God Daughter. Part 5

God Daughter

 

Genre : Religius, Romance , Angst , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin , Leeteuk , Siwon , Seohyun , and etc

 

Part : 5/5

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Apa kau mau bertunangan denganku?” Siwon membuka kotak yang ia genggam, kemudian jemari-jemarinya mengambil kalung bertuliskan nama dengan huruf mandarin.

 

What the hell, God?

 

“…” Sungmin terdiam, perkataan Siwon membuat Sungmin bingung setengah mati. Dilihatnya mata Siwon yang penuh akan harapan padanya. Oh, tatapan itu membuat Sungmin semakin tak sanggup berkata!

 

Oh Tuhan! Apa yang harus aku lakukan?” Sungmin membatin, keringat dingin telah membasahi dahinya. Ia mempermainkan kedua tangannya, saling meremas untuk meminimalisir rasa tegang yang melanda.

 

“Bagaimana?” Siwon menyadarkan kembali akal sehat Sungmin.

 

“Aa—apa oppa yakin? Oppa, kita memiliki kedudukan dan dunia yang sangat jauh berbeda. Kau adalah seorang pangeran, memiliki segalanya, tampan, dan juga baik. Sedangkan aku? Aku adalah seorang tikus got, yang tak cantik dan juga tak kaya.”

 

“Aku tak peduli dengan status sosial yang bodoh seperti itu. Aku hanya perlu dirimu, hatimu, dan juga cintamu,” Siwon meraih tangan Sungmin, kemudian meletakkannya di atas rongga dada, mencoba menunjukkan detak jantungnya yang berdegup berknot-knot lebih cepat.

 

“Tapi oppa, aa…,” Sungmin merasakan benar degupan jantung Siwon, matanya melirik ke arah Kyuhyun yang duduk tak jauh darinya. Tatapan Kyuhyun terasa menusuk mata Sungmin.

 

“Aku mohon, terimalah!” Siwon bangkit, kemudian berlutut di depan Sungmin.

 

“Berilah aku waktu, oppa?” Sungmin berkata tegas, walau hati kecilnya ingin sekali menolak.

 

“Baiklah! Jawablah sesuka hatimu!”

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Beberapa hari setelah hari itu. Sungmin sempat merasa bingung. Karena itu ia memutuskan untuk mengunjungi makan sang oppa. Hei, bukankah itu ide yang baik? Sungmin rasa ia perlu berbagi cerita dengan Leeteuk. Berharap bahwa Leeteuk akan datang ke mimpinya dan memberi solusi.

 

Oppa?” Sungmin meletakkan dua tangkai bunga Lili putih di atas nisan besar. Tatapannya terlihat sayu, sarat akan kesedihan yang mendominasi.

 

“Apa oppa masih ingat Siwon? Laki-laki yang aku kira adalah bentuk renkarnasi dari dirimu. Beberapa hari lalu dia melamarku. Bagaimanapun juga, aku telah menganggap dia seperti dirimu. Aku memperlakukannya sama sepertimu,” Sungmin berbicara dengan nada suara pelan.

 

Ia menambahkan, “aku ingin menolaknya, tapi aku tak mau menyakiti hatinya. Oppa, bagaimana? Beberapa hari aku selalu berdoa kepada Tuhan, tapi Tuhan tak kunjung menjawab doaku,” Sungmin meletakkan kepalanya di atas gundukan tanah itu, kemudian menangis. Dadanya kembali terasa sesak, ingin rasanya ia memeluk kembali tubuh Leeteuk yang selalu berhasil menenangkan hatinya.

 

“Kau selalu berkata kalau hidup ini bagai film. Semua anak manusia akan menerima skrip skenario dan peran masing-masing. Semua anak manusia harus menerima apapun yang direncanakan Tuhan, sebagaimana Tuhan bertindak sebagai sutradara dari drama kehidupan di bumi. Oppa, apa kau percaya aku akan hidup bahagia?”

 

OoO하나님의 애기OoO

Tok-tok! Suara pintu tua itu terketuk, membuat Sungmin harus meninggalkan masakan yang tengah ia buat. Hah, terkadang tamu datang di waktu yang tak tepat.

 

“Siapa?” Sungmin membuka pintu, pandangan matanya mendapati sosok Kyuhyun yang tengah kedinginan, tampak ia kehujanan oleh salju. “Kyuhyun-ah!” Sungmin berteriak kaget saat pandangan matanya menangkap tubuh Kyuhyun yang ambruk ke lantai.

 

“Hah? Kyuhyun-ah, bangunlah!” Sungmin mengoyak tubuh Kyuhyun. Namun nampaknya Kyuhyun benar-benar tengah pingsan karena kedinginan. Sungminpun menyeret tubuh Kyuhyun, berusaha mengangkatnya ke sofa.

 

Kalau sudah begini, terpaksa Sungmin harus merawat Kyuhyun yang tengah tertidur pulas—oh ralat, tengah pinsan. Terpaksa ia harus menunggu cinta pertamanya itu kembali membuka mata.

 

1 jam kemudian.

 

“Minnie-ah?” suara lemah itu membangunkan Sungmin yang tengah tertidur. Satu jam menunggu ditemani oleh keheningan membuat ia tak mengantuk.

 

“Hm..,” Sungmin mengangkat kepalanya, matanya menatap bayangan samar-samar seluruh penjuru ruangan, sepertinya kedua mata kelinci itu masih belum terbiasa dengan cahaya yang masuk. Namun, mengapa tubuhnya terasa hangat?

 

“Kau merawatku. Terimakasih!” Kyuhyun berkata lembut, senyum mengembang dari sudut bibirnya.

 

“Aa—ada apa?” Sungmin gelagapan.

