You’re Lied! Part 9

Title : You’re Lied

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk )

 

Cast : Kim Jongwoon-Yesung , Lee Sungmin-Minnie

 

Part : 9/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Akh! Memalukan sekali!” telapak tangan Hyukkie menutupi wajahnya dengan kalap.

 

“Oops, tak perlu seperti itu, jagiya,” Donghae meraih telapak tangan Hyukkie, kemudian menarik lengan Hyukkie dan menggenggamnya erat. “Aku mencintaimu, kok!”

 

Chu~

 

Bibir Donghae membungkam bibir Hyukkie, suksess membuat perempuan itu membelalakkan matanya. Bukan, bukan Hyukkie saja yang terkejut, para fans Donghaepun tak kalah terkejut dengan pemandangan apa yang ada di depan mereka. Jantung Hyukkie bergetar hebat ketika Donghae mulai melumat bibirnya. Mungkin menggigit bibir bawahnya, membuat perempuan itu mau tak mau membuka mulutnya untuk memberi akses ciuman lebih dalam.

 

Oh Tidak, lidah Donghae yang memilih main kasar itu semakin menyadarkan Hyukkie untuk mengakhiri ini semuanya. Tangannnya mendorong dada jantan Donghae, menatap wajah Donghae dengan tatapan murka.

 

“Brengsek!” umpat Hyukkie seraya mengusap bibir merah mudanya yang dengan punggung tangan.

 

Wae? Kau tidak menyukainya?” Donghaemenatap wajah Hyukkie dengan santai, walau sedikit tersirat rasa khawatir.

 

Plak! Telapak tangan Hyukkie sukses mendaratkan sebuah tamparan di pipi Donghae. Setelah itu, Hyukkie lebih memilih pergi, berlari sejauh mungkin dari Donghae.

 

“Donghaeya, dia marah,” bisik salah seorang teman Donghae, Yesung.

 

“Sepertinya juga begitu,” sahut Donghae seraya mengusap pipinya. “Seharusnya apa yang harus aku lakukan?”

 

“Seharusnya kau tidak menciumnya di tempat seperti ini,” saran Yesung. “Apalagi kau itu idola.”

 

“Memang kenapa jika aku idola?” sahut Donghae, tangannya sibuk menepuk-nepuk celananya yang kotor.

 

“Dia bisa saja mati karena dikeroyok para fansmu.”

 

“Memang seperti itu? Mereka tak akan berani.”

 

“Kata siapa? Fansgirl akan membashing wanita yang dekat atau berhasil menggoda para idolanya.”

 

Alis mata Donghae berkerut, heran sekali ia mendengar penjelasan dari Yesung. “Lalu, apa yang harus aku lakukan, hyung?

 

“Kau harus siap menjaganya,” tangan mungil Yesung menepuk nepuk-pundak Donghae, “buktikan pada para fansmu bahwa dirimulah yang menyukai Hyukkie.”

 

OoOoO

 

“Sejak kapan laki-laki brengsek itu menjadi idola? Dia terkenal karena playboy!” Hyukkie meremas remas ponselnya geram. Sudah ia putuskan untuk sedikit mengistirahatkan otaknya dengan membolos dari kelas. Ia lebih menikmati cemilan yang ia beli daripada harus berkutat dengan buku-buku materi.

 

“Perempuan itu, ‘kan?”

 

“Mereka bilang dulu wanita itu menggoda Donghae sunbae.”

 

“Namun wanita itu juga menjadi salah satu korban Donghae sunbae, ’kan?”

 

“Yeah, pada akhirnya ia berhasil menggoda Donghae sunbae.”

 

“Menjijikkan.”

 

Gendang telinga Hyukkie mendengar percakapan-percakapan itu. Ia tahu betul siapa yang mereka bicarakan, dirinya. Tanpa mencoba peduli wanita imut itu kembali memakan tokatsu yang ia pesan. Gosip-gosip murahan tentang dirinya benar-benar membuatnya lapar.

