You’re Lied! Part 8

Title : You’re Lied

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : K , T

 

pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk ) slight KyuMin

and etc

 

Part : 8/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Hyukkie berjalan menyusuri taman kampus. Ia tatap sekeliling kampus itu, berusaha untuk mencari sosok yang sangat ia rindukan. Dari mulutnya terdengar senandung kecil, hanya untuk menyemangati harinya kali ini.

 

Hei, tunggu! Apa Hyukkie tak salah lihat? Orang yang ia rindukan, Donghae, tengah berjalan di taman dengan seorang wanita cantik. Tangan Donghae sibuk membelai rambut wanita tersebut, dan tatapan lembut itu tertuju pada wanita cantik yang berjalan di sampingnya? Oke. Wanita dalam dekapan Donghae sangatlah cantik, memiliki tubuh tinggi, senyum menawan, dan sepertinya sangat menarik.

 

“Kau berbohong, Lee Donghae!” Hyukkie membantin sebal. Iapun pergi melangkah, menjauhi Donghae yang tengah ‘bermesraan’. Hatinya yang terasa sakit memaksanya untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut.

 

Bruk. Perempuan itu terbanting ke bawah ketika tubuhnya menabrak seorang yang bertubuh lebih besar darinya. Hyukkie meringis kesakitan.

 

Mian,” ujar Hyukkie pada akhirnya.

 

“Seharusnya aku yang meminta maaf,” suara Siwon menginterupsi. Hyukkie mendongakkan kepalanya, mencoba menatap Siwon. “Butuh bantuan?” tangan Siwon terulur menarik lengan Hyukkie, membantu wanita itu untuk berdiri.

 

Gomawo!” gummy smile itu muncul, sedikit membuat hati seorang Choi Siwon bergetar. “Choi sajangnim.”

 

“Jangan memanggilku seperti itu!” protes Siwon seraya mengibaskan tangannya. “Itu membuatku merasa tua!”

 

“Kau memang tua, usiamu bahkan telah cukup untuk menikah,” olok Hyukkie.

 

“Aish!” tangan Siwon yang gemas mengoyak rambut Hyukkie. Lengan berotot itu mendekap kepala Hyukkie, sedangkan jemari-jemari Siwon sibuk menarik pipi chubby milik Hyukkie.

 

“Akh! Lepaskan!” tangan Hyukkie mencoba berontak. “Choi sajangnim!

 

Annyeong?” suara asing terdengar, sontak membuat Siwon menghentikan aksi mencubitnya dan menoleh ke sumber suara. Wanita cantik yang cukup membuat Hyukkie menjadi sedikit bad mood kala itu tengah tersenyum ke arahnya. “Yoonaibnida!

 

“Ah, Yoona, ada apa?” Siwon bertanya setelah tangannya menjabat tangan wanita cantik itu.

 

Sajangnim, bisakah kau mengajari materi yang baru kau ajarkan? Aku sedikit tak mengerti!” ujar Yoona dengan aegyo yang cukup membuat Hyukkie sebal.

 

“Aa—” Siwon melirik Hyukkie. “Baiklah, ayo?”

 

Laki-laki itupun pergi, meninggalkan Hyukkie di tengah keramaian taman. Dilihatnya wanita cantik yang berjalan di samping Siwon. Wanita dengan aegyo membunuh itu. Bukankah beberapa menit lalu ia bersama Donghae, namun kenapa sekarang mendekati Siwon?

 

“Akh!” Hyukkie memekik pelan ketika tiba-tiba telapak tangan hangat menutupi matanya. “Aa~ jangan seperti ini!” protes Hyukkie seraya berusaha melepaskan tangan ‘misterius’. “Nuguya!”

 

Omo omo! Kenapa kasar sekali?” suara yang cukup familiar di telinga Hyukkie terdengar. Sontak membuat wanita itu terkejut.

 

“Lee Donghae!” bentak Hyukkie.

 

“Eung?” respon Donghae tanpa melepaskan tangannya.

 

“Lepaskan tangan kotormu dari wajahku!”

 

“Apa kau bilang?” dengan gerakan tiba-tiba Donghae memutar tubuh Hyukkie, untuk mentapnya. “Apa kau tak merindukanku?”

 

“Kau gila!” kata Hyukkie. “Minggir, bodoh!” kaki Hyukkie menendang bagian ‘sensitif’ Donghae, membuat laki-laki itu terjungkat kaget.

 

“Akh! Ya! Akh!” Donghae meringis kesakitan.

