Christmas is Finally Here! Part 10 | End |

Christmas is Finally Here!

 

Genre : Romance , Drama , Hurt

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin , ZhouMy , HaeHyuk , HanChul , and etc

 

Part : 10/10

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Clek. Pintu terbuka, seorang perempuan tua dengan roll rambut di poninya berdiri di sana. Membuat Kyuhyun merasa salah memencet tombol. Ia tersenyum kaku, “ss—sepertinya aku salah, joesonghabnida.”

 

“Mencari nomor berapa?” tanya ajumma itu sebelum menutup pintunya.

 

“3201,” jawab Kyuhyun, masih dengan cengiran penuh rasa malu.

 

“Ini apartemen dengan nomor 3201!” ucapnya, mencoba meralat perkataan Kyuhyun. “Apartemen ini tiba-tiba dijual. Pemiliknya baru saja pergi, mereka bilang sang pemilik rumah ini seperti laki-laki keturunan China.”

 

“Eh?” kali ini Kyuhyun terhenyak. “Bb—benarkah?”

 

“Benar,” dan blam. Perempuan itu menutup pintu apartemennya. Meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu apartemennya dengan pandangan kosong. Laki-laki itu masih belum mengerti tentang apa yang baru saja dikatakan oleh sang ajumma. Sungmin pergi ke China secara mendadak seperti itu? Tanpa berpamitan?

 

Tunggu, bukankah ekspresi Sungmin kemarin sangatlah berbeda. Dia terlihat sendu dan sering meneteskan air mata. Jadi ini alasan Sungmin mengajaknya kencan? Lebih baik ia kembali ke apartemennya dan menghubungi Sungmin. Perkataan orang yang tak dikenal sulit untuk dipercaya, bukan?

 

Kyuhyun memencet tombol speed dial di ponsel Hapticnya, kemudian mendekatkan earpeace ponsel ke lubang telinganya. Ayolah, Kyuhyun benar-benar takut untuk saat ini.

 

“Maaf, nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan—”

 

Buru-buru Kyuhyun mengakhiri panggilannya. Ponsel Sungmin tidak aktif. Rasa kecewa semakin menyeruak masuk ke dalam rongga hatinya. Berusaha menepis segala perasaan buruk yang tiba-tiba datang dengan berusaha menghubungi Sungmin. Tapi, itu percuma. Yang menyambut bukanlah suara manja Sungmin, namun suara operator yang dingin.

 

Donghae hyung. Tiba-tiba ia teringat akan Donghae. Mungkin saja Sungmin pergi bersama Donghae dan Donghae menyuruh Sungmin untuk me-nonactivekan ponselnya. Dengan gerakan cepat dan terkesan tergesa-gesa Kyuhyun mencoba menghubungi Donghae, mencoba mencari informasi.

 

Yeoboseyo?” suara seorang laki-laki yang sepertinya baru bangun tidur menyambut gendang telinga Kyuhyun.

 

Hyung, katakan kalau Sungmin noona tengah bersamamu sekarang!” bentak Kyuhyun, sukses membuat mata sang penerima telepon membelakkan matanya karena kaget.

 

Donghae mendengus sebal, “ya! Kau telah menganggu tidurku, tapi mengapa kau membentakku sekarang?” protes Donghae dari seberang.

 

“Cepat katakan saja apa kau bersama Minnie noona?” Kyuhyun kembali membentak, rasa khawatir yang menyelimuti hatinya membuat otaknya benar-benar sulit untuk berpikir jernih.

 

“Kau tidak mendapat sms dari Minnie noona? Kemarin dia bilang akan kembali ke China karena kakaknya datang menjemput.”

 

Itu benar. Apa yang telah dikatakan oleh ajumma itu benar. Kenyataan yang seharusnya tak ia terima -kehilangan Sungmin- itu benar. Bagaimana? Bagaimana bisa Sungmin tega melakukan hal seperti itu? Bahkan kemarin mereka telah menghabiskan waktu dengan berkencan. Namun, mengapa sekarang bisa seperti itu? Bohong. Ini semua bohong.

 

“Brengsek!”

 

Trak! Teriakan Kyuhyun terdengar bersamaan dengan bunyi benda keras yang dibanting. Lihat, ponsel Kyuhyun telah tak berbentuk, mungkin karena betapa kuatnya tenaga Kyuhyun membanting ponselnya.

 

Laki-laki itu merememas kepalanya sendiri, menangis di awal pagi yang cerah. Awal pagi yang seharusnya semenyenangkan seperti hari kemarin. Awal pagi yang seharusnya ia lewatkan dengan Sungmin. Tapi, dengan seenaknya Sungmin pergi meninggalkannya. Di saat cinta yang telah Kyuhyun akui sebagai cinta sejatinya hinggap di hatinya datang dan membuat segalanya menjadi lebih baik. Namun, mengapa sekarang cinta itu pergi dengan mudahnya?

 

OoOoO

 

Uri Minnie telah kembali!” sang eomma, Heechul, berteriak begitu keras ketika anak perempuan mereka masuk ke dalam pekarangan rumah. Ia peluk perempuan rapuh itu, memberikan pelukan hangat khas seorang ibu yang telah lama tak Sungmin dapatkan.

 

“Dimana appa?” tanya Sungmin sembari melepas pelukannya.

 

“Dia bekerja. Tapi aku yakin dia akan pulang cepat untuk menyambutmu!” Heechul mengacak rambut Sungmin dengan gemas.

 

Eomma, aku juga harus pergi bekerja!” tiba-tiba suara seorang laki-laki menginterupsi, “sampai nanti eomma! Chengmin, jaga eomma!”

 

“Baru sampai di China kau langsung pergi ke kantor?” Heechul berteriak. Zhoumi hanya tersenyum,  menganggap teriakan itu sebagai angin lalu. Laki-laki bertubuh tinggi itu pergi sembari melambaikan tangannya. Jadi Zhoumi masih sama seperti Zhoumi yang dulu, workaholic yang menyebalkan, sama seperti appanya.

