Christmas is Finally Here! Part 9

Christmas is Finally Here!

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , ZhouMy , Dong Hae , Eun Hyuk , and etc

 

Part : 9/10

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Hah, kenapa sekarang kau tak meminta perlindungan pada calon suamimu, hah?” Ucap Zhoumy meremehkan. Sedikit membuat Kyuhyun terhenyak kaget karena dirinya merasa di sebut oleh Zhoumy. “Tak kusangka uri Minnie jadi seperti ini, tidur dengan laki-laki..”

 

Gege..”

 

“Hah, terserah apa yang akan kau lakukan! Maaf jika kedatanganku menganggu ‘aktivitas malam’ kalian!”

 

Blam. Zhoumy pergi, meninggalkan Sungmin yang tengah menangis tertunduk tanpa daya di tempatnya duduknya. Menyaksikan kemarahan kakaknya yang meledak karena kesalah pahaman, sungguh membuat Sungmin kian rapuh. Sang lelaki, Kyuhyun, sedari tadi tak dapat berkata apa-apa. Rasa bersalah menyeruak masuk ke dalam rongga dadanya.

 

Mianhae, noona,” bisiknya pelan, kembali mencoba menenangkan hati sang pujaan hati.

 

“Kau yang membuat ini semua terjadi,” Sungmin berucap pelan di sela isakannya.

 

Mianhae. Tidurlah, noona. Kita bisa pikirkan ini esok.

 

OoOoO

 

Kedua mata itu terus mengerjap, semalaman ia tak bisa memejamkan matanya. Berulang kali ia geser posisi tubuhnya ke kanan dan ke kiri, tanda bahwa ada sesuatu yang menganggu pikirannya. Benar, masalah yang baru saja ia dapat berkutat terus-menerus di otaknya, membuat ia bingung dan merasa sedikit tertekan. Memang benar jika Sungmin menyalahkan dirinya. Ia tak mendengarkan larangan Sungmin kemarin malam. Dan akibatnya, kakak Sungmin yang baru datang dari China datang kemudian menuduhnya berbuat yang tidak-tidak.

 

Hah, memang wajar bila Zhoumy berpikiran seperti itu. Hei, siapa yang tak marah bila melihat adik perempuannya tidur dengan laki-laki lain dalam satu ranjang? Terlebih, Kyuhyun tak sengaja memanggil Sungmin dengan sebutan ‘calon istriku’ tepat di hadapan Zhoumy. Telapak tangan Kyuhyun kembali bergerak memukul dahinya yang lebar. Merutuki keegoisannya, memaki dirinya sendiri, dan terus memukul kepalanya.

 

“Engh…,” suara erangan Sungmin terdengar, wanita itu mendadak menggeliat tak nyaman. Dengan tatapan hangat Kyuhyun menatap wajah Sungmin yang polos. Ia sedikit kasihan dengan wanita itu.

 

“Selamat pagi, noona,” bisikan pelan terdengar bersamaan dengan nafas hangat yang menerpa dahinya.

 

Tubuh mungil itu bangkit, tanpa membalas ucapan selamat pagi Kyuhyun. Tangan kanannya tampak mengucek salah satu matanya, dan bibirnya terlihat mengerucut. Jadi begini keadaan Sungmin saat bangun tidur. Begitu menggemaskan.

 

“Ii—ini bukan mimpi, ya?” ucapnya sedih, bibirnya kembali mengerucut. Sungmin mengalihkan tatapannya ke arah Kyuhyun, menatap Kyuhyun dengan tatapan sedikit mengejek dan meremehkan. “Untuk apa kau ada di sini? Cepat pulang!”

 

Noona?”

 

“Aku harap selesai mandi aku tak akan melihat tampangmu itu!”

 

Kyuhyun menundukkan kepalanya. Jadi Sungmin benar-benar marah kepadanya. Apa lagi yang akan ia terima? Kesakitan ini terasa sangat berlebihan bagi Kyuhyun. Setelah masalah Donghae, dan sekarang? Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang Sungmin, menatap langit-langit yang berwarna merah muda.

 

Klek.

 

Sungmin muncul dari balik pintu kamar mandi menggunakan handuk kimono mini. Tanpa mencoba melirik ke arah Kyuhyun, Sungmin melangkah mendekati almarinya dan mengambil satu dress mini berwarna putih. Jelas sekali wajah sendu yang Sungmin lukiskan, cukup membuat Kyuhyun miris.

