God Daughter. Part 2

God Daughter

 

Genre : Religius, Romance , Angst , Hurt

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin , Leeteuk , Siwon , and etc

 

Part : 2/5

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Jj—jadi, akulah yeoja yang kau suka?” Sungmin menunjuk dirinya sendiri dengan jemari tangan kanannya.

 

“…” Kyuhyun terdiam, namun kepalanya mengangguk pasti. Hati Sungmin sedikit shock dengan jawaban Kyuhyun. Ia menghempaskan tubuhnya  tepat di samping Kyuhyun.

 

“Apa aku bermimpi? Tuhan, Kau begitu baik hingga Kau langsung menjawab doaku,” batin Sungmin senang. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan rasa bahagia yang mungkin akan meledak.  Mata coklatnya menatap wajah Kyuhyun yang terdiam, mungkin tengah bersuluncur di dunia imajinasi miliknya.

 

Sungmin masih terdiam, belum berani angkat bicara. Ia perhatikan wajah Kyuhyun. Matanya menyusuri tiap jengkal wajah Kyuhyun yang bisa di bilang sangat—tampan. Pandangannya berpindah menuju bibir merah merekah milik Kyuhyun. Ia perhatikan kembali, dan .. ahh, itu adalah bibir yang sangat membuat Sungmin sedikit tak tenang.

 

“Uhg, apa yang aku pikirkan?” Kedua telapak tangan Sungmin menepuk-nepuk ringan kedua pipinya, berharap pikiran aneh yang tiba-tiba merasuki pikirannya segera hilang dan lenyap.

 

“Kau kenapa?”

 

“Tt—tidak?” Sungmin menjawab dengan suara tergagap. Ia sedikit gugup.

 

“Lalu bagaimana?”

 

“Apa?”

 

“Itu?”

 

“Aku tak mengerti?”

 

Noona menolak cintaku?”

 

Pertanyaan itu membuat Sungmin terdiam, jantungnya kembali berdetak berknot-knot lebih cepat. Sebuah pertanyaan yang menjelma sebagai bom nuklir yang meluluh-lantakkan pikiran Sungmin dalam sekejap. Hatinya bimbang akan jawaban yang akan ia lontarkan.

 

“Aku mencintaimu, ya, aku mencintai anak Tuhan sepertimu?” Kyuhyun memeluk tubuh kecil itu, bibirnya mencium lembut pipi chubby Sungmin.

 

“Aa..,” mulut Sungmin menganga, bel tanda masuk kelas yang terdengar membuat Sungmin urung mengatakan niatnya. “Astaga! Aku harus pergi!” Sungmin tiba-tiba bangkit dari duduknya, kemudian berlari meninggalkan Kyuhyun begitu saja. Yeah, untuk apa lagi ia berlari secepat itu kalau bukan untuk menghindari jawaban yang dinantikan oleh Kyuhyun?

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Tak dapat dipungkiri, Sungmin sama sekali tak dapat berkonsentrasi pada pelajaran. Pikirannya hanya terfokus pada namja setan, oh tidak, malaikat bernama Cho Kyuhyun. Suatu perasaan aneh ini terus menghantui Sungmin, begitu mengusik. Karena itu, wanita kelinci itu hanya diam hingga bel yang menandakan pelajaran telah usai berdentang. Tuhan, baru kali ini Sungmin melewatkan pelajaran Biologi gara-gara pikirannya terjajah oleh Kyuhyun.

 

Sungmin merapikan buku-buku miliknya. Berniat cepat-cepat pulang dan beristirahat barang sejenak di rumah. Namun, tatapan membunuh yang sedari tadi ia terima sepertinya melarang Sungmin untuk cepat-cepat pulang. Terbukti dengan langkah kaki para siswi kelas Sungmin yang mulai mendekati bangku yang berada paling pojok itu, bangku milik Sungmin.

 

Brak! Suara hempasan tubuh Sungmin yang jatuh ke lantai bersamaan dengan isi tasnya yang berhamburan terdengar begitu keras.

 

“Kau sudah berani mengadu, ya?” Teriak salah seorang yeoja dengan galaknya.

 

“Dasar rendah! Kau hanya menumpang di sekolah ini!” cacian kejam itu kembali terdengar.

 

“Anak tak tahu diri! Enyahlah kau dari hadapan kami, dasar tikus got!”

 

Plak! suara tamparan terdengar bersamaan dengan tubuh yeoja pemaki-maki itu berbalik ke belakang. Ya, tangan lembut Kyuhyun menampar keras wajah cantik yeoja yang baru saja memaki Sungmin dengan enaknya.

 

Hening. Tampak amarah Kyuhyun berada di puncak ubun-ubun. Sungmin yang melihatnyapun takut.

 

“Kalau kalian berani memperlakukan kekasihku seperti ini, kalian yang akan pergi! Apa kalian tahu, yeoja ini lebih baik daripada kalian, kucing manis berhati busuk!” Teriakan Kyuhyun membahana, dengan sigap Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Kemana lagi kalau tidak ke tempat istimewa mereka, atap sekolah.

 

“Kyuhyun-ah,” panggil Sungmin pelan. Kyuhyunpun menghempaskan tubuh Sungmin ke dinding atap sekolah, mengunci tubuhnya dengan pelukan hangat. Otot-otot lengannya berada tepat di atas bahu Sungmin, bersandar di dinding. Oh tidak, jantung Sungmin kembali berdetak berknot-knot lebih cepat di sela rasa sakit yang mendera perasaannya.

