Wanna Two Love | Part 4/9 | KyuMin

Wanna Two Love

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KyuSeo and etc

 

Cast : Choi Siwon

 

Part : 4/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

“Kyuhyun oppa, kau bisa memilih antara aku, atau wanita ini!” sahut Seohyun cepat. Ia tatap wajah Kyuhyun, seolah-olah memaksa Kyuhyun untuk suatu hal tertentu.

“Maaf,” satu kata itu keluar dari mulut Kyuhyun, entah ditujukan untuk siapa. Kyuhyun masih bungkam akan hal itu. “Maafkan aku, Sungmin-ah. Aku memilih Seohyun.”

Sungmin diam membisu setelah ia mendengar pernyataan Kyuhyun. Nampaknya perempuan itu tengah merutuki nasibnya.

“Kau dengar, ‘kan, wanita jalang?” ucap Seohyun penuh penekanan.

“Lebih baik kau kembali ke kantor, jagiya,” Kyuhyun menengahi.

“Kau tak pergi ke kantor? Jangan bilang kau mau menenangkan dia!” Seohyun melirikkan matanya, menatap Sungmin dengan tatapan penuh kebencian.

“Kau hanya perlu pergi ke kantor, Seohyun-ah.. Aku hanya ingin melanjutkan proposal yang kubuat kemarin malam,” tangan Kyuhyun terkesan menarik tangan Seohyun, menariknya keluar dari kamar Sungmin.

Mereka berdua meninggalkan Sungmin, dua orang brengsek itu telah meninggalkan Sungmin sendiri. Tubuh kecil Sungmin merosot ke bawah, telapak tangan Sungmin yang dingin menutup seluruh permukaan wajahnya. Ia benar-benar menangis terisak.

“Jangan menangis, jagiya? Mianhae!” suatu suara menginterupsi tangisan Sungmin. Kyuhyun, suara bas itu milik Kyuhyun.

Plak. Sungmin menampar pipi Kyuhyun sekeras mungkin. “Kau menyakitiku, Kyu.”

“Maafkan aku,” Kyuhyun berusaha meraih tangan Sungmin.

“Lepaskan aku, Kyu!” bentak Sungmin. “Kau gila! Atas dasar apa kau membohongiku, Kyu? Aku bahkan telah memberikan semuanya kepadamu! Tapi apa balasan yang aku terima?”

“Maaf, tapi kau tau aku pun memiliki wanita yang aku cinta!”

“Lalu kenapa kau bersikap seolah-olah kau mencintaiku!”

“Itu semua aku lakukan untuk perjodohan kita!”

“Kau kira aku akan merasa lebih baik bila kau menyetujui perjodohan bodoh ini dan berpura-pura mencintaiku?”

Cukup. Sungmin lelah jika ia harus berteriak seperti itu kepada sesosok malaikat dengan hati setan seperti Cho Kyuhyun! Rasa sakit yang kini mendera dadanya membuat perempuan itu hampir kehabisan nafas. Bulir air matanya kini menetes, membasahi karpet pink yang ia duduki.

Isakan-isakan itu terdengar semakin keras bersamaan dengan air mata yang terjun ke bawah dengan derasnya. Nampaknya ia sangat tersakiti dengan sebuah kenyataan yang baru ia terima. Jangan lupakan satu fakta bahwa Sungmin sangat mencintai Kyuhyun. Karena itu dia sangat down untuk saat ini.

“Jangan menangis,” ucap Kyuhyun dingin. “Aku baru ingat nanti malam kita ada dinner dengan keluarga kita.”

Tidakkah Kyuhyun berfikir bahwa saat ini Sungmin sangt tersakiti oleh perbuatannya? Tidakkah otak Kyuhyun dapat mencerna keadaan yang kini tengah melanda suasana hati Sungmin? Terbuat dari apa hati Kyuhyun hingga laki-laki evil itu bersikap acuh ketika ia melihat Sungmin duduk terkapar di samping ranjang mereka?

