You’re Lied! Part 2

Title : You’re Lied

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

pairing : HaeHyuk ( Donghae x Eunhyuk ) slight KyuMin

and etc

 

Part : 2/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Perempuan cantik itu  sedari tadi diam tak bergeming. Pikirannya yang tengah kalut sedari tadi berputar. Apa ia terlalu kejam? Apa karena perkataan yang ia katakan sembarangan tadi membuat nyawa seseorang hampir menghilang?

Tidak. Donghae sama sekali tak mati. Walau keadaannya kritis selama beberapa menit namun Donghae tak akan meninggalkan dunia ini. Yah , kata Wookie, Donghae baik-baik saja walau sekarang Donghae belum siuman. Sedari tadi Wookie terus mengiriminya pesan singkat tentang keadaan Donghae.

Hei, ingin sekali Hyukkie membanting ponselnya ke lantai.  Sebenarnya ada rasa bersalah yang sedikit menyusup ke hatinya. Namun, semua itu bukanlah kesalahannya, bukan? Kalau saja Donghae tak membuatnya sakit hati, ia tak akan mengucapkan hal seperti itu.

Bagaimanapun, wanita itu masih mencintai, oh tidak, masih sangat mencintai Donghae. Namun, pikirannya yang telah dilumuri oleh rasa ketidak-percayaan karena perilaku Donghae membuatnya harus bersikap masa bodoh untuk sekarang ini.

“Kenapa kau tak mati saja sekalian?” ujar Hyukkie seraya mengetuk-ngetuk layar ponsel touchscreen miliknya. Foto Donghae yang masih ia gunakan sebagai wallpaper terus ia pandangi. Bulir bening itu mengalir dari sudut mata Hyukkie, menelusuri pipi mulusnya dan mendarat tepat di atas sprei ranjangnya.

Mianhae,” tenggorokan Hyukkie terasa tercekat, dadanya begitu sesak. Dia menangis, terisak memilukan. Gertakan gigi Hyukkie terus terdengar walau ia telah menutup seluruh wajahnya dengan bantal biru itu.

Drrt.. drrt..

Sebuah getaran handphone membuat Hyukkie harus menghentikan tangisannya. Ia raih handphone itu dengan gerakan kasar. Hatinya kini berdebar, siapa yang mencoba mengiriminya pesan? Wookiekah?

| From : Wookie

Berita buruk, Donghae amnesia! Apa kau tak mencoba menjenguknya? |

Tangisan Hyukkie semakin pecah. Dadanya kian berdenyut-denyut. Amnesia? Bukankah itu berarti Donghae tak akan mengingat segala tentangnya. Sungguh Hyukkie menyesali sumpah yang ia ucapkan dengan sangat ‘ceroboh’. Tuhan benar-benar menganggap itu sebagai doa yang harus dikabulkan.

“Tidak. Kau tak perlu menangis Hyukkie!” ucap Hyukkie tiba-tiba seraya menghapus air matanya.

“itulah yang kau inginkan, benar bukan? Keluar dari segala ingatan Donghae!” Hyukkie menyemangati dirinya sendiri seraya menepuk  nepuk dadanya. “Tak apa, ini semua akan baik-baik saja!”

OoOoO

Hari ini Hyukkie memang sengaja untuk absen dari kelasnya. Kepalanya benar-benar berat, dan juga matanya bengkak seperti bakso. Ia lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas lembaran ranjang. Ingatan-ingatan tentang seorang Lee Donghae terus saja berputar di otakknya, seakan tak pernah lelah untuk terus menganggu ingatan Hyukkie.

Ting tong! Suara bel apartemen Hyukkie terdengar nyaring. Perempuan itu sama sekali tak bergeming, mengingat keadaan tubuhnya yang memang benar-benar lelah.

Ting tong! Sekali lagi suara dentingan bel bagaikan bom itu menembus gendang telinga Hyukkie.

“Hah! Menyebalkan!” ucap Hyukkie seraya bangkit dan berjalan ke arah pintu. “Nugu—”

Deg! Siapa itu? Apa mata Hyukkie tak salah lihat? Donghae, dan eommanya? Sedang apa mereka menghampiri Hyukkie pagi-pagi seperti ini? Apa mereka akan menuntut Hyukkie karena Hyukkielah yang menyumpahi Donghae? Dan apa itu? Koper besar?

Hyukkie benar-benar terkejut dengan pemandangan di depannya. Sebenarnya ada apa?

“Ss—silakan masuk?” ujar Hyukkie seraya mempersilahkan dua orang itu masuk ke dalam apartemennya. Di tatapnya Donghae yang berada dalam tuntunan eommanya dengan tatapan penuh tanda tanya.

Hyukkie duduk di sofa berwarna putih itu setelah ia meletakkan dua cangkir teh hijau hangat di atas meja. Mereka sama-sama tegang. Entah apa yang akan Hyukkie terima hari ini, ia benar-benar tak tahu.