 

“Aku mau ke kamar, eomma!” ucap Sungmin kemudian kembali menyeret kopernya.

 

Sungmin tersenyum ketika melihat suasana kamarnya yang sama sekali tak berubah. Membuat pikirannya benar-benar kalut saat ia harus mempercayai kenyataan pahit ini. Jadi ia benar-benar telah kembali ke China, meninggalkan Kyuhyun? Air mata Sungmin menetes, lagi-lagi ia menangis jika mengingat kesalahan fatal yang ia lakukan kepada Kyuhyun. Apa ia ketertaluan? Benar, Sungmin keterlaluan.

 

Mianhae,” bisiknya dengan suara kecil. “Jeongmal mianhae.”

 

OoOoO

 

Kyuhyun meringkuk dalam selimutnya. Dua hari ini ia hanya menghabiskan waktu di dalam selimut. Ia begitu malas, pikirannya yang kalut benar-benar membuatnya tak mampu melakukan apapun. Bahkan, ia sama sekali tak menghias ruangan ataupun pohon natalnya. Hah, keajaiban natal benar-benar tak akan ia dapatkan kalau begini caranya.

 

Ting-tong.

 

Suara bel apartemen Kyuhyun menggema, membuat Kyuhyun mendengus kesal. Pasti Donghae hyung. Pikirnya sebal. Dengan langkah malas Kyuhyun mendekat.

 

Cklek.

 

Benar. Sepasang laki-laki dan perempuan itu tengah berdiri di depan pintu apartemennya dengan senyuman khas yang menggelikan. Tunggu, kenapa Donghae dan Hyukjae bersama kali ini?

 

“Masuk,” ucapnya sembari membalikkan badannya.

 

Dua orang yang memang tak diundang itu masuk. Sedikit ngeri dengan suasana ruangan Kyuhyun yang terkesan seperti sebuah kapal yang baru mengalami pertarungan dengan badai di tengah laut. Berantakan, kotor, bau, dan begitu menjijikkan. Si Hyukjae mengeryitkan alisnya bingung ketika pandangan matanya mendapati pohon natal yang menjulang tanpa hiasan apapun.

 

“Kenapa belum menghias pohon natal, Kyu? Dua hari lagi ‘kan natal?” tanya Hyukjae, masih sibuk mengamati ruangan apartemen Kyuhyun yang ‘wah’ .

 

“Malas,” jawabnya dengan nada datar.

 

“Minnie noona tak menghubungimu, yah?”  Donghae nyeletuk, cukup membuat Kyuhyun terhenyak.

 

“Mana mungkin,” Kyuhyun berusaha mengatur nada suaranya. “Dia ‘kan membenciku,” lanjutnya. “Mau minum apa?”

 

“Tidak perlu repot. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu,” Donghae duduk di sofa ruang tamu, diikuti oleh Hyukjae. “Tentang Minnie noona.”

 

“Katakan saja,” sambungnya sembari meletakkan dua kaleng soda untuk Donghae dan Hyukjae. Dan ia sendiri? Tidak, tenggorokan Kyuhyun terlalu perih untuk meminum minuman seperti itu.

 

“Kau tak ada niatan untuk mengunjunginya?” Donghae berkata dengan hati-hati.

 

“Dia ada di China, hyung! Bukan di Daegu, Mokpo atau kota di Korea!” sengit Kyuhyun dengan nada cukup tinggi.

 

“Kami tahu!” kali ini Hyukjae tak terima. “Kemana otakmu yang jenius itu!”

 

“Jangan bawa-bawa otak! Ini sama sekali tak ada urusannya dengan matematika!” sungut Kyuhyun sebal.

 

Dua orang yang duduk di hadapan Kyuhyun semakin berdecak, saat ini emosi Kyuhyun benar-benar sangat mudah terpancing. Donghae meraih satu kaleng soda yang ada di hadapannya kemudian meneguk isinya dengan sedikit ‘liar’.

 

“Begini, bukankah kau mendapatkan tunjangan hidup dan tabungan beberapa juta won dari lomba yang berhasil kau menangkan?” Donghae mulai menjabarkan rencananya. “Aku telah mengecek berapa harga tiket pesawat dari Korea ke China begitu pula sebaliknya.”

 

“Lalu?” nampaknya Kyuhyun mulai tertarik.

 

“Tapi sepertinya cuman ada kursi kosong di hari natal,” lanjut Hyukjae.

 

“Hah? Jadi kalian berdua menyuruhku untuk pergi ke China di hari natal?”

 

“Aish! Kalau kau tak ingin juga tak masalah! Siapa yang akan merugi!” Donghae membentak.

 

Kyuhyun mengerang frustasi, “aku bahkan tak tahu alamat rumahnya!”

 

“Kau bisa pergi ke rumah Baek Seonsaeng, bukan? Aku yakin dia akan membantu mengingat kau adalah murid kesayangannya!” Hyukjae menjawab pertanyaan Kyuhyun.

 

“Hah, untuk apa aku harus pergi ke China?” sahut Kyuhyun, lagi-lagi kembali membahas alasan konyol seperti itu. Hei, hal itu membuat Hyukjae semakin sebal!

 

Ya! Kau tahu, Sungmin sunbae  rela meninggalkan keluarganya di China demi mengejarmu ke Korea!” kesabaran Hyukjae yang hilang akhirnya meledak. “Ia bahkan rela tinggal di Korea seorang diri selama 3 tahun karena ingin mendekatimu!” teriakan Hyukjae terdengar semakin keras, “lalu, sekarang adalah waktumu yang seharusnya menyusul Sungmin sunbae! Dasar brengsek!” Makinya, sukses membuat Kyuhyun terpana. Yeah, ini adalah kenyataan, bukan?