 

Tidak, Hyukkie sama sekali tak peduli dengan suara itu. Walaupun suara itu mengaduh kesakitan Hyukkie tak peduli. Berapa kali Donghae menyakiti hatinya? Dan Donghae selalu bersifat seolah tak ada apa-apa. Bukankah itu menyebalkan? Benar. Lee Donghae itu sangatlah menyebalkan. Laki-laki itu selalu bertingkah seenaknya.

OoOoO

 

“Minnie? Bisakah kau membantuku untuk membuat laporan hasil kerja?” tanya Hyukkie kepada sahabatnya, Minnie. Yeoja imut itupun tersenyum kemudian mengangguk. “Aah, gomawo!” tubuh kecil Hyukkie memeluk tubuh sahabatnya.

 

Ya ya, noona!” suara bass itu tiba-tiba terdengar, bersamaan dengan tangan seseorang yang berusaha menarik tubuh Hyukkie agar melepaskan pelukannya. “Kau memeluk Minnie noonaku dengan seenaknya!” protes laki-laki berambut blonde itu, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun. Laki-laki itu terlihat ngambek, bibirnya mengerucut, dan alisnya mengkerut.

 

Ya, Cho Kyuhyun! Kenapa kau selalu seperti itu?” protes Minnie seraya menggeplak kepala Kyuhyun.

 

“Aish! Noona, jangan memukulku!” Kyuhyun mengelus rambut blondenya.

 

Ya, Cho Kyuhyun, kenapa kau menjadi seperti ini?” Hyukkie menatap bola mata onyx milik Kyuhyun. “Bukankah dulu kau sangat manly? Kenapa kau menjadi childish seperti ini, huh?”

 

“Itu karena Minnie noonaku~” jawab Kyuhyun dengan cengiran khasnya, tubuh kurusnya berhasil membawa Minnie ke dalam pelukannya. “Aku mencintaimu, noona~

 

“Huh? Memuakkan!” olok Hyukkie sebal.

 

“Oiyah Hyukkie noona..,” ujar Kyuhyun tiba-tiba, terlihat laki-laki itu tengah mencari-cari sesuatu dari dalam tasnya. “Ini,” Kyuhyun menyodorkan coklat dengan pita biru, cukup membuat Minnie kaget dan melotot.

 

“Kk—Kyuhyun-ah?” Minnie berkata dengan tergagap. Apa itu berarti Kyuhyun telah lelah mengejarnya dan kini tengah berpaling pada sahabatnya sendiri, Hyukkie? Oh, tidak.

 

“Terima ini, noona?” kata Kyuhyun kembali seraya menyodorkan coklat tersebut.

 

“Uu—untukku?” tanya Hyukkie dengan mimik tak percaya.

 

“Tentu. Aku tak akan membiarkan coklat itu sampai ke tangan Minnie noona,” Kyuhyun menjawab sesantai mungkin, tangannya kini tengah melingkar di pinggang ramping Minnie dan sedikit meremasnya.

 

“Lepaskan tanganmu!” bentak Minnie dengan suara bergetar.

 

“Untukmu saja, Minnie!” Hyukkie menyodorkan coklat itu ke arah Minnie. Sungguh, perasaan Hyukkie sangat tak enak.

 

“Opps, tidak boleh! Coklat ini hanya untuk Hyukkie noona!” dengan sigap tangan Kyuhyun menarik coklat dari Hyukkie.

 

Wae? Aku hanya ingin memberikan coklat ini untuk Minnie!” Hyukkie membentak Kyuhyun.

 

“Hiks..,” sebuah isakan terdengar, sontak membuat dua anak manusia itu saling menatap bingung.

 

“Kk—kenapa, noona? Apa ada yang sakit? Noona?” Kyuhyun mencengkeram bahu Minnie.

 

“Itu karena dirimu, bodoh!” Hyukkie berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun.

 

“Aku? Apa salahku?” Kyuhyun melotot, “noona, apa aku salah?”

 

“Hah, kau bodoh atau apa, sih? Aku tak butuh coklat darimu!” Hyukkie melemparkan coklat berpita tersebut ke arah Kyuhyun.

 

Noona, seharusnya kau menerima coklat ini!” Kyuhyun memungut coklat yang tergeletak tak berdaya itu.

 

“Huee..,” tangisan Minnie semakin keras ketika mengetahui Kyuhyun tetap memaksa Hyukkie untuk menerima coklat tersebut.

 

“Noona? Kenapa kau itu?” Kyuhyun semakin bingung.

 

“Hei hei, ada apa ini?” tiba-tiba suatu suara menginterupsi. “Ya? kenapa coklatku tetap ada di tanganmu, babo!” Donghae menjitak kepala Kyuhyun.

