You’re Lied! Part 7

Title : You’re Lied

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk )

 

Cast : Choi Siwon , Kim Ryeowook

 

Part : 7/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Siwon-ah? Aa—apa yang kk—kau lakukaan?” tangisan Hyukkie pecah ketika Siwon sukses membuka kemeja Hyukkie. Perempuan itu mengerang hebat ketika Siwon tak mendengar semua pembelaannya. Sekarang tangan Siwon bergerak menuju rok mini Hyukkie. “hentikan!”

 

Percuma saja Hyukkie berteriak keras dan memohon, Siwon sama sekali tak menghiraukan erangan Hyukkie. Bibirnya itu terus menciumi tengkuk Hyukkie, meninggalkan bekas kemerahan di sana. Tangannya Siwon terus ‘bekerja’ di tubuh Hyukkie. Sementara bibirnya sibuk menciumi tubuh kekasihnya itu.

 

“Ss Siwon-aah..,” Hyukkie semakin mengerang ketika tangan Siwon mulai meraba titik sensitive tubuhnya. Tidak. Hyukkie tak boleh seperti ini! Hyukkie tak mau melakukannya sekarang, terlebih dengan seorang Choi Siwon!

 

Plak! Telapak tangan Hyukkie menampar keras pipi Siwon, membuat laki-laki itu menghentikan aktivitasnya. Mata Siwon menatap mata Hyukkie yang telah berair, Hyukkie menangis.

 

Mianhae,” Siwon mengangkat tubuhnya, kemudian duduk membelakangi Hyukkie yang hampir ‘polos’.

 

“Hiks..,” isakan Hyukkie terdengar keras, tangan kecilnya sedari tadi berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

 

“Aku akan keluar, cepat pakai bajumu.”

 

Blam. Tubuh Siwon hilang di batas ambang pintu. Hyukkie mengambil kemejanya dengan cepat, kemudian memakainya. Ia benar-benar takut sekarang. Satu hal yang benar-benar ingin ia lakukan, pergi dari rumah Siwon!

 

Agak ragu memang, ketika Hyukkie akan memutar knop pintu itu. Namun, pada akhirnya Hyukkie tatap memutar knop pintu tersebut. Pupil mata pekatnya menangkap sosok Siwon yang berdiri di samping pintu. Tampak Siwon berjalan menghampiri Hyukkie, membuat perempuan itu kembali illfeel dan mengambil langkah mundur.

 

“Tenanglah,” tangan Siwon merengkuh kedua bahu Hyukkie, “maafkan aku,” ujar Siwon dengan suara lembut.

 

Hyukkie mengangguk, sungguh ia tak sanggup mengeluarkan satu katapun saat ini. Ia takut emosinya akan naik dan membuat air matanya tumpah kembali.

 

“Tadi aku benar-benar—merasa sebal,” kali ini telapak tangan Siwon mencoba membungkam jemari-jemari Hyukkie, “ku mohon jangan salah paham.”

 

Hyukkie menganggukkan kepalanya lagi kemudian tersenyum ke arah Siwon. Wanita itu tetap bisa tersenyum walau air matanya tampak jelas menggenang di sudut matanya. Perlahan Hyukkie melepaskan tangannya, kemudian pergi keluar.

 

OoOoO

 

| From : Hyukkie jagi

 

Donghaeya, tolong aku! |

 

Pesan singkat yang baru Donghae terima beberapa menit lalu membuat laki-laki itu berlari di jalanan Kota Seoul. Tak puduli bila gemericik air tengah mengguyur kota tersebut. Yang terpeting baginya adalah menemukan sosok Hyukkie, Lee Hyuk Jae!

 

Ponsel milik Donghae yang tengah bersembunyi di balik celananya berdering, satu pesan masuk.

