Christmas is Finally Here Skuel 2 of 2

Skuel of Christmas is Finally Here! ; Sorry, I jealous with him!

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , Zhoumi , Cho Sunghyun

 

Part : 2/2

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Summary : Di sini KyuMin udah nikah.

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Tiga bulan

 

Kyuhyun memandang intens foto pernikahannya dengan Sungmin. Saat itu kandungan Sungmin belum mencapai satu bulan. Itu dikarenakan orang tua Sungmin berinisiatif menikahkan mereka secepat mungkin setelah tahu bahwa Sungmin hamil. Hanya menikah di gereja kecil, dengan satu pendeta, dan satu wakil. Hah, karena pekerjaan, orang tua Sungmin tidak bisa hadir dalam acara sakral tersebut. Orang tua Kyuhyun? Ia sama sekali tak berminat untuk memberi tahu orang tuanya tentang pernikahan ini, yang ada kedua orang tuanya yang terkesan aneh itu akan merusak acara. Dan seorang saksi berambut merah yang melewati acara pemberkatan nikah dengan bibir manyun, Zhoumi. Yeah, nampaknya lelaki itu masih menaruh dendam kesumat pada Kyuhyun. Terbukti dari setiap tatapan yang Zhoumi lemparkan pada Kyuhyun, terkesan menakutkan.

 

Kyuhyun menghela nafas, kemudian kembali mengepel lantai kamarnya. Bingung karena Kyuhyun mengepel lantai? Itu karena Sungmin. Istrinya bilang ia tak mau Kyuhyun terus bekerja di kantor sewaktu ia hamil, takut kalau sang anak menjadi workaholic. Setelah mendengar alasan konyol Sungmin, akhirnya sang appa –yang merupakan pimpinan perusahaan– memperbolehkan Kyuhyun bekerja di rumah, walau Cuma 5 jam sehari.

 

Lalu, mengapa sekarang Kyuhyun mengepel lantai? Itu dikarenakan oleh usul Zhoumi. Yeah, saat itu juga Zhoumi mengatakan bahwa alangkah baiknya jika Kyuhyun menjadi seorang ‘bapak rumah tangga’.  Dia bilang, bila Kyuhyun menjadi seperti itu, maka calon bayi yang dikandung Sungmin akan memiliki sifat yang rajin dalam urusan rumah. Seperti mendapat vonis mati saat Sungmin menyetujui usul Zhoumi saat itu. Jadi selama tiga bulan setengah ini hidup Kyuhyun semakin memburuk.

 

“Kyunnie..,” suara manja Sungmin tiba-tiba terdengar, membuat Kyuhyun menoleh dan menghentikan aktifitas mengepelnya. Mata Sungmin terlihat berbinar-binar, lihat, tangannya membawa boneka baru. Melihat wajah bahagia istrinya kini membuat senyuman hangat terlukis di bibir tebal Kyuhyun.

 

“Halo, adik ipar!” suatu suara lain menginterupsi, membuat senyuman Kyuhyun luntur begitu saja. Suara dari seorang laki-laki yang sekarang telah berdiri tegak di belakang Sungmin, menyunggingkan sebuah senyuman yang terkesan meremehkan. “Belum selesei mengepel?” tanyanya, sukses membuat Kyuhyun memaki diri Zhoumi di dalam lubuk hatinya.

 

“Kau kira rumah ini seukuran dengan garasi mobil?” sahut Kyuhyun sarkatis.

 

Sungmin menarik-narik apron merah yang Kyuhyun gunakan, “Kyunnie marah?” mata kelinci itu menatap Kyuhyun dengan tatapan bling-bling yang mematikan. Kyuhyun menelan ludahnya kelu, begitu imut hingga membuat Kyuhyun sulit untuk mengendalikan pikiran kotornya

 

Zhoumi mengumpat Kyuhyun detik itu juga saat ia tahu lagi-lagi laki-laki mesum suami adik tercintanya itu memberi tatapan nafsu. “Minnie, kau tidak lupa kalau aku lapar, ‘kan?” Zhoumi bertanya sembari menarik lengan Sungmin, membuat pandangan kedua sejoli itu terputus.

 

“Tentu saja tidak, gege! Gege ingin makan apa?” Sungmin tersenyum.

 

“Mafu tofu!” jawabnya penuh semangat.

 

“Tunggu, jagi!” telapak tangan Kyuhyun menahan pundak Sungmin. “Biar aku yang masak untuk Zhoumi-ge!”

 

Mata Zhoumi terbelalak mendengar ucapan Kyuhyun. Oh tidak, membayangkan Kyuhyun memasak dengan memakai apron merah sembari tersenyum iblis membuat selera makan Zhoumi langsung hilang entah kemana. Mafu tofu buatan Kyuhyun? Secuil tofupun Zhoumi tak akan memakannya bila Kyuhyunlah yang memasak. Resikonya terlalu besar! Zhoumi tahu betul Kyuhyun memiliki otak brilian bagai Einstein. Namun jika urusan memasak? Kyuhyun benar-benar payah. Memang hasil masakan Kyuhyun akan terlihat enak nantinya. Namun, rasanya? Mematikan! Tahu kenapa masakan Kyuhyun sangat-sangat beracun? Jelas saja! Laki-laki itu suka sekali memasukkan bahan dan bumbu dapur dengan  ukuran yang tidak jelas.

 

Zhoumi melirik ke arah Kyuhyun yang melempar evil smirk kepadanya. Huh, tidak sopan, pikirnya sebal. “Aku tidak ingin masakanmu, bocah tengik!”

 

“Tidak ada salahnya, gege! Lagi pula aku lelah. Gege tidak kasihan melihatku dengan perut membesar tengah memasak?” bibir Sungmin mengerucut, bertambah panjang beberapa senti.

 

“Lebih baik aku makan di luar!” tukas Zhoumi, hatinya merutuki perbuatan Kyuhyun yang membuat adiknya hamil dan bersikap seenaknya seperti ini. Zhoumi mengambil langkah, memilih meninggalkan sepasang kekasih itu dengan langkah cepat daripada harus menanggapi Kyuhyun.

 

Kyuhyun yang merasa menang akhirnya terkikik kecil. Salahkan saja si koala merah yang suka bermain dengan Kyuhyun. Ia tatap Sungmin yang mulai beranjak ke atas ranjang, dengan pose tidur yang membuat Kyuhyun sedikit ingin menyentuhnya. Perlahan ia menghampiri Sungmin, merebahkan diri di samping tubuh Sungmin yang berbadan dua. Oh, wangi tubuh Sungmin yang begitu memabukkan membuat Kyuhyun benar-benar ingin merasakan ‘sesuatu’. Ia mencium pipi chubby sang istri, kemudian menelusupkan wajahnya di ceruk leher putih itu.

 

Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya saat ia merasakan sentuhan lembut di leher dan pipinya. Bibir Kyuhyun? Pantas saja tubuhnya menjadi panas seketika. Oke, Sungmin suka saat Kyuhyun menjilat dan menghisap lehernya. Begitu hangat dan nyaman. Ia kembali memejamkan matanya, menikmati bibir Kyuhyun yang menari-nari di atas lehernya. Namun tiba-tiba..

 

“Akh!”

