God Daughter. Part 4

God Daughter

 

Genre : Religius, Romance , Angst , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin , Leeteuk , Siwon , Seohyun , and etc

 

Part : 4/5

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Lee Sungmin, aku tahu aku bodoh telah meninggalkanmu waktu itu. Tapi percayalah, aku tak pernah memiliki hubungan special dengan siapapun selama 5 tahun terakhir, karena aku tetap mencintaimu.”

 

“Aku tak akan termakan lagi oleh setiap rayuanmu. Seperti saat kau merayuku di hari ulang tahunmu, di hari kematian oppaku.”

 

Jagi..,” Kyuhyun berkata pelan, ia menatap Sungmin dengan pandangan penuh harap. Bagaimanapun, ia benar-benar telah menunggu moment untuk bertemu Sungmin kembali .

 

“Jangan panggil aku dengan sebutan itu!” Sungmin membentak, membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Mereka saling memandang satu sama lain, namun ringtone ponsel Sungmin membuyarkan lamunan mereka.

 

Yeoboseyo, oppa?” Sungmin berkata pelan, terdengar suaranya sedikit bergetar. Ia tak banyak berbicara, karena itu, setelah 5 menit ia menutup telponnya. “Aku pergi dulu. Aku harus bekerja. Kyuhyun-ah, barang-barangmu di rumah tak pernah kupegang sama sekali sejak 5 tahun lalu. Kalau kau mau, ambillah,” Sungmin berkata pelan kemudian berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

“Aku tahu kau tetap mencintaiku,” Kyuhyun berusaha meraih tangan Sungmin, menghentikan langkahnya untuk berjalan jauh dari restoran.

 

Sungmin tahu Kyuhyun mengekor langkahnya di belakang. Namun, bukankah lebih ia diam daripada harus susah-susah berurusan dengan seorang Cho Kyuhyun?

 

Namun, lama-kelamaan Sungmin merasa risih. Hei, siapa yang tidak merasa begitu bila ia terus dibuntuti?

 

“Pergilah!” Sungmin membalikkan badannya, menunjukkan wajah penuh air mata yang mengalir.

 

“Jangan siksa hatimu!” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin, membawanya dengan mudah ke dalam sebuah pelukan hangat, mendekap erat tubuh rapuh milik Sungmin.

 

“Tuhan, tolong lah aku!” air mata Sungmin mengalir, tangannya membalas pelukan penuh kasih dari Kyuhyun. Ia benar-benar merasakan pelukan yang sangat ia rindukan, benar-benar merasakan kasih sayang yang amat ia rindukan.

 

“Maafkan aku, tolong berikan aku kesempatan,” Kyuhyun berbisik lembut. Tangannya membelai rambut lurus Sungmin yang terurai dan kemudian mengecupnya ringan.

 

“Kau tahu, aku selalu berdoa kepada Tuhan agar aku benar-benar bisa melupakan dan membuang semua tentangmu,” Sungmin berkata ditengah isakannya.

 

“Jangan menangis, Tuhan benar-benar mengirimkanku untukmu. Percayalah..,”  Kyuhyun mengecup dahi Sungmin dengan penuh kelembutan. Tangannya mempererat pelukannya kembali. Akhirnya, Kyuhyun mengantar Sungmin menuju tempat kerjanya.

 

“Terima kasih,” Sungmin berkata singkat kemudian berjalan menuju restoran.

 

“Tunggu!” panggil Kyuhyun, membuat wanita bergigi kelinci itu membalikkan badan. Wajah sendunya sedikit tertutupi oleh rambut hitam legam yang terbang tertiup angin, menerpa wajahnya. “Nanti aku akan menjemputmu.”

 

“Ah, terserah. Tuhan begitu memberkahimu,” Sungmin tersenyum kemudian pergi dari hadapan Kyuhyun.

 

Langkah kaki yang terasa lebih berat tetap berjalan menuju pintu restoran. Hatinya sedikit malas pergi bekerja pagi itu. Pikirannya sedikit kalut dengan apa yang baru saja ia alami.

 

Honey,” Suara Siwon muncul bersamaan dengan tubuh tinggi tegap yang menabrak tubuh Sungmin. Hei, lelaki itu melakukannya dengan sengaja.

 

“Siwonssi?” Sungmin mendongakkan kepalanya. “Maaf.”

 

“Kau kenapa? Hari ini kau telat 1 jam lebih.”

 

“Aa— aku hanya punya sedikit urusan,” jawab Sungmin.

 

“Urusan? Dengan..?”

 

“Tak penting sekali. Baik tuan, aku akan pergi ganti baju terlebih dahulu,”  Sungmin menundukkan badannya sopan kemudian pergi, menuju ruang ganti.