 

“Sudah aku bilang, cepatlah pulang. Aku tak mau kakakku tiba-tiba datang dan memergokimu lagi,” ucap Sungmin dengan nada cukup dingin dan datar.

 

Noona, kau marah?”

 

“Untuk apa aku marah? Pulanglah, Kyu,” Sungmin kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. “Aku mohon.”

 

Oke, lebih baik Kyuhyun pulang ke apartemennya. Benar apa yang telah dikatakan Sungmin. Masalahnya bisa bertambah rumit jika ia terus berada di sini dan tiba-tiba koala merah itu datang.

 

OoOoO

 

Zhoumi memutar handphonenya dengan gerakan seduktif. Sesekali tatapannya terarah pada handphone merah itu. Yeah, di cafe ini dia tengah menunggu seseorang. Lebih tepatnya yeodongsaeng kesayangannya. Ia sengaja mengajak Sungmin bertemu di cafe, ada suatu hal penting yang harus ia bicarakan. Tentang masalah kemarin.

 

Lensa mata Zhoumi mendapati bayangan Sungmin yang memasuki cafe. Wanita itu tersenyum kemudian kembali menundukkan kepalanya. Mungkin ia takut.

 

Annyeong, gege,” sapa Sungmin sembari mendudukkan tubuhnya di bangku cafe.

 

Zhoumi mengamati setiap gerak-gerik Sungmin yang terkesan lebih larut dalam kegelisahan. Yeah, Zhoumi tahu apa yang membuat Sungmin seperti itu. Terlebih sesuatu yang membuat segalanya berubah dalam waktu singkat. Kemarin malam Zhoumi diam-diam menghubungi appa mereka dan memaksanya untuk menuruti kehendak Zhoumi. Dengan alasan Sungmin merasa kesepian hidup di Korea seorang diri, appa mereka dapat setuju.

 

Zhomi tersenyum, ia masih terlihat tampan dengan setelan jas berwarna abu-abu. Rambut merahnya yang panjang membuat laki-laki bertubuh tinggi itu tampak semakin menawan. Tangannya tampak merogoh saku jasnya. Ia menarik sebuah amplop coklat dari dalam sana, kemudian menyodorkannya ke arah Sungmin.

 

“Aa—apa ini?” pertanyaan Sungmin terlontar dengan nada penuh kegugupan.

 

“Buka saja. Kejutan dari appa dan eomma di China,” ujar Zhoumi santai sembari melipat tangannya.

 

Jemari Sungmin mulai membuka amplop coklat yang ia dapat, mengintip isinya yang merupakan lembaran kertas dan menariknya. Tunggu, ia tahu apa ini. Dengan membaca sekilas saja Sungmin telah mengetahui apa isi dari berkas itu. Matanya teralih menatap Zhoumi yang menatapnya dengan tatapan intens. Air matanya tiba-tiba merembes, menggenang di ujung kelopak matanya.

 

“Kami ingin kau kembali ke China,” Zhoumi memutar kepalanya, “sebaiknya sebelum malam natal. Aku tahu kau ingin merayakan natal bersama appa dan eomma,” lanjut Zhoumi. Senyum kemenangan terlukis di bibirnya, terkesan menakutkan.

 

“Mm—mana mungkin bisa secepat itu?” Sungmin sedikit memicingkan matanya, matanya masih fokus memandang wajah Zhoumi.

 

Zhoumi membusungkan dadanya, “hei, kau bisa pergi ke Korea dengan tempo cepat, ‘kan?”

 

Appa bilang aku harus menyeselaikan sekolahku di sini, ‘kan?”

 

“Tapi kemarin malam appa menyuruhku untuk membawamu pulang,” kebohongan dari Zhoumi terlontar, begitu menusuk hati Sungmin. Jadi, dia harus meninggalkan segalanya. Tapi, mengapa ini terasa begitu berat? Oke, lihatlah air mata itu. Bulir bening yang perlahan menyusuri pipi mulus Sungmin.

 

Uljima,” sahut Zhoumi sembari mengelap pipi Sungmin dengan jemarinya. “Aku lakukan ini demi kebaikanmu.”

 

Isakan Sungmin terdengar, hatinya begitu sakit bila ia kembali mengingat cintanya. Tiga tahun ia habiskan waktu untuk mengejar cintanya, dan saat ia akan menguji kekuatan cinta Kyuhyun dia harus pergi? “Gg—gege marah karena Kyuhyun?”

