Wanna Two Love | Part 5/9 | KyuMin

Wanna Two Love

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KyuSeo and etc

 

Cast : Choi Siwon

 

Part : 5/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Sungmin pergi meninggalkan sekaleng coffelatte di samping Kyuhyun. Jangan lupakan bahwa Sungmin juga pergi meninggalkan Kyuhyun yang tengah shock. Pernyataan hamil dan apapun yang Sungmin katakan pagi itu benar-benar menohok hatinya.

 

Untuk pertama kalinya kyuhyun meneteskan air matanya karena cinta. Untuk pertama kalinya hati Kyuhyun terasa begitu sakit laksana sebuah dinding kokoh yang hancur. Kesalahan masa lalunya benar-benar membuat ia menjadi fatal untuk saat ini. Telapak tangan Kyuhyun meraba dadanya, nyeri.

 

“Mm mianhh–”

 

사랑했니?

 

Sungmin menatap langit Seoul dengan tatapan aneh. Saat ini ia benar-benar ingin menangis karena dua hal yang begitu membebani pikirannya. Kyuhyun, dan kehamilannya. Seberat apapun Sungmin berusaha untuk tak menitikkan air mata, bulir kesedihan itu mengalir di atas pipi lembut Sungmin. Isakan isakan kecil yang mulai terdengar itu seolah olah hilang tertelan angin pagi yang menerpa wajahnya.

 

Telapak tangan Sungmin menyentuh permukaan perutnya. Usia janinnya telah mencapai satu bulan. Dan beberapa bulan lagi perutnya akan semakin membesar. Apa ia harus mengatakan bahwa ia tengah mengandung anak dari seorang Cho Kyuhyun kepada orang tuanya? Tidak! Jelas-jelas hal itu akan membuat tanggal pernikahannya akan berlangsung secepatnya. Sungmin benar-benar tak ingin menikah dengan Kyuhyun. Ia benar-benar takut Kyuhyun akan memperlakukannya seperti dulu, menyakiti dan menduakannya.

 

Jadi, apa yang harus ia lakukan? Bagaimanapun tak mungkin Sungmin akan terus hidup dalam keadaan seperti ini. Menumpang di rumah Siwon! Ia juga tak mau kabar tak enak akan muncul ketika perutnya mulai membesar nantinya.

 

“Jangan bersedih,” ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba duduk di samping Sungmin. “babymu akan sedih.”

 

“Hiks..”

 

Siwon memeluk tubuh rapuh Sungmin, membiarkan Sungmin menangis di atas dadanya. Tangannya yang lembut perlahan mulai bergerak membelai rambut Sungmin. Benar, kenyataan bahwa Sungmin hamil membuat orang bertubuh atletis itu sedikit gusar. Ia sangat terpukul ketika malam itu ia mendapati Sungmin tengah menangis sesenggukan di balkon rumahnya seraya memegang selembar kertas.

 

Hasil tes dokter yang mengatakan bahwa Sungmin hamil.

 

Mengatahui reaksi Sungmin yang begitu down malam itu, Siwon memutuskan untuk mengurus Sungmin dan juga baby yang tengah tertidur di dalam rahim Sungmin. Sejak saat itu perhatian Siwon benar-benar sangat bagus. Bahkan setiap malam Siwonlah yang memasak walaupun ia begitu lelah setelah pulang bekerja.

 

Tapi mengurus wanita yang tengah hamil tanpa suami itu perbuatan baik, bukan? Dan entah mengapa Siwon merasa Tuhan mengirimkan satu malaikat tak berdaya itu kepadanya. Siwon mengeratkan pelukannya ketika ia merasa tubuh Sungmin semakin bergetar hebat. Hei, rasanya seperti Siwon yang membuat Sungmin menjadi seperti ini. Namun kenyataannya tidak! Laki-laki brengsek bernama Kyuhyun itulah sumber dari semua masalah Sungmin. Ya, laki-laki yang dengan mudahnya menerima perjodohan ini walau ia telah memiliki seorang kekasih. Singkatnya, Kyuhyun hanyalah memberi sebuah kesempatan semu yang benar-benar keterlaluan. Menanamkan benih tak berdosa ini di tubuh Sungmin ketika Sungmin benar-benar belum siap untuk menjadi seorang ‘eomma’ ataupun apapun itu.

