Wanna Two Love | Part 8/9 | KyuMin

Wanna Two Love

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin , KyuSeo and etc

 

Part : 8/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Kau mau melanjutkannya?” Pertanyaan Kyuhyun terlontar, tangannya terlihat menyibak poni Sungmin. Lagi-lagi Sungmin telah kembali. Ia diam! Sama sekali tak merespon pertanyaan Kyuhyun! Jadi sapaan untuk eommanya adalah kamuflase? “Baiklah, kita tak akan melanjutkannya.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya, “Namun kita akan memulainya.”

 

Bibir mereka bertemu, saling terpagut satu sama lain. Nampaknya kali ini Kyuhyun benar-benar sebal karena Sungmin terus mendiamkannya. Dengan gerakan seduktif tangan Kyuhyun mulai menyusuri punggung Sungmin yang terbuka. Bibirnya yang terus mengecap bibir kenyal Sungmin sesekali mengeluarkan suara-suara aneh. Kyuhyun akan memulainya, memulai permainan ranjang mereka.

 

Kyuhyun kembali memagut bibir Sungmin, menguasi bibir plump itu secara kasar. Tak peduli bila sang pemilik bibir itu sendiri tengah susah payah mengambil nafas, tak peduli bila Sungmin merasa terlecehkan dengan perilaku Kyuhyun yang kasar terhadapnya. Hei, Sungmin merasa Kyuhyun mulai melakukan sesuatu yang sama sekali tak pantas Kyuhyun lakukan!

 

Plak! Telapak tangan Sungmin yang dingin menampar keras permukaan pipi tirus Kyuhyun. Mata kelincinya menatap Kyuhyun dengan tatapan menusuk dan membunuh.

 

Bitch!” Kyuhyun berteriak ketika Sungmin menamparnya. Suatu kata dengan arti tak baik itu meluncur begitu saja dari mulut Kyuhyun untuk Sungmin, cukup membuat Sungmin terkejut dengan respon Kyuhyun yang seperti itu. Tangan Kyuhyun semakin meremas lengan Sungmin, membuat Sungmin berjingit kesakitan. Oh tidak, nampaknya iblis dalam jiwa Kyuhyun benar-benar terbangun karena sifat Sungmin yang mendiamkan raja iblis itu. Sisi menakutkan Kyuhyun keluar, itu berarti mungkin tak akan ada kesempatan lari atau menyelamatkan diri untuk Sungmin. Ke-egoisan Kyuhyun memuncak, itu adalah hal buruk, bukan?

 

“Akh!” Sungmin terus berusaha untuk menghindari ciuman kasar dari Kyuhyun. Ia dorong lengannya sekuat mungkin, berusaha membuat tubuh Kyuhyun terjungkal atau yang lainnya.

 

“Diam kau!” Kyuhyun berteriak kasar.

 

Duagh! Akhirnya tubuh kurus Kyuhyun terjatuh mencium lantai kamarnya yang dingin. Dengan gerakan cepat Sungmin berlari menuju pintu kamar mereka. Kyuhyun yang diperlakukan seperti itu semakin berdecih pelan, sebal sekali rasanya. Kyuhyun bangkit, berjalan menghampiri Sungmin yang tengah berusaha menggedor-gedor pintu kamar yang sengaja ia kunci. Tak perlu tergesa-gesa, toh tak akan lama lagi kelinci itu juga akan jatuh ke dalam perangkapnya. Dengan begitu Kyuhyun dapat menikmati setiap jengkal tubuh Sungmin untuk membalas segala rasa sebalnya.

 

Kyuhyun menarik tangan Sungmin kasar, membalik tubuh wanita itu agar berhadapan dengannya. “Mau kemana kau?” tanya Kyuhyun enteng, jemarinya mengusap pipi Sungmin.

 

“Hiks..,” wajah Sungmin memerah, air matanya yang mengalir hampir membuat seluruh permukaan wajahnya basah akan air matanya. Rambut Sungmin yang lurus mulai berantakan, sama sekali tak rapi. Bibirnya yang bengkak bergetar, mengeluarkan isakan memilukan khas Lee Sungmin.

