God Daughter. Part 1

God Daughter

 

Genre : Romance , Drama , Angst

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin

 

Cast : Leeteuk , Siwon , Seohyun , and etc

 

Part : 1/5

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Ara, arasseo!” Sungmin menangis meratapi kedua jenazah laki-laki dan perempuan yang tertidur damai.  Air matanya terus menetes, hatinya terasa begitu sesak, pikirannyapun berputar tak karuan. Di sampingnya duduk seorang namja tampan dengan wajah tak kalah lusuh dari Sungmin, Leeteuk. Ia tak menitikkan air mata sama sekali, namun dalam hati ia berduka dengan amat sangat luar biasa. Bagaimana tidak? Sekarang dialah yang menjadi tulang punggung dalam keluarga kecilnya. Ia menatap kembali adiknya yang tak bisa menerima kenyataan dengan baik. Ia peluk adiknya itu dengan penuh kasih sayang. Ia bisikkan kata-kata bijak agar adiknya bisa melanjutkan hidup dengan hati yang lapang.

6 bulan kemudian.

 

Hari ini adalah hari pertama Sungmin masuk ke sekolah, sekolah elite namun tetap nomor 1 di Seoul. Ia langkahkan kakinya dengan perlahan, memasuki kelasnya. Ia masuk, tatapannya menyebar ke arah para siswa dengan dandanan dan aksesoris yang bagus. Ia menyunggingkan senyum, kemudian menarik tubuhnya sendiri agar lebih memasuki ruang kelas berAC tersebut.

 

Annyeong?” Kata seorang wanita cantik yang duduk tepat di sebelah kanan bangku Sungmin. Raut wajahnya terlihat cantik, rambutnya terurai panjang terawat.

 

Annyeong, Sungminibnida?” balas Sungmin, tangan kasarnya menyambut tangan halus milik teman barunya.

 

“Seohyunibnida?” yeoja itu mengucapkan namanya dengan tutur kata yang baik, sopan. Berselang beberapa menit, mereka terlihat akrab. Namun, canda tawa mereka terpisahkan karena adanya bel tanda pelajaran dimulai.

 

Hari ini pelajaran dimulai dengan satu acara wajib, pengenalan diri. Semua siswa baru kelas 1 tersebut maju satu persatu dan memperkenalkan dirinya masing-masing. Sang guru selalu berpikir, ini adalah bentuk pengenalan diri atau penyombongan diri? Entahlah, entah mengapa event seperti ini di pergunakan untuk hal penyombongan diri, memamerkan harta milik orang tua. Hingga akhirnya, Sungmin maju ke depan. Ia hanya memperkenalkan diri selayaknya, bahkan ia tak menyebutkan secuilpun bab soal harta. Itu membuat semua siswa yang notabenya sebagai anak orang kaya menjadi ogah mendekatinya. Tak terasa, bel istirahat berdentang.

 

“Seohyun-ah..?” Perkataan Sungmin terhenti ketika tangan mulut Seohyun ditarik oleh seorang siswi. Seohyun yang tak mendengar panggilan Sungmin hanya diam dan mengikuti kemana teman barunya itu akan membawanya. Sungmin menghempaskan nafasnya, kemudian ia bangkit dan mencoba bersosialisasi dengan sekumpulan yeoja.

 

Annyeong?” Sungmin memberi salam hangat. Namun salam hangat Sungmin tak mendapat sambutan yang hangat seperti dirinya.

 

“Kau bocah miskin, ‘kan?” suara yeoja cantik itu begitu menusuk gendang telinga Sungmin.

 

“Jangan kira kita mau bermain denganmu,” suara lain menyahut, tangannya mendorong kasar tubuh Sungmin. Sungmin menatap segerombolan yeoja itu pergi menjauh dari hadapannya. Sungmin hanya diam, diam dan diam. Ia memutuskan untuk pergi ke atap sekolah yang mungkin akan menjadi teman setianya di sekolah ini.

 

“Tuhan, aku baru menyadari betapa sulit jalan yang kau beri!” Suara Sungmin lantang terdengar di atap, namun dengan sekejap hilang ditelan oleh angin yang berhembus. Kedua tangannya mengepal diatas dadanya, mata dan bibirnya tertutup, namun hati kecilnya berkata dengan penuh tangisan, berdoa.

 

“Ketika aku mengingat semua perjuangan oppa dalam menghidupiku, aku selalu berharap agar Engkau memberi kami sesuatu yang lebih. Maka, kali ini aku dapat bersyukur karena Engkau telah menjawab doaku,” kata-kata Sungmin terhenti bersamaan dengan air matanya yang menetes di atas lantai atap yang kering.

 

Iapun melanjutkan, “aku gunakan kepalaku untuk belajar dengan keras agar esok aku bisa membuat oppaku tersenyum, menikmati kesegaran dunia. Karena itu, aku mohon bimbinglah aku dengan tangan suci-Mu. Amin!” ia menyeka air matanya kamudian berbalik dan—

 

“Auw!” Tubuh mungil Sungmin menabrak tubuh tegap yang berdiri tepat di belakangnya, mungkin juga telah mencuri dengar kisah dan doanya kepada Tuhan.

 

“Maaf!” Tangan milik laki-laki itu terulur menolong Sungmin untuk bangkit.

 

“Aa, tak masalah!” Sungmin menjawab, matanya menatap lembut namja yang mungkin telah bersalah kepadanya, bersalah karena telah mencuri dengar perkataannya.

