My Brother Complex | Chap 2 of 2 | KyuMin | Ending

My Brother Complex

Genre : Romance , Comedy , Family

Rate : T

Pairing : KyuMin , Leeteuk , Siwon , and etc

Part : just TWO SHOOT

Warning : Genderswitch , abal , geje , di sini Kyuhyun lebih tua dari Sungmin

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

“Tapi bukan memberikan izin untuk berpacaran, apalagi berciuman! Kau masih terlalu kecil untuk hal seperti itu, honey!”

“Apa? Terlalu kecil? Lepaskan aku!” Sungmin menghempaskan tangan Leeteuk dengan kasar, membuat Leeteuk semakin murka.

“Sungmin-ah, pulanglah! Jangan kasar terhadap kakakmu!” Kyuhyun mencoba menengahi.

“Aku benci bila dia mengataiku seperti itu!” bentak Sungmin.

“Lalu aku harus mengataimu apa? Bahkan usiamu belum genap 16 tahun! Cepat pulang!” Leeteuk menarik tangan Sungmin.

“Pulanglah, Sungmin-ah! Jangan perdulikan aku!” Kyuhyun memandang tubuh Sungmin yang tengah ditarik paksa oleh Leeteuk. Ia benar benar tertegun. Rasa sakit itu semakin menjalar di ruang hatinya, membuat nafasnya tercekat. Menyaksikan tubuh Sungmin yang ditarik paksa oleh kakaknya membuat Kyuhyun merutuki dirinya sendiri.

Kau begitu bodoh, Cho Kyuhyun.

오빠, 제발 이렇게하지마!

Dua orang itu tengah duduk santai di balkon rumah. Sang lelaki berambut pirang dengan senyuman menawan itu terlihat sibuk merayu si wanita yang tengah mengerucutkan bibirnya. Ah, andaikan Leeteuk tahu bahwa Sungmin benar-benar sebal dengan sikapnya tadi. Berbuat seperti itu di depan kekasih, sangat memalukan.

“Honey,” Leeteuk mencoba mencairkan suasana. Namun, tanggapan yang selalu ia terima beberapa menit ini hanya dengusan kecil yang keluar dari mulut adik kesayangannya. “Kau marah padaku?”

“Marah? Tentu!” jawab Sungmin ketus.

“Maaf, oppa hanya terbawa emosi..”

“Molla!”

“Hei hei, bagaimana jika esok kita pergi ke pantai, huh?” Leeteuk memeluk tubuh adiknya dari belakang, membuat Sungmin menghentikan langkahnya. “Sekarang, ayo pergi ke toko untuk membeli baju renang untukmu. Bukankah kau menginginkannya?”

오빠, 제발 이렇게하지마!

Sungmin POV

Hari ini merupakan pagi yang cerah. Bisa dibayangkan kalau aku benar benar membolos sekolah untuk berlibur ke pantai bersama oppaku yang mulai menyebalkan. Tidak dapat dipungkiri, ini adalah picnic yang entah bagaimana rasanya.

Sepanjang perjalanan, mulutnya mengeluarkan ocehan khas Park Jung Soo. Kalian tahu, dia seperti tak pernah kehilangan topik bicara ketika berhadapan denganku. Dan kudengar beberapa kali ia bernyanyi, membuatku ingin tertawa saja. Tapi, bagaimanapun juga aku harus menjaga sikap. Mengingat sedari kemarin aku ngambek karena aksi oppaku yang benar-benar kelewatan.

“Uwah, kau terlihat sexy dengan baju renang barumu, honey,” Leeteuk memuji ketika Sungmin keluar dari ruang ganti.

“Hah, ayo ke pantai!” jawab Sungmin tanpa basa-basi. Ia melangkahkan kakinya, menginjak pasir pantai yang lembut. “Aish! Dinginnya!” Sungmin bergidik ketika air pantai perlahan menyentuh kulitnya.

“Ya! Rasakan!” Leeteuk menyipratkan air pantai ke arah Sungmin, lelaki itu mencoba menggoda. Dengan penuh senyum licik, Sungmin membalas perbuatan Leeteuk. Tak mau kalah dalam permainan kali ini.

