I Think You Should To Go!

I Think You Should to Go

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin

 

Cast : Cho Sunghyun , Cho Siwon

 

Part : ONESHOOT

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Summary : Pair disini saya ambil dari cerita saya sebelumnya ‘Christmas is Finally Here!’.

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Kyuhyun memicingkan mata beloknya saat kalender yang menempel di dinding kamar menunjukkan angka 1 Februari. Ia tersenyum kecil mengingat dua hari lagi adalah hari spesial baginya. Hari kelahiran. Bukankah itu adalah hari spesial yang hanya datang satu kali dalam setahun? Yeah, setidaknya ia menunggu dan berharap hadiah dari Sunghyun, anak tercintanya, dan Sungmin, istri tercintanya. Hah, mengingat hal itu Kyuhyun jadi berpikir ia harus mengambil hari libur. Ia begitu ingin merayakan hal itu bersama keluarga kecilnya yang bahagia, dan setelah itu ia akan merayakannya khusus dengan Sungmin, diatas ranjang.

 

“Selamat pagi, appa!” suara imut Sunghyun menyapa Kyuhyun pagi itu. Membuat laki-laki berusia 27 tahun itu semakin tersenyum lebar.

 

“Selamat pagi, jagi! Dimana eomma?” Kyuhyun mengacak rambut Sunghyun gemas.

 

Cup~ tiba-tiba sepasang bibir lembut mencium pipi kanan Kyuhyun, membuat laki-laki itu terkesiap dan menolehkan kepalanya. Mata onyxnya mendapati Sungmin, istrinya yang paling manis dan menggoda sedunia tengah memberinya sebuah senyuman hangat.

 

“Kau menggodaku!” ejek Kyuhyun sembari menyantap baked bread dengan selai bluberi kesukaannya.

 

“Hanya menggoda!” balas Sungmin, kikikan kecil yang terkesan meremehkan terdengar. “Sunghyun, cepat habiskan sarapanmu! Sebentar lagi bis sekolah akan datang!”

 

Laki-laki cilik itu mengagguk, “baik eomma! Sunghyun juga sudah hampir selesai!”

 

“Anak pintar!” sahut Kyuhyun seraya menyesap kopi panasnya.

 

“Seperti eomma!” kata Sunghyun tiba-tiba, sukses membuat Kyuhyun menoleh dan menatapnya dengan tatapan  heran. Sunghyun tersenyum, “banyak yang bilang aku ini pintar dan manis seperti eomma!”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin yang hanya mengangkat bahu ketika ia melempar deathglare. Kyuhyun menghela nafas, ia kembali menatap wajah imut Sunghyun dan tersenyum. “Sunghyun memang manis, seperti eomma! Dan Sunghyun pintar seperti appa!”

 

Bibir Sunghyun tiba-tiba mengerucut beberapa senti. Hei, lihat ekspresi anak berusia lima tahun itu. Seperti foto copy-an sosok Sungmin. “Sunghyun mirip eomma!”

 

Alis Kyuhyun bertaut. Bagaimana bisa anaknya yang masih innocent berkata seperti itu?

 

Appa benar, Sunghyun juga mirip dengan appa, kok!” kali ini suara Sungmin menginterupsi.

 

Tin—tin! Suara bis sekolah terdengar nyaring, memutus percakapan mereka bertiga. Sungmin bergerak merapikan tas Sunghyun kemudian memberikannya.

 

“Tidak usah diantar, eomma! Sunghyun sudah besar!” Sunghyun menahan lengan sang eomma.

 

Sebuah senyuman terlukis di bibir Sungmin, senyuman hangat dan manis khusus untuk Sunghyun, buah hatinya. Jemari Sungmin bergerak merapikan dasi Sunghyun, merapikannya sejenak kemudian mencium kilat pipi Sunghyun. “Berikan salam pada appa, oke?

 

Sunghyun mengangguk. Sedetik kemudian ia berjalan menghampiri Kyuhyun, sang appa yang sedari tadi memasang wajah jutek karena sifat anaknya yang keras kepala. Mendapat pelecehan bahwa Sunghyun, anak kandungnya tidak mirip dengannya. Hei, ia cukup tersinggung dengan perkataan anak TK tingkat satu itu. Sunghyun yang tahu ayahnya mulai bad mood menyeringai, melukiskan evil smirk yang cukup mengerikan.

 

Appa! Sunghyun harus berangkat!” Sunghyun memeluk tubuh Kyuhyun yang merunduk. Sejak kapan ia merunduk? Sejak Sungmin memerintah Sunghyun untuk memberi salam pada Kyuhyun. Sunghyun merengkuh tubuh kurus sang appa, mendekatkan bibirnya di telinga sang appa kemudian berbisik, “aku tahu appa cemburu karena eomma menciumku!”

 

Mata Kyuhyun membulat, ia tarik kepalanya untuk melihat wajah Sunghyun. Hei, laki-laki itu tengah tersenyum menyeringai, persis seperti dirinya. “Sunghyun berangkat!” ucapnya kemudian pergi.

