You’re Lied! Part 6

Title : You’re Lied

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

Pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk ) slight KyuMin ,

and etc

 

Part : 6/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Ketika mantan kekasihmu itu berubah, apa kau akan menerimanya kembali?” Donghae bertanya dengan nada seduktif.

 

“Tidak!” jawab Hyukkie tegas, “aku sangat membencinya!!”

 

Luntur sudah harapan Donghae. Walaupun sekarang ia dapat memeluk Hyukkie, namun bukan berarti ia dapat mendapatkan Hyukkie seperti dulu. Ia merasa aliran darah dan pikirannya tercekat, otot-otot tubuhnya tiba-tiba melemah, seakan-akan ia tak dapat menopang berat badannya sendiri. Yah, Lee Donghae, kau benar-benar kalah.

 

OoOoO

 

Donghae menyeret kakinya menjauhi kelas, baru saja laki-laki itu menyeselaikan kelasnya. Hatinya yang patah benar-benar mengambil jalan pikir otaknya. Bukankah itu gila? Hei, kemana Lee Donghae yang playboy, cool dan selalu terlihat sempuran itu? Sudah matikah?

 

Benar. Lee Donghae yang seperti itu telah mati. Dan sekarang telah bereinkarnasi menjadi seorang sosok Lee Donghae yang lemah karena perihal cinta. Dulu seorang Lee Donghae sering sekali mempermainkan cinta. Dan sekarang? Cintalah yang mempermainkan perasaan Donghae.

 

Brak. Donghae melemparkan tasnya di atas bangku taman. Iapun membanting tubuh lelahnya di atas kursi, kemudian menengadahkan kepalanya untuk menatap langit. Hah, dulu Donghae tak akan pernah mengalami kesepian yang luar biasa seperti saat ini. Kalaupun merasa bosan, Donghae akan menelpon salah satu yeojachingunya.

 

Tapi untuk sekarang, tidak bisa.

 

OoOoO

 

Ya, Cho Kyuhyun! Jangan mengikutiku terus!” wanita bergigi kelinci itu berlagak sebal ketika stalker yang tampan itu terus mengikutinya. “Aish, Cho Kyuhyun!” perempuan itu kian marah setelah Kyuhyun menyibak rok mininya.

 

“Hehehe, kau manis, noona!” laki-laki itu semakin memperlihatkan evil smirknya. “Mendekatlah noona, kau pasti lebih aman bila berada di dekapanku,” Kyuhyun mencium pucuk kepala Minnie, hidungnya yang mancung itu menghirup aroma rambut Minnie.

 

“Cho Kyuhyun! Apa-apaan kau ini!” amarah Minnie semakin memuncak ketika ia mendapat perlakuan seperti itu dari seorang Cho Kyuhyun.

 

Noona, lihat! Donghae hyung akan menghampirimu,” kata Kyuhyun seraya melirik ke arah Donghae yang tengah berjalan menghampiri mereka. “Diam di sini atau Donghae hyung akan terus mendekatimu.”

 

“Hai, Minnie..,” sapa Donghae seraya mengatur nafasnya. “Kau tahu dimana Hyukkie?”

 

“Hyukkie?” Minnie mengeryitkan alisnya. “Ada perlu apa dengannya?” tanya Minnie dengan nada super sinis, cukup untuk membuat seorang Lee Donghae bergidik.

 

“Aku lihat dia bersama Siwon yung di.. eung.. lapangan basket?” Kyuhyun menyahut,

 

Gomawo, Kyu! Aku pergi dulu!”

 

OoOoO

 

Donghae pov

 

Bisa kulihat, sosok wanita cantik dengan celanan pendek yang memamerkan paha putih mulusnya dan baju setelan olahraga yang tampak begitu kecil di tubuhnya. Sexy, bukan? Yah, dia sangat cantik, sexy dan juga sangat baik. Ku lihat ia tengah berusaha memasukkan bola basket itu ke keranjang yang bahkan jauh lebih tinggi dari tubuhnya. Wajahnya yang manis itu terlihat semakin sempurna ketika sinar matahari sore menerpa wajahnya.