Beberapa menit mereka terlarut dalam permainan air pantai, membuat Sungmin sedikit melupakan dendam terhadap laki-laki berambut pirang yang kini tengah asyik bermain dengannya. Inilah kehebatan Leeteuk, mudah membuat hati Sungmin yang merajuk kembali memaafkannya. Begitu mudah.

“Hya, lelahnya,” tangan Sungmin mengusap-ngusap dahinya, kemudian berjalan menuju pinggir pantai.

“Kau lelah?” Leeteuk membimbing langkah Sungmin, menuntunnya berjalan menghampiri tempat bersantai. “Katakan kalau kau tak lagi marah kepadaku,” ujar Leeteuk.

“Mungkin?” jawab Sungmin sembari menyandarkan tubuhnya di dada bidang Leeteuk. Tangannya bergerak meraih tangan Leeteuk, melingkarkan tangan sang oppa di pundaknya. “Kau selalu memiliki cara untuk membuatku melupakan kesalahanmu!”

“Benarkah? Memang itu yang harus aku lakukan agar aku bisa melihat senyummu!” jemari Leeteuk mencubit pelan hidung Sungmin.

“Kau menyebalkan, Park Jung Soo!”

“Apa? Kau memanggilku apa? Coba bicara sekali lagi kalau berani!” Leeteuk menundukkan kepalanya, matanya menatap hangat ke arah wajah Sungmin.

Dengan cepat, Sungminpun mendongakkan kepalanya, menatap nanar mata Leeteuk. “Park Jung Soo! Wee!” Sungmin menjulurkan lidahnya, berniat mengejek Leeteuk lalu tertawa pelan.

“Kau benar-benar menantangku, hm?” Leeteuk kembali mencubit hidung Sungmin pelan.

“Annyeong, hyung?” tiba-tiba suara seorang namja muncul, mengagetkan Sungmin dan Leeteuk yang tengah asyik ‘bermesraan’.

“Siwon-ah? Ya, Siwon-ah!” Leeteuk mengeryitkan dahinya ketika mendapati seorang laki-laki tampan tengah duduk sembari memperhatikan dirinya.

“Siapa, oppa?” tanya Sungmin dengan suara manja.

“Uwah, hyung.. Kali ini kekasihmu manis sekali! Sudah berani mengajaknya ke pantai? Kulihat kalian mesra sekali!” kata laki-laki tampan itu. Hah, lelaki berlesung pipit bernama Siwon itu begitu sok tahu. Membuat Sungmin dan Leeteuk saling bertatapan, melemparkan tatapan heran.

“Aa—aku bukan kekasihnya!” elak Sungmin dengan suara terputus.

“Hyung, bicara apa kekasihmu ini? ‘Serang’ saja malam ini, hyung!” laki-laki itu terus mengeluarkan ocehannya. “Dengan pakaian mini seperti itu, kalian bisa mengambil posisi yang ‘seperti itu’? Kau hebat, hyung!”

Sungmin dan Leeteuk saling menatap posisi duduk mereka. Posisi Leeteuk yang bersandar pada tiang payung pantai, dan posisi tubuh Sungmin yang tengah tidur bersandar di atas tubuhnya. Kalau diperhatikan sekali lagi, posisi itu memang benar-benar tak wajar! Dengan wajah innocent, Siwon tertawa memandangi dua orang yang tengah bingung di hadapannya.
“Dengarkan aku, Choi Siwon! Dia bukan kekasihku! Dia adikku!”

“Mwo? Adik? Hh—hyung,” suara Siwon terdengar melemah, tak setegas dari perkataannya beberapa menit yang lalu.

“Benar! Aku bukan kekasihnya! Aish!” Sungmin berdecih pelan, melempar tatapan marah kepada teman Leeteuk.

“Kenapa sifat sok tahu itu masih ada di pikirannmu, huh? Pantas saja kau sulit mendapatkan kekasih!”

“Hh—hyung, mian!”

“Mian? Sirheo!” Sungmin menghardik, iapun bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan dua laki-laki yang tengah berdebat hebat. Sungmin melangkahkan kakinya, berjalan di pinggir desiran ombak.

