Christmas is Finally Here! Part 5

Christmas is Finally Here!

Genre : Romance , Drama , Hurt

Rate : T+

Pairing : KyuMin , KyuSeo , Dong Hae , Eun Hyuk , and etc

Part : 5/10

Warning : Genderswitch , abal , geje .

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Nona kelinci yang manis, cium pangeran tampan ini!” nafas Kyuhyun semakin berat. Laki-laki ini menyeramkan. Mengapa ia bisa menjadi menyeramkan seperti ini? Kyuhyun semakin gencar mencium leher Sungmin.

 

Sungmin benar-benar ingin kabur! Tidak mungkin ia benar-benar mencium Kyuhyun dalam keadaan seperti ini. Hah, ia bisa gila!

 

“Kyuhyun!” Sungmin kembali berontak.

 

Tidak bisa. Lengan milik laki-laki itu lebih kuat daripada lengan kecil milik Sungmin. Dengan satu kali hentakan, Kyuhyun berhasil membalik tubuh Sungmin, seketika itu juga menangkap bibir Sungmin. Kyuhyun kembali mencium permukaan bibir Sungmin.

 

Dan apa yang bisa Sungmin lakukan? Ia hanya bisa diam ketika Kyuhyun mengambil alih semuanya. Ia biarkan Kyuhyun mengecup, menjilat dan menyesap bibirnya. Yeah, mungkin dengan ini ia bisa membagi kesedihan. Ciuman hangat ini sarat akan kesedihan yang ada pada diri Kyuhyun. Kyuhyun melampiaskan kesedihan yang melanda hatinya dengan ciuman mereka. Oh, bila Kyuhyun tahu betapa sakitnya Sungmin saat ini.

 

Air mata Sungmin mengalir dari kedua pelupuk matanya. Menyusuri pipi chubby milik Sungmin. Ia tidak bisa bila terus mempautkan bibirnya seperti ini. Walau ia mencintai Kyuhyun, laki-laki yang kini tengah menciumnya, tapi bukan berarti ia mau melakukan hal ini. Ia tak suka!

 

Jemari tangan kanan Kyuhyun menyentuh permukaan pipi Sungmin yang basah, mengusap air mata itu. Dengan perlahan ia menarik kepalanya, mata hangatnya menatap wajah Sungmin yang memerah, manis.

 

Uljima, noona?” mencoba untuk tersenyum, namun nyatanya senyuman Kyuhyun adalah senyuman paling buruk yang pernah Sungmin lihat. Sungmin saat ini tak mungkin bisa marah! Lihat saja, ia tahu bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang! Ia tahu bahwa Kyuhyun tengah down. Jadi tak mungkin bila ia meluapkan amarahnya karena ciuman tadi.

 

“Seharusnya aku yang berkata seperti itu,” tangan Sungmin membelai rambut Kyuhyun dengan kasih sayang. “Kau tak boleh seperti ini karena wanita, Kyu..”

 

“Aku bingung, noona!” jawab Kyuhyun, masih dengan kepala tertunduk.

Demi Tuhan, ingin sekali Sungmin pergi menghampiri rumah Seohyun dan menampar pipinya dengan keras. Ia benar-benar benci pada orang yang suka tenggelam akan kebohongan. Hah, yang lebih mengejutkan adalah, mengapa sosok laki-laki yang berada di depannya mudah sekali bersedih bila ada sesuatu yang menyangkut Seohyun, kekasihnya.

 

“Seharusnya kau menuntut penjelasannya esok,” yeah, hanya itulah saran yang dapat ia berikan. Untuk yang lain? Sungguh Sungmin benar-benar merasa tak berhak untuk menyatakan saran yang menurutnya terlalu mencampuri urusan Kyuhyun. “Cuci mukamu dulu, Kyunnie.”

 

Kyuhyun menurut, namja berambut blonde itu berlalu meninggalkan Sungmin. Sungmin mengamati keadaan sekitar apartemen Kyuhyun. Jadi seperti ini apartemen seorang laki-laki yang tinggal sendirian? Begitu jauh dari kesan bersih. Sungmin meraih tas belanjaannya, meraih beberapa barang dari dalam sana.