 

“Kau, murid kelas 2?” Pertanyaan itu muncul, dan di sertai dengan anggukan kepala Sungmin. “Kyuhyunibnida!” Laki-laki yang ternyata bernama Kyuhyun mengulurkan tangannya, menawarkan untuk berkenalan dengannya.

 

“Sungminibnida?” Sungmin menjabat tangan Kyuhyun, tersenyum manis.

 

~하나님의 애기~

Tangan tangan jahil itu masuk tanpa izin ke dalam tas usang milik seseorang. Kemudian, diambilnya kotak makanan yang terbungkus rapi oleh kain kotak-kotak. Dibukanya dengan kasar kain penutup kotak makanan berwarna pink itu, lalu meletakkannya di jendela kelas. Tak lama, sepasang kucing datang dan melahap isi kotak nasi tersebut. Semua mata yang menyaksikannya tertawa puas.

 

~하나님의 애기~

“Aku akan kembali ke kelas, aku akan makan siang,” Sungmin membuyarkan lamunan Kyuhyun. Iapun bangkit kemudian memberikan salam dan hilang berlalu dari hadapan Kyuhyun. “Tuhan akan memberkati orang sepertimu!” Itulah kata-kata terakhir yang didengar oleh telinga Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum, tangannya menggaruk-nggaruk rambutnya yang tak gatal.

 

Sungmin melangkahkan kaki ke arah kelasnya. Keadaan perutnya yang sedari tadi memang kosong membuat langkah kakinya berayun cepat.

 

“Uuhg? Apa itu?” suara salah seorang murid tertangkap oleh gendang telinga Sungmin.

 

“Siapa yang membawa kotak makanan berwarna pink seperti ini? Menjijikkan! Bau!”

 

Ucapan seorang yeoja itu mengingatkan Sungmin akan kotak makanan  yang ia bawa dari rumah. Tanpa diperintahpun Sungmin meraih tasnya. Dalam hati ia berdoa agar kotak makanan itu bukanlah miliknya. Rangkaian doa yang membuat nafasnya terasa tercekat semakin lama tak tersemat tatkala pandangannya tak mendapati kotak makanannya di sana. Ia berlari menuju jendela kelas. Kali ini matanya menangkap keadaan bekalnya telah hancur berantakan. Deru nafasnya terdengar lebih berat. Ia teringat akan makanan yang didapat dengan susah payah oleh oppanya kini terbuang sia-sia. Sungminpun keluar kelas dan mengambil makanan yang masih tersisa di bekalnya.

 

“Hahaha, dasar! Seperti anak Tk!” ejekan itu muncul diiringi tawa yang membahana di ruang kelas. Sungmin terdiam kemudian meraih bekalnya. Iapun duduk dibangkunya,menatap nasi  tak layak makan yang berada di atas mejanya. Namun, dalam hati ia tak sudi untuk membuangnya begitu saja. Bagaimanapun juga ini adalah makanan yang telah diberikan sang oppa kepadanya, tentu dengan susah payah.

 

“Dia seperti gembel! Memakan makanan seperti itu!” cacian itu kembali terdengar, Sungmin kali ini hanya terdiam.

 

Tahukah apa yang mampu Sungmin lakukan? Wanita itu hanya mampu berdoa, untuk yang kesekian kali. “Tuhan, nasi ini adalah nikmat yang telah kau berikan kepadaku. Leeteuk oppa telah susah payah mendapatkan ini. Karena itu, berkati nasi ini dan juga Leeteuk oppa. Amin!” Tangan mungil Sungmin meraih sumpit, kemudian melahap nasi yang sedikit tercampur dengan tanah.

 

“Lihat, bukankah makanan itu telah terinjak-injak oleh kucing? Uhg, menjijikkan sekali!”

 

Tak perlu memikirkan apa yang mereka katakan. Ia hanya perlu memakan nasi ini untuk meredam teriakan perutnya yang minta diisi. Tidak terlalu buruk, bagi Sungmin, semua nikmat yang Leeteuk berikan kepadanya adalah anugrah.

 

~하나님의 애기~

Hati kecilnya berdendang walau ia mengalami hal buruk di hari pertama masuk sekolah. Matanya lurus menatap ke depan, menerawang hiruk-pikuk jalan raya yang berada tepat di depan sekolahnya.

 

“Lee Sungmin!” Suara itu tiba-tiba muncul, menghentikan dendang lagu dalam hatinya.

 

“Kyuhyun-ah?”

 

“Mau kemana?” Tanya Kyuhyun lembut.

 

“Tentu saja pulang?”

 

“Mau aku antar?”

 

“Terserah, asal hatimu merasa tak keberatan. Pasti kau akan lebih di berkahi oleh Tuhan!” Sungmin tersenyum.

 

“Amin!” kata Kyuhyun. Tangannya terulur menarik tangan Sungmin, membawa tubuh mungil kakak kelasnya itu ke hadapan motor miliknya.

 

Mereka akhirnya pulang. Memasang tawa di raut wajah masing-masing. Gurauan yang mereka ciptakan di perjalan membuat perjalanan semakin terasa singkat. Hingga tak sampai 10 menit mereka telah sampai di depan sebuah rumah kecil, namun tetap terlihat asri.

 

“Kau tak mau mampir sejenak? Biarkan aku sedikit membalas kebaikanmu!” Sungmin turun dari motor Kyuhyun.

 

“Terserah, asal hatimu merasa tak kebaratan. Pasti kau akan lebih diberkati oleh Tuhan!” Kyuhyun menirukan perkataan yang diucapkan Sungmin. Itu membuat Sungmin tersenyum kecil. Merekapun masuk ke dalam rumah kecil itu.