 

Bruk! Pekikan lembut Sungmin terdengar bersamaan dengan suara debuman yang cukup keras. Suara debuman yang kemudian diikuti oleh rintihan yang memilukan.

 

“KENAPA MENGGIGITKU? SAKIT TAHU!” bentak Sungmin kalap saat Kyuhyun menggigit lehernya. Mungkin laki-laki itu berniat memberi sebuah kissmark di sana. Namun yang terjadi adalah aksi kekerasan yang ia terima dari sang istri tercinta.

 

Kyuhyun merintih kesakitan, tangannya meremas pinggangnya yang terasa remuk. Mungkin hatinya juga akan remuk sebentar lagi setelah mendengar bentakan Sungmin. Hei, perempuan itu telah membuat Kyuhyun kesakitan dan sekarang berani membentak? Enak saja.

 

“TERUSKAN SAJA AKTIFITAS MENGEPELMU! JANGAN BERMALAS-MALASAN!” Sungmin kembali membentak, kemudian mulai beranjak.

 

Bentakan Sungmin yang tidak pantas membuat Kyuhyun sedikit tersinggung. Ia tatap istrinya dengan tatapan iblis yang menakutkan. Sebelum Sungmin benar-benar telah beranjak pergi –keluar dari kamar mereka– Kyuhyun meraih lengan mungil Sungmin, meremasnya dengan sekuat tenaga.

 

“KENAPA MEMBENTAKKU? AKU SUAMIMU, CHO SUNGMIN!”

 

Ekspresi marah Sungmin tiba-tiba menghilang, kini tergantikan oleh wajah memelas yang akan menangis. Yeah, perempuan itu merasa ‘terancam’ saat Kyuhyun membentaknya. Air matanya telah terbentuk, bibirnyapun telah bergetar. Nampak perempuan itu benar-benar siap untuk menangis.

 

Mata Kyuhyun memicing saat melihat ekspresi Sungmin. Oh God, Kyuhyun melupakan fakta bahwa kini Sungmin tengah hamil. Hamil membuat emosi Sungmin mudah sekali terpancing, karena itu ia mudah sekali untuk marah. Dan seharusnya Kyuhyun tak menggubris bentakan-bentakan itu. Kalau seperti ini jadinya, pasti masalahnya akan bertambah. Melihat air mata Sungmin yang telah menetes, membuat Kyuhyun menjadi semakin salah tingkah.

 

Jj-jagi, mianhae! Uljima!” ucap Kyuhyun terbata-bata. Tangannya mencoba mengusap air mata Sungmin dengan apron yang ia gunakan.

 

“Kk—Kyunnie jahat! Minnie benci!” teriak Sungmin kemudian berlari meninggalkan Kyuhyun yang sweatdrop.

 

“Ada-ada saja,” gumamnya pelan sembari menggeleng-gelengkan kepala. Ngambek seperti itu sama sekali tak berguna. Biarkan saja, mungkin beberapa menit lagi Sungmin akan lupa tentang kejadian ini. Jikalau tidak, setelah mengepel Kyuhyun akan pergi ke swalayan dekat rumah untuk membeli ice cream sebagai bahan pembujuk Sungmin.

 

OoOoO

 

Kyuhyun menggenggam satu kantong belanjaan. Berisi satu ice cream dalam box jumbo dan beberapa kantong keripik, untuk cemilan saat bekerja. Membayangkan Sungmin yang kembali memeluk tubuhnya setelah ia menyerahkan ice cream ini membuat Kyuhyun tertawa kecil. Langkah kakinya ia percepat, benar-benar tidak sabar bertemu dengan sang istri dan babynya.

 

“Aku pulang!” teriak Kyuhyun setelah ia memasuki rumah. Rumah masih sepi, jadi Zhoumi belum pulang kerja? Ia melangkahkan kakinya menuju dapur –untuk meletakkan barang belanjaannya yang baru ia beli di kulkas– kemudian ke kamar Zhoumi. Mengapa ke kamar Zhoumi? Karena saat Sungmin ngambek, wanita bergigi kelinci itu akan pergi ke kamar Zhoumi dan membuatnya berantakan. Tapi ujung-ujungnya nanti, Kyuhyunlah yang membereskan semuanya. Oh, poor Kyuhyun.

 

Kyuhyun membuka pintu berwarna coklat dengan tempelan animasi Koala secara perlahan, mencoba mengintip ke dalam. Benar, istrinya sekarang tengah tertidur lelap di tengah hamparan sprei merah yang berantakan. Kyuhyun berdecak sebal, jadi ia benar-benar harus membereskan kekacauan ini. Namun, masalah yang harus ia seleseikan terlebih dahulu adalah membangunkan princessnya yang tengah tertidur dalam belaian dewi mimpi.

 

Jagiya..,” Kyuhyun berbisik tepat di telinga Sungmin, membuat perempuan itu menggeliat. “Jagiya, bangun..,” kali ini bibir Kyuhyun mengecup kelopak mata Sungmin.

 

“Eeenghh..,” tubuh Sungmin menggeliat tak nyaman, meregangkan otot-otot tubuhnya. Mata kelinci itu mengerjap-ngerjap lucu, bibirnya mengercut, sangat imut. “Kyunnie, ada apa?”

 

Kyuhyun tersenyum sembari menggeleng. Benar dugaannya, bukan? Sungmin telah melupakan kejadian tadi setelah ia tidur. Jadi ice cream yang ia beli akan menjadi cadangan jika saja Sungmin akan kembali merajuk.

 

OoOoO

5 bulan

 

Kyuhyun tengah konsentrasi mengetik sebuah laporan kantor di laptop yang ada di pangkuannya. Sedari tadi matanya terlihat lelah dan mengantuk, tak jarang ia terlihat beberapa kali menguap. Sang istri, yang terlihat damai dalam tidurnya sesekali menggeliat. Tak jarang lenguhan sexy milik istrinya terlontar. Oh, jika saja laporan ini tak harus selesai esok hari, maka ia lebih memilih untuk berbaring di atas dada istrinya.

 

Suara kikikan kecil khas Kyuhyun terdengar, memecah keheningan malam yang sunyi. Lebih baik ia cepat-cepat menyeselaikan laporannya dan pergi tidur memeluk Kyuhyun dan babynya.

 

Ctak ctak ctak. Suara keyboard laptop terdengar halus, walau tetap saja mengoyak gendang telinga mengingat suasana kamar yang sepi. Hei, itu membuat Sungmin menggeliat dan akhirnya membuka matanya.

 

“Kyunnie..,” rengeknya manja sembari memeluk kaki Kyuhyun. Hah, di saat hangover seperti ini pasti Sungmin akan bersikap manja dan sangat menggemaskan.

 

Ne, jagi?” Kyuhyun membelai pucuk kepala Sungmin, melemparkan sebuah senyuman iblis berkadar 5 persen.

 

Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya, sedikit mengerucutkan bibirnya setiap satu detik sekali. Matanya yang murni akan kepolosan terlihat begitu memohon, merengek. Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung, apa istrinya yang paling manis di dunia ini bermimpi buruk?

 

“Ada apa, jagi?” tanya Kyuhyun, mencoba kembali bertanya.

 

Sekali lagi bibir Sungmin mengerucut, “aku ingin Ramyun..”