 

“Aku kesini untuk mengajakmu menikah secepatnya denganku.”

 

“Apa? Menikah? Kau gila!”

 

“Kenapa? Aku tahu dari sinar yang kau pancarkan dari matamu!” Kyuhyun membelai rambut Sungmin dengan gerakan lembut.

 

“Tidak, jangan! Kau telah bertunangan dengan Seohyun! Bagaimana kita bisa menikah?”

 

“Sst!” Kyuhyun menempelkan jemari telunjuknya tepat di atas di bibir Sungmin, “itu adalah rencana perjodohan yang bodoh! Dari awal aku mengenal Seohyun, aku tak pernah menyukainya.”

 

“Bb—benarkah?” Sungmin memasang wajah tak percaya. Kyuhyunpun mengangguk kemudian mendekatkan wajahnya, berusaha merasakan kembali bibir manis Sungmin.

 

Honey?” suara berat itu begitu mengagetkan Sungmin dan Kyuhyun yang akan berciuman. Keduanya sontak menjauhkan kepalanya masing-masing. Mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara yang ada di ambang pintu.

 

“Siwon oppa?” Sungmin menyapa dengan intonasi pelan, dilihatnya Siwon yang tengah shock setengah mati.

 

“Kk—kau!” Siwon berkata dengan nada panik, laki-laki itu lebih memilih berjalan mengambil seribu langkah keluar dari rumah Sungmin. Pasti hati Siwon terasa sakit. Sungmin yang mencoba mengikuti langkah kaki Siwon mendapat hasil sia-sia. Sungmin terdiam, matanya hanya bisa melihat tubuh Siwon yang semakin menjauh.

 

“Tuhan, aku menyakiti hati oppaku,” Sungmin mulai terisak. Ia menangis dalam pelukan Kyuhyun. Saat Kyuhyun telah kembali ke dalam genggamannya, satu masalah baru datang menghampiri. Itu membuatnya lelah, Tuhan!

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Satu minggu, dua minggu, tiga minggu Sungmin telah tinggal bersama Kyuhyun. Namun, sejak saat itu pula Sungmin tak pernah melihat sosok Siwon pergi ke tempat kerja. Menurut kabar yang beredar di kalangan pegawai cafe, Siwon telah pindah ke kantor cabang lain. Huh, karena itu Sungmin hanya bisa diam di restoran. Tak ada lagi sosok Siwon yang selalu menemaninya. Tak ada lagi sosok Siwon yang selalu memanggilnya dengan sebutan ‘honey’, seperti Leeteuk. Dalam hati ia menangis, seolah ia kembali merasakan bagaimana kehilangan seorang oppa. Perasaan di hari kematian Leeteuk kini kembali hinggap di dada Sungmin.

 

“Kau tahu, ini memang sulit untuk dia, dan juga kau,” Kyuhyun mencoba berkata bijak. Tutur katanya yang lembut hampir menyamai terpaan angin taman malam ini.

 

“Aku merasa kalau aku telah kehilangan oppaku untuk yang kedua kalinya. Aku menyia-nyiakan oppaku lagi, aku menyakiti oppaku lagi.”

 

“Aku mengerti, tapi, bukan berarti Siwon hyung benar-benar akan membencimu. Dia hanya membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan bahwa kau hanya menganggapnya sebagai seorang kakak, tak lebih,” bibir Kyuhyun mencium pipi Sungmin dengan nafas memburu.

 

“Tapi, aku telah mencoba menghubunginya setiap hari, setiap waktu, tapi dia tak mau mengangkatnya. Aku putus asa! Terlebih dua hari lagi adalah hari pernikahan kita,” Sungmin kembali menangis. “Tuhan, apa yang harus aku lakukan?”

 

“Tenanglah, Tuhan tak akan membiarkanmu sedih berlarut-larut. Aku percaya Tuhan akan menjawab doamu,” nasehat Kyuhyun berakhir setelah ia mengecup bibir manis Sungmin yang membeku, didera oleh rasa dingin yang berkecamuk.

 

OoO하나님의 애기OoO

“Tuan, ada surat,” seorang pelayan berpakaian rapi berjalan menuju arah Siwon yang tengah duduk tak berdaya, seperti biasa, Siwon menghabiskan waktunya dengan meminum beberapa botol wine mahal.

 

“Dari siapa?” Siwon bertanya, nampaknya ia penasaran. Rasa pusing yang mendadak menyerbu pikirannya perlahan mulai pergi ketika matanya mendapati surat berwarna pink cerah yang pelayannya bawa. Surat dengan kertas berbau wangi, berwarna senada dengan amplopnya. Jari-jari Siwon membuka surat manis itu dengan hati-hati, berusaha agar tidak merusaknya.

 

Dear Siwon oppa…

 

Annyeong, oppa? Bagaimana kabarmu? Apa kau baik baik saja? Maaf, aku sangat menyesal atas kejadian yang menimpa kita berdua sebulan yang lalu. Aku benar-benar minta maaf. Aku benar-benar merasa bersalah karena telah membuatmu salah paham. Aku mohon mengertilah.