 

Kemarin Henry pergi ke apartemen Hyukjae dan menceritakan semuanya. Jangan ditanya tentang hubungan apa yang ada antara Hyukjae dan Henry. Mereka berdua adalah sepupu dekat. Jadi, setelah Henry mendapat salam perpisahan dari Sungmin, ia langsung pergi ke tempat Hyukjae. Menceritakan segalanya, termasuk rahasia Sungmin tinggal seorang diri di Korea.

 

“Biarkan saja, Hyukkie! Kalau dia tak ingin menyusul cintanya, biarkan saja! Ayo pergi!” Donghae menarik tangan Hyukjae, menyeret tangan mungil itu keluar apartemen Kyuhyun. Jelas saja ia marah, sedari tadi Kyuhyun terus mengolok dan merendahkan ide briliannya. Padahal, ide itu telah Donghae dan Hyukjae pikirkan matang-matang. Dan hasilnya? Demi Tuhan rasanya Donghae ingin memukul wajah Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Pagi hari ini Kyuhyun berniat mengunjungi rumah Baek seonsaeng, guru matematika yang menjabat posisi kesiswaan di sekolahnya. Yeah, ia telah memutuskan untuk pergi menyusul Sungmin. Tak peduli bila ia harus melewatkan malam natal di bandara atau di dalam pesawat. Yang paling penting adalah, pergi menyusul Sungmin. Benar apa kata ‘pasangan’ yang menurutnya autis itu, ia harus menyusul Sungmin.

 

Tubuh Kyuhyun terasa membeku. Dua jam ia berdiri di depan pintu apartemen Baek seonsaeng. Tetangga mereka bilang, keluarga Baek akan pulang dari Jepang pagi ini. Tapi mengapa Kyuhyun tak kunjung melihat batang hidung sang guru? Kyuhyun menengadahkan kepalanya, mencoba bersadar sedikit lagi. Kedua telapak tangannya yang terasa membeku ia sembunyikan dalam kantong celanya, berusaha untuk meminimalisir rasa dingin yang terus menyerang kulit telapak tangan.

 

“Kyuhyun-ah? Apa yang kau lakukan?”

 

Kyuhyun menolehkan kepalanya, senyum bahagia terpatri di bibirnya seketika itu juga. “Aa—ada sesuatu yang perlu saya bicarakan.”

 

Jinjjayo? Ayo masuk!” sang guru mempersilahkan Kyuhyun masuk dengan suara ramah. Kyuhyun tersenyum, kemudian mengikuti langkah kaki gurunya. “Duduklah.”

 

Kyuhyun kembali tersenyum, “apa anda tahu, kemarin Lee Sungmin menyerahkan surat pengunduran diri secara mendadak ke sekolah,” Kyuhyun mengawali pembicaraannya.

 

“Benar. Apa ada masalah?” selidik Baek seonsaeng.

 

“Begini, saya ingin meminta alamat rumah Sungmin sunbae.

 

Baek seonsaeng megerutkan alisnya. Kenapa Kyuhyun -murid kesayangannya yang terkenal dingin dan cuek menanyakan alamat rumah sunbaenya? “Ada apa?”

 

“Bb—begini, kk—kami bersahabat. Natal kali ini aku akan ke China, jadi aku berniat untuk mampir.”

 

“Benarkah?”

 

“Tt—tentu saja!”

 

Baek seonsang itu hanya tersenyum mendapati sifat Kyuhyun yang tiba-tiba berubah menjadi gugup. Iapun beranjak, berjalan menghampiri rak coklat yang berada tak jauh dari tempat Kyuhyun duduk. Orang berumur sekitar empat puluh tahun itu mengambil map hitam yang besar, kemudian membawanya ke arah sofa yang mereka duduki. Dia duduk, kemudian membuka lembaran demi lembaran kertas bersampul plastik tebal itu dengan teliti.

 

“Lee Sungmin, lahir 1 Januari 1992 di Wuhan, provinsi Hubai. Apa kau butuh alamat lengkapnya juga?” tanya Baek seonsaeng.

 

Kyuhyun mendongakkan kepalanya kemudian mengangguk.

 

“Baik,” kali ini Baek seosaeng menuliskan beberapa kata di lembaran kertas note. Senyum terpatri di bibir Kyuhyun saat Baek seonsaeng menyodorkan kertas kecil itu ke arahnya.

 

Gomabseubnida!” tubuh Kyuhyun membungkuk beberapa kali. “Kk—kalau begitu saya akan permisi,” Kyuhyun bangkit dari duduknya, membungkuk beberapa kali sebagai tanda hormat sebelum melangkah pergi dari apartemen sang guru.

 

“Kyuhyun-ah?” tiba-tiba sang guru berteriak, reflek membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh. “Ada beasiswa di luar negeri! China!”

 

Senyum Kyuhyun melebar, ia benar-benar tak percaya keberuntungan kini tengah berpihak kepadanya. “Tentu, seonsaengnim! Saya akan kembali nanti! Gomabseubnida!” ucap Kyuhyun kemudian pergi.

 

Ia terkikik kecil ketika tatapan matanya menatap kertas kecil yang ia terima. Jadi ia harus pergi ke bandara untuk membeli tiket. Itu sangat mudah, sangat mudah, Cho Kyuhyun.

 

OoOoO

 

“Apa? Bagaimana anda bisa membuat umurku sebagai alasan?” Kyuhyun berteriak dengan intonasi tinggi. Tak peduli bila para pembeli tiket yang berbaris di belakang tubuhnya berdecak kesal. Jelas saja mereka kesal, sedari tadi Kyuhyun sibuk meyakinkan sang penjual tiket pesawat dengan berbagai alasan yang sama sekali tak masuk akal.

