Christmas is Finally Here! Part 8

Christmas is Finally Here!

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , Zhoumi , Dong Hae , Eun Hyuk , and etc

 

Part : 8/10

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Noona, kau mau menghadiri christmas party dengannya?”

 

“Hm,” jawab Sungmin enggan. Tangannya sibuk memotong daging pisang.

 

Andwae!”

 

“Kau tak berhak melarangku! Aku berhak pergi dengan siapapun!”

 

Noona, sudah aku katakan beberapa kali, kau itu milikku!”

 

“Kau bukan pacarku, tunanganku, atau bahkan suamiku, Cho Kyuhyun! Jadi berhentilah berbuat seenaknya!”

 

Kyuhyun mendengus, oke, Sungmin benar. Kalau ia meneruskan sifat egoisnya, bisa-bisa Sungmin akan menjauhinya. Matanya sibuk mengamati Sungmin yang tengah sibuk bekerja di dapur. Begitu terlihat keibuan. Mungkin suata saat nanti Sungmin akan menjadi rebutan di kantor atau kampusnya. Lihat saja dia, seperti calon ibu yang menjadi idaman semua lelaki. Sebenarnya Sungmin adalah orang baik. Tapi karena kebodohan Kyuhyun -yang telah Kyuhyun sadari- perilaku Sungmin sedikit  berubah. Tidak, sebenarnya tidak sepenuhnya berubah. Sungmin hanya merubah sifatnya menjadi amat sangat ketus bila Kyuhyun berada di sampingnya. Hah, lucu sekali.

 

Deru suara blender yang Sungmin nyalakan sedikit membuat Kyuhyun tersentak. Ia tatap wajah Sungmin yang masih terfokus pada blender di depannya. Sedari tadi Sungmin sama sekali tak meliriknya, apa Sungmin tak sudi untuk meliriknya?

 

Noona, tataplah aku!” ucap Kyuhyun memelas.

 

Sungmin tak menggubris. Apa perempuan itu begitu membencinya? Oke, ia sadar bahwa perilakunya sangat keterlaluan tempo hari. Selain itu, masa lalunya yang mungkin membuat Sungmin sedikit meragu. Ia akui bahwa dulu ia sangat tergila-gila pada Seohyun, Sungmin juga tahu, bukan? Dan juga tentang ciuman yang telah mereka lakukan. Bukankah Sungmin tak merasa keberatan bila ia mencium bibirnya? Menurut Kyuhyun, ini semua bukan sepenuhnya salahnya. Sungmin juga bersalah karena ia terlalu membesar-besarkan masalah dan terus memikirkannya. Masa lalu adalah masa lalu!

 

Bola mata Kyuhyun menatap Sungmin yang melenggang pergi ke ruang tamunya. Ia juga ikut melangkahkan kakinya, mengikuti Sungmin yang mendudukkan tubuhnya di sofa.

 

“Seharusnya kau tak perlu mendiamkanku,” ujar Kyuhyun dengan wajah cukup murung. “Kau tak adil!”

 

Sungmin masih kukuh pada pendiriannya, ia tak ingin menggubris Kyuhyun yang mati-matian mengajaknya berbicara. Lebih baik ia menyesap banana milk miliknya.

 

“Aku minta maaf soal pemukulan itu.”

 

“Kenapa meminta maaf padaku? Kau menyakiti Donghae, bukan aku,” jawab Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.

 

“Lalu apa kau akan bersikap seperti dulu bila aku pergi meminta maaf pada Donghae hyung?”

 

“Mungkin?”

 

Noona, kau membuatku gila!” tangan Kyuhyun terangkat untuk menggaruk kepalanya, sedikit membuat tatanan rambut pirangnya sedikit berantakan.