 

“Jadi namanya Kyuhyun?” suara lembut milik Zhoumi terdengar syahdu. “Lupakan dia, dan kembalilah menjadi Cheng Min yang dulu?”

 

Mata Sungmin terasa tertusuk oleh ribuan benda tajam. Keputusan yang begitu berat harus ia ambil sekarang ini. Saat ia mulai merasakan ketulusan Kyuhyun, saat ia dapat merasakan cinta Kyuhyun, saat ia mulai membuka hatinya. Seperti yang kalian ketahui, ia harus pergi. Meninggalkan Korea untuk selama-lamanya. Tak peduli bila isak tangis yang ia keluarkan begitu keras dan membuat para pengunjung lain curiga. Ia ingin mengeluarkan apa yang membuat hati dan pikirannya sakit.

 

“Kau bisa menuruti ini, ‘kan? Jangan menangis,” Zhoumi bangkit dari duduknya, ia menyeret tempat duduk di samping Sungmin.

 

Mengucapkan sepatah-katapun rasanya Sungmin terasa tak sanggup. Rsa sakit yang menggerogoti tenggorokannya membuat rasa perih mendominasi. Perlahan ia mulai sedikit menyesal, mengapa ia tak menerima pernyataan Kyuhyun saat itu? Walau sedikit menyakitkan, namun tak apa bila akhirnya ia dapat menyesap dan merasakan kehangatan cinta Kyuhyun. Daripada seperti sekarang?

 

“Aku akan kembali ke apartemenmu. Kita berangkat esok,” pernyataan Zhoumi yang terkesan seperti vonis mati terlontar, begitu mengoyak hati dan pikiran Sungmin. Ia menghapus air matanya, kemudian mengangguk dalam protesnya. Tak ada gunanya ia melayangkan protes, yang ada Kyuhyunlah yang akan Zhoumi habisi. “Kau mau ikut ke hotelku?”

 

Sungmin menggeleng. Lebih baik ia membiarkan Zhoumi mengurusi urusannya sendiri. Sekelebat tentang kencan terakhir dengan Kyuhyun terlintas. Apa ia harus melakukan kencan dengan Kyuhyun? Yeah, itu sama sekali tak masalah mengingat ini adalah hari terakhirnya di Korea. Ugh, mengingat ini adalah hari terakhir membuat air mata Sungmin kembali merembes.

 

“Baiklah, aku akan mengambil barang-barangku di hotel kemudian kembali menjem—”

 

“Bisakah aku pergi ke rumah Henry?” sela Sungmin tiba-tiba, “mungkin aku akan pulang telat.”

 

Senyum terukir di bibir tipis Zhoumi. Iapun mengangguk, “tentu saja. Hati-hati, ok?” bibir Zhoumi mengecup dahi Sungmin pelan kemudian melangkah pergi.

 

OoOoO

 

Sedari tadi laki-laki berambut blonde itu terlihat mondar-mandir di ruang tamunya. Yeah, ia takut kakak Sungmin yang mirip koala itu akan melakukan sesuatu yang dapat membuat Sungmin’nya’ sakit hati. Ia meremas ponselnya sendiri, tak mungkin jika ia menelpon Sungmin sekarang. Ia tak ingin menganggu mereka. Namun entah mengapa peraaan tak enak sedari tadi mendominasi pikirannya. Apakah ada sesuatu yang terjadi?

 

Tring. Satu e-mail masuk. Kyuhyun mengangkat tangannya, memencet beberapa tombol kunci.

 

| From : Minnimin Noona :*

 

Kyu, aku ingin kencan, bagaimana? Aku tunggu di Genie Cafe. |

 

Kencan? Tunggu, otak jenius tengah memikirkan apa arti dari kata-kata yang baru ia baca. Mata Kyuhyun kembali mencermati layar ponselnya, mewanti-wanti bahwa pengirim pesan mengejutkan itu benar-benar Sungmin.

 

Benar, Minnimin.

 

Senyum bahagia kembali terukir di bibir Kyuhyun. Jadi ia akan kencan pertama dengan Sungmin? Kyuhyun menghampiri almarinya, mengobrak-abrik isi almari yang memang telah berantakan dari dulu. Ia mencoba mencari baju terbaik yang ia punya. Membayangkan penampilan Sungmin yang pasti akan sangat cantik membuat Kyuhyun benar-benar serius membenahi penampilannya.