 

Dia tampak begitu bodoh, atau apa sih? Kemana kemampuan basket yang kuajarkan dulu? Aku tak melihat Hyukkie memasukkan satu pointpun. Bukankah Hyukkie dapat dengan mudah melakukan three point? Dia tampak terlalu lelah, keringatnya sukses membuat seluruh bajunya basah. Namun, dia terlihat masih terus berusaha memasukkan bola itu ke keranjang. Manis sekai.

 

End of Donghae pov

 

Bruk! Tubuh Hyukkie terjatuh dengan indahnya ketika ia mencoba melompat tinggi. Membuat laki-laki yang berdiri tak jauh darinya itu segera berlari menghampiri Hyukkie.

 

Gwaenchanha?” tanya Donghae panik, tampak terlihat jelas kalau Donghae tengah sangat khawatir.

 

Hyukkie mengangguk, kemudian berusaha berdiri. “Akh!” tubuh Hyukkie jatuh kembali. Perempuan bertampang lucu itu meringis kesakitan, sepertinya kakinya terkilir akibat kecelakaan tadi.

 

“Kau bisa berdiri? Mau aku gendong?”

 

Hyukkie tak dapat menolak. Donghae tampak telah menyiapkan punggungya, Hyukkiepun merangkak dan menaiki punggung Donghae. “Gomawo,” ucapnya pelan ketika Donghae mulai mengangkat tubuhnya.

 

“Tubuhmu berat,” kritik Donghae diselingi tawa khasnya.

 

Hyukkie menyandarkan kepalanya di pundak Donghae, ia eratkan pelukan tangannya. Hangat. Sudah lama sekali Hyukkie ingin diperlakukan seperti ini. Ia mencium parfum Donghae yang begitu maskulin menurutnya.

 

Tes. Tes. Gerimis air mulai turun dari gumpalan awan abu-abu di atas sana. Membuat perempuan dan laki-laki itu sedikit kaget.

 

Omo! Hujan!” Donghae berteriak kemudian mempercepat langkah kakinya. Bisa gawat bila ia membiarkan Hyukkie terkena hantaman air hujan dan akhirnya terkena flu. Oh, tidak.

 

“Donghaeya, pelan-pelan!”

 

Donghae terus berlari, meninggalkan lapangan yang luas itu menuju ke pinggir lapangan. Tak dapat di-pungkiri, hampir seluruh tubuh Hyukkie basah.

 

Mian..,” ucap Hyukkie pelan, matanya menatap langit seolah-olah ingin menghitung tetesan air yang turun.

 

Gwaenchanha..,” Donghae menatap lembut wajah Hyukkie, “apa kau kedinginan?” tanya laki-laki itu ketika melihat tangan Hyukkie yang merengkuh tubuhnya sendiri.

 

“Eung..,” Hyukkie mengangguk, melemparkan gummy smilenya kepada Donghae.

 

“Pakai saja ini,” Donghae membuka hoodie yang ia pakai, “bajuku kering karena kau melindungiku.”

 

Gomawo, dasi hanbeon gomawo,” Hyukkie tersenyum. “Aku harus menelpon Siwon sebelum ia khawatir dan mencariku,” tangan Hyukkie merogoh tasnya, kemudian mengambil ponsel mini galaxy miliknya.

 

“Tunggu!” tiba-tiba Donghae merampas ponsel di genggaman Hyukkie.

 

“Eung?” alis mata Hyukkie terpaut, heran sekali ia.

 

“Tidak baik menyalakan ponsel ketika hujan! Apalagi menelpon!” jawab Donghae seraya ‘melucuti’ benda elektronik milik Hyukkie.

 

“Donghaeya,” Hyukkie menolehkan kepalanya. “Apa kau baik-baik saja?”

 

“Maksudmu?”

 

“Aku rasa aku harus membawamu ke rumah sakit untuk memastikan keadaanmu.”

 

“Huh?” Donghae menatap cengo sosok perempuan di sampingnya, itu berarti kenyataan bahwa ia telah sembuh dari amnesia akan segera terungkap. Setelah Hyukkie tahu, pastilah ia akan diusir dari apartemen Hyukkie. Tidak, ia tak mau seperti itu. Bagaimanapun ia ingin menebus dosanya. Menebus kesalahannya yang telah membuat Hyukkie sakit hati di masa lalu. “Hyukkiyah~” Donghae memberi jeda, “aku baik baik saja.”

