Christmas is Finally Here! Part 7

Christmas is Finally Here!

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , KyuSeo , Dong Hae , Eun Hyu , and etc

 

Part : 7/10

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Sungmin menghela nafas, matanya telah berembun. Untuk pertama kalinya ia ingin mengatakan satu hal, satu hal yang sangat tak pernah terlintas di pikiran Sungmin. “Jangan dekati aku lagi, brengsek.”

 

Noona, jangan berkata hal bodoh seperti itu,” Kyuhyun berucap sembari membuang pandangannya. Senyuman mengejek itu kembali terlukis di bibirnya, terkesan sangat meremehkan. Ia mendekatkan wajahnya, bibirnya mendekati telinga Sungmin kemudian mulai berbisik, “jangan mengatakan hal yang sekiranya dapat membuatmu menyesal nanti.”

 

Sungmin terdiam, benar juga. Kenyataan bahwa ia sangat mencintai laki-laki brengsek yang berdiri di depannya kini membuatnya tak dapat berucap. Namun, sisi lain Sungmin yang menuntutnya untuk memaki Kyuhyun juga muncul mengingat kejadian yang terjadi beberapa menit lalu di apartemennya. Perbuatan Kyuhyun yang sama sekali tak dapat dimaafkan.

 

“Akui saja, noona.”

 

“Ck,” Sungmin berdecak, lebih memilih pada akal sehatnya daripada cinta yang belum tentu membawa kebahagiaan kelak. Ia tatap Kyuhyun dengan mata kelincinya, “kupikir kau hanya milik Seohyun.”

 

“Itu dulu.”

 

“Lalu?” Sungmin memotong ucapan Kyuhyun, “lalu sekarang kau ingin apa? Bahkan kau memintaku untuk membantumu kembali dengan Seohyun.” Sakit, dadanya terasa nyeri dengan ucapannya sendiri.

 

Noona, berhentilah membawa nama Seohyun!”

 

“Tidak! Kau yang selalu membawanya dalam segala perkataanmu!” Sungmin melempar tatapan penuh emosi ke arah Kyuhyun. Lihat, air matanya hampir saja tumpah jika saja Sungmin tak menguatkan perasaannya. Perlahan tenggorokannya terasa tercekat, perih.

 

“….”

 

“Setelah kau mengakhiri hubunganmu, merengek-rengek kepadaku untuk membantumu kembali dengan Seohyun, dan sekarang kau memintaku untuk menjadi kekasihmu?”

 

Sungmin sakit hati, jadi benar apa yang dikatakan oleh Donghae, Kyuhyun hanya menganggapnya sebagai pelampiasan. Tapi, tak bisa dipungkiri. Ia tahu, sejujurnya ia tahu, tapi ia tak sanggup untuk mengakui itu. Ciuman, pelukan, perhatian, dan apapun yang Kyuhyun berikan kepadanya.

 

“Jadi kau percaya dengan perkataan Donghae hyung?” volume suara Kyuhyun semakin melemah. “Kalau kau bisa mempercayai Donghae hyung dengan mudah, kenapa aku tidak!”

 

“Berhentilah bicara, Cho Kyuhyun!”

 

“Aku tak bisa karena aku mencintaimu!”

 

“Sudah aku bilang berhenti!”

 

Plak.

 

Suara bentakan yang saling bersahutan itu akhirnya berhenti saat tangan Sungmin kembali melayang. Entah mengapa tangannya terangkat untuk memukul pipi tirus Kyuhyun, menampar dengan sekuat tenaga. Air mata Sungmin akhirnya menetes, tak mempercayai bahwa ia dapat melakukan kekerasan ini pada orang yang sangat ia cintai. Apa ini salah?