 

Yeah, kepergian Sunghyun menyisakan dua orang dengan kelamin berbeda di sana. Pagi yang jarang, bukan? Biasanya jam segini Kyuhyun telah pergi ke kantor. Dan entah mengapa beberapa hari ini jadwal Kyuhyun tidak begitu padat. Karena itu ia bisa santai saat ini.

 

“Kapan kau berangkat bekerja, Kyunnie?” pertanyaan Sungmin tiba-tiba terlontar, melenyapkan segala pemikiran aneh seorang Cho Kyuhyun.

 

“Kapanpun aku mau!” jawabnya ketus seraya bangkit, tangannya meraih baked bread miliknya kemudian berjalan menuju sofa ruang tengah yang nyaman. Ia begitu malas bekerja hari ini, karena itu ia memilih untuk bersantai.

 

Ia tahu Kyuhyun marah. Dan ia tahu apa penyulut kemarahan Kyuhyun pagi itu. Perkataan anak mereka yang baru berusia 5 tahun! Oh, oke, seharusnya jangan pikirkan hal itu. Seorang anak berusia 5 tahun akan meniru perkataan orang terdekatnya, termasuk para orang tua yang senantiasa memuji Sunghyun. Sungmin mengaduk green tea berbau harum, lalu membawanya ke sofa. Menemani sang suami.

 

“Kyunnie?” Sungmin mulai membuka suara, ia menyeruput green tea buatannya. Mata kelincinya menatap Kyuhyun yang tengah fokus dengan koran paginya.

 

“Hm?” balas Kyuhyun secuek mungkin.

 

Sungmin yang gemas dengan sikap kekanakan Kyuhyun hanya diam. Ia letakkan cangkir tehnya dengan gerakan sehalus mungkin. “Kyunnie?” Sungmin memeluk lengan Kyuhyun, menyandarkan kepalanya ke bahu pemuda berambut coklat hazelnut itu. Jemari mungilnya bermain di sekitar dada jantan Kyuhyun.

 

Merasa mendapat perlakuan yang sekiranya tidak wajar membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya. Tidak seperti biasa Sungmin menjadi manja seperti ini. Well, mungkin karena Sunghyun. Mereka adalah sesosok orang tua yang patut bersikap dewasa, bukan pamer kemesraan di depan sang anak. Namun, jika sekarang keadaannya, maka semua itu sah untuk dilakukan. Bersikap manja seperti saat mereka berpacaran dulu. Begitu romantis.

 

Ahh, Kyuhyun begitu merindukan saat-saat seperti ini. Begitu romantis dan manis. Sedikit berharap agar sifat istrinya akan sama seperti ini saat hari ulang tahunnya nanti. Ia membelai rambut sang istri, mengecup pipi chubby yang ia rindukan.

 

“Kyunnie,” panggilnya lagi. “Kau masih ingat dengan Siwon oppa?

 

Mata Kyuhyun memicing saat gendang telinganya mendengar nama Siwon kembali terucap dari mulut sang istri. Siwon mantan kekasih sang istri yang tampan itu. Hei, ia begitu tak senang jika Sungmin terus mengingat sosok laki-laki itu!

 

“Lusa dia mengajakku pergi. Boleh, yah?”

 

“Tidak!” jawab Kyuhyun, tegas. Enak saja mau pergi dengan Siwon besok lusa. Lusa? Tepat hari ulang tahun Kyuhyun.

 

“Ahh, Kyunnie! Hanya pergi ke Korea, kok!” Sungmin melanjutkan.

 

“Aku bilang tidak, tetap tidak!” ulang Kyuhyun dengan nada tinggi.

 

“Tapi aku ingin pergi, Kyunnie!” rengekan khas Sungmin terdengar, “aku rindu Korea!”

 

Kyuhyun berdecih, “tunggu saja akhir tahun ini! Kita akan pergi ke Korea bersama Sunghyun!”

 

“Akhir tahun?” sahut Sungmin dengan nada tak percaya. “Hah! Bahkan kau terlalu sibuk, Kyu!”

 

Noona, mengertilah!”

 

“Enam tahun aku tak bertemu dengan keluargaku, Kyu! Enam tahun!”

 

“Jadi kau ingin aku setuju jika kau kencan dengan mantan kekasihmu di luar negeri, begitu? Lalu bagaimana dengan Sunghyun?” Kyuhyun melontarkan alasan masuk akal, alasan yang seharusnya tak dapat Sungmin sanggah.

 

“Aku tidak berkencan! Hanya pergi ke Korea untuk reuni!” Sungmin memberikan alasan. “Kalau kau tak sanggup menjaga Sunghyun, aku akan mengajaknya!”

 

“Reuni? Setelah itu kau akan mabuk dan bersikap manja dengan mantan kekasihmu itu?” sahut Kyuhyun, urat kepalanya mulai menonjol keluar karena emosi yang memuncak. “Setelah itu Siwon akan membawamu ke hotel dan kalian akan tidur bersama, begitu? Hah! Lucu sekali, Cho Sungmin!”

