Christmas is Finally Here! Part 6

Christmas is Finally Here!

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , KyuSeo , Dong Hae , Eun Hyuk , and etc

 

Part : 6/10

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Kau menyukaiku, noona?

 

“Eh?” hanya satu tanggapan yang dapat Sungmin berikan. Mengapa Kyuhyun menanyakan hal yang tabu seperti itu? Keduanya saling menatap, saling bertukar pikiran dari pandangan masing-masing. Apa Kyuhyun menanyakan hal seperti itu untuk memberikan Sungmin kesempatan. Sungmin tersenyum miris. Bagaimana bisa ia berpikir seperti itu? Kyuhyun adalah milik Seohyun.

 

“Jawab, noona!”

 

“Jangan tertalu percaya diri, Kyunnie!” Sungmin melepas kedua telapak Kyuhyun yang merengkuh pipinya. Ia mengalihkan pandangannya. Bodoh sekali ia karena telah menatap Kyuhyun dengan tatapan berharap seperti tadi.

 

 

“Oke, terserah noona saja,” jawab Kyuhyun santai sembari kembali merebahkan tubuhnya di ranjang Sungmin.

 

“Untuk natal, kau mau hadiah apa, Kyu?”

 

“Seohyun.”

 

Plak! Sungmin menempeleng kepala Kyuhyun sekeras Mungkin. Sebal sekali ia ketika gendang telinganya menangkap jawaban Kyuhyun. Sangat tidak masuk akal dan menyakitkan!

 

Noona! Kau kenapa, sih! Apeo!” protes Kyuhyun sembari mengusap-usap kepalanya yang bisa di bilang malang.

 

“Aku tidak main-main, babo!”

 

“Aku juga tidak main-main, noona!”

 

“Aish! keluar dari apartemenku sekarang juga! Dasar evil babo!” Sungmin mencengkeram kuat seragam Kyuhyun, menarik tubuh kurus itu agar segera keluar dari rumahnya. Ia begitu sebal mendengar apa yang Kyuhyun inginkan sebagai hadiah natal. Meminta 10 kaset game limited idition, sih, sama sekali tak masalah. Tapi, kalau meminta Seohyun? Ingin sekali Sungmin melempar Kyuhyun ke sungai Han sekarang juga.

 

Noona! Kau itu kenapa, sih!” protes Kyuhyun terus terdengar. “Noona!”

 

“Keluar!” teriakan Sungmin semakin keras, membuat Kyuhyun hanya bisa pasrah dan diam. Lebih baik ia keluar daripada para tetangga berpikiran yang bukan-bukan tentang dirinya dan Sungmin setelah mendengar teriakan-teriakan yang Sungmin hasilkan.

 

Blam.

 

Sungmin membanting pintu apartemennya sekeras mungkin. Setelah bangun tidur, ia dikejutkan oleh kedatangan Kyuhyun dan sekarang ia sebal setengah mati. Permintaan konyol Kyuhyun benar-benar menyulut api kemarahan Sungmin. Kenapa ia begitu bodoh? Memergoki sang kekasih tengah kencan dengan laki-laki lain masih saja bersikap seperti itu.

 

OoOoO

 

Kenapa sih, selalu seperti itu? Kyuhyun menggaruk kepalanya dengan gerakan sebal. Ia diusir, bayangkan, diusir dengan sangat tidak sopan dari sana.

 

“Kyuhyun-ah?” seorang mencoba menyapa Kyuhyun, membuat Kyuhyun menoleh seketika.

 

“Donghae hyung? Sedang apa kau?” alis mata Kyuhyun terangkat ketika pandangannya mendapati Donghae telah berdiri di sampingnya. Diliriknya kantong belanjaan yang Donghae tenteng kemudian tersenyum penuh arti. “Mau ke apartemenku, hyung?”

 

“Hah? Tidak mungkin!” Donghae mengelak sembari mengeluarkan ejekannya. “Mau ke apartemen Minnie noona!”

 

“Hah?” dahi Kyuhyun semakin berkerut setelah ia mendengar pernyataan Donghae. “Untuk apa, hyung?”