 

Dan, apa kau masih ingat Leeteuk oppa? Oppaku yang telah meninggal 5  tahun yang lalu. Oppaku yang selalu baik dan bertingkah layaknya dirimu. Sejak awal kita bertemu, aku selalu tertegun ketika kau bertingkah seperti layaknya oppaku. Menjagaku, memanggilku dengan sebutan ‘honey’, memasak ramen yang enak, dan segalanya. Aku selalu berpikir bahwa kau adalah sosok renkarnasi dari oppaku. Aku sangat menyayangimu, aku bahkan telah menganggapmu sebagai oppaku, setelah Leeteuk tentu saja. Karena itu, aku memperlakukanmu seperti aku memperlakukan Leeteuk oppa. Kau tahu, setiap hari aku bekerja di restoranmu dengan semangat tinggi. Karena apa? Aku selalu berpikir aku akan bertemu oppaku di restoran! Kau membuat hari-hariku lebih baik oppa, kau menghilangkan tangisanku dan menggantinya dengan senyuman bahagia. Kau selalu menemaniku, mengeluarkanku dari rasa keterpurukan 5 tahun lalu. Kau membuatku bangkit dari rasa takut menghadapi dunia seorang diri. Kau menuntunku, dan juga merawatku dengan kasih dan sayangmu.

 

Namun, apa kau tahu  betapa bodohnya aku? Aku tetap bersikap manja dan tengil di depan seorang lelaki berumur 25 tahun sepertimu. Aku adalah seorang wanita berumur 24 tahun yang suka mencium pipimu, bersembunyi di dalam pelukanmu, mendekap dan merasakan kehangatan tubuhmu. Aku baru tahu, bagaimana perasaan laki-laki ketika  mendapatkan perlakukan seperti itu dari seorang wanita. Dari dulu aku memang tak pandai berteman, ataupun menjalin hubungan cinta. Namun, sekarang Tuhan telah mengirimkan satu malaikat cinta untukku. Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Dia adalah cinta pertamaku. Kami akan menikah esok, tanggal 28 Februari. Aku mohon datanglah. Berikan kami restu, berikan adikmu ini restu dari seorang kakak sepertimu. Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar Tuhan tak mengambilmu dari sisiku. Maka dari itu, kembalilah, oppa? Aku tak mau menangis dan terpuruk kembali. Aku tak mau kehilangan oppaku dua kali berturut-turut. Oppa, aku memimpikanmu setiap hari. Apa kau tak tahu? Ku mohon, datang dan berikan restumu. Aku merindukan segala tentangmu, tawamu, pelukanmu, dan juga panggilan honeymu untuk ku.

 

기다릴거야 , 사랑하는 오빠가 ,취 시원 ..

Lee Sungmin L

 

Tangan Siwon bergetar hebat, butiran air mata itu tampak tertahan. Kemudian telapak tangannya meremas surat yang perlahan basah akan air mata. Hati seorang Choi Siwon kembali merasakan remuk luar biasa.

 

“Lee Sungmin, kau membuatku gila!” Siwon membatin dengan menunjukkan amarah luar biasa. Kemudian ia melempar kertas surat itu ke pojok kamar. “Jadi selama ini kau hanya menganggapku seperti itu? Tak mengertikah kau perasaanku!”

 

Siwon menghampiri surat itu kembali, tangannya yang masih bergetar berusaha membuka gumpalan kertas pink lusuh yang ia lempar.

 

OoO하나님의 애기OoO

 

“Siwon oppa tak menghubungiku!” Sungmin berkata pelan , hatinya cemas. Tangan mungilnya sibuk meremas ponsel berwarna silver pink miliknya. Ia kembali menatap foto Leeteuk. “Apa yang harus aku lakukan?”

 

“Sudahlah, jagi. Berikan dia waktu untuk memikirkan semua,” tangan Kyuhyun melingkar di pinggang ramping kekasih yang amat ia cintai itu. Bibir tebalnya mencium lembut rambut Sungmin.

 

“Aku tak bisa menikah kalau dia tak merestuiku,” Sungmin terisak, air matanya membasahi kaca bingkai foto Leeteuk. Kyuhyun semakin mempererat pelukannya. Hatinya sedikit resah dengan perkataan Sungmin. Ah, tidak sedikit, namun sangat resah.

 

OoO하나님의 애기OoO

 

“Apa kau yakin akan menikahiku?” pertanyaan itu terlontar dari bibir Sungmin, membuat Kyuhyun sedikit kaget. Pertanyaan yang telah Sungmin lontarkan beberapa kali membuat Kyuhyun sedikit kesal. Ia diremehkan!

 

“Tentu. Aku sangat mencintaimu,” kata Kyuhyun mencoba meyakinkan, wajah tampannya terlihat bahagia. Kemudian, tangan Kyuhyun membelai gaun putih yang Sungmin pakai. Ah, sulit untuk dipercaya saat ia melihat Sungmin memakai gaun pengantin ini.

 

“Tapi, bukankah orang tuamu tak merestui hubungan kita?”

 

“Kau jangan mem—”

 

“CHO KYUHYUN!” Suara itu menggema, memenuhi ruangan pemberkatan nikah. Terlihat seorang wanita paruh baya dengan dua orang laki-laki tegap di samping kanan kirinya berada di ambang pintu gereja. Raut wajah seorang perempuan itu tampak memancarkan kemarahan yang amat sangat, sepertinya amarahnya sangat siap untuk meledak.

 

Eomma?” Mata Kyuhyun terbelalak, seakan hatinya melompat jatuh ke tanah. Dua orang bertubuh besar itu berjalan menghampiri Sungmin dan Kyuhyun yang akan melakukan janji pernikahan di atas altar.

 

Eomma!” tiba-tiba dua tangan kekar itu meremas tangan Kyuhyun, membawa tubuh Kyuhyun paksa menjauhi altar pemberkatan.

 

“Seharusnya kau tak melakukan ini, Cho Kyuhyun!”

 

“Kyuhyun-ah!” Sungmin mencoba menahan tangan Kyuhyun, air matanya mengalir, membuat make up wajahnya luntur terkena air mata.