 

| From : Hyukkie jagi

 

Kau tak perlu khawatir. Aku tak akan sedih, sekarangpun aku tengah menikmati stroberi shortcake kesukaanku. |

 

Benar! Seorang Lee Hyuk Jae suka sekali dengan buah berwarnan merah manis itu. Donghae ingat betul toko cake faforit Hyukkie. Di daerah Myundong, blok 5! Donghae kembali melangkahkan kakinya dengan tempo cepat. Hatinya berdetak lebih cepat, pikirannya yang telah terselimuti rasa cemas tak membuat Donghae mengenal rasa lelah.

 

Stroberi Palace. Toko yang memiliki mascot stroberi itu menarik tubuh Donghae untuk masuk ke dalam. Kepala laki-laki itu berputar ke sana-ke mari, berharap cepat menemukan Hyukkienya. Ia tahu pasti, untuk saat ini Hyukkie tengah kacau.

 

Benar saja. Akhirnya mata Donghae menangkap sosok Hyukkie yang tengah duduk di pojok cafe seraya melahap cake stroberinya. Tunggu, ada sekitar lima tumpukan piring cake, tiga ice cream stroberi scoop yang telah ‘musnah’ dan dua jus stroberi di meja Hyukkie.

 

“Hyukkieya.. hosh.. hosh..,” Donghae mendudukkan tubuhnya di samping tubuh Hyukkie seraya mengatur nafasnya.

 

“Kau mencariku? Wae?” tanya Hyukkie tanpa menghentikan aktivitas makannya.

 

“Hentikan!” sahut Donghae. “Jangan makan lagi!” tangan Donghae merampas sendok mungil di genggaman Hyukkie.

 

Wae?” Hyukkie beringsut kecewa.

 

“Kau sudah menghabiskan berapa banyak? Nanti perutmu sakit!” Donghae mencari letak keganjilan dari Hyukkie. Tampak wanita itu hanya diam, tak menatap Donghae sekalipun. “Hyukkieya, kau baik-baik saja?”

 

Hyukkie menarik ujung bibirnya, sedikit tersenyum kemudian mengangguk.

 

Mata Donghae menari-nari, menyusuri tubuh Hyukkie. Sedari tadi ia lihat Hyukkie terus menunduk, terkesan menutupi lehernya. “Hyukkieya,” tangan Donghae mengangkat dagu Hyukkie, memaksa wanita itu untuk tak menundukkan kepalanya. Mata Donghae membelalak ketika melihat beberapa ‘bekas kemerahan’ di leher Hyukkie.

 

Andwae..,” tangan Hyukkie menyingkirkan tangan Donghae.

 

Mata sipit Donghae yang melotot  tak luput dari tanda kemerahan itu. “Ayo pulang!” Donghae menarik Hyukkie keluar dari cafe. Laki-laki itu mendekap erat tubuh Hyukkie, tak membiarkan Hyukkie berontak.

 

OoOoO

 

Donghae mendudukkan tubuh Hyukkie di ranjang, kemudian tangannya menyibak rambut pirang milik Hyukkie. Demi Tuhan, jantung hati Donghae hampir saja copot dari tempatnya ketika melihat berapa banyak bekas kemerahan itu. Kemudian tangannya bergerak melepas satu kancing kemeja Hyukkie. Oh tidak, Donghae menemukan bekas kemerahan itu lagi di bagian dada atas Hyukkie. Besar kemungkinan, bekas kemerahan itu juga ada di daerah tertutup di tubuh Hyukkie.

 

Tes. Air mata Hyukkie menetes di atas kulit tangan Donghae. Donghae menarik tubuh Hyukkie, mendekapnya lembut. Walau sebenarnya ingin sekali ia marah. Ini benar-benar tak dapat dipercaya.

 

“Apa Siwon memaksamu?” tanya Donghae lembut, “katakan saja.”

 

Hyukkie mengangguk di tengah tangisannya. Tangannya kini terangkat memeluk tubuh Donghae.