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Langit gelap telah menyelimuti kota Seoul detik ini. Matahari telah kembali ke peraduannya beberapa jam yang lalu, menyembunyikan sinar hangatnya. Angin berhembus cukup kencang, membuat siapapun yang berada di luar rumah wajib menggunakan jaket minimal dua lapis untuk meminimalisir udara dingin.

 

Honey,” suara berat Siwon terdengar nyaring, begitu menggelitik telinga Sungmin.

 

Ne?” mata Sungmin beralih ke arah Siwon yang telah berada di belakangnya.

 

“Ayo cepat pulang!” tangan Siwon menggengam erat tangan Sungmin, menarik tubuh mungil itu.

 

“Maaf, aku akan pulang dengan orang lain,” Sungmin melepaskan tangan Siwon dengan lembut. Ia melukiskan sebuah senyuman di kedua belah bibirnya.

 

“Siapa?”

 

“Temanku,” Sungmin tersenyum kembali. Tatapannya terlihat memancarkan sedikit sinar harapan. “Pulanglah dulu.”

 

“Baiklah, tapi telpon aku bila ada apa-apa?”  Siwon memberikan isyarat dengan salah satu tangannya. Iapun tersenyum kemudian pergi meninggalkan Sungmin yang berdiri seorang diri di depan toko.

 

OoO하나님의 애기OoO

“Aku ada janji, eomma!” Kyuhyun berkata ketus kepada wanita paruh baya yang berdiri di depannya, sang eomma.

 

“Bagaimanapun janji dengan keluarga Seo lebih penting daripada janjimu!” orang tua itu berbicara dengan nada datar.

 

“tapi eomma, aku yakin janjiku ini lebih penting!”

 

“Tidak bisa! Ini menyangkut masa depan dan nama baik keluarga kita!”

 

“Tapi eomma—”

 

“Cukup, Cho Kyuhyun! Sekarang duduklah, keluarga Seo akan datang 10 menit lagi!” bentakan itu terdengar begitu memaksa, membuat hati seorang Cho Kyuhyun diam, tubuhnyapun duduk di kursi makan dengan terpaksa.

 

“Bagaimana caranya aku memberi tahu Sungmin?” Kyuhyun mencoba mencari jalan keluar. Tangannya bergerak raih ponsel Haptic yang bersembunyi di dalam saku jasnya, “aissh! Aku lupa tak meminta nomor ponsel atau e-mailnya!” sungut Kyuhyun sebal. Ia kembali memutar otak untuk mencari cara. Namun, lamunannya buyar seketika saat sebuah suara dari keluarga Seo terdengar oleh gendang telinganya.

 

OoO하나님의 애기OoO

Tiga jam Sungmin telah berdiri di depan pintu toko. Pandangannya tetap berkeliling ke segala penjuru, begitu berharap menemukan sosok Kyuhyun. Berulang kali ia melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Semakin sering ia melirik ke arah jam, semakin lama pula waktu berputar. Ia kembali menggesek-nggesekkan telapak tangannya yang terasa membeku. Malam ini, hujan salju turun dengan lebat, menutupi ruas jalan dengan gumpalan benda putih seperti kapas.

 

“Tuhan, apa dia akan menemuiku?” Sungmin membatin, nafasnya memburu karena dinginnya malam. Ia membentangkan tangan kanannya, mencoba merasakan betapa dinginnya butiran salju yang berjatuhan. Empat jam berlalu, tubuh Sungmin kini terduduk di depan pintu masuk restoran. Mencoba berteduh dari salju yang terus jatuh di atas tanah bumi.

 

“Aku pusing sekali! Tuhan, tolong kuatkan aku!” Sungmin tertunduk, tubuhnya meringkuk hampir membentuk huruf C. Sungmin menyembunyikan wajahnya yang lelah diantara kedua sikunya.

 

Honey,” suara Siwon tiba-tiba muncul mengagetkan Sungmin.

 

“Ahh, kau, oppa!” Sungmin mendongakkan kepalanya.

 

“Kau masih disini? Kau bilang akan pulang dengan temanmu?” tangan hangat Siwon menuntun Sungmin untuk berdiri.

 

“Aa –aku rasa dia tak akan datang,” kata Sungmin sembari menggosok-gosokkan telapak tangannya kembali.

 

“Apa? Kau menunggu disini selama 4 jam lebih?” Siwon terhenyak. Ia tatap Sungmin yang hanya mengangguk lemah. “Seharusnya kau pulang bersamaku. Lihat, hidungmu merah! Ayo pulang!”

 

“Baiklah!” Sungmin merapatkan tubuhnya, berharap mendapatkan kehangatan dari tubuh kekar milik laki-laki yang berstatus sebagai atasannya ketika bekerja.

 

“Eum, siapa temanmu?” Siwon bertanya, tangannya melingkar di pundak Sungmin.

 

“Dia temanku sewaktu SMA.”

 

“Apa orang itu lagi? Orang yang menghadangmu kemarin?”

