My Secret Idol | KyuMin | Chap 18/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 18/20

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

Sekarang Sungmin makin mengerti tentang maksud Kyuhyun yang ingin melindunginya. Dan ia benar-benar lega karena mereka belum pernah melakukan seperti apa yang telah Hyukjae lakukan. Kesalahan yang benar-benar fatal dan mungkin akan membuat sahabatnya itu menyesal sampai mati. sebenarnya Sungmin tidak tega, tetapi ia tidak berbuat banyak selain memberinya konseling agar Hyukjae merasa tenang.

 

Menyeramkan sekali ..

 

Untung saja Kyuhyun bukan lelaki gampangan seperti Donghae, setidaknya lelaki itu memikirkan sesuatu yang tidak sempat dipikirkan oleh Sungmin.

 

“Ya ..”

Panggilan itu terdegar bersamaan dengan jatuhnya telapak tangan di pundak Sungmin. Karena gerakan refleknya, ia menolehkan kepala ke kiri. Matanya menyipit selama beberapa saat, tetapi setelahnya ia membulatkan mata. “Mm—mwoya? Apa yang kau lakukan di sini?”

 

“Untung saja aku menemukanmu. Aku menunggu di sana semenjak se-jam yang lalu,” lelaki itu menunjuk sebuah kafe yang berada tepat di depan gedung tempat Sungmin mengambil pelajaran tambahan.

 

“Untuk apa kau menungguku? Semua orang akan mengenalimu,” Sungmin buru-buru melangkah ke belakang. “Kau bodoh atau apa sih?”

 

“Tidak perlu setakut itu,” Kyuhyun merangkul pundak Sungmin dan mendekapnya erat. Lelaki itu membenarkan letak kacama berbingkai lebar yang menghiasa wajahnya, lalu melukis senyum yang begitu menawan. “Bukankah penampilanku saat ini sudah sangat sempurna?”

 

Sungmin mengakui jika Kyuhyun seribu kali lebih menarik jika berpenampilan seperti itu. Menurutnya, kharisma Cho Kyuhyun yang sebenarnya benar-benar menguar keluar—wajah tampan dengan bingkai kaca mata lebar itu membuat jantung Sungmin berdebar-debar. Walau ini musim semi, tetapi lelaki itu tetap memakai syal tipis dan jaket kulit yang sama-sama berwarna cokelat tua. Ia membawa kantong kertas berwarna pink, entah apa isinya.

 

Dia bukan Cho Kyuhyun yang Sungmin kenal, dia adalah kkokminam yang menjadi idola baru bagi Sungmin.

 

“Cepat ganti bajumu. Aku tidak mau ditangkap polisi karena membawa anak sekolah berkeliaran malam-malam,” kata Kyuhyun sambil menyerahkan kantong kertas yang sedari tadi ditenteng olehnya.

 

Sungmin hanya diam dan memandang kantong kertas itu, lalu setelahnya ia benar-benar pergi ke sebuah kamar mandi umum dan mengganti pakaiannya di sana. Sungmin tidak tahu jika Kyuhyun akan menjemputnya sepulang dari bimbingan belajar, menyiapkan sepasang baju yang cocok untuknya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah penampilan Kyuhyun yang seperti itu.

 

Walau sebenarnya ia suka, tetapi tetap saja Kyuhyun yang seperti itu malah membuatnya gugup setengah mati. Padahal, jika ditelisik lebih jauh, itu akan menjadi sesuatu yang sangat aneh—Sungmin gugup berhadapan dengan Cho Kyuhyun yang selama ini tinggal seatap dengannya.

 

Sungmin mendesah dengan nada berat, lalu ia keluar dari kamar mandi sempit itu dan pergi menemui Kyuhyun.

 

Kenapa dadaku tidak bisa diajak kompromi?

 

Batin Sungmin menjerit ketika ia menemukan sosok Kyuhyun berdiri di tengah-tengah trotoar jalan—sedang memandang kearahnya lalu tersenyum seperti biasa. Sungmin tidak tahu pasti apa yang sedang ia rasakan, tetapi ia tidak bisa untuk menyembunyikan seulas senyum yang memberontak di kedua belah bibirnya.