 

“Lee Sungmin!” Kyuhyun berteriak, memanggil nama kekasihnya yang akan menjadi istrinya hari ini. Tatapan sinis orang tua itu begitu menusuk hati Sungmin, merobek dan merusaknya tanpa rasa belas kasih.

 

“Jadi kau wanita jalang yang telah merayu Kyuhyun? Sungguh, wanita jalang tak punya harga diri! Kenapa Tuhan menciptakan wanita keji sepertimu!” wanita itu memaki dari kejauhan, memaki Sungmin yang kini tengah duduk tersungkur di depan altar. Kemudian wanita itu memasuki mobil mewahnya, pergi membawa Kyuhyun.

 

OoO하나님의 애기OoO

Siwon terlihat bimbang, ia kembali meremas surat pink yang ia terima kemarin. Sejak ia menerima surat itu, pikirannya sama seperti terkena virus.

 

“Apa aku akan pergi? Ahh, tidak!” tangan Siwon memukul ringan kepalanya, kemudian telapak tangan itu kembali merusak tata rambutnya. Lagi-lagi laki-laki berlesung pipit itu melontarkan pertanyaan yang ia tujukan untuk dirinya, dan pada akhirnya jawaban ‘tidak’ keluar dari mulutnya. Hei, dia telah mengulang pertanyaan itu sebanyak 21 kali!

 

Kumohon, datang dan berikan restumu. Aku merindukan segala tentangmu, tawamu, pelukmu, dan juga panggilan ‘honey’mu untukku.

 

Pernyataan itu terngiang kembali dan terus berputar di ingatan Siwon, membuat Siwon sedikit membuka hatinya. Iapun meraih jasnya, dan pergi menuju tempat pernikahan Lee Sungmin, mantan cinta pertamanya. Siwon mempercepat laju mobil, detak jantungnya berdegup lebih cepat. Ia berdoa agar pernikahan diam-diam yang akan dilakukan Sungmin belum berakhir, semoga saja ia tak melewatkan satu momentpun di acara penting itu.

 

OoO하나님의 애기OoO

Sungmin terisak, ia menundukkan kepalanya, membiarkan air mata kesedihan itu menetes di atas gaun pernikahannya. Isakan itu terdengar semakin keras, memenuhi ruangan pernikahan.

 

“Tuhan, kau mengambil semuanya lagi. Kau mengambil semua dariku!” Sungmin membatin, kembali memukul-mukul dadanya yang terasa sakit dan nyeri. Nafasnya semakin terasa sesak , memaksa rongga dadanya untuk kembang-kempis dalam tempo cepat.

 

“Lee Sungmin!” suara Siwon yang didera rasa panik terdengar, ia berteriak ketika melihat tubuh Sungmin duduk merunduk seorang diri. Siwon melangkahkan kakinya panjang-panjang, menghampiri Sungmin. “Apa kau baik-baik saja? Lee Sungmin?”

 

Sungmin terdiam, ia tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Tanpa banyak kata, tangan Sungmin meraih tubuh Siwon dan memeluknya. Tangisannya kembali meledak, semakin keras. Tak peduli bila air matanya membasahi jas mahal milik Siwon.

 

“Apa yang terjadi? Katakan yang terjadi? Katakan!” Siwon mengoyak tubuh Sungmin yang berada di dalam pelukannya. Sungmin masih terdiam, namun tak terisak kembali. Tangannya semakin mencengkeram keras punggung Siwon. “Dimana Kyuhyun?” teriak Siwon panik setelah ia tak melihat sosok Kyuhyun sama sekali.

 

Oppa,eoddeokhae?” Sungmin berkata pelan di antara pelukannya.

 

“Ada apa?” Siwon yang tak tahu apa-apa hanya bisa bertanya sembari menenangkan hati Sungmin. “Dimana Kyuhyun?” pertanyaan yang sama itu kembali terlontar.

 

Sungmin kembali menahan air matanya, mencoba tak menangis di depan Siwon. Walau tampak butiran air mata itu tertahan, Sungmin masih tetap memaksakan senyumnya. Siapa yang tidak mengenal Lee Sungmin? Ia akan tetap berusaha melukiskan senyum terbaiknya walau hatinya remuk, walau perasaan sakit yang mendera tubuhnya hampir membuatnya mati.

 

“Mungkin Tuhan benar-benar tak mau memberikan seorang Cho Kyuhyun untuk seorang Lee Sungmin. Inilah takdir, permainan Tuhan,” kata-kata Sungmin terdengar datar, diselingi oleh senyuman palsu yang terukir. “Aku tak menikahpun tak masalah,” Sungmin berucap sembari mempererat pelukannya di dada Siwon.

 

“Kau membatalkan pernikahanmu? Kenapa?”

 

“Cho Kyuhyun adalah orang yang memiliki dunia yang berbeda dariku. Dia adalah pangeran, dan aku hanyalah tikus got,” suara Sungmin bergetar, kemudian butiran air mata itu tak tertahankan lagi, menetes membasahi  jas Siwon. “Orang tua Kyuhyun tak merestui kami!” Sungmin semakin terisak, kata-kata menyakitkan itu keluar dengan penuh paksaan dari mulut Sungmin.

 

“Apa?” Siwon mendesis, giginya menggigit bibir bawahnya.

 

OoO하나님의 애기OoO

Sungmin terlihat lemah diantara foto-foto lama itu. Ia kembali menitikkan air matanya, mengingat Leeteuk dan juga Kyuhyun. Dua hari Sungmin terlihat terpukul , shock. Wajah kusutnya tersinari oleh gaun pengantin putih yang telah kusut pula. Terkadang ia terlihat tegar, dengan hatinya yang kontras. Siwon yang melihat Sungmin benar –benar tak bisa berbuat apa-apa. Wanita itu selalu diam bila ia mengajaknya berbicara.