“Begini.., kedatangan kami kesini..,” eomma Donghae memberi jeda, “aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting. Bisakah kita bicara empat mata?”

“Aah, ne?” balas Hyukkie dengan suara tergagap, “si—silahkan lewat sini?”

Hyukkie membawa eomma Donghae ke dalam kamarnya dan meninggalkan laki-laki dengan perban yang membalut kepalanya –Donghae– di ruang tamu. Bukankah eomma Donghae ingin berbicara serius dengannya. Mungkin mencoba memberikan saran agar Hyukkie tak mendekati Donghae. Entah, entahlah.

“Kau tahu, ‘kan, bagaimana keadaan Donghae?” eomma Donghae mngawali permbicaraan. “kata dokter, dia mengalami benturan yang cukup keras di kepalanya.”

Benar, begitulah berita yang ia terima kemarin malam dari Wookie. Berita yang sungguh membuat ia menangis semalaman.

Eomma Donghae tampak menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya, “Donghae sama sekali tak dapat mengingat apapun.” Isakan dari eomma Donghae mulai terdengar, memilukan juga mendengarnya. “Yang ia ingat, hanya apartemen ini.”

Ne?” mata Hyukkie melotot mendengar penjelasan eomma Donghae. Hanya mengingat, apartemen miliknya? Bagaimana bisa?

“Sejak kemarin malam setelah ia siuman, ia terus memaksa untuk pulang ke apartemen ini,”  tangisan wanita paruh baya itu semakin terdengar lebih memilukan, Hyukkie yang duduk di depannya hanya bisa meremas-remas bajunya. “Tolonglah dia! Kata dokter, mungkin membawanya ke sini akan membuat keadaannya semakin membaik!” kali ini eomma Donghae berlutut di bawah Hyukkie, membuat Hyukkie semakin terkejut.

“Aa—ajumma? Jangan seperti ini?” ucap Hyukkie seraya berusaha membuat eomma Hyukkie bangkit.

“Dia bahkan tak mengenalku, yang ia katakan semenjak ia siuman adalah ingin pulang ke apartemen ini. Ku mohon tolonglah dia.”

Badan Hyukkie terasa lemas, bagaimana bisa itu semua terjadi? Ini mustahil! Bukankah seharusnya Donghae melupakan segala tentangnya? Namun mengapa keadaannya seperti ini?

“Baiklah,” ucap Hyukkie begitu saja, ia begitu tak tega melihat wanita paruh baya itu terus memohon dan berlutut di depannya, demi Donghae. Lee Donghae anaknya yang terkena amnesia. Bagaimanapun Hyukkie dapat merasakan kesedihan yang amat sangat di hati eomma Donghae. “Aku akan menjaganya, ajumma.

Air mata Hyukkie menetes, ada sedikit rasa bahagia menyusup di rongga hatinya. Donghae mengingat aparteme ini sebagai tempat tinggalnya. Apa itu aneh? Ya, itu sangatlah aneh. Bagaimanapun, Hyukkie malakukan ini karena ia merasa bersalah dengan Donghae.

Sudah dua jam yang lalu eomma Donghae meninggalkan apartemen Hyukkie. Sudah dua jam pula Hyukkie duduk di sofa ruang tamu, mengintai Donghae yang mulai ‘menguasai’ kamarnya. Mungkin Donghae juga mengira bahwa kamar yang di dominasi oleh warna biru itu adalah kamarnya.

Brak! Suara pintu apartemen yang dibuka dengan sekuat tenaga menarik ruh Hyukkie ke dalam tubuhnya. Wanita itu mendapati sahabatnya, Wookie yang tengah berjalan menuju tempat ia duduk.

“Dimana Donghae?” itulah pertanyaan yang dilontarkan pertama kali oleh Wookie ketika ia duduk di samping Hyukkie.

“Di kamarku,” balas Hyukkie dengan suara pelan.

Wookie menoleh, menatap Hyukkie dengan tatapan iba. “Aku tahu ini pasti berat untukmu,” ucapnya seraya mengelus punggung sahabatnya. “Tapi, bukankah ia tak mengingat semuanya?”

“Tapi aku mengingatnya, Wookie! Aku mengingat segala rasa sakit yang ia berikan kepadaku ketika aku melihatnya!”

“Buanglah rasa sakit itu, Hyukkie. Keadaan Donghae kali ini seperti bayi yang baru dilahirkan di dunia, dia tak tau apa-apa. Termasuk masalah kalian.”

“Wookie, bagaimana ini?” tanya Hyukkie, mulai menangis.

“Biarkan Donghae tinggal di sini untuk saat ini. Jangan libatkan dia dengan rasa dendammu!”

Seorang laki-laki dengan kaos putih itu tiba-tiba keluar dari kamar, membuat Hyukkie harus menghapus air matanya. Donghae menatap Wookie dan Hyukkie dengan tatapan mencurigakan. Laki-laki itu berjalan terpincang-pincang menuju arah mereka.

