Christmas is Finally Here! part 3

Christmas is Finally Here!

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , KyuSeo , Dong Hae , Eun Hyuk , and etc

 

Part : 3/10

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Oh Tuhan, pemandangan di depan begitu menyakitkan! Entah mengapa dada Sungmin terasa berdenyut sakit ketika lensa matanya mendapati pemandangan tidak senonoh yang ada di depannya. Donghae yang juga penasaran karena melihat ekspresi Sungmin yang tak biasa akhirnya ikut mengintip.

 

Noona!” Donghae berteriak dengan suara kecil, kedua telapak tangannya reflek menutup mata Sungmin yang terbelalak.

 

Jadi beginikah rasanya? Begitu sakit seperti terkena sebuah penyakit mematikan secara mendadak. Rasanya Sungmin ingin mati saat ini juga ketika ia melihat adegan itu.

 

Adegan Kyuhyun dan Seohyun berciuman.

 

“Ayo pergi, noona!” Donghae menarik tangan Sungmin dengan paksa.

 

Sungmin terlalu shock, ia sampai tak dapat berkata apa-apa sekarang. Rasanya Sungmin ingin menarik Seohyun dan menampar pipinya sekeras mungkin. Namun, status Sungmin yang hanya sebagai orang biasa bagi Kyuhyun membuatnya urung untuk melakukan hal tersebut.

 

Sungmin terdiam di dalam dekapan lengan hangat seorang Lee Donghae. Mendekap, heh? Yeah, telapak tangan Donghae yang hangat mulai menelusuri punggung Sungmin, berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran Sungmin.

 

Gwaenchanha, noona?” Suara Donghae terdengar. “Aku akan membeli minuman,” ucapnya kemudian pergi.

 

Sungmin masih terdiam, ia tengah tenggelam dalam sebuah lautan kegelisahan yang benar-benar rumit. Kejadian yang terjadi sekitar dua menit yang lalu membuat pikirannya berputar-putar tak karuan, pusing. Seperti sebuah rekaman dengan high quality yang bisa direpeat beberapa kali. Sungmin menyangga kedua mukanya yang seakan ingin runtuh dengan kedua telapak tangannya. Ia tak bisa menahan air matanya untuk tidak menetes. Sungmin bangkit, kemudian berlari.

 

Terlihat seorang laki-laki tengah berlari kecil ke arah bangku kosong tersebut. Donghae kembali dengan membawa dua kaleng coffelatte hangat di kedua genggamannya. Hei, pandangannya tak menemukan sosok Sungmin di tempat duduk itu. Bukankah ia tadi duduk di bangku taman sekolah?

 

OoOoO

 

“Hiks..,” suara isakan itu terdengar begitu memilukan. Entah mengapa tangisan itu tumpah ruah dengan mudah, entah mengapa air  mata itu mengalir dengan mudah. Terbukti bahwa kejadian yang baru ia lihat begitu menyakitkan. Dada Sungmin terasa begitu sesak, pikiran itu seolah-olah mencekat tenggorokan Sungmin.

 

Tap. Tap. Tap.

 

Derap langkah kaki itu terdengar begitu nyata, semakin mendekat dan mendekat. Sungmin tak ingin peduli, ia hanya ingin menumpahkan segala rasa sakit yang hinggap di dadanya. Tepat saat dua kaki yang dibalut dengan seragam sekolah laki-laki itu berdiri di depannya, sebuah sapu tangan berwarna biru muncul di depan wajah Sungmin.

 

“Ini,” katanya. Sungmin semakin menundukkan kepalanya, menyembunyikannya di antara kedua siku dan lututnya yang sama-sama tertekuk. Ia malu. “Jangan menangis,” orang itu mengusap air mata Sungmin yang meleleh dengan sapu tangannya, hei, itu cukup membuat isakan Sungmin tak terdengar kembali.