 

Perlahan, Sungmin melangkah mendekat ke arah Kyuhyun, lalu ia merundukkan kepala guna menyembunyikan rona merah yang mungkin tersemat di kedua belah pipinya.

 

“Sekarang, apa kita bisa memulai kencannya?”

 

“Kencan?” Mendengar kata kencan, kepala Sungmin reflek terangkat dan ia menatap wajah Kyuhyun dengan mata bulatnya yang bersinar.

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, ia merangkul pundak sempit Sungmin dan membimbing langkah kakinya. “Malam ini kita kencan. Kau tidak keberatan, ‘kan?”

 

Jujur saja jika rangkulan Kyuhyun di pundaknya menyebabkan tubuh Sungmin kian bergetar gelisah detik ini. Ia menelan ludahnya lalu berkata, “Kenapa tiba-tiba ingin pergi kencan denganku?”

 

“Kita tidak pernah pergi kencan, bukan? Jadi, sebagai sepasang kekasih normal kita harus sesekali pergi kencan,” Kyuhyun mengucapkan argumentasinya dengan nada rendah yang menyenangkan. “Kita mau pergi ke mana dulu? Myungdong?”

 

“Terserahmu saja ..”

 

Sungmin sangat senang karena Kyuhyun menawarinya pergi kencan, memberinya kejutan yang tak terduga malam ini. Dan yang lebih menyenangkan, ia bisa jalan berdampingan dengan Kyuhyun di tengah kota Seoul tanpa merasa khawatir akan ketahuan wartawan. Ide Kyuhyun sangat luar biasa.

 

Memandang senyum Kyuhyun di bawah terpaan sinar lampu jalanan, tertawa bersama ketika sedang berusaha menembus keramaian, berbagi kehangatan tubuh, dan berbincang ringan di sebuah tenda makanan pinggir jalan. Sepertinya Sungmin benar-benar merasakan apa itu kencan, bahkan bisa dibilang sebagai kencan yang sangat luar biasa.

 

Sekarang, Sungmin bisa menganggap Kyuhyun sebagai kekasihnya yang nyata. Kyuhyun bukan artis kurang ajar yang dengan seenaknya datang kepadanya, mencuri ciuman pertamanya, lalu memintanya tinggal bersama. Kyuhyun jauh dari kata artis mesum atau apa pun itu, kenyataan ia benar-benar orang baik yang selalu serius dengan perasaan dan kata-katanya.

 

Ia beruntung karena Kyuhyun datang kepadanya dan menawarkan kebahagiaan ini. Ia begitu beruntung karena Kyuhyun tak pernah menyerah mengejarnya ketika ia mati-matian menolak dulu. Ia begitu bersyukur karena Kyuhyun bersedia menjaganya sampai semua yang lebih serius benar-benar akan dimulai.

 

Tunggu, semua yang lebih serius?

 

Kyuhyun sudah meminta restu kepada orang tua Sungmin, bahkan lelaki itu berniat melamarnya ketika ia sudah lulus sekolah menengah atas. Sungmin tidak tahu pasti apakah Kyuhyun akan benar-benar melamarnya atau tidak, tetapi yang jelas ia berharap—sangat banyak.

 

“Sudah lama aku tidak makan seondae. Hmm, rasanya enak sekali,” Kyuhyun mengunyah sundae yang terpotong kecil-kecil di piring.

 

Sungmin yang sedang sibuk memakan dokkochi-nya menoleh ke arah Kyuhyun, “Memang sudah berapa lama?”

 

“Entahlah, sudah lama sekali,” Kyuhyun menimpali dan kembali memasukkan sepotong sundae ke mulutnya. Setelah menelannya, ia memakan ttokbokki panas. “Kita harus makan sepuasnya hari ini. Jarang-jarang aku bisa keluar dan membeli makanan seperti ini.”