 

Noona, kau ini bodoh atau apa? Kenapa tak melawan?” Suara lembut Kyuhyun mengalun, menggelitik gendang telinga Sungmin.

 

“Untuk apa aku melawan? Itu akan sia sia.”

 

“Apa?” Kyuhyun mengerutkan alisnya, tatapannya menusuk manik mata Sungmin.

 

“Ya, mereka benar. Aku hanya tikus got yang menumpang di sekolah ini,” suara Sungmin terdengar lemah, pelan, tampak sekali bahwa perkataan itu sangat sarat akan kesedihan.

 

Iapun melanjutkan, “kalau aku melawan, aku akan benar-benar menjadi tikus got yang terperangkap dalam selokan.. Semoga Tuhan memaafkan mereka,” bulir kesedihan Sungmin akhirnya menetes, jujur, perasaan Sungmin sangat sakit dengan perlakuan yang baru ia terima. Kakaknya, Leeteuk, telah berusaha mendaftarkannya untuk bersekolah di sini. Juga telah berusaha mencari biaya untuk membayar iuran-iuran sekolah yang mahal. Lantas, apa Sungmin harus menyerah karena perlakuan teman-temannya? Tidak! Sungmin benci bila harus menyerah. Alasan mengapa ia tak membalas perbuatan mereka adalah, ia takut salah satu dari mereka memiliki orang tua yang berpengaruh di sekolah, itu saja. “Aku tak apa, kok!”

 

“Kau ini!” Kyuhyun berkata dengan nada geram.

 

Chu~

 

Tanpa sadar Kyuhyun menangkap bibir Sungmin, merasakan ciuman pertama mereka. Ciuman manis dari bibir lembut keduanya. Sungmin hanya terdiam ketika ia merasakan bibir Kyuhyun yang mulai melumat bibirnya. Oh ayolah, ia benar-benar tak mengerti mengapa ia merasa tenang dengan ciuman Kyuhyun. Keduanya tenggelam dalam lautan cinta, lautan nafsu yang meluap dan meledak di antara hati mereka. Pikiran mereka telah di butakan oleh nafsu dunia yang begitu bergejolak.

 

“Kyunnieeh,” desahan Sungmin terdengar nyaring di telinga Kyuhyun, membuat Kyuhyun semakin ingin menikmati ciuman panas mereka. Kyuhyun kembali menekan ciumannya, menekan dan menekan hingga akhirnya tangan mungil Sungmin mendorong dada jantan Kyuhyun.

 

“Hush hush hush..,” nafas Sungmin terdengar tersenggal-senggal. Tangannya sibuk mengelap bibirnya yang basah. Dahinya basah akan keringat, begitu juga tubuhnya. Sungmin menatap Kyuhyun, kemudian ia terbawa dalam pelukan hangat seorang Cho Kyuhyun.

 

OoO하나님의 애기OoO

Mata Sungmin tak dapat terpejam satu detikpun kala ia mengingat kejadian dimana Kyuhyun  merebut ciuman pertamanya. Hatinya kembali merasa dag-dig-dug tak karuan. Ia kembali memeluk boneka bunny kesayangannya. Pikirannya melayang sejenak, kemudian tangan mungilnya menggosok-nggosok bibirnya.

 

“Tuhan, apa yang telah aku lakukan tadi?” Sungmin bergumam kecil, pikirannya kembali gelisah.  Namun tetap saja rasa senang masih mendominasi ruang hatinya. Sungmin memutuskan untuk pergi ke kamar Leeteuk, berharap ia dapat memejamkan matanya.

 

Oppa?” Suara lembut Sungmin rupa-rupanya tak mengusik mimpi Leeteuk sama sekali. Sungmin melangkahkan kakinya, mendekati Leeteuk yang terbaring damai di balik selimut usangnya.

 

Oppa?” Sungmin kembali berbisik lembut, dikecupnya pipi mulus Leeteuk. Perlahan, Leeteuk terbangun.

 

“Ada apa, honey?” Leeteuk berkata tanpa membuka matanya. Sungmin tersenyum, ditariknya selimut usang milik Leeteuk.

 

“Bagilah selimut ini denganku, oppa. Malam ini aku mau tidur denganmu?” Sungmin memeluk erat tubuh Leeteuk yang tertidur.

 

“Memangnya ada apa dengan kamarmu?” kali ini mata Leeteuk terbuka, menatap Sungmin yang bersembunyi di dalam pelukannya.

 

“Di sana ada sarang tikus got. Jadi aku memutuskan untuk tidur dengan oppa,” ucap Sungmin manja sembari menggesek-gesekkan kepalanya di dada bidang Leeteuk.

 

“Benarkah? Aku akan mengeceknya.”

 

“Tak usah, oppa!” Tangan Sungmin menahan piyama Leeteuk, mencoba menahan tubuh Leeteuk agar laki-laki berlesung pipit itu tetap tidur di sampingnya.

 

“Kau benar-benar manja, ya!” Leeteuk tersenyum, ia membiarkan kepala adiknya itu bersandar di dada jantannya. Membiarkan Sungmin terlelap bersamanya hingga esok menjelang.

 

OoO하나님의 애기OoO

Sungmin membuka matanya perlahan, menangkap sosok namja tampan yang terbaring di sebelahnya. Dua tangan berotot itu mendekap erat tubuhnya. Ia tersenyum mengamati wajah oppanya yang tampan. Dengan perlahan ia melepaskan tangan Leeteuk, berusaha sebisa mungkin agar ia tak mengganggu tidur sang oppa.

