Wanna Two Love | Part 7/9 | KyuMin

Wanna Two Love

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KyuSeo and etc

 

Cast : Choi Siwon

 

Part : 7/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Sumpah serapah beberapa kali meluncur dari mulut kecil Seohyun, tangannyapun tak jarang terlihat memukul-mukul permukaan mejanya. Mungkin hampir satu milyar pikiran negatif tentang apa yang dilakukan Kyuhyun melintas di otaknya. Sungmin dan Kyuhyun. Dua nama itu seolah-olah menjelma menjadi seorang gwisin menakutkan yang menghantui pikirannya.

 

Yeah, sejak Kyuhyun mengambil waktu untuk cuti, Kyuhyun memutus semua koneksinya dengan orang-orang kantor. Tak ada satu orangpun yang dapat menghubunginya, bahkan Seohyun yang notabenya sebagai kekasih resmi Kyuhyun sendiri. Satu-satunya jalan untuk dapat mengirimi Kyuhyun pesan adalah mengirim sebuah e-mail. Atau bila ingin lebih praktris, mention ke twitter milik Kyuhyun. Namun sepertinya itu semua percuma. Puluhan e-mail atau mention ia kirim, satu kalipun ia tak mendapat balasan dari Kyuhyun.

 

“Lee Sungmin, bangsat!” umpatnya dalam hati. “Sampai kapanpun aku tak akan memberikan Kyuhyun oppaku kepadamu!”

 

사랑했니?

 

Dua orang anak manusia itu kini tengah terduduk di sofa merah kamar inap Sungmin. Wanita itu tampak terdiam tak berdaya didalam pelukan sang kekasih. Terdengar pula senandung merdu dari mulut Cho Kyuhyun, bermaksud untuk menghibur Sungmin. Pikiran wanita itu kini tengah melayang entah kemana, yang jelas untuk saat ini Sungmin sama sekali tak dapat berkomunikasi.

 

“Kau merasa nyaman?” pertanyaan Kyuhyun terlontar lembut mengenai gendang telinga Sungmin. Namun Sungmin hanya terdiam, seolah-olah telinganya tak mendengar suatu suara apapun. “Aku ingin kau cepat-cepat pulang.”

 

Jantung hati Kyuhyun terasa tercekat oleh perkataannya sendiri. Rasa sakit itu kini mendominasi ruang hatinya. Bagaimana tidak? Sungmin lebih memilih diam tanpa bicara daripada harus menatap atau sekedar meliriknya.

 

“Aku ingin pulang, Kyu.”

 

사랑했니?

 

Kyuhyun merebahkan tubuh rapuh Sungmin diatas ranjangnya dengan sangat hati-hati, kemudian ikut merebahkan tubuhnya tepat di sapmpingnya. Kedua bola matanya mencoba menyelami sudut mata Sungmin. Wanita rapuh itu masih sama seperti dulu. Cantik. Namun entah mengapa suatu sisi dari Sungmin terasa hilang untuk saat ini. Tangan kurus Kyuhyun membelai pipi tirus Sungmin, kenyal.

 

Cukup, Kyuhyun begitu rindu akan kecupan dari bibir Sungmin. Ia tangkap bibir tak berdaya itu, melumatnya secara pelan dan lembut. Ia jilat bibir bagian bawah Sungmin, kemudian menggigitnya. Kyuhyun benar-benar mendapatkan kuasa di bibir Sungmin, dengan begitu ia bisa menyisap benda mungil itu kuat-kuat.

 

Ting-tong! Suara bel apartemen Kyuhyun berdentang nyaring, membuat Kyuhyun mau tak mau harus menghentikan aktifitasnya. Dengan hati mendongkol Kyuhyun bangkit dan berjalan menuju pintu apartemennya.

 

Nugu—”

 

Oppa!” Seohyun berteriak, sedetik kemudian tubuh Seohyun menerjang tubuh kurus Kyuhyun dan memeluknya erat. Wanita itu sangat rindu akan kehangatan tubuh Kyuhyun, ia rindu akan pelukan Kyuhyun, ia rindu akan ciuman dan belaian Kyuhyun. Ia rindu semua akan Cho Kyuhyun!