 

Kyuhyun mendengus mendengar permintaan Sungmin. Ia pikir ada sesuatu yang penting yang telah menganggu pikirannya. Ternyata hanya Ramyun.  “Lalu?”

 

“Buatkan, Kyunnie!” tangan mungil Sungmin mulai menggoyang kaki Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Mata Sungmin tampak semakin berbinar tatkala pandangannya bertemu dengan semangkuk Ramyun panas di depannya. Ramyun buatan sang suami terkasih. Sungmin meraih sumpitnya, dengan satu gerakan cepat Sungmin mulai mengaduk mie tersebut.

 

“Eh?” dahi Sungmin berkerut ketika ia menarik mie ramyunnya ke atas, “kenapa mienya lembek?”

 

“Hehehe.. Aku terlalu lama memasaknya,” Kyuhyun tertawa pelan, berharap Sungmin akan maklum dengan kempuan memasaknya yang memang di bawah rata-rata.

 

Prak! Tidak, perempuan itu tak menganggap urusan ini adalah kesalahan kecil. Terbukti dengan sumpit yang ia lempar ke lantai sekuat tenaga, membuat Kyuhyun tergelonjak kaget. Lihat, wajah imut Sungmin yang menggemaskan telah lenyap dan tergantikan oleh wajah penuh amarah yang menakutkan.

 

“KAU MENYURUHKU UNTUK MEMAKAN MIE LEMBEK INI, YANG BENAR SAJA!” teriaknya.

 

Kyuhyun sweatdrop, lagi-lagi ia harus menerima bentakan istrinya. Namun, bukankah ini waktu yang sangat tidak tepat untuk bertengkar? Sekarang ini tengah malam, bagaimana jika ada seseorang mendengar pertengkaran mereka.

 

“Jangan berteriak!” sahut Kyuhyun, masih dengan suara datar. “Kalau tidak mau makan, letakkan saja di situ!”

 

“Hah, kau mau membiarkan babymu kelaparan?”

 

“Jadi kau ingin aku membuatnya lagi?” nada suara Kyuhyun terdengar lebih tinggi, satu oktaf mungkin.

 

“Kenapa kau menaikkan nada suaramu? Kau keberatan memasak untuk baby kita?”

 

“Aku tidak keberatan!” jawab Kyuhyun, dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.

 

“Baiklah kalau kau tak mau memasak untuk kami!” ucap Sungmin kemudian berlalu meninggalkan dapur dan sosok Kyuhyun.

 

“Hah, dia bahkan seperti monster!” umpat Kyuhyun,  telapak tangannya menggaruk rambutnya dengan gerakan kasar. “Bahkan aku rela menunda pekerjaanku demi dia. Dan itu respon yang aku terima? Yang benar saja!” dengusnya sembari menghampiri lemari pendingin dan mengambil satu botol air mineral. Meneguknya dengan waktu singkat, tak peduli bila air mineral tersebut tumpah mengaliri kulit lehernya dan jatuh di atas lantai yang dingin.

 

“Istriku bukan, sih?” Kyuhyun melangkah menuju kamar.

 

Cklek! Kyuhyun memutar knop pintu, merasa heran saat pintu tersebut tak kunjung terbuka.  Dengan gerakan kasar Kyuhyun kembali memutar knop pintu tersebut. Hingga akhirnya mendobrak pintu pink itu setelah sadar bahwa seseorang menguncinya dari dalam. Hah, siapa lagi kalau bukan, Sungmin, istrinya.

 

“Sungmin!” teriaknya, tangannya tak berhenti mendobrak pintu dengan gerakan kasar.  Demi Tuhan, ingin sekali Kyuhyun mengebom pintu laknat tersebut sekarang juga. Merasa tak mendapat perhatian Sungmin, Kyuhyun kembali berteriak, “Cho Sungmin!”

 

“Namaku Lee Sungmin!” sahut wanita itu dari dalam, membuat Kyuhyun benar-benar berdecak sebal. Ia tak menyangka sifat Sungmin akan seperti anak berumur 10 tahun bila ia tengah hamil. Begitu memuakkan dan menyebalkan.

 

Laporanku. Tiba-tiba kata tersebut terlintas di otak Kyuhyun. Hah, karena mengikuti permainan bodoh Sungmin iajadi melupakan hal penting tersebut. “Terserah saja dengan apa yang kau lakukan! Berikan laptopku!”

 

Hening. Sungmin tak menjawab sama sekali. Kyuhyun merapatkan telinganya, apa istrinya telah terlelap? Bisa gawat jika itu terjadi.

 

“Cho Sungmin, berikan laptopku!” Kyuhyun kembali berteriak lebih keras, berharap teriakannya akan membangunkan Sungmin.

 

Krieet. Pintu itu terbuka dengan gerakan lamban, membuat wajah Sungmin yang penuh akan air mata tampak. Hei, perempuan itu baru saja menangis. Lihat, pipinya basah.

 

“Kk—kenapa?” tanya Kyuhyun tergagap. Ia begitu heran dengan ekspresi Sungmin saat ini. Bukankah beberapa detik yang lalu wajahnya memerah karena marah? Lalu mengapa sekarang wajahnya memerah karena menangis?

 

“Kyunnie babo!” teriaknya sembari memukul dada Kyuhyun. “Kenapa membentak? Aku tidak tuli!”

 

Perlahan Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin, membawa perempuan itu ke dalam pelukannya.  Ia belai rambut Sungmin dengan penuh kasih, berusaha membuat wanita itu merasa tenang.

 

Mianhae,” bisik Kyuhyun pelan.

 

“Kau tidak kasihan padaku? Gara-gara perbuatanmu aku harus membawa baby ini kemanapun aku pergi. Dan kau membentakku? Hiks..”

 

Sebenarnya siapa yang berhak marah di sini? Gumam Kyuhyun heran. Jika saja Sungmin tak hamil sekarang, ia pasti akan ‘menyerang’ Sungmin.  Karena itu ia hanya bisa berdesis pelan.

 

Mianhae,” ucap Kyuhyun sekali lagi. “Kau tahu aku bodoh karena aku bisa membentakmu tadi.”

 

“Benar, kau bodoh!”

 

JDER! Sungmin membenarkan leluconnya tanpa ada rasa ragu sedikitpun. Oh Sungmin, jika saja kau tahu betapa sakit perasaan Kyuhyun sekarang ini.

 

“Tidurlah, jagi. Kau pasti lelah!” Kyuhyun memberi saran dan Sungmin menurut.

 

Kyuhyun khawatir pada keadaan Sungmin sehingga ia menyuruh Sungmin untuk tidur? Benar, itulah salah satu alasan yang membuat Kyuhyun memberikan saran tersebut. Namun, alasan utama yang membuat Kyuhyun melontarkan saran tersebut adalah laporannya yang tak kunjung selesai. Jika esok ia tak bisa menyerahkan laporan keuangan tersebut, maka bisa jadi ia harus rela menerima tugas yang lebih berat. Menambah-nambahi pekerjaan saja, pikirnya.

 

Mata Kyuhyun menatap intens sosok Sungmin yang telah tertidur di ranjang mereka. Lihat, perutnya membesar. Perut besar Sungmin berisi anak mereka, hasil dari ‘hubungan’ mereka malam itu. Kyuhyun mendekati tubuh Sungmin, mengecup dahi sungmin sekilas kemudian beralih mencium perutnya, mencium baby mereka.