 

Ia berjalan mengendap-endap, setiap langkah kakinya diselingi dengan nyanyian riang. Hari ini seorang Lee Sungmin terbebas dari anak-anak kelasnya yang jahat. Tak ada tawa sadis yang menunggu atau menusuk gendang telinganya. Pagi ini dia akan memasak sesuatu yang spesial untuk Leeteuk, setelah memasak, ia menuliskan beberapa kata dan menempelkannya di atas pintu kulkas. Tak lupa Ia berdandan secantik mungkin, karena hari ini the first date bagi Sungmin.

 

Oppa, aku pergi dulu ya? Saranghae?” Sungmin membisikkan kata di telinga Leeteuk dengan lembut, kemudian mencium kilat pipi namja yang tertidur pulas itu.

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Menyenangkan. Baru Sungmin sadari bahwa kencan itu menyenangkan. Apalagi berkencan dengan Kyuhyun. Laki-laki itu sedari tadi mengajaknya melakukan hal baru yang mengasyikkan, dan tentu sangat ia suka. Sedetikpun Sungmin tak merasa bosan ketika ia berada di samping Kyuhyun, ia merasa sangat nyaman hingga membuatnya lupa waktu.

 

“Capeknya..,” Sungmin menghempaskan tubuhnya di kursi taman sore itu. Ia sudah cukup lelah mengitari kota Seoul dengan Kyuhyun sehari penuh.

 

“Kau lelah?” Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggul kekasihnya, kemudian bibir lembutnya mencium kening Sungmin.

 

“Tentu. Aku ingin pulang!”

 

“Jangan dulu, apa kau tak tahu kalau hari ini ulang tahunku?”

 

“Apa? Ulang tahunmu? Astaga, maafkan aku.. Aku tak membawa hadiah untukmu.”

 

Tangan Kyuhyun semakin menggenggam erat tangan Sungmin, kemudian ia membisikkan kata, “aku tak perlu hadiah, aku hanya menginginkanmu malam ini.”

 

“Maksudmu?” Sungmin berlagak tak mengerti, ia menatap wajah Kyuhyun yang teduh.

 

“Ayo kita lakukan, buktikan kalau kau benar-benar mencintaiku. Aku ingin memilikimu seutuhnya karena aku mencintaimu,” entah mengapa angin berdesir, membangkitkan gairah di hati Sungmin. Ia diam, mencoba berfikir.

 

“Aku takut kalau kau akan meninggalkanku,” Sungmin berkata pelan, tetap mencoba berpikir jernih.

 

“Percayalah padaku,” Kyuhyun kembali membisikkan kata-kata cinta, tepat di telinga Sungmin. Hembusan nafas Kyuhyun yang menerpa wajahnya seolah-olah menggoda. Haruskah?

 

OoO하나님의 애기OoO

Sungmin duduk di atas ranjang, hatinya sedikit terselimuti oleh kegelisahan. Entah mengapa ia bisa begitu mudah mengiyakan begitu saja tawaran Kyuhyun. Hal gila apa yang akan ia lakukan? Well, Kyuhyun bilang ini adalah suatu pengakuan cinta. Namun, suatu sisi hatinya yang sedari menjerit karena menolak begitu menyiksa batin Sungmin. Lihat sisi hati Sungmin yang lainnya, sisi kecil itu tertawa senang.

 

“Kau siap?” Kyuhyun duduk di sebelah Sungmin, tangannya membelai lembut rambut lurus milik kekasihnya. Sungmin menghirup nafas panjang-panjang kemudian mengangguk mantap. Kyuhyun menautkan bibirnya dengan bibir Sungmin sebagai permulaan dari permainan mereka. Menghisap dan menggigit kecil bibir kekasih yang amat ia cintai itu. Lidahnya tak tinggal diam, sedari tadi telah menelusuri setiap jengkal mulut Sungmin. Kemudian, ciuman Kyuhyun berpindah ke bagian tubuh lainnya, menimbulkan kissmark berwarna merah di leher. Tangan Kyuhyun telah berani menjelajah, bergerilya. Bibir mereka tetap terpaut.

 

Bibir merah Sungmin mencumbu setiap inci tubuh kekasihnya itu. Tangannya bergerak cepat, menyentuh dan membelai tubuh kekasihnya. Sungmin yang diperlakukan seperti itu hanya bisa mendesah, merasakan nikmat yang baru saja ia terima.

 

What’ll happens? Anybody don’t know..

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Sayup-sayup mata Sungmin terbuka, ia mendapati sinar matahari yang menembus kaca kamar hotel yang mereka sewa. Kamar hotel yang menjadi saksi bisu akan kisah cinta mereka.

 

“Ya Tuhan, apa yang aku lakukan?” Sungmin bangkit, ia melihat Kyuhyun yang tengah tertidur di samping tubuhnya, naked alias tanpa busana. Kejadian semalam kembali terlintas, kejadian dimana ia dikuasai penuh oleh kuasa cinta yang begejolak. Diraihnya kaca kecil yang tergeletak di atas meja kecil di samping ranjangnya. Ia tatap bayangan lehernya di cermin, penuh akan kissmark. Tangannya bergerak membungkam telapak tangannya sendiri, “ya Tuhan, aku berdosa!”