 

Honey, tunjukkan aku dimana rumah Kyuhyun?”  Siwon membisikkan kata-katanya dengan lembut, tepat di telinga Sungmin.

 

“Untuk apa? Tuhan tak mengirimkan malaikat seperti Kyuhyun untuk orang sepertiku,” Sungmin berkata dengan nada lemah.

 

“Tenanglah..,” Siwon mencoba menenangkan Sungmin yang tengah terisak karena perkataannya.

 

“Aku merasa sakit. Kali ini aku merasakan lagi sakit yang aku alami, oppa,” Sungmin menjawab dengan sesenggukan yang mengiringi.

 

“Aku tahu, aku mengerti. Tapi, mungkin Tuhan memiliki cara lain untuk memberimu kebahagian.”

 

Oppaa. Aku hanyalah tikus got yang keji.”

 

“Jangan berbicara seperi itu. Aku akan membantumu menyelesaikan ini semua. Aku adalah oppamu, tak mungkin aku betah melihatmu sedih seperti ini,” tangan Siwon membelai lembut rambut Sungmin. Sungminpun mendongakkan kepalanya setelah mendengar kata-kata yang baru terucap dari mulut Siwon.

 

Oppa!

 

OoO하나님의 애기OoO

@rumah Kyuhyun.

 

Rumah Kyuhyun terlihat megah, dengan beribu-ribu pahatan khas Romawi klasik yang menghiasi dinding rumah Kyuhyun. Mata Sungmin berputar, berkeliling di sekitar tempat itu. Ia benar-benar takjub dengan rumah yang menurutnya seperti sebuah istana, begitu sempurna untuk tempat tinggal seorang pangeran layaknya Kyuhyun.

 

“Apa nyonya Cho ada?” Siwon berbicara pada seorang pelayan. Merekapun dipersilahkan duduk ke ruang tamu yang megah, menunggu sang nyonya datang.

 

“Aku tak yakin kita akan mendapat restu. Lebih baik ayo pulang!” Sungmin berkata dengan cemas. Ia takut bila ‘calon mertuanya’ kembali memaki dan mengusirnya.

 

“Sudahlah, percayalah padaku,” Siwon mengenggam tangan Sungmin erat, mencoba menenangkan hati adik barunya.

 

“Kau rupanya,” suatu suara wanita mengagetkan Sungmin. Kedua orang itupun berdiri, kemudian memberi salam hormat.

 

“Maksud kedatangan saya kemari adalah, saya ingin membicarakan tentang pernikan adik saya, Lee Sungmin dan Kyuhyun yang tertunda,” Siwon mencoba mengawali pembicaraan.

 

“Apa maksudmu, anak muda? Kyuhyun dan Seohyun akan menikah dengan segera,” wanita itu berkata dengan nada pelan namun tegas. Sungmin yang mendengarnya hanya bisa tertunduk, menahan rasa sakit yang tiba-tiba terasa di dadanya. Ia merasa seribu pisau menusuk kelopak matanya, membuat Sungmin begitu ingin meneteskan air mata.

 

Kali ini Siwon teridam sejenak, mencerna kata-kata wanita paruh baya yang duduk di depannya.  “Tapi nyonya, bukankah Kyuhyun dan Sungmin saling mencintai? Bahkan mereka telah sepakat mengikat janji.”

 

“Kau tau apa? Selir dari keluarga Cho tak akan pernah menikah dengan tikus got semacam dia!” Wanita itu mempertinggi nada suaranya, menekan pada kata ‘tikus got’. Hal itu membuat Siwon menjadi naik darah.

 

“Mohon jaga mulut anda, nyonya. Bagaimanapun juga, anda tak berhak menyebut adik saya dengan sebutan yang begitu hina.”

 

“Cepatlah keluar atau kau akan berurusan denganku anak muda!”

 

Sungmin tiba-tiba bangkit dari duduknya, ia tatap wajah wanita paruh baya berlidah tajam itu dengan mata kelincinya yang telah terlapisi oleh bulir air mata. “Nyonya, saya mengerti anda begitu menyayangi Kyuhyun. Saya mengerti bila anda mencoba melindungi anak anda. Saya mengerti pula, kedudukan saya yang berbeda jauh dari anda. Tapi nyonya, saya mohon, bolehkah saya berbicara dengan anak anda, kali ini saja? Untuk yang terakhir? Tuhan akan sangat memberkahi anda bila anda mengabulkan permohonan saya!” Sungmin berkata pelan.

 

“Sudah ku bilang, tikus got seperti kau tak pantas untuk pangeran!” wanita itu benar-benar murka, iapun melayangkan pukulan tepat di pipi Sungmin. Sungmin yang tak bisa menjaga keseimbangan, terjatuh seketika.

 

“Nyonya!” Bentak Siwon, mata sipitnya terbelalak seketika.

 

Eomma!” berterima kasihlah pada Tuhan yang saat itu berniat menolong. Suara bass itu membahana memenuhi ruangan. Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu dengan raut muka penuh amarah berjalan menghampiri Sungmin yang jatuh tersungkur. “Apa yang eomma lakukan?”

 

Wanita itu kini terdiam ketika mendapati Kyuhyun yang tengah berdiri di depannya. Kedua tangannya menggenggam erat tangan Kyuhyun.

 

Eomma melakukan ini untuk kebaikan dan masa depanmu, Kyuhyun-ah!”

 

Eomma! Aku menc..”

 

Suara Kyuhyun terhenti ketika telapak tangan wanita itu menampar pipi Kyuhyun dengan kerasnya. Sepertinya eomma Kyuhyun benar-benar tak ingin mendengar perkataan itu keluar dari mulut Kyuhyun. Apalagi pernyataan itu tertuju untuk Sungmin.