 

“Bagaimana aku bisa percaya?” Hyukkie menyangkal, “bahkan beberapa hari yang lalu kau pinsan.”

 

“Apa kau.., khawatir?”

 

Hyukkie tersenyum, sebuah senyuman semu terlukis di bibir sexynya, “tentu saja.”

 

Tiba-tiba lengan berotot milik Donghae merengkuh tubuh kecil Hyukkie, membuat perempuan itu tersentak karena rasa kaget yang tiba-tiba melandanya. “Teruslah mengkhawatirkanku.”

 

“Apa yang kau katakan, lepas!” Hyukkie berkata dengan nada sarkatik, munafik sekali perempuan itu. Hati kecilnya terus berkata bahwa ia benar-benar menikmati pelukan Donghae yang hangat. Namun perlakuannya?

 

“Biarkan terus seperti ini selama beberapa menit,” bisik Donghae pelan.

 

Hyukkie terdiam,membiarkan Donghae untuk menyandarkan tubuhnya. Pikirannya terus melayang, mengingat kembali sosok Donghae yang telah menyakitinya. Tak dapat dipungkiri bahwa ia tersakiti karena sifat Donghae yang tak wajar seperti ini. Entah mengapa tiba-tiba hatinya terasa sesak. Ia berkeringat dingin di udara yang seperti ini.

 

“Hiks!” Hyukkie membungkam mulutnya, mencoba untuk meredam isakannya yang tiba-tiba muncul. Gertakan gigi Hyukkie terdengar, air mata itu mengalir deras membasahi pipinya. Suara gemericik air yang jatuh dari langit membuat suara isakan Hyukkie sedikit tersamarkan.

 

“Kau tahu Hyukkie, aku rasa aku jatuh cinta.”

 

Bahu Hyukkie semakin bergetar hebat setelah ia mendengar pernyataan Donghae. Benar, Hyukkie tahu Donghae tengah jatuh cinta. Tapi cinta itu bukanlah untuknya, melainkan untuk Minnie! Sahabatnya! Jujur saja hatinya sangat tersakiti. Hatinya terasa sangat sesak.

 

Namun, nampaknya Tuhan ingin Donghae tahu bahwa Hyukkie tengah menangis. Terbukti dengan getaran bahu Hyukkie yang dapat dirasakan oleh Donghae.

 

“Kenapa bahumu..?” mata sipit Donghae terbelalak ketika pupil gelapnya menangkap sosok Hyukkie yang tengah menangis. “Kenapa menangis?”

 

Hyukkie membungkam mulutnya, kemudian menggeleng. Ia masih menunduk, membiarkan air matanya menghantam kulit pahanya.

 

“Wae? Katakan padaku!” Donghae mencengkeram kuat bahu Hyukkie, kemudian menatap wajah Hyukkie dengan seksama.

 

“Aa aku.. mm membencinya.. hiks..” jawab Hyukkie di sela-sela tangisannya.

 

Entah mengapa perasaan bersalah itu kian merasuk di celah hati Donghae. Sepertinya ia tahu siapa yang membuat Hyukkie menjadi seperti itu. Orang jahat yang telah melukai hati lembut Hyukkie adalah, dirinya, Lee Donghae!

 

Mianhae,” ujar Donghae, tangannya merengkuh kembali tubuh Hyukkie yang hampir membeku. “Mianhae..” Donghae mengulangi perminataan maafnya, bibirnya mengecup lembut pucuk kepala Hyukkie.

 

OoOoO

 

Laki-laki berlesung pipit itu tersenyum getir ketika ia melihat seorang perempuan yang sangat ia cintai tengah berada di pelukan laki-laki lain. Terlebih laki-laki tersebut adalah ‘mantan kekasih’ Hyukkie. Jantung hatinya terasa ngilu, sakit sekali rasanya. Telapak tangannya sukses mengepal, seperti siap menantang siapapun di depannya. Termasuk Donghae.

 

Hei, laki-laki itu tengah cemburu, cemburu buta!

 

OoOoO

 

“Tidur saja dulu, sepertinya kau demam!” ujar laki-laki itu seraya mengamati angka yang terpampang di termometer berwarna pink tersebut. “Benar, kau demam.”