 

Kyuhyun terlihat tampan dengan mantel berwarna hijau tua selutut dan jeans hitam. Jangan lupakan scraft kotak-kotak yang melilit lehernya dan sepatu trendy yang kian membuatnya terkesan manly. Ia tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin, begitu tampan walau sedikit mengewakan dengan pipi tirusnya. Tapi tak apa, berkat senyumannya yang menawan ketampanan Kyuhyun nyaris mendekati kata sempurna menurutnya. Ia tersenyum kemudian melangkah pergi.

 

Tunggu, ia harus membeli setidaknya rangkaian bunga. Ini kencan pertama, seharusnya kesan spesial akan tersurat jika mereka mengingatnya kelak. Kyuhyun menghampiri kios bunga yang terletak tak jauh dari apartemennya. Mereka bilang rangkaian mawar merah menandakan cinta sejati. Karena itu rangkaian bunga cantik yang didominasi oleh mawar ada di genggaman Kyuhyun.

 

Sedari tadi senyuman tanda kebahagian itu tak dapat lenyap dari bibir Kyuhyun. Memikirkan apa yang akan mereka lakukan di kencan pertama membuat pipi Kyuhyun merona. Yeah, dengan ini dia bisa yakin kalau Sungmin telah berhasil mengalihkan perhatiannya dari Seohyun.

 

Matanya mendapati seorang wanita cantik tengah berdiri seorang diri di depan cafe. Wanita cantik dengan mantel selutut—sama sepertinya— berwarna merah dan scraft bulu berwarna putih. Dia terlihat seperti seorang angel yang menyamar sebagai manusia di bumi. Senyum Kyuhyun semakin melebar kala sang wanita yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya menoleh dan melempar sebuah senyuman manis. Hal itu membuat Kyuhyun mempercepat langkah kakinya dan..

 

Laki-laki itu seenaknya memeluk tubuh Sungmin dengan erat, seolah-olah ia menumpahkan rasa khawatir yang tadi sempat melanda pikirannya. Sungmin mengangkat tangannya untuk membelai punggung dan rambut Kyuhyun dengan lembut. Pelukan hangat ini sungguh sangat ingin Sungmin rasakan setiap saat.

 

“Katakan padaku kalau semuanya baik-baik saja, noona,” Kyuhyun berbisik, membuat Sungmin tersenyum miris di dalam pelukan mereka. Ia mengangguk, membenarkan anggapan Kyuhyun yang jelas-jelas berbalik dengan fakta yang ada. Namun, ia tak sanggup mengatakan hal itu. “Baguslah,” Kyuhyun menarik tubuhnya, menatap Sungmin yang tersenyum. Begitu sempurna, seperti dirinya pikir Kyuhyun.

 

Senyum merekah dibibir plump Sungmin. Ia raih telapak tangan Kyuhyun dan mengenggamnya erat. “Ayo, Kyu! Aku harus pulang pukul 7!”

 

OoOoO

 

Hari itu mereka lewati dengan gelak tawa kebahagian. Candaan yang terlontar begitu saja dari mulut Sungmin dan Kyuhyun membuat mereka tenggelam dan larut dalam kesenangan. Tak jarang gomabalan-gombalan Kyuhyun—yang lebih menjijikkan dari Donghae terucap, menggoda Sungmin hingga semburat merah menghiasi kedua pipi kekasihnya. Itu menyenangkan, bukan? Tak pernah terpikirkan oleh Kyuhyun bahwa hari-hari seperti hari ini akan ia lewati dalam waktu dekat. Menggenggam tangan Sungmin, menatap manik mata Sungmin, mendapat tawa hangat Sungmin, dan yang paling membuat Kyuhyun melayang adalah mendapat pernyataan cinta dari Sungmin.

 

Tahukah kau Lee Sungmin, kau telah berhasil membuat Cho Kyuhyun melayang dalam kebohonganmu.

 

Keduanya duduk di atas rumput yang tumbuh di samping sungai Han. Yeah, mereka tengan saling bersandar satu sama lain. Menikmati suara riuk air sungai Han yang lembut, dan sesekali berteriak ketika melihat seekor burung berparuh panjang menangkap ikan dari dalam sungai.

 

Dan kini, hembusan nafas keduanya terdengar saling bersahutan. Mereka tampak lelah dengan aktifitas menyanangkan ini. Perlahan tangan Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun, menautkan jemarinya.

 

Saranghae, Kyunnie,” bisiknya lembut.