 

“Hm,” jawab Sungmin singkat. Tatapannya membaur ke segala arah, mencoba menyembunyikan air matanya yang tertahan.

 

“Uuhg, pasti dingin sekali. Cepatlah masuk dan hangatkan dirimu! Aku akan memasak ramen!” Kata Siwon setelah masuk ke dalam rumah Sungmin.

 

OoO하나님의 애기OoO

Oppa,” panggil Sungmin manja, matanya menangkap tubuh Siwon yang tengah memasak ramen untuknya. Hei, laki-laki itu terlihat sangat keibuan ketika ia menggenakan apron berwarna merah milik Sungmin.

 

“Cepatlah duduk, makanan akan segera siap!” Siwon berkata tanpa berpaling dari mangkuk ramen.

 

“Ya Tuhan, apa benar dia adalah sosok renkarnasi oppaku? Tuhan..,” Sungmin berjalan menuju mendekati Siwon, ia peluk tubuh Siwon dari belakang. Indra penciumannya mencoba menghirup bau khas Siwon, kulitnya merasakan betapa hangat punggung Siwon. Ini sama seperti punggung milik Leeteuk, sama sekali tak berbeda.

 

Oppa..,” Sungmin memanggil Siwon yang mungkin kaget dengan perilaku Sungmin.

 

Ne?” Siwon membalas panggilan Sungmin, iapun memegang tangan Sungmin yang melingkar di perutnya dan membelainya dengan lembut.

 

“Tetaplah seperti ini, tetaplah disini, oppa,” Sungmin berkata setengah berbisik. Tangannya semakin mempererat pelukannya. Bagaimanapun ia sangat merindukan kehadiran Leeteuk, sang oppa yang selama 5 tahun pergi meninggalkannya. Itu berarti Sungmin tak mendapat pelukan, kecupan , dan juga kasih sayang dari sosok Leeteuk, bukan?

 

“Badanmu sedikit demam? Cepat duduk!” Siwon melepaskan pelukan Sungmin, kemudian menyuruhnya duduk kembali di meja makan. Siwon yang masih sedikit terkejut dengan perilaku yang baru ia terima dari Sungmin hanya tersenyum dalam hati. Keyakinannya untuk meminang Sungminpun semakin mantap.

 

Hana, deul, set! Nah!” Siwon meletakkan piring itu di atas meja.

 

“Uwa..!” Sungmin menatap ramen yang baru saja datang di hadapannya dengan pandangan berbinar-binar. Hidungnya yang peka mencium kuat kuat aroma ramen yang sedap, kemudian ia memalingkan tatapannya ke arah Siwon, “aku suka, oppa! Sangat suka!”

 

Wajah aegyo Sungmin terlukis, membuat seorang jantung Choi Siwon deg-degan setengah mati. Senyuman yang terlihat sangat innocent, lugu dan lucu. Itulah sisi yang Siwon suka dari Sungmin. Ia begitu childish dan manja.

 

“Setelah makan, cepat tidur. Badanmu demam!” Siwon berucap sembari menuangkan mie ramen ke mangkuk milik Sungmin.

 

“Eum, kepalaku sedikit pusing!”

 

“Cepat habiskan makananmu, honey,” Siwon mengacak lembut rambut Sungmin, membuat perempuan itu tersenyum. Tersirat kesejukan yang menerobos celah-celah hatinya ketika Siwon berada di sampingnya. Makan malam sederhana malam itu penuh akan canda tawa, membuat mereka lupa waktu.

 

Sungmin meletakkan sumpitnya kemudian menatap Siwon. “Aku akan tidur. Apa oppa akan pulang?”

 

“Tidak, aku tak akan membiarkanmu sendiri di saat keadaanmu yang seperti ini. Lebih baik, kau besok tak usah masuk kerja terlebih dahulu!” Tangan hangat Siwon menuntun langkah kaki Sungmin menuju kamar.

 

Tubuh Sungmin yang didera rasa capai luar biasa berbaring diatas kasur usang itu. Matanya menatap langit-langit kamarnya. Lalu, tatapannya berpaling ke arah Siwon yang sibuk menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang tak kalah usang.

 

Gomawo. Oppa benar-benar orang yang baik. Tuhan memberkatimu!” Sungmin berkata pelan, senyum tersungging di antara bibirnya.

 

“Tuhanpun memberkatimu. Cepat tidur, mimpi indah,” Siwon mencium lembut kening Sungmin. Mata Sungmin yang lelah perlahan tertutup, jiwanya sedikit demi sedikit tertarik ke dalam dunia mimpi.

 

“Kau benar-benar wanita yang berbeda dari wanita manapun,” Siwon tersenyum menatap wajah polos Sungmin yang tengah tertidur. Tangannya membelai lembut dahi Sungmin.