 

“Hanya ingin berkunjung! Sudah ya, Kyu! Aku pergi dulu!” Donghae menepuk pundak Kyuhyun pelan kemudian pergi. Kyuhyun hanya menatap Donghae dengan tatapan cengo.  Tunggu, itu berarti Sungmin dan Donghae akan berduaan di apartemen. Apa yang akan mereka lakukan di apartemen yang sepi seperti itu? Berbuat mesum, heh? Kyuhyun memeluk tubuhnya sendiri, kemungkinan itu sangat bisa terjadi mengingat suhu udara yang terus menurun. Hah, benar-benar tak bisa dibiarkan! “Hyung! Tunggu!” teriak Kyuhyun dan sukses membuat langkah kaki Donghae terhenti.

 

“Ada apa, Kyu?”

 

“Aku ikut!” Kyuhyun berlari kecil ke arah Donghae.

 

Ww—wae? Jangan ganggu!”

 

Jangan ganggu? Kyuhyun semakin curiga. Kenapa Donghae melarangnya ikut bila meraka tak akan melakukan apapun? “Aku ikut, hyung!”

 

“Tidak usah! Kau bisa pergi kencan dengan Seohyun, ‘kan!”

 

Hyung! Aku ikut!” Kyuhyun tetap ngotot.

 

“Aish!” Donghae menggaruk kepalanya dengan sebal, iapun berjalan meninggalkan Kyuhyun yang tetap keras kepala. Huh, dia benar-benar ingin memanfaatkan moment ini untuk berduaan dengan Sungmin! Yeah, itu ia lakukan agar ia dapat menyatakan perasaannya. Bukankah itu akan terasa romantis bila dilakukan hanya berdua, di tempat yang sepi pula.

 

Tapi, apa dia harus menunda rencana briliantnya itu gara-gara setan kecil yang aneh ini? Hah! Donghae benar-benar sebal dengan tingkah laku Kyuhyun yang keras kepala seperti itu. Bisa gawat bila laki-laki yang lebih muda setahun darinya itu terus menguntit. Donghae berbalik, menatap wajah Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan tatapan dingin.

 

“Jangan mengikutiku, Kyu!” Donghae berdecak sebal.

 

“Aku hanya ingin pergi ke apartemen Minnie noona, hyung!” sahut Kyuhyun lagi.

 

“Kyu! Ada suatu hal penting yang harus aku katakan pada Minnie noona! Kau menganggu saja!”

 

“Terserah apa yang mau kau lakukan, hyung! Pokoknya aku tetap akan pergi ke rumah Minnie noona!”

 

Donghae menyerah. Terpaksa ia harus menunda rencana tersebut. Dengan langkah lunglai Donghae berjalan, tak lupa diiringi oleh bocah setan di belakangnya. Heh, menyebalkan.

 

Langkah kaki Donghae terhenti di depan sebuah pintu bertuliskan nomor 3021. Jemarinya memencet bel yang terletak tepat di samping pintu.

 

“Donghae-ah?”

 

Noona!” bukan suara Donghae yang terdengar. Melainkan suara Kyuhyun. Yeah, laki-laki berambut blonde itu dengan tampang penuh berdosa muncul dari balik punggung Donghae. Oh, demi Tuhan Donghae benar-benar ingin menonjok wajah Kyuhyun sekarang juga.

 

“Masuklah!” ucap Sungmin kaku.

 

Dua laki-laki dengan senyum mengembang itu masuk, namun keduanya tampak saling melemparkan deathglare satu sama lain. Donghae meletakkan tas belanjaan yang ia bawa, kemudian berjalan menghampiri Sungmin di dapur.

 

Noona, berencana untuk mendekorasi ruangan? Tepat sekali aku datang!” senyum Donghae semakin melebar.

 

Noona, buatkan aku coklat panas! Di sini dingin sekali!” suara lain menginterupsi, kali ini suara Kyuhyun. Yeah, laki-laki itu beralibi seperti itu agar keduanya tak larut dalam kesenangan berdua. Tahu, ‘kan, apa yang dimaksud oleh Kyuhyun? Laki-laki itu tak mau membiarkan Sungmin dan Donghae berdua-duaan.

 

“Kau bisa membuatnya sendiri, Kyuhyun-ah! Tidak sopan sekali kau!” Donghae menyahut.