“Gwaenchana?” suara berat seorang laki-laki menghentikan langkah Sungmin, membuat Sungmin menoleh dengan wajah terkejut.

“Oppa!” Sungmin memeluk tubuh laki-laki yang memanggilnya, tubuh Cho Kyuhyun.

“Kau terlihat murung. Dimana oppamu?”

“Molla! Bogosipeo!” kata Sungmin sembari mempererat pelukannya. “Bawalah aku ke apartemenmu. Hari ini aku benar-benar marah dengannya!” Sungmin menengadahkan wajahnya, membiarkan mata kelincinya menari-nari menyusuri lekukan wajah Kyuhyun yang begitu sempurna.

“Aa—apa? Tak bisa begitu!” mata Kyuhyun membulat. Lelaki berusia 18 tahun itu tampak begitu terkejut. Ah, ia begitu tak menyangka jika Sungmin akan memintanya untuk membawanya ke apartemen.

Bibir Sungmin mengerucut, “kenapa? Kau bilang, kau menyewa apartemen sendiri! Apa—kau membawa wanita lain, huh?” pertanyaan tak masuk akal terlontar, membuat Kyuhyun menghembuskan nafas pelan.

“Huh, baiklah! Tapi cukup sehari, aku takut oppamu akan berpikir macam-macam!”

오빠 제발 이렇게 하지마!

| From : My little Sungmin

Oppa, hari ini aku menginap di rumah temanku. Jangan mencariku atau aku tak akan pulang selamanya! |

Leeteuk mengerutkan alisnya ketika pesan singkat itu telah ia baca. Ia mendapatkan sebuah ancaman dari Sungmin, heh? “Menyebalkan!” desahnya. Dilihatnya wajah Siwon yang tengah asyik dengan kesibukannya sendiri. Dengan amarah yang meluap-luap, tangan Leeteuk memukul kepala Siwon pelan. “Karena kau, adikku marah!”

오빠 제발 이렇게 하지마!

Sungmin POV

“Hujan di luar semakin besar! Hah, basah!” aku berdecak kesal ketika melihat baju yang aku kenakan telah basah. Bagaimanapun aku tak memiliki baju ganti. Tak mungkin jika aku harus memakai baju basah saat ini. Bisa-bisa flu menyerangku.

“Pakai saja!” kulihat dia melemparkan kemeja putih yang mungkin berukuran sangat besar. Kutatap wajahnya yang tengah sibuk membolak-balik pakaian yang tergantung di almari, kemudian aku memeluknya.

“Terimakasih,” bisik kupelan, tepat di lubang telinganya.

“Lebih baik kau cepat mandi!” ujarnya sembari melepas pelukanku di perutnya. Dasar! Satu sifat Kyuhyun yang sangat aku benci. Dia sama sekali tak bisa bersikap romantis! Terpaksa aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi.

Jadi seperti ini kamar mandi Kyuhyun? Cukup bersih. Namun, ahh, aku malu jika melihat handuk yang tergantung di salah satu sisi kamar mandi. Pasti handuk Kyuhyun! Bagaimanapun handuk itu pernah membungkus tubuh Kyuhyun. Aih, aku mulai berpikiran pervert. Bisa-bisa Kyuhyun curiga di luar sana. Lebih baik aku cepat-cepat mandi. Mataku benar-benar mengantuk.

Setelah aku selesai membasuk tubuhku, kupakai kemeja pemberian Kyuhyun. Hah, benar-benar berukuran sangat besar. Jadi, inilah ukuran tubuh Kyuhyun? Tapi, hei, pasti kemeja ini pernah ia pakai. Menyentuh kulit dada dan punggungnya. Memikirkan ini adalah kemeja Kyuhyun membuatku sedikit senang. Tanganku mulai memutar knop, menariknya dan keluar dari kamar mandi.

“Sudah selesai? Baik, aku akan mandi. Kalau kau sudah lelah, tidurlah dulu!”

Aku tersenyum mendengar perkataannya, kulihat hanya ada sebuah ranjang kecil dengan bedcover berwarna biru. Akupun melangkah menghampiri ranjang itu. Hanya ada satu ranjang. Itu berarti, malam ini aku akan tidur satu ranjang dengannya. Apa? Satu ranjang? Ya Tuhan, menyenangkan!