 

“Tunggulah sebentar, aku akan membuatkanmu lemon ade!”

 

Kyuhyun mengangguk, ia lihat tubuh Sungmin yang menghilang di balik kelambu tipis yang memisahkan suatu ruangan di rumah Sungmin. 5 menit kemudian Sungmin telah kembali sembari membawa satu gelas lemon ade lengkap dengan kudapannya.

 

“Sepi sekali!” Kyuhyun mengamati setiap sudut rumah Sungmin. Hatinya sedikit miris dengan keadaan rumah yang hampir tak layak pakai. Begitu sempit dan terkesan tua.

 

“Yeah, tentu saja. Aku hanya tinggal berdua dengan kakakku. Berhentilah memandangi rumahku dengan tatapan aneh!” Perkataan Sungmin membuat Kyuhyun berpaling, menatap wajah Sungmin yang damai.

 

“Aku tak melihat siapapun. Noona, dimana kakakmu?” Tanya Kyuhyun sembari melahap kue jahe yang dihindangkan untuknya.

 

“Tentu saja bekerja! Mencari nikmat Tuhan!” Balas Sungmin.

 

Aigoo,apa noona selalu menyematkan Tuhan dalam setiap kata?” Kyuhyun kali ini tersenyum, tangan kananya mengacak-acak lembut rambut Sungmin.

 

“Hehehe, karena hanya Tuhanlah satu-satunya temanku di dunia.”

 

Mwo? Kalau begitu, aku adalah teman satu-satunya bagi noona?”

 

“Mungkin?” Kata Sungmin kemudian tertawa lembut, membuat wajah Kyuhyun merona karena melihat pemandangan di depannya.

 

“Eum, apa noona pernah merasakan cinta? Love at first sight?” tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Kyuhyun, Sungmin terdiam sejenak. Kemudian tersenyum dan menjawab,

 

“Belum. Cinta adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepada anak manusia. Namun sampai saat ini Tuhan belum mengijinkanku merasakan cinta yang seperti itu.”

 

“Oo.,” Kyuhyun termangu dengan jawaban Sungmin. Walau sebenarnya rasa kecewa sedikit merasuk ke rongga hati karena jawaban Sungmin. Bagaimanapun juga, pertanyaan yang ia lontarkan adalah apa yang baru saja ia rasakan di hatinya saat ini.

 

“Lalu, bagaiman denganmu?”

 

“Aku? Ahh, aku bahkan tak mengerti dengan hatiku sekarang,” Kyuhyun mencoba berbohong. Mata coklat Sungmin yang memancarkan sinar kecurigaan menatap lekat mata Kyuhyun.

 

“Kau berbohong? Aku merasa kau telah merasakan cinta pada pandangan pertama?”

 

Perkataan Sungmin membuat Kyuhyun berhenti tersenyum. Jantungnya berdetak berknot-knot lebih cepat dari sebelumnya. Apa itu berarti Sungmin tahu apa maksud dari perkataannya?

 

“Ahh, tidak!” Kyuhyun tetap mengelak.

 

“Jangan membohongi hatimu sendiri. Bagaimana kalau Tuhan menjadikannya cinta sejatimu? Lebih baik kau ungkapkan secepatnya sebelum kau menyesal!” Sungmin berkata panjang lebar. Tampak ia siap untuk berkhotbah.

 

“Aku merasa, dia bukan seorang yeoja biasa. Noona tahu, dia misterius. Entah mengapa aku merasa nyaman ketika aku bersamanya. Lagi pula, aku kira dia bukanlah yeoja yang pusing memikirkan cinta.”

 

“Aa.. Memang sulit kalau kau mencintai yeoja yang seperti itu,” Sungmin menjawab tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Ia sama sekali tak tahu akan dirinya yang berhasil merebut hati seorang Cho Kyuhyun pada pandangan pertama saat siang tadi.

 

Keheningan tercipta di antara mereka. Cukup 60 detik Kyuhyun berselancar di dalam dunia lamunannya. Senyuman Sungmin yang lagi-lagi menggetarkan dinding hatinya memecah dunia imajinasi Kyuhyun.

 

“Aku akan pulang. Bagaimana jika besok pagi aku menjemputmu, noona?” Kyuhyun bangkit, iapun memakai kembali topinya.

 

“Eum! Terimakasih! Tuhan memberkatimu!” Sungmin tersenyum, membuat hati Kyuhyun bergetar kembali. Dengan langkah kaki yang dipercepat Kyuhyun keluar dari rumah usang Sungmin. Iapun menstarter motor miliknya. Tangannya melambai sebelum ia melajukan motornya, meninggalkan  Sungmin sendiri di rumah usang tersebut. Sungmin balas melambaikan tangannya, kemudian tersenyum riang setelah melihat punggung Kyuhyun yang semakin jauh.

 

~하나님의 애기~

 

Tepat pukul 9 lebih 13 menit bel rumah Sungmin terdengar, mungkin oppanya telah kembali dari kerja paruh waktu. Sungmin yang duduk di meja makan terhenyak ketika gendang telinganya menangkap suara dentingan bel rumah. Dengan langkah cepat Sungmin berjalan menuju pintu utama. Tak akan ia biarkan Leeteuk menunggu di depan pintu terlalu lama.

 

“Sungmin-ah?” sapa Leeteuk, melempar sebuah senyuman yang selalu membuat hati Sungmin rindang dan tenang.