 

Kehangatan ini, bau parfum ini, dan suara ini  begitu familiar, sangat Sungmin kenal. Semua ini milik Kyuhyun!

 

“Menjauh, dasar Kyuhyun-ah babo!” Sungmin merampas sapu tangan Kyuhyun kemudian melemparnya tepat ke arah wajah Kyuhyun.

 

Ya! Aku tahu kau marah kepadaku karena aku menolak ajakan kencanmu! Seharusnya kau juga mengerti—”

 

“Siapa bilang aku marah karena hal itu! Asal kau tahu, aku tak pernah berniat mengajakmu kencan!” bentak Sungmin sembari mengeluarkan semua amarahnya. “Percaya diri sekali kau!”

 

“Lalu mengapa kau sampai membentakku?”

 

“Karena aku sangat membencimu!” Sungmin kembali membentak dengan suara lebih keras. Tangan mungilnya bergerak memukul lengan Kyuhyun dengan gerakan ringan. Kyuhyun yang mendengar pernyataan Sungmin hanya terdiam, mengapa pikirannya tiba-tiba kalut? “Kyuhyun-ah babo!

 

“Kau itu kenapa, sih? Kita baru bertemu!” Kyuhyun berusaha menyangkal pernyataan Sungmin.

 

“Hiks..,” Sungmin tahu ia salah mengatakan perkataan yang sama sekali tak pantas ia ucapkan. Ia sadar resiko yang ia terima akan terasa berat karena ucapan terlaknatnya. “Mianhae..”

 

Kyuhyun mendengus, sedikit kesal memang. “Kau itu aneh sekali.”

 

Mianhae!” lengan kecil Sungmin memeluk lengan Kyuhyun dengan erat, seolah-olah perempuan itu tak ingin Kyuhyun pergi darinya.

 

“Aku tak mengerti dengan pribadimu. Aneh,” Kyuhyun memberi jeda, “kenapa kau bisa berkata seperti itu?”

 

Karena kau berciuman dengan perempuan lain! Sungmin berteriak dalam hati.

 

“Hah, baiklah kalau kau tak mau menjawabku,” Kyuhyun meraih PSP miliknya yang bersembunyi di saku celana kemudian mulai memencet-mencet tombolnya.

 

Mata Sungmin yang basah mulai melirik wajah Kyuhyun. Tetap tampan dan beraura ketika ia memainkan benda kesayangannya, PSP. Pandangannya terus menelusuri setiap jengkal wajah Kyuhyun, hingga berhenti tepat di bibir merah muda milik Kyuhyun. Bibir tebal yang sexy dan menggoda. Oh, tentu saja warnanya semakin memerah. Mungkin karena sesi ciuman mereka yang lama dan semakin panas.

 

Deg! Air mata itu kembali terbentuk. Jangan mengingat hal itu lagi, Lee Sungmin. Tidak bisa, sekelebat bayangan tentang adegan menyakitkan itu kembali terlintas, malah berputar-putar.

 

Sungmin menutup mulutnya agar ia tak mengeluarkan isakan yang berarti. Air mata itu kembali mengalir dengan deras menyusuri permukaan pipi Sungmin. Bahu Sungmin bergetar hebat, suara sesenggukan yang telah Sungmin sembunyikan dengan susah payah tetap saja terdengar.

 

Kyuhyun yang merasa ada sesuatu yang aneh pada diri Sungmin menoleh, “gwaenchanha?”

 

Sungmin menghentikan isakannya, mengatur kembali aliran nafasnya kemudian mengangguk walau dengan kepala tertunduk.

 

“Jangan seperti itu!” kedua telapak tangan Kyuhyun mencengkeram kedua pipi Sungmin kemudian memaksa wanita bergigi kelinci itu untuk mengangkat kepalanya. “Kenapa menangis—lagi?” Pandangan mata Kyuhyun teralih, entah mengapa ia hanya bisa melongo ketika pandangan matanya menatap bibir merah milik Sungmin yang sedikit terbuka. Bibir yang terlihat kenyal dan menggoda. Kyuhyun ingin merasakannya, benar-benar ingin merasakannya! Tapi tunggu, bagaimana dengan Seohyun? Masa bodoh.