 

Sungmin terkekeh dan ia ikut memakan ttokbokki yang mereka beli. “Kalau kau mau, aku bisa membeli ttokbokki instan dan membuatnya sendiri di rumah. Atau, kau bisa menelponku ketika ingin makan ttokbokki dan sundae. Aku akan membelinya untukmu.”

 

“Rasanya akan berbeda jika seperti itu,” Kyuhyun melahap paru-paru rebus lalu beralih ke jantung rebus yang juga terlihat menggiurkan. “Makanan ini akan menjadi makanan kencan. Kau tahu, orang-orang banyak yang rela keluar malam demi membeli makanan ini dengan pasangan mereka.”

 

“Oh, kau pernah membeli makanan ini ketika pergi kencan dengan mantan kekasihmu?”

 

Pertanyaan Sungmin yang seperti itu hampir membuat Kyuhyun tersedak—untungnya ia bisa mengendalikan diri dengan sangat baik. Kyuhyun meneguk sodanya lalu menatap Sungmin lekat-lekat. “Menurutmu aku pernah seperti itu?”

 

“Tentu saja. setiap anak SMA pasti pernah pergi kencan dan mampir ke tempat seperti ini,” Sungmin memberikan argumentasinya dengan nada acuh yang dibuat-buat. “Jadi, kau pernah melakukan ini sebelumnya?”

 

Kyuhyun menghela nafas sebelum ia menjawab pertanyaan Sungmin. dengan segenap kemantapan hati, ia menatap manik mata kekasihnya lekat-lekat. “Tentu saja. Aku pernah pergi kencan dengan gadis-gadis populer ketika aku masih SMA.”

 

Sungmin pernah membaca suatu artikel yang membahas tentang seluk-beluk kisah cinta Kyuhyun saat lelaki itu masih SMA. Waktu itu ada wawancara eksklusif, dan tentu saja berita itu adalah seratus persen nyata. Yang membuat Sungmin tidak suka adalah, ketika Kyuhyun membeberkan tetang ciuman pertamanya.

 

Ciuman pertama Kyuhyun ..

 

“Bagaimana rasanya ciuman pertamamu?” pertanyaan itu terlontar begitu saja dari kedua mulut Sungmin. Gadis itu memiringkan kepala dan menyipitkan kedua matanya.

 

Alis Kyuhyun terangkat, ia merasa heran sekaligus tidak enak jika kisah malunya sedang dibicarakan. “Kenapa kau bertanya tentang hal seperti itu? tidak penting.”

 

“Aku hanya ingin tahu apa kesan pertamamu saat melakukan ciuman pertama,” Sungmin masih tetap bersikeras dan menuntut jawaban dari Kyuhyun.

 

“Lalu, apa kesanmu ketika aku mencuri ciuman pertamamu dulu?”

 

Sungmin seperti di-skakmat ketika Kyuhyun membalik pertanyaannya seperti itu. apalagi ketika pandangannya serasa semakin tajam dan mengintimidasi. Sungmin tahu jika Kyuhyun tersinggung karena pertanyaannya, dan sepertinya tidak mungkin untuk menarik pertanyaannya.

 

Sungmin berdehem lalu membuang pandangan, “Kesan ketika kau mencuri ciuman pertamaku? Tentu saja aku marah! Waktu itu aku ingin sekali memukul dan menginjak wajahmu. Siapa yang tidak sebal ketika ada seorang yang tidak dikenal tiba-tiba mencuri ciuman pertamamu?”

 

“Ah, kau tidak marah. Aku ingat betul,” Kyuhyun menusuk-nusuk ttokbokki yang dilumuri saus pedas. “Kau hanya diam ketika aku menciummu saat itu.”

 

Pipi Sungmin semakin merona, “Lalu, bagaimana kesan ciuman pertamamu?!”

 

“Ciuman pertamaku?” KYuhyun mengedarkan pandangan lalu melukis evil smirk yang selama ini sudah lama hilang dari kedua belah bibir tebalnya. “Ketika aku mencium mantan kekasihku dulu, hmm .. Kurasa, bibirnya basah.”

