You’re Lied! Part 3

Title : You’re Lied

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : K , T

 

Pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk )

 

Cast : Kim Ryeowook , Lee Sungmin

 

Part : 3/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

 

Wae? Berikan padaku!” cecar Hyukkie.

 

“Ini sangat.., manis!” ucap Donghae dengan tampang innocent. Hyukkie menolehkan wajahnya, menatap Donghae seolah-olah ia tengah mencari-cari kebohongan di mata Donghae.

 

“Kk—kenapa kau menatapku, ss—seperti itu?” Donghae sedikit bergidik.

 

Benar kata Wookie, Donghae yang sekarang bukanlah Donghae yang dulu. Dia begitu innocent, dia begitu childish, dan dia begitu manis. Salah besar jika Hyukkie tetap melampiaskan dendamnya pada ‘orang tak tau-menahu’ macam Donghae. Hyukkie meletakkan kembali kotak warna-warni itu, menatanya kembali di atas meja.

 

Tangan Donghae meraih satu foto mereka kemudian membantu menatanya di atas rak buku. Hyukkie sedikit terhenyak, beginikah sifat Donghae yang asli?

 

Oh Tuhan, Kau mengirimkannya lagi kepadaku setelah ia menyakitiku. Batin Hyukkie miris, ia tarik nafasnya dalam-dalam, berusaha agar air matanya tak menetes dan membuat Donghae menjadi khawatir.

 

“Kita benar-benar cocok! Pantas saja kita tinggal satu apartemen!” ujar Donghae bangga seraya menepuk dadanya.

 

Hyukkie berjalan menghampiri ranjangnya, menjatuhkan tubuh mungilnya diatas ranjang king size miliknya.  “Di apartemen ini cuman ada satu kamar. Jadi kau tidur di sofa.”

 

“Apa?” Donghae mendekati Hyukkie yang tengah berbaring di ranjang. “Kk—kau tega denganku?”

 

Hyukkie bangkit dan berjalan meninggalkan Donghae yang tengah sweatdrop. “Lalu apa kau tega membiarkanku tidur di sofa?”

 

“Ya, Hyukie-yah? Bisakah kau memikirkannya lagi?”

 

“Aku mau memasak, bisakah kau tak mengangguku?” Hyukkie bangkit dari tidurnya.

 

“Ya Hyukkie-yah? Apa wajahku terlihat mesum?”

 

“Maksudmu mulai nanti malam kita akan tidur satu ranjang?” Hyukkie membentak, matanya melotot menatap Donghae.

 

Kepala Donghae menunduk, kedua telunjuk tangannya saling berputar. Bibirnya mengerucut, sungguh, membuat Hyukkie benar-benar menelan ludah ketika ia harus melihat sikap childish Donghae. “Eung..”

 

“Ya Lee Donghae! Jangan bersikap kekanakan!” bentak Hyukkie tak sabaran. “Baiklah-baiklah, terserah kau saja!”

 

“Kau benar-benar baik!” senyum ceria terukir di bibir Donghae, “mau aku bantu?”

 

“Bisa apa kau?” tangan Hyukkie sibuk membubuhkan merica di atas sawi yang akan ia jadikan Kimchi.

 

“Mau memasak kimchi pedas? Aku suka!” seru Donghae.

 

Hyukkie menghela nafas, menyebalkan.

 

OoOoO

 

Malam hari ini Kota Seoul diselimuti oleh gemericik air hujan. Tetesan kristal bening itu sedari tadi tiada lelah jatuh dari langit, seolah-olah Tuhan tengah menyiram bumi dengan air suciNya. Sedari tadi Hyukkie hanya duduk di beranda kamarnya, menatap hujan jauh ke dalam.

 

Detik ini, Hyukkie tengah memikirkan nasibnya.  Atau lebih tepatnya takdir yang ia punya. Dua hari yang lalu ia menangis semalaman karena perilaku Donghae, namun, detik ini ia telah tinggal satu apartemen dengannya. Sebenarnya itu tak masalah bagi Hyukkie ketika ia kembali mengingat bahwa Donghae tengah mengidap amnesia. Donghae sama sekali tak mempersalahkan keberadaannya, bukan?