 

Sungmin bangkit dan meraih bajunya yang berserakan di lantai. Memakainya dengan gerakan cepat.

 

“Kyunnie, cepat bangun!” Sungmin menggoyang-goyangkan tubuh Kyuhyun, berharap agar Kyuhyun segera bangun.

 

“Hm?”

 

“Kyuhyun-ah, cepat bangun dan antarkan aku pulang! Pasti Leeteuk oppa sangat mengkhawatirkanku karena aku tak pulang!”

 

“Jangan tergesa-gesa, jagi!

 

“Kalau kau tak mau mengantarku pulang, aku akan pulang sendiri!” Sungmin meninggikan nada suaranya. Ah, mendengar teriakan Sungmin membuat Kyuhyun menyerah dan bangkit, kemudian lelaki tampan itu memakai pakaiannya dengar gerakan malas.

 

“Ya Tuhan, aku mohon maafkan aku,” batin Sungmin berdoa, memohon pada Tuhan saat itu juga. Tatapan matanya terarah pada pemandangan di luar mobil, gedung-gedung bertingkat yang menghiasi pinggiran jalan kota Seoul yang padat. Mobil itu terus melaju dengan kencang menerobos jalanan kota Seoul menuju rumah Sungmin.

 

Namun, sepertinya kedatangan Sungmin dan Kyuhyun disambut oleh sesuatu yang kurang mengenakkan.

 

“Ada apa ini?” mata Sungmin menangkap pemandangan aneh di depan rumahnya. Bagaiman tidak, banyak orang berkumpul di depan rumah usang tersebut. Hatinya begejolak ketika ia mengingat akan oppanya. Ah, semoga saja tak ada hal buruk yang terjadi. Perempuan mungil itu berjalan dengan langkah cepat ke dalam rumah, mencoba mencari tahu apa yang tengah terjadi.

 

Oppa?” mata Sungmin terbelalak lebar ketika ia mendapati tubuh seorang namja yang sangat ia sayang terbaring kaku di dalam peti mati berwarna coklat. Mulutnya menganga, air matanya tertahan, hatinya terasa hancur. Dalam hati ia terus berkata, “ini adalah mimpi, ini adalah mimpi. Lee Sungmin, bangunlah!”

 

“Sungmin-ah!” Kyuhyun meraih tubuh Sungmin yang jatuh tak sadarkan diri, tepat di depan peti mati itu.

 

OoO하나님의 애기OoO

Oppa?” Sungmin membuka matanya perlahan. Ia mendengus lega ketika kornea matanya mendapati wajah Leeteuk tengah berada di sampingnya, merawatnya.

 

“Kau baik-baik saja? Kau tahu, semalam suntuk aku mencarimu. Kemana saja kau?” Senyum itu mengembang di bibir cherry Leeteuk.

 

Mianhae?” Sungmin bangkit dan mencoba memeluk tubuh Leeteuk. “Oppa, ada apa denganmu?” Tidak, ini tidak mungkin. Bagaimana bisa tubuh Leeteuk tertembus saat Sungmin akan memeluknya? Tubuh Leeteuk seolah-olah hanya sebuah bayangan semu, apa tubuh Leeteuk yang terlihat jelas di depan mata Sungmin ternyata hanya sebuah roh atau pembiasan?

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Oppaaa!” Sungmin berteriak, matanya kali ini terbuka, benar-benar terbuka. Air matanya masih tertahan, ia lihat wajah Kyuhyun yang ada di sampingnya, penuh akan rasa khawatir. “Dimana oppa? Katakan dimana oppa? Dia baik-baik saja, bukan?” Mata coklat Sungmin menatap Kyuhyun, jantungnya berdetak kencang, berharap agar Kyuhyun membenarkan pikirannya. Ia lihat wajah para tetangganya. Hal itu semakin membuat hati dan pikiran Sungmin kacau. Ia menangis, air matanya menetes bak air terjun yang tak pernah berhenti. Ia benar-benar tak dapat mempercayai apa yang baru menimpanya. Sungmin berlari menuju kamar Leeteuk. Berdoa agar ia menemukan sosok Leeteuk di sana. Namun langkahnya terhenti ketika matanya kembali  mendapati peti mati berwarna coklat terletak di ruang tamunya.

 

Andwae..,” Sungmin berbisik pelan, ia bimbing langkah kakinya mendekati peti mati berwarna coklat tua itu. Sungmin hampir gila, kali ini dia benar-benar berada di dunia nyata dan mendapati sosok Leeteuk yang benar-benar telah meninggalkannya.

 

“Bangunlah, Oppa? Aku mohon! Oppa, katakan kalau ini hanya leluconmu! Katakan kalau kau hanya  memberiku pelajaran! Oppa!” Sungmin mulai terisak dengan suara pelan, air matanya jatuh tak terhenti, tubuhnyapun ambruk.

 

“Cepat bangun.. Aa—aku lapar. Buatkan aku ramen!” Sungmin menghentikan tangisnya, menatap Leeteuk dengan memancarkan sinar harapan yang luar biasa. Ia tetap menunggu jawaban yang ‘mungkin’ akan keluar dari mulut mayat yang telah terbujur kaku di depannya.

 

“Sudahlah, Minnie-ah..,” Kyuhyun mencoba menenangkan Sungmin, ia peluk tubuh kekasihnya dari belakang dengan hangat. Tubuh itu benar-benar rapuh sekarang, lahir dan batin.