 

Jantung hati Kyuhyun berdesir pelan ketika menatap wajah Sungmin yang begitu ketakukan di depannya. Detik kemudian ia mengalami spot jantung saat pikirannya kembali mengingat apa yang baru ia lakukan beberapa menit yang lalu. Kyuhyun tersentak. Jiwa setan yang telah lama tertidur dalam dirinya baru saja terbangun dan membuat segalanya menjadi kacau. Ia rengkuh tubuh mungil Sungmin, menggesek-gesekkan hidung mancungnya di pucuk kepala Sungmin.

 

“Lepaskan, brengsek!” protes Sungmin di tengah isakannya. Kepalan tangannya yang mungil memukul pelan dada jantan Kyuhyun. Saat ini ia benar-benar takut.

 

Kyuhyun membiarkan Sungmin memukul tubuhnya, ia terima segala bentuk protes dari Sungmin. Semua itu ia lakukan untuk membuat Sungmin menghentikan tangisannya dan merasa sedikit tenang. Dengan begitu ia bisa memberikan obat tidur kepada Sungmin agar wanita itu tak semakin berontak. Selang beberapa menit berlalu, Sungmin kembali diam. Pandangan matanya yang kosong kembali mendominasi pandangan Sungmin. Kali ini Sungmin tak lagi memukul dada Kyuhyun, namun, jemarinya tampak menari-nari di atas dada Kyuhyun.

 

“Apa kau lapar? Mau makan? Apa yang ingin kau inginkan?” Kyuhyun bertanya dengan nada selembut mungkin.

 

Sungmin nampak terdiam beberapa detik, kemudian menjawab, “Chicken doritang.”

 

“Baik. Aku akan pergi membelinya,” Kyuhyun merebahkan tubuh Sungmin kemudian berjalan mengambil sesuatu di atas laci. “Minum ini? Aku pergi dulu!” Kyuhyun menyerahkan sebuah obat dengan bentuk seperti permen stroberi. Sebelum ia berlalu, dikecupnya dahi Sungmin dengan perlahan.

 

Sungmin terdiam, ia genggam obat itu kuat-kuat kemudian ikut beranjak. Ia raih jaket rajut yang tergantung di almari kemudian memakainya.

 

사랑했니?

 

Ting-tong!

 

“Siap—Lee Sungmin!” laki-laki yang baru membuka pintu itu berteriak dan sedetik kemudian memeluk sosok wanita mungil di depannya. “Kemana saja kau? Aku khawatir sekali!”

 

Pelukan hangat Siwon mendominasi rasa di tubuh Sungmin. Tubuh Sungmin yang semula dingin sekarang terasa hangat berkat pelukan Siwon yang lembut dan tulus. Ia biarkan Siwon merengkuh tubuhnya lebih lama. Dalam hati ia tersenyum mendapat perlakuan seperti ini dari sahabat kecilnya.

 

“Jangan khawatir,” Sungmin berkata dengan nada pelan, “aku baik-baik saja.”

 

“Kenapa handphonemu tak dapat dihubungi?” tanya Siwon seraya melepaskan pelukannya. Ia tatap manik mata milik Sungmin dengan tatapan intens.

 

“Aku hanya perlu istirahat. Maaf aku tak memberi-tahumu,” Sungmin terkikik pelan.

 

“Masuklah!” Siwon menarik tangan Sungmin untuk masuk ke dalam rumahnya. “Kau sudah makan?”

 

Sungmin menggelengkan kepalanya. Innocent sekali.

 

“Ayo makan denganku!” lagi-lagi Siwon menarik tangan Sungmin seenaknya. Laki-laki itu menarik Sungmin ke ruang makannya, memerintah Sungmin untuk duduk di ujung meja makannya. “Ajumma! Mulailah memasak makanan yang enak!” Siwon berteriak kecil. Dan tak lama datanglah tiga orang perempuan paruh baya di dapur yang berada tak jauh dari ruang makan mereka.