 

“Maaf, tidak bisa, tuan. Para pembeli harus berusia diatas 17 tahun. Jika ada seorang anak berumur 16 tahun ingin membeli tiket dengan tujuan ke luar negeri tanpa adanya pendamping, kami tak bisa memberikan tiket tersebut,” sang penjual tiket itu kembali mengulang perkataannya dengan nada malas.

 

“Kau pikir aku tak bisa membayar harga tiket itu?” tangan Kyuhyun merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet berwarna hitam pekat kemudian menarik salah satu credit card miliknya yang terselip di sana. “Kau pikir aku berbohong? Cek saja kalau tak percaya!”

 

“Maaf, tuan. Berdasarkan prosedur, tindakan anda benar-benar tidak dibenarkan.”

 

“Akh! Lalu kau mau uang cash?” Kyuhyun berdecak sebal. Kali ini jemarinya menarik uang kertas dengan nominal ₩ 100.000 sebanyak lima lembar. Bayangkan saja, seorang anak berumur 16 tahun dapat mengeluarkan uang sebanyak itu dari dompetnya tanpa ada pertimbangan apapun.

 

“Maaf, tuan. Kami tak bisa menerima pembayaran anda.”

 

“Aish! Apa maumu?” tanya Kyuhyun dengan teriakan yang cukup membuat orang-orang yang ada di sekitarnya menggeleng-gelengkan kepala. Sikap Kyuhyun detik ini benar-benar mencerminkan seorang pemuda yang tak memiliki sopan santun.

 

Wanita yang bekerja sebagai penjual tiket resmi itupun menghela nafas, memang sangat sulit jika berurusan dengan namja ingusan namun kaya seperti anak yang berdiri di depannya. “Seharusnya anda membawa wakil anda. Entah itu paman, bibi, atau siapapun agar kami bisa tahu apa tujuan anda.”

 

“Kau pikir aku pergi ke China untuk melarikan diri dari orang tuaku?” dengusnya sebal.

 

“Bukan begitu, adik manis,” penjual tiket itu berusaha melukiskan senyumnya, “tapi kami tak bisa menjamin keselamatan anda jika kau tak membawa wali.”

OoOoO

 

Keluarga penuh kehangatan itu tengah berkumpul di meja makan. Sesekali terdengar candaan dari putra mereka yang berambut merah, ya, Zhoumi. Namun lihatlah! Perempuan bergigi kelinci yang duduk di sebelahnya memasang wajah bad mood, kedua tangannya sibuk mengaduk nasi goreng beijing yang tersaji untuknya.

 

“Minnie-yah, gwaenchanha?” sang eomma, Heechul, tiba-tiba bicara. “Kau terlihat murung sepulang dari Korea. Apa ada sesuatu?”

 

Sungmin memutar bola matanya dengan gerakan malas. Jelas saja ada! Batin Sungmin berteriak, memecah segala pemikirannya yang sedari tadi diselimuti oleh rasa bersalah yang besar. Ia membanting sendoknya, kemudian menatap Zhoumi yang duduk di sebelahnya dengan tatapan marah. “Tanyakan saja koala merah itu!” ucapnya sarkatis.

 

Tatapan sang appa dan eomma kini berpaling menatap Zhoumi yang masih menyantap makanannya dengan gerakan tenang. Menatap Zhoumi yang terkesan cuek dengan tatapan mengintimidasi sepertinya percuma. Lihat, laki-laki itu malah dengan senang hati melukiskan senyumnya.

 

“Apa Sungmin mempunyai kekasih di Korea?” satu pertanyaan Hangeng –sang appa– sukses membuat Zhoumi tersedak dengan nasi yang berjalan di tenggorokannya.

 

Heechul mengerling Sungmin, “jadi benar sudah punya kekasih?”

 

Sungmin semakin menundukkan kepalanya, bibirnyapun mengerucut. Dan jangan lupakan pipinya yang juga semakin menggelembung.

 

Kedua orang tua Sungmin terkikik geli, “jadi benar sudah punya kekasih,” Hangeng menanggapi.

 

Zhoumi yang sama sekali tak tertarik dengan topik pembicaraan yang mereka angkat hanya memakan sarapannya dengan tenang.

 

“Lalu apa yang telah kalian lakukan?” Heechul kembali membuka suara, sukses membuat semburat merah muncul di pipi Sungmin. “Pelukan, ciuman..”

 

“Bahkan lebih!” tiba-tiba Zhoumi menyahut, masih dengan pose ‘tenang’ yang maskulin. Hei, penyelaan Zhoumi membuat seluruh manusia yang duduk di meja makan mengalihkan pandangannya dan beralih menatap Zhoumi, dengan tatapan curiga tentu saja. Zhoumi lagi-lagi tersenyum penuh arti, kepalanya menoleh ke arah kanan, ke arah Sungmin yang duduk di sampingnya. “Iya, bukan?”

 

“Jangan dengarkan dia, eomma! Appa!” Sungmin berdecak, memberi deathglare pada Zhoumi.

 

“Zhoumi, bisa jelaskan apa maksud dari perkataanmu?” Hangeng meletakkan alat makannya, menatap Zhoumi dengan tatapan seintens mungkin.

 

Eomma, appa, kalian tahu bahwa selama di Korea, uri Minnie—”

 

“Hentikan!” kali ini Sungmin mencoba mengelak. “Berhentilah mengatakan omong kosongmu! Kau tidak tahu apa-apa!”

 

“Ahh..,” Zhoumi manggut-manggut, jemarinya yang panjang meraba dagunya sendiri. “Jadi, maksudmu ada ‘hasil’ yang membuatmu harus—”

 

“Berhenti, Tan Zhoumi!” teriakan Sungmin terdengar.

 

“Jaga bicaramu, Lee Sungmin!” Hangeng bangkit dari duduknya.