 

“Kau bahkan bisa mengatakan hal itu dengan mudah..,” cicit Sungmin, ia ingin menangis sekeras mungkin. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah menolak cinta palsu Kyuhyun. Namun, Sungguh. Hatinya menentang keras pemikiran tersebut. Ia menggigit bibir bawahnya, menguatkan kembali hatinya yang rapuh, menyusun kembali nafasnya yang tak beraturan, menenangkan kembali pikirannya yang kalut, meredam emosinya yang meledak. “Lupakan.”

 

Mwo?”

 

“Lupakan perasaan bodohmu itu, Cho Kyuhyun.”

 

OoOoO

Laki-laki berambut pirang itu duduk, sengaja menyembunyikan wajahnya yang sendu di antara kedua kekinya yang tertekuk. Patah hati kali ini begitu menyakitkan, seribu kali lebih menyakitkan. Hei, apa yang ada di pikirannya? Lihat, ia menangis. Air mata itu keluar dengan mudahnya dari pelupuk mata Kyuhyun bila ia mengingat penolakan yang dilakukan oleh Sungmin. Dadanya berdenyut sakit, matanya terasa panas.

 

Ia sedikit merutuki perasaannya yang tiba-tiba muncul, memporak-porandakan segalanya. Seharusnya ia bisa menyimpan perasaan ini sedikit lebih lama, menunggu agar Sungmin percaya bahwa ia benar-benar telah bebas dari belenggu Seohyun. Namun, jika melihat Donghae yang hampir mencium Sungmin? Tentu saja ia tak dapat diam saja. Melihat Sungmin berduaan dengan Donghae saja hampir membuatnya ingin menggorok leher Donghae.

 

Kyuhyun menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit kamar guna menahan air matanya yang terus mengalir. Ia begitu benci pada dirinya sendiri. Mengapa laki-laki seperti dia bisa menangis karena Sungmin?

 

Bodoh. Satu kata yang hinggap di benak Kyuhyun untuk dirinya sendiri. Yeah, bodoh. Kyuhyun sangat bodoh, idiot.

 

OoOoO

Hari ke-enam liburan natal. Yeah, selama itu Sungmin terus bersembunyi di dalam apartemen. Lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan menyibukkan diri. Seperti menghias ruangan, mencari resep spesial malam natal, membungkus hadiah, ataupun yang lainnya. Saat ini Sungmin tengah menghias pohon natalnya. Menggantungkan beberapa aksesori mungil berbentuk kue jahe, boneka salju, dan yang lainnya.

 

Sungmin menatap dua bintang segi lima yang tergelatak tak berdaya di meja Sungmin. Bintang pilihan Kyuhyun. Heuh, dengan keadaan hubungan mereka yang buruk sepertinya tak mungkin bila Sungmin akan memberikan bintang itu pada Kyuhyun. Untuk saat ini Sungmin benar-benar tak ingin berhadapan dengan Kyuhyun, ia takut.

 

Tangan Sungmin meraih salah satu dari bintang itu, kemudian meletakkannya pada puncak pohon natalnya. Pohon natalnya terlihat sangat cantik, bukan? Sungmin tersenyum, iapun melangkah ke dapur untuk mulai memasak makan malam. Ia ingin makan daging hari ini.

 

“Eh? Sudah habis, yah?” Sungmin mengeryitkan dahi ketika pandangannya tak menemukan daging sapi di frezeer. Dengusan Sungmin terdengar, terpaksa ia harus membeli daging itu di swalayan dekat stasiun kereta api.

 

Pandangan Sungmin tak sengaja terarah pada bintang perak yang seolah-olah memancarkan sinar yang berarti bawa-aku-pada-Kyuhyun. Langkah Sungmin mendekat, ia raih bintang itu kemudian memasukkannya pada saku mantel.

 

Knop pintu apartemen Sungmin terbuka, matanya menatap kotak surat yang berada di atas bel apartemennya. Perlahan tangannya membuka kotak surat berwarna merah yang bersembunyi di sana, kemudian menarik beberapa lembar surat berwarna pink cerah, warna favoritnya. Jemari Sungmin mulai membuka salah satu lembar surat itu, matanya semakin memicing ketika ia membaca apa isi surat yang ia terima.