 

Namun, untuk Hyukkie. Itu berbeda. Rasanya jantung hati Hyukkie kembali bergetar dengan sangat cepat ketika ia melihat senyuman Donghae yang menurutnya sangat menawan. Jangankan senyuman, mendapatkan tatapan hangat saja Hyukkie serasa ingin mati. Kenangan kenangannya dulu masih tersimpan baik di memori Hyukkie, dan itu membuat Hyukkie sakit.

 

“Apa yang kau lakukan?” sosok Donghae tiba-tiba muncul di samping Hyukkie. “Di luar dingin, jadi aku buatkan coklat hangat. Sedari tadi aku perhatikan kau melamun menatap hujan.”

 

Apa? Memperhatikan? Hyukkie sedikit terkejut dengan pernyataan yang baru ia dengar. “Aku bingung.”

 

“Kenapa?” sanggah Donghae dengan sigap.

 

“Baru saja aku dikhianati oleh kekasihku sendiri,” ucap Hyukkie asal. “Padahal aku sangat mencintainya.”

 

“Berarti orang itu sangat bodoh.”

 

“Eh?” alis mata Hyukkie terangkat, heran sekali ketika Donghae mengucapkan opininya secara cepat.

 

“Tidak seharusnya laki-laki mempermainkan hati perempuan.”

 

Trenyuh. Yeah, pendapat Donghae membuat hati Hyukkie terasa sedikit sakit. Seharusnya Donghae memiliki kesadaran yang normal seperti ini sedari dulu. Seharusnya Donghae juga tahu makna dari arti kata ‘mencinta’ yang sesungguhnya. Namun sekarang, percuma. Di saat Donghae dapat berpikiran normal selayaknya laki-laki yang gentle , Donghae sama sekali tak mengenalnya. Kalaupun mengenalnya, tak mungkin juga Donghae mencintainya.

 

“Benar. Sayang sekali dia tak berpikir seperti itu,” tukas Hyukkie seraya meminum coklat panasnya.

 

“Jangan sedih, kau mau menyaingi hujan dengan air matamu, huh?”

 

“Hiiks..,”  rasa sakit itu terasa beribu-ribu lebih parah. Tangan mungil Hyukkie mulai meraba dadanya, menekannya lebih intens agar mengurangi rasa sakit yang ia rasakan.  “Dia jahat sekali.. Hiks..,” kata Hyukkie di sela tangisannya.

 

“Benar, dia laki-laki yang jahat,” Donghae menambahkan.

 

Ya, Lee Donghae! Berhentilah bicara! Kau bicara seolah-olah tahu semuanya!” sergah Hyukkie sebal.

 

“Maaf maaf..,” Donghae menginterupsi pembicaraan, “kau tak ingin masuk? Dingin sekali di luar.” Donghae memeluk tubuhnya sendiri, benar, laki laki itu kedinginan. “Jangan biarkan air hujan menerpa wajahmu begitu saja!”

 

“Apa pedulimu?”

 

“Kau, ‘kan teman satu apartemenku!”

 

“Teman?” Hyukkie menolehkan wajahnya, menatap Donghae dengan mata sembab. Tak ada yang salah dari kata-kata Donghae. Donghae benar, Hyukkie hanya teman baginya. Hyukkie tak ingin Donghae menganggapnya sebagai ‘mantan kekasih’. Itu terlalu menyakitkan.

 

“Hei, ayolah? Jangan kekanakan seperti itu. Besok kau ada kelas, ‘kan? Kalau kau sakit bagaimana?”

 

Hyukkie lebih memilih pergi meninggalkan laki-laki itu di beranda. Ia hanya ingin menggosok gigi, menganti pakaian dan segera tidur. Ia benar-benar tak mau otaknya semakin penuh dengan pikiran akan Donghae.

 

“Sudah mau tidur?” tanya Donghae ketika ia mendapati Hyukkie yang keluar dari kamar mandi dengan piyama minimnya.

 

“Kalau aku memakai piyama itu berarti aku akan tidur, bodoh!” balas Hyukkie malas, ia rebahkan tubuhnya dengan perlahan di atas ranjang dan mulai menarik selimut.