 

“Apa yang harus aku lakukan, Wonnie?” Sungmin bertanya disela isakannya.

 

“Tak ada,” jawab Siwon seraya melemparkan senyum hangat ke arah Sungmin. “Kau hanya perlu berteduh di payung kedamaianku.”

 

“Aku benar-benar bingung,” isaknya lagi. “Aku menyesal telah dengan mudah mempercayainya.”

 

“Aku tahu kau begitu menyesal,” Siwon memberi jeda singkat. “Tapi jangan biarkan kau terpuruk dalam hal itu. Kau tahu, kau adalah perempuan 22 tahun yang manis dan tegar!”

 

Pernyataan Siwon membuat Sungmin terdiam, benar juga apa yang dikatakan oleh Siwon. Namun, sebuah kenyataan itu nampaknya tak berlaku bagi Sungmin untuk saat ini. Ia dapat begitu rapuh karena persoalan cinta yang benar-benar rumit. Yang menjadi pokok permasalahan adalah, mengapa Sungmin tak dapat melupakan laki-laki itu padahal ia menginginkannya? Itu terlihat sangat sulit dilakukan, apalagi saat ini Sungmin tengah mengandung darah daging Kyuhyun, membawa ‘titipan’ Kyuhyun kemanapun ia pergi.

 

“Jangan pernah bersedih karena Kyuhyun tak mau mengakui malaikat Tuhan ini,” ujar Siwon lembut.

 

사랑했니?

 

Kyuhyun terbaring dengan pikiran frustasi di atas ranjang. Pikiran batin yang begitu menyiksanya membuat Kyuhyun benar-benar tak berdaya. Beberapa kali Kyuhyun terlihat mengerang ketika dadanya terasa berdenyut sakit. Beberapa jam lalu ia telah bertemu dengan Sungmin, perempuan di masa lalu yang telah ia sakiti dengan mudah. Dan sekarang? Tekanan batin yang berlebihan ia rasakan ketika Sungmin benar-benar pergi meninggalkannya. Ini adalah hukum karma!

 

“Kau hamil, jagiya?” suara Kyuhyun yang lirih terdengar, memecah suara jeritannya.

 

“Kau mengandung anakku,” bisiknya lagi. Dengan gerakan lemah Kyuhyun bangkit, kemudian mengambil telpon genggamnya. Ia menekan beberapa digit nomor, kemudian mendekatkan earpice handphone itu ke daun telinganya.

 

“Pak Jung, bisa kau kemari sebentar. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,” bib. Kyuhyun memutus sambungan telpon itu secara sepihak ketika ia telah mengucapkan hal yang perlu ia katakan. Ia tak perlu mendapat jawaban dari siapapun untuk saat ini.

 

Bel pintu apartemen Kyuhyun terdengar. Membuat laki-laki itu harus mau tak mau untuk bangkit dari ranjangnya.

 

“Masuklah,” ucap Kyuhyun dingin ketika ia melihat satu orang yang sangat ia kenal dengan baik berdiri di ambang pintu. Laki-laki itupun berjalan menuju ruang tamu Kyuhyun dan duduk di atas sofa merah tersebut.

 

“Ada apa, tuan Cho?”

 

“Ini,” Kyuhyun melemparkan satu lembar foto seorang wanita dengan gigi kelinci. Sebuah gambar wanita manis yang tengah tertawa di samping Kyuhyun. “Namanya Lee Sungmin, umur 22 tahun,” Kyuhyun menyembunyikan kedua telapak tangannya di dalam saku celananya. Pandangannya memandang kosong ke arah depan. “Kau tahu apa maksudku, ‘kan?”

 

“Saya mengerti, tuan.”

 

“Cari tahu alamat dimana ia tinggal dan awasi dia,” Kyuhyun bergerak gerak gelisah. “Aku ingin secepatnya kau hubungi aku.”