 

Kyuhyun tersenyum kembali, “nado,” balasnya. “Apa yang membuatmu menjadi berubah seperti ini, noona?”

 

Kali ini Sungminlah yang tersenyum. Tak tahu apa yang harus ia katakan untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Yang jelas, kebohonganlah yang harus terucap dari bibirnya. Kencan terakhir, pelukan terakhir, ciuman terakhir, dan bahkan pertemuan terakhir. Setiap Sungmin mengingat akan hal itu membuatnya ingin mengatakan pernyataan cintanya pada Kyuhyun.

 

Noona?” Kyuhyun menolehkan wajahnya, menatap wajah sendu milik Sungmin. “Kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

 

Mata Sungmin yang telah berembun membuat Sungmin semakin ingin menangis. Ia memaksakan senyumnya kembali, “aa—aku bahagia, Kyunnie..”

 

Jarak yang memisahkan wajah mereka ternyata semakin terhapus. Yeah, Kyuhyun mendekatkan wajahnya, mencoba mengecup bibir merah muda Sungmin yang mulai bergetar.

 

Chu~

 

“Mianhae.”

 

Mereka berciuman, saling menyalurkan getaran-getaran cinta yang ada pada diri mereka. Ciuman lembut penuh cinta yang baru mereka rasakan. Membuat Sungmin menjadi sangat nyaman dalam keadaan seperti ini. Kedua tangannya mulai menekan tengkuk Kyuhyun, berusaha memperdalam ciumannya. Ia begitu ingin mendominasi ‘ciuman terakhir’nya.

 

Ciuman terakhir. Dua kata yang telah menjelma menjadi sebuah naga yang mampu mengoyak hati Sungmin, membuat rasa sakit yang amat sangat di sana. Denyutan rasa sakit itu membuat Sungmin kembali meneteskan air matanya di tengah-tengah ciuman mereka. Oh tidak, jangan sampai Kyuhyun tahu dia menangis saat ini. Karena itu, tangan Sungmin berusaha untuk terus menekan tengkuk Kyuhyun. Tak membiarkan ciuman mereka berakhir begitu cepat.

 

Biarkan, biarkan ia menikmati masa ciuman terakhir ini.

 

Merasa ada sesuatu yang ganjil Kyuhyun menarik kepala Sungmin. Benar saja, ia mendapati jejak air mata yang telah mengering di pipi Sungmin. Tiba-tiba raut kekhawatiran tampak di wajah Kyuhyun, membuat laki-laki itu takut.

 

Wae?” tanya sembari membelai pipi Sungmin, memberikan sentuhan sehangat mungkin.

 

Sungmin tersenyum, tangannya meraih tangan Kyuhyun yang membelai pipinya. “Gwaenchanha.

 

Beberapa detik kemudian, mereka kembali tenggelam dalam sebuah ciuman panjang. Kali ini penuh dengan luapan emosi yang membuat ciuman itu semakin panas. Yeah, Sungmin ingin ciuman ini tanpa terkecuali. Ciuman penuh cinta dari Kyuhyun yang ia dambakan. Jadi tak ada salahnya jika ia membalas lidah Kyuhyun yang mengajaknya bermain. Saling menyesap seperti ini membuat Sungmin melupakan segala keluh kesahnya. Begitu juga dengan Kyuhyun, laki-laki itu tak henti-hentinya menyesap bibir Sungmin. Mencuri kenikmatan itu hingga tetes terakhir.

 

Tiba-tiba Kyuhyun menarik kepalanya, menatap Sungmin dengan bibir merah yang menggoda. Ia tersenyum, menghembuskan nafas hangat di permukaan wajah Sungmin. Ia bawah Sungmin ke dalam pelukannya, mencoba mencari kehangatan dari tubuh Sungmin. “Noona, berjanjilah kalau kau akan terus bersamaku.”

 

Rasanya menolak menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan kebohongan begitu tak mungkin. Itu terlalu menyakitkan. Namun, jika kebenaran yang ia ucapkan mungkin Kyuhyun akan merasa terbebani. “Aku tak berjanji, Kyu.”

 

Kyuhyun yang terkejut dengan jawaban Sungmin segera menarik tubuhnya, menatap wajah Sungmin dengan pandangan menyelidik. “Apa maksudmu?”

 

“Aku ‘kan tidak tahu rencana Tuhan.”