 

Sungmin mengeram kecil ketika ia mendengar perkataan kasar yang terlontar dari mulut suaminya. Terkesan begitu tak sopan dan sangat tabu untuk diucapkan oleh seorang suami kepada istri. Mereka saling memandang, memberi tatapan menakutkan versi mereka masing-masing. Sungmin yang akhirnya mengalah kemudian memutus pandangan mereka dan berbalik.

 

“Terserah kau saja! Aku akan tetap pergi!” ucapnya sembari melenggang pergi. Membuat sang suami berdecih dengan suara pelan.

 

FUCK!” umpatnya kesal. Baru saja merasakan hal baik dari sang istri, kini ia harus rela bertengkar. Kyuhyun membuka jas yang ia pakai kemudian menghempaskannya begitu saja. Sebal, ia begitu sebal. Mengapa sifat keras kepala istrinya tiba-tiba datang seperti itu? Mengapa sosok Sungmin yang menyebalkan sewaktu hamil kembali datang? Tidak, kali ini Sungmin tidak hamil. Jadi, ia harus bersikap tegas untuk urusan ini. Kyuhyun melangkah, menghampiri kamar mereka. Ia tahu Sungmin akan bersembunyi di sana saat mereka bertengkar seperti ini. Dengan gerakan tergesa-gesa Kyuhyun menghampiri pintu kamarnya, memutar knop dengan sangat tidak sabaran. “CHO SUNG—”

 

Mata Kyuhyun terbelalak saat ia melihat apa yang tersaji di hadapannya. Oh tidak. Ia tak mampu menggerakkan tubuhnya, serasa otot-otot miliknya membeku dan tak berfungsi. Pandangan mata Kyuhyun terkunci, ia tak mampu berkata apapun. Kyuhyun menelan ludahnya. Hei, walau ia pernah melihat tubuh istrinya saat ehem—‘this and that’, namun ia tetap merona dan terkesan terpaku. Kyuhun melangkah mendekat, pandangan matanya sama sekali tak terputus dari tubuh topless istrinya.

 

“Kyunnie?” Sungmin yang merasa ada sesuatu kemungkin buruk yang akan menimpa dirinya perlahan mundur, membelakangi Kyuhyun tentu saja.

 

“Hm?” Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin, menyentuh kulit punggung milik Sungmin. Bibirnya mencium pundak Sungmin, kemudian detik demi detik mulai menghisapnya.

 

“Hentikan!” rona merah mulai menghiasi pipi chubby Sungmin. Rasa hangat yang bersumber dari bibir Kyuhyun yang semakin lama menghisap lehernya dengan penuh gairah menjalar. Ah, itu membuat Sungmin menggeliat tak nyaman.

 

Percuma, lama-kelamaan Kyuhyun semakin memperdalam hisapannya di bahu Sungmin. Nampaknya laki-laki itu mencoba untuk membuat beberapa kissmark di sana.

 

Duak!

 

“Akh!” tubuh laki-laki itu terjungkal ke belakang saat kaki sang istri menendang bagian private sang suami. Memang sengaja, kalau Sungmin tak melakukan penolakan, bisa jadi Kyuhyun akan ‘memakannya’ pagi ini. Tidak bisa begitu, Sungmin tak ingin Kyuhyun merasakan tubuhnya sebelum waktunya tiba. Kyuhyun yang sadar akan kelakuan sang istri, bangkit sembari mengelus permukaan pantatnya, sedikit terasa nyeri di bagian privatenya yang menjadi korban. “Apa yang kau lakukan?”

 

“Lalu apa yang kau lakukan?” Sungmin meraih kain handuk dan melilitkannya dengan cepat. “Tiba-tiba masuk—”

 

“Ini kamarku juga!” sanggah Kyuhyun cepat. Jadi sang istri ingin memonopoli kamar mereka, begitu?

 

“Tapi seharusnya kau mengetuk pintu!”

 

“Hei, kita telah menikah selama lima tahun lebih! Apa aku pernah mengetuk pintu saat aku akan masuk ke kamar kita?” protes Kyuhyun yang terkesan emosional terucap, begitu ingin mengorek masa lalu mereka sebagai alasan.

 

“Setidaknya kau harus lebih sopan,” Sungmin masih mencoba mengelak, entah apa yang ia inginkan untuk saat ini. Yang jelas, ia tak ingin sang suami bertindak seenaknya. Atau lebih tepatnya ingin sang suami menuruti perintahnya. “Aku memang istrimu, tapi bukan berarti aku harus menuruti segala omonganmu!”

 

“Ooh, jadi kau ingin kembali menjadi muda seperti dulu? Menjalani hidup dengan kebebasan?” sahut Kyuhyun penuh amarah, “terserah kau saja! Jangan salahkan aku kalau aku bertindak semauku!” ucapnya seraya pergi meninggalkan kamar Sungmin.

 

Wanita itu terdiam, termenung. Sedikit merasa bersalah karena telah membuat awal pagi yang buruk bagi sang suami. Tapi, memang tak bisa dihindari jika Sungmin ingin merasakan sedikit kebebasan. Selama menjadi Nyonya Cho, Sungmin tak pernah sekalipun pergi ke Korea atau bergaul dengan orang lain. Sifat Kyuhyun yang terlalu agresif membuatnya mau tak mau harus berada di rumah seharian.