 

OoO하나님의 애기OoO

 

“Bagaimana ini bisa terjadi?” Pertanyaan itu terlontar dari mulut Kyuhyun ke tetangga sebelah.

 

“Kemarin malam ia keluar, dan mungkin karena ia terlalu lelah sehingga ia kurang hati-hati ketika menyeberang jalan.” Sang tetangga menceritakan semua kejadian yang menimpa Leeteuk di depan Kyuhyun dan Sungmin.

 

Sungmin tediam, gendang telinganya menangkap setiap kata yang diucapkan oleh sang tetanggga. Namun pikirannya melayang entah kemana. Ia mengingat kembali sosok Leeteuk, sosok oppa yang menurutnya berpredikat paling baik di dunia. Itu benar, bukan?

 

Oppa, cepat buatkan aku ramen!” Sungmin tiba-tiba berkata, cukup membuat Kyuhyun dan sang tetangga terkejut setengah mati. Sungmin bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menuju kamar Leeteuk. Lagi-lagi ia berharap menemukan sosok Leeteuk yang terbungkus selimut dan mengatakan ‘iya, limat menit lagi!’ ketika ia berteriak seperti ini.

 

Oppa, cepat bangun dan buatkan aku ramen?” Sungmin menggoyang-goyangkan gundukan kasur itu, “oppa?” nada suaranya bergetar ketika gendang telinganya sama sekali tak mendengar jawaban.

 

“Baiklah kalau begitu, pagi ini aku yang akan membuatkan ramen untukmu,” ucap Sungmin sembari memaksakan senyumannya, iapun berjalan menuju dapur, melewati tubuh Kyuhyun dan sang tetangga yang hanya bisa geleng-geleng kepala.

 

Di dapur kecil itu, Sungmin benar-benar memasak ramen dengan wajah sendu. Ia berusaha bersenandung walau hatinya berharap cemas. Bukan, bukan lagi cemas. Namun SANGAT CEMAS! Sungmin sama sekali tak bisa menerima kenyataan ini, ia tak bisa mempercayai fakta menyakitkan ini!

 

“Kau bisa makan dengan kami. Duduklah dulu, aku akan memanggil Leeteuk oppa,” Sungmin kembali memaksakan senyumannya. Ia berniat untuk beranjak, namun langkah kakinya terhenti ketika dua buah lengan milik Kyuhyun memeluk dan menahan tubuh mungilnya.

 

“Tenanglah, Minnie. Relakan Leeteuk hyung,” Kyuhyun membisikkan kata di telinga Sungmin. Kata-kata yang begitu menohok hati dan pikiran Sungmin. Ia melepaskan pelukan Kyuhyun dan berkata,

 

“Jadi kau menganggap Leeteuk oppa telah mati? Meninggalkanku sendiri, begitu? Kau jahat, Cho Kyuhyun!” Sungmin membentak Kyuhyun tiba-tiba. Dengan perasaan kesal Sungmin meninggalkan Kyuhyun dan pergi menuju kamar Leeteuk.

 

Sehari suntuk Kyuhyun menunggu Sungmin keluar. Usahanya untuk membujuk Sungmin keluar sepertinya akan berakhir sia-sia. Sungmin tak menanggapi perkataannya, bahkan telinga Kyuhyun mendengar ocehan Sungmin dari dalam kamar, seolah-olah Sungmin tengah berbicara dengan Leeteuk. Hingga akhirnya pukul 9 malam pintu kamar Leeteuk terbuka, menampilkan sebuah wajah kusut dari dalam.

 

“Mau kemana?” Kyuhyun membuka matanya kemudian menahan langkah kaki Sungmin.

 

“…” Sungmin diam, dia hanya diam.

 

“Lee Sungmin..,” Kyuhyun memanggil nama Sungmin, mencoba untuk meninggikan nada suaranya agar Sungmin menjawab pertanyaannya. Lagi-lagi itu tak berguna, Sungmin tetap melanjutkan langkah kakinya, berjalan entah kemana arah tujuaannya.

 

Ya, Lee Sungmin, jawab aku!”

 

Langkah kaki Sungmin tiba-tiba terhenti, iapun membalikkan badannya. Perempuan itu berniat menjawab pertanyaan Kyuhyun.

 

“Aku telah menungu kepulangan Leeteuk oppa seharian. Mungkin dia belum pulang. Lebih baik aku menjemputnya di tempat kerja.”

 

“Lee Sungmin, ku mohon!” Kyuhyun semakin miris melihat perilaku Sungmin.

 

“Kalau kau mau, kau bisa pulang. Lagi pula ini sudah malam! Aku tak akan membiarkan Tuhan marah dan menghukummu kalau ada sesuatu yang terjadi nanti.”

 

“Aku mohon maafkan aku, kau tahu kan, Leeteuk hyung telah berada di surga. Bahkan kita melihat dengan mata kepala kita sendiri upacara pemakaman Leeteuk hyung.

 

Perkataan Kyuhyun kembali menyadarkan Sungmin dari dunia semu. Ingatannya kembali pulih, ia menatap Kyuhyun yang tengah memeluknya dari belakang. Pandangannya berputar, mengamati rumahnya yang sepi. Oh, tidak, kekuatan yang selama ini mendorongnya untuk tetap hidup benar-benar telah hilang, untuk selamanya.

 

Oppa, telah di surga? Tidak, dia pasti belum pulang bekerja?” Sungmin berkata pelan, walau ucapan dan hatinya bertentangan keras.