 

Sedangkan Sungmin? Perempuan itu hanya memutar pandangannya, jengah juga ia dengan kelakuan Kyuhyun yang sangat sulit untuk diartikan. “Kalian berdua duduk di sofa, dua coklat panas akan segera siap!” ucap Sungmin sembari mengambul dua mug bergambar dari dalam rak.

 

Donghae mendekati Sungmin, kemudian berbisik, “berikan aku yang spesial, noona?”

 

Sungmin tersenyum kecil. Ada-ada saja kelakuan hobaenya ini. Menggodanya di saat seperti ini? Sungmin mengangguk sembari mengerling nakal, berusaha untuk balas menggoda Donghae. Bola mata Sungmin melirik ke arah Kyuhyun sejenak, laki-laki itu tengah memandanginya dengan tatapan iblis yang menakutkan.

 

Sungmin mencoba untuk tak peduli. Yeah, laki-laki yang tengah memandangnya itu sama sekali tak penting. Lebih baik ia cepat-cepat membuat dua coklat panas ini untuk Donghae dan Kyuhyun.

 

“Silahkan diminum. Aku tahu tubuh kalian pasti kedinginan,” Sungmin meletakkan dua mug besar dengan isi coklat panas.

 

“Setelah aku melihatmu, seketika tubuhku menjadi hangat, noona!” Donghae menggombal, dan itu sukses membuat Sungmin terkikik geli.

 

Kyuhyun menatap Donghae dan Sungmin bergantian. Ia benar-benar tidak suka saat Sungmin memberikan senyuman manis itu pada Donghae. “Hyung, gombalanmu itu menjijikkan!” sahut Kyuhyun sembari meraih mug berwarna coklat tua dan menyeruputnya.

 

Sungmin merengut, “seharusnya kau bisa lebih sopan, Kyu!”

 

“Sudahlah, noona! Ayo mulai mendekorasi ruangan!” Donghae mencoba mengacuhkan Kyuhyun. Ia lebih memilih menarik tangan Sungmin daripada harus menguras tenaga dengan marah-marah pada Kyuhyun.

 

“Hei! Jangan menarik-narik tangan Minnie noona!” Kyuhyun berteriak kalap ketika matanya mendapati Donghae yang tengah menarik tangan Sungmin. Kyuhyun bangkit, kemudian melepaskan dua tautan tangan yang terjalin itu. Matanya menatap Donghae dengan tatapan mengerikan, lebih menakutkan dari tatapan sebelumnya. “Dia itu milikku, hyung!”

 

Hei, kedua dahi orang itu mengerut heran ketika gendang telinga mereka menangkap getaran suara yang dihasilkan oleh Kyuhyun. Pernyataan yang sama sekali tak mereka ketahui, pernyataan yang  mungkin Kyuhyun buat seenaknya saja. Tapi, apa wajah menyeramkan Kyuhyun yang ada di depan mereka terlihat seperti candaan yang hanya main-main saja? Tidak! Kyuhyun sedang tak main-main!

 

Senyum meremehkan itu terlukis di bibir Sungmin, “jangan dengarkan dia, Hae!” ucapnya ketus. Dengan kasar Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun yang tengah mencengkeram lengannya. Donghae yang melihat reaksi Sungmin hanya tersenyum kemudian melempar deathglare ke arah Kyuhyun.

 

Noona!” teriak Kyuhyun, ia begitu tak suka dengan penolakan Sungmin.

 

“Kau berniat membantuku tidak, sih? Kalau kau tak ingin membantuku, lebih baik kau duduk manis di sofa!” ucap Sungmin sembari menempelkan beberapa pita merah khas natal di dinding apartemennya.

 

Kyuhyun mendengus, ia menghempaskan tubuhnya di sofa dan memandang Sungmin yang tengah sibuk. Benar, wanita itu benar-benar sibuk menata ruangan ini. Dan Donghae? Laki-laki ikan itu dengan seenaknya menggoda Sungmin.

 

Lucu sekali. Memandangi wajah Sungmin yang tertawa karena lelucon murahan yang dibuat Donghae. Kyuhyun mencoba mengalihkan pandangannya dengan bermain PSP. Yeah, lebih baik itu yang ia lakukan daripada harus melihat dua orang yang tengah ‘pamer’ kemesraan.