 

“Kukira kau telah memasak masakan yang enak,” sindiran dari mulut Sungmin terdengar.

 

“Hah, beberapa hari ini aku menjadi tak nafsu makan karena dirimu!”

 

“Kenapa kau menjadi berlebihan seperti ini, pastor?”

 

“Aish!” tangan Siwon terangkat untuk mengacak tatanan rambut Sungmin, membuat Sungmin tertawa kecil.

 

“Makanan telah siap, tuan,” tiba-tiba suara seorang ajumma menginterupsi gurauan mereka.

 

사랑했니?

 

Dengan tergesa-gesa Kyuhyun kembali ke rumah. Hampir dua puluh menit ia meninggalkan Sungmin di apartemen. Langkah Kyuhyun semakin tak terkendali saat matanya menemukan nomor apartemennya. Jemarinya memencet pin apartemen dengan gerakan cepat pula.

 

“Aku pulang!” Kyuhyun berteriak, melepaskan sepatunya disembarang tempat. Dengan langkah setengah berlari, Kyuhyun berjalan menuju kamarnya. “Minnie?”

 

Tidak ada. Sungmin tak ada di ranjang yang mereka. Ia tak mendapati tubuh Sungmin berbaring di ranjangnya. Kyuhyun meletakkan chicken doritang yang baru ia beli kemudian menghampiri ranjangnya.

 

“Sungmin? Pergi ke mana kau?”

 

사랑했니?

 

“Kenyang! Terimakasih makanannya!” Sungmin meletakkan sumpitnya, matanya menatap Siwon dengan aura berbinar-binar. “Enak sekali!”

 

“Aih, kau mencoba menggodaku dengan mata rabbit eyesmu!” Siwon bersikap seolah-olah ia marah.

 

Lagi-lagi Sungmin hanya tertawa. Nampaknya perempuan itu akan lebih tenang bila bersama dengan Siwon. Terbukti dengan senyumnya yang terus mengembang saat ini. Dengan mudah Sungmin melepas senyumannya di depan Siwon. Yeah, selagi ia tak melihat wajah Kyuhyun, mungkin traumanya tak akan kembali.

 

“Kau akan tinggal disini, ‘kan?” tanya Siwon seraya menyeruput air putih dari gelasnya.

 

“Eh?” alis mata Sungmin terpaut karena heran. Bagaimana ia akan mengatakan jawabannya? Sekarang ia tengah tinggal bersama Kyuhyun, jadi rasanya tak mungkin kembali tinggal dengan Siwon. “A-aku.. dan Kyuhyun telah kembali.”

 

“Benarkah?” suatu ekspresi terkejut terlukis di wajah Siwon, matanya yang sipit melebar.

 

“Eung! Mungkin sebentar lagi kami akan menikah.”

 

Siwon tersenyum miris mendengar pernyataan Sungmin. Itu berarti kesempatan untuk memiliki Sungmin benar-benar akan hilang. Hati Sungmin telah terpaut oleh namja setan bernama Cho Kyuhyun. Dan tak mungkin baginya untuk menyatakan perasaan sukanya sekarang. Sungmin dan Kyuhyun telah kembali! Demi apa Sungmin mau kembali ke namja jelmaan iblis itu?

 

“Oh.. Jadi begitu,” jemari Siwon tampak mengukir beberapa huruf hangeul di atas embun yang telah memenuhi permukaan gelasnya. “Selamat.”

 

“Kau tak mau mencari seorang kekasih?”

 

“Tak ada yang menarik perhatianku,” jawab Siwon dengan nada datar. “Kecuali cinta pertamaku.”

 

“Cinta pertama?” telinga Sungmin terasa begitu asing ketika sebuah kata cinta pertama meluncur dari mulut Siwon. Hei, Siwon tak pernah bercerita tentang kisah cintanya. Jadi, selama ini Siwon terus menyembunyikan tentang ceritanya cintanya? Curang!

