hyung! Aku akan baik-baik saja nanti!” Jawab Kyuhyun.

 

Bohong.

 

“Syukurlah. Aku berharap kau telah memikirkan kata-kataku dan tak akan pernah menyesal.”

 

“Tenang saja, hyung! Aku tahu mana yang terbaik untukku.” Kyuhyun membusungkan dadanya, sombong.

 

Bohong.

 

“Baiklah, kalau begitu kau bisa pergi dengan perasaan lega.” Kali ini Siwon menepuk pundak Kyuhyun pelan.

 

Ne, hyung!”

 

Bohong!

 

Lagi-lagi Kyuhyun berbohong, membohongi hatinya, membohongi sahabatnya, dan yang paling parah, membohongi orang yang amat ia cintai. Tapi, demi karir semua jalan harus Kyuhyun tempuh. Tak peduli bila ia harus meninggalkan semuanya, tak peduli bila ia harus membohongi semuanya.

 

Ini semua, demi impiannya.

 

Namun, impiannya merenggut Sungmin.

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia tersenyum kemudian menoleh ke arah belakang. Berharap agar pandangannya akan menemukan Sungmin yang berlari menghampirinya. Tapi tidak, ia tak menemukan pemandangan yang ia harapkan.

 

Hei, Cho Kyuhyun! Kau tahu harapanmu itu akan berakhir sia-sia mengingat kau telah meluluhlantakkan harapan Sungmin yang ingin menjadi pendamping hidupmu. Kau telah mengakhiri semuanya, secara sepihak. Menimbulkan bekas luka yang menyakitkan, menimbulkan cerita pahit yang memilukan, dan mungkin menimbulkan dendam yang menyeramkan.

 

Sadarlah, jalan yang kau ambil saat ini benar-benar salah. Saat kau terus melangkahkan kakimu, berniat meninggalkan Korea saat ini juga, maka selamanya kau tak akan melihat atau mendapatkan senyuman manis dari seorang Lee Sung Min. Yeah, mungkin saat kau duduk di pesawat nanti, kau akan mulai terbayang-bayangi rasa bersalah yang begitu menyiksa. Seperti sebuah karma yang menimpamu. Kau telah menorehkan luka di hati kekasihmu, dan karena Tuhan itu adil, maka Tuhan akan menorehkan luka yang lebih dalam di hatimu.

 

Kyuhyun kembali menoleh, kali ini membalikkan badannya. Perang batin yang begitu berkemelut dalam dirinya membuat ia sedikit pusing dan bimbang.

 

“Ada apa, Kyu?” Siwon, satu-satunya orang yang mengantar kepergian Kyuhyun bertanya.

 

Hyung..,” panggil Kyuhyun, pandangan kosongnya menatap lurus ke bawah.

 

“Pesawatmu akan take in beberapa menit lagi, Kyu! Lebih baik kau cepat!”

 

Hyung..,” panggil Kyuhyun lagi, matanya yang tegas menatap wajah Siwon. “Aku tidak jadi pergi, hyung!”

 

Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun mengambil seribu langkah. Berlari sejauh mungkin dari bandara menuju tempat yang sekiranya sangat ingin ia kunjungi. Ia berlari, terus berlari ke arah yang menurutnya bisa membawanya ke tempat yang ingin ia kunjungi itu dengan tempo yang lebih singkat. Peluh mulai bercucuran di dahi Kyuhyun, dan mungkin membuat tubuh Kyuhyun panas di udara yang sedingin ini. Baru kali ini ia berlari sekuat tenaga, menempuh perjalanan sekitar 2 km dengan berlari tanpa henti. Bayangkan saja! Entah mengapa rasa capai atau sesak di dadanya sama sekali tak terasa, mungkin karena semangatnya? Entahlah.

 

Ia berhenti tepat di depan pintu apartemen nomor 1003, jari telunjuknya memencet bel dengan gerakan tak sabarang. Entah berapa kali ia memencet tombol itu, yang jelas ia ingin sekali melihat sosok yang mungkin akan menyambutnya dengan tatapan malas.

 

Cukup, Kyuhyun tak dapat bersabar lagi. “Hyung!” Teriaknya sembari menggedor-gedor pintu apartemen Sungmin. Ia sama sekali tak peduli bila ada tetangga Sungmin yang mungkin akan keluar karena teriakannya. IA HANYA INGIN BERTEMU SUNGMIN.