 

Mianhae..”

 

OoOoO

Pukul sebelas malam lebih delapan belas menit. Sedari tadi Sungmin terlihat sibuk mondar-mandir di depan ruang tamu apartemennya. Sunghyun telah tidur sejak lima jam yang lalu. Dan yang membuat Sungmin harus rela berdiri di sini sekarang karena Kyuhyun. Entah mengapa sang suami belum juga pulang ke rumah. Kalaupun Kyuhyun harus lembur, pasti ia akan menghubungi Sungmin. Karena itu Sungmin masih rela menunggu.

 

Cklek.

 

“Eh?” pintu apartemen mereka terbuka. Dan sosok Kyuhyun dengan style yang urakan muncul dari balik pintu. Hei, laki-laki itu mabuk! Lihat saja matanya yang terlihat kosong. Dengan gerakan cepat Sungmin memapah tubuh sang suami, sedikit menghirup aroma tubuhnya. “Ukh, alkohol!”

 

“Halo istriku yang manis,” sambut Kyuhyun dengan suara yang cukup aneh. Tangannya bergerak menoel dagu sang istri.

 

Dengan sekuat tenaga Sungmin berusaha memapah dan memimpin langkah kaki sang suami menuju kamar mereka. Hah, Kyuhyun yang mabuk benar-benar menyusahkan.

 

Bruk. Sungmin membiarkan tubuh kurus itu terbanting di atas lembaran sprei ranjang mereka yang empuk. Walau tubuh itu tak terlalu besar, namun ternyata berat juga. Sungmin menatap wajah sang suami yang penuh akan keringat dingin, jelas saja. Perempuan itu menghela nafas, kemudian beranjak untuk melepas sepatu dan kaos kaki sang suami. Tak akan ia biarkan Kyuhyun tidur dengan sepatu kotornya dan menodai sprei mereka.

 

“Cho Sungmiiin!” Kyuhyun mulai mengigau, membuat Sungmin cukup tergelunjak kaget.

 

Wanita itu tersenyum, kemudian bangkit dan mulai membuka simpulan dasi Kyuhyun. Butuh kesabaran ekstra untuk merawat sang suami saat mabuk.

 

“Aku mencintaimu,” igaunya lagi.

 

Sungmin terkikik  kecil, “nado.”

 

Laki-laki itu kembali menggeliat, “kau tahu, lusa adalah hari ulang tahunku! Tapi kenapa kau bersikap seperti itu?”

 

Lagi-lagi Sungmin hanya terkikik kecil menanggapi igauan sang suami. “Aku begitu karena aku mencintaimu.”

 

“Bohooong..,” Kyuhyun menyahut dengan nada lucu. “Kau selalu membuatku sebal!”

 

“Lalu?” Sungmin menanggapi dengan enggan.

 

“…” hanya keheningan yang terasa, jadi itu menunjukkan bahwa Kyuhyun telah terlelap tidur. Yeah, seharusnya seperti itu. Kalau Kyuhyun terus mengigau, bisa-bisa jatah tidur malam Sungmin akan berkurang.

 

“Selamat malam, Kyunnie?”

 

OoOoO

 

Sehari ini Sungmin dan Kyuhyun sama sekali tak mengobrol. Nampaknya pertengkaran mereka membuat Kyuhyun enggan untuk menyapa sang istri. Hei, lihat saja wanita itu. Dia sedari tadi sibuk merapikan barang-barangnya. Memasukkan beberapa baju ke dalam koper pinknya. Beberapa jam yang lalu tampaknya Sunghyun masih menemaninya, namun entah mengapa laki-laki kecil itu akhirnya pergi kembali ke kamar. Mungkin karena Sungmin menyuruhnya untuk merapikan pakaiannya.

 

“Kau benar-benar akan pergi?” akhirnya Kyuhyun buka suara, mata sendunya menatap Sungmin dengan pandangan tak rela.

 

“Tentu,” jawab Sungmin singkat.

 

“Dengan Siwon?”

 

Sungmin tidak menjawab dengan suara, namun, dengan gestur tubuh. Menganggukkan kepalanya.

 

Kyuhyun semakin beringsut kecewa. Hei, besok malam adalah hari ulang tahunnya. Besok malam seharusnya ia merayakan hari spesial itu dengan keluarga kecilnya. Namun, mengingat Sungmin akan benar-benar pergi ke Korea karena reuni membuat Kyuhyun semakin merasa kecewa. Ia mendesah pelan, menghembuskan nafas yang sarat akan kekecewaan yang membuncah.

 

“Kau tahu, bukan? Lusa adalah hari ulang tahunku?” Kyuhyun berucap dengan nada pelan.

 

“Tentu! Karena itu aku akan membawakanmu hadiah dari Korea,” jawab Sungmin tanpa menghentikan aktifitas melipat baju-bajunya.