 

Bohong. Jika ia mengatakan bahwa ia tak tahu apa yang akan terjadi beberapa jam yang akan datang, itu adalah bohong. Jelas sekali bahwa Sungmin benar-benar ingin menyembunyikan ini semua dari Kyuhyun. “Ayo pulang, Kyunnie!” rengeknya manja.

 

“Aish!” jemari Kyuhyun menoel hidung mancung milik Sungmin, membuat Sungmin tertawa kecil.

 

Mereka berdua berjalan beriringan. Kedua lengan yang saling terpaut rapat itu membuat mereka terlihat sangat mesra. Yeah, memang hari ini mereka terlihat sangat mesra, amat sangat malahan. Senyuman yang tak pernah luntur dari bibir keduanya membuat pasangan itu menjadi pusat perhatian. Tentu saja, jarang-jarang ada kekasih yang seperti itu.

 

Namun inilah kenyataannya, mereka benar-benar sukses tampil mesra di sepanjang perjalanan. Kyuhyun berdengus sebal ketika melihat pintu apartemen Sungmin telah berada di depan mata, mau tak mau ia harus melepaskan tautan lengan mereka. Ia tatap Sungmin yang juga menatapnya, memberinya senyuman paling hangat dan menawan.

 

“Setelah masuk ke dalam, kau harus mandi lalu makan, oke?” tangan Kyuhyun terulur mengoyak poni Sungmin.

 

“Eung!” Sungmin mengangguk imut, “baik, pangeranku!”

 

Kyuhyun ingin tersenyum selebar-lebarnya, “cepat masuk!”

 

Tiba-tiba tangan Sungmin menahan tangan Kyuhyun, membuat alis Kyuhyun mengerut heran. “Kyunnie?”

 

“Apa kau tak ingin aku pergi? Hehe..,” cengiran Kyuhyun tampak menghiasi bibir tebalnya. Cengiran yang sangat sulit Kyuhyun keluarkan.

 

Perlahan Sungmin menyentuh pipi Kyuhyun, kemudian mengecup bibir Kyuhyun dengan tempo singkat. Hei, itu membuat Kyuhyun merona!

 

“Masuklah, Kyunnie! Aku tak ingin kau diculik saat aku masuk ke dalam!” Sungmin berucap dengan intonasi pelan, nampaknya pipinya juga merona.

 

Noona, kau kira aku anak kecil! Lebih baik noona saja yang masuk terlebih dahulu!”

 

“Masuklah, Kyunnie! Aku ingin melihatmu..,” Sungmin memasang wajah aegyonya, membuat Kyuhyun sendiri sulit untuk menolak keinginan Sungmin. Dengan terpaksa, iapun mulai melangkah pergi.

 

“Selamat bertemu esok!” kata Kyuhyun sebelum memasuki apartemennya.

 

Sungmin mengangguk, kemudian tersenyum kecil. Senyuman kesedihan itu membuat Sungmin sedikit menundukkan kepalanya. Ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Kyuhyun, bukan? Yeah, ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Kyuhyun. Dengan gerakan enggan Sungmin memutar knop pintu apartemennya.

 

“Aih, selamat datang uri Minnie.. Cepat mandi dan makan!” sambutan dari Zhoumi membuat Sungmin memutar bola matanya malas.

 

“Aku tak ingin makan, gege,” kata Sungmin sembari meneruskan langkahnya menuju kamar.

 

“Nanti kau sakit?”

 

“Aku harus berkemas, gege. Bukankah gege mau aku cepat-cepat pergi?” ucap Sungmin ketus kemudian membanting pintu kamarnya. Sungmin menengadahkan kepalanya, seketika itu juga ia ingin menangis. Tubuhnya merosot ke bawah, air mata yang terus merembes itu menetes, menghantam legging hitam yang Sungmin pakai.

 

Jadi dia harus benar-benar pergi, ya?

 

OoOoO

 

Sedari tadi Donghae dan Hyukjae sibuk bertengkar. Mereka bertengkar karena berebut kue tart stroberi buatan eomma Donghae. Ck, kekanakan sekali.

 

“Sudahlah, kalau kurang eomma bisa buat lagi untuk kalian,” suara lembut dari eomma Donghae menginterupsi.

 

“Kenapa, sih, eomma masih saja suka mengundang perut gentong ini jika eomma membuat kue tart yang enak!” protes Donghae sembari memberi deathglare pada wanita di depannya.

 

Ajumma! Dia terus mengejekku!” rengek Hyukjae manja.