 

Baby, semoga saja kau menjadi anak yang baik,” bisik Kyuhyun. “Jangan meniru kelakuan eommamu yang egois seperti tadi!”

 

Kyuhyun melanjutkan, “tiru appa yang selalu menjadi orang jenius dan sabar!”

 

OoOoO

 9 bulan

 

Sungmin terlihat tidur terlentang di atas ranjang dengan perut besarnya.  Disampingnya terbaringlah seorang laki-laki tampan dengan seringai menyeramkan, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun, suaminya. Lihat, kedua tangan mereka saling terpaut. Mesra nian. Usia kelahiran Sungmin telah mencapai 9 bulan. Mungkin beberapa hari lagi ia akan melahirkan.

 

Kyuhyun tersenyum setiap kali ia memikirkan anak mereka yang akan keluar dari tubuh Sungmin. Dengan begitu sifat Sungmin akan kembali seperti dulu, begitu baik dan pengertian. Dan satu hal yang paling penting, Kyuhyun tak ingin Sungmin hamil lagi. Tapi, bukan berarti Kyuhyun tak ingin berhubungan seks dengan Sungmin. Hei, siapa yang mau melewatkan saat seperti ‘itu’ dengan Sungmin yang molek dan sexy? Jadi ia akan memakai ‘pengaman’ jika ia berhubungan seks dengan Sungmin. Yeah, tahu alasannya, bukan?

 

Kyuhyun begitu tersiksa selama 9 bulan terakhir ini. Seperti seorang pekerja rodi. Pukul 7 hingga 12 pagi dia bekerja, setelah itu ia membereskan rumah alias menyamar menjadi seorang ‘bapak’ rumah tangga. Huh, bayangkan saja betapa remuknya tubuh Kyuhyun. Belum lagi menghadapi Sungmin yang tumpramental. Hampir setiap saat perempuan itu marah jika Kyuhyun berbuat kesalahan sekecil apapun.

 

Zhoumi? Ada saja orang yang bertanya tentang orang berambut merah itu. Orang itu telah lama pergi ke Korea bersama kedua orang tua Sungmin. Mengurus perusahaan, katanya. Hah, dengan begitu penderitaan Kyuhyun menjadi sedikit berkurang, bukan? Namun, jika dipikirkan kembali, hal itu sama sekali tak berguna jika selama itu Sungminlah yang berubah menjadi sosok Zhoumi. Yeah, selama itu Sungmin menjadi tumpramental sekali, bukan? Persis seperti Zhoumi, gegenya.

 

“Kyunnie,” panggil Sungmin dengan suara lemah.

 

Hah, jangan kira suara lemah Sungmin benar-benar menunjukkan bahwa ia tengah lemah sekarang. Kyuhyun saja mendapat suatu sinyal buruk saat gendang telinganya mendengar suara Sungmin. Dengan berat hati Kyuhyun menoleh, menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya dan melempar senyum.

 

“Kyunnie,” rengeknya lagi. “Aku ingin menonton konser Super Junior dan Girls’ Generation,” katanya.

 

Betul, bukan? Bahkan di usia kehamilannya yang telah berumur sembilan bulan Sungmin meminta permintaan aneh seperti itu. Menonton konser Super Junior dan Girls’ Generation? Bayangkan saja berapa banyak ELF dan SONE yang berdiri di depan panggung saat mereka tampil. Pasti berjumlah ribuan, apalagi jika konser besar seperti Mama Award tempo hari.

 

“Kk—kenapa tiba-tiba berpikir seperti itu?” tanya Kyuhyun.

 

“Jika baby kita seorang yeoja aku ingin mereka secantik dan seanggun Girls’ Generation,” Sungmin memberi jeda, “dan jika baby kita seorang namja aku ingin mereka setampan Super Junior,” Sungmin memberi alasan yang bisa dibilang konyol menurut Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan tatapannya, memilih menatap langit-langit kamar mereka. “Ayolah, Kyunnie!”

 

Kyuhyun menghela nafas, “sepertinya tidak bisa, jagi!”

 

Wajah penuh harapan dan ceria Sungmin hilang, berganti dengan tatapan kecewa penuh aegyo. “Ww—wae?”

 

“Aku tak mau kau ikut berlonjak-lonjak di tengah kerumunan fans mereka di usia kehamilanmu sekarang.”

 

“Aku akan baik-baik saja!” Sungmin mencoba meyakinkan.

 

“Sekali tidak, ya tidak! Mengerti!” Kyuhyun berucap dengan nada tinggi, membuat Sungmin tiba-tiba terkejut.

 

Lihat. Perempuan itu akan menangis. lihat saja matanya yang telah berembun dan bibirnya yang bergetar. “Kyunnie babo!”

 

Tidak peduli. Sunggutnya dalam hati. Kyuhyun juga merasa sebal saat ini.

 

“Uhk!” perlahan tangan Sungmin menyentuh permukaan perutnya, wajahnya berkerut.  “Kyunnieh?”

 

Kyuhyun yang mendengar rengekan Sungmin menoleh, “kk—kenapa, jagi?” tanyanya takut-takut ketika pandangan matanya dikejutkan oleh wajah Sungmin yang terlihat tengah menahan sakit yang luar biasa.

 

“Ss—sakit.. Pp—per—rutkku!” ucapnya terbata.

 

“Pp—perut? Ll-lebih baik kita pergi ke rumah sakit!” Kyuhyun berujar sembari mengangkat tubuh Sungmin yang bisa ia bilang sangat berat. Dengan langkah tertatih-tatih Kyuhyun menghampiri garasi mobil yang terletak di pojok lantai satu. Susah? Memang!

 

Erangan kesakitan Sungmin kian mendominasi suara di dalam mobil. Membuat Kyuhyun terus menambah kecepatan laju mobilnya. Hah, dia benar-benar tak ingin mendengar suara erangan kesakitan Sungmin terus menerus. Itu membuatnya sedikit demi sedikit menjadi gila saat ini juga. Entah mengapa Kyuhyun merasa jarak rumah sakit menjadi sangat jauh sekarang ini.

 

OoOoO

 

Tiga jam Kyuhyun terlihat mondar-mandir di depan pintu operasi. Mereka bilang Sungmin harus melakukan operasi karena alasan tertentu. Entahlah, Kyuhyun tak peduli. Yang ia pedulikan saat ini adalah keselamatan Sungmin dan babynya.

 

Cklek. Seorang dokter berperawakan muda keluar dari dalam ruangan operasi dengan wajah penuh keringat. Hal itu membuat Kyuhyun semakin khawatir.

 

“Tuan Cho?” dokter itu bertanya saat Kyuhyun berdiri di hadapannya sembari memasang wajah tegang.

 

Kyuhyun mengangguk, saat ini ia benar-benar merasa tak sanggup berkata apa-apa.

 

Wajah sang dokter berubah cerah saat Kyuhyun mengangguk. “Selamat, bayi laki-laki anda lahir dengan sehat!”

 

OoOoO

 

1 tahun

 

Cho Sung Hyun.