 

“Kau yang lebih membuatku gila!” bentaknya marah. Ia benar-benar benci bila Kyuhyun terus mengelak seperti itu. Yang menjadi permasalahan sekarang adalah Kyuhyun yang tak mengetahui penyebab asli dari kemarahan Sungmin. Laki-laki itu dengan seenaknya mengatakan bahwa ia marah karena insiden pemukulan Donghae. Bukan, bukan itu.

 

Sekarang Sungmin baru tahu keburukan Kyuhyun yang benar-benar menakutkan. Hah, jadi dulu ia memang sangat bodoh karena telah menyukai Kyuhyun dan mengejarnya. Dan sekarang, ia melibatkan diri dalam urusan cinta yang membingungkan. Ough, ayolah! Sungmin hanya ingin cerita cinta yang manis. Mengingat perilaku Kyuhyun yang mudah cemburu dan overprotective membuat Sungmin sedikit merinding.

 

“Akh! Terserah noona saja!”

 

“Lebih baik kau cepat pulang!” seru Sungmin sembari bangkit dari duduknya dan pergi mencuci gelas.

 

“Tidak! Aku tahu noona akan pergi bersama dengan Donghae hyung setelah aku pulang, bukan? Aku akan tidur di sini!”

 

Lihat saja! Sekarang sifat semena-mena milik Kyuhyun kembali muncul. Apa dia bilang? Akan tidur di sini? Apa laki-laki itu gila?

 

“Jangan sembarangan!”

 

“Aku calon suamimu!” Kyuhyun berucap santai.

 

“Jangan berkata sembarangan, bocah!”

 

Panggilan Sungmin benar-benar membuat Kyuhyun sakit. Bocah? Tidak bisa dipercaya. Kyuhyun menghampiri Sungmin yang berdiri di depan washtaffel, kemudian melingkarkan tangannya di pinggang sunbaenya. “Apa perlu aku buktikan bahwa aku bukan bocah? Aku bisa melalukan apapun yang orang dewasa lakukan, kelinci manis.”

 

Apa yang orang dewasa lakukan? Sungmin membalikkan badannya, dan..

 

Cup~

 

Jadi ini yang direncanakan oleh Kyuhyun? Mencium Sungmin yang terkejut karena ucapannya. Benar-benar tak dapat dipercaya. Hah, berontakpun akan sia-sia mengingat tangan Kyuhyun yang terus-menerus menekan tengkuknya. Ciuman Kyuhyun semakin dalam, ia berani bermain lidah di dalam rongga mulut Sungmin. Tangan kanannya berani meraba-raba pantat Sungmin dan sesekali meremasnya.

 

“Euggh…,” Sungmin ingin menghentikan ini. Ia benar-benar tak ingin Kyuhyun terus melumat bibirnya dan membuatnya bengkak. Tapi tetap saja, ia sama sekali tak berdaya bila Kyuhyun telah menciumnya. Seolah-olah kekuatannya lenyap begitu saja. Namun, sampai kapan ciuman ini akan berlangsung? Sungmin membuka matanya, menatap mata Kyuhyun yang tertutup rapat. Terlihat dengan sangat jelas sekali bahwa Kyuhyun sangat menikmat sesi ciuman ini. Tapi, Sungmin benci bila ia melakukan ciuman ini tanpa cinta yang mengiringi.

 

“Eeeunggghh…,” desahan erotis Sungmin kembali terdengar, kali ini terdengar lebih keras. Hei, jika Sungmin terus mendesah seperti itu bisa saja Kyuhyun meniduri Sungmin nanti malam. Kyuhyun benar-benar semakin gencar menyesap bibir kenyal itu, tak peduli bila saliva mereka mulai menetes. Yang jelas ia sangat menikmati ciuman hangat ini, benar-benar membuat Kyuhyun lupa akan waktu.

 

Sesak. Sungmin merasa sesak. Hembusan nafasnya terdengar bersamaan dengan lumatan Kyuhyun yang semakin gila. Berapa menit mereka akan terus berciuman seperti ini? Tangannya mulai bergerak, menjambak rambut Kyuhyun ke belakang dengan sekuat tenaga. Hanya itu yang bisa ia lakukan, menjambak rambut Kyuhyun.