 

Noona, kepalaku pusing,” Kyuhyun kembali. Tangannya tampak mengusap dahinya yang basah. Jelas saja Kyuhyun mengeluh kepalanya pusing, ia baru saja mabuk, hangover.

 

“Salahkan pada wine itu,” jawab Sungmin sarkatik. “Tidak seharusnya kau meminum minuman seperti itu, Kyunnie..”

 

Ara..,” Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa, tepat di samping tubuh Sungmin. Ia sandarkan kepalanya yang terasa berat di pundak sempit Sungmin. Mencoba mencari kehangatan dari pundak Sungmin. Yeah, laki-laki itu benar-benar bersikap childish bila hangover.

 

“Sudah makan malam?”

 

Kyuhyun menggeleng sebagai bentuk dari jawabannya. Sungmin hanya mendesah pelan.

“Rebahkan tubuhmu di kamar. Aku akan membuatkanmu bubur,” ucap Sungmin sembari beranjak. Kyuhyun memilih diam dan pergi ke kamar dengan segera. Kepalanya yang pusing benar-benar membuatnya tak berdaya.

 

Kyuhyun mulai merebahkan tubuh lelahnya di atas lembaran sprei ranjang berwarna biru laut miliknya. Tangannya menarik selimut hingga menutupi ujung kepalanya. Hah, hujan salju di luar benar-benar menggila. Lihat saja balkon apartemen Kyuhyun yang berada tepat di depan kamar Kyuhyun, lantainya penuh akan salju. Kyuhyun paling malas bila harus berurusan dengan hal-hal seperti itu. Dia tidak suka!

 

Krek. Pintu kamar Kyuhyun terbuka, masuklah seorang perempuan kelinci dengan apron merah. Wanita itu tersenyum manis.

 

“Sudah merasa baikan?” Sungmin meletakkan nampan makannya. Punggung tangannya bergerak membelai dahi Kyuhyun. “Kau tidak demam, ‘kan?”

 

“Tapi aku sakit, noona..” jawab Kyuhyun dengan nada memelas.

 

“Lalu?” tangan Sungmin meraih mangkuk bubur yang ia bawa, “aku tidak menemukan sayuran. Jadi aku hanya memasukkan daging.”

 

Noona,” Kyuhyun semakin merengek manja. Hei, ada apa dengan laki-laki ini? Beginikah sikap seorang laki-laki ketika sedang sakit? Mengapa sangat berbanding terbalik?

 

Sorry sorry sorry sorry ~

 

Suara ponsel Kyuhyun terdengar, membuat laki-laki itu hanya mendelik sebal. Hah, seharusnya ia mensilent ponselnya sedari dulu. Tangannya bergerak meraih ponsel yang bersembunyi di saku celananya.

 

Seo Jagi :*

 

Kyuhyun memilih untuk melempar ponsel itu ke sembarang tempat. Oh, Kyuhyun sangat tak ingin bicara dengan perempuan itu! Sama sekali tak mau.

 

“Kyunnie!” teriak Sungmin panik ketika tahu Kyuhyun melempar ponsel Hapticnya. Untung saja gerak reflek Sungmin sangat bagus, jadi ia masih sempat menangkap dan menyelamatkan ponsel Kyuhyun. “Jangan bertindak bodoh!” rutuk Sungmin, melempar sebuah deathglare gagal versi Sungmin.

 

“Aku malas, noona!” Kyuhyun menarik selimutnya, berusaha menutupi kepalanya. Hah, lihat dia. Benar-benar bersikap seperti anak kecil.

 

Sungmin melirik ke arah layar ponsel Kyuhyun. Nama kesayangan itu terpampang. Jadi Seohyun yang mencoba menghubunginya. Pantas saja Kyuhyun seperti itu. Sungmin berjalan mendekati tubuh Kyuhyun yang berbaring, tangannya menyibak selimut yang menutupi kepala Kyuhyun.

 

“Dasar bocah!” Sungmin mengatai Kyuhyun dengan nada penuh penekanan.

 

Mendengar Sungmin mengatainya seperti itu, Kyuhyun langsung membuka matanya. Ia ngambek! Dengan tatapan iblis Kyuhyun memandang wajah seorang wanita imut yang berada di depannya. Bibir Kyuhyun mengerucut, ia benar-benar ngambek. Oh God!