 

“Saya mengerti.”

 

“Kau boleh pergi.”

 

Laki-laki dengan jas hitam itu menundukkan badannya sekilas dan pergi. Kyuhyun tersenyum kecil, untuk saat ini ia akan kembali menjadi seperti dulu. Seorang stalker. Namun perbedaannya, dulu ia adalah seorang stalker Seohyun, namun untuk sekarang ia adalah seorang stalker Sungmin.

 

Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya. Ia kini mengetik beberapa kata yang akan ia kirim untuk Sungmin, perempuan yang benar-benar telah berhasil membuatnya gila.

 

| To : Minny Bunnie

 

Kau tahu, aku mencintaimu. Mianhae. |

 

사랑했니?

 

Sungmin mengeryitkan alisnya heran ketika matanya membaca suatu pesan masuk dari nomor baru. Beberapa kata tersusun di sana, cukup membuat Sungmin merasa merinding. Apa ini nomor baru Kyuhyun? Sungmin tak mau ambil pusing, ia benar-benar tak ingin kembali terpengaruh oleh rayuan-rayuan Kyuhyun.

 

“Siapa?” Sungmin menolehkan wajahnya ke arah Siwon kemudian melempar senyum.

 

“Bukan siapa siapa,” jawab Sungmin dengan suara kecil. Ia santap kembali browniesnya , sama sekali tak mencoba peduli dengan siapa yang mencoba menggodanya lewat pesan singkat. Cara menjijikkan yang kuno.

 

“Kau bertambah gendut!” sebuah komentar Siwon terlontar bersamaan cekikikan khas miliknya. Sukses membuat Sungmin berhentik menyendok brownies sundaenya.

 

“Apa maksudmu?” tanya Sungmin sarkatik.

 

“Hehehe.. Teruskan saja,” Siwon masih menampilkan senyumannya, “kau tidak kenyang? Kau menghabiskan tiga mangkuk sundae?

 

“Hei! Aku akan membayarnya!” jawab Sungmin seraya menyendok brownies sundaenya dengan sekuat tenaga.

 

“Aku telah mengatakan semua ini gratis untukmu!” Siwon mengacak rambut Sungmin lembut.

 

“Jadi berhentilah mengaturku!”

 

“Besok kau harus pergi ke dokter kandungan, bukan?”

 

“Eung…”

 

“Aku heran, di saat bulan pertama kelahiran biasanya seorang wanita itu akan mual terhadap apapun.”

 

“Lalu kau kira aku tidak normal, begitu!”

 

“Aish!” Siwon berdecak sebal. Memang benar Sungmin tak mual dengan makanan, namun sepertinya ia benar-benar mudah marah untuk saat ini.

 

Entah mengapa kondisi psikologisnya menjadi sedikit terganggu beberapa akhir ini. Jadi setidaknya Siwon harus berhati-hati ketika ia berbicara dengan Sungmin. Wanita hamil itu benar-benar dapat menendangnya ketika ia mulai macam-macam.

 

“Akan kuantar,” Siwon menyeruput cappucino miliknya.

 

“Terimakasih,” Sungmin tertawa kecil, memamerkan gigi kelincinya.

 

Anything for you.”

 

사랑했니?

 

Malam hari sama dinginnya dengan udara tadi pagi. Kyuhyun yang terlihat tengah berbaring santai di atas sofa. Beberapa kali tangannya itu bermain dengan boneka bunnie yang baru ia beli beberapa jam lalu. Tiga jam ia berputar-putar di mall yang besar hanya untuk membeli boneka bunnie pink tersebut.

 

Dia telah mengetahui dimana Sungmin tinggal. Salah satu orang suruhannya mengatakan Sungmin tinggal di kawasan Kwangdam. Dia tinggal dengan seorang pria tampan yang dulu pernah ia temui di taman ria dengan Sungmin. Mantan kekasih Sungmin! Suatu kenyataan baru yang begitu membuat Kyuhyun resah adalah Sungmin kembali tinggal dengan mantan kekasihnya tersebut. Hei, Kyuhyun cemburu!