 

“A-apa yang kau lakukan?” Kyuhyun mendorong tubuh Seohyun, melepaskan tubuh yang mendekapnya.

 

“Aku merindukanmu! Kemana saja kau?” Seohyun bersungut sebal.

 

“Ikut aku!” ucap Kyuhyun seraya menarik pergelangan tangan Seohyun. Ia pimpin langkah kaki Seohyun menuju suatu tempat yang sekiranya berada sedikit jauh dari apartemennya. Kyuhyun tak mau Sungmin sampai tahu tentang kedatangan Seohyun.

 

Langkah kaki Kyuhyun sama sekali tak berhenti. Sebuah perasaan kalut sedikit merasuki hati kecil Seohyun. Dengan langkah kaki yang terkesan tergesa-gesa membuat Seohyun hampir terjatuh. Tas kecil Seohyun terlihat melompat-lompat di pinggulnya, dan sebuah tanda tanya besar terbentuk di pikirannya.

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan sebuah mesin penjual minuman otomatis. Terlihat ia memasukkan dua koin ₩500 ke dalam mesin berwarna hijau tersebut. Dua kaleng soda jatuh ke bawah, membuat Kyuhyun membungkuk dan meraih dua soda tersebut.

 

“Ini,” Kyuhyun menyerahkan satu kaleng soda untuk Seohyun.

 

Gomawo,” ucap Seohyun senang.

 

“Ada suatu hal penting yang harus kita bicarakan.”

 

Alis mata Seohyun bertaut, perempuan itu heran. Sama sekali ia tak mengerti tentang maksud dari perkataan Kyuhyun.

 

“Kau tahu bukan, aku dan Sungmin telah bertunangan?” Kyuhyun memberi jeda, “kami akan menikah dalam waktu dekat.”

 

“Jadi kau bermaksud memutuskanku?” Seohyun memutar kepalanya, memandang wajah tirus Kyuhyun.

 

“Maafkan aku.”

 

“Sudah aku duga wanita itu  menggodamu!” Seohyun berteriak dan meremas kaleng sodanya yang telah kosong.

 

“Dia tak menggodaku!” sanggah Kyuhyun cepat, “aku yang menggodanya!”

 

“Bohong!” teriakan Seohyun terdengar begitu keras. “Kau pikir aku akan percaya dengan mudah? Kau yang mengatakan padaku, kau sama sekali tak memiliki perasaan apapun!”

 

“Kau salah!” sanggah Kyuhyun lagi.

 

“Kau menjadi seperti ini karena kau tertekan dengan pertunangan yang tak kau inginkan! Akhiri saja pertunangan bodohmu dan umumkan hubungan kita pada semuanya!”

 

“Tutup mulutmu!” Kyuhyun melotot, wajahnya memerah. “Jangan mengatakan omong kosongmu!”

 

“Lihat dirimu!” tangan Seohyun merengkuh kedua pipi tirus Kyuhyun, menatap manik mata Kyuhyun dengan intens. “Kau terlihat kurus semenjak kau bersamanya!”

 

“Seohyun-ah, berhentilah seperti ini,” Kyuhyun menyentuh permukaan telapak tangan Seohyun, menjauhkan telapak tangan lembut itu dari wajahnya. “Kumohon.”

 

“Kau—berbohong!” isakan Seohyun mulai terdengar bersamaan dengan meluncurnya air mata Seohyun. Wanita itu akhirnya menangis, mengeluarkan segala rasa sakit yang kini menghujam hatinya. Sebuah kenyataan yang sekiranya berat baginya kini datang, begitu menyakitkan. “Aku mencintaimu—”

 

“Maafkan aku,” Kyuhyun melengos, menatap wajah Seohyun yang tampak menahan suatu rasa sakit dengan tatapan iba. “Aku mohon maafkan aku.”

 

Tangisan itu semakin keras terdengar, menganggap semua perilaku dan perkataan Kyuhyun saat ini adalah salah. Sebuah akhir dari hubungan yang ia titah dengan suka cita mendadak akan menghilang menjadi sebuah kenangan menyakitkan. Berawal dari pertunangan bodoh Kyuhyun dan Sungmin! Namun, tetap saja semua kesalahan bersumber dari wanita gigi kelinci itu, Lee Sungmin! Wanita itulah yang telah merusak hubungannya dengan Kyuhyun! Lee Sungmin. Jalan untuk membuat Kyuhyun kembali padanya adalah, menyingkirkan Sungmin. Seohyun menarik nafas panjang-panjang, punggung tangannya bergerak menghapus air matanya.