Krek! Suara pintu kamar mandi terbuka. Aku menoleh dan mendapati Kyuhyun keluar dari dalam dengan menggunakan pakaian lengkap. Aish, aku kira dia akan keluar dengan memakai handuk yang terlilit di pinggangnya. Ternyata dia laki-laki seperti itu, ya.

“Tenang saja. Aku akan tidur di lantai!” suara Kyuhyun kala itu membuat senyumanku menghilang. Jadi dia menolak tidur seranjang denganku?

“Eh, kenapa? Tidur di lantai pasti sangat dingin.”

“Gwaenchanha. Tidurlah!”

“Kalau kau tidur di lantai, aku juga akan tidur di lantai!”

“Apa? Jangan bercanda, nanti kau bisa sakit!”

“Karena itu, ayo tidur diatas bersamaku!” ujarku manja, akupun menarik tangan Kyuhyun dan membawanya ke atas ranjang dengan susah payah. Dengan raut wajah terpaksa, akhirnya ia mengangguk.

“Baiklah! Aku tidur di sini!”

“Hya, senangnya,” aku bersorak sembari memeluk tubuh Kyuhyun. Dia terlihat sedikit gugup melihat tingkahku. Apa ada yang aneh? Aku hanya ingin memeluk tubuhnya saja, kok! Yah, kira-kira seperti itulah keinginanku untuk saat ini.

“Aa—apa biasanya kau juga tidur satu ranjang dengan Leeteuk hyung?”

“Hm, dia tak pernah membiarkanku sendiri,” ujarku sembari mempererat pelukanku. “Oppa, aku ingin melakukan apa yang orang dewasa lakukan!”

End of Sungmin POV

Kyuhyun POV

Mataku membulat ketika mendengar Sungmin mengatakan hal seperti itu. Melakukan apa yang orang dewasa lakukan? Ya Tuhan, kekasihku yang manis ini sedang bicara apa, sih? Membuat jantungku berdetak tak karuan saja!

“Hahaha, kau bicara apa, huh?” tawaku sembari melihat wajah innocentnya. Dia menatapku dengan tatapan memohon, sepertinya dia ingin. Dan kalau boleh jujur, akupun juga.

“Oppa, aku benar-benar ingin melakukan apa yang pengantin baru lakukan di malam hari!” Deg! Ya Tuhan! Dia mengatakan hal seperti itu atas dasar apa? Jangan menggodaku lebih dari ini, Lee Sungmin!

“Ayolah, oppa. Kau tak ingin melakukannya denganku, huh?” rengeknya lagi. Kali ini dia telah bangun dari tidurnya, menatapku dengan posisi menggoda. Kulihat pahanya yang terekpose karena minimnya kemejaku. Benar-benar!

“Bb—bukan begitu!” jawabku dengan asal. Apa? Apa yang harus katakan sebagai penolak? “Dengarkan aku, kita tak boleh melakukannya!” jawabku sembari mencengkeram lengannya. Semoga saja pengertian yang aku berikan bisa membuatnya melunak.

“Sudahlah! Aku mau tidur!” gertaknya kesal. Aku lihat ia membanting tubuhnya dan tidur membelakangiku. Ngambek. Bisa gawat kalau dia sampai menangis dan meminta putus. Dengan perlahan kulingkarkan tanganku di pingganggnya, kukecup lehernya. Begitu lembut. Kuhirup aroma tubuhnya, benar-benar wangi.

“Kau ingin—ini,” godaku sembari menghisap lembut lehernya, jantungku berdetak cepat. Dia masih terdiam. Apa yang harus aku lakukan? Memberinya satu kissmark? Ok, aku akan buat satu.

“Ssh…,” desahnya ketika aku mulai menghisap lehernya dengan kuat. Ya Tuhan, jangan biarkan aku menginginkan lebih dari ini.