 

Seperti sebuah kelopak bunga sakura yang indah. Tak pernah habis walau berguguran setiap saat.

 

Terkurung dalam kubangan cinta sepihak yang menyakitkan, kumohon tolong aku.

 

Kesalahan masa lalu yang merubah masa depan menjadi semakin buruk.

 

Kebodohan karena cinta sering kulakukan, tanpa kuketahui menorehkan luka mendalam.

 

Setiap hari menghantui mimpi malamku, bersediakah kau menemuiku di dunia nyata?

 

Tak peduli bila penantian ini akan terus berlanjut, aku akan terus bertahan.

 

Dari siapa surat-surat gomabalan cinta ini? Kyuhyun? Atau Donghae? Sungmin kembali masuk ke dalam apartemen dan meletakkan surat-surat itu di atas meja. Tiba-tiba ia teringat, bintang perak itu. Tidak ada salahnya jika Sungmin meletakkan bintang itu di kotak pesan Kyuhyun.

 

Yeah, benar.

 

Langkah kaki Sungmin berhenti di depan pintu apartemen Kyuhyun, dengan gerakan ragu Sungmin mulai membuka kotak Surat Kyuhyun dan memasukkan bintang perak yang sedari tadi ia genggam.

 

OoOoO

“Daging, soda, eung, apa lagi?” Sungmin bergumam pelan sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran.

 

“Sungmin sunbae?” seseorang memanggil Sungmin, membuat Sungmin membalikkan badannya.

 

“Ah, dangsin,” senyum kaku Sungmin terlukis.

 

“Kebetulan sekali. Ikut aku, akan kutraktir Ramyun,” perempuan itu menarik tangan Sungmin seenaknya. Membuat Sungmin hanya bisa diam. “Tapi kita bayar belanjaan ini dulu.”

 

Benar. Mana mungkin keluar swalayan sembari membawa keranjang belanjaan yang belum dibayar? Sungmin dan Hyukjae membayar belanjaan masing-masing di kasir yang berbeda. Setelah itu mereka duduk di kursi depan swalayan. Yeah, gedung swalayan ini memang terbagi dalam dua konsep, swalayan yang menjual berbagai barang kebutuhan dan cafe yang terletak tepat di depan swalayan.

 

“Ini,” suara Hyukjae membuat Sungmin sedikit tersentak.

 

Gomawo,” ucapnya sembari menarik mangkuk Ramyun instan yang Hyukjae sodorkan.

 

“Begini, aku ingin menanyakan sesuatu.”

 

“Tanyakan saja.”

 

“Ini tentang Donghae,” Hyukjae memberi jeda, sepertinya ia sedikit ragu dengan apa yang akan ia ucapkan. “Ada hubungan apa sunbae dengannya?”

 

Trek. Sungmin meletakkan sumpitnya, menghentikan aktifitas makan Ramyunya. Ia menatap Hyukjae, sepertinya wanita ini benar-benar gugup.

 

“Tidak ada, hanya sebatas hobae dan sunbae.

 

“Tapi, Donghae menyukaimu.”

 

Ara,” Sungmin mencoba menenangkan hatinya, ia kembali menyantap Ramyun instannya. “Kau ingat beberapa hari lalu Donghae babak belur di apartemenku?”

 

Hyukjae mengangguk.

 

“Itu karena dia menyatakan perasaannya padaku. Setelah itu Kyuhyun memukulnya,” Sungmin menyudahi aktifitas makannya. “Bagaimana keadaannya sekarang?”