 

“Kau membiarkanku merayakannya sendiri?”

 

“Kalau kau ingin suasana yang lebih ramai, ikut saja di acara reuni itu. Reuni itu diakan sepanjang malam tanggal 2! Jadi kau bisa merayakannya di sana.”

 

“Aku ingin keluarga kecil kita saja yang merayakannya!” Kyuhyun mencoba memberi alasan.

 

Mianhae, tapi kau juga tahu, bukan? Sunghyun sangat rindu dengan halmoni dan haraboji di Korea,” Sungmin berhasil menjawab alasan Kyuhyun. Ia menutup kopernya, menatap wajah sang suami sekilas. “Aku pasti akan kembali tanggal 4!” akhirnya Sungmin bangkit, berjalan menghindari sosok Kyuhyun yang duduk di ranjang.

 

Ah, apa mungkin keretekan rumah tangga mereka akan terjadi di hari ulang tahunnya? Ia tak ingin Sungmin berpaling darinya saat ia melihat Siwon. Dan bisa juga Sunghyun akan merasa lebih nyaman berada di samping Siwon. Siwon adalah orang ramah, hangat, dan baik. Jadi sangat tak mustahil jika siapapun pasti akan bisa menerima keberadaan Siwon dengan mudah. Bagaimana kalau nanti Sunghyun lebih memilih bersama Siwon yang lebih pintar meredam emosinya saat bersama seorang anak kecil?

 

“Kyunnie?” suara lembut Sungmin membuat lamunan Kyuhyun buyar seketika. Laki-laki itu mendongak, melihat penampilan Sungmin yang telah rapi. “Kau tak ingin mengantar keberangkatanku dengan Sunghyun?”

 

Kepala Kyuhyun menggeleng, “aku ada rapat lima belas menit lagi. Mian,” Kyuhyun bangkit, meraih jasnya dan berniat pergi begitu saja, meninggalkan sang istri yang tersenyum penuh arti.

 

“Kyunnie?” panggil Sungmin, tangannya bergerak menahan lengan jas yang Kyuhyun kenakan. Sungmin merogoh saku mantelnya, memberikan lipatan kertas kecil ke Kyuhyun. “Kalau kau ingin datang ke reuni itu, datang saja!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun menegak satu gelas beer berakohol rendah. Dari kemarin ia terus memandangi alamat yang tercantum di kertas kecil itu. Alamat reuni yang Sungmin sematkan sebelum ia pergi membawa Sunghyun ke Korea. Ia begitu ragu.

 

Aula 1 Hotel Charlotte, South Korea.

 

Ah, jika Kyuhyun mengingat nanti malam adalah hari ulang tahunnya membuat ia menjadi semakin frustasi. Suasana apartemen yang sepi membuat Kyuhyun rindu dengan ocehan anak dan istrinya. Seperti tadi pagi saja misalnya. Ia tak mendapat jatah morning kiss dari sang istri ataupun sang anak. Saat ia membuka matanya, yang ia temukan hanya biasan cahaya yang memenuhi kamarnya.

 

Pukul sepuluh malam lebih. Kalau ia berangkat pukul sebelas nanti, mungkin waktu untuk melewati malam ulang tahunnya akan tercapai. Tentu saja dengan konsekuensi untuk tak singgah kemanapun. Kyuhyun meneguk gelas beer terakhirnya, kemudian melangkah pergi.

 

OoOoO

Seoul, 11.45 p.m

 

Kyuhyun berlari keluar dari bandara dengan tergesa-gesa. Karena masalah konyol yang tak sengaja menimpa dirinya membuat Kyuhyun terlambat sepuluh menit dari jadwal yang telah ia pikirkan. Kalau begini jadinya, bisa-bisa ia tak akan sempat melewati malam ulang tahunnya dengan Sungmin. Kyuhyun memasuki taksi, menyuruh sang pengemudi untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi.

 

“Awas saja kalau aku sampai menemukanmu berbincang dengan Siwon, Cho Sungmin!”

 

OoOoO

 

Seorang laki-laki dengan balutan jas hitam berjalan menghampiri Sungmin yang tengah asyik berbincang dengan Siwon. Seorang anak kecil yang sedari tadi sibuk menjilati ice creamnya tampak begitu tak peduli dengan keadaan sekitar. Termasuk perbincangan sang eomma dengan Siwon.

 

“Nyonya, Tuan Kyuhyun telah tiba,” bisik laki-laki berjas itu kepada Sungmin.

 

Evil smirk Sungmin yang telah lama hilang kembali terlukis di kedua belah bibirnya. Wanita itu melirik kearah Siwon, sedikit tersenyum kecil. “Dia akan datang!” bisiknya ke Siwon, dengan suara yang tak akan dapat terdengar dengan jarak jauh tentu saja.

 

Siwon tersenyum saat gendang telinganya mendengar ungkapan Sungmin. Laki-laki berlesung pipit itu merundukkan kepalanya, kemudian mulai mengangkat tubuh kecil Sunghyun. “Bermain sebentar dengan ajusshi, ne?” tanyanya dengan nada lembut.