 

Tumpukan kardus yang diam membisu dimakan umur, tergeletak begitu saja di pojok kamar Sungmin. Sungmin tak pernah memegang ataupun melihat isi kotak tersebut, kecuali di hari pertama ia bertemu kembali dengan Kyuhyun. Siwon yang sedikit tertarik dengan isi kardus itupun berjalan  mendekat, mencoba mencari tahu benda apakah yang bersembunyi di balik kotak kotak berdebu itu.

 

“Baju? Untuk laki-laki?”  mata Siwon terbelalak ketika tangannya mengambil salah satu lembar baju dari dalam kardus. “Untuk siapa? Oppanya?” Siwon semakin tertarik. Selagi Sungmin tertidur, iapun menurunkan kardus-kardus itu, membukanya satu-persatu. “Foto? Sepertinya aku pernah melihat wajah orang ini!” Siwon membatin ketika ia menemukan bingkai berisikan foto seorang namja. Otaknya tengah berpikir keras untuk mengingat wajah yang terpampang di atas bingkai.

 

“Orang itu? Teman Sungmin waktu itu!”

 

OoO하나님의 애기OoO

Wajah mungil itu terbaring tak berdaya di atas ranjang yang sama. Terlihat dua wajah lelah yang terpampang saling berhadapan. Sayup-sayup, kedua pemilik wajah lelah itu membuka matanya perlahan. Merasa sedikit terganggu oleh sinar matahari yang menyilaukan masuk menembus jendela rumah Sungmin.

 

Oppa, bangunlah!” Sungmin mulai bangkit, tangannya yang mengepal menggosok-gosok matanya, kemudian menggoyangkan tubuh Siwon yang masih tertidur pulas.

 

“Iya, lima menit lagi!” Siwon menjawab, matanya masih terpejam, mencoba kembali ke dalam dunia tidurnya. Sungmin tersenyum menanggapi jawaban Siwon. Ia teringat kembali akan sosok oppanya.

 

Oppa,” Sungmin berkata manja, ia merebahkan kembali tubuhnya di samping Siwon. Membenamkan wajahnya di dada jantan Siwon.

 

“Ada apa?” Siwon membuka matanya lebar-lebar. Ia tatap kembali mata Sungmin yang telah terpejam di dalam pelukannya. “Apa kau masih demam?” Telapak tangan Siwon merasakan suhu badan Sungmin melalui dahinya, memang masih terasa sedikit panas. Siwonpun bangkit dan memberikan kompres di atas dahi Sungmin.

 

Tok tok, suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Siwon yang tengah khawatir dengan keadaan Sungmin. Dengan terpaksa, Siwon keluar, melihat siapa yang mngunjungi Sungmin pagi-pagi seperti ini.

 

“Siapa?” Siwon bertanya sembari membuka pintu. Kedua matanya menangkap sosok laki-laki yang berada dalam foto berbingkai tersebut. Kyuhyun tak kalah terkejut melihat seorang laki-laki membukakan pintu rumah Sungmin pagi itu.

 

“Aa—apa ini rumah Lee Sungmin?” Kyuhyun bertanya, berharap Sungmin belum pindah dari rumah usang ini.

 

“Ya, benar. Silahkan masuk!” Siwon mempersilahkan namja itu masuk ke dalam rumah. Iapun berbalik dan berniat membuat secangkir teh hangat untuk Kyuhyun, tamunya.

 

Mata Kyuhyun berputar 360’ mengamati keadaan yang tak berubah, sama persis seperti 5 tahun lalu. Ia tersenyum, letak foto dan juga aksesoris rumah itu juga tak berubah sama sekali.

 

“Sungmin sedang sakit. Ada apa?” Siwon tiba-tiba muncul dan membuyarkan lamunan Kyuhyun. Laki-laki bertubuh atletis itu meletakkan nampan dengan teh dalam cangkir diatasnya.

 

“Apa? Sakit?” Kyuhyun terkejut mendengar pemberitahuan Siwon.

 

“Yeah, kemarin malam dia menunggu seseorang di depan restoran selama 4 jam. Kau tahu sendiri, bukan? Kemarin malam salju turun lebat sekali,” Siwon menjelaskan.

 

“Apa? Menunggu selama 4 jam? Dia menungguku selama 4 jam di tengah hujan salju? Kyuhyun membatin kaget. Sungmin hari ini sakit karena dia.

 

“Apa ada pesan? Sepertinya dia tak akan bisa bangun? Suhu badannya tinggi!” Siwon menambahkan.

 

“Aa—benarkah? Aku akan mengatakannya sendiri,” tangan Kyuhyun bergerak mengelus tengkuknya yang sedikit terasa tegang. “Eung.. Neo?

 

“Aku? Kita lupa berkenalan. Aku Siwon, Choi Siwon, teman Sungmin.”