 

Wae? Zhoumi-ge yang selama ini terus sibuk bekerja tiba-tiba membuat yang begitu keputusan berat! Bahkan tiga tahun yang lalu kau tak mengantar kepergianku ke Korea! Tapi mengapa sekarang kau menentukan segalanya tanpa mau mendengar penjelasanku!” Sungmin berteriak, matanya yang mengembun menatap Zhoumi dengan tatapan benci. “Demi Tuhan aku tak melakukan apapun malam itu! Zhoumi bodoh! Aku membencimu!”

 

Sungmin beranjak pergi, meninggalkan ruang makan yang kini di selimuti oleh atmosfir keheningan. Zhoumi terdiam, memikirkan perkataan yang baru saja terucap dari mulut Sungmin. Perempuan bergigi kelinci itu membentaknya, bahkan mengatainya bodoh. Ia menggigit bibir bawahnya, apa keputusannya salah? Tidak. Zhoumi benar-benar takut bila ‘sesuatu’ yang buruk terjadi bila ia tak membawa Sungmin pulang.

 

“Zhoumi-yah, katakan apa yang terjadi?” Hangeng, appa mereka mulai buka suara.

 

Zhoumi tersenyum, “aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran.”

 

“Maksudmu? Apa yang membuatmu ingin memberinya pelajaran?”

 

“Di malam pertama aku tiba di apartemennya, aku mendapati—” perkataan Zhoumi terputus, ia sedikit ragu dengan apa yang harus ia katakan. Zhoumi menelan ludahnya kelu, menghela nafas untuk menenangkan kembali pikirannya. “Mendapati—Sungmin tidur dengan seorang laki-laki.”

 

“APA?” kali ini Hangeng berteriak, membuat Zhoumi yang duduk di depannya harus mau tak mau menutup telinganya. “Bb—bagaimana bisa?”

 

“Entahlah..,” Zhoumi mengeluh frustasi.

 

“Ooh, appa jadi mengerti. Kau membawa Sungmin kembali ke China karena ingin memisahkan mereka berdua?” Hangeng mulai menebak.

 

Zhoumi mengangguk, membenarkan tebakan sang appa. Hangeng kembali duduk di kursinya, menatap wajah Zhoumi yang mulai diliputi rasa bersalah.

 

OoOoO

 

Wanita itu tampak begitu terpuruk di pojok ranjangnya. Ia lebih memilih menangis dalam keheningan daripada harus meraung-raung seperti orang gila. Sungmin kembali mengeratkan pelukannya pada boneka Bunny kesayangannya, kembali menundukkan kepala, membiarkan tetesan air mata jatuh membasahi tangannya.

 

Beberapa kata makian seperti ‘Zhoumi bodoh!’, ‘koala merah jelek’ , atau ‘tiang listrik sialan!’ sesekali terlontar dari mulut Sungmin. Rasanya ingin sekali ia menginjak kepala Zhoumi kemudian menguburnya hidup-hidup. Namun, bukankah itu berlebihan? Yeah, itu memang berlebihan.

 

Ini malam natal! Bayangkan saja, malam natal dan Sungmin akan menghabiskan malam kudus ini dengan tangisan? Yang benar saja. Sungmin kembali terisak, rasa sakit yang terus menghujam perasaannya selalu terasa dan kian membuat kepalanya menjadi pusing.

 

Klek. Pintu kamar Sungmin terbuka, muncullah sang appa dan eomma dari balik pintu, memberikan sebuah senyuman hangat yang khas. Dua orang itu berjalan menghampiri Sungmin yang meringkuk di pojok ranjang, kemudian duduk di tepi. Heechul –sang eomma–, bergerak mendekati Sungmin. Tangan halusnya membelai rambut anaknya dengan penuh kasih.

 

“Ini malam natal, bukan?” bisik Heechul dengan suara setenang mungkin. “Kau tak boleh marah!”

 

Eomma pi—kir.. ini.. tak menya—khitkan?” tangan Sungmin bergerak menghapus air matanya yang terus meleleh.

 

“Tapi apa yang lakukan memang salah, Minnie-yah,” sahut Hangeng. “Katakan, apa kalian pernah melakukan ‘sesuatu’ ?” Hangeng mengedipkan mata sipitnya, mencoba memberi isyarat dengan kedua jarinya yang telah membentuk huruf V.

 

“Kalian pikir aku telah melakukan apa dengan Kyuhyun! Zhoumi bodoh!” kata Sungmin sembari melempar-lemparkan boneka bunny kesayangannya. “Kami tak melakukan seks atau apapun itu!”

 

Hangeng dan Heechul menghela nafas, kepala mereka cukup pusing meladeni anak perempuan mereka yang keras kepala ini.

 

“Dia melakukan hal itu karena dia sayang kepadamu..”

 

“Bohong!” teriak Sungmin, “aku benci, Zhoumi jelek!”

 

“Kami mohon, mengertilah. Jangan nodai malam natal dengan tangisanmu, ne?” Heechul mengecup dahi Sungmin sekilas, kemudian tersenyum.

 

Dua orang itu perlahan bangkit, berjalan meninggalkan Sungmin sendiri. Itu lebih baik, jauh lebih baik, bukan? Sungmin benar-benar mengutuk apa yang telah Zhoumi lakukan. Mencoba kembali memaki laki-laki bertubuh tinggi yang berstatus kakaknya dengan diam-diam. Ia bahkan tak peduli dengan apa yang baru saja ia dengar dari kedua orang tuanya.

 

Tatapan Sungmin tiba-tiba berubah menjadi sangat menyeramkan. Tubuh lemah itu perlahan bangkit, tangannya menyambar mantel merah yang tergantung di kursi belajarnya. Cukup, ia tak ingin terus terpuruk seperti ini.