 

“Sunghyun suka digendong Siwon ajusshi, majji?” telapak tangan Sungmin membelai rambut lembut Sunghyun.

 

“Sunghyun kangen appa,” ucapnya seraya menggoyang-goyangkan tubuh mungilnya di gendongan Siwon.

 

“Sebentar lagi appa datang. Untuk itu, bermain saja di gendongan Siwon ajusshi!” saran Siwon terlontar, membuat senyuman di bibir plump Sunhyun merekah. Laki-laki cilik mulai mengajak Siwon berbincang, tentang apapun yang menurutnya sangat luar biasa. Yeah, maklum saja. Sunghyun adalah anak kecil berusia lima tahun yang selalu butuh teman cerita. Dan untuk saat ini, Siwonlah orang yang tepat. laki-laki dewasa itu sangat suka—atau lebih tepatnya sangat mampu beradaptasi dengan ocehan seorang anak kecil. Jadi tidak masalah, mengingat ia melakukan ini semua untuk rencana Sungmin.

 

Seorang laki-laki berambut coklat hazelnut dengan keringat yang bercucuran di dahinya tiba-tiba datang, menerobos para tamu yang kebanyakan berpakaian glamour. Dengan langkah yang terkesan tergesa-gesa laki-laki itu menolehkan kepalanya, mencari sosok seorang perempuan yang telah mengisi hatinya selama beberapa tahun.

 

“Sungmin?” lirih Kyuhyun saat pandangan matanya mendapati sosok yang ia cari tengah berdiri di depan meja. Berdiri dengan seorang laki-laki tampan yang menggendong seorang anak kecil. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga bahagia, dengan appa yang tampan, eomma yang cantik, dan juga aegi yang lucu. Kyuhyun mendesah kecewa sekaligus marah mengiringi. Suatu tindakan yang sangat tidak patut ia lihat. Kyuhyun kembali melangkah, sangat tidak peduli bila pandangan orang-orang tertuju padanya. Tak peduli bila ia terlihat aneh dengan penampilannya yang seratus persen melenceng dari dress code malam ini.

 

Sungmin tersenyum saat ia tahu Kyuhyun tengah berjalan kearahnya. Dengan gerakan lambat, Sungmin mendekat ke arah siwon. Mendekatkan telinganya di bibir Siwon. Mengumbar kemesraan palsu.

 

“Cho Sungmin!” teriak Kyuhyun dari kejauhan, membuat perempuan itu menolehkan kepalanya dengan gerakan slow motion.

 

Aih, wajah cantik yang penuh akan muslihat ‘licik’ itu terpampang, mata foxynya yang terselimuti oleh make-up natural mengedip. Wanita itu menatap sosok Kyuhyun dengan pandangan tanpa dosa. Padahal, jika dianalisir lebih lanjut pastilah ia tahu bahwa Kyuhyun tengah marah besar sekarang.

 

Sungmin tersenyum lembut, tangannya mengangkat gaun panjangnya yang berwarna hijau. Ia berjalan dengan langkah anggun ke arah Kyuhyun yang mematung, mendekati sosok sang suami. Jemari Sungmin bergerak menelusuri pipi tirus Kyuhyun, membelainya sekilas dan mulai mendekatkan bibirnya ke lubang telinga Kyuhyun. “Happy birthday, Kyunnie?”

 

Bagai dihantam petir yang luar biasa, Kyuhyun melongo. Ia begitu tak percaya dengan perkataan yang baru saja Sungmin lontarkan. Ucapan selamat ulang tahun. Ia melirik ke arah Sunghyun, anaknya yang berada dalam gendongan mantan kekasih sang istri.

 

Blam.

 

Tiba-tiba listrik ruangan tersebut mati, ada yang sengaja menarik pelatuknya, heh? Sungguh, Kyuhyun sama sekali tak dapat melihat apapun yang ada di ruangan tersebut. Suasana gelap yang sangat ia benci kini mendominasi.

 

Truk.

 

“Saengil chukhahabnida~” iringan lagu khas ulang tahun itu melantun bersamaan dengan kembali menyalanya lampu-lampu ruangan.

 

Kyuhyun semakin tak mengerti dengan yang terjadi. Kejadian beruntun yang terjadi hari ini begitu membuatnya bingung. Kedekatan Sungmin dan Sunghyun dengan Siwon, sifat istrinya yang melembut, dan juga pesta ini.

 

Appa!” panggil Sunghyun, sedetik kemudian tubuh laki-laki cilik itu menerjang tubuh kurus Kyuhyun, memberi pelukan hangat. “Saengil chukhahae!”

 

Sosok Sungmin yang berdiri di hadapannya mulai merunduk, menyamai tinggi badan mereka. “Kau tak ingin ikut dengan Siwon ajusshi setelah ini? Dia ingin memberi semangkuk besar double ice cream untukmu!”

 

“Tentu, eomma! Appa, Sunghyun pergi dulu! Saranghae!” sebuah kecupan singkat dari bibir Sunghyun mendarat di pipi Kyuhyun. Setelahnya, laki-laki mungil itu pergi menghampiri Siwon. Berlari dengan penuh semangat ke arah laki-laki yang tak memiliki suatu hubungan darah dengannya. What the hell?