Oke. Kyuhyunlah yang membuat Sungmin seperti ini. Sungmin bangkit seraya bangun dari duduknya. “Batalkan saja perjodohan ini, Kyu!”

Mata Kyuhyun membulat sempurna ketika gendang telinganya mendengar apa yang baru Sungmin katakan. Itu terlalu nekat!

“Jang berpikiran bodoh, Minnieya!” Kyuhyun menolak mentah-mentah usul Sungmin.

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Kau membohongi banyak pihak, Kyu!”

“Kau kira membatalkan rencana mereka itu mudah?”

Sungmin menggigit bibir bawahnya. Benar juga apa yang dikatakan oleh Kyuhyun. Pembatalan ini tak mungkin dapat segera dilakukan mengingat dulu mereka benar-benar bersedia untuk bertunangan.

“Kalau kau takut, biar aku saja yang mengatakan ini semua. Dengan begitu, malam nanti akan menjadi dinner kita yang terakhir kalinya.”

사랑했니?

Tampak dua pasangan paruh  baya dan sepasang pasangan anak muda tengah duduk mengitari meja bundar tersebut. Mereka saling berbincang, kemudian tertawa karena suatu hal. Tak jarang laki-laki tampan yang duduk di samping wanita yang tengah murung itu mencium pipinya, mencoba menggoda sang wanita agar dapat memberikan seulas senyuman kepada calon mertuanya. Namun apa daya? Sedari tadi Sungmin hanya diam seribu bahasa.

Jeogiyo..,” tiba-tiba Sungmin membuka suara. Setitik rasa khawatir tersirat di wajah Kyuhyun tatkala ia mendengar suara Sungmin. “Aa—aku ingin mengatakan sesuatu.”

“Katakan saja pada kami,” seorang wanita berumur yang masih terlihat cantik tersenyum, meletakkan peralatan makannya di atas meja. Nyonya Cho.

“Kk—kami.. Eung.. Aku pikir—”

“Aku pikir kalian harus mempercepat tanggal pernikahan kami, eomma!” Kyuhyun memotong perkataan Sungmin, membuat Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun dengan memberi sebuah tatapan yang tak dapat dimengerti.

“Apa? Oh my God! Sebegitu inginkah anakku yang tampan ini memiliki seorang istri?” eomma Kyuhyun tertawa kecil sembari menatap wajah anaknya yang tersipu malu.

“Apa jangan jangan—kalian telah melakukan ‘sesuatu’” kali ini suara eomma Sungmin terdengar, sontak membuat Kyuhyun dan Sungmin saling berpandangan.

“Tt—tidak! Mm—maksduku—”

Eomma, aku rasa Sungmin agak tak enak badan. Kami harus pulang. Annyeong!

Laki-laki itu membungkam jemari Sungmin dan menariknya ke luar restoran. Langkah kaki itu semakin dipercepat tatkala sang wanita, Sungmin mulai berontak dengan aksi Kyuhyun. Namun berontakan kecil itu sama sekali tak memperlonggar dekapan tangan Kyuhyun satu persenpun.

“Kyu! Apa yang kau lakukan!” pada akhirnya Sungmin membuka suara. Sebal sekali ia diperlakukan seperti itu.

“Kau mau mereka tahu kita bertengkar?” Kyuhyun mendelik, menatap Sungmin dengan tatapan sebal.

“Kita tak bertengkar! Hubungan ini telah USAI!”

“Jangan bertindak bodoh, Lee Sungmin!”

Sungmin memicingkan matanya ketika Kyuhyun mengatainya bodoh. Hei, itu salah! “Seharusnya kau yang harus berpikir logis, Kyuhyunssi! Kau kira aku budakmu lalu kau dapat menyuruhku seenaknya?”

“Diam kau! Damn it!”

“Lepaskan aku, Kyuhyunssi!” Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun dan berjalan menjauhinya. Lebih baik ia pergi daripada harus bertengkar dengan Kyuhyun. Hal itu sama sekali tak berguna, semakin membuat masalah semakin runyam. Itulah sifat Kyuhyun yang tak dapat ditentang, dia itu sangat egois! Permintaannya sama sekali tak dapat terelakkan oleh siapapun.