 

OoOoO

 

Hujan salju di malam natal, seharusnya ia telah berada di gereja dengan keluarganya. Namun, setiap melihat wajah Zhoumi membuat Sungmin menjadi sedikit muak. Lebih baik ia pergi dari rumah secara diam-diam. Ia menyembunyikan kedua telapak tangannya di saku mantel, udara saat ini benar-benar dingin!

 

Tiba-tiba rasa dingin yang Sungmin rasakan berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa. Entah mengapa ingatan tentang Kyuhyun membuat air matanya kembali berembun. Sungmin menengadahkan kepalanya, menahan air mata itu agar tak jatuh menyusuri pipi chubbynya.

 

“Eh?” tak sengaja mata Sungmin melirik jauh ke depan, menatap sekilas wajah seorang laki-laki muda yang mencoba menanyakan sesuatu pada seseorang. Yang membuat Sungmin terpaku adalah, laki-laki berambut coklat di sana sangat mirip dengan Kyuhyun! Sungmin memfokuskan kembali pandangannya, menatap laki-laki yang perlahan pergi menjauh sembari meninggalkan sebuah senyuman dengan tatapan intens.

 

Tanpa Sungmin sadari, kakinya melangkah menguntit laki-laki itu. Ia yakin, sosok itu adalah Kyuhyun. “Kyuhyun..,” panggilnya dengan suara serak, membuat nada suaranya menjadi sangat rendah. Oke, salahkan saja pada dinginnya suhu udara malam itu.

 

“Kyuhyun..,” panggilnya lagi, kali ini wanita itu berusaha untuk berlari. Air mata kebahagiaan dan harapan meluncur bebas dari kedua kelopak matanya, isakan memilukan itu kembali terdengar, tatapan memohon itu terlihat begitu kentara.

 

“Kyuhyun!”

 

OoOoO

Laki-laki itu mendengus kesal setiap kali jawaban yang ia dengar sangat-sangat bertentangan dengan apa yang ia inginkan. Ia kini berada di China, seorang diri! Yeah, akhirnya Kyuhyun dapat membeli tiket pesawat dengan bantuan kakak Donghae. Tapi setelah itu?

 

“Sial!” umpatnya sembari menggosok helaian rambutnya yang mulai basah karena hujan salju yang turun. Berjam-jam ia berjalan menyusuri kota kelahiran Sungmin, dan sampai sekarang ini ia belum menemukan rumah Sungmin. Salahkan saja pada kelalaian Kyuhyun yang dengan mudahnya menjatuhkan alamat rumah Sungmin. Yang ia ingat, rumah Sungmin terletak di kawasan perumahan QiangDo. Namun, dengan informasi seminim itu tentu saja membuat Kyuhyun lelah.

 

“Kyuhyun!”

 

Kyuhyun memicingkan matanya, sepertinya ia mendengar suara serak seorang perempuan yang memanggil namanya. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari tahu siapa yang mencoba memanggilnya.

 

“Kyuhyun..”

 

Suara serak itu terdengar semakin mendekat. Ada apa? Sebenarnya apa yang terjadi?

 

“Kyuhyun!”

 

Kyuhyun memutar kepalanya, mencoba membalik posisi badannya. Apa? Apa pandangannya salah? Ia melihat wajah kekasihnya yang tengah menangis berlari ke arahnya. Benarkah?

 

Noona?” Kyuhyun melangkahkan kakinya, mencoba mendekat sembari memicingkan matanya. Ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal. Bertemu dengan Sungmin di keramain kota Wuhan yang padat ini? Apakah ini suatu keajaiban natal yang Tuhan kirimkan untuknya?

 

“Kyuhyun!”

 

Noona!”

 

Mereka berdua menangkap tubuh sang kekasih dengan sebuah rentangan tangan hangat. Pelukan yang sangat mereka harapkan kembali mereka rasakan. Sangat nyaman, bahkan lebih nyaman dari apapun yang ada di dunia.

 

Sungmin menarik kepalanya, menatap wajah Kyuhyun yang sangat ia rindukan kemudian menangkap bibir Kyuhyun yang hampir membiru. Ciuman dari bibir ini begitu ia inginkan. Bunyi kecipak yang selalu ia dengar, luapan rasa cinta yang selalu ia dapat, dan jangan lupakan tangan Kyuhyun yang suka meraba punggung Sungmin.

 

Sungmin kembali menghisap bibir kenyal milik Kyuhyun, nampaknya perempuan itu ingin sekali mendominasi ciuman mereka untuk meluapkan segalanya. Lidahnya yang sedari tadi menari-nari di dalam rongga mulutnya bersama dengan lidah Kyuhyun sedikit terasa kelu. Namun, itu tak menjadi masalah.

 

“Lee Sungmin!” suara bentakan tiba-tiba menginterupsi, bersamaan dengan lengan Sungmin yang tertarik ke belakang. Sungmin menatap siapa yang mencoba menganggu aktifitasnya dan apa yang ia dapatkan? Zhoumi.

 

Yeah, laki-laki berambut merah itu kini tengah menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh amarah. Nampaknya laki-laki itu telah siap untuk memukul Kyuhyun. “BERCIUMAN DI DEPAN UMUM? DASAR TIDAK TAHU MALU! AYO CEPAT PULANG!”

 

Sirheo!” Sungmin mencoba berontak. “Aku akan pulang jika Kyuhyun ikut denganku!”

 

Zhoumi mendengus sebal, ia tatap laki-laki berambut ikal yang berdiri di depan mereka. “Kau bocah, ikutlah denganku!”

 

OoOoO

 

Lima orang itu terlihat duduk mengitari meja ruang tamu. Sesekali Kyuhyun menggerakkan tubuhnya, jujur saja ia sama sekali tak nyaman dengan ini semua. Menerima tatapan menusuk dari kedua orang tua Sungmin, sedikit membuat hati Kyuhyun menciut. Ia kembali menghela nafas, mencoba menguatkan mentalnya.

