You’re Lied! Part 5

Titel : You’re Lied

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

Pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk ) slight KyuMin ,

and etc

 

Cast : Choi Siwon , Lee Sungmin , Kim Ryeowook

 

Part : 5/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

“Kau manis sekali, Minnie..,” Donghae berujar dengan tampang sepolos mungkin. Dan itu sukses membuat Minnie sweatdrop.

 

Hei, playboy ini mencoba menggodaku? Batin Minnie semakin sebal. Ingin rasanya ia membantai Donghae sekarang juga. Bagaimanapun ia sama sekai tak terima Donghae menggodanya seperti itu. Apa Donghae tak tahu, Minnie adalah sahabat baik Hyukkie, perempuan malang yang telah Donghae sia-siakan. Perempuan malang yang telah Donghae sakiti dan hancurkan. Dan sekarang, Hyukkie kembali harus tersakiti karena amnesia Donghae yang melibatkan Hyukkie.

 

Oh Tuhan, sudah berapa kali Hyukkie melakukan pengakuan dosa? Dan mengapa sampai sekarang nasib baik tak kunjung ia dapat? Hei, tunggu! Untuk saat inipun Minnie tak berhak untuk mengatai Donghae yang telah menggodanya. Bukankah Donghae itu amnesia? Ia tak tau apa-apa.

 

Dan jangan sampai Hyukkie tahu kalau Donghae mulai merayunya. Itu akan membuat Hyukkie semaki sedih, begitulah pikir Minnie. Yah, ia sangat tahu bagaimana perasaa seorang yeoja ketika dikhianati oleh kekasihnya. Karena Minnie juga pernah merasakannya. Yah, mantan kekasihnya, Cho Kyuhyun dulu pernah mengkhianatinya. Dan semenjak itu, Minnie memutuskan untuk lost contact dengan Kyuhyun, walau kata orang-orang Kyuhyun sangat sering mengawasi gerak-geriknya.

 

OoOoO

 

“Siwon-ah, bisakah kau tak menatapku seperti itu?” Hyukkie terlihat sedikit tak nyaman ketika Siwon terus memperhatikan wajahnya. Bahkan ketika Hyukkie mulai menyantap ramen yang ia pesan di kantin siang itu.

 

Wae? Kau masih terlihat cantik seperti dulu,” puji Siwon, sontak membuat Hyukkie tersedak.

 

“Uhuk uhuk..,” telapak tangan Hyukkie menutupi mulutnya, terlihat sekali bahwa Hyukkie benar-benar malu karena telah melakukan hal yang bodoh di depan umum.

 

“Hyukkieyah?” suatu suara bersamaan dengan sebuah telapak tangan sukses mendarat di pundak Hyukkie, membuat Hyukkie memutar kepalanya untuk mengetahui siapa yang mencoba menegurnya. “Kau tak bersama Minnie?” Donghae bertanya kemudian memilih duduk di samping Hyukkie.

 

Ani,” raut wajah Hyukkie semakin memerah, Siwon tahu kalau Hyukkie kini tengah menahan ‘sesuatu yang bergejolak’ ketika Donghae datang dan duduk di sampingnya.

 

“Siapa dia, nona cantik?” Siwon bertanya seraya melirik ke arah Donghae.

 

“Dia—”

 

Roomate Hyukkie, Donghae, Lee Donghaeibnida..,” potong Donghae seraya menjulurkan tangannya, mengajak Siwon berjabat tangan sebagai tanda pengenalan. “Dan kau?”

 

“Choi Siwonibnida, calon suami Hyukkie!”

 

Mata Hyukkie membulat, ia pandang Siwon yang kini tengah cengar-cengir. “Tidak. Jangan dengarkan dia, Donghaeya!” sanggah Hyukkie dengan mengibas-ngibaskan tangannya. “Kau apa-apaan sih?” Hyukkie menatap Siwon sebal.

 

Jujur saja Siwon kecewa dengan ekspresi Hyukkie. Itu berarti Hyukkie telah menolaknya, bukan?

 

“Kira-kira dimana Minnie?” tanya Donghae tiba-tiba.

 

“Biasanya dia ada di ruang musik, dengan Wookie,” jawab Hyukkie dengan tampang jenuh.

 

“Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu.”