 

Seorang laki-laki cilik yang tengah berada dalam gendongan Sungmin bernama Cho Sung Hyung. Laki-laki tampan, ‘pendiam’, dan menggemaskan tentu saja. Hei, Sunghyung masih berumur 1 tahun. Jadi wajar saja ia terlihat menggemaskan. Perempuan itu sedari tadi terus memutar-mutarkan badannya, berharap agar sang baby akan tertidur dalam belaiannya.

 

Jagiya?  Sunghyun belum tidur?” Kyuhyun tiba-tiba muncul, sempat mengagetkan Sungmin.

 

“Belum, Kyunnie,” balas Sungmin singkat. Lebih memilih mengabaikan Kyuhyun daripada Sunghyun.

 

Wajah Kyuhyun berubah cemberut, “jadi malam inipun kita akan ‘menundanya’ lagi, yah?”

 

“Mungkin. Sunghyun benar-benar sulit untuk pergi tidur, Kyunnie!”

 

Kyuhyun berjingit sebal. Hah, semenjak kehadiran Sunghyun di kehidupan mereka, Kyuhyun sama sekali tak memiliki kesempatan untuk dapat ‘menyentuh’ sang istri. Jadi terpaksa setiap mereka akan melakukan hal ‘itu’ Kyuhyun harus rela menundanya, ah tidak, lebih tepat mengurungkannya.

 

Ia merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang, memilih untuk mengistirahatkan matanya yang lelah akibat terlalu sering menatap layar laptop. Jemari tangannya sibuk memijit pelipis kepalanya yang terasa berdenyut, sakit. Ah, ia merasa sangat tidak baik. Setelah ia terbebas dari si tumpramental Sungmin ketika hamil, sekarang ia harus berhadapan dengan Sungmin yang terlalu overprotective pada Sunghyun. Yah, walau Sunghyun adalah anak mereka, namun, bisakah Sungmin menganggapnya juga? Bukan Sunghyun saja yang ingin bermanja-manjaan dengan Sungmin, tapi Kyuhyun juga mau!

 

Appa, Sunghyun tidak mau tidur!” tiba-tiba Sungmin muncul, lihat di gendongannya. Sunghyun tengah menatapnya dengan mata kelinci yang mengerjap-ngerjap.  “Bermain dengan appa saja, ne? Eomma mau memasak!” ucap Sungmin sembari membaringkan Sunghyun di samping tubuh Kyuhyun. Bibir plump Sungmin mencium pipi dan bibir Sunghyun sekilas kemudian pergi dengan melambaikan tangan.

 

Kyuhyun menatap Sunghyun dengan tatapan cemburu, “eomma menciummu, tapi eomma tidak mencium appa!” sungut Kyuhyun sebal.

 

Sunghyun tertawa cekikikan seolah-olah ia berniat menertawakan sifat sang appa.

 

“Jangan tertawa, Cho Sunghyun!”

 

Sunghyun semakin tertawa, yang benar saja. Kyuhyun marah dengan anak berusia 1 tahun. Lucu sekali.

 

Tiba-tiba Kyuhyun menjentikkan jarinya, seperti saat ia telah menemukan ide cemerlang semasa sekolah dulu. Ia menatap Sunghyun dengan tatapan horror, evil smirk itu terlukis.

 

“Dengar Sunghyun nae jagi, kau harus cepat-cepat tidur untuk memberikan kesempatan pada appamu untuk melakukan ‘this and that’ dengan eomma!” ucapnya, sebuah saran terlaknat yang ia berikan pada sang anak yang innocent. “Kau tahu, appa juga ingin bermanja-manjaan dengan eomma!”

 

“Khikhikhi..,” Sunghyun terkikik lagi, kali ini tangan mungilnya bergerak menutupi wajah.

 

Wajah Kyuhyun semakin cemberut, kecewa dengan sikap anaknya dan juga merutuki aksi bodohnya. “Kenapa kau bodoh sekali, Sunghyun-ah!” ucap Kyuhyun sarkatis.

 

Appa, apa yang kau katakan pada uri Sunghyun?” suatu suara menginterupsi, membuat tubuh Kyuhyun menegang. “Katakan sekali lagi?”

 

Kyuhyun menoleh, membalikkan badannya dengan senyum kaku menghiasi. “Aa—aku mengatakan kalau Sunghyun sangat jenius sepertiku!”

 

Sungmin tersenyum, memberi kesan menyeramkan. “Tidak ada jatah malam untukmu!” vonisnya.

 

OoOoO

 

5 tahun.

 

Laki-laki kecil itu tengah asyik bermain dengan laptop hitam yang ada di atas meja kerja sang appa. Sang appa?  Dia tengah pergi mengantar eommanya ke salon. Jadi, waktu seperti ini sangat sulit untuk dilewatkan begitu saja.

 

Klik klik klik. Sunghyun membuka folder-folder di sana. Menemukan deretan folder dengan nama aneh. Sunghyun tertarik, iapun mengarahkan kursor dan mengklik folder dengan nama ‘Don’t Open!’.

 

Deretan data microsoft dan e-book. Hampir sama dengan deretan folder file kerja appanya di library. Namun kali ini bukan dengan judul selayaknya, lihat saja! Doggy style, 69 , blowjob, dan yang lainnya.

 

Klik.

 

Mata Sunghyun membulat setelah ia membuka satu folder dengan judul Doggy Style. Bagaimana ia tidak terkejut jika pandangan matanya disambut dengan gambar tidak senonoh.

 

Sepasang kekasih saling menindih tanpa sehelai benangpun.

 

Oh tidak, Sunghyun telah berkeringat dingin. Apalagi setelah ia membaca step yang berada tepat di bawah gambar tersebut. Sunghyun menelan ludahnya kelu, tak menyangka sang appa akan menyimpan hal-hal seperti ini. Dengan gerakan cepat Sunghyun meng-close microsoft sekaligus folder laknat tersebut.

 

“Sunghyun tidak melihat apapun! Sunghyun tidak melihat apapun!” racaunya.

 

Pluk, sebuah tangan menyentuh pundak Sunghyun, membuat laki-laki cilik itu berteriak.

 

“Sunghyun lihat microsoft Doggy Style!” teriaknya, sukses membuat orang yang menyentuh pundaknya sweatdrop mendengar perkataannya.

 

Sungmin, perempuan itu nampak begitu tak percaya dengan apa yang baru terlontar dari mulut sang anak. Doggy style? Dan tentu Sungmin tahu dari mana Sunghyun dapat mengatakan hal itu. Tentu saja dari laptop milik suaminya yang tergeletak begitu saja di atas meja. Lihat, laki-laki kecil itu menggigil, ia benar-benar takut sang appa atau eomma akan memarahinya.

 

Bocah berumur 5 tahun itu semakin mundur beberapa langkah ketika sang eomma menatapnya. Ia takut, sangat takut. “Maafkan Sunghyun!” laki-laki kecil itu berlari, meninggalkan ruangan kerja Kyuhyun.

 

“Ada apa, jagi? Kenapa Sunghyun berlari seperti itu?” Kyuhyun muncul dengan raut wajah heran.

 

“Apa saja yang kau simpan di laptopmu?” selidik Sungmin, memberi penekanan di setiap kata. Wanita itu memicingkan matanya, seakan-akan ia tengah mengintimidasi seorang teroris jaringan internasional.