“Kau tahu, aku tak bisa melakukan lebih. Maafkan aku!” ucapku mengakhiri semuanya. Kulihat tanda merah di tengkuk Sungmin begitu jelas terlihat. Tanda merah kepemilikan yang baru saja aku buat dengan sepenuh hati. “Setelah kita menikah nanti, aku akan melakukannya kapanpun kau mau. Aku berjanji,” dia terdiam. Menatapku sedetik kemudian membalikkan badannya. Mungkin dia marah. Tapi biarlah, aku benar-benar tak sanggup melakukannya. Biar saja malam ini aku menghabiskan malam dengannya, memeluknya sepanjang malam hari ini tak masalah, ‘kan?

오빠 제발 이렇게 하지마!

Malam itu, Siwon menginap di rumah Leeteuk. Bukan karena Siwon malas pulang, namun cuaca di luar sangat tidak memungkinkan Siwon untuk pulang ke rumah. Dua orang laki-laki itu terlihat asyik menonton tv. Sang lelaki tampan dengan rambut pirang terlihat sedikit gelisah.

“Siwon-ah, apa kau pikir gadis seperti Sungmin telah patut untuk memiliki kekasih?” Leeteuk membuka suara. Ia menatap wajah Siwon dengan tatapan penuh harap.

“Tentu saja! Masa SMU sangat wajar dengan kisah percintaan!”

“Tapi, kau tahu, dia bahkan belum genap 16 tahun!” elak Leeteuk. Laki-laki masih saja membela presepsinya yang salah. Membuat laki-laki yang sedari tadi asyik menonton tv menoleh.

“Hyung, itu sudah cukup! Apa kau tak mau memberinya kesempatan untuk merasakan masa SMU? Ya hyung, kau memiliki pikiran yang aneh, kuno!”

“Benarkah? Jadi apa yang harus aku lakukan?”

오빠 제발 이렇게 하지마!

Pagi yang cerah. Embun-embun bening itu menetes dari helai dedaunan. Sinar matahari yang terang menerobos masuk secara paksa melalui jendela apartemen Kyuhyun. Sungmin mulai terbangun. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Ia lihat sosok dengan rambut pirang bergelombang tengah tertidur pulas, masih memeluknya erat. Sungmin tersenyum, kemudian mencium bibir laki-laki itu sekilas. Setelah itu, laki-laki itupun membuka matanya perlahan.

“Annyeong, oppa!” Sungmin tersenyum, mencium bibir Kyuhyun kembali, dengan kilat tentunya.

“Ah, annyeong, jagi!” balas Kyuhyun kemudian memejamkan matanya kembali. Sungminpun diam, kemudian bangkit dari tidurnya.

Seperti di film-film. Aku harus bangun, mandi, lalu membuat sarapan agar aku bisa menjadi istri yang baik kelak! Batin Sungmin. Walau enggan, Sungmin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Suara gemericik air memantul dari dalam, menimbulkan suara yang cukup keras. Senandung-senandung pelan dari Sungmin terdengar. Rupa-rupanya, suara itu membuat Kyuhyun yang tengah terlelap, perlahan bangun. Masih dalam posisi yang sama selama beberapa menit. Hingga akhirnya suara pintu kamar mandi yang terbuka terdengar. Kyuhyun membuka matanya lebar-lebar, iapun menoleh ke arah dapur yang berhadapan dengan tempat tidurnya, mendapati Sungmin yang tengah sibuk mengobrak-abrik isi almari.

“Ya Tuhan, kau mengujiku lagi!” ucap Kyuhyun sembari melihat tubuh Sungmin yang membelakanginya. Ia lihat kembali kaki panjang yang amat ia kagumi itu terpajang sempurna.

“Hah, ada apa saja di sini?” gumam Sungmin pelan, tangannya kini tengah sibuk membuka almari dapur. “Tidak adakah yang spesial? Kenapa almari ini penuh ramen instan?”

“Itu karena aku tak pandai memasak, jagi,” suara berat Kyuhyun muncul bersamaan dengan sepasang tangan yang melingkar di pinggang Sungmin. Nafasnya yang memburu kini menyapu leher wanita kelinci itu. Membuatnya sedikit bergidik ngeri.

“Jadi untuk sarapan kali ini, ramen, huh?”

“Tentu saja! Kau tak mau memasak untukku? Baik, kita sarapan di luar!”