 

Tidak sopan. Jadi Donghae kemari hanya untuk menanyakan Minnie? Memuakkan! Batin Hyukkie sebal.

 

“Jadi, dia mantan kekasihmu? Kau bilang, dia juga mengidap amnesia.”

 

“Untuk saat ini,” sanggah Hyukkie cepat. “Entah mengapa rasanya Tuhan kali ini benar-benar ingin mengujiku,” ucap Hyukkie sarkatik.

 

“Sudah aku bilang, ‘kan, kalau kau mau kau bisa tinggal di rumahku.”

 

“Akan ku lakukan bila Donghae tak mengidap amnesia Siwon-ah.”

 

OoOoO

 

Laki-laki tampan itu terlihat fokus pada seorang yeoja bermata kelinci yang tengah sibuk berbicara dengan Wookie. Siapa lagi kalau bukan Minnie alias Lee Sung Min. Sebenarnya, kalau boleh jujur Minnie sangat jengah dengan pandagan Donghae. Namun, untuk saat ini Minnie harus benar-benar diam.

 

“Donghae hyung!” suara bass seorang laki-laki kembali membuat Donghae tersadar dari lamunannya.

 

“Eung?” Donghae mengerutkan alisnya, siapa namja yang menyapanya ini?

 

“Sedang lihat apa, hyung?” tanyanya dengan penuh selidik.

 

“Itu..,” Donghae menunjuk yeoja dengan gigi kelinci di sana, “Minnie..”

 

“Jangan dekati dia, hyung. Dia itu milikku!” kata Kyuhyun seraya memelototi wajah Donghae. “Kau boleh dekati siapa saja, tapi jangan untuk Minnie noona!”

 

Laki-laki berambut blonde itu berjalan menghindar setelah mata Kyuhyun bertemu dengan mata Minnie. Yah, tak sengaja Sungmin menoleh ketika ia melihat Kyuhyun mulai mendekati Donghae. Siapa, sih,  yang tak tahu bahwa seorang Cho Kyuhyun adalah seorang stalker dari Lee Sung Min?

 

Tapi baguslah, Minnie lihat Donghae mulai membuang pandanganya. Entah kemana, namun sepertinya Donghae ingin menghindari kontak mata dengan Minnie. Minnie tahu, pasti Kyuhyun mengatakan bahwa Minnie adalah yeojachingu Kyuhyun. Karena itu Donghae menjadi tergagap.

 

Sedangkan Donghae? Laki-laki itu tampak sangat rusuh. Dia terlihat kalut dan tidak senang. beberapa kali ia mendesis ketika perkataan Kyuhyun terdengar seperti putaran sebuah kaset CD original. Minnie telah memiliki kekasih? Donghae memang berusaha untuk maklum, apalagi Minnie adalah yeoja yang manis menurutnya.

 

OoOoO

 

Siwon mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat melewati jalanan kota Seoul yang ramai dan padat. Gadis berambut lurus itu sedari tadi hanya memandang keluar jendela. Pikirannya sibuk melayang ke dunia yang berbeda. Jangan ditanya. Kali ini Hyukkie benar-benar khawatir akan Donghae. apa Minnie mengantar Donghae pulang hari ini? Apa sekarang Donghae telah berada di rumah?

 

“Kau sedang memikirkan apa?” pertanyaan Siwon sukses membuat ruh Hyukkie tertarik kembali ke dalam tubuhnya.

 

“Tidak,” jawabnya singkat seraya melempar senyum polos ke arah Siwon.

 

“Hari ini kau harus berkunjung ke rumahku,” Siwon menatap Hyukkie dengan pandangan tak dapat diartikan. Tangannya terlihat sibuk ‘bermain’ dengan kemudi mobilnya, kelihatannya ia sedikit tidak suka ketika mendapati Hyukkie yang hanya diam terbengong seraya memandang keluar jendela mobilnya.

 

Mobil sport itu perlahan memasuki suatu halaman, tak lama, mobil itupun berhenti di suatu ruangan gelap. Ruangan gelap dengan beberapa mobil mewah terparkir searah.

 

“Ayo turun, kau terus melamun sedari tadi,” Siwon mengetuk jendela mobil kemudian beringsut keluar.

 

Hyukkie tak mau banyak bicara, ia hanya ingin mengikuti Siwon dan memasuki rumah megah itu. Pikiran Hyukkie yang sedari tadi kalut membuat ia menjadi sedikit ‘aneh’. Ia hanya diam, sebelum akhirnya Siwon menegurnya ketika mereka telah sampai di sebuah kamar.