 

“Masuklah! Aku buatkan oppa kimchi hari ini!” tangan Sungmin menarik tangan Leeteuk yang dingin, menarik tubuh laki-laki berlesung pipit itu masuk ke dalam. “Tapi sebelum makan, hangatkan tubuh oppa dulu. Aku telah siapkan air panas untuk oppa,” Sungmin tersenyum kemudian mengalungkan handuk di leher Leeteuk.

 

25 menit berlalu, Leeteuk keluar dari kamar mandi dan menghampiri Sungmin yang berada di ruang makan. Sedikit merasa tak enak jika ia terlalu lama berendam di air panas. Pasti Sungmin belum makan. Tak mungkin jika ia membiarkan adiknya yang paling manis itu menahan rasa lapar berkepanjangan.

 

“Uuhg, pasti oppa lapar!” Sungmin menatap lembut wajah Leeteuk. Bola mata onyx milik Sungmin mencoba menyelami raut wajah Leeteuk lebih jauh. Raut wajah yang sarat akan guratan-guratan kelelahan. Kalau saja orang tua mereka masih hidup, pasti wajah Leeteuk masih tampan seperti dulu.

 

“Hm.. Bagaimana hari pertamamu di sekolah?” pertanyaan Leeteuk terlontar, pertanyaan yang membuat Sungmin terdiam sejenak. Apa yang harus ia jawab? Mengatakan bahwa sambutan sangat buruk baru ia terima dari teman-teman di sekolah? Tidak, ia lebih memilih berbohong daripada harus membuat Leeteuk melunturkan senyuman manisnya hanya karena ia mengadu.

 

“Aa .. Tentu saja aku memiliki teman yang baik!” Sungmin berbohong, menurutnya itulah jawaban terbaik yang harus ia ucapkan. Tak peduli jika kebohonganlah yang harus terlontar.  Tidak enak juga, sih, membohongi Leeteuk yang notabenya adalah kakak satu-satunya dan berpredikat paling baik sedunia.

 

“Bagus kalau begitu!” Senyuman Leeteuk terlihat semakin lebar. Itu yang Sungmin inginkan, selalu  melihat senyum Leeteuk yang terlukis ketika ia menceritakan kisahnya.

 

Oppa, makanlah yang banyak!” Sungmin memberikan mangkuk dengan nasi penuh ke Leeteuk. Hatinya malam ini begitu miris dengan kejadian dimana teman-teman barunya mengorbankan sekotak nasi yang ia bawa. Ia hanya mampu diam saat melihat Leeteuk yang melahap masakan buatanya dengan semangat. Biarkan saja rasa sakit ini Sungmin pikul sendiri. Tak akan ia biarkan Leeteuk memikirkan hal itu.

 

~하나님의 애기~

Sungmin membuka matanya, menatap pemandangan kamarnya yang tak berubah, usang. Sejak kematian orang tuanya, Sungmin sama sekali tak pernah mempercantik keadaan kamar. Yeah, tak akan ada yang mau masuk ke kamarnya untuk sekarang ini, membuat Sungmin sendiri enggan mempercantik keadaan kamarnya. Sungmin melangkah pergi ke kamar mandi, sedikit menghabiskan beberapa menit di dalam sana untuk menyegarkan diri. Bagi Seorang Lee Sungmin tak perlu waktu lama untuk berdandan, wanita itu berprinsip bahwa ‘kecantikan tak akan berguna bila ia memiliki hati yang busuk’. Itulah perkataan bijak yang ia dapat dari sang eomma ketika berumur 5 tahun. Sungmin meletakkan sisir berwarna pinknya, kemudian keluar dan berjalan menuju kamar oppanya.

 

Oppa?” Tangan Sungmin memutar knop pintu. Pandangan matanya mendapati sang oppa yang masih tertidur lelap di dalam selimut, bergumul dengan selimut yang tak kalah usang dari ranjangnya.
Oppa? Bangun?” Sungmin memeluk tubuh Leeteuk, mencium lembut pipi Leeteuk, berniat menggodanya.

 

“Iya, lima menit lagi,” Leeteuk bergumam tanpa membuka matanya. Itulah kebiasaan buruk yang telah mendarah daging di tubuh Leeteuk. Setiap kali ia dibangunkan dari tidurnya, ia akan berkata ‘Iya, lima menit lagi’.

 

Sungmin hanya tersenyum menanggapi respon yang biasa ia dapatkan dari Leeteuk. “Aku akan menunggu oppa di ruang makan. Sarapan akan segera siap?” Sungmin berkata setengah berbisik di telinga Leeteuk, bibir plumpnya mencium pipi mulus Leeteuk dan melangkah pergi.

 

~하나님의 애기~

Sungmin mengoleskan selai Stroberi kesukaan Leeteuk diatas permukaan baked bread yang baru terangkat dari pan. Tak lupa ia siapkan susu coklat kesukaan Leeteuk, se-mug  besar!

 

“Pagi, honey!” suara Leeteuk menarik perhatian Sungmin. Membuat perempuan itu menoleh, tersenyum saat mendapati Leeteuk yang telah lengkap dengan seragam sekolah.

 

“Pagi.. Sarapan telah siap, oppa,” Sungmin melempar senyuman paling manis. Jangan heran ketika Leeteuk memanggilnya ‘honey’. Itu adalah panggilan kesayangan Leeteuk untuk Sungmin, khusus untuk Sungmin. Sungmin kembali teringat saat dimana Leeteuk mendapat marah besar dari sang kekasih ketika ia memanggil Sungmin dengan sebutan ‘honey’ di depan umum. Saat itu mereka tak sengaja bertemu di Myungdong. Ah, jika mengingat masa lalu membuat Sungmin hanya mampu terkikik kecil.