“Eh, tunggu! Mungkin aku bisa memasak pancake dari bahan bahan limited edition di sini!” ujar Sungmin sembari mengeluarkan beberapa bahan dan mulai memasak dengan kemampuannya yang sangat minim. Daripada membeli makanan diluar, lebih baik Sungmin memasak. Jika seperti ini jadinya, Sungmin merasa bahwa ia telah menikah dengan Kyuhyun.

Sedikit berlebihan, heh?

오빠 제발 이렇게 하지마!

Pukul 9 lebih, sebuah mobil hitam AUDI A5 berhenti di depan rumah Leeteuk. Kemudian, turunlah seorang laki-laki yang mengandeng mesra perempuan di belakangnya. Dengan melirik sekilaspun Leeteuk tahu siapa yang mencoba mengunjunginya pagi ini.

“Oppa!” teriak Sungmin memecahkan keheningan rumah Leeteuk. Perempuan itu berlari memasuki rumah, sangat berharap ia dapat melihat wajah Leeteuk yang begitu ia rindukan.

“Honey,” Leeteuk menyambar tubuh adiknya, membawa ke dalam pelukan mesra walau sekarang Kyuhyun tengah memperhatikan mereka dengan wajah yang 100% memancarkan kecemburuan. “Bogosipeo!” ucap Leeteuk kemudian mencium lembut kedua pipi adiknya berkali-kali.

Hahaha, tahanlah Cho Kyuhyun! Dia cuma kakak Sungmin! Biarkan saja dia seperti itu selagi Sungmin belum menikah denganmu! Kyuhyun membatin untuk menyemangati dirinya sendiri. Walau sebenarnya ia sangat miris melihat pemandangan di depannya.

“Aa—kau?” pelukan Leeteuk mengendor bersamaan dengan manik matanya yang menangkap sosok Kyuhyun. Kyuhyunpun tersenyum kemudian membungkuk sopan.

“Hyung, Kyuhyunibnida! Aku—”

“Ya ya, aku tahu. Kau kekasih Sungmin, ‘kan? Aku benar-benar tak menyangka gadisku menyukai penguntit seperti mu!”

“Oppa, jangan berbicara seperti itu! Dia sangat baik! Restuilah kami!”

“Ne ne, aku mengerti! Bagaimanapun juga aku merestui kalian!” ucap Leeteuk sembari melipat tangannya. Memberi sebuah deathglare kepada kekasih Sungmin.

“Jnjja? Gyaa! Gomawo, oppa! Saranghae!”

Saranghae? Hehehe. Tenanglah, ingat, namja yang tengah memeluk yeojachingumu itu kakaknya! Kakaknya! Kyuhyun kembali membatin sembari menampakkan senyum miris. Walau begitu, hatinya sangat bahagia dengan restu yang akhirnya ia dapat.

“Kemarin malam Kyuhyun tak menyentuhmu, ‘kan?” tanya Leeteuk tiba-tiba. Satu pertanyaan yang membuat Sungmin dan Kyuhyun kikuk. Oke, pihak yang paling merasa was-was adalah Kyuhyun.

“Tentu saja tidak, oppa! Kau tahu, Kyuhyun oppa orang yang baik!” jawab Sungmin selancar mungkin. Kyuhyun hanya tersenyum lega mendengar jawaban yang Sungmin lontarkan.

Namun, sesungguhnyapun Kyuhyun masih menyematkan rangkaian doa. Berharap kissmark yang ia buat kemarin malam telah hilang. Oh, melihat Leeteuk melepas pelukannya dan menyebarkan pandangannya ke segala arah di wajah Sungmin membuat Kyuhyun kembali sport jantung.

“Ya, Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan pada adikku kemarin malam, hah? Kenapa ada kissmark?”

Matilah kau! Batin Kyuhyun berteriak. Rasa takut itu akhirnya muncul, membuat Kyuhyun menelan ludahnya kelu. “Aa—hyung! Itu tak seperti yang kau pikirkan!”

“Kissmark? Aku benar-benar suka ketika Kyuhyun oppa melakukannya kemarin!” ujar Sungmin polos, perkataan Sungmin yang terdengar dengan suara manja itu membuat Leeteuk semakin naik darah. Oh, tahukah kau Lee Sungmin? Pernyataanmu yang seperti itu membuat Kyuhyun hampir mati karena serangan jantung.