 

“Baik,” jawab Hyukjae dengan intonasi pelan. Yeah, bagaimanapun hatinya terasa sakit saat ia benar-benar tahu Donghae menyukai Sungmin. Padahal Sungmin dan Donghae baru saja bertemu. Namun Donghae dapat dengan mudah jatuh cinta dan tergila-gila pada Sungmin. Hei, dia dan Donghae bertemu jauh hari sebelum mereka masuk ke taman kanak-kanak. Tapi mengapa perasaan cinta itu tak muncul di hati Donghae untuknya? Mengapa perasaan cinta itu hanya tumbuh di hati Hyukjae seorang?

 

“Baguslah, aku harap kau bisa merawatnya. Katakan padanya aku minta maaf.”

 

Ne, aku akan menjaganya.”

 

“Sedari tadi kau hanya mengaduk Ramyunmu. Apa kau sakit?”

 

Hyukjae menggeleng, ia angkat kepalanya dan menampilkan gummy smile andalannya.

 

“Baik, aku harus pergi. Katakan pada Donghae aku akan menjenguknya nanti. Terimakasih Ramyunnya,” Sungmin melambaikan tangannya kemudian pergi.

 

OoOoO

Sebenarnya ia baru mengetahui satu fakta yang ia dapat dari kelakukan Hyukjae tadi. Perempuan itu menyukai Donghae. Yeah, teman masa kecil Donghae itu menyukai Donghae. Apa Hyukjae merasa bahwa ia telah merebut Donghae dari dirinya? Jelas saja, ia tahu bagaimana perasaan Hyukjae sekarang.

 

Tep. Langkah kaki Sungmin terhenti ketika pandangan matanya terarah pada pintu apartemennya. Kyuhyun, tubuh kurus Kyuhyun tengah bersandar tepat di depan pintu apartemennya. Lihat, laki-laki itu menggunakan pakaian tipis  di udara yang dingin seperti ini. Apa dia gila? Sungmin melangkahkan kakinya, mendekat ke arah pintu apartemennya sekarang juga.

 

Noona, neo wasseo..,” suara serak Kyuhyun terdengar.

 

“Apa kau gila memakai pakaian seperti itu di musim dingin? Kembali dan hangatkan tubuhmu di rumah!”

 

Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi Sungmin. “Kau mengkhawatirkanku?”

 

“Jangan bodoh!”

 

Noona, kau tahu aku bangkit karenamu,” ucap Kyuhyun dengan ekspresi yang lebih datar. “Kumohon berilah aku kesempatan.”

 

Sungmin terdiam kembali. Apa Kyuhyun mengatakan hal itu dengan tulus? Soal memberi Kyuhyun kesempatan ke-dua, seharusnya itu tak menjadi masalah. Tuhan mampu memberi umatnya kesempatan ke-dua ataupun ke-seratus, lalu mengapa dia tidak?

 

Joha!” ucap Sungmin kemudian mendorong pintu apartemennya.

 

“Hup! Yes!” Kyuhyun berteriak dengan suara pelan ketika ia berhasil menyusup ke apartemen Sungmin.

 

Ya! Apa yang kau lakukan!”

 

“Biarkan aku masuk, noona! Di luar dingin sekali!”

 

Mendapati sikap evil Kyuhyun yang telah kembali membuat Sungmin hanya memutar bola matanya dengan malas. Namun, baru beberapa langkah ia ambil sebuah lengan melingkar di pinggangnya. Lengan siapa lagi kalau bukan milik Kyuhyun? Deru nafas hangat menari-nari di tengkuk Sungmin, membuat Sungmin sedikit terlarut dalam permainan ini.

 

“Kalau kau melakukan ini, aku akan mengusirmu!” seru Sungmin dengan nada cukup ketus.

 

“Baiklah..,” lengan itu terlepas dengan gerakan tidak rela. Kyuhyun mendengus kesal, sebaiknya ia mendudukkan diri di sofa empuk milik Sungmin. Hal ini terasa seribu kali lebih baik daripada ia harus duduk terdiam di kamarnya. Mata onyxnya tertuju pada seonggok kertas berwarna pink yang sangat ia kenal. Surat cinta darinya.