 

“Aku mohon, relakan dia ..”

 

“…”Sungmin kembali terdiam, hatinya terasa begitu sesak. Bagaimanapun juga, perkataan Kyuhyun sama saja seperti sebuah pisau silet yang menusuk dan merobek-robek hatinya, sakit. Sungmin menghempaskan tubuhnya, terlintas kembali sosok sang oppa yang selalu menemaninya. Mata sayunya kini telah terselimuti kabut air mata.

 

“Tuhan telah menghukumku,” bibinya bergetar, air matanya mengalir cepat, jatuh ke bawah diikuti oleh tubuhnya. Ia membungkam mulutnya, tangisan memilukan itu tak dapat tehindarkan. Pikirannya benar-benar kalut. Sekarang, ia telah sendiri. Tanpa Leeteuk, tanpa Park Jung Soo.

 

Kyuhyun membawa tubuh Sungmin kedalam pelukannya, mengecup lembut rambut Sungmin.

 

“Tuhan, tolong kembalikan oppa.. Oppaku..,” tangisannya meledak, ia terduduk. “Tuhan..”

 

“Jangan menangis, Leeteuk hyung akan sedih kalau dia mengetahui dirimu seperti ini. Kau tahu, Tuhan pasti tak akan membiarkanmu sendiri..”

 

OoO하나님의 애기OoO

 

Beberapa hari ini, keadaan Sungmin semakin memburuk. Ia cenderung lebih senang menutup diri, entah mengapa setiap sore ia pergi berbelanja. Setiap malam pula terdengar suara candaan, seolah ada orang lain di rumah. Kyuhyun yang selalu mencoba menghubungi Sungmin hanya bisa berdoa. Bagaimana tidak? Seminggu Sungmin absen dari sekolah. Seminggu ia telah mengurung dirinya di dunia fantasi yang terus menekan pikirannya. Psikologisnya terguncang hebat, dan sepertinya ia tak sanggup untuk menerima fakta baru yang diberikan Tuhan.

 

Hari ini, tepat satu minggu kematian Leeteuk, Kyuhyun berniat menjemput Sungmin pagi-pagi. Berusaha melepaskan Sungmin yang tenggelam di dalam dunia khayal.

 

Tok-tok. Suara ketukan pintu terdengar. Satu menit , dua menit, tiga menit Kyuhyun menunggu. Tak ada jawaban.  Ia mengulangi ketukannya, tetap tak ada jawaban. Tangan Kyuhyun bergetar, beragam pikiran aneh tiba-tiba memonopoli pikirannya. Dengan perlahan , Kyuhyun memutar knop pintu, ia dorong pintu rumah berwarna putih itu dengan gerakan perlahan.

 

Krek. Pintu itu menjerit, langkah Kyuhyun mulai memasuki ruang tamu yang bersih dan rapi. Matanya berputar ke sana ke mari mencari sosok yeoja yang ia cintai.

 

“Minnie-ah?” Mulut Kyuhyun reflek memanggil nama yeoja yang tengah memasak, ia tatap yeoja bercelemek pink itu dengan sungguh-sungguh. Benar, bayangan seorang perempuan itu adalah Lee Sungmin, yeoja yang menggenakan piyama pink mini dan tipis dengan dada terbuka itu benar-benar Sungmin.

 

“Ya?” Sungmin menoleh, senyum palsunya mengembang.

 

“Apa kau baik-baik saja?” Tangan Kyuhyun mulai melingkar di perut Sungmin, bibirnya mencium lembut leher jenjang di depannya.

 

“Tentu saja. Sarapan akan segera siap. Aku akan memanggil Leeteuk oppa. Kalau kau mau, tunggulah di sini sebentar,” Sungmin melepas lembut tangan Kyuhyun yang melingkar di perutnya kemudian melangkah pergi. Hati Kyuhyun kembali merasa kecewa dengan perilaku Sungmin, ternyata keadaan Sungmin tak kunjung membaik. Kyuhyun melangkahkan kakinya, mengikuti langkah Sungmin.

 

Dilihatnya badan mungil gadis itu yang tengah menggoyang-goyangkan bantal di atas tempat tidur, bibirnya terlihat mengatakan banyak hal, seolah-olah ia tengah berusaha membangunkan seseorang yang benar-benar tengah tertidur pulas. Kyuhyun menghirup nafas panjang-panjang, lalu ia mulai melangkahkan kakinya menghampiri Sungmin.

 

Hyung, pagi ini aku akan membawa Sungmin noona jalan-jalan,” suara itu mengagetkan Sungmin.

 

“Apa? Jalan-jalan?”

 

“Yeah, bagaimana kalau kita jalan- jalan? Aku rindu sekali dengan canda tawamu.”

 

“Tapi aku ingin tetap berada di sini, menemani oppaku?”

 

Hyung, aku pinjam adikmu sebentar, ok?” Tangan Kyuhyun mengangkat tubuh kurus Sungmin ke atas pundaknya.

 

“Apa? Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” Tangan Sungmin memukul pundak Kyuhyun, menggoncangnya dengan sekuat tenaga. Kyuhyun bergeming, ia terus membawa Sungmin ke dalam kamarnya. “Apa yang akan kau lakukan? Aku tak mau!” Sungmin menjerit sembari menyilangkan kedua tangannya di atas dada.