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya, menatap bola mata Sungmin dengan sangat intens. Gerakan lambat namun sangat mudah ditebak. Yeah, Sungmin tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya. Namun, ia tak berontak. Sungmin telah terperangkap dalam pesona Kyuhyun. Ia tak bisa menolak.

 

Deg!

 

Bibir Kyuhyun benar-benar telah menyentuh permukaan bibir Sungmin. Jadi ini rasanya. Sangat manis, kenyal, dan juga lembut. Mungkin rasanya seribu kali lebih mengasyikkan daripada bibir Seohyun, wanita yang berstatus sebagai kekasih sah Kyuhyun. Hei, mengapa bisa seperti ini? Itu adalah hal yang salah, Cho Kyuhyun.

 

Kyuhyun semakin gencar melumat bibir Sungmin, meresapi setiap jengkal bibir Sungmin dan memainkan lidahnya. Ah, sangat mengasyikkan. Telapak tangan Kyuhyun sedari tadi berusaha menekan tengkuk Sungmin untuk memperdalam ciumannya. Baru kali ini Kyuhyun merasakan sebuah ciuman yang begitu memabukkan.

 

Dada Sungmint terasa sesak. Ia tak bisa bernafas kalau bibirnya terus terpaut dengan bibir Kyuhyun. Dengan gerakan seduktif, Sungmin mulai berontak. Ia dorong dada jantan Kyuhyun sekuat tenaga. Tidak berhasil, adik kelasnya itu masih ngotot untuk tetap melanjutkan ciuman mereka. Namun tidak bisa, disamping ini semua salah, dada Sungmin terasa sangat sesak. Ia butuh udara.

 

Lama-kelamaan Sungmin terus memukul dada Kyuhyun, membuat laki-laki itu jengah dan langsung menghentikan ciumannya.

 

“…”

 

Mereka saling terdiam dalam kehengingan. Sungmin benar-benar tak memiliki keberanian untuk menatap Kyuhyun, ia malu. Lihat saja wajahnya yang memerah, semerah permukaan bibirnya yang mengkilap karena saliva mereka yang bercampur menjadi satu. Sungmin mengangkat tangan kirinya, mencoba mengusap saliva yang ada di sekitar bibirnya.

 

“Jangan..,” cegah Kyuhyun sembari menangkap lengan Sungmin. Getaran aneh muncul dan menjalar di kedua tubuh masing-masing.

 

“Ini salah, Kyu..,” ucap Sungmin dengan suara lemah.

 

Kyuhyun menempelkan dahinya di dahi Sungmin, mencoba membagi suhu tubuh masing-masing. “Mian.”

 

Plak! Sungmin menampar pipi Kyuhyun keras. Ia baru menyadari kebodohan tak termaafkan yang kembali ia lakukan. Bagaimana bisa ia menerima ciuman dari bibir Kyuhyun? Bagaimana bisa ia membiarkan Kyuhyun melumat bibirnya? Kau terlihat sangat murahan, Lee Sungmin.

 

Kyuhyun mengelus pipi sebelah kirinya, evil smirk yang menakutkan itu kembali terbentuk. “Kau tak menolaknya juga, ‘kan?”

 

“Apa maksudmu? Kau memaksaku!” Sungmin mencoba membela diri.

 

“Kau mengijinkanku untuk mencium bibirmu—”

 

Plak! Lagi-lagi Sungmin melayangkan tamparan itu ke pipi kiri Kyuhyun. Lihat, pipi Kyuhyun mulai memerah dan membentuk bekas tamparan yang lumayan kentara.

 

“Kau kira aku apa, dasar babo!” Sungmin memukul kepala Kyuhyun kemudian pergi, berlari meninggalkan gudang sekolah yang menjadi saksi bisu akan ciuman mereka.