 

Jeogiyo?” suara itu muncul, memecahkan percakapan Sungmin dan Leeteuk. Sungminpun keluar diikuti oleh langkah kaki Leeteuk yang mengekor di belakang.

 

“Kyuhyun-ah?” Sungmin meraih tasnya yang tergeletak tak berdaya kursi kayu ruang tamu. Melesat cepat menghampiri Kyuhyun.

 

“Siapa dia?” Leeteuk bertanya, pandangannya tak berpaling dari namja yang berdiri di hadapan Sungmin. Ia tatap wajah Kyuhyun dengan pandangan menginterogasi, seolah-olah ia tengah melihat seorang penjahat buronan polisi di depannya.

 

“Teman baruku. Nah, kami berangkat dulu, oppa!” ucap Sungmin lembut. Menarik kepala Leeteuk dan mencium pipi Leeteuk sekilas untuk memberikan salam perpisahan. Ia tersenyum ketika Leeteuk membalas mencium kedua pipi chubbynya.

 

“Apa yang mereka lakukan? Kyuhyun membatin, rasa cemburu sedikit tersurat di dalam hatinya ketika ia melihat adegan kakak-beradik yang menurutnya tak wajar. Bagaimana bisa dibilang wajar jika seorang kakak dan adik berbeda jenis kelamin saling berciuman pipi dengan tempo yang tidak bisa dibilang sedetik dua detik!

 

“Kami berangkat!” Kyuhyun memberi salam kemudian menarik tangan Sungmin. Lebih baik Kyuhyun cepat-cepat membawa tubuh Sungmin kesekolah. Ia tak ingin perasaan cemburu semakin membuatnya lepas kendali.

 

~하나님의 애기~

“Dia oppamu?” Pertanyaan Kyuhyun terlontar bersamaan dengan laju motornya yang terhenti.

 

“Yeah!” Sungmin mengiyakan pertanyaan Kyuhyun sembari mengangguk lucu. “Ah, kau adalah adik kelasku. Bisakah kau memanggilku noona? Tidak sopan sekali jika—”

 

“Baiklah!” potong Kyuhyun cepat. Toh pada awal mereka bertemu Kyuhyun memanggil Sungmin dengan embel-embel noona. Kali ini Kyuhyun diam membisu , ia tak berani bertanya macam-macam. Langkah kaki mereka kembali berlanjut, detik ini diselingi dengan suatu percakapan lucu dari mulut Sungmin dan juga Kyuhyun. Namun, langkah kaki mereka terhenti ketika Sungmin mulai merasakan suatu firasat aneh.

 

“Kyuhyun-ah, pergilah dulu. Aku bisa pergi ke kelas sendiri!”

 

“Memangnya kenapa? Kau malu berjalan bersamaku?”

 

“Malu? Tentu saja tidak. Ahh, aku akan pergi sendiri. Terimakasih telah mengantarku!” Sungmin membungkukkan badannya sopan. Kemudian, ia membimbing langkah kakinya menuju kelas, terlihat sedikit berlari kecil.

 

Kyuhyun mencium sesuatu yang mencurigakan dari gelagat Sungmin. Dengan langkah kaki mengendap-endap, Kyuhyun memutuskan untuk membuntuti Sungmin walau ia tahu apa yang ia lakukan adalah suatu hal bodoh.

 

~하나님의 애기~

 

“Apa yang kalian lakukan?” teriakan Sungmin terlontar saat ia mendapati bangku tempatnya belajar telah tak utuh. Alisnya mengkerut, bola matanya berputar menatap keadaan bangku yang akan ia gunakan belajar. Ini keterlaluan! Bahkan mereka berani merusak dan mencoret bangku milik sekolah. Tidakkah itu berlebihan?

 

“Hahaha, lihat! Dia seperti seorang pengemis yang kehilangan uangnya!” tawa bernada mengejek itu meledak melihat bulir-bulir bening mulai membasahi kedua pipi Sungmin. Hatinya terlihat sedikit getir. Bagaimana tidak? Lagi-lagi ia mendapat suatu perlakuan buruk.

 

Ya!” Suara bentakan muncul dari arah pintu masuk kelas XI-1. Seorang namja tegap dengan wajah tampan yang penuh akan amarah berjalan menuju badut pertunjukan. Sungmin, ia sama sekali tak bergeming dengan teriakan Kyuhyun yang mengangetkan seluruh penghuni kelas.

 

“Apa yang kalian lakukan?” Suara teriakan itu kembali terdengar jelas, lengan berotot itu telah mendekap tubuh Sungmin dengan eratnya. Pandangan membunuh ia edarkan ke arah para siswa, mencoba membuat para siswa itu takut dengan ancamannya. Ah, tak peduli jika mereka semua adalah sunbae yang patut dihormati. Perbuatan mereka yang menyebab Sungmin menangis membuat raja iblis sekolah marah.

 

Semua penghuni kelas keji itu terdiam, pekikan tawa sadis kembali tak terdengar seolah-olah lenyap tertelah bumi. Mungkin yang mereka rasakan bukan rasa senang dan puas seperti saat mereka berhasil mengerjai yeoja miskin seperti seorang Lee Sungmin. Mungkin rasa takut yang mencekam seolah-olah siap membunuh mereka kapanpun mengingat seorang Cho Kyuhyun, siswa jenius yang menjadi ketua geng sekolah tengah marah besar.