 

“Mmmppphhh…,” kali ini suara desahan Kyuhyun terdengar, seolah-olah itu adalah bentuk protes dari Kyuhyun agar Sungmin tak menjambak rambutnya. Namun, itu sama sekali tak berguna. Sungmin semakin gencar menjambak rambut Kyuhyun. Membuat Kyuhyun menyerah dan melepaskan ciumannya. “Kenapa noona menjambak rambutku?”

 

Sungmin terdiam, ia gerakkan tangannya untuk mengelap permuakaan bibirnya yang basah. Menjijikkan sekali setelah ia tahu salivanya menetes. Ia nyalakan washtaffel, menampung air yang keluar dengan dua telapak tangannya kemudian mengelap dagunya yang basah karena saliva.

 

“Biar aku yang bersihkan,” Kyuhyun menarik dagu Sungmin, mengelap dagu basah itu dengan telapak tangannya. Telapak tangan yang begitu hangat, sehangat tatapan Kyuhyun saat ini. Mengapa ia merasa senang saat Kyuhyun memperlakukannya seperti ini? Memperlakukannya dengan sangat lembut dan perhatian. “Kau lelah ‘kan, noona? Ayo kita tidur.”

 

“Eh?” semburat merah kian mendominasi pipi chubby milik Sungmin. Apa maksud dari perkataan Kyuhyun tadi? “Kk—kau bisa pulang, Kk—Kyu..”

 

“Sudah aku katakan aku akan tidur di sini!” ya Tuhan, sifat childish Kyuhyun kembali muncul.

 

“Kalau kau tidur di sini, kau mau tidur di mana, hah?”

 

“Di kamarmu, noona. Aku ‘kan calon suamimu,” ucap Kyuhyun kemudian berjalan menuju kamarnya.

 

Debaran jantung Sungmin yang seakan-akan meledak membuat Sungmin hanya mengedip-ngedipkan matanya. Apa malam ini ia akan baik-baik saja? Kyuhyun adalah orang yang nekat, bukan? Lalu, apa yang harus ia lakukan bila tiba-tiba Kyuhyun ‘menyerangnya’ tengah malam nanti? Tidak. Ini tak bisa terjadi. Sungmin tak ingin hal itu terjadi, apalagi dengan unsur pemaksaan.

 

“Kyuhyun-ah!” derap langkah kaki Sungmin terdengar semakin mendekat ke kamarnya. “Kyu—hyun-ah?” mata Sungmin terbelalak ketika ia mendapati tubuh Kyuhyun yang telah tertidur lelap di bawah lindungan selimutnya. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa tidur secepat itu? Apa Kyuhyun benar-benar lelah? Lelah melakukan apa?

 

Oke, Sungmin tak tahu hal apa yang Kyuhyun lakukan di rumahnya. Tapi melihat Kyuhyun yang tertidur sangat lelap membuat Sungmin urung untuk membangunkannya. Ia tatap wajah Kyuhyun yang tengah tertidur lelap, sangat polos. Bahkan menurutnya jauh dari kesan egois, menyebalkan, dan mesum. Yeah, jika Kyuhyun tetap menjadi seperti ini mungkin dari dulu Sungmin akan menerima pernyataan Kyuhyun. Sungmin menggigit bibir bawahnya, wajah Kyuhyun yang polos membuat ia sedikit berpikir. Bibir Kyuhyun yang merah membuat adegan ciuman panas mereka kembali terlintas di benak Sungmin. Semburat merah kembali menghiasi pipinya.

 

“Aih! Aku jadi berpikiran yang bukan-bukan! Lebih baik aku tidur!” Sungmin bergumam pelan sembari menepuk-nepuk kedua pipi chubbynya. Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang pink kesayangannya. “Jaljayo, Kyunnie.”