 

“Kalau begitu aku juga~”

 

Donghae ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh mungil Hyukkie. Sesekali tangannya sibuk menepuk nepuk bantal yang menjadi sandaran kepalanya. Untuk saat ini, Hyukkie hanya ingin tidur dengan nyenyak kemudian menghabiskan waktunya di kampus bersama Wookie ataupun Minnie. Ia benar-benar tak ingin berlama-lama tinggal di apartemen dengan laki-laki yang tengah tidur di sampingnya.

 

Gila. Ini sungguh sudah gila. Kalau saja teman temannya tahu perihal Hyukkie yang tinggal satu apartemen dengan Donghae, pastilah mereka akan berpikir macam-macam tentang hubungan mereka. Oh, tidak! Hyukkie bukanlah wanita yang mau tidur laki-laki yang tidak mencintainya. Untuk masalah ini,  Hyukkie punya alasan.

 

OoOoO

 

“Hai, Hyukkie!”  suara cempreng Wookie menyentuh gendang telinga Hyukkie, membuat wanita itu menoleh dengan enggan. “Kau kenapa? Gwaenchanha?

 

Gwaenchanha..,” balas Hyukkie malas.

 

“Apa Donghae membuat masalah?” kali ini Minnie yang bertanya, sahabatnya Hyukkie ini benar-benar tak percaya pada kebohongan Hyukkie yang mengatakan kalau ia baik-baik saja.

 

Ani,” jawab Hyukkie singkat, sukses membuat Wookie hanya geleng-geleng kepala.

 

“Oh iya, tadi Kyuhyun memberiku sesuatu,” terlihat Minnie tengah sibuk mengubek-ubek isi tasnya. “Ini, dia menyuruhku memberikan ini padaku,” Minnie menyerahkan satu lembar amplop berwarna biru muda.

 

“Apa ini?” alis mata Hyukkie terpaut, heran.

 

Molla. Maaf kita tak bisa menemanimu lebih lama. Kita harus ke ruang musik!” dua wanita pendek itu tersenyum sekilas kemudian berlari kecil meninggalkan Hyukkie yang masih terheran.

 

Hyukkie melangkahkan kakinya menuju kursi taman. Tangan mungilnya masih mengenggam surat biru muda tersebut. Hyukkie duduk dengan hati-hati, kemudian membuka isi surat yang ia terima.

 

Hyukkie, ada yang ingin aku bicarakan. Aku akan menemuimu di kelasmu setelah jam kelas berakhir!

 

Tulisan tangan yang rapi berderet di atas lembaran kertas wangi itu. Hei, Hyukkie sangat mengenali siapa pemilik tulisan tangan itu. Mata sipit Hyukkie  kembali meneliti tulisan-tulisan itu. Benar, ini tulisan tangan miliknya. Laki-laki yang sempat menjadi kekasihnya selama ia menduduki bangku SMA.

 

Ada apa ini?

 

OoOoO

 

Bel tanda kelas telah berakhir berdentang nyaring, memenuhi setiap ruang kelas yang telah di penuhi oleh atmosfir yang panas. Wanita dengan rambut terkuncir itu mengangkat tubuhnya kemudian mulai beranjak dari duduknya.

 

Annyeong?

 

Deg! Hyukkie terdiam setelah suatu suara menembus gendang telinganya dengan sangat lembut. Ia mengenali suara itu. Jantung Hyukkie terasa berdetak lebih cepat, apa ia bermimpi?

 

“Hyukkieya?” suara berat itu kembali muncul, dengan gerakan slow motion Hyukkie mulai menoleh.

 

“Kk—kau?” mata Hyukkie semakin melebar, melototi sosok namja dengan perawakan tinggi dan tampan itu dengan pandangan tak percaya.

 

Long time no see!” namja tampan itu meraih tubuh Hyukkie ke dalam pelukannya, memeluk tubuh kecil itu dengan sangat erat. “Aku kembali.”

 

TBC—

 

Music : Again Again by 2Pm

 

Wae (왜) : kenapa?