 

Beberapa lembar fotopun terlihat berserakan di atas dada Kyuhyun. Foto-foto Sungmin di sebuah cafe dengan seorang laki-laki tampan yang duduk di depannya, Siwon. Senyuman manis Sungmin terlukis di situ, dan tentu saja senyuman itu terlukis untuk Siwon! Kalau dipikir pikir-lagi, itu sangat menyebalkan. Dalam hati Kyuhyun selalu berdoa agar tak ada seorangpun yang ingin mengambil Sungminnya.

 

Kyuhyun perlahan menutup matanya, bersiap untuk terlalap dalam sebuah belaian lembut sang dewa tidur dan memimpikan Sungmin.

 

사랑했니?

 

Suara ketukan itu terdengar begitu berisik, membuat Sungmin yang masih lelap tertidur mau tak mau harus membuka mata dan membuka pintu kamarnya. Jiwanya yang belum sepenuhnya kembali membuat langkah kaki Sungmin sedikit terhuyung.

 

“Maaf menganggu,” ucap pelayan tersebut takut-takut. “Ada kiriman untuk anda, nyonya.” Pelayan itu menyodorkan bunnie pink dan surat berwarna manis itu ke arah Sungmin, membuat perempuan itu terheran.

 

“Terimakasih.”

 

Blam. Sungmin menutup pintu kamarnya, jemarinya bergerak membuka lembaran kertas surat dengan parfum tersebut.

 

Boneka ini seperti dirimu yang bisa kupeluk dan kucium,

Kapanpun aku mau.

 

Alis mata Sungmin terangkat heran. Kaget juga ia dengan isi pesan yang dapat begitu mudah membuat jantungnya berdebar-debar.  Siapa? Siapa yang mengirimi sebuah boneka bunny pink seperti ini? Kyuhyun?

 

“Sungmin-ah.. Kau sudah bangun?” suara berat Siwon membuyarkan semua lamunan Sungmin. Hampir membuat jantung hati Sungmin melompat karena terkejut. “Kau tidak lupa hari ini kau akan ke dokter kandungan, ‘kan?”

 

Ne.. 10 menit lagi aku akan keluar!” teriak Sungmin dari dalam. Perempuan itupun meletakkan boneka bunny pink yang baru ia terima di atas ranjang, kemudian melesat ke kamar mandi.

 

Sungmin keluar dari kamar, menggunakan sebuah mini dress berwarna khas musim gugur. Tampak cantik sekali.  Mata kelincinya mengerjap beberapa kali ketika ia mendapati Siwon yang tengah memperhatikannya.

 

“Ayo berangkat , Wonnieya..,” seru Sungmin seraya terkikik kecil.

 

사랑했니?

 

“Ini foto USG bayi anda. Masih sebentuk sebesar ibu jari,” seorang dokter menyerahkan beberapa lembar foto dari dalam map coklat. Sang dokter melirikkan matanya ke arah Siwon, “itu suami anda?”

 

“Eh?” perempuan bermata kelinci itu terlihat kaget. Bagaimana ia harus menjawab pertanyaan sang dokter? Apa dia harus bilang kalau Siwon bukanlah ayah dari janinnya? Suasana hening sempat melanda ruangan ber-AC tersebut. Ruangan dingin kali ini tak mampu membuat Sungmin merasa sejuk. Lihat, keringat dingin di dahi wanita itu mulai menetes. Dengan takut-takut, Sungmin melirik wajah Siwon. Terlihat tetap stay cool dengan tatapan hangatnya. Siwon terlihat tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya, kemudian ia menatap wajah Sungmin.

 

“Benar, saya suaminya.”

 

“Ahh.. Anda sangat beruntung mendapat istri yang cantik seperti nona Lee..,” goda dokter tersebut, cukup membuat Sungmin salah tingkah. Perempuan itu hanya bisa menundukkan kepalanya, ada sedikit perasaan aneh ketika dokter tersebut mengatakan hal tersebut.

 

“Kalau begitu terimakasih, dokter. Bulan depan saya akan kemari,” Sungmin mulai beranjak dari duduknya.