 

“Cepat ganti baju! Ayo kita keluar. Aku benar-benar ingin jalan-jalan denganmu!” Kyuhyun meletakkan tas berisi baju yang baru ia beli. Sungmin diam, kemudian ia meraih tas berwarna pink yang ia bawa. Sungmin tampak berpikir sejenak, namun pada akhirnya ia menurut.

 

OoO하나님의 애기OoO

“Cantiknya..,” Kyuhyun bergumam pelan setelah melihat Sungmin dengan mini dress pink pilihannya. Ia tersenyum kemudian meraih tangan Sungmin, menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya.

 

“Kenapa? Ayo pergi,” ucap Sungmin dengan nada datar.

 

Hari ini, mereka benar-benar pergi bersenang-senang. Kyuhyun mengajak Sungmin pergi kemanapun ia mau. Taman ria, itu adalah tempat kencan yang telah biasa, kali ini dia mengajak Sungmin pergi ke sebuah desa kelahirannya, Mokpo. Setelah itu, Kyuhyun mengajak Sungmin untuk membeli beberapa tangkai bunga Lili putih.

 

“Untuk apa?” Sungmin mengamati bunga Lili putih yang tengah ia genggam. Ia tatap wajah Kyuhyun sembari melempar tatapan yang penuh akan tanda tanya, Kyuhyun tersenyum. Ia tetap melajukan mobilnya ke suatu tempat.

 

“Untuk apa kau membawaku kemari?” Sungmin berkata panik ketika tahu Kyuhyun membawanya ke area pemakaman.

 

“Tentu saja berdoa, Leeteuk hyung pasti sangat merindukanmu,” Tangan Kyuhyun menarik tangan Sungmin, membawanya ke depan gundukan tanah dengan nisan bertuliskan Park Jung Soo yang merupakan nama asli Leeteuk. Tangan Kyuhyun meletakkan bunga Lili itu di atas nisan, kemudian tubuhnya merunduk menyembah—memberi salam pada makam itu dua kali. “Hyung, kami merindukanmu. Bagaimana kabarmu? Pasti di surga menyenangkan sekali,” Kyuhyun mengawali pembicaraaan.  Sungmin terdiam, ia kembali berselancar ke dalam dunia semunya.

 

Oppa? Apa kau baik-baik saja? Aku di sini sedang tidak baik-baik saja,” Sungmin mulai berbicara, tatapannya menatap lembut nisan itu, telapak tangan Sungmin yang dingin membelai bagian atas nisan dengan penuh kasih sayang. “Aku merindukanmu, oppa. Aku rindu pelukanmu, ciumanmu, belaianmu, ramenmu, aku rindu semua akan oppa.”

 

Ia pun melanjutkan, “aku kesepian di rumah, setiap malam aku ingin tidur di dalam pelukan oppa,” perkataan Sungmin terhenti seketika tatkala air mata itu yang menetes.

 

Oppa jahat, kenapa waktu itu oppa mencari adikmu yang bodoh ini?” Isak tangis yang terdengar semakin keras keluar dari mulut Sungmin. Kyuhyun hanya bisa diam, tatapanya tak lepas dari wajah Sungmin yang masam.

 

OoO하나님의 애기OoO

Sepasang anak manusia itu berjalan beriringan di tengah taman berumput hijau. Sesekali sang namja mencuri pandang ke arah sang yeoja lewat lirikannya.

 

Sungmin menghembuskan nafas panjang-panjang,bermaksud untuk memulai pembicaraan. “Kau tahu, selama beberapa hari ini aku berpikir.”

 

“Berpikir?”

 

“Ya, aku berpikir kalau Tuhan mengambil oppaku karena Dia ingin menghukumku.”

 

“Menghukummu? Untuk apa?”

 

“Dosa yang baru kita lakukan, malam itu?”

 

Pernyataan Sungmin lontarkan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya, otaknya berputar mengingat kisah yang terjadi diantara mereka satu minggu yang lalu. Kejadian yang menyebabkan Sungmin dan Kyuhyun tak lagi ‘utuh’. Hei, kata-kata itu terus menampar-nampar batin Kyuhyun.

 

“Maksudmu, kau menyesal?”

 

Kali ini Sungmin terdiam, membisu menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Tidak, Sungmin tak boleh diam atau menyimpan semua jawabannya. Lebih baik ia mengatakan semuanya, cepat-cepat mengakhiri sebuah hubungan yang sekiranya dapat membuat otaknya gila.

 

“Aku berpikir, aku akan menyerahkan hidupku pada Tuhan,” kata-kata Sungmin terdengar pelan, hampir menyamai sebuah bisikan.

 

“Apa?”

 

“aku pikir, aku akan merasa lebih baik dengan jalan itu.”

 

“Mm—maksudmu?” Kyuhyun mengerutkan dahinya, jantungnya berdetak lebih cepat.

 

“Aku ingin mengakhiri semuanya. Aku akan kembali ke kehidupan awalku sebagai Lee Sungmin, seorang tikus got. Aku tak akan melanjutkan sekolah. Aku benar benar ingin hidup di jalanTuhan, meninggalkan dan melupakan semuanya, termasuk..,” Sungmin menggantung kalimatnya, membuang pandangannya agar tak bertemu muka dengan Kyuhyun, “kau.”