 

“Donghae! Tidak sopan sekali kata-katamu!” bentakan eomma Donghae terdengar, “lagipula, Hyukjae cantik dan manis, kok! Pasti cocok kalau kalian pacaran!”

 

Pacaran, heh? Keduanya saling memandang. Perkataan eomma Donghae membuat semburat merah di pipi Hyukjae, yeah, apa mungkin eomma Donghae mengetahui perasaannya? Dan Donghae, ia juga sama. Entah mengapa semburat merah juga tampak menjalar di kedua pipinya. Benar juga kata sang eomma, Hyukjae begitu manis dan cantik.

 

“Bilang pada eomma kalau kalian pacaran!” lagi-lagi suara eomma Donghae membuat ruh Donghae dan Hyukjae kembali ke dalam raga mereka masing-masing.

 

Eomma!”

 

“Ajumma!”  teriak kedua pada detik yang sama, membuat Donghae dan Hyukjae saling berpandangan.

 

“Lanjutkan acara kalian. Eomma akan pergi belanja,” perempuan cantik itu melenggang pergi meninggalkan Donghae dan Hyukjae dalam atmosfir keheningan.

 

“Eung.. Hyukkie-yah, waktu aku mendapat insiden pemukulan di rumah Sungmin sunbae, kenapa kau bisa tahu?” pertanyaan dari Donghae terucap, mencoba mengawalawi pembicaraan.

 

“Eh?” Hyukjae mengangkat kepalanya, sendok penuh krim itu tertanam di mulut Hyukkie. Yeah, lebih tepatnya Hyukjae menjilat ujung sendok teh itu. “Kyuhyun memberitahuku.”

 

Tepat! Batin Donghae menjerit.

 

Drrt.. Drrt.. Ponsel Donghae bergetar. Satu pesan masuk.

 

| From : Minnie noona

 

Mian, Hae. Sepertinya aku tak bisa menjadi pasanganmu di christmas party. Kakakku datang dari China dan bermaksud membawaku kembali. Kuharap kau bisa mengerti. |

 

Donghae mengerutkan alisnya, entah mengapa rasa kehilangan masih terasa di rongga hatinya. Iapun meletakkan ponselnya, kembali menyantap kue tart bagiannya.

 

Hyukjae yang melihat ekspresi Donghae hanya menghembuskan nafas kecewa. Ia tahu, pasti pesan itu dari Sungmin sunbae. “Ehm.. Aa—apa kau masih menyukai Sungmin sunbae?” Hyukjae bertanya dengan nada gugup.

 

Donghae menggeleng, mengerucutkan bibirnya. “Ku rasa tidak.”

 

“Bagus kalau begitu!” Ucap Hyukjae semangat. “Kalau begitu, kau bisa belajar mencintaiku!”

 

OoOoO

 

Sungmin menggeret koper berwarna merah mudanya di tengah keramaian bandara. Seorang laki-laki berambut merah dengan tubuh tinggi sedari tadi terlihat sibuk mengajaknya bercanda. Namun, candaan itu sama sekali tidak tepat. Yang ada di pikiran Sungmin adalah rasa bersalah yang ia rasakan karena telah meninggalkan Kyuhyun diam-diam.

 

Yeah, ia harus segera menaiki pesawat yang akan membawanya ke tanah kelahiran. Di saat itu, ia benar-benar tak akan dapat bertemu dengan Kyuhyun, selamanya mungkin? Yeah, ia tak tahu apa yang akan terjadi bila ia kembali ke mari dan mendapati Kyuhyun yang telah memilih kekasih lain. Ia tahu, pasti Kyuhyun akan mendendam jika ia mengatahui rencana ini. Karena itu, lebih baik Sungmin benar-benar pergi, menghilang dari kehidupan Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Jam masih menunjukkan pukul 06:13 KST. Ini masih pagi, lihat saja sang mentari yang masih bersembunyi di peraduannya. Namun, entah mengapa Kyuhyun –yang merupakan raja tidur telah terbangun. Bahkan ia telah rapi dengan pakaian olah raganya. Yeah, ia berencana mengajak Sungmin jongging.

 

Kyuhyun mengalungkan handuk berwarna biru di lehernya kemudian melangkah keluar apartemen. Ia terkikik geli, pasti Sungmin masih terlelap tidur saat ini. Dengan senyuman lebar Kyuhyun memencet tombol apartemen Sungmin, siap menerima tatapan terkejut dari siapapun yang membuka pintu apartemen ini.