 

“Oh.. Ne. Anda harus menjaga istri anda dengan baik. Tentu anda harus bersabar menghadapi nyonya Lee. Ahaha..”

 

Ne..,” siwon menarik tangan Sungmin, menyeret tubuh kecil Sungmin keluar dari ruangan dokter. Siwon memimpin langkah kaki Sungmin, jemari tangannya tampak tersesat di antara jemari Sungmin.

 

“Terimakasih untuk yang tadi.”

 

“Tak masalah,” ucap Siwon sembari melempar senyum. “Ahh, kau jadi gugup, yah?”

 

“Sedikit,” jawab Sungmin.

 

“Hah, setidaknya calon suamimu itu tak akan memukulku karena menggandeng tangan calon istrinya, ‘kan?”

 

Sungmin berjingkit kaget, tangannya bergerak memukul lengan Siwon dengan begitu keras. Hal itu membuat Siwon meringis kesakitan.

 

“Sakit!” Siwon protes seraya memegang lengan kekarnya.

 

“Kau yang membuatku harus memukulmu! Jangan berkata apapun tentang Kyuhyun, Siwon-ah!”

 

“Baik, aku mengerti!”

 

Drrt.. Drrt.. sebuah pesan masuk menginterupsi pembicaraan Sungmin dan Siwon. Sungminpun meraih ponsel miliknya. Jemarinya mulai bermain di atas layar handphone touchscreen tersebut, menyentuh tombol dengan tulisan ‘open’.

 

| From : 010.2803.XXX

 

Lepaskan genggaman tanganmu itu, Lee Sungmin! |

 

Mata kelinci Sungmin membulat. Dengan reflek Sungmin melepaskan genggaman tangannya dengan Siwon. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, ia tengah mencari seseorang yang sekiranya tengah memperhatikannya. Tak ada, semua orang yang ada di situ terlihat tengah sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Tak ada satupun memperhatikan Sungmin.

 

“Siapa?” tanya Siwon ketika ia melihat wajah Sungmin yang sedikit mencurahkan rasa was-was.

 

Ani.. Bukan siapa siapa..,” jawab Sungmin tergagap. Dengan buru buru ia memasukkan kembali handphone itu ke dalam tasnya. “Ayo cepat pergi, Siwon-ah..”

 

사랑했니?

 

Laki-laki berambut pirang itu tersenyum menatap coffe yang ada di depannya. Menjadi seorang stalker tak seburuk yang ia pikirkan. Ia hanya perlu duduk, kemudian meunggu e-mail dari orang suruhannya. Itu mudah, bukan? Senyum evil itu semakin melebar ketika sebuah ide yang menurutnya briliant terlintas di otaknya.

 

Menyeret kelinci berbulu putih tersebut.

 

사랑했니?

 

Sungmin berjalan pelan seraya menenteng dua kardus rolecake kesukaannya. Mengobrol dengan Siwon di cafe –milik Siwon– benar-benar bukan ide yang baik. Dengan adanya kehadiran Sungmin, Siwon sama sekali tak dapat bekerja. Karena itu, ia memutuskan untuk pulang.

 

Namun, sebuah isyarat aneh tiba-tiba menyelusup ke dalam rongga hati Sungmin. Sungmin mempercepat langkah kakinya. Benar, firasat aneh itu benar-benar semakin terasa ketika ia mulai menyusuri gang sempit. Oh tidak, apa ada sekelompok gengster anak muda yang mengikutinya? Benar, malam sudah hampir datang dan inilah saat-saat yang berbahaya bagi seorang wanita untuk berjalan sendiri di gang sepi. Sungmin mengutuk dirinya sendiri ketika ia mengindahkan tawaran Siwon untuk mengantarnya pulang. Dan sekarang?

 

Ok cukup. Akhirnya Sungmin tahu ia hanya bersikap berlebihan karena kehamilannya kini. Ia mendesah kecil, cukup memalukan kalau dipikir-pikir. Sungmin kembali berjalan santai, hingga akhirnya dering handphone miliknya terdengar. Satu pesan masuk.