 

“Laptop?” Kyuhyun nampak berpikir, “tentu saja data pekerjaanku!”

 

“Benarkah? Kau tahu, aku rasa Sunghyun menemukan ‘data pentingmu’ di laptop!” Sungmin memberikan deathglare kemudian melangkah menyusul Sunghyun.

 

Kyuhyun sweatdrop.  ‘Data penting’?

 

“Astaga!” teriak Kyuhyun pada akhirnya, ia baru tahu apa yang dimaksud istrinya beberapa detik yang lalu. “Pasti Sunghyun membuka data itu! Aish!”

 

Malamnya.

 

Kyuhyun terdiam diatas ranjang, kedua tanganya terlipat sebagai sandaran kepala. Semenjak siang tadi Sungmin tutup mulut terhadapnya. Jelas sekali bahwa Sungmin marah. Kyuhyun berdecak, mengumpat tak akan menghasilkan apapun. Hei, bisa saja Sungmin akan tidur di kamar Sunghyun.

 

Sunghyun, Cho Sunghyun.

 

Semenjak junior mereka lahir tanggal 3 Januari lima tahun yang lalu, kehidupan seorang Cho Kyuhyun berubah. Entah mengapa ia merasa bahwa Sungmin lebih peduli terhadap Sunghyun. Wanita itu lebih memanjakan Sunghyun. Sebagai contoh, lihat saja kejadian yang terjadi siang tadi. Kejadian yang melibatkan Sunghyun dan laptopnya.

 

Bukankah tak akan menjadi masalah jika Kyuhyun menyimpan beberapa folder porn di laptopnya? Toh ia telah berusia lebih dari 17 tahun. Lagipula ia telah beristri, bukan? Jelas-jelas Sunghyunlah yang bersalah dalam urusan ini. Dengan seenaknya Sunghyun mengotak-atik laptop Kyuhyun tanpa ijin.

 

“Akh! Kenapa anak itu nakal sekali!” Kyuhyun menggerutu.

 

“Dia sama sekali tidak nakal, Kyunnie!” sahut Sungmin tiba-tiba. Lihat, wanita itu muncul dengan wajah garang.

 

Kyuhyun menghela nafas, “kau saja yang terlalu memanjakannya!”

 

“Kalau kau tak menyimpan data-data seperti itu di laptopmu, maka Sunghyun juga tak akan seperti itu!”

 

Alis Kyuhyun mengkerut, “hei, kenapa membentakku? Seharusnya siapa yang patut disalahkan dalam hal ini?”

 

“Kau!”

 

“Seharusnya kau berpikir terlebih dahulu sebelum berkata, Cho Sungmin!” bentak Kyuhyun, “kau bahkan tahu aku telah cukup umur untuk menyimpan itu semua di laptopku!”

 

“Pakai otakmu, Cho Kyuhyun!”

 

“Jaga bicaramu, Cho Sungmin! Kau berbicara dengan suamimu!”

 

“Salahkan saja pada kemampuan otakmu yang mulai menurun!”

 

“Cho Sungmin!” Kyuhyun menarik lengan mungil Sungmin, “bahkan sekarang aku berpikir, hidupku semakin kelam semenjak Sunghyun lahir di dunia!”

 

Tuk. Suara benda jatuh di ujung kamar, kedua orang yang tengah asyik berdebat dan saling membentak itu menoleh ke sumber suara. Lihat, air susu menggelinding dari dalam botol susu yang terjatuh. Dan sosok laki-laki kecil dengan mata berair tengah berdiri di sana, terlihat begitu terkejut dengan apa yang terjadi.

 

Aap—appa mianh.. hhaehh.. (baca; appa, mianhae). Ss—sunghhyunnh jjanji tt—tidak aa—akan mm—mengangguh aa—appa..,” isaknya kemudian berlari.

 

“Lihat, apa yang telah kau hasilkan dengan ‘perkataan manismu’, Cho Kyuhyun!”

 

OoOoO

 

Lagi-lagi Kyuhyun lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di ranjang daripada harus susah-susah menenangkan Sunghyun. Ia benar-benar marah dengan sifat Sungmin yang terlalu memanjakan Sunghyun. Bahkan Sungmin lebih membela Sunghyun saat Sunghyun melakukan kesalahan. Bukankah itu perbuatan yang salah? Kyuhyun memiringkan kepalanya, memunggungi sisi ranjang mereka yang kosong.

 

Cklek.

 

Sungmin masuk, matanya mendapati tubuh suami yang berumur 2 lebih muda darinya tengah berbaring. Ia duduk di tepi ranjang, sedetik kemudian ia merebahkan diri.

 

Helaan nafas berat Sungmin terdengar, “Sunghyun terus menangis jadi aku sulit untuk menidurkannya,” Sungmin mengawali pembicaraan, berharap sang suami akan merespon dengan memberi beberapa pertanyaan. “Aku takut dia akan sakit,” Sungmin masih menunggu respon yang ia inginkan. Ia tahu bahwa Kyuhyun belum tidur saat ini.

 

Namun tidak. Kyuhyun tak merespon perkataannya sama sekali. Oh Kyuhyun, tahukah dirimu betapa sakit perasaan Sungmin sekarang?

 

“aku merasa kalau kau sulit untuk menerima Sunghyun,” ucap Sungmin dengan suara pelan. “Aku juga tahu kau itu masih muda dan menginginkan kebebasan seperti teman-temanmu.”

 

Aku bisa saja menerimanya jika saja kau tidak terlalu memanjakannya. Jawab Kyuhyun dalam hati.

 

“Kyunnie, ceraikan saja aku kalau kau menginginkan kebebasan,” Sungmin memberi jeda. “Aku akan menjaga Sunghyun untukmu,” nada bicara Sungmin mulai berantakan. Nampaknya wanita itu siap untuk menangis.

 

“Tapi, bisakah kau meminta maaf pada Sunghyun terlebih dahulu? Bawalah dia ke Game Center sebagai permintaan maafmu. Setelah itu kau boleh menceraikanku.”

 

OoOoO

Esok hari mereka benar-benar pergi ke Game Center. Walau Kyuhyun tak mengucapkan kata maaf kepada Sunghyun, namun Sunghyun telah kembali menjadi Sunghyun yang ceria setelah Kyuhyun melempar sebuah senyuman. Sunghyun berpikir bahwa sang appa  telah melupakan segalanya. Lihat, laki-laki cilik itu tampak begitu senang bermain dengan game elektronik yang ada. Sampai-sampai ia melupakan kedua orang tua yang mengantarnya.

 

“Main saja, Kyu. Aku tahu kau sangat ingin bermain. Ini tempat faforitmu, bukan? Aku akan menunggu kalian di pintu masuk,” ucap Sungmin kemudian berlalu.

 

Benarkah pernikahan mereka akan segera berakhir? Melihat sosok Sungmin yang perlahan menjauhinya membuat dada Kyuhyun berdenyut sakit. Memikirkan Sungmin yang terus mendiamkannya seperti tadi pagi saja membuat Kyuhyun benar-benar kalut. Tidakkah itu menyakitkan? Apalagi mengingat perjuangan cinta mereka semasa SMA dulu. Dan sekarang perjuangan tersebut akan berujung pada perceraian karena masalah sepele?