 

“Teman?” Kyuhyun yang mendengar perkataan itu sedikit tak percaya. “Jadi, selama ini Sungmin tinggal dengan seorang namja? Kyuhyun kembali membatin. Ia tatap wajah alim Siwon kemudian tersenyum. “Kyuhyun, Cho Kyuhyun,” ucap Kyuhyun singkat, tangannya menjabat tangan Siwon ganti. Beberapa menit setelah itu mereka terjebak diantara rasa canggung, saling melempar senyum sinis, dan juga tatapan sadis satu sama lain. Hei, what’s happens?

 

“Jadi, bagaimana ketika Sungmin di SMA?” Siwon mulai mencairkan suasana kembali.

 

“Maksudmu?”

 

“Apa dia anak yang baik?”

 

“Aa—tentu. Dia adalah anak Tuhan yang taat.”

 

“Oo—begitu.” Sahut Siwon sembari mengaitkan kesepuluh jari tangannya.  Ah, salahkan kepribadian dua orang yang sulit berbicara dengan orang yang baru mereka kenal itu. Baru beberapa menit setelah percakapan itu berakhir, mereka kembali terperangkap ke dalam lubang canggung yang amat luar biasa.

 

..

….

 

“Aku akan pulang! Sampaikan salamku untuk Sungmin. Mungkin nanti aku akan kemari lagi,” Kyuhyun bangkit, tubuhnya membungkuk memberi salam.

 

“Tentu. Hati-hati!” Siwon menjawab salam Kyuhyun dengan ketusnya. Laki-laki itu langsung menutup pintu ketika Kyuhyun baru keluar dari rumah tersebut. Hei, itu cukup membuat Kyuhyun merasa tersinggung. Tidak sopan sekali, heh?

 

Siwon kembali melangkahkan kakinya menuju kamar tidur, melihat keadaan Sungmin. Ia letakkan kembali telapak tangannya diatas dahi wanita yang tengah tertidur pulas itu. Ia tersenyum, tangan-tangan lembutnya itu menata kembali selimut Sungmin.

 

“Cepat sembuh, honey..,” Siwon mengecup dahi mulus Sungmin kemudian pergi  beranjak menuju dapur untuk memasak.

 

Sungmin merasakan sebuah kecupan lembut menyentuh dahinya, kecupan hangat penuh rasa sayang seperti yang Leeteuk berikan padanya dulu. “Hm,” Sungmin kembali sadar dari dunia mimpi, ia tatap sekeliling kamar yang sepi. Dengan segan, Sungmin melangkahkan kaki ke dapur. “Oppa?” Sosok yang begitu mirip dengan Leeteuk itu terlihat tengah sibuk memasak sesuatu di dapur. Senyum bahagia tersungging dari bibir Sungmin, iapun mendekati Siwon dan, “kena, deh..,” Kata Sungmin manja, tangannya melingkar di perut Siwon.

 

Ya, apa kau sudah mandi?” Siwon tersenyum menanggapi perilaku Sungmin yang selalu manja kepadanya.

 

“Belum,” ucap Sungmin pelan. Ia terus menyandarkan dan menggesek-gesekkan kepalanya di atas punggung Siwon yang hangat.

 

“Cepat mandi. Jangan berendam,” Siwon memberi saran.

 

“Bisakah aku makan dulu? Perutku lapar sekali!” Sungmin melepaskan pelukannya, mata kelincinya menatap Siwon dengan pandangan berharap. Rupa-rupanya perempuan itu tengah melancarkan aksi aegyo—yang mungkin sama sekali tak dapat ditolak oleh siapapun. Hei, ayolah! Percayai saja bahwa Sungmin adalah ‘The Queen of Aegyo’.

 

“Lebih baik kau mandi terlebih dahulu, honey. Mandilah!” Tangan Siwon telah berpindah di atas lengan Sungmin, tatapannya lurus memandang mata Sungmin yang sayu. Semenit mereka saling bertatap-tatapan, dan akhirnya Sungmin menyerah dan pergi mandi.

 

Oh, untuk pertama kalinya tatapan aegyonya gagal. Poor Sungmin.

 

Cukup dua puluh menit yang Sungmin butuhkan untuk mandi. Setelah itu, iapun menghampiri Siwon yang berada di dapur. Rasa lapar membuat Sungmin ingin cepat-cepat duduk di meja makan dan menyantap sarapannya.

 

Honey, tadi ada yang mencarimu,” Siwon mengajak Sungmin berbicara di tengah tengah sarapan mereka.

 

“Siapa?”

 

“Eum.. Kyuhyun?”

 

“Kyuhyun?”

 

“Kenapa?” tanya Siwon. Sedikit heran ketika melihat wajah Sungmin yang tiba-tiba berubah menjadi masam setelah mendengar nama Kyuhyun.