Namun untuk saat ini, Sungmin harus berpikir seribu kali bila ia harus menuruti permintaan Kyuhyun yang berasal dari otaknya yang gila. Merendahkan harga dirinya sebagai wanita dan menduakannya. Itu adalah dua hal yang cukup membuat seorang Lee Sungmin mendendam kepada kyuhyun.

Sebuah kiasan rasa sedih sedikit menyelusup di rongga dada Kyuhyun ketika iris matanya menatap punggung Sungmin yang semakin jauh darinya. Entah mengapa sesuatu yang sangat penting dari jiwanya mendadak terasa hilang ketika ia mendapati Sungmin telah menghilang dari pandangannya. Oke, anehkah ini? Yeah, Kyuhyun benar-benar bertindak bodoh untuk masalah yang satu ini.

사랑했니?

Kring. Apartemen itu terbuka bersamaan dengan munculnya sebuah sosok jangkung dengan keadaan yang cukup ‘lusuh’. Perempuan yang sedari tadi duduk di kursi ruang tamu sontak menolehkan kepalanya ke arah pintu. Benar, ia mendapati seorang Cho Kyuhyun dengan keadaan menyedihkan di sana.

“Duduklah, Kyu. Aku ingin bicara,” ucap Sungmin. Kyuhyun menyeret kakinya menuju kursi dan duduk tepat di hadapan Sungmin. Tampak Sungmin tengah menarik nafas panjang-panjang, sepertinya ia benar-benar gugup untuk mengatakan hal ini.

Untuk sesaat suasana sunyi menyelimuti mereka. Hinga akhirnya Sungmin mulai meletakkan sesuatu di atas meja. Kotak cincin berwarna merah muda.

Gomawo, Kyuhyunssi,” ucap Sungmin seraya menyodorkan kotak cincin tersebut.

Wae?” Kyuhyun tampak terkejut ketika tiba-tiba Sungmin bersikap seperti itu.

“Mulai malam ini kau bebas membawa wanita manapun untuk berkunjung ke apartemen ini.”

“Apa maksudmu?” Kyuhyun semakin terlihat bingung.

“Aku akan menjauh darimu. Untuk urusan keluarga, aku yang akan bertanggung jawab.”

“Jadi kau berpikir untuk meninggalkanku? Mencampakkanku?”

“Kyuhyunssi,” tangan Sungmin menyenduh pundak Kyuhyun, kemudian menatap mata Kyuhyun dalam-dalam. “Bukankah ini yang kau inginkan?”

Hening. Kyuhyun sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Sungmin. Batinnya kini tengah menjerit, memerintah Sungmin untuk kembali duduk dan tinggal bersamanya.

“Aku pergi, Kyuhyunssi. Annyeong,” Sungmin bangkit, iapun menyeret koper pink itu keluar bersama tubuhnya, meninggalkan tubuh Kyuhyun yang terdiam membeku di sofa ruang tamu.

Wanita itu benar-benar menghilang di ambang pintu, pergi meninggalkan Kyuhyun seorang diri di apartemen. Tak akan ada lagi tawa kelincinya, tak akan ada lagi morning kiss darinya, tak akan ada lagi belaian darinya, tak ada lagi ciuman darinya, dan untuk kategori yang paling ia benci, tak ada lagi hati Sungmin untuknya!

Brak! Kyuhyun melempar kotak cincin itu ke sembarang tempat. Rasanya kesal setengah mati mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Kejadian dimana Sungmin memergokinya menciumi Seohyun dan mengakibatkan semua ini terjadi. Oh God, entah mengapa rasa kehilangan begitu mendominasi ruang hati dan pikirannya. Rasanya benar-benar hampa.

Kau kalah, Cho Kyuhyun!

사랑했니?