 

“Dia wanita yang sangat manis, innocent, namun bodoh,” jelas Siwon, matanya terlihat menerawang ke atas. “Namun, menurutku dia sangat sempurna,” imbuhnya lagi.

 

“Siapa? Siapa dia? Apa aku mengenalnya?” mata kelinci Sungmin tampak berbinar-binar.

 

“Jelas kau mengenalnya,” Siwon melempar sebuah senyuman penuh arti ke arah Sungmin yang tengah penasaran akan ceritanya. “Ah, lupakan saja!”

 

Wae? Kau mau menyerah sebelum perang?”

 

“Bukan begitu! Sebentar lagi dia akan menikah, sama sepertimu!”

 

사랑했니?

 

Berulang kali Kyuhyun bertanya menoleh ke sana ke mari. Hari ini hampir senja, dan dia tak kunjung menemukan Sungmin. Rasa pegal yang menyerang lututnya sepertinya benar-benar hilang karena pikiran cemas. Ponsel yang sedari tadi ia genggam lama-kelamaan basah karena keringatnya sendiri. Semua nomor di kontak handphonenya telah ia hubungi, dan jawaban dari mereka sama, tidak tahu!

 

“Akh!” Kyuhyun berteriak frustasi, kakinya menendang tiang hal bis yang berdiri di samping jalan. Rasa putus asa itu kian menyelimuti hati dan pikirannya. Sudah beberapa jam ia mencari keberadaan Sungmin dan hasilnya tetap saja nihil. Rasanya Kyuhyun ingin menabrakkan tubuhnya dengan salah satu mobil di tengah jalan sekarang juga ketika ia kembali mengingat Sungmin yang kabur darinya. Apa dia sejahat itu sehingga Sungmin ingin pergi dari sisinya? Oh, Oke. Sisi iblis Kyuhyun memang menakutkan. Namun, bukan berarti sisi iblis itu harus keluar karena sifat Sungmin. Itulah letak kesalahan Kyuhyun, tadi siang ia tak dapat mengendalikan amarahnya.

 

Tiba-tiba sebuah ice cream saus coklat muncul di depan wajah Kyuhyun dengan sebuah tangan mungil yang menggenggam conenya. Tangan Kyuhyun meraih ice cream itu, kemudian iapun mendongakkan kepalanya.

 

Oh Tuhan, wajah innocent Sungmin yang 100% innocent kini tengah ada di depannya! Bibirnya sedikit mengerucut, dan mata beningnya memancarkan suatu sinar yang aneh.

 

“Dari mana saja kau!” Kyuhyun memeluk Sungmin yang terdiam. “Aku mencarimu kemana-mana!”

 

“Maaf,” ujar Sungmin lirih. Mereka terdiam dalam suasana hening beberapa saat. Detak jantung Kyuhyun yang berdentum keras dapat terasa dengan jelas oleh Sungmin, seolah-olah jantung Kyuhyun menjelma menjadi jantung miliknya. Hingga akhirnya suara manja Sungmin kembali terdengar, “ice creammu meleleh, lho! Kalau Kyuhyun tidak mau memakannya, biar aku saja!”

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Pandangannya kini tertuju pada ice cream yang Sungmin genggam di tangan kanannya. Benar kata Sungmin, ice itu hampir meleleh.

 

“Kau yang memberikanku ini, bukan? Bagaimana kau bisa memintanya kembali?”

 

“Kyuhyun, ‘kan tidak suka makanan manis,” pernyataan Sungmin yang terkesan seperti pernyataan seorang anak TK berumur 6 tahun begitu menggelitik gendang telinga Kyuhyun.

 

“Suka, kok!” Kyuhyun memberi jeda, “kita makan sama-sama!” Kyuhyun menarik tangan Sungmin, mendudukkan tubuh mungil Sungmin di bangku perhentian bis. Lidah Kyuhyun mulai menjilat ice cream itu, kemudian iapun memberikan kesempatan bagi Sungmin untuk menjilat ice cream miliknya.