 

“Kau itu childish sekali, sih?” perkataan Sungmin benar-benar sukses membuat Kyuhyun menelan ludah. Dibalik wajahnya yang imut ternyata ia memiliki kepribadian yang jelek juga. Yeah, seharusnya ia tak menganggap remeh seorang Lee Sungmin. Memang benar jika Lee Sungmin tak bisa menunjukkan wajah penuh amarahnya, namun, keaegyoannya jauh lebih mematikan. “Berhenti bersikap kekanakan!”

 

Kyuhyun terdiam, jadi perempuan itu benar-benar marah padanya.

 

“Cepat makan buburnya! Aku harus pulang!”

 

Lagi-lagi Kyuhyun diam. Entah mengapa mulut cerewetnya benar-benar tak ingin protes. Mungkin karena kepalanya yang pusing.

 

OoOoO

Sungmin mengamati lembaran brosur yang baru ia dapat. Yeah, para OSIS sepakat akan mengadakan suatu kontes sehari sebelum malam natal. Hah, bukankah itu project menggelikan? Mengapa para OSIS itu mengadakan acara seperti itu? Sungmin meremas brosur berwarna cerah itu dan melemparkannya ke tempat sampah. Lebih baik ia memakan lolipopnya.

 

Lolipop yang Kyuhyun berikan beberapa hari lalu. Walau sebenarnya Sungmin sangat ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Tapi, bukankah itu mustahil? Yang ada lolipop pemberian Kyuhyun akan kadaluarsa dan harus dibuang. Kalau seperti itu, lebih baik Sungmin memakannya, bukan?

 

Noona!” suara seorang laki-laki menghentikan langkah kaki Sungmin. Perempuan itupun membalikkan badannya, mendapati Donghae tengah berlari mendekatinya sembari mengangkat kertas berwarna tinggi-tinggi.

 

“Ada apa, Hae?” Tanya Sungmin terheran.

 

“Sudah melihat brosur yang ada di mading?”

 

“Ahh, masalah Christmas Party? Kau ingin mengikutinya?”

 

“Kalau noona mau menjadi pasanganku, sih..,” ucapnya polos.

 

Sungmin terkikik pelan, nampaknya hobaenya ini sangat tertarik dengan rencana sekolah yang menurutnya sangat konyol itu. Ia menepuk bahu Donghae pelan, kemudian mengelusnya.

“Kenapa tidak mengajak Hyukkie? Sepertinya kalian akan lebih cocok.”

 

Noona, apa yang noona bicarakan?”

 

“Hanya mengatakan opini,” jawab Sungmin singkat sembari menjilat lolipopnya.

 

“Kau tahu, semua anak di kelasku telah memiliki couple..”

 

“Maafkan aku, Hae. aku memiliki rencana di malam itu,” Sungmin mencoba mengelak. Matanya menatap wajah Donghae dengan tatapan aegyo.

 

Noona, jangan biarkan aku pergi sendiri ke pesta itu!” Donghae kembali merengek. Ough, ayolah! Mengapa laki-laki di dunia ini memiliki sifat yang seperti ini? Begitu manja dan lunak? Tidak adakah laki-laki yang gentle seperti mantan kekasih Sungmin dulu, Choi Siwon.

 

“Aku tidak bisa berjanji, Hae!” tukas Sungmin, lebih baik ia menyerah daripada harus mendengarkan rengekan dari laki-laki kelas 2 SMA. Terlalu menggelikan, bukan?

 

“Hae-ah..,” Sungmin memanggil nama Donghae, sepertinya wanita itu ingin menanyakan suatu hal. Lihat matanya yang menerobos jauh ke depan. “Kenapa Kyuhyun memanggilmu hyung? Kalian saudara?”

 

“Bukan, noona! Kyuhyun itu berhasil loncat kelas waktu SMA. Jadi ia memanggilku seperti itu.”

 

Stop!” Sungmin menginterupsi, tangannya membentang untuk menghentikan langkah kaki Donghae.

 

“Cepat masuk ke kelasmu!” kerlingan nakal Sungmin lempar ke Donghae, membuat jantung laki-laki berjuluk Fishy itu berdegup dengan tidak beraturan.