 

OoOoO

 

Seorang berambut merah dengan tinggi badan melebihi batas itu melangkah pelan di lorong apartemen yang telah sepi. Sesekali ia terkikik kecil, sedetik kemudian mengoceh dan mengumpat. Tangan kanannya terlihat tengah sibuk mengayunkan beberapa kantong belanjaan, dan tangan sebelah kirinya menarik koper berwarna biru tua.

 

Laki-laki itu berhenti tepat di depan pintu apartemen bernomor 3201. Jemarinya memencet beberapa tombol sandi, kemudian masuk. Matanya memicing melihat keadaan ruangan yang sedikit berantakan.

 

Pasti sedang tidur. Batinnya. Ia letakkan koper dan tas belanjaan yang sedari tadi ia genggam di pinggir sofa. Kemudian ia melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar yang berada di sebelah dapur. Pintu berwarna coklat dengan beberapa sticker Bunny itu tertutup. Ia posisikan telapak tangannya di knop pintu. Memutar knop pintu kemudian mendorongnya perlahan, hei, laki-laki itu benar-benar tak ingin membuat sang pemilik kamar terbangun karenanya. Ia ingin memberinya sebuah kejutan. Sudah lama sekali ia tak tidur satu kamar dengan pemilik kamar ini. Ia semakin terkikik geli.

 

Namun, apa yang ia dapati sekarang? Mata sipitnya terbelalak lebar, ia begitu terkejut. Bagaimana tidak, ia mendapati adiknya yang paling manis, Lee Sungmin, tengah tertidur di pelukan seorang laki-laki. Lihat, Sungmin seperti seorang bayi yang meringkuk di pelukan sang ibu untuk mendapatkan kehangatan. Namun, yang laki-laki berambut merah itu pertanyakan adalah, siapa laki-laki yang tidur dengan adiknya?

 

YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN!” laki-laki itu berteriak dengan suara super keras, sukses membuat dua orang yang tengah tertidur lelap itu sedikit menggeliat. Laki-laki berambut merah itu terlihat semakin geram  tatkala sang perempuan, Sungmin, kembali tertidur. Ia mengalihkan pandangannya, menatap sang laki-laki yang mungkin merasakan kehadirannya. Terbukti dengan matanya yang mengerjap-gerjap. Yah, ia tunggu hingga laki-laki itu melihat dirinya.

 

Tapi tunggu, apa yang laki-laki itu lakukan? Laki-laki itu tak membalikkan badannya untuk melihat kehadirannya, namun malah mencium ceruk leher Sungmin. Cukup, laki-laki berambut merah itu benar-benar murka.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN!”

 

Deg! Teriakan yang bersumber dari belakang tubuh Kyuhyun membuat Kyuhyun tersentak, ia kaget, sangat kaget malahan. Apa itu pencuri? Sungmin yang ada di pelukannya menggeliat, nampaknya perempuan itu akan terbangun. Namun, bagaimana dengan pencuri itu? Deru nafas berat yang ada di belakangnya semakin membuat Kyuhyun takut. Tetapi, demi Sungmin. Ia harus menyingkirkan pencuri ini sebelum ada keributan.

 

Satu..

 

Dua..

 

Tiga..

 

Hup! Kyuhyun berbalik, kemudian menerjang tubuh laki-laki yang ia definisikan sebagai pencuri itu. Berhasil, Kyuhyun berhasil membuat posisinya yang memungkinkan untuk bertindak lebih.

 

“Akh! Apa yang kau lakukan, bodoh!” ‘pencuri’ itu berteriak, sepertinya ia kesakitan karena ulah Kyuhyun.

 

“Dasar pencuri! Keluar kau dari apartemen calon istriku!”

 

Mata laki-laki berambut merah itu semakin terbelalak lebar ketika gendang telinganya menangkap pernyataan yang baru saja Kyuhyun ucapkan. “Minggir kau, brengsek!”

 

“Tak akan ku biarkan kau lari, pencuri!”