 

“Istirahat saja dulu,” ujar Donghae seraya melepas pelukannya. Iapun berbalik.

 

Gajima!” Hyukkie memeluk tubuh Donghae. “Kumohon jangan pergi!” Hyukkie menggesek-gesekkan wajahnya di atas punggung Donghae. Wanita itu hanya terisak kecil, nampaknya ia begitu menikmati punggung Donghae.

 

Donghae kembali membalikkan kepalanya, menatap Hyukkie yang tengah kacau.

 

Wajah itu, bibir itu, rambut itu. Betapa Donghae merindukan semua dari Hyukkie. Tangannya membeli pipi tirus Hyukkie, menghapus air mata yang bercecer. Demi Tuhan, Donghae ingin sekali merasakan bibir lembut itu. Bibir merah itu. Donghae menundukkan kepalanya, berusaha menyamai tinggi Hyukkie. Ia semakin memperpendek jarak antara bibir mereka.

 

Chu~ bibir Donghae sukses membungkam bibir ranum tersebut. Lidahnya berusaha menjilat semua jengkal bibir Hyukkie. Tangannya lembut membelai rambut pirang milik Hyukkie, perlahan tangannya turun dan menekan tengkuknya.

 

Tunggu. Hyukkie mengenal lidah, hisapan , dan bibir yang tengah memanjakan  bibirnya! Hyukkie tahu siapa yang memberinya ciuman seperti ini! Ciuman ini sangatlah tidak asing. Ingatan masa lalu itu membuat perermpuan itu membuka matanya lebar-lebar. Benar. Ini Lee Donghae yang dulu! Lee Donghae brengsek yang telah menyakitinya.

 

“Eung..,” Hyukkie mendorong dada bidang Donghae, kemudian menghapus saliva Donghae yang terdapat di bibirnya dengan kedua punggung tangannya.

 

Mata teduh Donghae menatap wajah Hyukkie yang begitu kacau. Disibakkannya rambut pirang milik Hyukkie, kemudian tersenyum kecil. “Kau tetap cantik seperti dulu.”

 

“Kk—kau telah mengingatku?”

 

“Hyukkieya, jinjja mianhae.”

 

Perempuan itu bangkit dari duduknya, berjalan cepat menuju pintu almari. Tangan kecilnya terlihat menyeret tas berwarna coklat tua yang baru ia ambil dari dalam sana. Dengan gerakan kasar, Hyukkie melemparkan tas yang baru ia ambli dengan kasar ke arah Donghae.

 

“Kau bisa pergi sekarang,” ujar Hyukkie datar, saat ini air matanya telah sukses menggenang di pelupuk matanya.

 

Wae?” tanya Donghae heran.

 

“Aku tak punya alasan untuk menampung orang seperti mu.”

 

“Percayalah padaku, aku tak akan mengkhianatimu!”

 

“Aku tak bisa memegang janji yang selalu kau batalkan sesuka hatimu!”

 

“Untuk kali ini ku mohon percayalah!”

 

“Kau.. menya—kiti kk ku.. hiks..” air mata itu mulai meleleh.

 

“Ku mohon,” Donghae memeluk tubuh Hyukkie, “untuk kali ini pasti kau tak akan menangis.”

 

“TIDAK! KELUAR DARI APARTEMENKU!” Hyukkie membentak, kalap sekali ia kali ini. “Kenapa? kenapa bisa seperti ini?” tangan mungil Hyukkie meremas kepalanya, tak peduli bila ia merusak tatanan rambutnya.

 

“Hyukkieya?”Donghae berkata dengan nada memelas.

 

“KU BILANG PERGI, APA KAU TULI, HAH?”

 

OoOoO

 

Hari ini Hyukkie mendapat kelas sore. Jadi tak heran bila ia baru keluar dari kelas sekitar pukul 5. Hyukkie menatap langit berwarna orange itu, kemudian tersenyum kecil. Perempuan mungil itu baru saja keluar dari ruang ganti. Diraihnya bola basket yang terletak di keranjang bola.