 

TBC—

 

Music : Don’t Say Goodbye by Davichi

 

Yeoja (여자) : perempuan

Namja (남자) : laki-laki

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr , panggilan sayang bagi remaja yang berpacaran

Saranghae (사랑해) : aku mencintaimu

Jagi (자기) : panggilan sayang bagi remja yang berpacaran

Mianhae (미안해) : maaf

Andwae (안돼) : jangan

Hyung (형) : kakak lk –pemanggil lk

67 thoughts on “God Daughter. Part 2

  1. Whaattt?? Andweyo,jeball jngan tnggalin papi epil*digantungKyu* Ming,kau pastii akn mnyesal,pLiisss *lebay*

    hadeuww,,,knpa Eteuk oppa mninggal?? Wae??? Kasian kan Minnie jdi kyak gituh *lirik umin* frustasii brlebihan deh truss masasih mau putus ma Kyu,,kan udh ‘itu,itu’ nanggung loh#plakk, emng gak rugi apa udh ngasih gratiss malah mau di tnggalin kan biasa.y cowok tuh yg pngen putus kalo udh lakuin ‘itu’ …- -”
    .kalo aku jdii kamu ya Ming,aku nggak bakal ninggalin Kyu yg setia tingkat dewa.
    Papi epil*nyengir gaje*
    Me: pluss Pervy yg nggak ketulungan
    papi epil: *lempar death glare*#abaikan -.-

  2. Waeeeeeeeee kenapa leeteuk oppanya meninggal sihhhhh,kan kasian minnie ga ada yg sayang dia lagi

    Kenapa juga kyu n sungmin mau pisah padahal serasi loh

    Mudah2an aja mereka tetap bersatu untuk selamanya amien😀

  3. aaaa seddiihh..
    sumpah nangis saya baca ini😥
    kalo jadi sungmin sumpahhhh ngenes banget rasanyaa.
    semoga ada kebahagiaan dibalik semua deritanya

  4. Oh nono no no no no no !!
    Yak andwae !!

    Ming mma jangannnnnnn !!
    Jangan mengabdikan hidupmu pada Tuhan ;(
    oh sungguh !!
    Part ini bkin shock berpuluh – puluh kali Lipat .
    Mulai dari ming berbuat dosa #plak
    sampai teukppa meninggal ??
    Hah .
    Kira cuma Mimpi .

    Aigoooooooo .
    Ah !!
    Ming mma jangan ..
    Andwae ..
    Next

  5. Omo..!!!
    kyunie ultah minta kadonya “itu” ckckck,dasar kyunie prevert pdhl kn kyuni ade kls minie..
    Kyupil”..
    minnie kasihan udh ke2orng tuanya mninggal eh skrng oppanya untung aja ada kyunie yg setia nemenin minie..
    next..T_T

  6. Anyyeong!i am back!
    Uhuhuhu;( kok leeteuk mati sih?
    Kan kasian sungmin.
    Trus knapa sungmin mau putus?!jngan dong.aku sedih bcanya.
    Trus kirain tadi kembali kejalannya,si sungmin mau bnuh diri.ngga taunya putus.
    Kekeke~ daebak dech ceritanyo.

  7. Hiks hiks T.T
    Makin sesak jja ini dada.😥
    Ming jngan pergi !!!
    Jebal !
    Hadapi semuanya bersama namja cho itu.
    Jngan ada perpisahan di antara KyuMin.

  8. huweeee T_T
    leeteuk kok meninggal sih
    kan kasian minnienya.

    sampek netesin air mata bacanya T_T

    tapi bagus banget critanya.

  9. Huweeeeeee nangis’a makin kejer aja ;( hiks teuk oppa? Hiks hiks ;(
    yag sungmin jgn ninggalin kyu, kyu cegah sungmin biar nga pergi dr mu!
    Ming jgn slhin dirimu krena kematian teuk oppa itu emang udh takdir mingg😦

  10. Mwoo ?? Leeteuk oppa ?? Meninggal ?
    Aku bisa bayangin bagaimana tertekannya dan terguncangnya minnie, dan minnie memilih jadi anak tuhan ?? Lalu kyu bagaimanaa ? Masak mereka berpisah ?? Padahal hubungan mereka kan baru seminggu lebih, jangan tinggalin kyu minnie~ah

  11. waaa…kenapa hidup ming berat bgt…
    q pikir di awal part ini ceritanya menyangkut brother/sister complex antara ming sama teuki…ga taunyaaaa….hehe…
    jiyoo bikin kejutan…
    ga nyangka jg klo hubungan kyumin udh sejauh itu…

  12. Leeteuk meninggal karena nyari sungmin??? Sungmin jangan tinggalkan kyu… Maksudnya kembali ke jalan Tuhan??
    Oh iya author… Maunya marga leeteuk diubah jadi ‘lee jungsoo’ soalnya kalau park jungsoo jadi beda sama marga minie…🙂

  13. Haduh oppa nya sungmin matii *ga tega sbt nama* kasihan sungmin skrg tinggal dia sendirian. Ini aku blm baca next chap aja udah nyeseg duluan

  14. aaa chapter ini bener2 nguras air mata,leeteuk menggal karna nyari sungmin semaleman gk pulang sungminnya tertekan kehilangan leeteuk.

  15. Ha? Leeteuk oppa? Knpa meninggal?
    Ksihan sungmin sendirian. Untung ad kyu.
    Andwae sungmin!! Jgan akhiri hbgan mu dgan kyu..

  16. Huaaaaa… Sediiiihhhh… Sampai nangis bacanyaaaa…😥😥😥
    Itu Sungmin mau ngapain coba? Mau jadi biarawati, begitu? Waaa… Andwae…😥😥😥

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s