Kimchi (김치) : sejenis makanan korea yang merupakan asinan sayuran

Ya (야) : bentakan ala orang Korea

Gwaenchanha (괜찮아) : baik-baik saja

Ani (아니) : tidak

Molla (몰라) : tidak tahu

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

namja (남자) : laki-laki

46 thoughts on “You’re Lied! Part 3

  1. Suka~ suka~ suka chingu..
    Sking sukanya, kayanya tiap chap bakal aku comment..
    Wlaupun udh d’baca berulang”..
    Stidaknya ini feedback bwt para author biar pd smangat bkin crita” baru yg bkin exited..
    Bkin prasaan para author jd ingin membuat karya baru yg bkin org” terhibur..
    Kdng suka sebel d’ffn nemu SiDers yg bkin kesel para author..
    Harusnya klo emg mw baca harus comment jg..
    Itulah prinsip saya chingu..
    Cmn yg aku liat ada bbrp ff yg baru ya?
    Cmn aku liat udh pd complete smua..
    Itu udh d’publish d’ffn jg?
    Aku udh jrg bgt jg sih buka ffn..

    Mian kepanjangan plus curcol..
    Hehe~

    Gamsahamnida~

    Sign,
    KarooMinnie

    • iya tuh, SIDER tuh nyebelin -___- nggak ngehargain gitu eon -__-
      oiyah, semua ff di blog ini udah pernah aku publish di ffn kecuali yg ‘brother complex’ itu ..
      hehehe .. selamat membaca yah eon ..
      *kalo aja semua readers memiliki prinsip yg sama kya eonni* hehehe

  2. wah itu siapa yang ama hyukkie, apa yang dikasih surat dari kyu itu dari mantan namjanya hyukkie… kyaa lanjut di ch slanjutnyaa…🙂

  3. Whatttt?
    Siapa dia? Apa siwon oppa?humm,,

    Ah aku benci 3 huruf itu unn..
    Bisa tidak 3 huruf itu di buang jauh2?
    Nyehehehe..
    T.B.C ahh lagi2 T.B.C di saat yg tak tepat 0,o

    ahh lucu skali pas donghae n eunhyuk d trtas kamar itu..
    YA! Donghae~ya..
    Knp kau tak sadar eunhyuk sdg membicarakan mu.. Hahaha.

  4. Aigoo donghae jd childish gtu lucu jg.. *kisseu donghae..

    Omo, omo.. Sypa namja yg nemuin hyukkie itu?? Ap mksud.a dy blg kmbalii.. Mkin seru..

    Next chap

  5. Betul bgt tuh hae, bagus deh klo nyadar klo diri mu yg tampan bagai pangeran itu bodoh
    Ckck
    Mangkanya cptan inget, trus mnta maaf ma hyukkie
    Itu siapa lg yg dtg? Org yg di tunggu hyukie?

  6. Hah spa lg tuh yg meluk hyukie?:/
    hyukie klau nga mau tinggal sm hae aku aja yg tinggal sama hae haha😀
    hmm 2 sejoli yg sling mencitai tp susah/tidak bisa untuk mengekspresi(?)kannya dan menyampaikannya😀
    next’a ….🙂

  7. Kyu masih suka sama hyukkie ya?.o_O
    Hiks T.T
    Harusnya kan kyu sama minnie.
    Gak bisa comment panjang soalnya masih penasaran!!!o_O

  8. Siapa itu?
    Jangan blg itu siwon,
    yeee akhir’a da ming nyah jga wlwpn slewat and da kyu nya jga k sebut,wlwpn nma’a doank haha
    sneng ttep

  9. Siapa itu mantan nya hyukkie …. o_o
    Waaaa donghae cm nganggep temen satu apartemen ya, nanti kalo donghae liat hyukkie jalan sama mantan nya kira2 cemburu g y ????
    Next chap

  10. Siapa siapa siapa itu???? Mantannya hyuk?
    Ahh~ donghae cuma nganggep hyuk teman sekamar -_- tapi lama kelamaan bisa jadi cinta loh wkwk
    masih penasaran siapa mantan hyuk wktu sma😀

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s