 

“Ii—iya, noona! Bye!” tangan Donghae melambai canggung. Iapun melangkah memasuki kelasnya.

Sungmin menjawab salam perpisahan Donghae dengan senyuman dan lambaian tangan. Sedetik kemudian matanya mencoba mengintip ke dalam kelas, mencari sosok yang sangat ingin ia temui, Kyuhyun.

 

Tidak ada. Bangku pojok itu belum terisi. Biasanya Sungmin mendapati Kyuhyun telah duduk di bangku itu sembari memainkan PSP, kok. Tapi kenapa sekarang Sungmin tak menemukannya? Apa Kyuhyun sakit? Sungmin mendesah kecewa. Iapun membalikkan tubuhnya dan berjalan gontai meninggalkan kelas Donghae dan Kyuhyun.

 

Sungmin mengetuk-ngetukkan jarinya, otaknya yang bisa dibilang pas-pasan terasa begitu nyeri, berdenyut-denyut sakit. Soal matematika yang tertulis rapi di lembaran kertas itu begitu rumit. Bagaimana ia bisa lupa kalau hari ini ada tes matematika? Sungmin merutuki dirinya sendiri. Bagaimanapun tak ada yang perlu disesali. Yang harus ia lakukan sekarang adalah mengerjakan soal-soal ‘brengsek’ itu dan keluar dari kelas. Melihat muka Yu seonsaengnim saja cukup membuat Sungmin ingin muntah. Yeah, siapa yang tidak kenal dengan Yu seonsaeng? Dia adalah guru matematika yang senang membuat beragam soal dengan tingkat kesulitan ekstra.

 

Bola mata Sungmin berputar dengan gerakan malas, jengah. Giginya menggeratak, otaknya benar-benar buntu dengan soal semacam ini. Dari dua puluh soal essay, Sungmin hanya dapat menjawab delapan soal, itupun masih diragukan kebenarannya. Jangan sampai ia pinsan sekarang juga sebagai bentuk protes yang ia layangkan pada Yu seonsaeng. Hah, menyebalkan.

 

Mata Sungmin melirik jam tangannya, tiga menit lagi bel istirahat akan berdentang. Apa yang harus ia lakukan dengan soal-soal ini? Oh tidak, kau dalam bahaya Lee Sungmin. Sungmin semakin gelisah. Tak tahu apa yang harus ia lakukan. Mencorat-coret lembar jawaban ini dengan rumus-rumus fisika? Hah, memalukan. Lalu, jika tidak mengisinya dengan itu, lalu apa lagi?

 

Beberapa bangku telah kosong, itu berarti banyak anak yang telah keluar kelas karena telah menyeselaikan tes matematika ini. Hei, hal itu membuat Sungmin semakin gelisah. Ia jadi benar-benar gugup. Ayolah Lee Sungmin. Gunakan otakmu untuk berpikir!

 

Tring! Bel istirahat yang Sungmin definisikan sebagai bel kematian berdentang. Tangannya menepuk dahinya dengan keras, kemudian membanting pensil yang sedari tadi sama sekali tak berguna.

 

“Cepat kumpulkan hasil tes kalian,” suara Yu seonsaeng terdengar dingin. Dengan berat hati Sungmin melangkah mendekati meja guru, kemudian meletakkan lembar jawabannya di tempat yang telah disediakan. Hah, lagi-lagi Sungmin mendapat deathglare gratis dari Yu seonsaeng. Jelas saja, dari dulu Sungmin adalah murid ‘kesayangan’ Yu seonsaeng.

 

Sungmin melangkahkan kakinya dengan lemas. Mencari Henry tak ada gunanya. Mungkin perempuan imut itu tengah kencan dengan laki-laki berambut merah dari kelas sebelah. Yeah, Sungmin lihat Henry keluar kelas dengan wajah sumringah, alasan apa lagi yang bisa membuatnya tersenyum seperti tadi selain kencan dengan Kai?