“Terima kasih, Siwon-ah.. Kamar ini terlihat sangat nyaman,” Sungmin meletakkan kopernya, kemudian merebahkan tubuh lelahnya di atas lembaran sprei baby blue tersebut.

“Sama sama..,” senyum andalan Siwon terlukis di bibirnya. “Apa yang membuatmu pindah kemari? Apa laki-laki itu mengusirmu?”

Ani,” Sungmin tersenyum miris bila ia mengingat alasan yang mendasari dirinya pindah ke rumah Siwon. Hal itu cukup membuat ia bad mood.

“Lalu? kalian bertengkar, heh?” tanya Siwon dengan mimik penasaran.

“Kami telah mengakhiri semuanya, Siwon-ah..,” jawab Sungmin, berusaha memberi ekspresi sedatar mungkin.

Wae? Kau menyerah?”

“Jangan bertanya lagi! Kau membuat perasaanku menjadi buruk!”

Drrt.. drrt.. Ponsel Sungmin yang bersembunyi di balik kantongnya bergetar, menandakan sebuah pesan masuk.

| From : Kyu

Minnieya? Bisakah kau kembali? Aku bisa menjelaskan semuanya! |

Sungmin memutar kepalanya dengan memasang mimik depresi. Apa orang ini mencoba untuk menggodanya lagi?

“Aku pergi dulu. Kalau kau perlu apa-apa, kau bisa mengunjungi kamarku.”

“Baik, pastor,” jawab Sungmin dengan cengiran khasnya, membuat ia harus mau tak mau mendapat sebuah jitakan gratis dari Siwon.

Jangan heran dengan keadaan Sungmin yang akan tinggal di rumah Siwon. Keluarga Siwon dan keluarga Sungmin adalah teman lama. Dulu wanita kelinci itu sering menginap di rumah ini, bahkan ia pernah menghabiskan waktu liburan musim panasnya dengan menginap di rumah Siwon. Karena itu, keluarga Siwon sendiri telah mengenal Sungmin dengan baik. Bahkan bila Sungmin tak dijodohkan dengan keluarga Cho, mungkin keluarga Choi yang akan menjodohkan Siwon dan Sungmin.

Sungmin merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang. Ia begitu lelah hari ini. Rentetan kejadian yang serasa akan membunuh pikirannya selalu terbayang. Sebuah keputusan yang ia ambilpun entah mengapa terasa begitu menyakiti batinnya. Seharian bertengkar dengan Kyuhyun membuatnya rindu.

“Selamat malam, Kyu..”

사랑했니?

“Hari ini ada rapat dengan investor yang akan membahas rencana baru perusahaan. Ide dari nyonya Jeo membuat beberapa investor tertarik. Dalam rapat tersebut juga akan membahas proyek—” seorang dengan wajah berkeriput itu menghentikan kata-katanya ketika ia melihat orang yang ia ajak bicara hanya diam dengan pandangan kosong. “Tuan Cho? Anda baik-baik saja?” tanya orang tersebut seraya menjentikkan jarinya di depan wajah Kyuhyun.

“Heg!” Kyuhyun tersentak kaget. “Yy—ya?”

“Anda baik-baik saja?”

“Aku rasa begitu,” jawab Kyuhyun seraya memijit pelipis kepalanya. “Ada apa, Tuan Han?”

Pelayan itu memicingkan matanya, ia benar-benar menyadari suatu hal aneh yang terjadi pada CEOnya ini. “Anda punya masalah?”

“Batalkan semua janji hari ini, tuan Han. Pikiranku tengah buruk!”

“Baik tuan. Saya permisi.”

Kyuhyun terdiam, dia begitu larut dalam pikirannya. Entah apa yang membuatnya galau. Ia merasa sesuatu tengah mencoba mengusik ketenangan hatinya. Hal itu terjadi semenjak kemarin malam, semenjak wanita kelinci itu pergi dari apartemen mereka. Kyuhyun menggaruk kepalanya dengan gerakan depresi. Ia begitu sebal dengan apa yang melanda pikirannya.