 

Kyuhyun tersenyum, entah mengapa hari ini sifat Sungmin benar-benar aneh. Tadi pagi mereka bertengkar, namun sekarang? Mereka terlihat sangat mesra dengan adegan makan ice cream cone bersama. Hah, lihat. Orang-orang yang turun ataupun naik bis terlihat memandangi mereka sejenak. Sebuah tatapan iri pun tak jarang Kyuhyun dapatkan.

 

Ice cream itu telah habis, semuanya telah berpindah ke perut Sungmin dan Kyuhyun. Ia tatap Sungmin yang sibuk membersihkan mulutnya. Rasanya ingin sekali Kyuhyun membersihkan bibir Sungmin dari ice cream yang belepotan di bibir Sungmin dengan bibirnya. Dengan begitu kesan mesra mereka di malam ini benar-benar 100% sempurna, perfect.

 

“Eung.. Dari mana kau?” pertanyaan Kyuhyun terlontar.

 

“Siwon,” jawab Sungmin singkat, namun cukup membuat sebuah goresan luka di hati Kyuhyun. Sebuah nama laki-laki lain terucap dari mulut Sungmin.

 

“Apa yang kau lakukan disana?”

 

“Aku hanya bermain dengannya.”

 

“Bermain katamu?” Kyuhyun menatap wajah aegyo Sungmin dengan tatapan marah. “Jangan temui dia lagi!”

 

Wae?

 

“Kenapa kau berkunjung ke rumah namja lain, hah?” Kyuhyun mencengkeram erat bahu Sungmin. “Jangan ulangi sekali lagi!”

 

Sungmin terlihat diam, sepertinya ia lebih memilih bungkam daripada harus menjawab atau mengelak pernyataan Kyuhyun. Permintaan Kyuhyun sangat sulit untuk dikalahkan, daripada ribut dengan salah satu keturunan raja iblis itu lebih baik Sungmin diam. Sungmin membuang tatapan matanya kesembarang tempat, kemudian iapun melangkah pergi menjauhi Kyuhyun.

 

Ya!” suara panggilan Kyuhyun terdengar, namun sama sekali tak membuat Sungmin menghentikan langkahnya. “Ya!” Kyuhyun menarik tangan Sungmin, membalik tubuh Sungmin agar menatap ke arahnya. “Kenapa kau mendiamkanku kembali?”

 

“Aku hanya tak suka kau mengatur hidupku!”

 

“Aku calon suamimu!” Kyuhyun mulai tak terima, matanya memberi sebuah deathglare untuk Sungmin.

 

“Tapi aku tak suka dengan sikap cemburumu yang berlebihan itu!”

 

Kini keduanya saling memberika tatapan menusuk, seolah-olah mereka tengah berlomba untuk mengalahkan siapa yang lemah. Dalam hati Sungmin mengutuk sifat Kyuhyun yang keterlaluan. Demi Tuhan, bila perjodohan ini bukan karena appa dan eommanya, maka sedari dulu Sungmin akan pergi meninggalkan laki-laki itu. Seorang yang sombong dan egois semacam Kyuhyun sangat membuat hidup Sungmin tertekan. Apalagi sifat posesive Kyuhyun yang mulai tumbuh sejak Kyuhyun mengenal Siwon, sahabat kecil sekaligus mantan kekasih Sungmin.

 

“Baiklah, aku kalah,” ucap Kyuhyun seraya melepaskan genggaman tangannya. “Aku melakukan semuanya hanya untuk kekasihku.”

 

“Aku benar-benar tak suka, Kyu!”

 

사랑했니?

 

Pagi hari itu Sungmin tak menemukan sosok Kyuhyun yang tidur di sampingnya. Sosok itu telah pergi bekerja pagi-pagi buta. Yeah, hari ini adalah hari pertama dimana Kyuhyun masuk kerja seperti biasa.