 

“Astaga! Apa yang kalian lakukan?” pekikan Sungmin terdengar, membuat dua orang yang tengah duel itu menoleh ke sumber suara. Seorang perempuan dengan mini dress merah jambu  terlihat memasang wajah khawatir. “Kyuhyun-ah, berdiri!” ucapnya sembari menarik-narik lengan Kyuhyun.

 

“Tt—tapi, noona?” mau tak mau Kyuhyun bangkit dari atas tubuh ‘pencuri’ itu. Ia melempar tatapan heran pada Sungmin yang kini tengah membantu ‘pencuri’ itu untuk berdiri.

 

Gege, gwaenchanha?” suara imut yang sarat akan ketakutan dan kekhawatiran itu terdengar.

 

Sang laki-laki berambut merah itu menatap Kyuhyun dan Sungmin begantian. Kemarahan, yeah, laki-laki itu sepertinya marah pada Kyuhyun dan Sungmin. Hei, ada apa ini? Kyuhyun benar-benar bingung dengan keadaan yang menimpanya detik ini. Kadar keheranannya semakin bertambah saat Sungmin memanggil laki-laki itu dengan panggilan ‘gege’.

 

“Aku ingin bicara dengan kalian berdua di ruang tamu!” ucap laki-laki itu ketus kemudian berlalu.

 

“Aa—ada apa?” tanya Kyuhyun heran.

 

Sungmin memandang wajah bingung Kyuhyun, melemparkan deathglare kepada namja yang lebih muda darinya. “Kenapa kau melakukan itu?” protesnya seraya memukul dada Kyuhyun. “Dia itu oppaku dari China!”

 

Mwo?” Kyuhyun sweatdrop seketika. Jadi laki-laki yang telah ia perlakukan dengan kasar tadi itu kakak Sungmin, jadi laki-laki yang ia sebut sebagai pencuri tadi calon kakak iparnya. Ia menggigit bibir bawahnya, menatap Sungmin yang tak kalah bingung darinya.

 

“Bagaimana ini? Pasti dia akan marah!” sungut Sungmin.

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SANA!” teriakan kakak Sungmin terdengar, cukup membuat dua orang itu tersentak. Mereka akhirnya bangkit, kemudian berjalan menuju ruang tamu. Laki-laki tinggi itu duduk di sofa dengan kedua tangannya yang menyilang. Sepertinya ia siap untuk melontarkan pertanyaan khas polisi. Kyuhyun dan Sungmin duduk di sofa yang ada di hadapan laki-laki itu. “Apa yang baru kalian lakukan?” tanyanya dengan nada datar.

 

“Kk—kami tak melakukan apapun! Sungguh!” sangkal Sungmin.

 

“Benarkah? Lee Sungmin, kenapa kau memakai mini dress ketika kau tidur dengan laki-laki itu?” laki-laki berambut merah itu menunjuk Kyuhyun yang terdiam dengan dagunya. Membuat Kyuhyun tersentak.

 

“Zhoumi gege, percayalah! Kami tak melakukan apapun!”

 

“Kalian akan menikah?” bola mata laki-laki berambut merah yang bernama Zhoumi itu terarah pada Kyuhyun. “Sadar kalau kalian itu masih sekolah!” teriak Zhoumi dengan volume maximum.

 

“Tt—tapi kami benar-benar tak melakukan apapun, gege!”

 

“Benarkah?” lagi-lagi Zhoumi mengulangi pertanyaan itu. “Ada apa dengan bibir kalian?”

 

Deg! Kyuhyun dan Sungmin saling berpandangan. Ciuman yang baru mereka lakukan tadi kembali melintas di pikiran Sungmin dan Kyuhyun. French kiss yang begitu memabukkan, yang membuat bibir sang pelaku membengkak dan memerah seperti ini. Yeah, sangat tak diherankan bila orang dapat mengetahui dengan cepat saat mereka melihat bibir bengkak yang merah dan mengkilap.