“Ya! CHO KYUHYUN!”

END

Music : Midnight Fantasy by Super Junior

oppa (오빠) : kakak lk -pemanggil pr
molla (몰라) : aku tidak peduli
Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea
Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan
hyung (형) : kakak lk -pemanggil lk
Mwo (뭐) : apa
Mianhae (미안해) : maaf –informal
Sirheo ( 싫어) : tidak mau
Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa
Bogosipeo (보고싶어) : aku merindukanmu
Jinjjayo (진짜요) : benarkah
Gomawo (고마워) : terimakasih –informal
namja (남자) : lelaki
Yeojachingu (여자친구) : kekasih perempuan

90 thoughts on “My Brother Complex | Chap 2 of 2 | KyuMin | Ending

  1. bhuakakakkakakakaaaa~…!!

    Sumpah.! Ngakak aku bacanya.!!><

    Ya ampun~ malang nian kau Kyu..

    Ikh.! Tapi keren lo~ Kyu bs 'nahan' biasanya juga maen 'serang' xD #plak

  2. Wohohoooo,,, disinii Kyu kehilangan Evilnya ya wkwkwkwkw,,,,
    Tumben disini Min lebih genit wkwkwkwkwk :p
    Seandainyaaaaa chapternya lanjut nampaknya lebih seru lagi (з´⌣`ε) ,,,,

    • kkk~ di sini sifat kyu yg sebenernya ilang .. karena ff ini adalah ff re-write xD ..
      ming di sini genit yah? aah masak siih *jadi malu* *plak*
      hehehe mianhae enggak ada squel .. kkk~

      • ƪ‎​​‎​(-̩-̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩-̩)ʃhuaaaa,, ,,,,
        KecewAaaa (˘̩̩̩-˘̩̩̩ƪ) ,,,
        Padahallll berharapppp mau tau kegenitan apa lagi yg akann Minnie lakukan wwkwkkwkw,,,, LOL hahahaha,,,,

  3. yaa, kok END? mana kelanjutanyaa…
    tuh KYU tumben amat, biasanya juga langsung serang gituu,
    ming itu polos bangeet -.- untungnya kyu brsikap dewasa, cba kalo pervert? bisa2 sungmin hbs 1 malam tuh..

  4. wua ha ha ha…. kyu habis sudah

    min itu polos atw apa sih min…..
    santai sekali menjawab ttng tanda cinta kyu, he he he
    untung kyu dewasa skali dsini, law ga min ga bersisa tuh…

    keren chinggu, aku suka…suka…suka…

  5. huaaa…. lucu sekali huaa….
    Teuki oppa carilah yeojamu agar Sungmin tak tersiksa
    dan Sungmin berhentilah bersikap liar sekaligus polosmu itu, bisa-bisa dimakan sama Kyu loh

  6. Sungmin gila aja. Cewek serampangan gitu. Dia yg biasanya polos jd liar, Kyu yg biasanya agak mesum jd baik gt. Untung aja si Kyu tahan godaan. Btw, Kyu kok bs ada di pantai, apa Sungmin yg bilang? Trs nama marga meraka kok beda, kan kakak adik?

    Kyu hrs sabar hadepin kakaknya Sungmin. Good luck Kyu.

    Salam,

    Elle

  7. Sifat polosnya Sungmin menghancurkan Kyuhyun secara perlahan!😄
    Ya Tuhan, itu Kyu harus kuat-kuat kalau di dekat Sungmin sepertinya😉

    Akhirnya Leeteuk memberi restu juga untuk KyuMin, tapi yah ini tidak akan mudah😀
    Itu endingnya benar-benar konyol!!
    Kenapa Sungmin bisa semudah itu bercerita? Aku rasa cerita Sungmin bermakna ambigu xD
    Apa ini ada sequelnya?🙂

  8. Ming ko pervert sih…
    Untung Kyu udh tobat*mungkin* – -”
    kalo Kyu juga pervert bisa gawat tuh jdii.y pas di apartemen!!!