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari punggung Siwon yang telah menghilang di balik pintu. Ia balik menatap sang istri yang telah berdiri dengan memasang pose anggun yang mempesona. Ia menyipitkan matanya, “sebenarnya apa yang kau rencanakan?”

 

Sungmin terkikik kecil menanggapi pertanyaan sang suami. Rupa-rupanya Kyuhyun yang memiliki otak encer belum mengerti dengan ini semua. Sungmin kembali mendekati telinga Kyuhyun, membisikkan sepatah kata. “Aku tunggu di kamar nomor 1004!” ucapnya lalu pergi.

 

Hei, Kyuhyun semakin tak mengerti dengan apa yang Sungmin rencanakan. Surprise party untuknya, huh? Tapi mengapa terlalu kejam seperti ini? Kyuhyun mulai celingak-celinguk mengamati daerah sekitar. Mencoba kembali menemukan sosok Sungmin. Mengapa wanita cantik itu dapat hilang dengan mudah? Bukankah perempuan itu memakai gaun dan higheels?

 

Masa bodoh. Lebih baik ia cepat-cepat mencari kamar dengan nomor 1004 dan memberi pelajaran pada tingkah laku istrinya yang kelewat kejam. Menyuruhnya pergi ke Korea untuk menyaksikan kemesraannya dengan Siwon? Dengan dalih mengucapkan selamat ulang tahun lagi. Kyuhyun mempercepat langkahnya, yeah, pasti beberapa langkah lagi ia akan menemukan kamar tersebut.

 

“1002, 1003, 1004,” Kyuhyun menghentikan urutan angka yang menempel di pintu berwarna coklat mengkilat. Sekarang ia telah berada di depan kamar dengan nomor 1004 dan mulai memutar knop pintu.

 

“Gelap?” gumamnya dengan suara pelan. Sedikit merasa sebal karena ia merasa kembali di permainkan. Dipermainkan dengan istri tercinta di hari ulang tahunnya, sama sekali tidak lucu. “Cho Sungmin, keluar kau!”

 

Klap.

 

“Kau sangat tidak asyik!” Sungmin yang duduk di atas ranjang mulai bangkit, lihat di tangannya yang memegang dua gelas besar berisi campagne. “Minumlah!”

 

Dahi Kyuhyun mengerut, “maksudmu?”

 

“Aku menyiapkan surprise party untuk ulang tahunmu. Kenapa respon yang kau tunjukkan begitu mengecewakan?” sungut Sungmin kemudian meneguk campagnenya. “Bahkan aku telah menyuruh Siwon untuk menjaga Sunghyun agar malam ini kita bisa berdua!”

 

Surprise party?” Kyuhyun mengulangi kata yang Sungmin ucapkan. Sedikit tidak percaya dengan apa yang terjadi. Jadi, kejadian menyebalkan yang menimpanya selama beberapa hari ini adalah sebuah jebakan untuk meluruskan aksi surprise party yang Sungmin siapkan?

 

“Kyunnie menyabalkan!” Truk. Sungmin meletakkan gelas campagnenya dengan gerakan kasar. Yeah, baru meminum segelas campagne saja wajahnya telah memerah. “Rencana yang kususun gagal!”

 

Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya, berjalan menghampiri sosok Sungmin yang tengah duduk di atas ranjang dengan memasang wajah putus asa. Melihat sang istri dengan raut wajah yang sarat akan kekecewaan membuat Kyuhyun merasa iba. Bagaimanapun surprise party ini untuknya, dari Sungmin.

 

Jagiya,” bisik Kyuhyun tepat di lubang telinga sang istri. Rupanya ia ingin menggoda, “kenapa malah kau yang marah?”

 

“Kau menyabalkan!” teriak Sungmin seraya mendorong dada Kyuhyun.

 

“Lalu, apa hadiahku?” tanya Kyuhyun, jemarinya bergerak menoel dagu Sungmin.

 

“Kyunnie mau apa?” Sungmin balik bertanya, dengan mata terpejam.

 

“Aku ingin istriku,” Kyuhyun tiba-tiba merengkuh tubuh sang istri, mencium bibir plump yang telah lama tak ia sentuh karena perseteruan tidak penting antara dirinya dan sang istri. Sedikit melumat dan mendominasi ciuman ini tak masalah, bukan? Yeah, selagi tak ada Sunghyun maka semua akan baik-baik saja mungkin.

 

Tapi, merasakan protes dari Sungmin membuat Kyuhyun sedikit tak betah. Ia melepaskan pagutannya, menatap wajah Sungmin yang memerah. “Wae?

 

“Aku tak ingin melakukannya dengamu!”

 

Kyuhyun memutar pandangan matanya bingung, “lalu? dengan Siwon?”

 

“Mungkin?” jawabnya dengan suara pelan.

 

“Aish!” Kyuhyun bangkit dari tidurnya, “kau tahu mengapa aku tak merasa terkejut dengan surprise party yang kau buat?”