 

Sejujurnya rasa kecewa sedikit menyeruak di sela rongga dada Sungmin. Kemarin malam Kyuhyun mendiamkannya, mungkin Kyuhyun marah karena Sungmin yang tak mau menuruti perintahnya. Benar, Sungmin benar-benar mencoba untuk tak peduli dengan Cho Kyuhyun. Terserah apa yang akan laki-laki itu lakukan, ia akan mencoba untuk tak peduli sama sekali selama itu tak menyangkut tentang dirinya.

 

Sungmin bangkit dari tidurnya. Memulai sarapannya seorang diri. Hah, bila dirasakan kembali sepertinya ada yang kurang ketika Sungmin menyantap roti selai stroberinya sendiri. Tak ada suara berisik Kyuhyun, tak ada susu coklat hangat buatan Kyuhyun, dan tentu tak ada sapaan manja dan mesum dari Kyuhyun. Ada apa dengan Sungmin? Beberapa hari lalu perasaanmu baik-baik saja ketika kau mendiamkan Kyuhyun. Namun sekarang? Rasa bosan itu benar-benar mendominasi pikiran Sungmin.

 

Pandangan Sungmin tertuju pada suatu amplop merah muda yang tergeletak begitu saja di atas meja rias miliknya. Dengan gerakan pelan Sungmin mulai berjalan menghampiri benda yang telah mencuri perhatiannya.

 

To : Lee Sungmin

 

Akan kupastikan minggu depan kita akan menikah. Apa kau ingin merencanakan semuanya? Kalau kau setuju, maka datanglah ke kantorku pukul 9 pagi. Namun bila kau menganggap ini hanya sebuah lelucon yang bodoh, lebih baik kau diam.

 

Sungmin meremas kertas merah muda tersebut. Berani sekali Kyuhyun kali ini. Menentukan tanggal pernikahan mereka secara sepihak? Sungmin merasa muak!

 

사랑했니?

 

Sungmin mempercepat langkah kakinya ketika tubuhnya telah berada di lantai 10. Tangannya masih menggenggam kertas yang sedari tadi mencuri perhatiaannya. Pintu kaca dengan papan nama Cho Kyuhyun itu telah berada beberapa meter dari tempat Sungmin, membuat yeoja kelinci itu semakin mempercepat langkahnya.

 

Ya! Mau kemana kau?” suara seorang wanita menghentikan langkah Sungmin walah cuman satu detik. “Aku bertanya padamu!” perempuan itu mencengkeram lengan Sungmin dengan erat, nampaknya wanita itu benar-benar ingin membuat Sungmin tak memasuki ruangan kerja Kyuhyun.

 

“Bukan urusanmu!” bentak Sungmin, seolah-olah tengah menampar wanita yang tengah menghalanginya dengan sebuah kata-katanya. “Minggir!”

 

“Kau mau menggoda Kyuhyun oppa?

 

“Kyuhyun oppa kau bilang?” Kali ini Sungmin dapat menghentikan aksi protesnya ketika ia mendengar Seohyun memanggil Kyuhyun dengan panggilan tak selayaknya. “Dia itu atasanmu!”

 

“Ada apa ini?” suara bass Kyuhyun tiba-tiba muncul, membuat keduanya saling menatap ke arah sumber suara. “Seo Joohyun, kembali ke mejamu!” ucap Kyuhyun dingin, mata onyxnya melirik ke arah Sungmin beberapa detik, kemudian berlalu. Sang wanita, Seohyun hanya bisa mendengus kesal mendapat perlakuan seperti itu. Dan Sungmin?

 

Ya, Cho Kyuhyun!” Sungmin menerobos masuk ke dalam ruang kerja Sungmin.

 

“Ada apa, jagiya?” Kyuhyun membalikkan badannya dengan gerakan santai, menatap sosok Sungmin dengan mata teduh.

 

Tuk! Sungmin melempar gumpalan kertas—yang merupakan surat dari Kyuhyun dan tepat mengenai dahi Kyuhyun yang cukup lebar.

 

“Apa maksudmu, hah?” bentak Sungmin sarkatik.

 

“Maksudmu?” Kyuhyun membalik pertanyaan Sungmin.