 

Clek. Pintu terbuka, seorang perempuan tua dengan roll rambut di poninya berdiri di sana. Membuat Kyuhyun merasa salah memencet tombol. Ia tersenyum kaku, “ss—sepertinya aku salah, joesonghabnida.”

 

“Mencari nomor berapa?” tanya ajumma itu sebelum menutup pintunya.

 

“3201,” jawab Kyuhyun, masih dengan cengiran penuh rasa malu.

 

“Ini apartemen dengan nomor 3201!” ucapnya, mencoba meralat perkataan Kyuhyun. “Apartemen ini tiba-tiba dijual. Pemiliknya baru saja pergi, mereka bilang sang pemilik rumah ini seperti laki-laki keturunan China.”

 

“Eh?”

 

TBC—

 

Music : My Love, My Kiss, My Heart by Super Junior

 

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Mianhae (미안해) : maaf –informal

Yeodongsaeng (여동생) : adik pr

Gege : kakak dalam bahasa china

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

Appa (아빠) : ayah

Eomma (엄마) : ibu

Uljima (울지마) : jangan menangis

Saranghae (사랑해) : aku mencintaimu

Nado (나도) : aku juga

Wae (왜) : kenapa

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

Ajumma (아줌마) : bibi

Sunbae (선배) : senior

Joesonghabnida (죄송합니다) : maaf -formal

58 thoughts on “Christmas is Finally Here! Part 9

  1. Oh God..!! Baru ajah kencan sekalii tpii udh pisahh TT.TT
    semoga papi epil nggak dendam deh ma mami Ming😦, dn nggak nyari yg laen !!?
    Smoga papi epil ttep setia nunggu mami ming u.u

  2. yach ampun mimi gege tega banget sich. . .😦
    semoga evil kyu mau ngejar minnie eonni
    atw setidaknya nunggu minnie eonni blik lagi 😥

  3. zhoumi gege tega amat sih misahin kyumin…
    gimana nasib hubungan kyumin ya??
    n hae apa udah bisa membuka hatinya buat hyukie??

  4. What? O.o
    ming dibw pergi sm tiang listrik gege ? Yah ampun gege dirimu makin mempersulit KyuMin aj!😦
    haehyuk cieeeeee hahaha😀

  5. Wadoh kasihan deh kyuuu ditinggal ming TT

    Ahay, akhirnya ada haehyuk moment kkk. Apa? Perut gentong?😄
    imagine Hae blng gtu sm Hyuk, watados~😄

    Kyu sabar yah, kuatkanlah hatimuu kk

  6. acie..cie..romants skali,tp syg,itu untk yg trakhr yak..minnie bru kencn barng kyunnie kn,knp hrus d pishkn bgni..hiks,*usek” mata

    chingu-ya,blh mnta pw squelnya?

  7. sedihhhhhh sedihhhhhh sedihhhhhh
    sweetdrop jihoo =_=

    gege mimi ,,,, g boleh egois ma yeodongsaeng……..
    gege mimi,,, hrus mendukung hubungan KYUMIN………. biar bsa happy ending

    jihoo chingu,,, minta PW nya dunk…. sequel 1 nya……
    gomawo chingu

  8. Zhoumi jahat -,- kenapa pisahin KyuMin
    Jadi ini kencan pertama dan terakhir dong, yaaaah Kyu jadi nyesek deh ditinggalin Min
    Kenapa Min ndag jujur aja ?? Biar mereka pacaran jarak jauh juga ndagpapa kan
    Hueeeeee T,T

  9. aaa part ini nyesek bgt !!!
    kencan terakhir, ciuman terakhir, pelukan terakhir… jgn blg gt min..
    kyu ga akan ngebiarin itu terjadi

  10. sekalinya kyu udah bener” cinta sma ming eehhhh mingnya dsruh balik gara” salah paham..lagi” ming nangis bru aja ngerasain kencan pertamanya…

  11. Kenapa jadi kayak gini?? Huee nyesek banget
    kenapa disaat mereka udah mengaku saling mencintai jadi kayak gini😥

    Haha kocak banget hae sama hyuk, kalian jadian aja deh😀

  12. Jiaaaahhh… Ini kelanjutannya bagaimana? Apa Kyuhyun akan menyusul Sungmin ke China? Kok kayak gantian ya? Dulu Sungmin yang kejar Kyuhyun sampai ke Korea, apa sekarang Kyuhyun akan mengejar Sungmin sampai ke China?

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s