 

Ck, Sungmin merutuki nasibnya yang semakin memburuk. Natal ‘kan sebentar lagi, mengapa ia belum mendapatkan suatu keajaiban apapun? Bicara soal natal, Sungmin sama sekali tak mengharapkan dapat merasakan kehangatan natal. Yeah, ia jauh dari keluarga. Dengan siapa ia akan merayakannya? Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia merayakan natal seorang diri. Mulai dari menghias pohon natal sendiri, pergi ke gereja sendiri, hingga menerima paket hadiah dari China sendiri.

 

Noona?” suara itu muncul bersamaan dengan sebuah telapak tangan hangat yang menyentuh pundak Sungmin, cukup membuat Sungmin terkejut. Dengan gerakan enggan Sungmin membalikkan badannya. Kyuhyun, wajah murung Kyuhyun menyambutnya. Hei, Sungmin kira Kyuhyun sakit. Tapi ternyata ia dapat berdiri di depannya, walau dengan wajah yang sangat mengerikan.

 

Sungmin mengerutkan dua alisnya, bingung melihat kemurungan Kyuhyun. Apa kepalanya masih terasa pusing? Sepertinya tidak, Sungmin tahu efek dari wine yang Kyuhyun minum kemarin hanya berjalan sekitar tiga sampai empat jam. Lalu, apa penyabab dari kemurungan Kyuhyun? Melihat wajah Kyuhyun yang seperti itu di tengah dinginnya udara membuat Sungmin bergidik.

 

“Ada apa, Kyu?” satu pertanyaan terlontar, tangan Sungminpun bergerak membelai pipi Kyuhyun.

Sepertinya ini bukanlah hal biasa. Terlihat dari ekspresi Kyuhyun menanggapi pertanyaan Sungmin. Wajah Kyuhyun semakin pucat. Laki-laki itu menghirup udara panjang-panjang, kemudian menghembuskannya perlahan. Ada apa, sih? Sungmin penasaran.

 

“Aku..,” Kyuhyun masih memberi jeda untuk menenangkan nafasnya, sepertinya ia benar-benar kesulitan untuk mengatakan hal ini. “Putus dengan Seohyun,” sambungnya.

 

Mata Sungmin membulat mendengar alasan apa yang membuat Kyuhyun seperti itu. Kyuhyun dan Seohyun telah mengakhiri semuanya. Mereka telah putus. Apa yang harus Sungmin lakukan?

 

Berteriak dan melakukan jumping di sini sebagai bentuk dari kebahagiaannya? Tidak. Sungmin tak mungkin melakukan hal konyol itu mengingat Kyuhyun terlihat sangat bersedih.

 

“Relakan saja, Kyu,” saran itu terucap, sungguh itulah perkataan yang sangat ingin Sungmin katakan pada Kyuhyun.

 

“Tapi aku mencintai—”

 

“Lalu kau berpikir kau harus mengejarnya? Jangan bertindak bodoh!” Sungmin memotong perkataan Kyuhyun dengan saran yang tergolong sangat menusuk. Dibalik ucapannya itu, Sungmin memaki dirinya sendiri. Tiga tahun ia berada di Korea demi mengejar Kyuhyun, suatu tindakan bodoh, bukan? Karena itu ia tak mau Kyuhyun sampai menyesal, seperti dirinya.

 

Noona,aku mohon bantulah aku untuk membuat Seohyun kembali!”

 

“Aku bukan Tuhan yang bisa membuat segalanya seperti apa yang kau mau,” ucap Sungmin sarkatis. Entah mengapa lidah tajamnya muncul kali ini. Ia sebal, mengapa Kyuhyun harus seperti itu? Memohon kepadanya untuk mendapatkan Seohyun kembali.

 

Noona.., suara Kyuhyun terdengar semakin melemah.

 

Ayolah, Kyu. Jangan sakiti aku dengan bersikap seperti itu saat ini. Batin Sungmin berteriak, sikap Kyuhyun saat ini benar-benar membuat Sungmin muak. Berita yang seharusnya Sungmin sambut dengan senyuman malah harus ia sambut dengan kesedihan. Melihat Kyuhyun yang memohon kepadanya seperti itu, sungguh membuat Sungmin tak tega. Dadanya terasa sesak, seperti seorang penderita penyakit jantung ketika kambuh. Sungmin menelan ludahnya kelu, ia bersiap diri untuk mengucapkan kata-kata terlaknat itu pada Kyuhyun. “Baik.”