 

“Mulai besok aku akan mulai mengajar di kampusmu,” ujar Siwon tiba-tiba.

 

“Apa? Kenapa bisa begitu? Kau dulu sangat bodoh!”

 

“Hei! Aku berhasil menyeselaikan gelar masterku dalam kurun waktu satu tahun, kau tahu!” Siwon sedikit menambah oktaf nada suaranya. Nampaknya laki-laki itu sedikit sebal karena olokan Hyukkie.

 

“Baiklah, sekarang kau lebih pintar dariku,” ucap Hyukkie seraya mendudukkan tubuhnya di sofa santai di samping ranjang berukuran king size itu. “Sepi sekali.”

 

“Sudah ku katakan, aku tinggal sendiri,” laki-laki tampan itu berjalan menghampiri Hyukkie, kemudian duduk di atas ranjang.

 

“Di rumah sebesar ini?” mata Hyukkie menerawang, berputar menatap keadaan kamar tersebut. “Dimana para pelayanmu?”

 

“Mereka tak akan berani mengangguku.”

 

“Aah..,” Hyukkie bersunggut-sunggut, tampak sedikit ganjil baginya. “Lalu, kenapa kau kembali ke korea?”

 

“Itu..,” Siwon menggantung kalimatnya, entah mengapa intensitas degup jantungnya bertambah berknot-knot lebih cepat. Ia tatap wajah Hyukkie yang tengah menunggu jawabannya. Apa dia harus menjawabnya? Baik, hati Siwon benar-benar nampak mantap untuk mengatakan alasannya. “Kau..”

 

Ne?” Hyukkie menatap Siwon dengan tatapan bertanya, heran.

 

“Aku kembali ke korea, karena aku ingin bertemu denganmu.”

 

Mata mereka kini saling bertemu, menatap satu sama lain. Hyukkie menatap wajah hangat Siwon, wajah yang paling ingin ia lihat beberapa tahun lalu. Pernyataan Siwon yang baru saja tertangkap oleh gendag telingannya, apa semua itu nyata?

 

Tidak. Hyukkie tak boleh lagi terjebak dalam suatu cerita cinta yang rumit. Tidak untuk kali ini, dan selamanya. Hyukkiepun tak dapat mengungkiri bahwa ia masih memiliki secuil perasaan pada Siwon. Lalu bagaimana dengan Donghae? Bukankah Hyukkie juga mencintainya.

 

Siwon menggerakkan wajahnya, mencoba memperpendek jarak yang memisahkan wajahnya dengan wajah Hyukkie. Perlahan tangan lembut Siwon mulai meraba pipi tirus milik Hyukkie, bisa dirasakan dengan jelas oleh Hyukkie deru nafas Siwon yang berat menerpa wajahnya.

 

Chu~

 

Bibir Siwon dan bibir Hyukkie menyatu sempurna. Wanita itu hanya dapat membelakkan matanya. Bibirya kini tengah disapu oleh lembutnya bibir Siwon. Ia bahkan dapat merasakan tangan Siwon yang perlahan menekan tengkuknya, berusaha untuk lebih memperdalam ciumannya.

 

Oh Tidak, perasaan Hyukkie yang terbawa emosi semakin membuat wanita itu terlena. Ia tumpahkan semua kekesalan hatinya lewat ciuman Siwon yang mulai kasar. Hyukkie mulai mengerang, tangan kecilnya mencoba mendorong dada jantan milik Siwon untuk menghentikan ciuman mereka.

 

“Enggh—ss..,” Hyukkie terus mencoba berotak kembali, tangannya sedari tadi masih betah memukul dada Siwon.

 

“Hah~” ciuman itu berakhir bersamaan dengan tangan Siwon yang membiarkan kepala Hyukkie lepas.

 

“Aa—apa yang kau lakukan?” Hyukkie menghapus saliva milik mereka yang tercampur di setiap jegkal bibirnya.

 

“Hyukkieyah, kembalilah padaku,” tatapan mata Siwon tiba-tiba memelas, nampaknya ia akan memohon bila Hyukkie melepaskannya. “Di Amerika aku hampir gila karena terus merindukanmu.”