Tuk. Tiba-tiba segelas coffelatte kesukaan Kyuhyun tersaji di hadapannya dengan tangan seorang wanita. Ia mendongak dan mendapati Seohyun.

“Kau terlihat buruk sejak tadi pagi,” ucap Seohyun kemudian mengambil tempat duduk di pangkuan Kyuhyun.

“Benarkah?” Kyuhyun menarik dagu Seohyun dan mencium bibir kecil itu. Hambar. Entah mengapa Kyuhyun tak merasakan suatu yang istimewa di balik bibir Seohyun yang menurutnya selalu memberikan rasa manis ketika ia mengecupnya. Kyuhyun menarik kembali kepalanya, memisahkan pagutan bibir mereka.

Wae, Oppa?” Seohyun bertanya, ia heran.

“Ahh, gwaenchanha!” ucap Kyuhyun seraya membuang pandangannya.

“Kau benar-benar terlihat aneh,” Seohyun berkata dengan nada penuh selidik.

“Tinggalkan aku sendiri, Seohyun-ah.. Aku banyak pekerjaan!”

Kalimat Kyuhyun yang baru terlontar terkesan seperti sebuah pengusiran halus. Hal itu cukup membuat Seohyun mendengus kesal dan akhirnya berjalan keluar ruangan kerja Kyuhyun. Sementara Kyuhyun? laki-laki itu kini terlihat depresi, ia sulit mengartikan apa yang tengah melanda seluruh pikirannya. Entah mengapa hatinya yang galau begitu menganggunya. Apa benar karena Sungmin?

ᵔ͜ᵔ⸗•⁰•▪●◦ͼ͜ͽtime skipͼ͜ͽ●▪•⁰◦⸗ᵔ͜ᵔ

Hari ini telak bulan pertama Kyuhyun hidup tanpa seorang wanita bernama Lee Sungmin. Selama ini Kyuhyun sama sekali tak dapat tidur dengan tenang, apalagi berpikiran waras. Sungmin benar-benar membuatnya gila! Hati dan pikirannya selalu memaksa untuk mencari keberadaan Sungmin, namun, harga diri seorang Cho Kyuhyun yang hampir menyamai langit ke tujuh melarangnya! Hingga akhirnya Kyuhyun mengambil cuti, melepas semua pekerjaannya, dan tentu membuang pikiran tentang Seohyun jauh-jauh.

Kyuhyun berjalan santai di taman kota pagi itu. Baru saja ia melakukan jogging dengan ‘kepala tertunduk’. Entah mengapa Kyuhyun lebih suka berjalan dengan menundukkan kepalanya beberapa akhir ini. Kyuhyun  menghampiri mesin coffe yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Udara pagi yang dingin membuatnya ingin meneguk segelas coffe.

seorang perempuan dengan rambut pendek terlihat tengah kebingungan di depan mesin kopi itu. Tangannya terlihat memencet sebuah tombol berkali-kali. Kyuhyun yang melihat hal tersebut, berjalan menerobos tubuh kecil perempuan berambut pendek yang ada di depannya.

Brak. Kyuhyun memukul badan mesin coffe itu dengan kerasnya. Sebuah suara tanda kaleng coffe terjatuh terdengar. Perempuan yang tercengang dengan aksi Kyuhyun yang dingin melototkan matanya, ia benar-benar terkejut.

“Kk—kyuhyun?” suara kecil yang memanggil namanya terdengar oleh Kyuhyun, sontak membuat pemuda itu mendongak.

“Mm—Minnie?”

Mata kelinci itu, bibir plump itu, pipi chubby itu, parfum itu, dan Lee Sungmin yang begitu ia rindukan kembali berdiri di hadapannya. Ia tampak begitu cantik walau Sungmin hanya mengenakan sebuah celana olahraga mini berwarna pink dan sebuah hoodie besar berwarna pink pula. Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukannya, memeluk wanita itu dengan erat.

“Ww—wae?” Sungmin mendorong tubuh kurus Kyuhyun dan menatapnya tajam.