 

“Baiklah,” Seohyun mengantung kalimatnya, “bersenang-senanglah dengan wanita itu hingga waktumu berakhir!” ujar Seohyun seraya melempar cincin perak yang ia pakai kesembarang tempat. Seohyun mengambil langkah menjauhi Kyuhyun, meninggalkan Kyuhyun dengan membawa sejuta dendam.

 

사랑했니?

 

Pandangan kosong milik Sungmin benar-benar membuat Kyuhyun jengah. Ini adalah hari kesembilan semenjak kepulangan Sungmin dari rumah sakit. Dan sejak saat itu pula Kyuhyun harus menambah hari cutinya untuk menjaga Sungmin. Tak jarang Kyuhyun mendapati Sungmin yang tiba-tiba menangis di balkon apartemen mereka. keadaan psikologis Sungmin benar-benar membuat Kyuhyun khawatir. Pernah suatu kali Kyuhyun memanggil dokter psikologis ke apartemen mereka. Namun yang ia terima adalah amarah Sungmin yang semakin meledak-ledak karena Sungmin merasa Kyuhyun menganggapnya gila.

 

Oke, Kyuhyun tahu saat itu ia sangat gegabah. Ia sama sekali tak menghiraukan perasaan Sungmin. Hingga akhirnya Kyuhyun lebih memilih diam dan menuruti semua yang Sungmin inginkan. Mengajak Sungmin berbicara adalah suatu hal yang melelahkan. Semua topik yang ia angkat sama sekali tak mendapat respon baik dari Sungmin. Namun ia pikir Sungmin terlalu berlebihan. Dia menjadi seperti itu karena gumpalan darah yang baru beberapa minggu ada di rahimnya luntur! Zigot itu telah luntur!

 

Apalagi foto USG yang Sungmin ambil dengan laki-laki bernama Siwon itu. Bahkan Kyuhyun yang notabenya sebagai ayah biologis dari calon bayi tersebut tak dapat melihat dengan jelas keadaan gumpalan darah itu di foto USG. Sungmin terlalu berlebihan dalam menyambut anak mereka. Bukakah Sungmin seharusnya senang karena ketidak sengajaannya membuat janin yang tak ia inginkan itu akhirnya luntur? Atau mungkin Sungmin begitu down karena itu adalah anak pertama mereka?

 

Entahlah. Pemikiran-pemikiran seperti itu terus berputar di otak jenius Kyuhyun. Satu jalan keluar tak pernah terpikirkan olehnya. Jangankan memikirkan jalan keluar, memikirkan dirinya sendiri saja mungkin Kyuhyun tak mampu. Setiap hari terpaksa ia membeli fastfood untuk konsumsi mereka berdua.

 

Benar bahwa Kyuhyun telah mendapatkan Sungmin kembali, namun, ini percuma! Sungmin sama sekali berbeda dengan Sungmin yang dulu. Sungmin yang dulu begitu sabar, ceria, manja, cerewet, dan yang lainnya. Namun sekarang? Cukup satu kata untuk mendiskripsikan sifat Sungmin. Yaitu ‘diam’!

 

“Lee Sungmin..,” Kyuhyun memanggil nama lengkap Sungmin dengan desahan yang mengiri. Ia tatap kekasihnya yang terbaring di atas ranjang. Bibir itu selalu mengatup, tak pernah tertarik untuk memberi seulas senyum kepadanya. “Bicaralah padaku,” ucap Kyuhyun seraya memeluk tubuh Sungmin dari samping. Ia hirup aroma kekasihnya lekat-lekat.

 

Drrt.. Drrt.. Handphone Kyuhyun bergetar, satu pesan masuk.