 

| From : 010.2803.XXX

 

Akhirnya kau pulang juga dari si pastor itu. Hati-hati. |

 

Sungmin menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Ia yakin siapa yang mengiriminya pesan seperti itu, Kyuhyun! Jadi laki-laki terlaknat itu telah menjadi seorang stalker? Sungmin berdecih pelan, semburat kerisihan tersurat di hatinya. Hah, bagaimana ia tak risih kalau ia terus diperhatikan oleh seseorang?

 

Tunggu. Bukankah Kyuhyun mengiriminya pesan saat ia tengah melakukan suatu hal? Itu berarti Kyuhyun tahu apa yang ia lakukan sekarang? Namun, dari mana?

 

“Keluar kau, brengsek!” ucap Sungmin pelan. Lagi-lagi ponsel Sungmin bergetar, pesan masuk!

 

| From : 010.2803.XXX

 

Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu, aku membencinya! |

 

Sial! Umpat Sungmin dalam hati. Sungmin mempercepat langkah kakinya untuk pergi dari tempat tersebut, setidaknya pulang ke rumah adalah satu satunya jalan terbaik.

 

@rumah

 

Tenggorokan Sungmin terasa tercekat setelah ia berlari dengan kecepatan ekstra. Kakinya kini telah menapak di ruang tamu rumah Siwon. Dengan begini, ia tak mungkin diikuti oleh Kyuhyun, bukan?

 

“Nyonya?” seorang pelayan wanita dengan guratan keriput di wajahnya menyambut Sungmin. “Kenapa anda berlari?”

 

“Hah.. hah.. Hanya ingin.. olah raga saja, ajumma!” jawab Sungmin seadanya. Sungmin tak ingin ajumma itu tahu bahwa ia berlari untuk menghindari stalker yang tengah mengawasinya.

 

“Ahh.. Tadi sore ada paket untuk anda, nyonya..,” ucap ajumma itu, “sudah saya letakkan di kamar anda.”

 

“Dari siapa, ajumma?

 

“Saya tidak tahu. Mereka bilang, dari kerabat nyonya. Paketnya banyak sekali.”

 

“Ah terimakasih, ajumma!” Sungmin beranjak dari tempatnya berdiri menuju kamarnya. Sebuah paket yang banyak? Dari kerabatnya?

 

Oh benar. Ini memang sangat banyak. Mata sungmin mendapati tiga koper dengan ukuran besar tergeletak begitu saja di pojok kamarnya. Beribu-ribu pertanyaan muncul di benak Sungmin tentang apa isi koper tersebut. Sungmin menghampiri salah satu koper berwarna biru, sebuah surat berwarna pink kembali ia dapat.

 

Seperti sebuah bintang yang terus bersinar.

Dua nyawa yang ada di dalam tubuhmu.

 

Sungmin memicingkan matanya, lagi-lagi Kyuhyun. Tangannya kini terangkat untuk membuka koper tersebut.

 

“Apa-apan ini? Nutrisi ibu hamil?” sungmin tergelonjak kaget setelah ia melihat isi dari koper tersebut. Berkotak kotak susu nutrisi ibu hamil, CD yoga ibu hamil, dan yang paling parah adalah, baju tidur ibu hamil!

 

Sungmin menggeram frustasi. Bagaimana ia tak sebal kalau Kyuhyun bersikap berlebihan seperti ini? Sungmin kembali berdiri, kemudian berniat pergi menemui Kyuhyun di rumahnya.

 

Segenap amarah telah sukses terkumpul di dada Sungmin. Langkah kaki yeoja itu kini terlihat seperti seorang yang tengah dikejar oleh waktu. Namun tidak. Sungmin hanya ingin cepat-cepat sampai di rumah Kyuhyun dan menendang wajah evil milik Kyuhyun. Hei, ia sebal! Kyuhyun kali ini benar-benar keterlaluan. Umpatan-umpatan keji tak jarang keluar dari mulut Sungmin.

 

Tibalah Sungmin di depan pintu apartemen Kyuhyun, lebih tepatnya di depan pintu apartemen mereka dulu. Dengan gerakan tak sabar Sungmin memencet bel apartemen Kyuhyun.