 

“Eung?” Minnie menghentikan tangisannya ketika gendang telinganya mendengar pernyataan Donghae. “Jj—jadi, coklat itu dari Donghae?” tanya Minnie dengan suara serak.

 

“Tentu saja, noona! Untuk apa aku memberi coklat untuk Hyukkie noona yang sama sekali tak ada manis-manisnya bila dibanding dengan noona!”

 

Tak! Kepala Kyuhyun kembali mendapat jitakan gratis dari Donghae dan Hyukkie. Mulutnya yang terkesan tak dijaga tersebut selalu saja menimbulkan masalah dan presepsi salah.

 

“Sudahlah, aku pergi dulu! Rumit sekali menghadapi KyuMin!” Hyukkie beranjak dari duduknya kemudian berlalu dengan cepat.

 

“Selesaikan masalahmu, evil!” ujar Donghae seraya mengacak rambut Kyuhyun, sedetik kemudian laki-laki itupun terlihat pergi meninggalkan KyuMin yang saling menatap cengo.

 

“Hyukkieya! Jamkanman!” teriak Donghae dari kejauhan. Laki-laki itu terus berlari, berusaha menghampiri Hyukkie yang berjalan semakin menjauh dari dirinya. “Hyukkieya?” Donghae meraih lengan Hyukkie, menggenggam lengan itu kuat-kuat.

 

“Aish, lepaskan!” bentak Hyukkie, berusaha melepaskan cengkraman tangan Donghae.

 

“Kenapa kau begitu marah?” tanya Donghae, “sejak saat itu kau selalu menghindariku!”

 

“Lee Donghae, jangan permainkan aku!”

 

“Siapa yang mempermainkan dirimu, huh?” Donghae menaikkan satu oktaf nada suaranya. “Aku sama sekali tak pernah mempermainkanmu!”

 

“Kau bohong!” sanggah Hyukkie cepat.

 

“Apa yang akan membuatmu percaya padaku? Aku akan melakukannya!”

 

“Buatlah semua orang di seluruh Seoul tahu kalau kau, Lee Donghae hanya mencintai Lee Hyukjae!” Hyukkie berkata asal.

 

Oppa!” satu suara manja menginterupsi pembicaraan mereka. Yoona, perempuan dengan wajah cantik itu tengah berlari menuju Hyukkie dan Donghae.

 

“Heyoo, Yoona,” Donghae tersenyum, tangannya terulur untuk mengacak rambut Yoona. “Ada apa?”

 

“Hari ini kau berjanji mentraktirku ice cream!” ujarnya manja.

 

“Cih, wanita menyebalkan sekali!” Hyukkie membatin sebal. Tatapan yang membunuh ia lemparkan pada Yoona, “aku pergi dulu, sepertinya aku menganggu.”

 

“Aa.. ani!” Donghae meraih lengan Hyukkie dengan cepat dan menahannya. “Bagaimana kalau kau ikut dengan kami?”

 

“Aa—betul! Donghae oppa akan menraktir kita sepuasnya, eonni!” Yoona ikut menyakinkan.

 

“Tidak, aku pergi saja!” Hyukkie menghempaskan tangan Donghae dengan kasar kemudian pergi begitu saja. Sebal, itulah yang mereka rasakan. Rasanya ingin sekali ia menampar wajah yang suka berlagak innocent itu.

 

Hyukkie marah bukan karena cemburu pada hubungan Donghae dan Yoona, namun, ia hanya tak habis pikir, mengapa Donghae masih mengejar cintanya walau ia telah memiliki Yoona yang lebih cantik, lebih seksi, dan lebih manja darinya? Bukankah itu berarti Hyukkie hanya berarti sebagai mainan bagi seorang Lee Donghae tengil itu? Akh, tidak bisa seperti itu!

 

OoOoO

 

Hari itu Hyukkie pergi ke kampus dengan wajah yang cukup ceria. Hari ini ia berniat pergi ke pantai setelah kelasnya selesai. Ide bagus, bukan? Walaupun sendiri, mungkin itu akan membuatnya lebih baik. Namun, suatu perasaan buruk ia rasakan ketika setiap orang –atau lebih tepatnya para remaja– yang berpapasan dengannya melirik kearahnya. Apa ada yang aneh?

 

Hyukkie menepuk-nepuk pipinya, mata sipitnya menyusuri tubuhnya. Tak ada yang aneh, semuanya normal. Namun, tetap saja tatapan dari orang-orang yang menatapnya membuat Hyukkie menjadi sedikit risih.

 

Sunbae yang playboy itu?”