 

“Jadi apa yang membuatmu kemari, anak muda?” Hangeng akhirnya buka suara, menatap Kyuhyun dengan tatapan mengintimidasi.

 

“Saya hanya ingin meminta restu untuk berpacaran dengan Sungmin noona,” jawab Kyuhyun, cukup dengan nada tegas yang membuat Sungmin beringsut lega.

 

Noona?” Zhoumi menyahut, “jadi kau lebih muda dari Sungmin?”

 

“Diamlah, Tan Zhoumi!” protes Hangeng. Nampaknya tetua di keluarga Tan itu tak ingin acara mengintimidasi kekasih anak perempuannya terganggu. “Berapa umurmu? Dan kelas berapa?”

 

“Saat ini saya berumur 16 tahun dan duduk di kelas 1. Namun, tahun depan saya akan loncat kelas menjadi kelas 3,” Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya tatkala Hangeng melototkan matanya. Mendengar penuturan Kyuhyun, Hangeng tahu Kyuhyun adalah anak yang jenius.

 

“Lalu, kau masih begitu muda, bukan? Dan lagi, kau dan Sungmin terpisah sangat jauh.”

 

“Saya mendapat beasiswa di China dan progam tersebut akan dimulai pada bulan Januari.”

 

Lagi-lagi tatapan takjub muncul dari Hangeng, dan juga Heechul yang duduk di sampingnya. Jadi kekasih dari anak perempuannya adalah laki-laki ini? Laki-laki jenius semacam Kyuhyun. Kalau tahu begini, lebih baik ia merestui hubungan anak perempuannya. Daripada ia harus melewatkan kesempatan bagus seperti ini? Yeah, sekarang sangat sulit mendapat menantu jenius, bukan?

 

Sedangkan Zhoumi, laki-laki itu terlihat cemberut. Ia sama sekali tak menyukai penuturan Kyuhyun yang ia anggap sebagai penyombongan diri. Bukannya dia iri atau apa, tapi ia benar-benar tak suka. Saat ia tahu pandangan Kyuhyun saat memandang adiknya, ia rasa tatapan Kyuhyun begitu mesum. Ia tatap raut wajah sang appa yang mulai mengangguk-anggukkan kepalanya, nampaknya laki-laki itu akan setuju setelah mendengar latar belakang Kyuhyun.

 

Appa, jebal..,” kali ini Sungmin merengek, ia benci ketika sang appa hanya diam sembari menatap Kyuhyun. Hei, itu membuat Kyuhyun semakin gugup.

 

“Aku rasa tak ada salahnya jika memberi kalian kesempatan.”

 

OoOoO

 

Dua orang berbeda jenis itu terlihat tengah asyik duduk di balkon kamar Sungmin. Cahaya lampu dari pohon natal mini yang terletak di pojok kamar membuat suasana semakin romantis. Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Namun, Kyuhyun dan Sungmin sama sekali tak ingin beranjak dari posisi mereka, saling menyandarkan kepala.

 

Sungmin mengeratkan pelukan tangannya di pinggang Kyuhyun, kemudian tersenyum. “Aku mencintaimu, Kyu..”

 

Nado,” Kyuhyun ikut tersenyum, bibirnya mengecup dahi Sungmin dengan penuh cinta kasih. “Terimakasih telah memberiku kesempatan kedua, noona.”

 

“Hm..”

 

“Ternyata perkataan noona di saat pertemuan pertama kita benar-benar terjadi. Legenda tentang turunnya salju pertama benar-benar nyata.”

 

“Kyunnie..,” Sungmin merengek sembari menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

 

Mianhae, karena dulu aku tak menyadari perasaan noona sama sekali,” Kyuhyun mendesah.  “Mengapa saat itu aku lebih memilih Seohyun daripada noona yang seribu kali lebih baik, hm?”

 

“Aish, Kyunnie..,” Sungmin menggesek-gesekkan batang hidungnya yang mancung di dada jantan milik Kyuhyun. Wajahnya benar-benar panas mendengar pujian Kyuhyun saat itu.

 

“Maafkan kebodohanku saat itu, noona!” Kyuhyun mencium pipi chubby Sungmin, memberikan sentuhan lembut di sana. Ia rebahkan tubuh Sungmin perlahan, kemudian mengecup bibirnya singkat. “Tapi saat ini aku benar-benar tak salah memilihmu, bukan?”

 

“Kyunnie, mery christmas!”

 

Mery christmas! Noona adalah hadiah terbaik yang Tuhan berikan padaku Tahun ini!”

 

Sungmin terkikik saat tubuh Kyuhyun perlahan mulai menindih tubuhnya, ia menarik krah baju Kyuhyun. Yeah, perempuan itu mencoba membawa Kyuhyun ke dalam sebuah ciuman hangat penuh cinta versi Lee Sungmin. Melumat, menjilat, menyesap, dan tak lupa saling mendominasi. Sungmin sangat menyukai ini, sangat. Sudah Sungmin putuskan, hal yang paling ia sukai di dunia ini adalah melakukan ciuman panas dengan Kyuhyun!

 

“Enghh..,” Sungmin melenguh, tangannya bergerak menekan tengkuk Kyuhyun agar ciuman mereka terasa lebih dalam. “Eeengggh.. Eeemhh..,” kali ini Sungmin mendesah, membuat Kyuhyun semakin gencar melumat bibir Sungmin.

 

Cklek! Cklek! Cklek!

 

“Hei, apa yang kalian lakukan di dalam sana! Buka pintunya sekarang juga!”

 

Suara knop pintu yang terkunci itu terdengar bersamaan dengan gedoran pintu, dan jangan lupakan teriakan Zhoumi yang begitu keras dari luar sana. Hah, nampaknya laki-laki itu tengah sebal karena mendengar desahan Sungmin yang erotis.