 

Donghae melirik ke arah Kyuhyun yang tengah sibuk memainkan PSPnya dengan kepala menunduk. Sebuah kesempatan bagus pikirnya. Ia menghela nafas pelan, “noona?” panggilnya, dengan volume pelan tentu saja. Ia tak mau Kyuhyun menoleh ke arahnya dengan tiba-tiba.

 

“Hm?” Sungmin menoleh, menampilkan sebuah senyuman berdaya satu milyar watt.

 

Saranghae!”

 

“Eh?” mata Sungmin membulat sempurna, ia tatap wajah Donghae yang berjarak beberapa centi dari wajahnya. Apa pendengarannya tidak salah? Wajah Sungmin memerah! Ada apa dengannya saat ini?

 

Donghae mendekatkan wajahnya, perlahan-lahan ia menghapus jarak diantara mereka. Hembusan nafas keduanya saling menari-nari, menerpa wajah yang ada di depannya. Sungmin hanya bisa diam, ia benar-benar terkunci dalam gerakannya sendiri. Entah, ia tak kuasa untuk menolak. Ia tak kuasa untuk menggerakkan tubuhnya.

 

Sedikit lagi, sedikit lagi dua bibir itu akan bertemu dan mungkin saling melumat. Jika saja suatu suara derap langkah kaki tak menginterupsi, mungkin bibir Donghae telah menyentuh bibir merah muda milik Sungmin.

 

Hyung!” suara Kyuhyun menggelegar bersamaan dengan tubuh Donghae yang berbalik dan..

 

Buagh!

 

“Kya!”  Sungmin berteriak.

 

Satu pukulan tepat di pipi kiri Donghae, spesial dari Kyuhyun. Donghae menatap wajah murka milik Kyuhyun, memberi tatapan heran. Tangannya mengelus permukaan pipinya yang terasa perih.

 

“Sudah aku bilang, hyung! Dia itu milikku! Apa kau tuli, hah?”

 

“Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?” kali ini Sungmin menjatuhkan tubuhnya, menolong Donghae yang terkapar tak berdaya berkat pukulan Kyuhyun yang cukup keras. “Gwaenchanha?” tanya Sungmin khawatir.

 

Noona! Jangan sentuh dia!” tangan Kyuhyun menarik lengan Sungmin, memaksa wanita itu untuk kembali berdiri dan membiarkan Donghae yang meringis kesakitan.

 

“Apa yang kau lakukan!” Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun.

 

“Sudahlah, noona!” suara Donghae yang bisa dibilang paling tenang terdengar, “Sungmin noona itu bukan kekasihmu, Kyu..,” ucapnya sembari melirik ke arah Sungmin yang tertunduk. “Jadi jangan bersikap seolah-olah kau itu pacarnya.”

 

Nyut. Hati Sungmin berdenyut sakit ketika mendengar penjelasan Donghae. Benar, itu memang benar. Kyuhyun bukan kekasih Sungmin, dan ia tahu itu. Tapi, di lubuk hati Sungmin yang paling dalam, ia suka ketika Kyuhyun seperti itu. Ia suka saat Kyuhyun bersikap bodoh karenanya. Tapi, kenyataan pahit yang harus ia terima ini begitu menyakitkan.

 

“Sudahlah, Hae..,” Sungmin angkat bicara.

 

“Mungkin saja dia memanfaatkanmu sebagai pelampiasannya, noona,” Donghae kembali bicara dengan nada sinis.

 

Pelampiasan. Benar juga apa yang dikatakan oleh Donghae. Mungkin saja pelampiasan itu sengaja dilakukan Kyuhyun padanya mengingat ia baru saja putus dengan Seohyun. Benar, kenyataan itu sama sekali tak pernah terbesit di pikiran Sungmin. Mungkin saja perlakuan baiknya itu Kyuhyun lakukan agar ia simpatik. Sungmin menatap Kyuhyun dengan tatapan tak kalah sinis. Menatap laki-laki itu dengan tatapan kebencian.