 

Kepala Kyuhyun terangkat, matanya menatap wajah Sungmin yang menatapnya dengan tatapan dingin. Ia sedikit tak percaya dengan pendengarannya. “Apa, noona?”

 

Kenapa Kyuhyun membuat Sungmin untuk mengulangi pernyataan bodoh itu lagi? Ingin rasanya Sungmin menampar pipi tirus Kyuhyun sekarang juga. Bersikap sok innocent saat ini benar-benar tidak tepat, Cho Kyuhyun.

 

“Aku bilang aku akan membantumu!” nada tinggi Sungmin lontarkan. Kesedihan yang melanda hati dan pikirannya benar-benar ia tumpahkan dengan bentakan itu.

 

Lihat, wajah Kyuhyun berubah sumringah. Ia tersenyum, “gomawo, noona!” Kyuhyun menarik tubuh mungil Sungmin, membawa tubuh itu ke dalam pelukan hangatnya. Jangan, jangan lakukan hal tabu yang membuat Sungmin semakin berharap padamu, Kyuhyun. “Jeongmal gomawo!”

 

Sungmin tersenyum ditengah tangisan batinnya. Kehangatan tubuh Kyuhyun yang merengkuhnya kini sama sekali tak berarti. Harapannya benar-benar hancur. Kyuhyun benar-benar mencintai Seohyun dengan tulus. Jadi sepertinya tak akan mungkin Sungmin akan terus seperti ini.

 

OoOoO

Sore itu jalanan kota Seoul tak seramai hari-hari sebelumnya. Kali ini jalanan terlihat sedikir renggang. Apa karena salju turun dengan lebat hari ini? Hah, apapun alasannya Sungmin mencoba tak peduli. Kenapa ia harus pusing memikirkan masalah yang sangat tak penting seperti itu? Sekarang saja kepalanya sangat pusing karena masalah barunya.

 

Sungmin menghembuskan nafasnya. Mengingat besok adalah hari terakhir masuk sekolah, perasaannya sedikit lega. Yeah, kemungkinan besar besok class meeting. Jadi Sungmin tak perlu susah untuk memikirkan apapun yang bersangkutan dengan pelajaran atau guru killer.

 

Langkah kaki Sungmin mulai memasuki Seoul Center Mall. Hari ini Sungmin berencana untuk membeli hadiah natal untuk keluarganya di China. Tidak, tidak hanya keluarganya, tapi juga untuk Kyuhyun. Apa perlu? Entah. Ia hanya perlu menyiapkan tiga hadiah untuk teman-teman di sekolah. Satu untuk Henry, satu untuk Donghae, dan satu untuk Kyuhyun.

 

Barang-barang yang terpajang di etalase membuat Sungmin sesekali berdecak kagum. Barang-barang dengan kualitas bagus dan harga yang cukup murah. Memilih hadiah untuk keluarganya di China dan Henry sungguh tak menjadi masalah. Yang membuat Sungmin menjadi bingung adalah, apa yang harus ia berikan pada Donghae dan Kyuhyun?

 

Apa dia harus memberikan Kyuhyun kaset game limited edition seperti tahun kemarin? Tidak. Itu membosankan. Seharusnya ada sesuatu yang harus lebih bermakna. Sungmin memutar otaknya, berusaha mencari ide bagus untuk hadiah natal yang akan ia berikan pada Donghae dan Kyuhyun.

 

Tring!

 

Sebuah ide cermelang terbesit di pikiran Sungmin, membuat Sungmin sontak menjentikkan jarinya dan tersenyum. Dua hal itu benar-benar ide yang sangat cemerlang!

 

OoOoO

Srek. Sungmin menjatuhkan beberapa kantung kardus belanjaannya. Beberapa kali ia memutar pinggangnya yang terasa seperti akan patah ke kanan dan ke kiri. Matanya memandang ke arah sekitar, dekorasi rumah yang sama sekali belum terjamah oleh suasana natal. Huh, itu berarti besok Sungmin harus bekerja ekstra untuk mempercantik keadaan apartemennya ini.