 

“Tidak,” jawab Sungmin singkat, kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Hari itu memang hari libur bagi mereka berdua, namun, rasa tersiksa akan cinta masa lalu kembali merusak mood Sungmin. Jangankan untuk bercanda, membuka matapun rasanya Sungmin tak sudi bila ia mengingat setiap kejadian dimasa lalu yang ia lalui dengan Kyuhyun.

 

“Kau kenapa?” pertanyaan yang sarat akan kekhawatiran itu kembali terlontar dari mulut Siwon, pertanyaan yang entah telah diucapkan berapa kali oleh laki-laki tampan itu kepada Sungmin. Sungmin menjawab dengan anggukan tak menyakinkan, ia merasa kepalanya semakin pusing. Siwon berdiri menghampiri Sungmin, memeluk tubuh mungil perempuan rapuh itu.

 

“Ayo kita kerumah sakit?” Kata Siwon sembari mempererat pelukannya. Sungmin menggeleng, ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Siwon, matanya terpejam merasakan sinar matahari pagi yang tak begitu panas.

 

OoO하나님의 애기OoO

“Semoga saja namja itu telah pulang!” Kyuhyun membatin, matanya tetap fokus menatap jalanan yang ramai. Mobil keluaran Hyundai berwana silver itu terparkir agak jauh dari rumah yang ia tuju. Kemudian, ia melangkahkan kakinya menuju rumah usang yang sangat ia rindukan. Namun, pandangan dan harapannya kabur seketika saat melihat dua orang anak manusia tengah berpelukan mesra di altar rumah.

 

“..” Kyuhyun tak dapat mengatakan apapun. Ia hanya diam, membisu memandangi sosok Sungmin yang berada di dalam pelukan orang lain. Kyuhyun menghembuskan nafasnya, kemudian meyakinkan hatinya kembali untuk tetap menghampiri Sungmin.

 

“Lee Sungmin?” suara bass itu menarik Sungmin seketika dari dunia mimpinya.

 

“Ada apa?” tanya Siwon pelan, tangannya masih sibuk mengelus rambut Sungmin.

 

“Aku ingin bicara,” Kyuhyun menjawab singkat, ia memandang Sungmin yang tetap berada dalam pelukan Siwon.

 

“Apa yang akan kita bicarakan? Kurasa tak ada yang perlu kita bicarakan.”

 

“Minnie-ah, ini tentang kita..,” kali ini Kyuhyun berkata dengan nada memelas, suara sexynya itu terdengar memohon pada gadis tak berdaya yang ada di depannya.

 

“Kita? Bukankah kita telah mengakiri semuanya lima tahun lalu? Apa kau lupa?”

 

“Ayo kita bicara di tempat lain?” Kyuhyun mengajak Sungmin, kali ini expresi wajahnya berubah.

 

“Maaf Kyuhyunssi, tapi sekarang keadaan Sungmin sedang tak baik,” Siwon mendekap tubuh Sungmin lebih erat.

 

“Ayo masuk, oppa. Kyuhyun oppa, kalau kau mau, mampirlah,” Sungmin berkata tanpa melirikkan matanya sedetikpun. Langkah kaki Sungmin dan Siwon diikuti oleh Kyuhyun yang berjalan tepat di belakang mereka. Sungmin dan Kyuhyun duduk di sofa ruang tamu butut, mereka saling berhadapan namun tak saling mencuri pandang seperti dulu. Sedangkan Siwon sedang sibuk menyiapkan minuman di belakang.

 

Jagi?” Kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya, tatapannya benar-benar membuat Sungmin mati kaku.

 

“Aku suda tekankan padamu, jangan panggil aku dengan sebutan itu karena aku bukan milikmu.”

 

“Lee Sungmin aku mohon. Jangan bohongi perasaanmu!”

 

“Bagaimanapun aku telah merasa sakit. Aku tak mau merasakan kembali sakit yang telah kau berikan!” Sungmin berkata pelan.

 

Green tea,” ujar Siwon tiba-tiba. Melemparkan pandangan menusuk ke arah Kyuhyun. “Honey, apa kau telah merasa lebih baik?”

 

Pertanyaan itu keluar dan diikuti dengan anggukan kepala Sungmin. Kyuhyun yang mendengar panggilan ‘honey’ keluar dari mulut Siwon hanya bisa diam. Ia teguk green tea hangat yang dihidangkan untuknya, kemudian Kyuhyun bangkit.

 

“Aku akan pulang. Dan, bolehkah aku meminta nomormu?” Kyuhyun meraih ponsel dari saku celananya. Ah, perempuan itu menerima dengan mulus ponsel milik Kyuhyun. Jemarinya menari-nari memencet beberapa digit nomor di atas layar ponsel Haptic tersebut. “Terima kasih. Aku akan menghubungimu nanti. Sampai jumpa!” Kyuhyun memberikan salam kemudian hilang di balik pintu. Sungmin menatap punggung Kyuhyun yang telah  hilang dari hadapannya dengan harapan kosong. Tidak, ia tak boleh berharap lagi.