 

“Tidak!” Kyuhyun menyangkal, “jangan berkata sembarang, hyung!”

 

“Aku bisa berkata sembarangan jika kau juga bisa seperti itu.”

 

“Brengsek!”

 

Buagh! Kyuhyun kembali melayangkan pukulannya, kali ini di sisi pipi kanan Donghae. Ia benar-benar tak terima dengan olokan yang ditujukan kepadanya.

 

“Akh!” Donghae merintih, cairan berwarna merah pekat itu mengalir dari sisi mulut Donghae.

 

“Kyuhyun-ah! Berhenti!” Sungmin menarik tubuh Kyuhyun, berusaha untuk menjauhkan Kyuhyun yang seakan-akan terus bernafsu untuk menghadiahi pukulan pada Donghae. “AKU BILANG BERHENTI!”

 

Kyuhyun berhenti, masih menatap Donghae yang terkapar tak berdaya di atas lantai yang dingin. Dadanya naik turun tak beraturan, nafas beratnya terdengar begitu mengerikan, semengerikan wajahnya yang memerah karena tersulut api kemarahan. Jelas sekali, bukan? Kyuhyun benci dengan orang yang berani mendekati Sungmin! Tak peduli bila itu adalah teman sekelasnya, tak peduli bila itu sahabat baiknya. Ia begitu tak peduli dengan siapapun yang berniat merebut Sungmin darinya.

 

Gwaenchanha? Masih bisa berdiri?” tiba-tiba suara Sungmin terdengar, menarik ruh Kyuhyun kembali ke raganya. Ia melirik Sungmin yang kini tengah menghapus darah yang mengalir dari sudut bibir Donghae. Hei, dari mana kotak obat itu datang? Apa karena terlalu panik, Sungmin berlari mengambil kotak obat itu dengan kecepatan penuh? “Aku akan merawatmu.”

 

Andwae,” Kyuhyun bergumam setelah ia mendengar penawaran Sungmin.

 

Gendang telinga Sungmin mendengar apa yang baru saja Kyuhyun katakan. Tapi, hei, apa dia harus peduli? Tidak! Lebih baik ia mengobati luka memar Donghae yang Kyuhyun sebabkan. Ia tak habis pikir, mengapa laki-laki yang sangat ia cintai bisa berbuat berlebihan seperti ini? Ayolah, Kyuhyun dan Sungmin tak memiliki hubungan apa-apa.

 

“Aku bilang jangan ya jangan!” bentakan Kyuhyun kembali terdengar, kali ini terdengar lebih keras bersamaan dengan tangan Kyuhyun yang menarik tangan Sungmin. Sungmin terhenyak, begitu juga dengan Donghae. Apa yang Kyuhyun inginkan saat ini?

 

Ya! Wae geurae?” Sungmin mencoba melepas genggaman tangan Kyuhyun. “Kau telah melukai Donghae dan sekarang kau melarangku untuk mengabatinya? Kau gila, Cho Kyuhyun!”

 

Kyuhyun terdiam, ia menelan ludahnya dengan susah payah. Air muka Sungmin yang murka karena dirinya membuat hatinya menciut. Benar apa yang Sungmin katakan, ia gila. Mengapa dia bisa memukul Donghae hingga babak belur seperti itu? Kyuhyun dan Sungmin saling melempar tatapan penuh amarah. Tidak, amarah Kyuhyun tak semenakutkan amarah Sungmin sekarang.

 

“Aish!” Kyuhyun menggaruk kepalanya sendiri kemudian pergi meninggalkan Sungmin. Lebih baik ia pergi dari apartemen ini dan bersembunyi di dalam apartemennya. Atau mungkin Kyuhyun harus pergi ke psikolog agar ia tahu bagaimana kondisi jiwanya. Benar. Kyuhyun merasa hampir gila. Ia kembali membayangkan perbuatan yang baru saja ia lakukan. Memukul Donghae karena Sungmin?

 

Kau gila, Cho Kyuhyun! Olokan yang Sungmin lontarkan kembali merasuki pikirannya, ia pusing! Apa karena cemburu? Tidak!