 

Klek. Pintu apartemen yang memisahkan antara dunia Kyuhyun dan dunia luar terbuka bersamaan dengan munculnya sosok laki-laki tampan dengan wajah kusut. Wajahnya cukup pucat, rambutnya terlihat tak se-staylish dulu, dan tubuhnya kurus kering.

 

Plak.

 

“Hei!” Kyuhyun membentak Sungmin setelah sebuah tamparan dari telapak tangan Sungmin mengenai pipinya. Baru beberapa menit Kyuhyun menatap wajah Sungmin, ia telah mendapat sebuah tamparan gratis.

 

“Apa yang kau lakukan? Jangan menguntitku!” bentak Sungmin kasar.

 

Kyuhyun mendesis pelan, ia menarik tangan Sungmin ke dalam apartemennya. Sama sekali tak berniat kasar, ia hanya ingin menarik tangan Sungmin ke dalam apartemennya dan membicarakan semua masalah yang ingin ia tanyakan kepada Sungmin.

 

“Sudah aku bilang, kalau kau tak ingin aku seperti itu, maka kembalilah seperti dulu!” ucap Kyuhyun tanpa melepaskan jalinan tangan mereka. Ia terus menarik tubuh Sungmin, membawa wanita itu ke dalam kamarnya. Kyuhyun menghempaskan tubuh Sungmin ke ranjang, kemudian bergerak cepat menuju pintu kamarnya, menutup dan mengunci pintu tersebut.

 

“Apa yang kau lakukan, Kyu!” bentak wanita malang itu. Lensa matanya yang kecoklatan mulai menunjukkan rasa khawatir.

 

“Aku hanya tak suka kau mencampakkanku!” ucap Kyuhyun tak kalah keras. “Tolonglah mengerti.”

 

“Bicara apa kau?” tatapan mata Sungmin meredup ketika ia kembali merasakan rasa iba kepada sosok yang berdiri di hadapannya. Laki-laki itu tampak kusut, penampilannya benar-benar hancur. Apa semua itu karena dirinya? Cekungan di pipi Kyuhyun tampak begitu jelas, ditambah dengan kantong hitam di bawah matanya.

 

“Katakan kenapa kau menghindariku?” Kyuhyun mengulangi pertanyaannya, seolah-olah ia benar-benar merasa tak puas dengan jawaban dari tatapan mata Sungmin.

 

“Bagaimana dengan wanita itu, Kyu?” terselip rasa kekhawatiran dipertanyaan Sungmin, bagaimanapun trauma yang diberikan Kyuhyun masih tersimpan baik di memorinya.

 

“Aku telah mengakhiri semuanya,” jawab Kyuhyun, mata teduh itu masih berusaha menyelami mata coklat kekasihnya, oh bukan, calon istrinya.

 

“Benarkah?” sungmin mengangkat kepalanya, menatap mata onyx Kyuhyun yang menatapnya. Mereka bertemu pandang, saling terperangkap dalam sebuah tatapan kerinduan yang dalam. Kyuhyun hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Sungmin yang terakhir. Rupa rupanya, ia telah terhipnotis oleh keindahan wajah seorang Lee Sungmin.

 

“Ijinkan aku mencintaimu, Minnie.”

 

TBC

 

Music : Love Again by Cho Kyuhyun

 

Eomma (엄마) : ibu

Jagiya (지가야) : panggilan sayang untuk kekasih

Mianhae (미안해) : maaf

Ne (네) : ya

Ani (아니) : tidak

Ajumma (아줌마) : bibi

Yeoja (여자) : perempuan

48 thoughts on “Wanna Two Love | Part 5/9 | KyuMin

  1. eonn bener deh d next chap aku ga mau comment. udh speechless gara2 evilkyu.
    hiks eonn jahat buat aku mencak2
    *(╥﹏╥)

  2. Apa Ming mau trima yah.??*mikir*
    .tpii ksihan juga Kyu kalo kyak gituh.!!!
    Kyu: *senyumgaje*
    Me: tapiiii~……….!!! Kyak.y lebih baik nggak diterima dluu,mnding skitin lebih dlam lgii,biar Kyu kapok dn nggak gituin Ming lagi ^^
    Kyu: *asahgolok*
    Me: *kabooorrr*

  3. Aishhhhhhhhhhh jngn mau minnie nnti d’sakitin lagi sama kyu, udah deh sama siwon aja dya kan baik bngt udah gtu sayang lgi

    Kira2 apa ya jwaban dr sungmin??????