 

Appa..,” suara imut yang familiar di telinga Kyuhyun terdengar. Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mendapati Sunghyun yang tengah menarik-narik celana panjangnya.

 

Ne, jagi?” Kyuhyun berjongkok, mencoba mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan sang anak.

 

“Aku masih ingin main banyak!” sahutnya lucu, lihat saja gestur tubuhnya. “Appa dan eomma jangan marah kalau Sunghyun lama!”

 

Kyuhyun tersenyum, ia baru tahu bahwa anaknya benar-benar masih sangat polos. Jadi sangat wajar bila kemarin malam Sunghyun menangis seperti itu. Hah, seharusnya Kyuhyun mempassword laptop kerjanya jika ia tak ingin Sunghyun otak-atik. Apalagi Sunghyun sangat senang bermain game yang ada di laptopnya. Jadi, Kyuhyunlah yang salah? Benar, Kyuhyunlah yang salah.

 

Kyuhyun mengusap kepala Sungyun, “appa dan eomma berjanji tidak akan marah!”

 

Senyum semakin mengembang di bibir Sunghyun, membuat pipi itu semakin terlihat chubby. “Terimakasih, appa!” Sunghyun memeluk tubuh Kyuhyun sekilas sebelum ia pergi.

 

Jadi sekarang ini Kyuhyun harus pergi menghampiri Sungmin. Meminta maaf dan memaksa  Sungmin agar melupakan ide konyolnya untuk bercerai.  Kyuhyun mulai mengambil langkah, keluar dari gedung Game Center. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari sosok sang istri dimanapun pandangannya dapat menjangkau.

 

Tunggu, perempuan yang tengah duduk sendiri di salah satu meja restoran. Dengan pandangan kosong yang menyedihkan. Ia berlari menghampiri Sungmin.

 

Sungmin meletakkan kopi yang ia pesan. Air mata itu terus menggenang di kelopak matanya, jadi mau tak mau ia harus mengelapnya sebelum air mata itu menetes.

 

Tep. Mata Sungmin mendapati sepasang kaki seorang laki-laki berdiri tepat di depannya, kemudian duduk di tempat duduk yang ada di depannya. Sungmin mendongakkan kepalanya, mendapati sang suami ‘tercinta’ tengah tersenyum kaku.

 

Mereka kembali berhadapan, dalam keheningan menyelimuti mereka. Sedetik kemudian Sungmin mulai angkat bicara, “kau meninggalkan Sunghyun sendirian? Aku akan menghampirinya,” ucapnya sembari beranjak.

 

“Sunghyun sudah besar!” ucap Kyuhyun, tangannya menahan lengan Sungmin. “Duduk saja dulu.”

 

Sungmin menurut, perempuan itupun duduk kembali di tempatnya. Lihat, sepasang suami istri itu terlihat sangat kaku, seperti orang yang tak saling kenal. Sesekali mereka saling mencuri pandang atau berdehem pelan. Yeah, mereka terlihat sangat gugup.

 

Segenap keberanian Kyuhyun kumpulkan, kemudian mulai meraih tangan Sungmin dan mengenggemnya. Hei, hal itu membuat Sungmin sedikit terkejut. Entah mengapa seperti sebuah aliran listrik dengan daya yang sangat besar mengalir dari telapak tangan Kyuhyun. Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya, ia tatap Kyuhyun dengan tatapan bingung.

 

Jagi, tarik ucapanmu semalam,” ucap Kyuhyun pada akhirnya.

 

Ne?”

 

“Sampai kapanpun aku tak akan menceraikanmu,” bibir Kyuhyun mengecup punggung tangan Sungmin sekilas, meninggalkan suara ‘cup’ pelan. “Aku sangat mencintaimu.”

 

“Tt—tapi mengapa?” tanya Sungmin terbata.

 

“Kau tahu, aku begitu bodoh karena telah cemburu dengan anakku sendiri.”

 

“Apa? Cemburu dengan Sunghyun?”

 

“Aku merasa perhatianmu berkurang semenjak Sunghyun lahir. Bayangkan saja, hampir tiga tahun ini kita tak pernah melakukan ‘itu’, bukan?” Kyuhyun mengerlingkan mata, mencoba menggoda istrinya.

 

“Kyunnie, jangan keras-keras!” protes Sungmin, kepalanya menunduk untuk menyembunyikan rona merah wajahnya.

 

“Maafkan aku, aku benar-benar bodoh, yah?”

 

“Sangat bodoh!” Sungmin mulai terkikik pelan.

 

Kyuhyun mengangkat tangannya, mencoba untuk menyentuh dagu Sungmin dan menariknya. Hei, jangan katakan kalau Kyuhyun berniat mencium Sungmin saat ini. Itu terlalu memalukan!

 

“Kyun—mmph!”

 

Terlambat, sebelum Sungmin sempat melayangkan protes, Kyuhyun telah mengecup bibir plump istrinya. Kyuhyun merasa bibir Sungmin terasa lebih kenyal dan manis, jelas saja, ia tak pernah bisa menyentuh bibir ini. Ia menyelusupkan lidahnya, menggigit kecil bibir bawah Sungmin. Aih, Sungmin begitu melayang. Ia ingin mendesah saat ini, namun bukankah itu adalah hal yang sangat tidak mungkin? Mengingat mereka ada di depan umum.

 

“Eomma, appa?” suara imut itu membawa mereka kembali ke dunia nyata. Saling menarik kepala ke belakang untuk melepaskan tautan bibir mereka. Sungmin dan Kyuhyun menoleh ke sumber suara. Anak mereka tengah memandang mereka dengan raut wajah kebingungan.

 

Jagi? Sudah selesai mainnya?” Sungmin mencoba mencairkan suasana.

 

Sunghyun mengangguk, kemudian berjalan menghampiri Sungmin. “Aku mencari kalian kemana-mana!” sungutnya.

 

“Mianhae!” Kyuhyun mengacak rambut Sunghyun.

 

“Ternyata kalian sibuk berciuman!” ucapnya polos.

 

Sungmin dan Kyuhyun saling memandang, sweatdrop.  Mendengar hal seperti itu keluar dari mulut anak mereka rasanya sedikit aneh.

 

“Sunghyun mau ice cream?” tanya Sungmin pada akhirnya, lagi-lagi ialah yang harus memecah keheningan ini.

 

Sunghyun menggeleng, “aku ingin pulang. Aku mengantuk!”

 

Kyuhyun tersenyum penuh arti, “ayo pulang! Appa juga mengantuk!”

 

Mereka bertiga akhirnya pergi, meninggalkan Game Center menuju istana mereka. Hah, terasa lebih hangat daripada suasana saat mereka berangkat tadi. Jelas saja, lihat saja Sunghyun yang sedari tadi sibuk mengoceh.

 

“Sunghyun jagi, sesampai di kamar, cuci kaki dan tangan kemudian langsung tidur , hm?” Kyuhyun tiba-tiba berbicara, sembari mengacak rambut Sunghyun. “Jangan ganggu appa dan eomma di kamar, oke?”

 

Wae?!” Sunghyun melempar tatapan bingung.

 

Appa ingin ‘bermain’ dengan eomma!” ucapnya seraya mengerling ke arah Sungmin.