 

OoOoO

 

Noona? Kemana saja kau? Aku mencarimu kemana-mana?” Ssuara cempreng Donghae menyambut Sungmin ketika ia mulai melangkah memasuki lorong. Jadi laki-laki ini menunggunya di lorong sekolah? Oh God, demi apa, Lee Donghae?

 

“Maaf, aku ingat kalau aku baru saja ada janji,” Sungmin mencoba melempar sebuah senyuman.

 

“Aih, kau membuatku khawatir. Beri aku nomor teleponmu, noona!” Donghae merogoh saku celananya kemudian menarik sebuah ponsel Android miliknya.

 

Sungmin meraih ponsel Donghae kemudian mengetik beberapa digit nomor di atas layar ponsel touchscreen itu. “Simpan dengan nama yang manis,” canda Sungmin.

 

“Baik, Minnie Bunny!” Donghae mencoba membalas candaan Sungmin. “Simpan nomorku dengan nama contact yang manis juga!”

 

“Baiklah!” Sungmin meraih ponsel merah mudanya, “Hae-Fishy.”

 

“Hahaha! Kita benar-benar cocok!” tawa Donghae meledak, lengan kanannya melingkar di pundak Sungmin.

 

Sungmin hanya tersenyum simpul.

 

Noona, kenapa kau terlihat murung seperti itu?” Donghae mencolek dagu Sungmin pelan.

 

“Aku tidak apa-apa, Hae..,” Sungmin mengendikkan bahu sekilas. “Entah mengapa kepalaku tiba-tiba pusing,” pandangan mata perempuan mungil itu sarat akan kesedihan.

 

Noona,kau tidak asyik kalau seperti itu!” Donghae mencoba mengembalikan senyuman Sungmin. Tangannya menarik kedua pipi chubby milik Sungmin.

 

“Donghae-ah? Akh..,” protes Sungmin terdengar begitu menggelikan. Kedua pipinya yang tertarik ke samping kanan dan kiri membuat suaranya terdengar sedikit aneh. Nampaknya laki-laki berjuluk Fishy itu benar-benar sulit untuk dibohongi. Ah, sudahlah. tak ada gunanya juga untuk menyimpan rahasia bodoh seperti itu. “Lepas..,” kedua telapak Sungmin menggenggam erat lengan Donghae.

 

“Tersenyumlah, Noona!” Donghae kembali mengulang permintaan konyolnya.

 

“Aakhu menghertthii!;baca:aku mengerti.”

 

Donghae tersenyum lebar, ia menang. Yeah, siapa yang tak tahu bahwa Donghae adalah sosok murid yang terkenal cukup keras kepala. Lengan Donghae kembali menyentuh pundak Sungmin, menyeret tubuh mungil itu agar lebih dekat dengan tubuhnya. Ia hanya ingin berada dekat dengan Sungmin, sunbae yang diam-diam ia suka. Itu sama sekali tak masalah, bukan? Yeah, Donghae sangat bersyukur saat itu ia dapat bertemu dengan Sungmin. Dari pertemuan itu, perlahan Donghae mendekati Sungmin.

 

Donghae menyeret tubuh Sungmin yang masih berada di dalam dekapannya menyusuri lorong kelas yang ramai. Tak peduli bila beberapa pasang mata memperhatikannya, ia hanya tersenyum sembari melukiskan senyuman terbaiknya. Jelas saja ia bangga! Siapa yang tak bangga dapat memeluk sunbae manis semacam Lee Sungmin yang telah terkenal dengan aegyonya seantero sekolah?

 

“Mereka memperhatikan kita, Hae!” bisik Sungmin. Raut wajah tidak nyaman terpampang setelah ia menerima pandangan menusuk dari beberapa perempuan yang mungkin adalah penggemar Donghae. Yeah, Donghae adalah sosok murid yang cukup dikenal. Apalagi setelah ia ikut andil dalam kejuaran basket tingkat nasional enam bulan yang lalu dan timnya yang berhasil menang karena Donghae sendiri mencetak delapan point. Tidak berlebihan, bukan, bila Donghae cukup dikenal?