“Aku merindukanmu!” ujarnya pelan. Iapun menarik tangan Sungmin dan menyuruhnya duduk di bangku terdekat.

Semilir angin pagi menerpa wajah mereka masing-masing, layaknya keheningan yang tiba-tiba menyelimuti suasana mereka. Dua orang itu tampak canggung untuk membuka suara. Mereka hanya diam, walau Kyuhyun terkadang terlihat melirik wajah Sungmin.

“Bagaimana kabarmu, Kyu?” akhirnya Sungmin membuka suara terlebih dahulu, membuat Kyuhyun bergelonjak di dalam hati.

“Baik,” jawabnya Singkat. “Bagaimana dengamu? Tinggal dimana kau? Kenapa tak pernah membalas pesanku?” segelontor pertanyaan terlontar dari mulut Kyuhyun, cukup membuat Sungmin tertawa kecil.

“Aku juga baik, Kyu. Kau tak perlu mengkhawatirkanku.”

“Beritahu aku, apa kau kembali ke rumah orang tuamu?”

“Apa aku bodoh? Aku tak akan memberi tahu mereka sebelum waktunya,” Sungmin melemparkan sebuah senyuman hambar.

“Lalu, kau tinggal dimana?”

“Suatu tempat yang tak perlu kau tahu,” ucap Sungmin seraya menatap Kyuhyun. Sungguh, air mata tanda kemunafikannya itu membuat dada Sungmin sesak. “Oiyah, Kyu..”

“Apa?” Kyuhyun balik menatap Sungmin, seolah-olah ia tahu Sungmin ingin mengatakan suatu hal penting.

“Aku hamil.”

HAMIL.  Mata Kyuhyun sukses membulat sempurna ketika ia mendengar pernyataan mengejutkan yang terlontar dari mulut kecil Sungmin. Bukankah satu bulan yang lalu Kyuhyun telah menyentuh Sungmin? Itu berarti Sungmin telah hamil dari darah dagingnya.

“Katakan, kau hamil—denganku, ‘kan?”

Sungmin terlihat diam. Ia benar-benar takut mengatakan sebuah kenyataan ini. Bagaimanapun ia benar-benar mendendam dengan satu makhluk di hadapannya ini. Sebuah ide gila yang telah ia pikirkan matang-matang muncul di pikirannya. Membuat Sungmin harus berbohong untuk masalah kehamilannya. Wanita itu tak akan membiarkan Kyuhyun melihat buah hatinya.

“Tidak, Kyu..,” Sungmin menggeleng, menundukkan kepalanya.

“Tidak mungkin!” sanggah Kyuhyun cepat. Ia sama sekali tak dapat mempercayai kenyataan ini. Sungmin hamil, dan ia yakin itu adalah anaknya. “Kau berbohong.”

“Sekalipun itu anak kita, akupun tak akan meminta pertanggung jawabanmu Kyu,” ucap Sungin kemudian. “Aku yang akan merawatnya sendiri.”

“…” Kyuhyun diam, ia begitu terpukul dengan apa yang baru ia dengar.

“Jangan pernah berpikir kalau aku masih mencintaimu, Kyu. Kalau kau berpikir seper itu maka kau salah,” Sungmin menengadahkan kepalanya, menatap langit biru yang luas. “Sejak saat itu aku benar-benar memutuskan untuk melupakan semua perasaan itu.”

“…”

“Jangan pernah bertengkar dengan wanita itu, Kyu. Aku berdoa kau akan selalu bersamanya. Coffe ini untukmu saja. Kau suka coffelatte, ‘kan? Minumlah, aku pergi dulu.”

Sungmin pergi meninggalkan sekaleng coffelatte di samping Kyuhyun. Jangan lupakan bahwa Sungmin juga pergi meninggalkan Kyuhyun yang tengah shock. Pernyataan hamil dan apapun yang Sungmin katakan pagi itu benar-benar menohok hatinya.