 

Duk duk duk. Wanita itu mendrible bola dengan cepat, berlari kemudian menshoot bola ke ring. bagus, kali ini Hyukkie dapat menshoot bola dengan sangat mudah.

 

“Hyukkieya?” suara cempreng yang sangat Hyukkie kenal menghentikan gerakan tangannya, Hyukkiepun menoleh. Mata sipitnya mendapati sahabatnya, Wookie tengah berlari ke arahnya. “Kau pasti lelah. Minum ini!” Wookie mengeluarkan minuman isotonik, membukanya dan menyodorkan minuman itu ke Hyukkie.

 

Gomawo!” Hyukkie tersenyum kemudian membasahi tenggorokannya yang kering dengan minuman dari Wookie.

 

“Eung— apa kau punya masalah?” Wookie bertanya dengan hati-hati.

 

Eobseo..,” jawab Hyukkie singkat. “Apa Siwon bercerita macam-macam kepadamu?”

 

“Donghae,” Wookie memberi jeda, “dia terlihat buruk hari ini.”

 

“Dia hanya berakting,” sanggah Hyukkie sarkatik, “aku yakin dia hanya ingin merebut hatimu.”

 

“Hyukkieya, mungkin kau akan marah bila mengingat semua perilakunya dulu,” tangan mungil Wookie mulai membelai punggung sahabatnya. “Bukankah sekarang Donghae telah berubah—menjadi lebih baik?”

 

“Seharusnya kau tak menjadi sahabatku, Wookieya,” Hyukkie menatap Wookie dengan tatapan menusuk, “jangan mencoba mempengaruhiku seperti Donghae!” bola itu terlempar begitu saja dari tangan Hyukkie, terlihat wanita itu hanya berjalan menghindari sahabatnya sendiri.

 

Oh, tidak. Baru kali ini ia menusuk perasaan Wookie dengan perkataannya. Entah mengapa hatinya begitu tersayat ketika bentakan dari mulutnya teringat. Wookie, sahabat yang selalu setia di sampingnya itu kini hanya bisa berdiri mematung. Dan dia? Hyukkie menghentikan langkahnya, kemudian berbalik.

 

Gomawo!” teriak Hyukkie, “Jeongmal gomawo!”

 

OoOoO

 

Hyukkie duduk di atas sofa dengan tatapan kosong. Entah mengapa ia merasa begitu hampa ketika suasana apartemennya kembali menjadi tenang seperti ini. Ia merindukan sosok yang pernah tinggal bersamanya walau hanya beberapa hari. Ia rindu sosok Donghae yang innocent. Ia rindu sosok Donghae yang cerewet. Ia rindu sosok Donghae yang manis.

 

Ting tong. Bel pintu itu terdengar, begitu menyentak Hyukkie. Dengan semangat menggebu, Hyukkie membuka pintu apartemen itu. Hati kecilnya sangat berharap Donghaelah yang berkunjung malam ini.

 

“Siap—” pertanyaan itu urung terucap bersamaan dengan pintu apartemen yang Hyukkie tutup kembali. Ia tak menemukan sosok Donghae, melainkan seorang Choi Siwon!

 

Jagiya, tolong buka pintunya!” suara berat Siwon terdengar, “aku tak akan macam-macam!” tegasnya lagi.

 

Krek. Hyukkie membuka pintunya sedikit demi sedikit. Ditatapnya wajah teduh milik Siwon. Benar, wajah laki-laki itu begitu suci. Apa Siwon baru saja pergi melakukan pengakuan dosa? Hyukkie membuka pintunya, mempersilahkan laki-laki itu masuk ke dalam.

 

Sebuah atmosfir canggung menyelimuti hati mereka masing-masing. Tak ada yang mencoba membuka suara, hanya sekedar bertatap canggung.