    Waduh kyu jd stalker bgtu,apa dya udah mulai bnr2 cinta ya sama minnie???????

    Penasarannnnnnnnnnnnnn

  4. dasar kyu evil nggak tahu malu, udah nyampakin sungmin,malah minta balik gitu aja,,

    jadi stalker pula.. -_-

    sebenernya dari awal udah nggak suka kyu, tapi suka sungmin doang.😀 *malahcurhat

    lari ke chapter berikutnya.. ~

  5. wowowowo~~
    aku suka bgt klo minni lg sama wonni, dia pasti ceriaa..
    siwon baik banget~ makasih sudah mnjaga ming :*
    hmm,, kasian jg kyu akhirnya..
    kau mnjdi stalker kyu?? nyahaahaa~ tindakan mu tepat kyu.. ayoo,, buat ming mncintaimu lg.. kkkkk~

  6. Oh kyu sekarang udah jadi stalkernya ming ya? Kkkkk
    ide yg brilliant, yg jenius authornya apa kyu-nya nih?

    Baca next chap ya unn🙂 hehe

  7. Heh skrng aja ngemis cinta sm ming! Kmn aja lu dr dlu eoh?:/ ck oh iya kan klau lg sm seo kyu nga inget ming! Ywdh sno kyu ama seo aja ming buat aku! :p*plak:D
    wah kyu jd stalker? Hoho ide bagus! Tp ky’a nga ampe bgtu deh kyu:/ ckck
    tinggal mnta maaf ke ming and minta ama pr ortu buat nyepetin pernikahan aja knpa repot? *plak enak bgt klau ngomong:D*
    hoho kr2 ming nerima kyu lg nga ya???????????? *natap tajam ke KyuMin brng melo and the geng =,=*

  8. Nah kena kan kau cho?.
    Akhirnya kau bertekuk lututkan ke ming.😀
    Kkkkkk~
    *smirk
    Ming jngan terima dulu!!!
    Tarik ulur dulu perasaan cho itu!!!😀

  9. oke sip! Kyuhyun nyesal… tapi aku berharap tanggapan minnie sedikit acuh nantinya biar si kyu tau rasa. Siapa suruh coba milih cewek lain sementara yg di depan mata nyata gitu ditanggapin setengah hati. Hah…, penyesalan emang dtg terlambat… selalu….

    lanjut baca next part^^

  10. Jangan langsung trima ming keenakan tuch c evil y
    bktikan klo ming tuch bkan cwe gampangan dah lah lanjut dlu Next»»»»

  11. dan akhirnya…. kyu ngakuin jg cinta ama ming. uyeeey \(^.^)/
    tinggal tnggu gmn cara kyu bikin ming cinta lg aja ama dia (?) mangaaat!!!

  12. Hhahaha…
    Karena ff ini sdah complete.. ngga bisa koment mcem”.
    Tapi bner” merasa alurnya lumayan cepat…
    Feelnya jga kurang…
    Mungkin chap depan lebih baik.
    SAya tau menjadi author itu susah, apa lgi mncari cara gmna reader mendapatkan feel yg sma seperti yg author ingin sampaikan dlam ff tersebut…

    Fighting ne!!!

  13. Jangan mau Sungmin, nanti kalau kamu kembali Kyuhyun akan mengulang kesalahannya, jangan percaya juga kalau Kyuhyun sudah memutuskan hubungannya Seohyun itu

  14. jadi kyuhyun menikmati kegiatannya sebagai stalkerlah? hahaha ga nyangka seorang Cho kyuhyun jadi stalker
    apakah minie akan kembali ke Kyuhyun oppa?
    Semoga iyah deh😉

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s