Untuk pertama kalinya kyuhyun meneteskan air matanya karena cinta. Untuk pertama kalinya hati Kyuhyun terasa begitu sakit laksana sebuah dinding kokoh yang hancur. Kesalahan masa lalunya benar-benar membuat ia menjadi fatal untuk saat ini. Telapak tangan Kyuhyun meraba dadanya, nyeri.

“Mm mianhh–”

TBC

Music : She’s Gone by Super Junior

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr

Jagiya (자기야) : panggilan sayang untuk kekasih

Mianhae (미안해) : maaf –informal

Jeogiyo (저기요) : permisi

Eomma (엄마) : ibu

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

Ssi (-씨) : kalimat yang tersemat diakhir subjek untuk panggilan sopan

Gomawo (고마워) : terimakasih –informal

Wae (왜) : kenapa

Ani (아니) : tidak

Gwaenchana (괜찮아) : tidak apa-apa

72 thoughts on “Wanna Two Love | Part 4/9 | KyuMin

  1. Mari teriak bersama-sama SUKURIN KYUHYUN. . . . Siapa suruh menyakiti Nae bunny minnie. . . Rasakan akibtnya. JiYoo harus adil ya. . . Min udah sakit hati,jadi buat Kyu lebh sakit lagi muehehehehe. . . .

  2. eonn~ napa deh selalu buat aku mewek.
    ih pengen aku tabok beneran ni kyu nya.

    umin sabar ya, *kisshug* #PLAK digampar kyu

  3. aaaa lebih nyes lagi.. Walaupun ga baca part 2 dan 3 nya karna ga tau passwordnya. Dan susah untuk minta karna ini udah tengah malem. Pasti authornya udah tidur. Tapi gapapa lagi pengen yang romantis sama angst. Jadi nc nya lewat. Hehe..

  4. Yeyyy!!! Kyu sakit hatii ^^ *tebarbunga* maka.y jdii epil jngan keseringan jdii gini kan…wekkk :p*digantungKyudimenaraeiffel* TT.TT

  5. haua,, kasian umin ~
    pasti dia tersiksa slma berpisah dgn kyu ~
    kyu knp gag jujur aja ,,

    lanjut ke chap selanjut.a ahh

  6. Uwahhhhhhhhhh ming,knapa hidupmu bgtu menyedihkan
    D’bohongin,d’selingkuhin, di sakiti, sekarang hamil d’luar nikah
    Yg sabar ya ming

    Kyu sakit hati,akhrnya sadar jg dya siapa yg sbnrnya dia cintai itu T_T

  7. saya langsung baca chapter ini, dan untungnya nggak terlalu bingung..

    dimana2 kyuhyun kok jahat sih, mudah marah, plin plan, menambah kadar ketidak sukaan saya sama itu magnae.😦

    sungmin bener banget ninggalin kyu, biar dia dapet balesannya, sama siwon aja yang udah jelas2 mencintai sungmin sepenuh hati.. *peluksiwon

    lari ke chapter berikutdmya.. ~

  8. hahahahaha~ ughh puass bgt liat kyu akhirnya ngejar2 minni.. hahaha.. rasakan itu cho kyuhyun!!

    aaargh unni,,
    sukses membuatku mjd ilfeel pada kyu .-.
    mdhn d chap slanjutnya bs menghilangkan rasa ilfeel ku pd kyu :”

  9. Kyu payah! Author bikin kyu tobat yah, biar ming gak sakit hati lg..
    Kyu harus sama ming, nggak ada sejarah SeoKyu pokoknya.-.