 

“Ini..,” laki-laki itu meletakkan boiquet cantik diatas meja. “Aku ingin meminta maaf—”

 

Gwaenchanha,”  potong Hyukkie cepat. “Aku telah melupakannya.”

 

“Bisakah kita mengulangi semua dari awal?”

 

Ani,” jawab Hyukkie dengan nada dingin. “Kurasa tak perlu.”

 

Siwon terdiam membisu. Untuk detik ini ia merasa semua otot tubuhnya melemah, perasaannya hancur, dan pikirannya kalut. Jadi inikah yang Hyukkie rasakan ketika Siwon memutuskan untuk meninggalkan Hyukkie dulu? Sangat sakit.

 

“Baiklah,” Siwon membuka suaranya kembali, mata teduh itu menatap wajah Hyukkie. “Bolehkan aku memelukmu?”

 

Hyukkie mengangguk. Siwon pun menghapus jarak yang memisahkan tubuh mereka. Ia rasakan suhu tubuh Hyukkie yang hangat ketika Siwon mulai memeluknya. Bisa dirasakan bahwa ia begitu menikmati semuanya.

 

Jadi mereka telah kembali? Suara batin seorang manusia terdengar di dalam keheningan. Tak sengaja mata onyx itu menatap pemandangan yang tak patut ia lihat. Donghae tersenyum kecil. Beberapa menit lalu ia ingin mengunjungi Hyukkie. Dan ketika ia mendapati pintu apartemen Hyukkie yang tak tertutup sempurna, Donghae masuk tanpa ijin.

 

Dan sekarang, ia mendapati Hyukkie tengah berpelukan dengan Siwon?

 

OoOoO

 

Hyukkie berjalan menyusuri taman kampus. Ia tatap sekeliling kampus itu, berusaha untuk mencari sosok yang sangat ia rindukan. Dari mulutnya terdengar senandung kecil, hanya untuk menyemangati harinya kali ini.

 

Hei, tunggu! Apa Hyukkie tak salah lihat? Orang yang ia rindukan, Donghae, tengah berjalan di taman dengan seorang wanita cantik. Tangan Donghae sibuk membelai rambut wanita tersebut, dan tatapan lembut itu tertuju pada wanita cantik yang berjalan di sampingnya? Oke. Wanita dalam dekapan Donghae sangatlah cantik, memiliki tubuh tinggi, senyum menawan, dan sepertinya sangat menarik.

 

“Kau berbohong, Lee Donghae!”

 

TBC

 

Music : Talk To You by SHINee

 

Mianhae (미안해) : maaf

Jagi (자기) : panggilan sayang bagi orang yang tengah berpacaran

Wae (왜) : kenapa?

Andwae (안돼) : jangan

Gajima (가지마) : jangan pergi

Gomawo (고마워) : terimakasih

Eobseo (없어) : tidak ada, tidak punya

Jeongmal , jinnja (정말 , 진짜) : benar-benar

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

Ani (아니) : tidak

 

34 thoughts on “You’re Lied! Part 7

  1. Kyaaaaaa!! #histeris
    Akhirnya eunhae aakan kembali bersatu
    Ckck
    Coba klo dr dlu tuh abang kuda gak ganggu #plaaak
    Itu siapa pula pake di peluk donghae sgala -.-

  2. Bener2 cinta yg rumit antara hyukie dan hae!😦
    hae udh inget semua tapi hyukie nga percaya sama hae kalau hae udah tobat? Jdi hae jadi playboy lagi? Tapikan entar hae nga jadi playboy lagikan? *pertanyaan yg aneh*😀
    hmm cepetlah ketemu(?) jalan keluar’a biar pada nga salah paham =,=

  3. Aduh aduh aduuuuhhh… Lee Dongdong, Lee Dongdong. Saat Hyukkie berniat menerima kamu kembali, kenapa malah kamu peluk2an sama yeoja lain?

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s