 

“Hyukkie!” panggilan dengan suara imut itu menghentikan aksi makan Hyukkie, perempuan itu lebih memilih untuk menoleh ke arah sumber suara. Pupil coklatnya mendapati sahabatnya, Minnie, tengah berlari dengan sekuat tenaga ke arahnya.

 

“Hei, ada apa? Minum ini dulu!” Hyukkie menepuk-nepuk punggung Minnie, kemudian menyodorkan gelas berisi orange juice.

 

“Itu— gawat..,” Minnie menyeruput orange juice tersebut walau ia tetap berusaha berkata, “Lockermu! Seperti bak sampah!”

 

“Apa?” mata Hyukkie melotot, “maksudmu?”

 

Fans Donghae.. hosh..”

 

Hyukkie meletakkan sumpitnya, tanpa berkata satu katapun Hyukkie beranjak dan berlari meninggalkan Minnie yang masih ngos-ngosan. Locker adalah tempat yang sangat private baginya, di sana terdapat beberapa lembar foto miliknya dan Donghae. Entah apa yang akan terjadi bila para fans Donghae mengobrak abrik isi lockernya.

 

“SIAPA!” suara itu menggelegar keras sekali, hingga Hyukkie yang berada dalam radius 10 meter dapat mendengar suara keras tersebut. “SIAPA YANG BERANI MELAKUKANNYA!”

 

“…” Hyukkie terdiam ketika mendapati Donghae tengah berteriak di depan lockernya. Tangannya yang selalu bersih kini tengah menggenggam kain kotor. Otot-otot di kepalanya muncul, menandakan bahwa ia sangat murka. Pandangan mata Donghae sangat tak dapat ia deskripsikan, menusuk dan juga mengancam. Tangannya yang telah mengenggam benar-benar telah terlihat siap untuk memukul siapapun yang berani membuka suara dengan mengucapkan kata ‘aku’ .

 

“KENAPA KALIAN DIAM SAJA, HAH?” suara keras itu kembali terdengar, kini diselingi dengan suara  hantaman kain kotor itu. Kemurkaan Donghae itu membuat Hyukkie harus turun tangan menenangkan Donghae.

 

“Sudahlah,” bisik Hyukkie. “Kenapa kau marah-marah seperti itu?”

 

“MEREKA MENGANGGUMU, JAGIYA!” Donghae menjawab dengan nada tinggi sembari memberikan penekanan kata pada kata ‘jagiya’.

 

“Bisakah kalian pergi? Kenapa bergerombol di sini?” ujar Hyukkie sarkatik, cukup membuat para fans Donghae pergi dengan perasaan sebal. “Dan kau,” Hyukkie menatap wajah Donghae, “kenapa tak pergi seperti mereka?”

 

“Mereka mengobrak-abrik lockermu.”

 

“Lalu?” Hyukkie bertanya dengan nada sinis, “kau mau menuntut mereka untuk mengembalikan semua barang yang telah mereka rusak?”

 

Donghae terdiam, ia tau betul bahwa Tuhan tengah memberinya cobaan.

 

“Tapi terimakasih,” ucap Hyukkie sembari mengunci kembali lockernya, “terimakasih karena telah membersihkan lockerku.”

 

Donghae meraih lengan Hyukkie, menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Dihirupnya wangi rambut Hyukkie dengan sangat intens. Ia benar-benar tak ingin kehilangan ini semua.

 

Mianhae,” bisik Donghae.

 

“Untuk apa?” bahu Hyukkie mulai bergetar, tampaknya wanita itu tengah berjuang untuk menahan air matanya.

 

“Untuk semuanya,” laki-laki itu mendesis kaku, “aku sangat mencintaimu.”

 

“Sejak kapan?”

 

Pertanyaan Hyukkie kali ini membuat Donghae bungkam. Ia kalah. Bukannya laki-laki itu berbohong perihal perasaan cintanya, namun, pertanyaan Hyukkie yang baru saja ia lontarkan merupakan sindiran tentang perilaku masa lalunya.

 

“Kenapa hanya diam?”

 

“Entah,” jawab Donghae pada akhirnya, “tapi aku merasa hampa ketika aku tak mendengar suaramu.”