 

Sedangkan Sungmin, ia hanya diam didalam pelukan seorang Cho Kyuhyun. Jantungnya yang berdentum lebih cepat terasa begitu mencekik tenggorokannya. Deru nafasnya terdengar terengah-engah. Berulang kali otaknya berputar, berulang kali ia mencoba menguatkan hatinya sendiri. Berulang kali pula ia memohon pada Tuhan.

 

“Sudahlah, Kyuhyun-ah. Ini hanya permainan kelas kami,” tiba-tiba kata-kata tak terduga itu terucap pelan dari bibir Sungmin. Tangannya mendorong lembut dada jantan Kyuhyun yang sedikit membuatnya kembali tenang.

 

Noona, apa maksudmu?” Kyuhyun mengerutkan dahinya, sama sekali tak percaya dengan perkataan Sungmin. Sunbae manis ini mencoba melindungi teman-temannya yang jahat, heh?

 

“Ini kelasku. Ini hanyalah permainan bodoh. Sekarang, kau boleh tinggal lebih lama di kelas ini atau memilih pergi. Aku akan mengambil bangku lain di gudang,” kedua tangan Sungmin mengangkat bangkunya yang penuh dengan coretan dan juga kotoran, menyeret bangku menggenaskan itu keluar dari kelas. Kyuhyun menatap Sungmin dengan wajah cengo, wanita itu benar-benar membiarkan semua teman-temannya diam, tanpa hukuman ataupun cacian sebagai bentuk balas dendam.

 

Kyuhyun memutuskan untuk mengikuti langkah kaki Sungmin, “aku akan membantumu!” tangannya sukses meraih bangku yang tengah Sungmin dorong.

 

Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan raut tak percaya. Sebuah perasaan aneh muncul di hatinya ketika ia menatap wajah Kyuhyun. Pembelaan yang ia terima benar-benar membuat Sungmin sedikit berfikir macam-macam. Cinta mungkin? Heh? Sungmin menendang presepsi bodoh yang tiba-tiba muncul di otaknya, bagaimana bisa ia menyebut perasaan yang bergejolak di dalam hatinya itu sebagai cinta mengingat ia dan Kyuhyun baru saja bertemu beberapa hari yang lalu.

 

“Lalu, bagaimana dengan noona?” tiba-tiba Kyuhyun bertanya, mencoba mengusik keheningan di dalam gudang sekolah yang pengap dan gelap.

 

“Apa maksudmu?” tangan lembut Sungmin mengambil salah satu bangku.

 

“Tuhan pasti sangat menyayangimu.”

 

“Ahh,” Sungmin tersenyum malu mendengar perkataan Kyuhyun. “Biarkan aku yang membawanya. Bel akan berdentang beberapa menit lagi. Sebaiknya kau pergi ke kelas. Aku akan baik-baik saja!”

 

“Benarkah? Biarkan aku mengantarmu,” Kyuhyun memaksa, seolah ia tak rela melepaskan Sungmin. Oh, tidak! Cho Kyuhyun, berhentilah memberikan kebaikanmu atau seorang Lee Sungmin yang innocent semakin salah mengartikan itu semua.

 

“Aku akan baik baik saja. Nanti kita akan bertemu lagi, aku pergi dulu!” Sungmin tersenyum kecil, iapun melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun yang hanya diam terpaku. Sungmin benar-benar takut Kyuhyun menyadari suara dentuman jantungnya yang berdetak berknot-knot lebih cepat.

 

~하나님의 애기~

 

“Tuhan, inikah yang Kau sebut sebagai cinta? Aku merasa tak yakin dengan apa yang aku rasakan. Namun, jika memang benar adanya, ambillah perasaan cinta ini kembali ke dalam genggamanMu. Aku hidup di dunia bukan untuk merasakan cinta yang semu dan menyakitkan,” doa itu terucap dari bibir Sungmin, sejenak hilang tertelan semilir angin. Sungmin saling menautkan kesepuluh jarinya. Matanya terlihat terpejam sempurna, dan bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa.

 

“Tapi, kalau Kau benar-benar mengirimkan malaikat ini sebagai cinta sejatiku. Maka, jagalah ia selalu,” senyum itu mengembang dari bibir Sungmin, matanya sekarang lurus menatap langit kota Seoul.

 

“Cinta?” suara itu tiba-tiba muncul, mengangetkan Sungmin yang sedang terbawa suasan hati yang bahagia karena cinta.

 

“Aa—apa yang kau lakukan?” Sungmin menjauhkan wajahnya dari hadapan Kyuhyun. Mencoba menyabunyikan raut wajahnya yang mungkin semerah tomat. Semburat merah itu muncul tanpa komando, dan itu membuat Sungmin benar-benar malu.

 

“Kenapa?”

 

“Aku cuma kaget. Bagaimanapun aku adalah manusia biasa yang bisa terkejut dengan mudahnya,” sanggah Sungmin sembari membuang pandangannya ke segala arah.

 

“Aku mendengar kata cinta keluar dari mulutmu, noona.

 

“Cinta? Ahh, lagi-lagi kau mencuri dengar doaku!” pukulan Sungmin mendarat lembut di lengan Kyuhyun. Tampak kedua pipinya semakin merah merona.