 

Sungmin menggeleng.

 

“Karena aku terlalu shock melihat kedekatanmu dengan Siwon. Karena itu, saat itu aku tak sempat berpikir bahwa hari ini adalah ulang tahunku,” sudut mata Kyuhyun mulai mendidik wajah sendu Sungmin. “Ayolah, nikmati saja malam ini berdua!” Kyuhyun kembali merengkuh tubuh Sungmin, mencium tengkuk sang istri dan menjilatnya pelan.

 

“Ukh,” Sungmin menggigit bibir bawahnya, “hentti..khann..”

 

Tidak bisa, Kyuhyun yang memang memiliki dasar otak pervert terus menekan tengkuk Sungmin, lidahnya bermain dengan begitu lihai disana. Tubuh Kyuhyun sang telah panas tak bisa menahan gejolak untuk melakukan ‘itu’ dengan sang istri. Mengingat hari ini adalah malam ulang tahunnya, mungkin Sungmin akan lebih mengalah.

 

“Aahkkhu bilang.. berheentiih..,” Sungmin merengek manja.

 

Walaupun Sungmin merengek sepanjang malam, itu akan berakhir percuma. Kyuhyun tak akan melepaskan sang istri untuk malam ini. Tak peduli jika esok leher dan dada sang istri penuh akan kissmark yang ia buat, tak peduli bila bibir Sungmin akan membengkak nantinya, yang terpenting adalah, ia dapat menyentuh Sungmin. Jangan lupakan satu fakta ini, Kyuhyun berulang tahun malam ini. Karena itu, ia berhak melakukan sesuatu yang ia sukai malam ini, bukan?

 

Saengil Chukhahae, Cho Kyuhyun.

 

END

 

Music : The Great Escape by SNSD a.k.a Girls’ Generation

 

appa (아빠) : ayah

eomma (엄마) : ibu

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Mianhae (미안해) : maaf –informal

nado (나도) : aku juga

halmoni (할머니) : nenek

haraboji (하라버지) : kakek

ajusshi (아저씨) : paman

majji (맞지) : benar, bukan?

Saengil chukhahae (생일 축하해) : selamat ulang tahun -informal

Saengil chukhahabnida (생일 축하합니다) : selamat ulang tahun -formal

saranghae (사랑해) : aku mencintaimu

jagi (자기) : panggilan sayang untuk kekasih

wae (왜) : kenapa

 

48 thoughts on “I Think You Should To Go!

  1. Keren cerita nya!!:D
    Dapet banget feel ‘istri’ dr sungmin wkwk:p
    Dia emang cocok banget jadi istri kyu<3

  2. Kenapa tiba” Kyu jdii lemot sih,-.-”
    kmana tuh otak encer yg dibangga”kan ???*ditimpuk Kyu*
    jadinya kurang romantis deh!!! .

  3. Kok ming jahil banget?.o_O
    Tapiii~
    Senang deh liat cho tersiksa begitu.😀
    Kkkk~
    Hahayyy
    Yng jealous nih sama abang kuda.😀
    Cho memang selalu pervert. >_<

  4. Wkwk sempet binggung sih soal’a minnie ky nyari gr2 mlu ama kyu😀
    eh ternyta kyu dikerjain ama min! Wkwk😀
    sunghyun jg apa jgn2 dia jg akting biar bikin kyu mrh? O.o
    ahhh enceh’a mnaaaaa?*plak:D
    pshl berhrp ada NC’a😡

  5. Hai. . Ad ank bru nie. . . Lucunya, sungmin jd jail, kyaa. . . Baby sung unyu bget!! Oy kak tubuh kyuhyun tu kurus ngapain nulis dada jantan? But for the all is good! ! Chukae!

  6. saengil chukae cho kyuhyun evil kekekekk…tapi kok minnie nolak kyu ya seharusnya kyu dikasih jatah spesial tu.. hehehe…suka deh sm oneshot begini.. critanya ringan romantis bgt..

  7. saking cemburunya kyunnie oppa ,, jadi gak peka sama surprise yang di buat minnie ,, padahal udh smpurna bgt surprisenya

    ,- terlalu cinta ya oppa ^^)

  8. Annyeong..
    Aku reader baru, salam kenal ne ^^3

    Kyaaa… Ceritanya DAEBAK!!! Rencana Sungmin bener” sukses. Kyu sampai bingung sendiri. Tapi tetep aja, otak mesum nya kumat lagi. Kekeke😉

    Bolehkan kalau aku ngubek” ffmu?? Lagi tergila-gila sama KMS,, Tapi tetep, harus comment kan? Ocelah..

  9. Ini pas lihat di Library tulisannya YAOI tapi pas dibuka malah Genderswicth. Hehehehehe tapi gak apa2lah, gak peduli mau YAOI atau Genderswicth yang penting ceritanya bagus😀 :p

  10. ahhh paling suka kalo kyumin udah punya anak, lucu lucu gimana gitu hahahha
    tumben banget si kyu telmi ampun dah haha

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s