 

Kyuhyun mencintai Seohyun dan ia tahu betul akan hal itu. Namun, jika faktanya memang seperti itu, mengapa ia merasa sangat marah ketika melihat Sungmin yang hampir saja berciuman dengan Donghae? Itulah yang menjadi pokok permasalahan yang sekarang ini harus ia pecahkan.

 

OoOoO

 

Dua orang anak manusia itu saling terdiam. Sang wanita terlihat tengah sibuk mengoleskan sebuah cairan berwarna bening ke arah pipi sang laki-laki yang tertidur di sofa. Sesekali terdengar rintihan kesakitan dari sang laki-laki.

 

Mianhae,” Sungmin berucap dengan tiba-tiba. Tangannya tetap sibuk mengoles luka yang ada di wajah Donghae.

 

“Untuk apa? Kau bukan orang yang memukulku, noona.”

 

“Tapi karena aku kau seperti ini.”

 

Donghae terkikik, ia sedikit ingin tertawa ketika melihat wajah ketakutan Sungmin. “Auw!” rintihan itu terdengar ketika Donghae akan membuka mulutnya untuk tertawa.

 

“Jangan menertawaiku! Itulah akibatnya kau menertawaiku.”

 

Apeo..,” Donghae kembali merintih, bibirnya sedikit mengerucut setelah ia mendengar penuturan Sungmin.

 

Ara,” kapas putih yang ada di genggaman Sungmin kembali mengoles luka Donghae dengan gerakan pelan dan lembut. “Setelah ini aku akan menghajarnya untukmu.”

 

“Tidak,” jawab Donghae, “jangan temui laki-laki itu lagi, noona.”

 

Sungmin hanya tersenyum menanggapi larangan Donghae yang jelas tak akan ia gubris. Setelah ini ia akan mengantar Donghae untuk pulang ke rumahnya, lalu ia akan pergi membunuh pemuda bernama Cho Kyuhyun. Hah, Sungmin benar-benar merasa otaknya benar-benar bodoh. Bagaimana bisa ia mengidolakan atau bahkan mencintai orang seperti Kyuhyun?

 

Ting tong.

 

Bel apartemen Sungmin terdengar, membuat Sungmin dan Donghae saling berpandang-pandangan sejenak. Siapa yang mencoba mengunjunginya? Apa Kyuhyun kembali ke apartemen Sungmin dengan senjata berbahaya? Bisa saja itu terjadi mengingat Kyuhyun adalah orang yang nekat.

 

Ting tong.

 

Bel itu kembali berdentang. Dengan langkah ragu Sungmin mendekat, tangannya yang bergetar mencoba memutar knop dengan benar. Oh Tidak, Sungmin benar-benar takut. Apa setelah ini dia akan mengalami kejadian berdarah? Hei, jangan bercanda! Sebentar lagi natal akan tiba! Tak seharusnya ada kejadian berdarah di apartemen Sungmin. Oke, bila Kyuhyun berani membawa barang berbau tajam Sungmin akan menendang laki-laki itu sebelum ia masuk ke dalam apartemennya. Yeah, itu benar.

 

Kriek.

 

Sungmin membuka pintunya perlahan. Menunggu reaksi yang akan ia dapat saat ini. Tapi, tidak ada. Tidak ada teriakan, dorongan pintu yang kasar ataupun yang lainnya. Jadi bukan Kyuhyun, ya?

 

“Aa—annyeong?” suara seorang yeoja mengagetkan Sungmin, membuat Sungmin langsung membuka pintu apartemen.

 

Annyeong? Eh, kau,” Sungmin memicingkan matanya ketika ia tahu siapa yang mencoba mengunjungi apartemennya. Wanita dengan gummy smile yang pernah ia temui di kelas Donghae.

 

“Aa-aku dengar Donghae ada di dalam.”

 

“Eh? Kau mencari Donghae? Ayo masuk!” penawaran itu terlontar bersamaan dengan tubuh Sungmin yang masuk ke dalam diikuti oleh langkah kaki Hyukkie.

 

“Donghae-ah!” perempuan itu berteriak ketika pandangannya mendapati Donghae dengan wajah penuh luka memar tengah duduk di sofa. Hei, Hyukkie tahu bahwa Donghae sangat tak berdaya saat ini. Hyukkie duduk di samping tubuh Donghae, matanya memandang wajah Donghae dengan tatapan khawatir. “Gwaenchanha? Ayo aku antar pulang?