 

“Tenang saja, Noona!” Donghae mengeratkan pelukan lengannya. Ia membimbing langkah Sungmin menuju kelasnya. Tidak bermaksud untuk memperkenalkan, sih, tapi bermaksud untuk pamer kepada teman-teman sekelasnya yang rata-rata adalah Vitamins—sebutan untuk fans Sungmin. “Hi, everybody!” teriakan Donghae membahana memenuhi ruang kelasnya. Sontak membuat tatapan mata teman-temannya tertuju pada Sungmin dan menatapnya dengan kaget. Rata-rata yang ada di pikiran teman-teman Donghae adalah, mengapa Sungmin ada dalam dekapan Donghae?

 

“A-ada apa, Hae?” seorang wanita dengan gummy smile mendekat, mencoba memandangi wajah Donghae yang bersinar-sinar dengan tatapan yang kecewa.

 

“Tidak ada apa-apa, Hyukkie! Hanya ingin mengajaknya ke kelas,” Donghae melemparkan senyuman ke arah Hyukkie, sahabat masa kecilnya yang hanya bisa mendengus kesal sembari menatap wajah Sungmin.

 

Annyeong!” Sungmin mencoba memberi salam dengan tingkah gugupnya. Jelas saja ia gugup, wanita bermata sipit yang menyambut Donghae itu menyambutnya dengan tatapan sinis dan terkesan tidak suka.

 

“Sudahlah! Bye, Hyukkie!” Donghae menepuk bahu Hyukkie pelan kemudian melangkah melewatinya.

 

Yeah, laki-laki itu membawa Sungmin duduk di bangkunya. Laki-laki itu benar-benar tak peduli dengan aura membunuh dari teman-temannya. Ia tertawa dalam hati, ia benar-benar puas! Donghae merogoh tas loker bangkunya, kemudian mengeluarkan sesuatu. Hah, stroberi?

 

“Makanlah! Aku tahu noona suka makanan manis!” Donghae menyodorkan kotak makanan dengan isi stroberi. Hei, tindakan Donghae itu membuat seorang wanita yang duduk di belakang Donghae mengerucutkan bibirnya kesal.

 

Oppa bisa saja!” suara manja tiba-tiba terdengar bersamaan dengan masuknya dua sosok yang sangat Sungmin kenal. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun dan Seohyun? Lihat saja mereka, mereka tengah mengumbar kemesraan seperti itu dengan saling mengaitkan lengan? Hah, lucu sekali pikir Sungmin. Laki-laki berambut blonde yang sekarang tengah memeluk mesra tubuh Seohyun itu beberapa menit yang lalu mencium bibirnya, dan sekarang? Huh!

 

Kyuhyun melempar tatapan dingin ke arah Sungmin yang duduk di sebelah bangkunya. Yeah, bangku Donghae dan Kyuhyun bersebelahan. Setelah itu mereka duduk dan kembali bercanda satu sama lain.

 

“Kebiasaan!” Donghae bergumam cukup keras, membuat Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah Donghae yang tengah terkikik geli. Apa maksud perkataannya?

 

“Maksudmu?” oke, pertanyaan itu sama sekali tak dapat Sungmin bendung.

 

“Yeah, telah menjadi kebiasaan Kyuhyun untuk membawa Seohyun ke kelas dan mengumbar kemesraan!”

 

Satu kata yang ingin Sungmin katakan pada Kyuhyun, MEMUAKKAN!