 

“Jangan menentukan pernikahan ini seenakmu! Kau kira aku mau menikah denganmu?”

 

“Jangan berbohong..,” Kyuhyun menggantung kata-katanya, mulutnya menghembuskan nafas hangat tepat di atas tengkuk Sungmin. “Aku tahu kau ingin menikah secepatnya denganku,” permukaan bibir Kyuhyun menyentuh permukaan tengkuk Sungmin, menciumi tengkuk lembut itu dengan sangat intens.

 

Kelembutan itu, sentuhan itu, bibir itu,rasa itu, semuanya kembali Sungmin rasakan. Sentuhkan Kyuhyun yang sangat ia rindukan selama ini. Sentuhan Kyuhyun yang sangat ia inginkan. Oh andaikan kali ini sifat sensitive Sungmin tak menuntut, pasti ia akan menarik Kyuhyun untuk merasakan ini semua kembali.

 

Sungmin mendorong dada Kyuhyun lembut, menatap laki-laki itu dengan tatapan hangat. Wajahnya yang telah memerah seperti tomat membuat Sungmin menjadi sedikit lebih imut dari biasanya. Kyuhyun menatapnya dengan mata penuh nafsu. Sepertinya Kyuhyun ingin mengecup bibirnya. Terbukti dengan reaksi Kyuhyun yang menghapus jarak antara bibir mereka berdua.

 

Chu~

 

Pada akhirnya Sungmin hanya bisa diam ketika bibir Kyuhyun benar-benar menempel sempurna di bibirnya. Suatu bentuk protes sama sekali tak ia layangkan. Diam-diam Sungmin juga menikmati kelembutan ciuman Kyuhyun. Hei, ini seribu kali lebih nikmat daripada ciuman kasar Kyuhyun kemarin malam. Setidaknya itulah yang Sungmin rasakan.

 

“Hei! Apa yang kalian lakukan?” suara seorang wanita melengking, membuat dua orang yang tengah bercumbu itu melepaskan pautan bibir masing-masing dan menoleh ke sumber suara. Seorang wanita cantik berwajah masam—Seohyun tengah berdiri di ambang pintu.

 

Ya, Seo Joohyun? Kenapa kau tak mengetuk pintu sebelum masuk ke ruang kerjaku?” Kyuhyun berkata sembari menghapus saliva miliknya yang tercampur oleh saliva milik Sungmin.

 

“Aku telah mengetuk pintu berulang kali!” ucap Seohyun sengit. “Ah, aku tahu mengapa kau tak mendengar ketukan pintuku. Kau tengah sibuk melepaskan nafsu dengan wanita ini, hah?”

 

“Seohyunssi, apa itu bahasa yang baik untuk anda gunakan dengan atasan anda?” eomosi Kyuhyun sedikit terpancing, “cepat katakan ada perlu apa lalu kau bisa pergi.”

 

“Hah? Ya, Cho Kyuhyun!”

 

“Seo Joohyunssi, keluar atau aku akan memanggil security!”

 

“Baik, aku keluar! Lanjutkan saja aksimu itu!”

 

Blam. Pintu kaca itu tertutup bersamaan dengan sosok Seohyun yang menghilang di ambang pintu. Kyuhyun memijit pelipit kepalanya dengan lembut. Kelakuan mantan kekasihnya itu benar-benar keterlaluan. Semoga saja wanita itu tak memberikan laporan aneh yang bisa merusak imagenya.

 

“Jagiya.,” panggil Kyuhyun pelan. “Kau ingin menemaniku untuk mencari gereja pemberkatan kita?”

 

“Sebaiknya kita tak menikah secepat ini, Kyu,” Sungmin menatap wajah Kyuhyun.

 

“Kk-kenapa?” ekspresi wajah Kyuhyun berubah menjadi semakin khawatir. Ia takut kenyataan bahwa Sungmin benar-benar tak ingin menikah denganya adalah benar. Penolakan ini sama saja seperti membunuh susunan syaraf Kyuhyun, membuat Kyuhyun menjadi sedikit linglung.