 

“Minumlah,” sSuara itu tiba-tiba muncul, cukup membuat Kyuhyun terhenyak kaget. Segelas coklat panas tersaji di depan pandangannya, seperti dulu. Jadi, Sungmin masih menaruh simpati padanya. “Hangatkan tubuhmu.”

 

Senyum menakutkan itu terpampang, “kalau dengan coklat panas, itu tidak cukup, noona.”

 

Sungmin terdiam, lebih memilih mangacuhkan ocehan Kyuhyun dengan membaca majalah fashion miliknya. Jika ia meladeni Kyuhyun bisa-bisa ia kembali bertengkar atau hal buruk akan terjadi. Hah, dia tak mau itu terjadi. Ia cukup lelah. Apalagi natal akan segera tiba, jadi, tak akan mungkin bila Sungmin membiarkan kerusuhan terjadi.

 

Noona,” suara tengik itu kembali terdengar, bersamaan dengan tubuh Kyuhyun yang tiba-tiba duduk di samping tubuhnya. Semakin merapat dan mendesak tubuh Sungmin.

 

“Jangan menganggu!” Sungmin melayangkan protesnya. Sama sekali tak sudi mengalihkan pandangannya dari buku fashion yang ia baca.

 

“Dingin..,” rengeknya, manja.

 

“Kau mau coklat panas lagi? Buat saja sendiri!”

 

Nada suara Sungmin semakin naik. Nampaknya perempuan bergigi kelinci itu telah menjadikan teriakan sebagai kebiasaannya ketika berbicara dengan Kyuhyun. Tapi jelas saja. Baginya Kyuhyun sangat mirip dengan keponakannya yang tinggal di China, manja. Namun yang menjadi pembeda adalah Kyuhyun laki-laki berumur 16 tahun dan keponakannya berumur 5 tahun. Heh, benar-benar menggelikan.

 

Noona.”

 

Lihat. Laki-laki itu merengek lagi. Benar-benar membuat telinga Sungmin panas. Namun, deruan nafas itu kembali terdengar, nafas berat milik Kyuhyun kembali menerpa leher Sungmin. Oh, Hei, apa yang sedang terjadi.

 

“Jangan macam-macam, Kyu!” ancaman yang sama sekali tak menakutkan itu terlontar.

 

Kyuhyun semakin tersenyum. Ia mulai menyandarkan kepalanya di pundak Sungmin. Nafasnya yang memang berat karena mulai memikirkan hal-hal kotor kembali terdengar. Sejujurnya, itu cukup membuat Sungmin tak nyaman. Itu membuat Sungmin sedikit horny. Dan jangan ditanya bagaimana perasaan Kyuhyun sekarang. Bahkan laki-laki itu kini benar-benar horny mengingat Sungmin hanya tinggal sendiri, itu berarti mereka bebas melakukan apapun, bukan?

 

Kyuhyun mulai memeluk tubuh Sungmin dengan erat selama ia tak mendapat protes. Ia benamkan kembali wajahnya di ceruk leher Sungmin, membuat Sungmin sedikit menggeliat tak senang. Kyuhyun ingin sekali mencium dan menjilat leher berbau stroberi ini. Ia ingin melakukan itu!

 

“Jangan!” tangan mungil milik Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun, membuat Kyuhyun hampir terjungkal ke belakang. Ia menatap Sungmin yang mulai berkeringat karena ulahnya. Apa dia harus menggodanya lagi, heh?

 

“Aku tahu kau menyukaiku, noona,” Kyuhyun kembali menyandarkan kepalanya di pundak Sungmin. Ia raih telapak tangan Sungmin dan meremasnya kecil.

 

Sungmin diam, sedikit terhanyut dalam pernyataan yang Kyuhyun lontarkan beberapa detik lalu. Seharusnya ia membenarkan apa yang Kyuhyun katakan, namun, ia takut sakit hati yang pernah ia rasakan kembali terasa.