 

TBC—

 

Music :

 

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Gwaenchanha (괜찮아) : (kau) tidak apa-apa

Babo (바보) : bodoh

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Mianhae (미안해) : maaf –informal

Sunbae (선배) : senior

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr

63 thoughts on “Christmas is Finally Here! part 3

  1. wah ada hyukkie, cemburu nihhh….
    aigooo kyu maksudnya apa coba abis cium min trus mesramesraan ama seo… :@

  2. Papii epil trnyata nyebelin juga*dijitakKyu*(hadeuw,,,drii tadi dijitak melulu)elus” kpala(?)-.-
    .
    .sebenar.y pilih mami ming apa sii nenek sihir sih.???
    Seo: *lempar deathglare*
    me: peace -.-

  3. ya ampun kyu ini ~~
    suka banget ya nyosor” ~~
    aku juga mau dunk disosor#yadong kumat

    ah,,kyu gag konsisten ah,, bikin Ming sakit aja.

  4. dsar sekali evil memang evil yach
    berani”nya cium minnie oppaku #dilemparkyu
    udh minnie oppa dengan hae oppa aja
    biar kapok tuch si evil :p

  5. Ada hyukie jg ya???????
    Waduh bklan terjadi kisah segi lima nih,psti lebih seru hehehehehehehe

    Dsar ya si kyuhyun itu sengaja bngt sih pamer kemesraan d’dpn minnie

    Tp kayanya benih2 cinta mulai timbul nih sama kyuhyun

    Ihhhhhh mkin penasaran deh, lanjut baca

  6. ihh sebenernya kyu tu apa dah mulai suka ma ming…???
    n q seneng ternyata hae suka ma ming…
    tapi hyukiee kasihan diaa…
    kyu kamu itu bener2 plinplan banget…
    ming sabar neee~~~

  7. aisssh knp comentku terpotong2?
    hiksss..

    minggg bukanny kau jg mnikmati bibir kyuhyun? knp malah marah2 eoh?
    ne.. aku jg mngerti prasaan mu mingg~ memang sakit ngliat org yv kita cintai dkt dgn org lain, apalagi dlm keadaan??? oh no!
    knp hrus ada adegan itu unni?? :’

  8. Kyu evil banget, rakus pula, Seo sama Ming dua²nya diembat(?)

    Ming gak boleh patah hati 😀 Hae-ah kau itu lebih cocok dengan Hyukkie! 😀
    Hyukkie-ya berjuanglah untuk Hae oppa! 😀

  9. Tuh kan namja cho itu ngeselin banget disini !!! :-@
    Bikin gemas !!! :-@
    Semoga saja kau tidak menyesal tuan cho !!!
    *smirk

  10. Huah apa-apaan itu eoh? :/
    kyu nyium ming? Astagah kyuuuuu neo michiseyeo! Abis nyium seo hrs’a tuh bi2r dibersihin dl pke kembang 7 rupa br nyium ming! Hiks nga rela bibir ming yg sungguh menggoda itu terkontaminasi dgn plastik(?) hehehe

  11. apa2an cho kyu…. mencium sungmin seenak jidatnya…. #aslinya demen nih gw… kkkkkkk….
    tp kok balik ke seo lg ya? heuuuunngggg….
    lanjut ke part selanjutnya….

  12. Kyu itu benar benar endah peka u.u

    KyuMin ciuman ?? Dan kyu menikmatinya ?? Apakah tumbuh benih benih cinta ? *PLAK*

    Donghae baik hati sekali, jari iri sama minnie 😦 ah hyuk juga cemburu yaa ?? *nangis bareng dipojokan*

    Seo lagi seo lagi ~,~ author suka sekali dengan seo yah ?? Banyak banget adegan kyuseo nyaa =,= Aissssh

  13. Ciyeee ada hyukkie disinii
    Nnti hae tergoyahkan lgi nihh
    Jgn dlu dongg , tunggu ming dapetin kyu dulu , hhehe
    Ming suka gitu dehh , kyu cium seo lu nangiss , tp dicium kyu malah nampar *gelenggeleng*
    Cukup ming , Tuhan dan author yg mengerti , kkk~

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s