 

“Tt—tidak ada apa-apa!” sangkal Sungmin lagi, hei, perempuan itu kini tengah berjuang di tengah hidup dan mati. Sungmin merasa ia benar-benar sekarat sekarang, seolah-olah Tuhan akan melemparkannya ke neraka jika ia melakukan kesalahan lagi.

 

“Mungkin saja di bagian tubuhmu yang lain masih tertinggal beberapa jejak,” sindir Zhoumi, sukses membuat Kyuhyun dan Sungmin semakin merona.

 

Gege, kami benar-benar tak melakukan apapun!”

 

“Kau kira aku semudah itu kau bohongi!” bentak Zhoumi kalap, “jadi selama tiga tahun di Korea pekerjaanmu seperti ini, huh? Mengecewakan!”

 

Sindiran yang menyakitkan itu meluncur dari bibir Zhoumi dengan mudah, sepertinya menjelma menjadi sebuah pisau tajam dengan mudah pula. Air mata Sungmin menetes. Ia jadi merasa bersalah pada keluarganya di China. Benar, tak seharusnya ia main-main, apalagi berpacaran. Seharusnya ia belajar dengan giat, agar semua keluarganya bisa bangga saat ia kembali pulang ke China dengan membawa gelar tinggi.

 

Kyuhyun yang merasa bersalah hanya bisa mengelus permukaan punggung Sungmin yang bergetar hebat. Ia tahu pasti Sungmin sangat merasa tersinggung dengan ucapan Zhoumi.

 

“Dan kau!” suara Zhoumi terdengar bersamaan dengan tatapan sinisnya yang terarah ke arah Kyuhyun. “Apa saja yang telah kau lakukan pada adikku?”

 

“…” Banyak, jika Kyuhyun menyebutkannya, bisa-bisa ia akan sekarat mengingat perilakunya yang kebanyakan benar-benar tak senonoh jika bersama Sungmin.

 

“KATAKAN!”

 

Joesonghabnida, hyung!”

 

“Hah! Kau kira meminta maaf bisa membuat segalanya kembali?”

 

Gege, mianhae..,” suara isakan terdengar, suara siapa lagi kalau bukan suara Sungmin.  Yeah, perempuan itu menangis. “Aku benar-benar minta maaf.”

 

“Aku benar-benar tak habis pikir, bagaimana kalau eomma dan appa tahu kejadian ini?” helaan nafas Zhoumi terdengar, terlihat sekali bahwa laki-laki itu mencoba menenangkan pikirannya.

 

Sungmin tersentak, isakannya tak terdengar ketika gendang telinganya menangkap pernyataan Zhoumi. Ia mendongakkan kepalanya, menatap Zhoumi dengan tatapan memelas. “Ku mohon, gege, jangan beritahu eomma dan appa!”

 

“Aku tak sudi memberitahu hal seperti ini pada mereka!” dua sisi mulut Zhoumi tertarik, ia gigit bibirnya sendiri. Tatapan tajamnya sedari tadi terus berkutat ke arah Kyuhyun dan Sungmin yang sama-sama menunduk.

 

“Mimi-ge, lindungi aku!” isak Sungmin.

 

“Hah, kenapa sekarang kau tak meminta perlindungan pada calon suamimu, hah?” ucap Zhoumi meremehkan. Sedikit membuat Kyuhyun terhenyak kaget karena dirinya merasa disebut oleh Zhoumi. “Tak kusangka uri Minnie jadi seperti ini, tidur dengan laki-laki..”

 

Gege..”

 

“Hah, terserah apa yang akan kau lakukan! Maaf jika kedatanganku menganggu ‘aktivitas malam’ kalian!”

 

Blam. Zhoumi pergi, meninggalkan Sungmin yang tengah menangis tertunduk tanpa daya di tempatnya duduk. Menyaksikan kemarahan kakaknya yang meledak karena kesalah pahaman, sungguh membuat Sungmin kian rapuh. Sang lelaki, Kyuhyun, sedari tadi tak dapat berkata apa-apa. Rasa bersalah menyeruak masuk ke dalam rongga dadanya.