 

| From : Uri Eomma

 

Lima menit lagi eomma dan appa akan sampai di apartemenmu! Salam sayang dari eomma untuk Sungmin! |

 

Kyuhyun mengeryitkan alisnya heran ketika ia membaca kalimat terakhir yang diketik oleh eommanya. ‘Salam sayang dari eomma untuk Sungmin,’. Mengapa namanya sama sekali tak tercantum dalam isi pesan tersebut? Kyuhyun mendengus mendapati sifat eommanya yang aneh.

 

Ting-tong! Bel apartemen Kyuhyun terpencet, seseorang datang. Kyuhyun tahu siapa yang memencet tombol apartemennya itu. Kedua orang tuanya pasti tengah berdiri di ambang pintu dengan membawa oleh-oleh yang sangat banyak. Ia lirik Sungmin yang masih terbaring di ranjang. Keadaan Sungmin sama sekali tak memungkinkan untuk saat ini, apalagi untuk bertemu orang tua Kyuhyun. Kyuhyun mengambil langkah menghampiri tubuh Sungmin dan membisikkan suatu kata, kemudian berjalan menuju pintu keluar.

 

Appa! Eomma!” Kyuhyun berteriak dengan gaya berlebihan ketika orang tuanya benar-benar datang mengunjunginya. Benar apa yang ia duga, mereka membawa oleh-oleh yang sangat banyak.

 

Omo! Mengapa kau jadi kurus dan berantakan seperti ini, huh?” kedua telapak tangan eomma Kyuhyun menyentuh kedua pipi tirus Kyuhyun. Pandangannya tersirat suatu rasa khawatir yang mendadak muncul di benaknya ketika ia melihat keadaan Kyuhyun.

 

“Apa ada sesuatu yang kau pikirkan?” kali ini suara appa Kyuhyun yang berat terdengar.

 

“Urusan kantor membuatku harus pulang malam setiap hari!” elak Kyuhyun.

 

“Dimana Minnie?” Eomma Kyuhyun heran ketika ia tak mendapat sambutan dari calon menantunya.

 

“A-ada di kamar!” jawab Kyuhyun dengan suara tergagap. Ia tatap wajah eommanya, beliau akan pergi ke kamarnya dan melihat keadaan Sungmin yang berantakan di dalam sana. Apa yang harus ia lakukan? Jelas tak mungkin mengatakan alasan yang sebenarnya. Pasti kedua orang tua Kyuhyun akan sangat kecewa.

 

“Minnie—” suara eomma Kyuhyun terhenti, matanya membelalak lebar ketika kedua tangannya membuka pintu kamar Kyuhyun.

 

“Eo-eomma, aku bisa jelaskan!” sanggah Kyuhyun cepat. Iapun berjalan menuju kamarnya dan melihat sesuatu yang ia sembunyikan terkuak.

 

“A-annyeong, eomma?” suara mungil Sungmin terdengar. Perempuan itu kini tengah terduduk di atas ranjang dengan keadaan yang membuat eomma Kyuhyun berpikiran kesuatu sisi yang err—dewasa. Rambut Sungmin terlihat acak-acakan sama seperti Kyuhyun, bibirnya terlihat merah, dan jangan lupakan piyama mini Sungmin yang tipis.

 

“Katakan, apa yang baru kalian lakukan, Kyu?” eomma Kyuhyun menatap anak laki-lakinya, memberi suatu tatapan menggoda.

 

“T-tidak ada!” jawab Kyuhyun seraya memberi isyarat mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya.

 

“Jadi kedatanganku dan appa menganggu ‘aktifitas’ kalian?” eomma Kyuhyun memberi penekanan pada kata ‘aktifitas’. Sontak membuat Sungmin dan Kyuhyun saling melempar tatapan aneh. Sedetik kemudian mereka sama-sama menundukkan kepala, semburat merah muncul di kedua pipi masing-masing. “Lanjutkan saja! Kami juga tak punya banyak waktu berada disini!”

 

Eomma! Jangan berkata seperti itu!” Sanggah Kyuhyun.

 

“Lanjutkan saja! Kami tak bisa berlama-lama disini!”

 

“Benar, Kyuhyun-ah! Kami kemari hanya untuk memberi kalian bingkisan ini.”

 

“Jangan lupa menggunakan ‘pengaman’! Kami pergi dulu!” blam! Eomma Kyuhyun pergi meninggalkan kerlingan nakal ke keduanya.