 

“Hahaha, maaf. Lalu, siapa namja yang noona cinta itu?”  Kali ini Kyuhyun duduk tepat di bawah kaki Sungmin. Matanya melirik ke arah rok Sungmin yang memang mini. Jangan salahkan pikiran Kyuhyun yang mulai pervert, salahkan rok seragam Sungmin yang memang mini sehingga membuat Kyuhyun betah memandangi paha putih mulus milik Sungmin.

 

“Kenapa? Aku bahkan tak yakin dengannya. Aku mencintai seseorang yang memiliki dunia lain denganku!”

 

“Jangan berkata seperti itu. Bukankah aku juga pernah bilang, kalau aku mencintai orang yang memiliki dunia lain dengan duniaku? Walau begitu, aku tetap mendekatinya. Berdoa kepada Tuhan agar yeoja itu bisa mencintaiku.”

 

“Lalu, apa Tuhan mengabulkan doamu?”

 

“Tentu saja? Bahkan aku bisa melihat wajah cantiknya dari sini!” Kyuhyun berkata asal, bibirnya mengembang. Tatapannya kini lurus menatap wajah Sungmin.

 

“Apa maksudmu?” Pukulan Sungmin melayang, mengenai kepala Kyuhyun dengan kerasnya.

 

“Aku hanya ingin melihatnya? Apa aku salah?” Kyuhyun meringis kesakitan, tangannya sibuk mengusap mengusap kepalanya yang berdenyut sakit. Mungkin beberapa menit lagi sebuah tanda biru dan menonjol akan tampak dibekas pukulan Sungmin. Tampak wajah konyolnya terlukis.

 

“Melihatnya?” Sungmin menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari tahu siapa yang telah merebut perhatian Kyuhyun. “Di sini hanya ada aku dan..”

 

“Aku tahu..,” jawaban yang terlontar dari Kyuhyun bernada rendah, tatapan Sungmin berpindah ke arah wajah Kyuhyun yang memerah. Ia sedikit tak mengerti, hatinya berdetak 1.000.000 kali lebih cepat dari biasanya.

 

“Jj—jadi, akulah yeoja yang kau suka?” Sungmin menunjuk dirinya sendiri dengan jemari tangan kanannya.

 

TBC—

 

Music : Say Yes by T-Max

 

Namja (남자) : lelaki

-Ibnida (–입니다) : kalimat yang tersemat untuk menunjukkan kesopanan

Yeoja (여자) : perempuan

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil pr

Aigoo (아이쿠) : astaga

Mwo (뭐) : apa?

Jeogiyo (저기요) : permisi

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Sunbae (선배) : senior

81 thoughts on “God Daughter. Part 1

  1. aduuuuuh bagus bgt nih ff baru chap 1 dah bikin nyesek(loh?)…hehehe

    minnie ming sabar bgt ngadepin tmn2 sekelasnya yg jahatnya minta ditimpuk…

    asyiiiiiik kyu fallin in love with minnie ming…

  2. ffnya bagus bgt chingu…
    aigoo min tahan bgt digituin ama teman”nya, sabar bgt…
    kyu suka ama min waktu pandangan pertama… ciee
    aaaa min malumalu gituuu…

  3. Sbelum.y sya sudah mmperkenalkan diri kan eon.:)
    Wahh yg tdii kyak.y ada seohyun yah…aisshh smoga nggak jdii benalu lgii*dijitak seohyun*di antara kyumin – -”

  4. Kerennnnnnnnnn bngt deh suka
    Bru part 1 aja udah bgus bgni
    Sungmin sabar bngt deh orngnya
    Penasaran sama kisah selanjutnya nih

    Lanjut baca ahhhhhhhhhh😉

  5. Aku suka banget tema dari ff ini, ada mengangkat kehidupan remaja skg, tdk djadiin tmn kl nggk ‘kaya’…
    Ming.. Sifatnya itu looo.. Bagus banget! >< Sampe wkt baca aja sedih sendiri rasanya..
    Ya kyu, jawab ya!! Hahahah xD
    Mian.. Aku merasa di beberapa tmpt mgkn kebanyakan "?"… Tp gapapa kok, itu tenggelam kena ceritanya yg bgs bgt
    Salam kenal ya.. Aku reader br ^^

  6. Aaaaaaaaaaaaaaaah !!!

    Daebakkkk😀
    mau senyum Mulu deh .

    Walau awalnya kesal + mumet banget karena perlakuan tidak sopan mereka ke mingmma , ,

    aigoooooo .
    Neomu co cweeet😀

    ah !!
    Nggak kebayang wajah alimnya mingmma yang buat kyu melelh .
    Apalagi cembokurnya kyu pas liat teuk so sweetnya mha ming .
    Aigoooooo …

    Penasaran jawaban kyu😀

  7. Mian thor aku numpang baca ff mu yah, aku new reader disini
    Ff yg bagus
    jarang sekali aku baca OOC sungmin yg errr miskin hehe
    ceritanya bikin geregetan><

  8. Wahh..ff mu bagus bgttt apa lg cast nya kyumin tmbh suka aq bcanya,soalnya kn aq kyumin shipper hehehe ..
    Disini minnie kalem bgtudh gtu sabar lg pntesan kyunie jatuh cinta pada pandangan pertama..
    Awalnya aja seru..gmna selanjutnya pasti tmbah seru!!!
    Ok next.. :’)

  9. Anyyeong!!
    Aebin imnida!aku reader yang suka bgt baca fanfic kya gni.
    Mian ya thor bru komen,soalnya bru nemu ini..
    And aiigo ini bagus bgt,aku suka.gampang ngebayanginnya,feelnya dapet.trus aku lebih dpet feelnya pas yang dipasangin ma sungmin gni.critanya ringan,lucu tp nyesek ni baca pas mknannya sungmin dibuang2.kasian klo dibayangin.