 

“Aihh, kepalaku pusing,” ujar Hyukkie seraya menarik selimutnya.

 

“Jangan banyak bergerak. Minum ini!” Donghae menyodorkan coklat hangat, “maaf aku tak bisa memberimu susu strowberi.”

 

“Susu—setrowberi?” Hyukkie terheran, “dari mana kau tahu aku suka strowberi?”

 

Jackpot. Saat ini Donghae lupa kalau ia terkena amnesia. Wanita yang berbaring lemah di hadapannya kini menatapnya tajam, seolah-olah tengah menunggu jawaban dari seorang pelaku kejahatan.

 

“Bukankah setiap hari kau selalu minum susu strowberi?” jawab Donghae dengan setenang mungkin. “Istirahatlah.”

 

“Eung..,” Hyukkie menidurkan kembali tubuh kecilnya. “Gomawo.

 

OoOoO

 

Bel apartemen itu terdengar nyaring, mengusik sunyinya pagi itu. Donghae yang masih enggan untuk menemui tamu di pagi hari hanya berdecak sebal. Namun pada akhirnya iapun berjalan menghampiri pintu keluar.

 

Seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap berdiri di depan pintu apartemen. Terlihat bouquet cantik di tangannya, laki-laki itu tersenyum walau Donghae tahu senyum itu benar-benar hampa.

 

“Dimana Hyukkie? Apa dia masih tidur?” tanya Siwon seraya menyelonong masuk ke dalam.

 

“Dia demam. Biarkan dia istirahat dulu,” jawab Donghae dengan wajah masam.

 

“Apa? Demam?” Siwon melangkahkan kakinya menuju kamar, dan benar saja. Wanitanya kini tengah tergeletak tak berdaya di atas ranjang. Matanya masih tertutup rapat. “Jagiya?” Siwon mengecup lembut bibir Hyukkie, membuat seorang laki-laki yang berdiri di ambang pintu menjadi sedikit geram.

 

Ya! Apa yang kau lakukan?”

 

“Apa? Aku hanya mencuri morning kiss dari kekasihku,” jawab Siwon seraya memberikan sebuah penekanan kata ‘kekasihku’. Sedikit menyindir Donghae memang. “Padahal hari ini aku ingin mengajaknya jalan-jalan.”

 

“Jangan bawa Hyukkie kemanapun!” Donghae membentak laki-laki berlesung pipit itu.

 

“Eung.. kenapa kalian ribut sekali?” Hyukkie membuka matanya pelan karena merasa terganggu oleh adanya dua suara yang berisik.

 

“Hyukkieya? Gwaenchanha?” telapak tangan Siwon membungkam jemari Hyukkie, matanya menatap wajah pucat Hyukkie dengan sinar kekhawatiran.

 

Gwaenchanha,” jawab Hyukkie seraya memaksakan senyum mengembang di kedua bibirnya.

 

“Aku telah membuatkanmu bubur, bagaimana kalau makan dulu?” Donghae menyahut.

 

“Tidak. Kau harus sarapan di rumahku,” sanggah Siwon cepat, “eommaku baru saja mengirim daging. Dia bilang aku harus memakannya dengan kekasihku.”

 

“Apa kau bilang? Hyukkie tak akan makan daging!” Donghae berteriak.

 

“Sudahlah Donghae, aku akan pergi dengan mu Siwon,” Hyukkie kembali mengeluarkan suaranya. Perempuan itu berjalan menuju almari pakaian dan mengambil jaket tipis berwarna coklat. “Aku pergi, Donghaeya.”

 

Laki-laki itu hanya dapat menatap cengo pemandangan yang ada di depannya. Perempuan itu lebih memilih dengan Siwon? Donghae berjalan gontai menuju dapur, kemudian duduk di kursi makan. Perlahan tangannya membuka penutup mangkok bubur Hyukkie. Ia tersenyum ketika melihat kacang polong berbentuk tulisan ‘I LOVE YOU’ berjejer.