“Ada apa kau ke apartemenku?” tanya Donghae seraya duduk di sofa, menatap Wookie dengan pandangan menginterupsi.

“Ini apartemenku!” sanggah Hyukkie cepat.

“Baiklah, ada kau mengunjungi apartemen kami, hm?” Donghae meralat perkataannya walaupun arti dari kalimat yang ia katakan sama sekali tak berbeda.

“Ini apartemenku, bukan apartemen kita! Dan juga, di sana itu kamarku! Kau tak memiliki kamar di sini! Kalau kau mau tinggal di sini, tinggal saja di gudang!”  Hyukkie berkata dengan berapi-api, sukses membuat dua orang yang berada di depannya hanya mengedip-ngedipkan matanya, bingung.

“Hyukkieya, pelankan suaramu!” Wookie menepuk pelan punggung sahabatnya. “lebih baik aku pulang saja! Ada janji dengan Yesung oppa. Maaf Hyukkie, aku tak bisa membantumu. Annyeong!

Blam. Hyukkie menatap cengo ke arah pintu apartemennya. Sedikti sebal karena sahabatnya itu pergi begitu saja, meninggalkannya di apartemen bersama Donghae.

Ya!” Donghae memanggil Hyukkie, “kenapa di kamar itu banyak sekali fotomu dan fotoku?”

“Aish! Aku lupa membuangnya!” ujar Hyukkie frustasi seraya bangkit dari duduknya. Ia berjalan cepat ke arah kamarnya diikuti oleh langkah kaki Donghae.

Tangan kecil Hyukkie dengan cepat meraih beberapa bingkai foto dan memasukkan benda dengan berbagai ukuran itu ke dalam suatu kotak warna-warni. Tak lupa ia melemparkan surat-surat pink dengan kertas wangi itu ke dalam kotak, dengan penuh rasa kebencian.

“Hei? Kenapa kau membuang semuanya?” Donghae meraih kotak di genggaman Hyukkie, mendekapnya dengan erat.

Wae? Berikan padaku!” cecar Hyukkie.

“Ini sangat.., manis!”

TBC

Music : Key Of Heart by BoA ft Donghae

Mianhae (미안해) : maaf

Nugu (누구) : siapa?

Eomma (엄마) : ibu

Ne (네) : ya , digunakan juga untuk ‘asking repeatation’

Ajumma (아줌마) : bibi

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil adalah seorang pr– , bisa digunakan untuk panggilan terhadap kekasih

Annyeong (안녕) : salam pertemuan atau perpisahan

Ya (야) : bentakan kasar ala orang Korea

Wae (왜) : kenapa?

48 thoughts on “You’re Lied! Part 2

  1. Hadehh~
    Walaupun udh tw critanya ttep ja deg”an bacanya..
    Chingu bisa aja ya dpet ide bkin ff kaya gni..

    Sign,
    KarooMinnie

  2. aigoo hyukjae kasian banget, donghae amnesia cma inget apartemen hyukkie… wah O.o
    semoga hyukkie ga apaapa deh kalau ada donghae…

  3. Hyuukkiie-ah sabaar ne ! kkkk LANJOOT !
    authorr dpat inspirasi dari mna bsa bkin ff bgus ginii ! hhehe:):) . serasaa nyataa

  4. Donghae amnesiaa tp cmn inget apartemen hyukkie apa donghae cman pura2 yaa spya bsa blik sm hyukjae?
    Hmm mkin pnasaran…

    Next chap

  5. Nah loh kan hyukkie! Tanggung jwb donk udh bkin hae kya gtu
    Ckck
    Brarti hae bkal bersikap manis donk?
    Terus mreka balikan lg deh xD
    Kyaaa! Jd sneng sndiri

  6. Jgn blng hae lupa ingatan cuman akal2’a aja biar bs bareng terus sma hyukie? Ayooo hae kamu beneran amnesia/dibuat2?:/
    hmm cerita yg unik!🙂;)

  7. Curiga besar !!! :O
    Kyknya ini modusnya ikan mokpo dah biar bisa dekat sama hyukkie lagi.o_O
    Daripada nebak” sok tau, mending lanjut dulu.

  8. Hahah si hae amnesia,
    hyukie nyah msih benci sma si hae,
    terus gmna klanjutan nyah,bkal d siksa nggak sma si hyukie,ckckcck
    sbar yah hae

  9. hae cm inget apartement hyukkie?
    Gmn ceritanya kalo mereka tinggal brg ya,kayanya bakal berantem trs dh..
    Hehe..

    Lanjuut ke chp 3 cuss..

  10. ach terxta hae hax mengingat hyuk? Apakah hae mengira hyuk adalah istrix. . . Omo. . Bagaimana hyuk bs melupakan saqt hatix. . Kalo hae ada didkatx.

  11. Xixixixixixi poor hyukkie :p
    Ngarepin donghae lupa sm dia eh malah donghae inget sm apartemen tempat dia tinggal xixixiixi
    Lanjut next chap akh

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s