 

“Siwon-ah..,” Hyukkie tergugup, ia megalami sport jantung kali ini.

 

Jebal?” tangan Siwon membungkam jemari-jemari Hyukkie dengan erat, ia mencoba mengalirkan perasaan cintanya dari genggaman telapak tangannya.

 

Hyukkie membatu. Sebenarnya ini adalah sebuah kesempatan bagus, mengingat tawaran Siwon akan membuat Hyukkie lebih mudah melupakan mantan kekasihnya. Pelampiasan? Yeah, dengan berat hati Hyukkie harus memanfaatkan situasi ini.

 

“Eung..,” Hyukkie mengangguk membuat Siwon menautkan alisnya bingung. “Aku mau.”

 

OoOoO

 

Hari ini laki-laki tampan itu hanya terduduk di sofa. Broken heart yang ia rasakan membuat Donghae malas memasuki kelas di kampus. Jadi ia memilih untuk tinggal di apartemen.

 

“Aku pulang.”

 

Suara Hyukkie terdengar, itu berarti perempuan itu telah pulang. Donghae berjingkit sebal, bagaimana tidak, beberapa hari ini Hyukkie selalu pulang terlambat.

 

“Kemana saja ka—” Donghae urung melanjutkan pertanyaannya ketika seorang laki-laki tampan berjalan di samping Hyukkie. Ekor mata Donghae menangkap tangan mereka yang saling terpaut. Hei, pemandangan di depan itu sangat memuakkan bagi Donghae. “Ss—siapa?”

 

“Choi Siwon. Pacarku,” ucap Hyukkie dingin.

 

Pacarku. Trak!

 

“Akh!” tiba tiba Donghae merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Kalau di tafsirkan, mungkin seperti syaraf Donghae yang tiba-tiba terputus, membuat laki-laki itu menjatuhkan dirinya, tepat di depan Hyukkie dan.. laki-laki itu? Tangan Donghae meremas rambutnya dengan kuat, rasanya benar-benar sakit.

 

“Donghaeya? Gwaenchanha?”  seru Hyukkie panik ketika tiba-tiba Donghae terlihat seperti orang kesakitan.

 

“Akh!”

 

OoOoO

 

Laki-laki yang tengah tertidur lemah di atas ranjang berwarna babyblue itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Sedikit tidak nyaman mengingat kepalanya sedikit terasa pusing. Sepasang suara manusia terdengar, membahana dari ruangan lain di apartemen tersebut. Matanya berkeliaran, memandangi tempat dimana ia bangun.

 

Kamar Hyukkie? Bagaimana bisa aku di sini? Batin Donghae seraya memijit pelipis kepalanya.

 

Jagiya? Bisakah kau lebih tenang sedikit?” suara seorang laki-laki menginterupsi suara dengungan dari seorang perempuan berisik.

 

“Bagaimana aku bisa tenang, Siwon-ah!” kali ini suara perempuan dengan nada penuh kekhawatiran terdegar, “Donghae pinsan! Bagaimana kalau otaknya terguncang karena amnesia?”

 

Amnesia? Alis mata Donghae terpaut setelah ia mencuri dengar suara yang tengah ribut berdebat. Ia yakin itu suara Hyukkie, ‘kekasihnya’. Dan suara berat seorang laki-laki? Milik siapa?

 

Suatu rentetan kejadian terputar begitu saja di otak Donghae. Kejadian dimana ia tertabrak mobil ketika ia akan mengunjungi apartemen Hyukkie. Dan..

 

Tunggu. Amnesia? Jadi selama ini aku mengalami amnesia dan tinggal di rumah Hyukkie? Donghae kembali memikirkan arti perkataan yang baru saja ia dengar. Bagus sekali, dengan ini aku bisa mendekati Hyukkie.

 

Donghae memutuskan untuk bangkit, mencoba menghampiri Hyukkie yang ia kira berada di luar kamar tempat ia terbangun tadi. Dengan hati-hati Donghae memutar knop pintu berwarna emas itu.

 

“Donghaeya? Gwaenchanha? Kenapa tidak berbaring saja?” Hyukkie yang menyadari kehadiran Donghae segera berjalan menghampiri laki-laki tersebut, tanpa memperhatikan Siwon sedikitpun. “Apa kepalamu baik-baik saja?”