 

Pagi ini Donghae khusus bangun pagi-pagi. Untuk apa lagi kalau bukan untuk menyiapkan sarapan istimewa untuk Hyukkie yang sakit. Pertama tama ia harus membuat bubur sehat, kemudian menghiasinya dengan jejeran kacang polong berwarna hijau segar. Berulang kali ia membongkar jejeran-jejeran kacang polong tersebut ketika ia merasa tatanan yang ia buat tidaklah perfect.

 

“Aku bodoh sekali,” Donghae menyendok bubur itu kemudian melahapnya, menelan bubur tersebut bersamaan dengan rasa sakit yang melanda hatinya.

 

OoOoO

 

Siwon menutup pintu kamarnya, seraya mengunci pintu tersebut. Ia lihat kekasihnya yang kini tengah berjalan menuju kursi santai di dekat ranjangnya. Mungkin terlalu kenyang, mengingat Hyukkie menghabiskan dua porsi steak daging sapi.

 

“Hyukkieya?” Siwon memanggil Hyukkie pelan, membuat perempuan itu menoleh seketika. “Kau mencintaiku, ‘kan?”

 

“…” pancaran cahaya dari mata Hyukkie meredup ketika ia mendengar pertanyaan Siwon. Hatinya sedikit tak enak mengakui semuanya. Ia tatap wajah Siwon yang benar-benar mengharapkan jawaban darinya. Ia mengerti, Siwon sangat mencintainya. Siwon adalah laki-laki baik, berbeda dengan seorang bernama Lee Donghae.

 

“Kau benar-benar—tak ada perasaan dengan Donghae kan?” Siwon kembali bertanya.

 

Hyukkie tertawa getir, untuk kesekian kalinya ia harus membohongi Siwon dengan jawaban-jawabannya. “Tidak.”

 

“Tapi kenapa kau begitu dekat dengannya?”

“Karena Donghae adalah teman satu apartemenku.”

 

“Bisakah kau tinggal denganku? Donghae bisa tinggal sendiri, ‘kan?” tangan Siwon merengkuh pipi Hyukkie, memaksa mata Hyukkie untuk menatapnya.

 

“Tidak bisa Wonnie-ah..,” jawab Hyukkie seraya tersenyum.

 

“Wae?” Siwon beringsut kecewa. “Kau kekasihku.”

 

“Tapi bukan berarti kau bisa mengaturku.”

 

“AKU MENYURUHMU TINGGAL DENGANKU KARENA AKU TAK SUKA MELIHAT KEDEKATANMU DENGAN DONGHAE!” Siwon berteriak, sukses membuat perempuan itu terkejut. “KATAKAN SAJA KALAU KAU MASIH MENGHARAPKANNYA, ‘KAN?”

 

Oh, tidak. Rahasia Hyukkie telah terbongkar, dan hal itu membuat Siwon sangat marah. Hyukkie menatap Siwon yang tengah duduk di atas ranjang. Bagaimanapun ia hanya ingin diam, tak berniat sekalipun menjawab pertanyaan Siwon dengan kebohongannya yang lain.

 

“Sudahlah, aku tak ingin kita bertengkar,” Hyukkie beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju pintu kamar Siwon untuk keluar. Tangan kecilnya memutar knop pintu, namun, knop pintu itu terkunci. “Siwon-ah, kau menguncinya?”

 

“Tak akan kubiarkan kau lari,” Siwon berkata dengan nada sarkatik yang terkesan horny. Laki-laki itu berjalan mendekati Hyukkie, kemudian menghimpit tubuh Hyukkie dengan tubuhnya. Dapat ia lihat wajah Hyukkie yang mulai berkeringat dingin, wanita itu takut.

 

“Mm –mau ap—” Hyukkie urung mengungkapkan pertanyaannya. Bibir sexy itu telah terbungkam oleh bibir Siwon yang kenyal. Kasar. Itulah deskripsi yang tepat untuk ciuman Siwon kali ini. Ini tak selembut ciuman Siwon dulu, Hyukkie tahu Siwon kesal terhadapnya. Dan ia juga tahu ciuman kali ini adalah ciuman kekesalan Siwon. Siwon melepaskan ciumannya, kemudian menyeret Hyukkie ke ranjang.