 

“Cho Kyuhyun, kau tinggal menuruti perkataan eomma maka kau akan bahagia!”  wanita itu membentak, menunjukkan amarahnya yang tengah memburu.

 

“Tapi eomma, aku tak mencintai Seohyun, bagaimana aku bisa bahagia hidup dengan orang yang tak aku cintai? Eomma, aku bukanlah Cho Kyuhyun kecil yang selalu menurut akan kata-kata eomma seperti dulu. Biarkan aku memilih wanita pilihanku sendiri, eomma,” Kyuhyun berkata lembut kepada sang eomma, walau tampak air mata tertahan di kedua kelopak matanya. Oh, Lee Sungmin bersyukurlah pada Tuhan karena Tuhan benar-benar telah melenyapkan sikap evil Kyuhyun.

 

“Maaf eomma, eomma dapat menyuruhku ini itu, tapi ku mohon, biarkanlah aku menikah dengan wanita pilihanku sendiri. Hanya itulah yang aku mau, eomma. Setelah eomma mengabulkan satu permintaanku ini, aku akan menuruti semua perkataan eomma.”

 

Semua terdiam, menatap wajah yang tegang di depan mereka. Sungmin hanya bisa terdiam, air matanya tertahan di kedua kelopak matanya. Hatinyapun diam, dingin ditelan suasana.

 

“Sudahlah oppa, ayo pergi,” tiba-tiba suara Sungmin menginterupsi, wanita itu bangkit dari samping sofa. Ia menatap sayu ke arah Siwon, hatinya terasa tertusuk, namun ia tetap mencoba tersenyum. “Maaf telah mermbuat keributan!”

 

“Lee Sungmin!” suara Kyuhyun menghentikan langkah Sungmin, membuat Sungmin berbalik menatap Kyuhyun dengan wajah sendunya.

 

Ne?”

 

“Kumohon, menikahlah denganku!” kata Kyuhyun dengan wajah memelas walau mata ibunya menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan tajam menusuk. Tangan keriput itu mencoba menahan tubuh Kyuhyun yang akan pergi menyusul Sungmin.

 

Oppa, memang selama ini aku berbohong. Aku tetap mencintaimu seperti lima tahun yang lalu. Tapi, aku sangat mengerti akan kemauan dan prinsip hidup ibumu. Bagaimanapun, inilah jalan kita. Tuhan memberkatimu!” Sungmin berkata seperti tanpa memiliki beban. Kemudian, dia melangkahkan kakinya, pergi menjauh dari hadapan Kyuhyun dengan diikuti oleh langkah kaki Siwon.

 

@Green Park

 

“Kau baik-baik saja?” Siwon membuyarkan lamunan Sungmin, membuat akal sehat Sungmin berhenti sejenak.

 

“Tentu saja,” jawabnya. Suaranya terdengar bergetar hebat, ia telan kembali air ludahnya, mencoba menahan sakit hati di dadanya.

 

“Lee Sungmin,” tangan Siwon meraih tubuh Sungmin kemudian membawanya ke dalam pelukannya. “Menangislah!”

 

Oppa,” Sungmin mulai terisak, menumpahkan segala kesedihan yang baru ia dapat. Air matanya mengalir hebat membasahi jas krem milik Siwon. Isakannya terdengar keras, memecahkan keheningan taman. “Tuhan,” Sungmin berkali-kali memanggil Tuhan dengan suara parau, mencoba meminta kekuatan.

 

Siwon hanya mampu terdiam, hatinya menangis mendapati wanita yang ia cinta menangis karena orang lain. Telapak tangannya terus membelai rambut Sungmin, sesekali menciumnya. Wajahnya terbenam sempurna di dada jantan Siwon. Kali ini hatinya benar-benar hancur, dia merasakan rasa sakit yang amat sangat.

 

Sungmin terdiam di dalam pelukan Siwon, tangannya memeluk erat foto Leeteuk, pandangannya terlihat kosong. Tangan Siwon masih betah membelai kepala anak Tuhan yang ada di sampingnya. Sungmin tak menunjukkan suatu gerakan tubuh apapun. Matanyapun sesekali berkedip dalam jangka waktu yang lama.

 

“Kisah kasih Tuhan tak akan terlampau waktu, tak akan habis di makan usia..,” Sungmin berbisik, pelan sekali. Siwon yang mendengarnya hanya tersenyum. Tubuh Sungmin yang kecil itu terasa ringan mendekap di atas dada Siwon.

 

“Kau adalah anak Tuhan yang diberkati,” Siwon membalas. “Semua doa darimu akan selalu didengar.”

 

Sungmin bergeming, hati dan pikirannya kini terasa kosong, benar-benar hampa. Tak berucap, tak berdoa.

 

“Berdoalah, ucapkan doamu. Katakan apa yang kau inginkan. Katakan isi hatimu pada Tuhan,” Siwon kembali berbisik, lembut. Bisikan yang membuat hati Sungmin kembali terbuka.

 

“Tuhan..,” Sungmin mulai mengawali doanya. Air matanya kembali terbentuk. Sungmin mengaitkan kedua tangannya, matanya terpejam. “Tuhan, kirimkanlah aku malaikatMu. Biarkanlah aku mengecup sedikit kebahagiaan Mu,”  bibirnya berucap. “Tuhan, aku percaya akan tangan suciMu yang selalu menuntunku setiap aku akan bertindak. Tuhan memberkati!” Sungmin mengakhiri doanya. Kelopak matanya kembali terbuka.