 

Kruyuuk. Suara teriakan perut Sungmin yang minta diisi membuat Sungmin bergidik sendiri. Ia lapar, tapi entah mengapa ia sangat malas beranjak dari sofa ruang tamunya. Ia begitu lelah, yang ia butuhkan hanyalah ketenangan untuk mencapai alam mimpi..

 

OoOoO

Ting tong ting tong ting tong ting tong!

 

Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya bingung ketika gendang telinganya mendengar suara bel apartemen yang berbunyi. Sang tamu memencet tombol itu dengan sangat tidak sabaran. Sungmin mengucek salah satu matanya, kemudian berjalan mendekati pintu apartemen.

 

“Eh? Kyunnie?” mata kelinci Sungmin mendapati Kyuhyun yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya dengan muka sedikit lusuh. Yang ada di benak Sungmin, mengapa pagi ini Kyuhyun berdiri di depan apartemennya dengan muka lusuh seperti itu? “Ada apa?”

 

“Kenapa kau tidak sekolah, noona?” pertanyaan Kyuhyun sukses membuat mata Sungmin terbuka sepenuhnya. Ia tatap wajah Kyuhyun yang tengah memandanginya dengan intens. Kyuhyun tahu bahwa Sungmin kini tengah heran karena perkataannya. Ia hanya bisa mendengus kesal, “membolos?”

 

“Ini jam berapa, sih?” Sungmin terlihat gelagapan, dengan tergesa-gesa Sungmin masuk ke dalam kamarnya. “Astaga! Pukul 10 lebih!”

 

Kyuhyun berdecak, perempuan itu benar-benar aneh! Kyuhyun menghampiri Sungmin, membuka pintu kamar Sungmin dan masuk ke dalamnya. “Jangan berlebihan, noona!”

 

“Aku telat, Kyunnie!” Sungmin merengek, kesal juga dia.

 

“Tidak usah dipikirkan!” Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang Sungmin, tepat di samping tubuh Sungmin sekarang. Hei, ada apa dengan Sungmin? Ia merasa sangat gugup sekarang. Kyuhyun merebahkan diri di ranjang miliknya.

 

Sungmin diam, ia pandang wajah Kyuhyun yang tengah memejamkan matanya. Hah, seandainya saja laki-laki itu masih berstatus single. Jadi ia tak akan perlu bersikap canggung bila dalam keadaan seperti ini. Tapi itu semua telah terlambat. Harapan Sungmin yang menginginkan Kyuhyun putus dengan Seohyun telah terwujud, namun, harapan agar Kyuhyun dapat berpaling dari Seohyun? Sama sekali belum.

 

Kyuhyun membuka matanya perlahan, pandangannya mendapati seorang Lee Sungmin tengah memandanginya dengan tatapan memohon. Apa? Memohon? Tatapan itu sarat akan kesedihan dan harapan kosong pada dirinya. Kyuhyun bangkit, ia tatap wajah Sungmin yang satu detik yang lalu berpaling dari tatapannya.

 

“Kenapa menatapku seperti itu, noona?” Kyuhyun mencoba bertanya.

 

“Ani..,” kepala Sungmin menggeleng, “lupakan saja.”

 

“Kenapa wajahmu pucat?” kali ini tangan Kyuhyun mencoba merengkuh kedua pipi Sungmin, menatap dan menyelami dua mata coklat milik Sungmin. Kyuhyun dapat melihatnya! Tatapan yang Sungmin berikan padanya adalah tatapan yang penuh akan pengharapan cinta, dari dirinya. Kyuhyun yakin. Entah mengapa ia merasa seribu persen yakin bahwa Sungmin suka padanya.

 

“Kyunnie?” Sungmin mencoba protes.

 

“Kau menyukaiku, noona?”