 

Dada Sungmin seperti tengah dipukul oleh palu baja, menimbulkan denyutan rasa sakit yang membuatnya semakin tidak konsen memakan makanan kecil di hadapannya. Mendadak nafsu makan Sungmin turun, ia jadi tidak bersemangat lagi. “Bibirnya basah?”

 

“Entahlah, aku sudah tidak terlalu ingat,” Kyuhyun menanggapi dengan nada enggan. Ia menyadari raut tidak senang yang tersemat di sela wajah Sungmin, dan ia tidak ingin membuat mood kekasihnya anjlok saat sedang kencan. “Sudahlah. Hentikan perbincangan tidak penting seperti ini. Aku tidak suka. Kita sedang berkencan, dan sepertinya membahas mantan pacar bukan suatu topik yang bagus.”

 

“Aku sudah selesai makan. Aku ingin pulang,” Sungmin meletakkan garpunya lalu menyandarkan bahunya yang tiba-tiba terasa berat.

 

“Baiklah,” Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu berjalan ke kasir untuk membayar makanan mereka.

 

Sungmin tidak berniat menanggapi ucapan Kyuhyun, ia hanya diam sambil berulang kali berusaha menenangkan perasaannya yang tiba-tiba goyah. Padahal awalnya ia hanya ingin iseng bertanya seperti itu. Tetapi, sepertinya ia terjerembab ke dalam lubang buatannya sendiri.

 

“Ayo,” Kyuhyun kembali dan mengulurkan tangannya.

 

“Jj—jeogiyo,” tiba-tiba dua orang perempuan berpakaian santai yang tadinya duduk tak jauh dari mereka, menghampiri Kyuhyun dan Sungmin.

 

Kyuhyun membalik badan dan menatap dua orang sipil yang menyapanya, Sungmin pun mengintip kedua orang gadis yang berani menyapa kekasihnya. “Ya?” Kyuhyun mencoba bertanya.

 

Dua gadis itu saling melempar senyuman aneh setelah mendengar nada suara Kyuhyun. lalu, sambil melempar tatapan berkilau yang menyilaukan, mereka kembali bertanya, “Kau .., Cho Kyuhyun-ssi?”

 

Kyuhyun dan Sungmin saling berpandangan ketika pertanyaan seperti itu terlontar dari kedua orang awam di hadapan mereka.

 

“Benar. Dia Cho Kyuhyun-ssi yang itu!” gadis berambut pendek menanggapi dan langsung mengeluarkan ponsel dari dalam saku jaketnya. “Malam ini kita diberkati!”

 

“Kau benar!” gadis yang lain ikut tertawa senang—dan ia pun ikut mengeluarkan ponselnya dari tas.

 

Sebelum dua gadis manis itu mengambil fotonya dengan Sungmin, Kyuhyun sudah berancang-ancang untuk mengambil langkah seribu. Lelaki itu menggenggam telapak tangan Sungmin, sedetik setelahnya ia langsung menarik tubuh gadisnya keluar dari tenda makanan tersebut.

 

“Eh?! Oh?! Cho Kyuhyun-ssi!”

 

“Jamkkanmanyo!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun dan Sungmin tampak sedang mengatur nafas mereka yang ngos-ngosan sambil sesekali melirik keadaan. Mereka sudah berlarian menyusuri gang-gang sempit di sekitar kompleks pertokohan ini untuk menghindari fans Kyuhyun. Dan untungnya ada sebuah celah gang sempit yang muat menyembunyikan tubuh Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Sepertinya sudah aman,” Kyuhyun berucap dengan nada berbisik yang pelan dan hati-hati, genggaman tangannya yang menelangkup jemari Sungmin semakin mengerat. Lelaki itu merundukkan kepalanya, menatap kekasihnya yang sedang bersembunyi di balik dadanya. “Mereka tidak bisa mengikuti kita,” gumamnya lalu kembali melangkah.

 

Sungmin hanya diam ketika Kyuhyun menarik tangannya dan memaksanya untuk melangkah cepat menyusuri jalanan yang ramai. Lelaki itu menggenggam tangannya begitu erat—seolah ia takut akan kehilangan Sungmin di tengah jalan. Sesekali ia melirik Sungmin, lalu kembali mengedarkan pandangan ke segala arah.