 

“Aku tahu kalian belum tidur!” bentak Zhoumi lagi, sukses membuat Sungmin sebal dan menghentikan aktivitas ciumannya.

 

Gege! Jangan menganggu!” Sungmin berteriak. “Aku sedang melakukan french kiss dengan Kyuhyun!”

 

Zhoumi sweatdrop seketika saat gendang telinganya mendengar teriakan Sungmin. French kiss?

 

END

 

Music : Chu by f(x)

 

Ajumma (아줌마) : bibi

Yeoboseyo (여보세요) : halo -sapaan ditelpon

Hyung (형) : kakak lk -pemanggil lk

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Appa (아빠) : ayah

Eomma (엄마) : ibu

Mianhae (미안해) : maaf -informal

Joesonghabnida (죄송합니다) : maaf -formal

Jeongmal (정말) : benar-benar

Seonsaeng (선생) : guru

Jinjjayo (진짜요) : benarkah

Gomabseubnida (고맙습니다) : terimakasih -formal

Namja (남자) : lelaki

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

Wae (왜) : kenapa

Ne (네) : ya

Sirheo ( 싫어) : tidak mau

Jebal (제발) : please

Nado (나도) : aku juga

Gege : kakak dalam bahasa china

70 thoughts on “Christmas is Finally Here! Part 10 | End |

  1. yeee happy ending, kyumin bersatu…
    aih zhoumi suka bgt gangguin kyumin moment… -,-
    sungmin polos bgt… ckckck

  2. AaUuwWw….akhir.y Happy Ending…
    Zhoumi ngeganggu bngett sih,,
    hobi.y ngerusak moment melulu
    – -”

  3. yeay akhirnya bersatu juga ^_^
    yach walaupun mimi gege masih belum merestui sich
    oh iya bleh minta pass.chap selanjutnya gak ?
    gomawo🙂

  4. Kl aku jd zhoumi, mgkn aja aku akn mlakukan hal yg zhoumi lakukan utk melindungi yeodongsaengnya >< dia nggk bs disalahkan jg..
    Sng juga akhirnya kyumin bersatu kembali😀 kali ini udah ada restu dr ortu minnie hehehe ^^
    &.. Penutup yg manis xD Kyumin french kiss n d tgh2nya zhoumi mengganggu :3

  5. akhh seru banget apa lagi pas kyuminnya ketemu!!! romantis bngt >_<… itu ngpain lagi tiang listrik ganggu akh.. wahh gak apa-apa.. seru ko min!! boleh minta pw yang snlanjutnya? itu di kirim ke mana ya saya bngung😥
    gomawo ^^

  6. Happy ending🙂
    Like it🙂
    Kocak sungmin dengan gamblangnya bilang dia lg french kiss ke zhoumi , wkwk😄
    Daebak lah pokoknya

  7. Kirain nasibnya Kyu bakal buruk.. Eh bagus deng😀

    Yeay! Mau baca squel 1 ada pw-nya.. Besok aja deh, minta pw-nya.. Kalo koment²ku udah jadi semua, aku yakin udah memenuhi rules kok unn🙂

  8. Astagah ming dirimu polos sekali nak =,= ckck
    kyu nyusul min ke china? Sendirian? Ckck bnr2 nekat! Tp demi cinta mah nga pa2 ya kyu😀 kan cerita’a lg memperjuangkan cinta yg jauh dimata tp dekat dihati*loh?*😀
    hadeh zhoumi ge mnding situ ngurusin mochi ge aja*read:henry:D* dr pd ngerusuh hub. KyuMin =,=

  9. nah loh,,, kyu nyusul min ke china??? nekat bgt euy,,
    Tp saya mendukung kok wkwkwkw scra kyumin harus tetap bersatu,, iya kan,,, wkwkwkwkw

    ya ampyun,,, Zhoumi knp reseh bgt dah ampe ngurus hubngan Kyumin,,,
    ckckckckck

    oia,, aq reader bru,, mav ya aq langsung komen di chapt ini,,
    hehehehe biar lngsung gtu,,, wkwkwkwkwk
    ini jg ngumpet2 buka na coz msih dkntor,, hehehehe ^^

  10. Jiaah tanggung,
    squel 1 nyah dprotect,chingu kasih tau aq PW nyah,
    krim lwat twitter q @leezna_kyu,aq tnggu jgn lama” yah chingu, lagi seru” nyah niih

  11. jihoo,,,, author jihoo chagi……

    kpan update lagiiii ??????

    wedding plan next chap kpan Di lanjut chingu…..

    chingu bagi PW nya dunkz T_T…… jeballllllll jihoo chagi ^^

  12. Ooh yeah😀 kyu ngejar min sampek ke china, udahlah gege restuin merekaa aja😀 mereka saling cinta lhoh *toel toel gege*

    Adegan terakhirnya nanggung juga, nanggung sekali min *PLAK*

    Tapi overall mimin DAEBAK😀

  13. Eh ending’a nanggung amat min…
    Menurut aku ceritanya terlalu singkat dan kurang jelas itu menurut aku ya min…
    Tapi tetep seru ko🙂

  14. bhahahahaha
    mereka b2 dkamar? dikunci? dirumah orang tua min??
    ga dilarang ama hanchul kah?
    ngapa zhou yg kebakaran jenggot. haha

  15. Sweet sweet. . . Akhir atau awal yg baik unt mereka. . Hahaha zhomi dibentak sungming. (kelinci vs koala) hahahaha. . . . Boleh minta paswrd sequelnya gak?

  16. yeayyy akhir’a mereka bersatu juga … …ckckck jd zhoumi iri ama ming karna ming udh punya kekasih …kasihan zhoumi hahahha

  17. yeayyy …akhir’a mereka bersatu ..
    jd zhoumi itu iri ama ming karna ming udh punya pacar sedangkan dia belum …cjkckckc

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s