 

“Kyunnie!” rengek Sungmin sembari memukul lengan Kyuhyun pelan. Hei, tidak sepantasnya mengatakan hal itu di depan anak kecil, bukan?

 

“Kenapa tidak mengajak Sunghyun main?” Sunghyun merengut.

 

Kyuhyun tertawa kecil, “tidak boleh! Ini permainan dewasa!”

 

“Kyunnie!” jemari Sungmin mencubit lengan Kyuhyun, membuat lelaki itu berjingit kesakitan di tengah tawanya.

 

“Baiklah. Huah!” Sunghyun menguap, “Sunghyun mengantuk,” mata Sunghyun mengerjap-ngerjap, sedetik kemudian Sunghyun berlari menuju kamarnya.

 

“Dia menguap. Sepertinya benar-benar lelah,” ucap Sungmin seraya menutup pintu kamar mereka.

 

“Bagus kalau begitu, dengan begitu kita bisa ‘bermain’ secepatnya!” Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin ke atas ranjang, kemudian menindih tubuh mungil itu. sedikit menggesekkan daerah pribadi mereka untuk memberikan sedikit sensasi.

 

“Aish! Pervert!”

 

“Tapi noona suka Kyunnie yang pervert, panas, dan kasar, bukan?”

 

Sungmin tersenyum. Memang seperti itu, kok! Sungmin benar-benar suka Kyunnie yang pervert, panas, dan kasar. Hah, memikirkan hal seperti itu membuat Sungmin benar-benar ingin melakukannya. Dan mungkin Sungmin melupakan rasa belaian dan kecupan Kyuhyun yang menari-nari di tubuhnya. Ia menarik tengkuk Kyuhyun, menciumnya sekilas.

 

Kyuhyun yang mendapat perlakuan seperti itu semakin tersenyum penuh arti. Iapun mencium ceruk leher Sungmin, menghisapnya dengan keras dan lembut. Ia tak membiarkan tangannya diam. Dengan gerakan tergesa-gesa ia mulai meremas dada sang istri. Mendengar Sungmin mendesah membuat Kyuhyun benar-benar bahagia.

 

“Kyun.. ahh..”

 

END

 

Music : Free to Fly by Kim Joong Woon a.k.a Yesung Super Junior

 

Gege : kakak dalam bahasa china

Jagi (자기) : panggilan sayang untuk kekasih

Mianhae (미안해) : maaf -informal

Uljima (울지마) : jangan menangis

Ne (네) : ya

Babo (바보) : bodoh

Yeoja (여자) : perempuan

Namja (남자) : lelaki

Wae (왜) : kenapa

Appa (아빠) : ayah

45 thoughts on “Christmas is Finally Here Skuel 2 of 2

  1. Ampuuun kasian banget si Kyu ampe 3 tahun ga begituan.. Hehe
    Sunghyuuun.. Dri masih diperut udh seneng banget ngerjain appanya.. :3
    Oia Jiyoo mw nanya dong.. Di chap sebelumnya khan dibilang Kyu dapet gelar S3 di umur 21 ya nah, itu Sungmin masih kuliah atw udh lulus?? Aku agak bingung disitu..🙂
    Yeaaay!! Komen di ff ini selesai tinggal komen di ff sebelah.. Hehe

  2. kyu lucu banget ~~
    hahaha,, masa selama 3thn gag begituan ~~
    bkn.a sung hyun tidur dikmr.a sendiri ~~

    apa yg dimksd kyu gag bisa begituan tyap mlm ~~
    hahaha,,dasar mesum#ditendang Kyu

  3. syukur gak jadi cerai . . .
    ya ampun sunghyun dri di dlam kandungan sampai besar kmu suka banget yach ngerjain appamu . . .
    dsar bnar mirip appanya yang evil wkwkwkw😀

  4. paling demen baca fanfic kyumin genderswitch trus si umin lagi hamill

    pasti semua author berotak berilian pada nyiksa kyuhyun wkwkwkwk.. siksa aja trus noh si kyuhyun.. rela kok ikhlas dunia akhirat

    yupp.. kyuhyun childish bangetss.. anak sendiri aja di jelousin.. gue aja ngeliat eunhyuk sama IU selca ga jelous… cuma nangis bombay doang… untung ternyata kagak jadian hufft..*curcol </3

  5. Gak kebayang kyu gak di kasih jatah ampe lamanya,tapi salut kyu bisa nahan hehehheheh,keluarga kecil yg menyenangkan,tpi ad pembelajaran juga dari cerita ini apapun yg kita lakukan harus mau bertanggung jawab dengan resikonya,aungin jempol bt kyu yg mau tanggung jawab meski usianya masih muda that is good man

  6. hahaha~
    kyu jealous ma anak sendiri><
    itu anak kandungmu kyuuu.. masih kcil lg.. knp musti jealous sih??
    kno harus marah2 cuma krn g bisa 'gituan' ama ming.. ck..
    hahaha..

    kluarga yg lucu..
    luph kyumin :*

  7. Hah apaan? Kyu cemburu ama anak’a sendiri? Ckck tuan cho knpa dirimu bs sebabo itu eoh!*digamparKyu:D*
    lgi kyu mah ada2 bae anak dibwh umur di ksh kt2 yg errr bgt dah ah, ckck kyu emang pervert bgt! :p
    hehe😀
    yey happy ending kan jd’a🙂
    trus gmn tuh kbr’a haehyuk, zhoumi, sm hanchul? O.o

  8. *sweatdrop -_-
    Baca part ini benar” buat sweatdrop dah.
    Hyunnie jngan nakal begitu tapi daddy jga pervert sih pake save begituan di laptop, udah tau punya balita jga. >__<
    NICE FanFic!!!!

  9. knp bgni..rasa”nya kyunnie tdk mencrminkn ayh yg baik,dn minimie jg,.tdk spt dlu..
    Keureonde,.mrk ttp sja pervert..kkk

  10. Aduh dasar kyu babo masa cemburu sama anak’a sendiri -_- tapi kasian kesiksa ga dapet jatah selama 3 thn 9 bln haha
    masih ada typo’a eon

  11. hahaha..kyu..kyu ada” aja msa cemburu sma anaknya sendiri sii, tpi kasian jga kyu gk di kasih “itu” slma tiga thun..tpi untung aja gk jdi cerai..dn akhirnya kyu dapet jga dri ming..hihihi..

  12. kasiaaan nya kyu udh lama ga dapet jatah hohohoh tega nya minnie….yeaaayy kyu dpt jatah jg akhirnya….saeng aq bc ff kamu yg laen nya yaa.. gomawo pw nyaaa…saranghae :*

  13. Ah.. Kyu cembur ma anak sendri X_X..kan sunghyun masih kecil.. Tpi kasihan juga kyu nggak dperhatikan sma minni.. Ahh Happy end^^

  14. Ah.. Kyu cembur ma anak sendri X_X..kan sunghyun masih kecil.. Tpi kasihan juga kyu nggak dperhatikan sma minni.. Ahh Happy end^^…

  15. agak bingung sih soalnya belum baca sequel yg chap 1, tapi gak apalah yg penting happy end dan keluarga yg berbahagia hihi😀

    Sempet dagdigdug waktu ming bahas cerai, tapi untunglah mereka baikan
    kyu mesumnya kagak hilang2 yaa
    Sunghyun imut sekali hihi

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s