 

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri, Hyukkie..”

 

“Bohong! Lagipula aku bawa mobil!”

 

“Akan aku bantu.”

 

“Tidak perlu, Sungmin sunbae,” jawab Hyukkie sinis. Mendapati Donghae yang ada di apartemen Sungmin saja cukup membuat Hyukkie cemburu dan benci. Dan sekarang Sungmin ingin memapah Donghae?

 

Jangan harap! Pikir Hyukkie yang masih berusaha memapah Donghae keluar dari apartemen Sungmin. Ia tahu Sungmin tengah memandanginya dengan tatapan heran, seolah-olah tatapan itu berkata mengapa-Hyukkie-bersikap-sinis-padaku?

 

“Biar aku bantu,” ucap Sungmin lagi, kali ini tangannya telah siap menopang tubuh Donghae.

 

“Tidak perlu, Lee Sungmin sunbae!” Hyukkie kembali tersenyum. “Aku tak enak jika Donghae terus merepotkanmu.”

 

“Aish, Hyukkie, kau apa-apaan, sih?” protes Donghae terdengar.

 

“Sudahlah, Hae! Kau diam saja!” ujarnya ketus. “Kami permisi, annyeong!”

 

Sungmin hanya bisa memandang punggung dua orang itu dengan tatapan bingung. Mengapa Hyukkie bersikap begitu dingin dan terkesan kurang sopan? Sungmin mempautkan bibirnya kesal, iapun membuang pandagannya dan hei, ia tak sengaja melirik ke arah pintu apartemen Kyuhyun.

 

Dengan mantap Sungmin melangkahkan kakinya, semakin mendekat ke arah pintu apartemen Kyuhyun. Kepalan tangannya kini benar-benar ingin memukul permukaan wajah Kyuhyun. Ia mulai memencet bel pintu apartemen itu, menunggunya beberapa detika kemudian kembali memencet tombol bel.

 

Pintu terbuka, bersamaan dengan tubuh Kyuhyun yang muncul dari balik pintu. Hei, wajahnya pucat.

 

“Cho Kyuhyun!” Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun kemudian memilih menerobos masuk. Kyuhyun tersenyum, sedikit meremehkan, heh?

 

“Ada apa, noona?” tanyanya dengan pandangan tak berdosa. Hei, jelas saja ia bisa bersikap seperti itu.

 

Plak.

 

Telapak tangan Sungmin terlempar, menampar permukaan pipi tirus milik Kyuhyun sekuat mungkin. Ia sama sekali tak peduli dengan bekas yang ditimbulkan oleh tamparan darinya, tak peduli bila tamparan itu cukup membuat Kyuhyun meringis. Namun, sebuah evil smirk kembali terukir di bibir tebal Kyuhyun. Membuat Sungmin mendecih pelan kemudian kembali melayangkan tangannya.

 

Plak.

 

Bunyi tamparan itu terdengar kembali, mungkin akan terasa lebih sakit dari sebelumnya.

 

“Sudah selesai?” Kyuhyun buka suara, ia menatap wajah Sungmin yang memerah karena marah.

 

“Kau mau lagi?”

 

Plak.

 

Ough, ayolah Lee Sung Min, kendalikan emosimu. Sadarkah sifatmu ini membuat sang evil dalam diri Kyuhyun terbangun. Laki-laki yang berdiri di depanmu itu bisa berbuat seribu kali lebih kejam dari tamparanmu.

 

Sungmin menghela nafas, matanya telah berembun. Untuk pertama kalinya ia ingin mengatakan satu hal, satu hal yang sangat tak pernah terlintas di pikiran Sungmin. “Jangan dekati aku lagi, brengsek.”

 

Noona, jangan berkata hal bodoh seperti itu.” Kyuhyun berucap sembari membuang pandangannya. Senyuman mengejek itu kembali terluis di bibirnya, terkesan sangat meremehkan. Ia mendekatkan wajahnya, bibirnya mendekati telinga Sungmin kemudian mulai berbisik, “Jangan mengatakan hal yang sekiranya dapat membuatmu menyesal nanti.”