 

“Kau masih terlalu muda, Kyu. Aku takut kau akan menyesalinya nanti!”

 

“Jadi kau tak mempercayaiku?”

 

“Bukan, bukan seperti itu!” sanggah Sungmin, “umurmu 22 tahun, Kyu. Diumurmu yang masih semuda itu kau telah menjadi seorang CEO di perusahaan besar. Kau bisa mendapatkan semua apa yang kau mau.”

 

“Lalu apa hubungannya dengan pernikahan kita? Umur? Itu tak menjadi masalah!”

 

“Aku takut suatu hari nanti kau akan bertemu dengan wanita yang lebih cantik, lebih pintar, dan lebih sexy dariku—”

 

“Sst!” Kyuhyun menempelkan jari telunjuknya tepat di atas bibir Sungmin, mengisyaratkan agar wanita itu diam. “Percayalah.”

 

TBC

 

Music : Flame Moth by Tan Hangeng

 

Ajumma (아줌마) : bibi

Wae (왜) : kenapa

Namja (남자) : lelaki

Ya! (야) : bentakan ala orang Korea

Appa (아빠) : ayah

Eomma (엄마) : ibu

Yeoja (여자) : perempuan

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr

Jagiya (자기야) : panggilan sayang untuk kekasih

Ssi (-씨) : sematan kata di akhir subjek untuk memanggil atasan atau yang lainnya

40 thoughts on “Wanna Two Love | Part 8/9 | KyuMin

  1. Aishh…nenek sihir itu mau apa sih, udh diputusin juga ma Kyu!!!
    Nggak bisa crii yg lain apa?? Huh…dasar ~(sensor)~ !!! Nggak boleh ngumpat smbarangan,,,entar di satee lagii*lirikSone*
    jdii sya sensor aja kata” buat ngumpat Seo…xD

    -saya bener” esmosi sma peran Seo disini-

  2. Whatttttttt?????????
    Bgung mau coment apa
    Udah deng sungmin terima aja kyu mngkin dya udah berubah n udah bnr2 mencintai minnie nya

  3. setuju sama sungmin.
    nanti ujung2nya selingkuh lagi. *tabokkyu

    pasti siwon terluka banget. sini sama aku aja. *peluksiwon

    rasakan kau seo joo hyun, dimarahin cho kyuhyun!! *ketawaevil

    lari ke chapter berikutnya.. ~

  4. Nah loh knpa mood’a ming berubah gtu? O.o
    ckck marah-luluh-ngaterima-marah-baikan-nga tega-marah-lagi haduuuuh sbnr’a ada apa dgn dirimu ming?:/
    ye ye ye ye la la la la kyu ngusir halmonie seo ye ye *kibar kolor soo man =,=*
    udh sno cepetan kawin! Nga sbr pengen gendong ponakan*plak:D

  5. Sebenarnya sih rada kaga rela kalau KyuMin nikah sekarang. -_-
    Maunya tuh evilcho itu di siksa dulu batinnya baru dia bahagia dngan ming.
    Tapi begini jga udah buat aku senang kok. ^^

  6. oh no….,meleleb saya bacanya mbak author… co cweeeet banget…, walaupun agak aneh dgn perubahan sifat minnie yg semula diam jadi mau bicara lagi… Tapi tetap bagus kok, tetap buat penasaran. hehehe

  7. Ahha..langsung dinikahi sja kyu.. Kan gmnapun si cho itu biasanya nggak nerima penolakan *egois* ckckc..tapi semoga nikah betulan kekekeke

  8. Itu si Seohyun kenapa marah2 begitu lihat Sungmin sama Kyuhyun ciuman? Wajar saja kalau mereka ciuman, mereka sudah bertunangan

  9. Akhirnya min luluh juga ,, ayo terus Kyu buat min yakin .. fighting (y)
    Kasian seo di usir ,, tapi gak ppa Kyu usir ajah , jangan biarkan dia ..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s