 

“Aku tahu itu,” bibir tebal Kyuhyun mulai mencium dahi Sungmin, perlahan mulai turun. Ia mencium kedua kelopak mata Sungmin, kedua pipi chubby Sungmin, dan yang terakhir..

 

Noona?”

 

Brak. Tangan Sungmin reflek mendorong tubuh Kyuhyun, membuat tubuh kurus Kyuhyun benar-benar terjungkal dalam keadaan yang sama sekali tak baik. Mata Sungmin terarah pada pintu masuk apartemennya. Donghae. Ouhg, semoga saja Donghae tak berpikir yang bukan-bukan. Hei, Kyuhyun belum mencium bibirnya. Hanya sebatas menghembuskan nafas hangat di bibir Sungmin.

 

“Ahh, kau.. Masuklah?” Sungmin bangkit dari duduknya, mempersilahkan Donghae yang masih shock untuk masuk ke dalam. “Jj—jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kami tak melakukan apapun!” ia mencoba menyangkal sembari melambai-lambaikan kedua tangannya.

 

“Ahh, tentu saja aku tak memikirkan apapun!” Donghae mengelak walau dengan kebohongan yang menyakitkan. Jelas-jelas ia melihat apa yang Kyuhyun dan Sungmin lakukan beberapa detik yang lalu. Mereka ciuman, bukan? Kisseu, Kiss, atau apapun itu! “Aku langsung masuk karena pintu apartemennya tidak bertutup. Aku kira ada apa-apa.”

 

“Memang ada ‘apa-apa’ kemudian kau datang dan menganggu,” Kyuhyun menyahut.

 

“Jangan dengarkan dia!” Sungmin mencengkeram kedua lengan Donghae.

 

Noona, apa yang kau lakukan?” tubuh Kyuhyun bangkit, dengan gerakan cepat ia melepaskan pautan lengan Sungmin dan Donghae.

 

Oke, Sungmin mengalah. Ia tak mau kejadian Kyuhyun memukul Donghae sampai terulang kembali. “Mianhae, Hae! Apa lukamu telah sembuh?”

 

“Masih sedikit sakit, noona,” Donghae berujar dengan nada rendah. “Hajiman, geokjeongma!” Donghae melempar senyuman ke arah Sungmin.

 

“Ada apa kemari, Hae?”

 

“Kau jadi pergi ke christmas party denganku, ‘kan?”

 

“Ahh..,” Sungmin bersunggut-sunggut, sebenarnya ia belum sempat memikirkan hal itu. Ia lupa bahwa ia mendapat tawaran untuk menghadiri pesta itu dengan Donghae. Namun, bila mengingat Kyuhyun yang bisa berbuat apapun bila ia berdekatan dengan Donghae membuat Sungmin menjadi bimbang kembali. “Aku akan menghubungimu nanti.”

 

Rasa kecewa itu sedikit menyeruak ke dalam rongga hati Donghae. Namun apa yang harus ia lakukan? Kata Hyukkie, sahabatnya, cinta itu butuh perjuangan yang sangat besar. “Gwaenchanha.. Kalau begitu aku pulang. Annyeong!”

 

“Eh? Mau pulang secepat itu?” Sungmin menatap punggung Donghae yang telah menjauh. Hah, apa mungkin sekarang ini Donghae phobia dengan Kyuhyun? Alasan bodoh macam apa itu, Lee Sungmin?

 

“Bahkan dia tak menyapaku! Tidak sopan!” celetuk Kyuhyun dengan nada sebal.

 

“Hei, lihatlah dirimu sendiri! Apa kau tadi memberi salam pada Donghae?” sahut Sungmin tak kalah sebal. Ia langkahkan kakinya menuju dapur, ia ingin membuat banana milk.

 

Noona, kau mau menghadiri christmas party dengannya?”

 

“Hm,” jawab Sungmin enggan. Tangannya sibuk memotong daging pisang.