 

TBC—

 

Music : Don’t Lie by SM The Ballad ft. Henry Super Junior

 

Apeo (아퍼) : sakit

Babo (바보) : bodoh

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Hyung (형) : kakak lk –pemanggil lk

Wae (왜) : kenapa

Hobae (허배) : junior

Saranghae (사랑해) : aku mencintaimu

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa apa

Andwae (안돼) : jangan

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Wae geurae (왜 그래) : kenapa denganmu

Mianhae (미안해) : maaf

Ara (알아) : aku tahu

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

yeoja  (여자) : perempuan

sunbae (선배) : senior

61 thoughts on “Christmas is Finally Here! Part 6

  1. Aduuuh tonjok2an akhirnya.. Hehe
    Kyuhyun gila! Minta kado natal ama Ming, Seohyu.. Ckckck
    Udahlah Kyu ngaku aja klo emang suka sama Ming, ga usah nonjok Hae juga kali..😮

  2. aahhh kyu sukaaa ama ming, cemburu cemburu sampe’ tonjok2an ama hae…
    aish hyukkie kok sinis bgt ama ming, hae sadar hyukkie sukaa ama kamuu…

  3. Tuh kan mommy ming,,,apa aku bilang papi epil pastii brpaling ma Mommy…
    Hae ajhussi nggak bleh deket” ma Mommy entar ajhumma marah loh*lirik Hyukjae* ditonjok lgii ma Papii ,,.

  4. aduh klu memang cemburu bilang aja kyu. . .
    hae oppa nyadar donk hyukie eonni tuch suka sma kamu . . .
    jgan deketin minnie eonni lagi donk . . .

    minnie eonni sbar kyu oppa memang gila kok *ditaboksparkyu

  5. Knpa jd berantem sih
    Kyu jg knpa bisa mukul hae, apa mngkin dya udah mulai suka n cinta sama sungmin??????
    Hyukie km dtnng d’wktu yg tepat
    Udah cepat dapetin hae biar nnti kyu bisa dptin sungmin
    Buat kyu lupain aja deh seohyun lebih baik sama minnie aja oche😉

  6. Egh x_x kyu? Ming bkn milikmu :s knp km ngotot?
    Sampe pukul hae smp luka ><
    N stlh ming mnampar kyu,apa yg akn dia lakukan? :s kok rasanya udah mncium suatu2 yg menyeramkan :p

  7. Iblis cho itu maunya apa sih?. :O
    Kok saya jga ikutan emosi ya bacanya?.o_O
    Katanya cinta sama si seo tapi kok murka waktu liat ikan mokpo mau cium bunny ming sih?. –”
    Dasar setan cho labil !!!

  8. Ihhhh kyu mah aneh!😡
    ms min mau dicium ama hae nga blh!*yaiyalah nga blh kan min milik kyu!:p* haha😀
    hmm kyu cemburu sm hae? Ya ya aku bs paham ko’😀
    ommo kyu? Udh kena tampar tangan min brpa kli eoh? Enak nga rs’a? *plak:D

  9. huuuurrrr huuurrrrr…. kyuhyun ditampar sungmin… lagian kyu gt sih… katanya suka seo… tp min deket2 hae cemburu dy… gmn….
    tetapkan hatimu cho… kkkkkkk

  10. Ini maksud nyah apa sih?
    Si evil itu udah mulai suka bukan sma ming?
    YA ampun,,tp knp si evil bikin ming marah wae

  11. yach kyu cemburu. . . . Hahahb. . Sampai memukul hae. . . . Kyu apakah qm mau mempermainkan perasaan min? Jebal jangan jdikan min tmpat pelampiasan. . .

  12. yaampun.. kyu cemburu.. ckck segitunya.. begitulah perasaan ming wkt itu.. hihihi.
    sadarlah kl kyu jg mencintai ming.. dan kau donghae, sadarlah kl hyukjae sgt mencintaimu..😀

  13. Knpa kyuhuun sngat egois yaa… knp kyuhyun mrh kl donghae mendekati minnie… kl kyu ska am minnie knp msh menghrpkan seohyun…. hhaaahhh… cinta yg rumit….😱😱😱😱

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s