 

Cklek. Pintu apartemen itu terbuka perlahan, sosok mungil itu muncul.

 

Hyung!” Kyuhyun meraih tubuh mungil yang ada di depannya, membawanya ke dalam sebuah pelukan hangat. Kedua tangannya mendekapnya dengan erat, ia benamkan wajahnya di lekukan leher Sungmin, menghirup aroma Sungmin yang khas. “Saengil chukhahae, jagi!”

 

Sedangkan Sungmin? Laki-laki itu begitu shock melihat siapa yang mencoba mengunjunginya. Ia begitu tak percaya kini ia tengah berada dalam dekapan hangat Kyuhyun. Deru nafas yang menerpa lehernya, tangan dingin Kyuhyun yang membelai rambut dan punggungnya, suara bass Kyuhyun yang terdengar sedikit berbeda. Semua ini benar-benar nyata.

 

“Aa—apa yang kau lakukan?” Sungmin mencoba bertanya.

 

Hyung!” Sepertinya hanya itulah kata-kata yang mampu Kyuhyun ucapkan saat ini. Ia tak mampu berkata apapun, ia tak dapat mengatakan alasan apa yang membuatnya kemari.

 

“Kyuhyun-ah? Lebih baik kita masuk dulu.” Sungmin menarik tubuhnya. Ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan apartemennya, diikuti oleh Kyuhyun dibelakangnya. “Sekarang bicaralah.”

 

Hyung, mianhae.”

 

Sungmin tersenyum getir, “Untuk apa?”

 

Kyuhyun menarik tengkuk Sungmin, menarik kepala itu agar mendekat ke arahnya. Ia menangkap bibir mungil Sungmin, melumatnya untuk beberapa saat. Ciuman yang sangat Kyuhyun rindukan, sensasi yang sangat ia suka, bibir yang sangat ia inginkan.

 

“Enggh—Kyuh..,” Sungmin mengerang, tangannya memukul dada Kyuhyun sekuat mungkin.

 

Hyung..” Kyuhyun melepas ciumannya, matanya menatap bola mata obsidian milik Sungmin. “Saranghae.”

 

Sungmin menarik tubuh Kyuhyun, kali ini ia ingin merengkuh tubuh Kyuhyun. Ia menangis, lagi-lagi Sungmin menangis untuk yang kesekian kalinya. Perasaan bahagianya membuat ia begitu ingin terisak. Belaian tangan Kyuhyun yang sangat jarang ia dapatkan akhirnya ia rasakan. Begitu lembut dan menenangkan.

 

OoOoO

Mereka berdua akhirnya duduk berhadapan di meja makan Sungmin. Sesekali mereka terlihat saling mencuri pandang, melempar senyuman kaku, atau menyembunyikan raut wajah mereka yang terlampau bahagia.

 

“Ini,” Sungmin memberikan sepotong kue ulang tahunnya untuk Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Sungmin yang imut, ia menyangga kepalanya dengan dua siku yang ia lipat, lagi-lagi ia tersenyum. “Saengil chukhahae, jagiya..”

 

Gomawo,” Sungmin mulai melahap kue tartnya sendiri.

 

Mian, aku tak membawa hadiah.”

 

Gwaenchanha..” Sungmin memberi jeda, “Kau adalah hadiah terbaik, Kyu..” Sungmin tersipu malu.

 

Jinjja?

 

“Tentu! Gomawo, telah memilihku.”

 

“Kalau aku tak memilihmu, mungkin lebih baik aku mati.” Kyuhyun bangkit, menghampiri Sungmin yang duduk di depannya. “Saranghae.”

 

Bibir keduanya saling bertemu. Sesi ciuman yang cukup panjang, yang didefiniskan Kyuhyun sebagai ciuman ulang tahun khusus untuk Sungmind dari dirinya. Melumat, menjilat, dan saling mendominasi. Hangat, ini sangat hangat.

 

“Saengil chukkhae, Lee Sungmin, nae sarang, nae byeoli, nae ttoki, my everything.”