 

“Tunggu, mau apa ka—akh!” Siwon membanting tubuh Hyukkie, membuat wanita bertubuh kecil itu terjungkal di atas lembaran sprei yang lembut. Siwon tak menjawab pertanyaan Hyukkie, iapun ikut merebahkan tubuhnya di atas tubuh Hyukkie. Dan itu sukses membuat Hyukkie illfeel.

 

Siwon mencium tengkuk Hyukkie walau tangan Hyukkie sedari tadi tak berhenti berontak. Siwon semakin intens menciumi leher Hyukkie. Tangannyapun tak tinggal diam. Berulang kali ia mencoba membuka kancing baju Hyukkie, membuat perempuan itu berteriak.

 

“Siwon-ah? Aa—apa yang kk—kau lakukaan?” tangisan Hyukkie pecah ketika Siwon sukses membuka kemeja Hyukkie. Perempuan itu mengerang hebat ketika siwon tak mendengar semua pembelaannya. Sekarang tangan siwon bergerak menuju rok mini Hyukkie. “Hentikan!”

 

Percuma saja Hyukkie berteriak keras dan memohon, Siwon sama sekali tak menghiraukan erangan Hyukkie. Bibirnya itu terus menciumi tengkuk Hyukkie, meninggalkan bekas kemerahan di sana. Tangannya siwon terus ‘bekerja’ di tubuh Hyukkie. Sementara bibirnya sibuk menciumi tubuh kekasihnya itu.

 

“Ss—siwon-aah..”

 

TBC

 

Music : Troble Maker by Hyunah

 

Yeojachingu (여자친구) : kekasih perempuan

Ya (야) : bentakan ala orang Korea

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk–

Hyung (형) : kakak lk –pemanggil lk–

Gomawo (고마워) : terimakasih (informal)

Gwaenchanha ( 괜찮아) : tidak apa-apa

Omo (어머) : astaga, ya Tuhan

Mian (미안-해) : maaf

Dasi hanbeon (다시 한번) : sekali lagi

Jagiya (자기야) : panggilan sayang untung orang yang berpacaran

Eomma (엄마) : ibu

42 thoughts on “You’re Lied! Part 6

  1. Huweee~ kasihan hyukkie..
    Aduuhh siwon protect bgt..
    Tp agak lupa deh ma endingnya..
    Yg d’inget cmn balik lg ma donghae..
    Itu doang..

    Gamsahamnida~

    Sign,
    KarooMinnie

  2. Ahahay ada kyumin n’ eunhae moment dalam satu chap xD
    Astaga hae, knp gak dr dlu aja lu kya gtu
    Grrr jd geregetan
    Astaga bang siwon! Apa yg kau lakukan pd hyukkie pak pastor yg agung u.u
    Jahat skali kamu

  3. Cie KyuMin ada moment’a jg walaupun cmn dikit haha ….
    Bang won tega banget ente kepada hyukie😦 kasian hyuki’a itu😦 walaupun aku pecinta NC tp nga tega klau baca NC’a itu sebuah tuntutan apalagi dengan kasar =,=
    kasian hyukie lagi sakit tauuuuuu😡
    trus gimana tuh sama hyukie? Apa ntar hyukie ke bobolan(?)😀
    baca next’a😀 hehe

  4. Loh kok siwon begitu sih?. :O
    Hadeeeeh~
    Bingung dah sama mereka bertiga.o_O
    Pasti hyukkie bakal benci banget sama siwon, walaupun donghae playboy tapi dia g sebejat wonnie.

  5. mwo siwon knapa amat kasar mha hyuk. . . . Cm krn tkt kehlangan hyuk jdi siwon melakukan hal yg tdk wajar. . . Hae cepat selamatkan hyuk. . .

  6. Ini sedih …

    Eonni di kata-kata ini “Sudahlah Donghae, aku akan pergi dengan mu Siwon” harusnya “Sudahlah Donghae, aku akan pergi dengan mu Siwon~ah.” Karena si hyuk lagi ngomong ke Siwon disitu…. Sekian🙂

  7. aih, bikin kacang polong tulisan ILU, mumumumu.. to twit sekalee, kapan kyuhyun bakal kek gtu ke sungmin, jgn bisanya cuma buka rok doang (?). Aduh siwon lu ngapain – – gua jamin hyuk bakal mutusin elu, dan kembali ke pelukan ikan dongdong {}

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s