 

“Aku bangga memiliki adik sepertimu!” Siwon tersenyum, lalu diikuti Sungmin yang mulai tersenyum. “Tuhan memberikan kebahagiaan ketika hambanya telah lulus dari ujianNya.”

 

“Aku tahu, aku sangat tahu!”

 

“LEE SUNGMIN!” tiba-tiba suara Kyuhyun muncul, begitu mengagetkan Sungmin dan Siwon.

 

“Kyuhyun-ah” Sungmin bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri laki-laki yang tengah bercucuran keringat yang berdiri di ambang pintu.

 

“Kita menikah!” Kyuhyun tersenyum kemudian menyambar tubuh Sungmin.

 

“Mm—maksudmu?”

 

“Ayo kita menikah sekarang juga!”

 

“Apa yang kau bicarakan?” Siwon menyela, ia tak kalah heran dengan sikap Kyuhyun.

 

“Kenapa kau ini? Apa kau lupa dengan rencana pernikahan kita?” Kyuhyun melepaskan pelukannya, ia menatap mata Sungmin dengan pandangan intens.

 

“Bagaimana dengan neoui eomma? Aku tak akan menikah tanpa persetujuannya,” kata-kata Sungmin terlontar dengan nada sedih.

 

“Dia telah merestui kita!” Kyuhyun berkata sembari tersenyum. Tanpa bosa-basi tiba-tiba ia mengecup bibir manis Sungmin. Merasakan kembali setiap inci bibir Sungmin.

 

“Aa—apa yang kau lakukan?” Siwon yang kaget melihat tindakan Kyuhyun langsung menarik tubuh Kyuhyun yang tengah menikmati bibir adik barunya. Hei, dia sedikit cemburu!

 

“Aku hanya mengecup bibirnya!” Kyuhyun menoleh sinis ke arah Siwon.

 

“Tidak!” Siwon berteriak, hatinya benar-benar panas.

 

“Sudahlah!” Sungmin menyela, kemudia mengecup pipi Siwon sekilas.

 

“Aa—apa yang kau lakukan?” Kyuhyun terlihat marah ketika Sungmin mencium kilat pipi Siwon. Lagi-lagi ia harus melihat Sungmin mengecup pipi laki-laki lain. Siwon yang kaget terlihat mati kaku, pipinya terlihat bersemu merah.

 

“Kyuhyun-ah, ayo kita menikah!” Sungmin tersenyum, tangannya menggenggam erat tangan Kyuhyun.

 

OoO하나님의 애기OoO

“Atas nama Tuhan, Aku Cho Kyuhyun akan mencintai Lee Sungmin, menerimanya sebagai pasangan hidup yang terikat dalam pernikahan yang sah, memiliki dan mempertahankan,  dalam suka maupun duka, sakit ataupun sehat, hingga maut memisahkan kita,” Kyuhyun mulai mengucapkan janjinya.

 

“Atas nama Tuhan, Aku Lee Sungmin akan mencintai Cho Kyuhyun, menerimanya sebagai pasangan hidup yang terikat dalam pernikahan yang sah, memiliki dan mempertahankan,  dalam suka maupun duka, sakit ataupun sehat, hingga maut memisahkan kita,” Sungmin tersenyum, memancarkan wajah paling bahagia.

 

“Semoga Tuhan melindungi tali pernikahan kalian. Sematkan cincin yang menandakan cinta dan kasih, tidak berujung dan tak akan berhenti seperti cinta kalian. Cincin emas yang tak akan berkarat akan melambangkan cinta yang tak akan luntur dimakan usia, seperti cinta kalian. Tuhan memberkati.”

 

Siwon yang merupakan saksi satu-satunya di acara pernikahan itu tersenyum, kemudian memberikan tepuk tangan hangat untuk pasangan baru yang berdiri di altar. Sungmin tersenyum kemudian memeluk Kyuhyun.

 

Oppa, aku bahagia, sangat bahagia. Kemarilah, lihatlah wajah bahagiaku!” Sungmin membatin, kemudian ia menolehkan pandangannya ke arah Siwon. “Oppa!” Sungmin terhentak melihat bayangan mirip sang oppa duduk di samping Siwon memberikan tepuk tangan hangat. Raut wajah yang sangat Sungmin rindukan kini duduk di samping tubuh Siwon, tersenyum bahagia.

 

“Tuhan, terimakasih,” Sungmin tersenyum tanpa berpaling dari wajah dua orang yang sangat ia sayangi itu. “Tuhan, kali ini Kau memberiku kebahagian tiada tara! Kyuhyun, Lee teuk oppa , dan Siwon oppa!” Sungmin membatin, tersenyum kemudian mengecup lembut bibir Kyuhyun.

 

Bukankah kebahagiaan adalah maksud dan tujuan manusia untuk hidup di dunia? Yeah, untuk menggapai kebahagiaan, Tuhan memberikan berbagai cobaan untuk mengukur seberapa kuat manusia itu bertahan, seberapa taat manusia itu beribadah dan berdoa, seberapa percaya manusia itu kepada Tuhan.

 

Takdir itu selalu mempermainkan keadaan, kadang sulit menerpa setelah kebahagiaan, kadang kebahagiaan menerpa setelah kesulitan. Tetapi, semua itu terjadi semata-mata karena Tuhan begitu peduli.

 

“Lee Sungmin, kau mendapatkan kebahagiaan setelah kau menjalani berbagai kesulitan, dan akan selalu dalam lindungan Tuhan.”

 

The End

 

Music : Haengbok-Happines by Super Junior

 

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr

Hyung (형) : kakak lk –pemanggil lk

Gidarilkke , nae saranghaneun oppa, Choi Siwon (기다릴거야 , 내 사랑하는 오빠가 ,취 시원) : aku akan menunggumu, kakakku terkasih, Choi Siwon

Jagi (자기) : panggilan sayang untuk kekasih

Eomma (엄마) :ibu

Eoddeokhae (어떡해) : apa yang harus aku lakukan?