 

FIN

 

Happy Birthday, Lee Sungmin!! 생일 축하해 , 우리 이성민 !! 언제나 우리는 성민 오빠이 사랑하는데!! ^^ 그리고, 언제나 규현 오빠가 성민이 오빠 사랑할거야!! ㅎㅎ

 

74 thoughts on “Must I Leave You? | KyuMin | Yaoi | T+ | Romance, Angst | OneShoot |

  1. Br 22 thn dah krj krs gt, cpt tua th Kyu. Awal2 ikutan sedih ngelihat Sungmin, tp untung ja mrk pny temen2 yg bs diandalkan untuk mengingatkan.

    Paling sedih wkt Min nyiain kue dan dy sendirian. Kesepian bngt tuh. Untung Kyu cpt sadar.

    Salam,

    Elle

  2. Jiyoo~~ akhirnya aku menemukan wp-mu~ #jatuh kepelukan kyu (?)
    aku fans mu dari ffn =w=
    sumpah baru baca ni epep bikin aku nangis klenger *lebay*
    keep writing and hwaiting!! ^^//

  3. Awalnya sih nyesekk baca.y krna kirain KyuMin pisah(again)…
    Eon ff mu bner bikin dag,dig,dug kalo baca ._.
    No comment dah yg pastinya ”DAEBAK”😀

  4. syukur deh kyu milih ming…
    emang bener kata siwon oppa “Raihlah kebahagian dengan cinta, bukan dengan dunia”
    KYUMIN HWAITING!!!!

  5. Ahaaiii…
    Aku mampir lagii…
    Sedikit demi sedikit aku akan mengumpulkan 10 review biar bisa baca yg diprotect. Ahahaha… (tapi apa aja si yg diprotect?)
    Yah, tapi aku mau santai aja dah.
    Baca yang yaoi dan yang aku minati, lalu koment, dan seluangku bacanya. Hehehe….

    Yup. nice… Ff ini manis bangeeettt….
    Sempet kesel sama si Kyu, sungguh ter~la~lu~~
    Sungmin baik bangetz….
    Kyumin emang kereeennn…..
    Siip2, aku mau lanjut baca lainya….
    (mumpung nganggur di kantor)

  6. whoaa… suka banget sama FF ini…
    nyesek banget kalo jadi Sungmin… Kyuhyunnya egois sih. lebih mentingin karier daripada Sungmin -_-
    tapi untungnya cepet sadar…😀
    daebak banget ..! sepuluh jempol buat authornya…

  7. Cho pabo !!! :-@
    *jedotin kyu ke kulkas(?)
    *di rajam(?) Sparkyu -_-”
    Untung kau sadar cho pabo.
    Kalau kyu benar” pergi tinggalin ming berarti kyu memang benar” pabo !!! >_<
    *gemas

  8. Kyaaaa so sweeeeeeeeeeeeeeeet bgt! >.<
    hoho tumben kyu bs berfikir scra benar*jd mksd loh slm ini?*plak:D
    haduh sempet nyesek awal'a krena kyu lbh milih pekerjaan'a dr pd ming! Tp pas akhir2 ko' co cwet bgt! Ah jd pengen nnti pnya namja chingu yg kya gini :D*plak

  9. nyesek bgt dipart tengahnya .😦
    hampir lupa klu kyumin adl takdir . kkk
    kirain bkal pisah beneran .
    aagh, untungnya kyu sadar deh .

  10. Huks kereeen. Aku kira bakal ada death chara atau apa? Abis angst sih genre-nya. Nyesek sumpah, tapi untung aja happy end.
    Kyu appa emang daebakk!!

  11. Kyu jahat bgt diawal -__-” kaya yg bisa aja lepasin sungmin,taunya balik lg kan buat sungmin

    Udah deh terima takdir aja kalau Lee Sungmin hanya untuk Cho Kyuhyun begitupun sebaliknyUdah deh terima takdir aja kalau Lee Sungmin hanya untuk Cho Kyuhyun begitupun sebaliknyUdah deh terima takdir aja kalau Lee Sungmin hanya untuk Cho Kyuhyun begitupun sebaliknyUdah deh terima takdir aja kalau Lee Sungmin hanya untuk Cho Kyuhyun begitupun sebaliknya.

  12. Sakit bgt baca awal sampe tengah, aku fikir Kyu bakal benar-benar pergi ninggalin Ming dan mereka akan bertemu dimasa depan, ternyata enggak -_- Tapi senang lihat KyuMin kembali di akhir (y) (y) (y) Nice…

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s