 

Entah mengapa jantung hati Hyukkie berdesir ketika gendang telinganya menangkap pernyataan Donghae. Itu benar-benar membuat hatinya sangat trenyuh.

 

“Sudahlah, Lee Donghae,” Hyukkie melepaskan pelukannya. “Aku tak ingin mengulang semuanya.”

 

Donghae beringsut kecewa, entah mengapa rasa sakit itu begitu menohok hatinya. Itu adalah penolakan terakhir dari seorang Lee Hyukjae untuk dirinya. Wajah Donghae mendadak pucat pasi, tangannya sedari tadi merengkuh pipi Hyukkie kini merosot ke bawah.

 

Mianhae,” air mata Hyukkie tak dapat terbendung, bulir bening itu perlahan menetes membasahi pipi mulusnya. Hyukkie melangkahkan kakinya , pergi menjauhi Donghae yang masih berdiri terpaku di depan lockernya.

 

Oke, ini cukup menyakitkan bagi Hyukkie. Melakukan penolakan yang sama sekali tak pernah ia inginkan. Hei, dia telah menjadi seorang munafik kelas bawah! Hyukkie tak pandai berbohong, dan pasti semua orang tau kalau Hyukkie masih mencintai Donghae, yang notabenya adalah mantan kekasih Hyukkie.

 

Jadi, apa Hyukkie harus menarik ucapannya, memutar arah langkah kakinya dan mengucapkan kata cinta kepada Donghae? Tidak, Hyukkie takut. Hyukkie takut perbuatannya itu akan berdampak sama seperti dulu, menyakiti hatinya. Seharusnya apa yang ia putuskan kali ini benar. Namun, mengapa semua ini terasa begitu sakit?

 

“Ang..,” Hyukkie menjatuhkan tubuhnya di kursi. Angin yang menerpa kulit wajahnya membuat perempuan itu sedikit meringis. Atap sekolah memang tempat bagus untuk menyendiri, apalagi menangis seperti ini.

 

OoOoO

 

Matahari mulai terbenam, langit sore itu terlihat oranye. Hyukkie menengadahkan kepalanya, ia sadar betul ia terlalu lama berada di atap sekolah. Hyukkie mulai beranjak walau ia sadar betul kepalanya berdenyut sakit. Matanya yang bengkak mengerjap beberapa kali. Ia merutuk ketika pupil mata pekatnya tak mendapati cahaya setitikpun.

 

“Kenapa sepi sekali?” desis Hyukkie sebal ketika ia menyusuri lorong kampus yang sepi.

 

Prang. Suara pecahan barang fragile itu terdengar, cukup membuat Hyukkie terhenyak. Bulu kuduknya berdiri, ia merinding. Bukankah gedung ini berhantu? Dan konon katanya, hantu akan muncul di saat waktu senja telah tiba, persimpangan siang dan malam. Dua sisi yang berbeda, memiliki kekuatan magic yang cukup kuat.

 

“Hahaha,” kali ini suara seseorang tengah tertawa, suara berat laki-laki! Hei, bukankah itu hal yang aneh?

 

“Lee Hyukjae!”

 

Suara itu menggema memanggil nama Hyukkie, perempuan itu membalikkan badannya. Apa dia harus mencari sumber suara yang memanggilnya? Namun, Hyukkie mengenal suara itu. Dia sangat mengenali suara tersebut.

 

Lee Donghae. Hyukkie membatin di tengah sunyinya lorong. Mungkin detik itu matahari telah benar-benar tenggelam. Hyukkie melangkahkan kakinya pelan, ia memasang telinganya dengan benar-benar. Suara itu, suara itu..

 

“Astaga, Lee Donghae!” Hyukkie berlari menghampiri Donghae yang tengah duduk tersungkur di depan papan tulis kelas. Mata pekatnya menangkap tulisan tulisan Donghae yang memenuhi ruangan putih di papan tulis tersebut dengan tulisan ‘aku mencintaimu’ , ‘tolong dengarkan aku’ ataupun yang lainnya. “Kenapa kau seperti itu?”