 

Hyukkie benarbenar khawatir. Donghae tersenyum dalam hati. Dia pun kembali berakting, menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“Istirahatlah dulu. Apa kau lapar, hm?”

 

Lagi-lagi Donghae menggeleng. Tampak Hyukkie yang beringsut lega ketika mengetahui jawaban Donghae.

 

Jagiya, aku pulang saja dulu,” tiba-tiba suara berat Siwon terdengar, sedikit membuat Donghae heran ketika laki-laki berotot itu memanggil Hyukkie dengan panggilan ‘tak wajar’.

 

Hyukkie menatap Siwon, “kau yakin tak ingin tinggal lebih lama? Baiklah.”

 

“Aku pulang jagi,” Siwon mengecup kilat bibir Hyukkie kemudian melempar senyum berkharisma.

 

Mata Donghae melebar, ia benar-benar terkejut ketika laki-laki itu mengecup bibir Hyukkie, memanggil Hyukkie dengan sebutan jagiya, dan yang lainnya. Berjuta pertanyaan dan dugaan muncul di otak Donghae, menumbuhkan sejuta perkiraan yang rumit dan memuakkan. Bukankah itu berarti, Hyukkie adalah kekasih dari lelaki berotot itu?

 

Blam. Laki-laki itupun keluar, meninggalkan Hyukkie dan Donghae berdua di dalam apartemen tersebut.

 

“Siapa dia?” pertanyaan bernada mengingterupsi itu meluncur dengan mudah dari bibir Donghae, membuat Hyukkie heran.

 

“Dd—dia, Choi Siwon, pacarkum” jawab Hyukkie tergagap, “bukankah aku telah mengatakannya padamu?”

 

Donghae menjatuhkan tubuhnya di atas sofa berwarna lembut itu. Entah mengapa jantung hatinya sedikit ‘berdenyut sakit’ ketika Hyukkie mengatakan hal itu. Tatapan mata Donghae tak secerah sebelumnya, semakin meredup dan meredup. Beberapa detik lalu ia baru saja tersadar dari amnesianya, dan kini ia mendapati kenyataan bahwa Hyukkie telah memiliki kekasih? Mustahil.

 

Donghae mengacuhkan satu pertanyaan yang meluncur untuknya, iapun berjalan gontai menuju kamar tempat ia bangun dari amnesianya. Ia hanya ingin berbaring, memikirkan kebodohannya beberapa waktu lalu. Pemuda itu pun merebahkan tubuh lelahya di ranjang, tangannya sibuk menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

 

“Kau sudah mau tidur?” suara lembut Hyukkie kembali terdengar, kali ini diiringi oleh gerakan Hyukkie yang merebahkan tubuhnya di ranjang yang sama. “Aku juga.”

 

Kamitidur seranjang? Donghae menatap wajah Hyukkie yang tampak lelah. Wajah yang selalu terlihat tertekan ketika Hyukkie terpenjara oleh rayuan-rayuannya. Wajah itu yang selalu terlihat sedih ketika berada di sampingnya dulu. Jujur saja Donghae menyesal telah menyakiti Hyukkie.

 

Wae? Kenapa memandangiku seperti itu?”

 

“Hyukkieya , apa kau menyukai laki-laki itu?”

 

“….” Hyukkie menelan ludahnya kelu ketika gendang telinganya menangkap pertanyaan Donghae. Ia benar-benar tak kuasa membohongi Donghae. Hyukkie hanya tersenyum, kemudian mengangguk.

 

“Jangan berbohong. Kalau kau tak menyukainya, lebih baik tak usah melanjutkannya.”

 

Hyukkie menghela nafas panjang, matanya kini telah berair mendengar pernyataan Donghae. Bukankah Donghae juga berlaku sama terhadapnya ketika dulu?

 

Wae?” Hyukkie angkat bicara, “kenapa kau berkata seperti itu seolah-olah kau menyindir kebiasaan mantan kekasihku.”

 

“Apa?” dahi Donghae mengerut.

 

“kau menyindir sifat mantan kekasihku. Dulu ia tak pernah mencintaiku, tapi dia tetap melanjutkan hubungan kami,” isakan Hyukkie mulai terdengar, “ku kira dia akan berubah ketika aku menuruti kemauannya. Tapi ternyata aku salah.”