  10. akhirnya kyu ngerasi gmn rsa nya d campakkan…
    Kyu kyk nya merasa berslah bgt ma ming…
    Smga aj ming gx cpt2 maafin kyu biar kyu tau gmn rsa na jd ming pas d tnggaln…

  11. Rasaainn Lu Kyu !! Wakakaka😀
    terlambat kyu ! Terlambat ! Terlambat nyadar kalo kyu suka sama ming,
    sumpah thor aku netesin air mata waktu kyu milih seohyun,dan pas kyu ngasih cincin yang maknanya sama ! Sumpah itu ngegalau banget*ngekk
    Gomwao author

  12. Heh? Mang’a enak digituin sm min! :p
    hahahaha puas bgt klau kyu menderita kya bgtu tp ini blm ada apa2’a! Selama kyu sm seo msh berhubungan jgn harap ane ngebela ente kyu! :p krena sekarang ane mendukung min buat ngehukum ente! :p hahaha :p
    yah aturan ksh tau aja ortu’a biar kyu diksh pelajaran sm Mrs. And Mr. Cho! :p
    ihhh pengen liat kyu menderitaaaaaaaaaa bgt! Huahaha :D*plak:D :p

  13. Hakhakhakhakhak😀
    *ketawa ala ddangko(?)
    Akhirnya kyu sadar jga kalau udah cinta sama ming.😀
    Aku dukung keputusan ming!!! ^^
    Jngan mau balik sama cho pabo itu, setidaknya kalau mau balik lagi ming harus tarik ulur perasaan namja cho pabo itu biar dia tau rasa!!!😀
    Kkkkkk~
    *smirk

  14. eomma ming beneran hamil tuch Thor ????

    puyeng biz g baca chap 2 n 3…. minta PW nya yach chingu…
    Dan klw ada ff terbaru Plisssssssssssssssssssssssssssss Kirim pemberitahuan Di jalan email ku,,, biz .aq suka bget Sma ff kyumin buatan kamu chingu….

    PW chap 2 n 3 nya Kirim .ke email ku yach chingu afnyzainal@gmail.com

  15. Untung NC y di password..
    Hahahaa bulan puasa gini gak boleh baca yang ‘iya-iya’..

    Wahh seneng Kyu mulai nyesel..
    #dilempar PSP
    NEXT>>

  16. mwo?! hamil? Oh tuhan…, karma akhirnya datang juga. Udh tau kan Kyu rasanya cinta tak berbalas seperti apa? Kejutan baru untukmu… Selamat menyesal….
    kasihan minnie nya…. huhu… saya mewek thor….
    lanjut ke part 5…

  17. Aish!Sukurin tuch siKyupil d tnggalin ma ming mang enak Penyesalan mang celalu datang terakhir kyu buat ming q dukung keputusan mu N jangn cpet2 maafin ci evil satu tu bwahahaha……#plak

  18. kyu kaya ga punya perasaan deh. kasian ming nya!! untung ada siwon. thanks kuda (?) hehehe. makin penasaran ini ><

  19. omooo minnie hamil….penderitaan apa lagi yg harus ditanggung minnie sendirian…..satu kata utk Cho Kyuhyun disini…” syukurrin ” …buat kyu menderita semenderita menderitanya… biar terbalas sakit hatiny minnie….

  20. memang penyesalan dtng itu terlambat ya.. klo udah kaya gni aja kyu nyesel..kmaren kmna aja kyu..ckckckck..
    lanjuuuttt…

  21. Biarin dech kyu menerima akibat dari perbuatannya sendiri…baru nyadar setelah ming gak ada…ming tenang sekali ya ngabarin kalo dia hamil he..he…

  22. yess.. akhirnya kyu ngerasain sakitnya cinta.. hihi..
    min tegar bgt yaa..
    syukur deh chapter 2 & 3 yg di’protec ga bikin bingung bacanya.. tp ini serius saya bener2 penasaran sama chapter sebelumnya.. blh minta pw’y eonnie? *masang muka aego hihi..

  23. Bagus sekali Sungmin, namja macam Kyuhyun memang harus diperlakukan seperti itu, biar dia rasa bagaimana rasanya dicampakkan *evil smirk*

  24. mwo Sungmin hamil?
    bagus ming hukum aja tuh si kyunya biar dia sadr
    btw eon Aku minta pw chap 2&3 yah eon aku udh ninggalin jejak loh di chap sebelumnya🙂

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s