 

Kyuhyun memutar kepalanya ke arah samping kiri, menatap Sungmin yang juga menatapnya dengan tatapan kelinci yang menggoda. Benar kata eommanya. Keadaan Sungmin saat ini benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya merasa horny atau yang lainnya. Kyuhyun mengambil langkah menghampiri Sungmin, mendudukkan tubuhnya di depan tubuh Sungmin dan menatapnya tajam. Nampaknya Sungmin malu karena Kyuhyun tengah menatapnya dengan tatapan seperti itu.

 

“Kau mau melanjutkannya?” Pertanyaan Kyuhyun terlontar, tangannya terlihat menyibak poni Sungmin. Lagi-lagi Sungmin telah kembali. Ia diam! Sama sekali tak merespon pertanyaan Kyuhyun! Jadi sapaan untuk eommanya adalah kamuflase? “Baiklah, kita tak akan melanjutkannya.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya, “Namun kita akan memulainya.”

 

Bibir mereka bertemu, saling terpagut satu sama lain. Nampaknya kali ini Kyuhyun benar-benar sebal karena Sungmin terus mendiamkannya. Dengan gerakan seduktif tangan Kyuhyun mulai menyusuri punggung Sungmin yang terbuka. Bibirnya terus mengecap bibir kenyal Sungmin sesekali mengeluarkan suara-suara aneh. Kyuhyun akan memulainya, memulai permainan ranjang mereka.

 

TBC

 

Music   : Hot Time by SM The Ballad

 

Nugu (누구) : siapa

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr

Gomawo (고마워) : terimakasih –informal

Uri Eomma (우리 엄마) : ibuku

Eomma (엄마) : ibu

Appa (아빠) : ayah

Omo (어머) : astaga

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

40 thoughts on “Wanna Two Love | Part 7/9 | KyuMin

  1. Memulai ‘permainan ranjang’ apa ya mksdnya????? *sok polos wkwkwkwkwkwk

    Waduh kyu sungmin bru aja k’guguran jngn d’apa2in deh

    Apa ya yg mau seo lakuin k’sungmin?????

  2. huah,akhirnya sungmin kembali lagi seperti semula. *peluksungmin

    Semangat ya buat anak lagi, biar cepet dinikahin dan seohyun cepet ngilang aja. *peluksungmin

    lari ke chapter berikutnya.. ~

  3. Ming frustasi banget kah? Kasian..

    Ok! Author bisa bilang review dari aku tuh sampah-,- aku bener² bingung mau koment apalagi, aku suka konflik-nya.. Intinya, aku suka karya² author🙂 aku suka semua ff author *walau belum baca semuanya*

    aku bukan siders thor, tenang aja..

  4. Eyyyyyyy halmonie seo udh pergi dr kehidupan KyuMin! Hahahaha :p*ketawa nista brng chul oppa:p* ulalalala bikin tumpeng(?)
    eih min udh kembali lg seperti dlu? O.o
    ihhh kyu pervert! Ms min br sdr udh maen diserang bae😡 hehe😀
    ywdh deh nga pa2 bikin keponakan lg yg buanyaaaaaaak buat aku yah hahaha *plak:D

  5. Curiga besar!!!!o_O
    Pasti seo lagi nyusun rencana laknat tuh. :O
    Komentar aku tadi overload jadi g masuk akhirnya ketik lagi.

  6. thor…, kenapa minnje jadi depresi kelamaan gitu? hiks hiks…, apa yang dia fikirkan sebenarnya? kyuhyun harus ekstra hati2 sekarang ini karena mungkin aja seohyun udh punya rencana busuk utk menyakiti minnie. Omo! jgn sampe sesuatu yg buruk terjadi lagi….

    Aku makin suka sama ff ini, walaupun konfliknya tidak terlalu berat tapi ckp buat aku deg deg an… hhh…

  7. mulai lagi lah mulai lagi cho kyuhyun… kamu sadar gak sih minnie tu bukan boneka yg bs diperlakukan seenak jidat mu….please deh kyu gunakan perasaan dalam hal hati wanita… jangan pake nafsuuuu aja… ku jedotin juga kyu ni ke ke ranjang

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s