Ne (네) : ya, digunakan juga untuk merespon

Neoui (너의) : kepemilikanmu

 

Full of Love,

-EvilHan-God Dau

69 thoughts on “God Daughter. Part 5

  1. Wahhhh waktu leeteuk meninggal aq menangis (˘̩̩̩-˘̩̩̩ƪ) ,,,,,
    Sedihhh sekaliiii org yang kita sayang tak berada di samping kita (˘̩̩̩-˘̩̩̩ƪ) ,,,

    Oiaa,,, Kyu koq direstui ?? Apa Y㪪ª alasannya ???
    koq tiba tiba hati mamahnya luluh dan mengijinkan ???

    Good (^o^)

  2. yee happy ending… ^o^
    sempet kesel ama eommanya kyu waktu hina hina sungmin… ><
    yeee akhirnya kyumin nikah…😀

  3. sumpah thor…dr awal baca na nyusruk bgt k aty…
    gw mpe mandi aer mta pas liat keadaan umin d tnggal teukie oppa
    *mulailebeh*

    pkuq na daebak lah thor….
    *acung28jmpol*pnjemjempoloppas*

  4. nangis baca ff’mu yang ini jiyoo feel’y bener2 dapet banget sampe2 aku nangis’y gak brenti2.kasian ming cobaan trus datang silih berganti utung aja ming selalu sabar n tabah menghadapinya dengan kesabaran itulah ming mendapat balasan kebahagiaan yang setimpal dengan apa yang ia trima sebelumnya termasuk caci maki n hinaan dari orang2 di sekitarnya.

  5. Happy Ending *tebarbunga-bunga* ^o^
    Kirain mami Ming sma papi Epil akn trpisah*Hug KyuMin*
    .
    .
    .satu kata buat epep mu eon ”DAEBAK”😀 *Hug eonni juga*

  6. Akhirnya kumin couple bersatu jg
    Kirain bakal sad ending eh trnyata happy ending😀
    Sbnrnya apa ya yg kyuhyun lakukan???ko eommanya bisa setuju bgtu sih

    D’tnggu sequelnya ya😉

    Satu kata buat ff ini DAEBAK

  7. Akhirnya siwon menerima kl ming menganggap dia sbg oppa aja..
    Sempat kaget krn awalnya pernikahan kyumin nggk disetujui T^T untung akhirnya mreka ttp menikah😀 horeee :3

  8. ahhh…. finally selesai baca juga…
    capture sebelum2 nya keren banget,,
    sedikit sayang konflik akhirnya kaya’ gantung gitu…
    tapi, over all… I LOVE HAPPY END…🙂
    fighting …🙂

  9. Happy ending. ^^
    Akhirnya KyuMin bersatu jga.
    Gak tau mau comment apalagi. –”
    FF ini benar” menguras emosi.
    DAEBAK !!!

  10. happy ending ya🙂
    bagus banget critanya.
    jempol buat authornya(y)
    ngebacanya bisa ngubah suasana seketika, I LIKE IT🙂

  11. Huweeeeee ngenes bgt pas bagian sungmin ditampar ama mak’a kyu:(
    yey akhir’a KyuMin bahagia!🙂
    happy ending deh😀
    aku nunggu keponakan-ku(?) yah *kedip2 mt:D*

  12. hamkeheyo keuwa yeong~wonhi..

    Wah.wah..akhr.a jd nkah jg,
    wonnie baik skali,
    kyumin,happy wedding…*prok.prok.prok

  13. Huaaaa~
    Akhir ‘a Kyuhyun-Sungmin bersatu juga .
    Syukurlah .

    Huaaaaa~
    I like it .

    Wlopun cinta mereka harus jatuh bngun . Tpi akhir ‘a tetep bersatu .
    Rasa cinta Sungmin untuk Kyuhyun tetap bertahan selama 5 tahun . Wlopun ingin melupakan ‘a tetap tidak bisa .
    Walaupun Kyuhyun membuat Sungmin sakit luar dalam tpi tetep bisa buat Sungmin kembali pada Kyuhyun .

    Kehadiran Siwon di sisi Sungmin membuat Sungmin mersakan Sosok Leeteuk kembali .
    Wlaupn pda Akhir ‘a Siwon harus tersakiti .
    Itulah Resiko Mencintai

  14. agak terlalu tiba2 nih plot2nya jiyoo…
    yg jadi latar belakang sikap para tokohnya agak kurang kuat…jadi kesannya agak krg logis aj klo org punya respon yg bgitu…
    btw, seneng dah happy ending🙂

  15. apa bener eoma kyu merestui pernikahan kyumin ? knp mreka ga hadir di pernikahan kyumin…haah knp kurang greget ya thor ending nya #dicekek author hahahaha..mungkin krn ini ff lama yaa.. jd pgen bc lagi ff yg lain nya..

  16. Jiyoo,eon mau minta tanggung jawab..
    Baca fict ini dari chapter 1 sampe 5 sukses bikin mata bengkak T_T aaaa sungmin sabar bgt disini,gak kuat ngebayanginnya,jiyo daebaaak deeh

  17. yeeaahhhh akhirnya jadinya sama kyuhyun yeaahhh hidup kyumin hehhe

    chingu ini ceritanya bagus bangettt

    di tunggu yah chingu cerita selanjutnya

  18. Kirain bakalan sad end.. Tapi untungnya Happy end.. Ahh setiap pengorbanan dan kesabaran insyaallah akan berbuah kebhagiaan ^^

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s