  10. Miris banget ya ming disini. ._.
    Baru part 1 tapi angstnya dapet banget loh.
    Aku suka alurnya.
    Feelnya dapet banget.
    Mian kalau komentar aku sama sekali tidak bermutu. T.T
    *bow

  11. ya ampun kasian banget sih minnie tp untungnya ada kyunnie🙂
    kyunnie pasti jaga’in minnie kan ?🙂

    bagus baget critanya.
    sampek kebawa suasana akunya.
    keren nihh autornya😀

  12. Hiks;( ;( pling nga bs nahan air mata klau bc ff beginian! ;( leeteuk oppa syng bgt ama ming smpe2 kya gtu, dan ming jg sayang bgt sm teuk oppa ;( jadi terharu!
    Ngenes disaat makanan’a ming di ksh ke kucing, ngenes disaat ming nga punya temen! Ngenes disaat ming dibully oleh tmn2’a! Semua’a serba(?) ngenes;( eonni-ya tanggung jwb ini air mata nga bs berhenti! ;(

  13. biasanya teuki jd yeoja,tp dsni jd oppanya minimie,baiknya ttp gk ilang”,tmbh ska ak,hhi

    eh,kyunnie love at first sigh?ak jg lo,*loh?

  14. Hidup min disini sadis bgt..kasian min.
    Untung kyu ada maw jd teman.
    Jatuh cinta lg..
    Kok seohyun nya hilang??kemana seo pergi..

  15. Hoo ?
    mereka itu bodoh udah tau cintanya didepan mata bukannya ngakuin malah saling nutup diri.

    Sungmin pasti deh minder tp Kyuhyun ? jangan jadi pengecut Kyu~ lu cowok kekeke

  16. HALO,,,,,*liat kanan kiri
    Eonni masih inget aku gak eonni
    Ff~nya Daebak banget eonni *acung 10 jempol
    Sungmin di sini bener bener sabar banget

    Terus berkarya ya eonni,,,
    SEMANGAT *hormat ala polisi

  17. Annyeong ^^,,aku reader baru salam Kenal ~

    Ming sabar bgt ngadepin temen2nya yg ngeselin itu,
    gk pernah ngebales perbuatan mereka
    Ming juga innocent ~
    Ketemu Kyu yg langsung jatuh cinta pd pandangan 1,trus jdi sahabat 1 buat Ming
    maunya mah jdi pacar tuh bkn jdi temen🙂

    Ming sadar klo Kyu suka sma dia~

  18. Eonni, aku lagi lagi mau ngasih kritik xixi

    Cerita eonni berlatar belakang Korea, tapi setting yang eonni pake kebanyakan bukan ke Korea tapi lebih ke Indo atau europe. Di Korea, sekolah tidak di perbolehkan menggunakan AC boleh nya cuma pake hitter. Eonni coba lebih mensurvei rumah Korea. Minimal tempat kontrakan yang paling lusuh nya aja. Kebanyakan dari mereka tidak menggunakan kursi kayu. Kalo pake kursi kayu tandanya dia orang kaya.. Karna kayu mahal..

    Maafkan aku yang menjadi cerewet reader.. Mianhanda

    • aku sangat menerima kritik dari saengie. terimakasih🙂

      ff ini aku buat kira-kira 5 tahun yang lalu, saat aku masih kelas 7 smp. saat itu aku masih kencur dalam perihal korea. aku masih suka super junior, bukan budaya dari negara dimana super junior berasal. aku hanya memakai korea sebagai negara latar belakang ceritaku karena super junior berasal dari sana🙂 jadi maklum lah kalau ff ini masih banyak kekurangan tentang budaya korea. mohon dimaklumi yah🙂

      -EvilHan-

  19. Sungmin anak Tuhan astaga…. Sungmin baik banget…. Padahal teman kelas mereka kayak gitu. Dasar harta milik orang tua tapi sok berkuasa…. Untung ada kyuhyun yg jaga sungmin…

  20. pasti yg ngancurin bekal sungmin kaya gitu si ubi deh..
    Aihh kyu jatuh cinta pada pandangan pertama ahaydah,aihh ming kenapa baru sadar eoh??lanjuut saeng ^^

  21. Waahh.. Jhat bnget sieh mreka? Ganggu mingku..😦
    Ngrsa agak keceptan deh alur ya. *maybe msh prasaan hehe^^
    Iihh kyu mesum. Lhat paha ming putih mulus..

    Smga cpat pcran..
    Fighting thour!!

  22. Eonni apa eon pernah post ff eonni ini di ffn? Soalnya aku kyk pernah baca di sana. Ffn semuanya bagus eonni daebak.. Yang in progress semangat ya eon fighting jiyoo eonni!!

  23. ini ff pertama yang aku baca di bloq ini ..
    bagua cerita nya ..
    nasib sungmin miris bnget ..
    oppa nya sungmin leetuek ahh senang nya ..
    semoga si chapter ke dua sungmin nd kyuhyun jadi sepasang kekasih

  24. setelah sekian lama ngikutin ff yang kamu bikin, aku masa baru sempet baca yang ini.
    ini bagussss.
    gimana seorang ketua geng yang paling ditakuti jatuh cinta sama cewe baik2 yang selalu di bully.

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s