  9. hahaha,,lucu banget… kyu yg biasanya evil nd posesive,,telah bertukar dgn sifat leeteuk… hehehe
    ffnya keren,jiyoo🙂

  10. Mianhae Kyuppa, di Chap 1 aku tertawa bahagia diatas kesengsaraan Oppa TT^TT
    Lihat Kyupa yg pengertian banget bikin aku mendukung Oppa *peluk Abang Ming*
    Tapi……….
    SEJAK KAPAN MY BELOVED YEOBO JADI SUKA MIKIR YANG “IYA IYA”?
    *shock*
    #digeplak Author sshi karena bikin ribut(?)
    hahahaha
    ngebayangin Kyuppa dijadiin pepes ma Tukie Oppa gara2 berani menodai(?) tubung suci BunnyMin >_______<

  11. Gyaa ming kamu polos banget sihh jawab pertanyaannya teuki oppa…
    kan kasihan si kyu dikirain ngapa-ngapain kamu….kkkk
    n itu juga kan salahnya ming,,dia kan terlalu polos….
    pokok nya nie ff bkin q ngakak habis…..

  12. Hahahahaha…
    Kasian kyu.. Habislah kyu si tangan jungsoo..
    Walopun sebenarnya ming yg menggoda…
    Tpi tumben, serigala bisa tahan dikasih kelinci manis di ranjang… *taboked*
    Siwon mesuum iih… *ngasih alkitab ke bang wonwon biar tobat*

  13. Kali ini ming bisa lega karna sisi pervert dari namja iblis cho itu g muncul.
    Coba jja kalau muncul pasti udah di mangsa bunny imut itu.😀
    Muehehehehe
    Endingnya gokil banget.
    SUKA !!! ^^

  14. Hah? End? Syok berat ane =,=
    astajim astajim astajim ming dirimu itu sbnr’a bodoh/polos eoh?*plak:D ya allah klau emang didunia ini ada orng sprti dirimu habis sdh aku tabokin*plak:D haha
    ahhhh knapaaaa end’a gantunggggg(?) pdhl mau liat kyu kesiksa lg*psng mka watados!:p*
    huh😡

  15. hihii
    Kyu’a tumben ga epil, bs nahan diri juga ya dia pdhl ming minta duluan tuh😄 ..
    Poloooos banget kau ming

    Akhir’a leeteuk ngerestuin juga

  16. Hahahahahahah,,,,
    Sumpah eonni aku baca ff ini ketawa terus,,,,,,
    Ternyata kyu oppa bisa nahan nafsu juga ya *plakkkk
    Siwon oppa juga kok yadong banget sih,,,
    Tapi sumpah eonni ff nya bagus banget

  17. Minggg… Apa karna saking polosnya… Dan ming sedikit liar karena oppa nya sendiri yg terlalu protective dan manjaiin dia perlakuin ming kayak sepasang kekasih..😄

  18. melting sama kyuhyun, gentleman bingit._. Biasanya mah paling suka yg begituan, tapi ini beda bgt sumpah, aih, suami idaman ;*
    gak usah cemburu, sungmin hanya milikmu😉

  19. uuuh lega rasanya udh pdt restu ya, walaupun ada sedikit bentakan karna ada kissmark d tubuh minnie, , jaga hubungan nya ya susah payah lho dpt restunya dari teuki oppa ^^)

  20. muhahahaha😄😄😄 kyu…kyu…siap2 aja lah diinterogasi mulu sama teukie tiap habis kencan/berduaan. masih untung udah direstuin haha😄 ntar pas nikah baru deh puas2in ‘itu’ kk

  21. duh teuk jangan terlalu protective ama mesra dong ama umin._. jadi ngiri sendiri nih wkwkwkwk kasian uminnya ituu xD

  22. Ya jiyoo,critax nanggung.. Gk dlnjut tah? Sungmin tumben jd mesum mlah kyux yg sbar tp good jiyoo q bnr2 slut dg ff mu..

  23. Huahahahahahahahahaha…😄
    Sungmin ini sebenarnya polos atau pervert sih? Pikirannya aneh2 amat ya waktu sama Kyuhyun, giliran sama Leeteuk jadi polos banget, malah bilang suka banget waktu Kyuhyun buat Kissmark di lehernya, bikin Leeteuk salah paham kan sama Kyuhyun?😄

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s