 

“Apa kau mau keluar? Makan malam?”  Pertanyaan Siwon membuyarkan lamunan Sungmin.

 

“Tentu, kalau kau mengajakku aku akan mau. Tuhan memberkatimu!” Sungmin tersenyum kemudian bangkit menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Mobil AUDI TT berwarna merah itu berhenti tepat di sebuah restoran Italia. Sungmin dan Siwon melangkah masuk. Namun, pandangan Sungmin dikejutkan oleh sesosok namja yang tengah makan malam dengan seorang wanita, lengkap dengan kedua orang tua masing-masing.

 

“Kita pindah restoran saja!” kata Sungmin singkat, ia menyembunyikan wajahnya sebelum Kyuhyun menyadari keberadaannya.

 

“Kenapa?” Siwon terlihat bingung dengan perilaku Sungmin yang tiba-tiba ingin pindah restoran. Bukankah ia selalu menerima jika Siwon mengajaknya kemana saja?

 

OoO하나님의 애기OoO

Kyuhyun menatap kembali ke arah orang-orang berwajah asing yang duduk di depannya. Sesekali ia terpaksa mengeluarkan tawa saat sebuah lelucon yang sama sekali tak penting terlontar. Rasa bosan berkecamuk dalam hati. Ingin rasanya ia pergi dari rencana laknat ini, rencana makan malam dengan calon besan. Calon besan? What the hell?

 

Kyuhyun  memutar bola matanya dengan gerakan malas, menyebarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan restoran Italia yang mewah dan klasik. Dan tatapannya itu menangkap sosok seorang yeoja mungil berbalut mini dress di pojok restoran. Tampak Siwon tengah mengajaknya berbicara. Dan tampak sesekali Sungmin melirik ke arah Kyuhyun yang juga meliriknya.

 

“Aku akan ke kamar mandi,” Sungmin meminta ijin kepada Siwon.Iapun melangkahkan kakinya dengan gontai ke arah kamar mandi.

 

Ahh, melihat Kyuhyun berada dalam jamuan makan malam dengan keluarganya membuat perasaan Sungmin mendadak tak enak. Pikiran aneh dan rasa takut kehilangan Kyuhyun kembali memenuhi pikirannya. Pantulan wajah pucat Sungmin di cermin kamar mandi membuat Sungmin merundukkan kepalanya. Biarkan saja semuanya seperti ini. Sungmin tak boleh merasa putus asa!

 

Sosok wanita yang baru keluar dari kamar mandi wanita itu terlihat 5% lebih segar dari sebelumnya. Langkahnyapun terlihat lebih mantap.

 

“Lee Sungmin!” suara seorang perempuan mengalihkan perhatian Sungmin, membuat ia menoleh ke sumber suara. Pandangan matanya mendapati sosok wanita cantik yang duduk di depan Kyuhyun tengah tersenyum ke arahnya.

 

“Ss—siapa?” tanya Sungmin, tak begitu yakin dengan pandangan dan ingatannya.

 

“Seohyun, Seo Joo Hyun!” wanita itu tersenyum. Begitu pula Sungmin, pikirannya telah mengingat kembali sosok Seohyun sebagai teman SMAnya. Sudut mata Sungmin tak sengaja melirik Kyuhyun, membuat pandangan mereka bertemu selama beberapa detik.

 

“Aa—sedang apa?” Sungmin bertanya, walau sebenarnya ia telah tahu untuk apa Kyuhyun dan Seohyun makan bersama lengkap dengan kelurga malam ini.

 

“Cuma sekedar makan malam. Kau sendirian? Bergabunglah dengan kami!”  Seohyun menawarkan. Wanita cantik itu masih seperti dulu, innocent dan juga baik.

 

“Tidak, aku membawa teman. Lanjutkan saja acara kalian. Selamat malam!” Sungmin melempar senyuman palsu. Tatapannya tetap melirik ke arah Kyuhyun, seolah ia tak rela melepaskan pandangannya.

 

“Siapa?” Siwon bertanya ketika Sungmin mendudukkan tubuhnya di kursi.

 

“Teman. Sepertinya ini enak,” Sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan. Walau sebenarnya ia ingin sekali menangis ketika melihat Kyuhyun yang memang telah bertunangan. Sungmin diam, ia menatap makanannya tanpa gairah. Air matanya tetap tertahan. Ahh, ia pernah bersumpah untuk tidak menitikkan air mata di depan Siwon. Ia menelan makanannya dengan susah payah. Dadanya yang terasa sakit sekaligus nyeri menjadi penghambat tenggorokan Sungmin.

 

“Apa kau baik-baik saja?” tangan Siwon membelai lembut pundak Sungmin. Tatapannya memerhatikan sosok Sungmin yang tengah tertunduk.