 

Andwae!”

 

“Kau tak berhak melarangku! Aku berhak pergi dengan siapapun!”

 

Noona, sudah aku katakan beberapa kali, kau itu milikku!”

 

TBC

 

Music : Boyfriend by Boyfriend

 

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Sunbae (선배) : senior

Hobae (허배) : junior

Dangsin (당신) : anda –formal

Gomawo (고마워) : terimakasih –informal

Ara (알아) : aku tahu

Ne (네) : ya

neo wasseo (너 왔어) : kau telah datang

Joha (좋아) : baiklah!

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Kisseu (키스) : kiss

Mianhae (미안해) : maaf –informal

Hajiman (하지만) : tapi

Geokjeongma (걱정마) : jangan khawatir

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

Andwae (안돼) : jangan

54 thoughts on “Christmas is Finally Here! Part 7

  1. wah itu surat cinta dari kyuhyun yaaa…
    huh min nerima ajakan donghae ga yaa, nnti hyukkie ama kyuhyun cemburu dah…

  2. aduh plin plan banget si evil kyu . . .
    kasian minnie eonni kali evil😦
    bner” dech evil kyu klu ada di depanku udh tak jitak kepalamu tuch biar sdar >_<

  3. Kyu udah menyatakan cintanya k minnie:D tp kyu ‘menyeramkan’ jg nih, sering ke apartemen kyu n .. BegituxD
    Hae msh sk ming ya? Kl ming gamau prg ke christmas party itu, ga ada salahnya kan dia mngajak hyukkie?

  4. wah kyu kamu belum jadi pacarnya ming aja udah seposesif itu…
    nanti apalagi kalo udah jadian malah gimana???
    eh ya ming nanti nerima ajakannya hae gag ya???

  5. kkkkkk~
    kyu.. akhirnya~^^
    kau bnr2mnyukai lee sungmin kan? ough senangnya~

    minggg~ ayolahhh.. bknnya kau jg mncintai kyuhyun?? Ayo, ayo jdiannn..
    kkkk.

    udalah hae, msi ada hyuk.. kau party ma hyuk aja~^^

  6. See !
    Namja cho itu benar” posesive !!!
    Padahal blum pacaran tuh.
    Hae sama hyukkie saja ne. ^^
    Jngan ganggu ming atau kalau g setan cho itu akan murka lagi.
    Kkkk~

  7. Tuh kan kyu kena batu’a(?) sendiri! Dulu nga perduli ama minnie tp skrng? Ngejar2 min terus! Ckck =,=
    protektip kyu muncul!ish lg kyu blm nyatain apa2 ke minnie eh udh maen klaim2 aja -_-

  8. Ini si kyu ngeyel amat sih,
    pantang menyerah,bagus lah kyu,hwaiting,,buatlah ming takluk padamu,#walaupun udah haha

  9. waw..kyunnie puits jg,hhi
    dengar hae,d luar sna ad beautiful monkey menunggumu..kau tdk tau itu?
    Jd ku mhon,brhnti dtg d kyumin moment,ne..*tepuk pundak hae

  10. Ini minnie malah suru lupain perasaannya Kyu =,= enggak salah min ?? Nanti nyesel lhoh, Kyu sampek nangis juga lagi😦

    Yang nulis surat cinta Kyu yaa ?? Pakai pink pink segala.. Cieeeee
    Udahlah hyuk jadian saja sama hae, kasian hae yang udah kecewa gagara liat KyuMin kiss

  11. dasar kyu klo dah sma ming udah kaya anak kecil,, udah gtu protektif bgtt blm jg jadian gmn udah coba..
    lanjuttt

  12. Kyu posesif banget ya jadi cowok.
    Kalau Kyu memang cinta juga sama Sungmin, kenapa malah minta Sungmin bantuin dia supaya balikan sama Seohyun? Kyuhyun aneh

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s