 

Donghae terdiam, keringat dingin yang menyelimuti tubuhnya menetes menghantam lantai. “Aku mencintaimu.”

 

“Kenapa kau menjadi lemah seperti ini, huh? Bagaimana kalau ada yang melihatmu dalam keadaan seperti ini?” Hyukkie menarik jaket yang ia kenakan dan menutupi tubuh dingin Donghae.

 

“Aku tak peduli,” balasnya. “Matipun aku tak peduli.”

 

“Jangan bodoh, Lee Donghae!” bentak Hyukkie, matanya melotot menembus pandangan laki-laki itu. “Jangan berkata seperti itu.”

 

“Apa pedulimu?” Donghae memberi jeda, “aku telah melakukan semua yang kau mau. Tapi kenapa kau tetap seperti itu?”

 

Perempuan itu menatap lekat wajah Donghae yang kalut, Donghae benar. Selama ini Hyukkie tetap mengabaikan Donghae walaupun Donghae telah melakukan apa yang ia perintahkan.

 

“Aku menerima segala olokanmu, aku terima ketika kau merendahkan harga diriku,” kali ini Donghae menatap Hyukkie dengan tatapan sayunya yang hangat. “Aku melakukannya karena aku mencintaimu.”

 

Cup~

 

Hyukkie mendaratkan bibirnya di atas bibir Donghae, membuat laki-laki itu membuka matanya lebih lebar. Hei, seorang Lee Hyukjae mencium bibirnya! Siapa yang tak terkejut.

 

Mianhae?” Hyukkie terisak.

 

“Seharusnya aku yang meminta maaf,” Donghae menyibak poni Hyukkie.

 

“Tidak. Aku terlalu memperpanjang masalah dengan mengungkit kesalahanmu di masa lalu.”

 

Hyukkie kembali menangkap bibir Donghae, ia benar-benar tak ingin melepaskan Donghae karena ingatan masa lalu. Hati Hyukkie terasa sedikit tenang. Dadanya tak terasa sesak ketika ia merasakan ciuman ini. Ini benar-benar membuat candu baru baginya. Bibir Lee Donghae!

 

“Eung,” Hyukkie berdengung nikmat ketika bibir Donghae semakin melumat bibirnya. Tangannya sedari tadi tersesat di antara rambut Donghae.

 

“Hei,” tiba-tiba Donghae melepas bibirnya. Ia tatap wajah Hyukkie yang terkejut. “Mau melanjutkannya di rumah?”

 

OoOoO

 

Sepasang kekasih itu tengah menikmati masa ciuman panjang mereka di atas lembaran bedcover berwarna baby blue. Desahan dari mulut Hyukkie telah mendominasi ruangan tersebut. Tubuh wanita yang berada di bawah tubuh laki-laki itu sesekali terlihat menggeliat ketika tangan nakal Donghae mulai meraba tubuhnya.

 

“Hae..,” Hyukkie menghentikan ciuman Donghae. Ia tatap laki-laki itu.

 

“Ya, jagi?” tanya Donghae lembut.

 

“Kau mencintaiku, ‘kan?”

 

“Eung..,” Donghae mengangguk, senyumnya yang manis terlukis di bibir Donghae. “Sangat mencintaimu.”

 

“Aku juga,” Hyukkie meraba tengkuk Donghae. “Tapi Hae!” tiba-tiba Hyukkie mendorong dada jantan Donghae, membuat laki-laki itu terheran. “Siapa wanita yang pernah kau peluk?”

 

“Wanita? Siapa?” alis mata Donghae terpaut, heran.

 

“Wanita cantik yang manja sekali denganmu itu!” ucap Hyukkie sebal. Rasanya ia ingin kembalii menangis.

 

“Yoona? Dia adik sepupuku!” jawab Donghae seraya menggaruk-garuk kepalanya.

 

“Sepupu?” Hyukkie mendadak sweatdrop mendengar penjelasan Donghae.

 

“Yeah, kau pikir dia siapa?”