 

“Hm..,” Sungmin mengangguk. Diusap matanya perlahan. Terlihat Siwon yang tengah mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.

 

Honey,” Siwon memanggil Sungmin malu-malu, kemudian dua telapak tangannya terbuka. Menunjukkan kotak kecil berwarna merah yang ada di genggamannya. Kotak kecil berbentuk hati dengan kain bludru merah yang menyelimuti permukaannya.

 

“Aa—apa ini?” Sungmin memerhatikan benda itu dengan seksama. Jantungnya berdegup ribuan kali lebih cepat, merasakan suatu firasat aneh.

 

“Apa kau mau bertunangan denganku?” Siwon membuka kotak yang ia genggam, kemudian jemari-jemarinya mengambil kalung bertuliskan namanya dengan huruf mandarin.

 

What the hell, God?

 

TBC—

 

Music : Marry You by Super Junior

 

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr

Jagi (자기) : panggilan sayang bagi remaja yang berpacaran

Yeoboseyo (여보세요) : hallo? –sapaan di telpon

Ssi (–씨) : embel-embel untuk menunjukkan kesopanan

Ne (네) : ya

Eomma (엄마) : ibu

Hana (하나) : satu

Deul (들) : dua

set  (셋) : tiga

Gomawo (고마워) : gomawo –informal

Namja (남자) : laki-laki

Neo (너) : kau

Ya (야) : bentakan ala orang Korea

Yeoja (여자) : perempuan

57 thoughts on “God Daughter. Part 4

  1. Ming umma yg tabah yah….
    Bnyak bnget deh cobaan.y *puk-puk😥
    papi epil pliss jngan mau di jdohin bgaimanapun alasan.y…

  2. Waduhhhhhhhh sungmin d’lamar siwon??????
    Terus kelanjutan kisah cinta kyumin gmna dong?????
    Mkin seru deh cinta segi empat,lanjut baca lagi ahhhhhhh😉

  3. Ming menganggap siwon itu spt oppanya, tp siwon mencintai minnie, bahkan melamar minnie, aw aw … Respon minnie? :s
    Kyu yg berjanji akn menjemput minnie tdk menepati janjinya krn mesti mkn2 itu.. ><

  4. Kyu kok g bisa berbuat apa” sih?.
    Udah ming terima jja siwon biar namja cho itu tau rasa.
    Aiiiih~
    Penasaran.
    Lanjut ah.

  5. Hah? Kyu udh tunangan? O.o
    siwon cerita’a lg ngelamar sungmin? O.o
    yah ampuuuuuuuuun! Sungmin kpn penderitaanmu berhenti nak2(?)😀

  6. Sungmin sayang Siwon karna ada bayangan Leeteuk pasti.
    Mungkin g akan di terima.
    Kyuhyun, bukan semua kesalahan dia. keadaan yg bikin dia kayak gitu, tapi salah sendiri g bisa teges.

  7. Terima .. Terima .. Terima ..

    Bukan kah 5 thun yg lalu Kyuhyun manggil Sungmin dngan panggilan Noona .
    Tpi kok pas nyuruh Kyuhyun masuk Sungmin manggil Kyuhyun Oppa ??
    Hehehehehhh~

    Di terima gak yahh ??
    Gimana Reaksi ‘a Kyuhyun ??
    Makin penasaran .

  8. it siwon oppa tau gak kalau ming uda pernah ‘itu’ ma kyu?
    apakalau uda tau siwon oppa msihmau terima ming?
    likelikelikelikelike

  9. Kyu gk tegas… Kalo tolak ya langsung tolak… Dasar seohyun pasti mau pamer…. Silahkan aja skrg toh nanti Ming tetap milik kyu…
    Won jangan ngelamar ming.. Ming punya kyu dan nganggap won oppa nya…

  10. ooh begitu berat ujian yg tuhan berikan pd sungmin…kyu juga agak kurang pendirian nya plin plan bgy kesana mau kesni mau.. hehe mian ne auhor shi… hanya terbawa suasana…next chap pasti happy ending deh..

  11. ming d lamar kyu
    ming terlanjur sakit hati lagi sma kyu..

    aishh..
    jiyoo bkin istri yesung nangis lagi #plakk

  12. jiyoo gak keitung deh berapa kali nangis,disini siwonnya sweet banget,dan lagi lagi lagi kyu bikin ming kecewa

  13. Tuh kan pasti siwon gakan bisa nolak pesona sungmin makanya dia lamar sungmin ㅋㅋㅋ

    Sungmin pasti bimbang berat ini hahaha

  14. Siwon mau tunangan dengan Sungmin, Kyuhyun juga mau tunangan sama SeoHyun. Lha, kapan KyuMin nya bersatu, kalau masing2 bakal tunangan dengan orang lain?😦

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s