 

“Yang benar?”

 

“Dia kan tidak cantik, tidak seksi pula!”

 

“Bagaimanapun Donghae  sunbae seorang idola.”

 

“Tidak pantas sekali.”

 

“Mungkin dia yang ngotot.”

 

Telinga Hyukkie mendengar percakapan singkat dari segerombolan yeoja, hah, ada-ada saja. Mereka membicarakan tentang Donghae? Oh my God, pagi yang cerah telah mereka sia-siakan untuk bergosip tentang seorang Lee Donghae? Sungguh, Hyukkie merasa sangat kasihan pada yeoja-yeoja tersebut.

 

“Dasar bodoh,” desisnya pelan seraya menggeleng-gelengkan kepala, mengekspresikan raut wajah khawatir. “Baik, mari kita lihat apakah ada berita baru di mading.

 

Apa itu? Apa mata Hyukkie tak salah lihat? Kenapa di mading ini di penuhi oleh kertas biru-kuning berukuran 20×20 dengan tulisan mencolok. ‘Seorang Lee Donghae hanya milik Lee Hyukjae! Check it out!’ di sana berjajar website yang diyakini milik anggota klub Donghae, dan tentu milik Donghae secara pribadi. Sebenarnya berita ini cukup menarik bagi Hyukkie, namun, yang membuatnya menjadi ingin merobek-robek kertas itu adalah : namanya tercantum dalam brosur tersebut! Pantas saja semua orang di kampus pagi itu menatapnya. Tapi tunggu sebentar, bukankah Donghae juga sangat terkenal di Seoul sebagai top singer dan dancer? Jangan-jangan..

 

“Bukankah itu Lee Hyuk Jae?”

 

“Jadi dia wanita itu?”

 

“Kenapa Donghae sunbae bisa memilih orang seperti dia?”

 

Cukup. Tangan Hyukkie meraih lembaran-lembaran dengan judul yang sama itu, memuakkan. Tangannya sedari tadi merobek dan meraih kertas kertas yang tertempel dengan sangat kuat di dinding. Uhg, jangan sampai kertas-kertas itu tertempel di seluruh mading kampus. untuk mengecek hal tersebut, perempuan itu melangkahkan kakinya menuju mading-mading kampus.

 

“Brengsek!” kata Hyukkie dengan suara pelan. Kembali ia raih kertas kertas tersebut. Kini, tasnya telah penuh dengan kertas kuning-biru tersebut. Mungkin jumlahnya ratusan. Gila, ini benar-benar gila.

 

Kalau dipikir-pikir, untuk saat ini kampus memiliki mading yang jumlahnya lebih dari 10 mading di setiap lorong. Jadi, besar kemungkinan brosur sampah itu menempel di setiap mading, memenuhi mading dengan berita murahan seperti ini. Kemarahan Hyukkie terasa di atas ubun-ubun, matanya memerah. Jujur saja tatapan yang ia terima seakan akan mengintimidasi dirinya.

 

Hyukkie melangkahkan kakinya kembali, sekarang ia berjalan menuju tempat nongkrong Donghae . Ia bersumpah, ketika ia bertemu dengan orang itu, Hyukkie akan memukul kepala Donghae sekeras mungkin.

 

“Itu dia!” desis Hyukkie pelan, iapun mempercepat langkah kakinya. “Ya!” bentak Hyukkie, tangannya melempar lembaran-lembaran itu tepat di depan wajah Donghae. Perempuan itu sama sekali tak peduli dengan tatapan menginterupsi dari teman-teman Donghae ataupun beberapa orang yang lewat. “Kau gila atau apa, huh?”

 

Jagiya, tenanglah dulu,” ujar Donghae santai seraya melepas kaca matanya.

 

“Apa ini, huh?” bentak Hyukkie seraya mengangkat tinggi brosur yang ia bawa.

 

“Ooo, bagus sekali, bukan?” Donghae meraih salah satu brosur dan mengamatinya. “Aku yang mendesainnya.”

 

“Kau tahu, karena benda bodoh ini semua orang memperhatikanku!”

 

“Sekarangpun juga,” Donghae memalingkah wajahnya, menatap para segerombolan remaja yang tengah menatap dirinya dan juga Hyukkie.

 

“Akh! Memalukan sekali!” telapak tangan Hyukkie menutupi wajahnya dengan kalap.

 

“Oops, tak perlu seperti itu, jagiya,” Donghae meraih telapak tangan Hyukkie, kemudian menarik lengan Hyukkie dan menggenggamnya erat. “Aku mencintaimu, kok!”