 

Jujur saja Hyukkie malu. Ia malu dengan presepsinya yang salah dan itu cukup membuatnya mengambil keputusan yang salah.

 

“Kau cemburu, ya?” Donghae menggoda kekasihnya.

 

“Jelas saja! Jangan memeluka wanita lain lagi, Hae!”

 

“Baik, baik!” Donghae tersenyum. “Kau tahu, kemarin aku pergi melakukan pengakuan dosa dan berdoa,” ucap Donghae. “Dan semua itu membuat segalanya lebih baik,” Donghae memagut kembali bibir Hyukkie di depannya.

 

Yah, untuk malam ini Hyukkie akan membiarkan Donghae menjamah tubuhnya. Ia akan membuktikan betapa besar cintanya kepada Donghae, cinta yang telah mendapat beribu rintangan yang menerpa.

 

“Ungh.. Hh—haae..”

 

FIN

 

Music : Miracle by Super Junior

 

Jagiya (자기야) : panggilan sayang bagi orang yang berpacaran

Wae (왜) : kenapa?

Hyung (형) : kakak lk –pemanggil lk

Sunbae (선배) : senior

Mianhae (미안해) : maaf

 

Full of Love , EvilHan

43 thoughts on “You’re Lied! Part 9

  1. Huahh akhirnyaa hae-hyuk brsatu kyumin jg.. Ya udh aku iklasin kyu sm minnie,, gpp aku sm siwon ajaa*plak

    huaahh eon NC.a mnaa T_T

  2. Huwaaaaa akhirnya eunhae damai sejahtera
    Keren bgt sih kamu bang ikan pas ngelindungin monyet tercintamu itu .aku jd naksir ama kamu
    Haha

    Keren bgt author ceritanya. Membangkitkan emosi haha. Semangat terus yaa nulis ff nya
    Fighting!

  3. Ah knpa nga ada NC’a???? *plak:D
    pdhl lg ngidam(?) enceh ini =,=
    akhir’a haehyuk bersatu jg!🙂 huh perjalanan cinta yg sulit dan sangat lamaaa!😀
    huwaaa happy end! Tp sayang nga pake NC:D *senyum polos*

  4. tamat! yaah, endingnya kurang bagus dan kurang puas! kenapa? karena nc nya sampai segitu ajaaa. kenapa nggak di terusin?? kecewa. kkk~
    sikap donghae ini nih yang bikin terharu. lembut, penuh kasih sayang.
    good ff jiyoo. buat haehyuk lagi dong. yayayaya??? ^^

  5. Lanjutan dari komentar aku yang sebelumnya eonni, kalaupun seorang yang udah disakiti itu mau bersikap biasa, tandanya dia udah ngga cinta lagi sama orang yang menyakiti nya.. Sekian

  6. Aq baca dr chap akhir yach..hehehhe

    Tetep yach yg namanya fansgirl itu agak gimana gitu….
    Itu hae yg keringat dingin kirain sakit tp ternyata sangat sehat hahahhha….

  7. O..m..g
    endingnya O.o
    shrusnya di lnjutin smpek adegan intinya😄 /plak! Pervert -_-/

    ska bget sma crta EunHae ini >< eonni buat ff eunhae lgi dong ;3 demi apa, aku ska sma smua ff eonni ;* bgus"😄

    maaf y eon slalu koment di part endingnya😦 emg kebiasaan
    keep writing eon🙂

  8. omo ternyata donghae juga bisa protek ke enhyuk huuaaa so sweet banget chinguu
    suka suka cerita ini (y)

    di tunggu yah cingu ff selanjutnya

  9. Keasyikan baca hadi lupa comment
    happy end ya
    akhirnya haehyuk bersatu
    aku suka banget sama couple ini
    makasi ffnya

  10. huaaa happy endding.
    selamat ya dongahe akhirnya mendapatkan kembali hyukkienya.
    tapi itu yang pas bagaian akhyir hyukkie nemuin donghae lagi ngapain?
    frustasi sambil nyoret2 papan tulis dengan sama hyukkie dan kata2 cinta dan permintaan maaf?

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s