 

Mianhae, noona.”

 

TBC—

 

Music : Mistake by SNSD a.k.a Girls’ Generation

 

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Andwae (안돼) : jangan

hyung (형) : kakak lk -pemanggil lk

Sunbae (선배) : senior

Jaljayo (잘자요) : selamat tidur

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Gege : kakak dalam bahasa china

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

namja (남자) : lelaki

oppa (오빠) : kakak lk -pemanggil pr

Mwo (뭐) : apa

Joesonghabnida (죄송합니다) : maaf -formal

mianhae (미안해) : maaf -informal

eomma (엄마) : ibu

appa (아빠) : ayah

61 thoughts on “Christmas is Finally Here! Part 8

  1. aigoo mi gege marah, ahh kasihan ming…
    kyu sii suka buat sesukanya, dikira maling juga si zhoumi… -,-

  2. Yakhh!! Kok Mimi gege dateng pd wktu yg nggak tepat sih…-.-
    mommy Ming sabar yah,,kyak.y cobaan memang snang brlangganan denganmu#plaakk

  3. waduh bru selesai 1 masalah sdh dtg masalah lain lagi nich
    kyu jga udh dibilangin jga kyak gini kan akhirnya. . .
    yang sbar ya minnie eonni 🙂

  4. Zhoumi dtng d’saat yg ga tepat nih
    Kasian sungmin n kyuhyun kan
    Lagian jg knpa kyuhyun pake tidur d’rmh sungmin sih kan jdnya zhoumi jd salah paham tuh

    Smoga semuanya baik2 ja deh😀

  5. huaa gege telah salah paham T_T
    aiish ini semua salah kyuhyun oppa yang maksa tidur di apartemen minie eonni,, kyuhyun oppa tanggung jawab looh . . !

  6. aisss gimana nih zhoumi udah salah paham ma kyumin…
    apa nanti ming jadi benci ma kyu ya??
    AAAANDWEEE><
    pokoknya jangan sampee

  7. Aiiiih~
    Gege merusak suasana nih.
    Konflik 1 blum selesai datang lagi konflik yng lainnya.
    Poor KyuMin.
    Gak tau mau comment apalagi,baca part ini bikin otakku buntuh. -_-“

  8. Et dah ya koala(?) merah ganggu bae moment kyumin! Hadeh pdhl kan susah payah kyu ngerayu min buat tidur brng*eh?:D*
    hadeh hadeh =,=

  9. huweeeeeee….. kenapa zhoumi galak bgt disini…..sungmin lg yg kena…
    kyu… lakukan sesuatu untuk calon istrimuuuu…..

  10. Tuhkan gara” kamu sih kyu?
    Ya ampun ngakak bgt chingu,pas aku baca yg bagian si kyu nendang zhoumi,emang dasar bener bener evilkyu

  11. Hadoh dasar bocah enak aja manggil ming calon istri -.-

    Mimi gege jangan marah yah, ming ga salah apa-apa, yang salah itu kyunnie!! *evil smirk *dirujam kyu😄

  12. Kyu kissing sama Min lagi :DD
    Aissh kyu suka seenaknya sendiri, maksa tidur bareng jugaa ~,~ apalgi gege daatang disaat yang tidak tepat
    Aduuh ada ada aja masalah deh ini =,= ampuni KyuMin yaa Gege-ah jangan pisahin merekaa😦

  13. Waduh… Kedapatan lagi tidur seperti itu sudah pasti akan salah paham. Apa Zhoumi benar2 memberitahukan orang tua mereka di China?

  14. kyuhyun kenapa cuman bilang maaf kan bisa bantu sungmin jelasin ke zhoumi.. aishh kyuhyun mahh._.
    next chap go go go

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s