 

Donghae mendekati Hyukkie yang tengah terisak karena dirinya, direngkuhnya tubuh kecil Hyukkie. Membuat tangisan perempuan itu semakin menjadi.

 

“Ketika mantan kekasihmu itu berubah, apa kau akan menerimanya kembali?” Donghae bertanya dengan nada seduktif.

 

“Tidak!” jawab Hyukkie tegas, “aku sangat membencinya!!”

 

Luntur sudah harapan Donghae. Walau pun sekarang ia dapat memeluk Hyukkie, namun bukan berarti ia dapat mendapatkan Hyukkie seperti dulu. Ia merasa aliran darah dan pikirannya tercekat, otot-otot tubuhnya tiba-tiba melemah, seakan akan ia tak dapat menopang berat badannya sendiri. Yah, Lee Dong Hae, kau benar-benar kalah.

 

TBC

 

Music : Toki Wo Tomete by TVXQ – DBSK

 

Yeoja (여자) : perempuan

Wae (왜) : kenapa?

Ani (아니) : tidak

Ibnida (입니다) : partikel yang menunjukkan kata formal

Hyung (형) : kakak lk –pemanggail seorang lk–

Namja (남자) : lelaki

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil seorang lk–

Yeojachingu (여자친구) : kekasih perempuan

Ne (네) : ya, digunakan juga dalam ‘asking for repeatation’

Jebal (제발) : ku mohon

Gwaenchana (괜찮아) : baik-baik saja

Jagiya (자기야-자기) : panggilan sayang bagi pasangan kekasih

38 thoughts on “You’re Lied! Part 5

  1. Huweeee~
    Kasihan donghae…
    Tp aku rasa ckup stimpal sama yg slama ni dy perbuat ma hyukkie..

    Gamsahamnida~

    Sign,
    KarooMinnie

  2. donghae udh sembuh, tapi msih pura” amnesia…
    kasian donghae, tapi itu mgkin balesan karna hbis sakitin hyukkie,…
    semangat deh buat donghae semoga bsa balikan ama hyukkie…

  3. Makin seru aja nih unn~
    Kena kau skarang lee donghae.
    Bagus hyuk,,
    Trus saja buat donghae sakit.. Hahaha.

    Sik asik ada kyumin~~
    Yuhuuuu..
    Ciyeh kyu .. Masi cinte ma ming ban??
    Knp pernah nyia2in minimi bang?? Aihhh..

    Ok.. K chap slanjutnya ajadeh~

  4. sekarang gantian yang sakit hati, ckck poor donghae.
    Hubungan Siwon sama hyukkie lama g ya..
    Penasaran~~
    Pindah ke chap depan.

  5. Mwo? Jd hae bener2 amnesia? Aku kira boongan!😦
    maafkan diriku bang krena sdh menuduhmu:/ tp sekarang hae udah bener2 inget kan?
    Yah ayoo bang jangan menyerah kejar terus cintamu! Jangan putus asa🙂
    aku dan HaeHyukShip mendukungmu*plak:D*

  6. Abang kuda jadi pengganggu mulu tapi itu gpp, karna dia memang cocok.
    Dengan sejuta pesonanya dia cocok sekali jadi orang ke3.
    Kkkkk~
    Poor ikan!!!

  7. Chingu tbc nyah ko d saat lgi sdih sihh,aarggggh mnybalkan haha
    hae itulah balasan nyah klo km suka mainin hati prmpuan,
    yeyeeyee

  8. Huaaaaa akhirnya donghae oppa sadar juga …
    Sayang nya pas dia dah g amnesia harus liat hyukkie dah jadian sm siwon oppa kira2 *pukpukdonghae

  9. Hae ud ingettt lagii tp hyukkie ud balikan ma siwon T.T
    Aigooo…satu sisi jd kesian sama hae tp kesian jg ma hyuk yg blm tau apa2..
    Siwon jg bakal jd korban..omo ><

  10. Owh… Ternyata si Dongdong benar2 Amnesia? Kirain hanya bohong2 saja tapi kayaknya sekarang bakal dia lanjut kebohongan Amnesianya deh. Hmmm…
    Pantas sa si Dongdong itu hanya ingat apartemen Hyukkie, karna sebelum Amnesia dia berniat ke apartemen Hyukkie jadi tempat yang diingat Dongdong terakhir itu Apartemen Hyukkie

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s