 

TBC

Music : Midnight Fantasy by Super Junior

 

Uljima (울지마) : jangan menangis

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil pr

Namja (남자) : lelaki

Ara (알아) : aku tahu

Hobae (허배) : junior

Seonsaengnim (선생님) : guru

Gomawo (고마워) : terimakasih

Jeongmal (정말) : benar benar

57 thoughts on “Christmas is Finally Here! Part 5

  1. Klo jdi Sungmin mungkin aku teriak didepan Kyu klo aku suka suka sama dia..
    Dan kenapa Sungmin meng-iyakan permintaan Kyuhyun?! Aduuuh Ming udh sakit hati aja masih nekat..😮

  2. aigoo ming kenapa malah mau bantu kyuhyun balikan ama seo…
    aish dasar udah sakit hati masih nekat aja…
    iyaaa sungmin suka kamu kyuu…
    aish geregetann.. gggrrr

  3. Sabar yah ming umma,,papi epil nnti lupain seo kok truus brpaling ma Mommy#puk-puk :’)
    *pelukMommy*

  4. aduh kyu oppa kau benar ” dech …
    minnie eonni juga knp sich jg harus iyain
    permintaan tuch evil kyu kan tambah sakit hati

    udah dech evil kyu nerima minnie eonni aja …
    gak usah dech balikan dengan seo . . .

  5. Waduhhhhhhhhh
    Ming udah seneng kalo kyun seo putuh eh malah kyu mnta bntuan buat balikan lagi sama seo gmna sih

    Penasarannnnnnnnn lanjut baca lagi deh😀

  6. Kyu dgn seo putus, n ming memutuskan utk membantunya? TT^TT *muka kusut*
    Pandangan mata mmg tak bisa membohongi.. Kyu skg tau *lwt pandangan mata* kl ming sk dia :s apa yg akan djawab ming?

  7. Awal’a qu seneng bnget pz kyu bilang dy putus sama soo hyun.^o^
    Tapi tiba” qu jd sedih pz kyu minta bantu’n ming supaya kyu sama soo hyun balikan lagi. T_T

    Kapan sihhh kyumin bersatu..?

  8. ouhh uljima itu jgn mnangis toh..
    ok gomawo unn :*
    humm,,
    kyuuuu akhirnya kamu tau jg sungmin itu bela2in pindah k korea demi kamu kyuuu~

    ughh gregetan sendiri akunya sama kyu un><

    umm,, pnsaran ma chap brikutnya~

  9. ih , Kyu gak asik banget , masagh mita tolong Min buat balikan lagi sama Seo ?
    di kira Min gak sakit hati eoh ?
    dsar KyuPpa babo :@

  10. Omo
    Ya! Kyu! Tingkat percaya dirimu sungguh berlebihan, ya walaupun 100% benar’-‘

    Ming ngaku aja deh, daripada nyesel😀

  11. Heh dsr kkyunnie babo!😡 ms minnie srh jodohin kyu ama seo lg sih! Ihhhhh pengen nabok kyu!😦
    kasian minnie hrs memendam sakit hati’a sendirian:( hiks

  12. apa sih? kyu kyk gt kelakuannya… hei cho… sungmin sakit hati hoooyyy… bnr2 deh ni anak…. nyesek bgt… jihyo bs aja bikin dada nyesek…

  13. Si kyu baru nanya spt itu,haiii kyu tahukah km kalau selama ini ming tersiksa dgn smua perlakuan n sikap kamu,ohh ya ampuun,
    thor chap berikut nyah da moment kyumin kiss lgi gak?
    Hahah

  14. Knpa lo jawab “baik” sih ming ;___; nyesekk tau klo gue jadi lo ming.. mau ngebantuin ssorg buat balikan sm mantannya;;

    Tp kan minnie anak baik, pasti mau membantu kyunnie ;-;

  15. Kyu terus terusan galaau yah ??

    Aissssh Kyu Babbo =,= ngomong kayag gitu ke minnie, kalau putus yaa putus ajalah.. tambah sakit hati minnie
    Apalagi minnie malah menyetujuinya u,u Dasaar ~,~ kenapa enggak jujur aja sih ?? Jadi gemes sendiri deh

  16. omo, sungmin ma kyuhyun ciuman.. ya ampun, aq juga mau kali kyu. dicium ma kamu. hehehehe
    akhirnya kyuhyun putus juga ma seohyun….. 🙂
    tp kenapa kyuhyun nyesel gitu c.. jadi sebel.,😦

  17. Aduuuhhh… Pertanyaannya Kyuhyun Straight To The Point, jadi penasaran sama jawabannya Sungmin, apa dia akan menjawab jujur atau malah mengelak? Aaaahhh… Penasaraaannn… 😄

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s