 

Chu~

 

Bibir Donghae membungkam bibir Hyukkie, suksess membuat perempuan itu membelalakkan matanya. Bukan, bukan Hyukkie saja yang terkejut, para fans Donghaepun tak kalah terkejut dengan pemandangan apa yang ada di depan mereka. Jantung Hyukkie bergetar hebat ketika Donghae mulai melumat bibirnya. Mulai menggigit bibir bawahnya, membuat perempuan itu mau tak mau membuka mulutnya untuk memberi akses ciuman lebih dalam.

 

TBC

 

Music : Chu by f(x)

 

Mian (미안-해) : maaf

Gomawo (고마워) : terimakasih -informal

Sajangnim (사장님) : guru, dosen

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

Ibnida (..입니다) : partikel untuk kalimat formal

Nuguya (누구야) : siapa?

Omo (어머) : astaga, ya Tuhan!

Ya! (야) : bentakan ala orang Korea

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk–

Wae (왜) : kenapa?

Babo (바보) : bodoh

Jamkkanman! (잠깐만) : tunggu

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr–

Ani (아니) : tidak

Eonni (언니) : kakak pr –pemanggil pr–

Sunbae (선배) : senior

Yeoja (여자) : perempuan

Jagiya (자기야) : panggilan sayang bagi orang yang berpacaran

 

 

35 thoughts on “You’re Lied! Part 8

  1. Hyyaaaaa~
    Suka bgt donghae..
    D’sini dy agresif bgt..
    Lumer deh bacanya..
    Brani bgt~

    Gamsahamnida~

    Sign,
    KarooMinnie

  2. mwo??
    oh donghae~ya romantis bgt sihh jd mupeng>< kkkkk~
    yoona jg okelah buat jd pasangannya siwon ntar,,hehe..

    ciyehh kyumin.. ciye ciye~~^^

    unni,,
    unni hebat bgt deh.. baik lagi.. kita jdi tau bakor dan hangulnya..
    gamsahamnida~^^

  3. Yess! Eunhae sudah bersatu
    Tp hae knp bodoh bgt mlah ngasih pngumuman gtu.. org” jd jahat kan ama hyukkie. Dicium di dpan umum gtu lg
    Ckck
    Ga tau resikony apa klo aku(?) Bisa ngamuk krn tuh adegan

  4. Kyaaaaaaa eunhae moment! *cpt2 rekam bagian kiss’a:D*
    huah hae so sweeet bgtttt >.<
    aigooo hae bener2 cinta sm hyukie yah sampe2 kya begitu …
    Aku jadi iri wkwkwk😀
    hadeh kebiasaan berbuat yg 'iya-iya' ditempat umum! -_-
    ngapapa deh yg penting haehyuk bahagia :*🙂

  5. aah! kenapa donghae kesanya kurang ajar banget ya sikapnya?. but, yang penting donghae berani menjalankan tantangan eunhyukie :*

  6. aah! kenapa donghae kesanya kurang ajar banget ya sikapnya?
    but, yang penting donghae berani menjalankan tantangan eunhyukie :*

  7. Berasa cepat banget alurnya. :-\
    Ikan mokpo maen cium jja nih, g tau tempat.o_O
    YoonA itu siapanya hae?.
    Gak ada penjelasan sama sekali.
    Chap depan udah ending, semoga endingnya memuaskan. ^^

  8. Eonni coba eonni baca 2 part terakhir . Ngga ada orang yang udah disakiti hatinya beberapa kali mau berhubungan ataupun ketemu Sam orang yang udang menyakiti nya. Minimal kalo pun ketemu dia bakal sinis, ngga mau ngomong atau apalah ‘lagi’ . Sekian🙂

  9. Apa2an itu mencium orang di depan umum seperti itu? Pasti fans2 nya Donghae pada Shock semua😀
    Eh itu Minnie kenapa malah nangis waktu Kyuhyun kasih coklat ke Hyukkie? Minnie juga suka ya sama Kyuhyun? Kalau suka kenapa ndak terima saja si Kyuhyun daripada jadi Stalker terus. Cie cie cie Minnie… Cie…😄

  10. jadi yoona itu siapanya donghae?
    huaduhhhh donghae beneran mengabulkan/membuktikan cintanya ke eunhyuk dengan memberi tahu semua orang kalo eunhyuk miliknya hahha.
    dan hahhaa aduh couple kyumin ko lucu banget sih.
    kyuhyunnya yang rada2 dan sungminnya yang soksok ga suka tapi ga rela kalo kyuhyun sama yang lain bahkan sampe cemburu ke eunhyuk hahaa

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s