 

“Tuan Cho! Tuan Cho!”

 

Seseorang memanggil nama Kyuhyun, lalu seketika itu pula Kyuhyun berjalan menghampiri dua orang pria berpakaian serba hitam yang berdiri di depan pintu mobil berwarna hitam. Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin untuk masuk terlebih dahulu, setelah itu ia membanting dirinya sendiri di jok belakang dan menutup pintu.

 

“Kalian datang di saat yang tepat,” kata Kyuhyun sambil melepas syalnya, sedikit memberi pujian kepada orang suruhannya.

 

Tanpa perintah, mobil yang ditumpangi Kyuhyun dan Sungmin langsung melesat meninggalkan kawasan distrik itu. Sungmin masih terdiam dalam posisinya sambil memandang raut Kyuhyun dengan binar mata penuh keterkejutan. Lelaki yang duduk di sampingnya ini lagi-lagi menyelamatkan dirinya dari sebuah masalah besar. Untuk saja Kyuhyun adalah orang yang tahu situasi, jadi ia bisa cepat tanggap untuk mengambil tindakan ketika saat-saat genting seperti tadi tiba-tiba terjadi.

 

Jika Kyuhyun masih menanggapi pertanyaan penggemarnya dengan satu atau dua kata—yang kemungkinan menunjukkan sebuah sangkalan—mungkin mereka sudah habis ditempat. Lalu, kemungkinan terbesarnya adalah wajah keduanya yang ada di halaman pertama koran pagi esok hari.

 

“Aku minta maaf karena kencan kita gagal,” suara Kyuhyun tiba-tiba terdengar dengan nada pelan yang sarat akan penyesalan. Lelaki itu menggulung syalnya dan meletakkannya di saku jok, lalu memutar tubuhnya ke samping menghadap Sungmin. “Mungkin karena aku terlalu populer, jadi orang-orang di sana mudah mengenaliku.”

 

Sungmin tidak bisa menahan diri untuk tidak menampar Kyuhyun. Setelah mendengar ucapan Kyuhyun yang seperti itu, tangannya reflek bergerak menepuk pipi tirus kekasihnya. “Oops, maaf. Kau tahu, aku tidak tahan dengan kata-katamu itu.”

 

Kekehan bernada ringan terdengar dari mulut Kyuhyun disela suara desisannya yang terus merutuk tindakan Sungmin. sebelah tangannya bergerak mengelus permukaan pipinya yang mulai terasa panas, “Memang seperti itu kenyataannya.”

 

“Percaya diri sekali,” Sungmin mengamit lengan Kyuhyun lalu menyandarkan kepala di lengan kekasihnya. “Tetapi, untung saja kau bisa bertindak cepat. jika kau terlambat satu detik saja, bisa-bisa semua orang tahu tentang kita.”

 

“Aku ada di sampingmu untuk melindungimu, jadi wajar saja jika seperti itu,” Kyuhyun melingkarkan lengannya di pundak Sungmin, membawa tubuh gadis itu semakin dekat dengan dirinya. “Kencan pertama kita gagal. Sangat disayangkan. Lain kali, kencan kita harus benar-benar sukses.”

 

Sungmin mengerucutkan bibir dan menggesek-gesekkan pipi di lengan Kyuhyun—sekarang ia sudah tidak perlu merasa sungkan jika ingin bersikap manja kepada Kyuhyun. Gadis itu sudah bisa berperan sebagai seorang kekasih berumur delapan belas tahun yang penuh dengan sikap manja dan kekanakan. Sungmin suka ketika ia mulai melancarkan jurus aegyo-nya kepada Kyuhyun, karena dengan melakukan itu maka Kyuhyun akan terlihat salah tingkah—itu menggelikan.

 

“Ujian sudah semakin dekat. Jadi, kurasa aku akan sulit pergi kencan denganmu,” kata Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya. “Aku harus mengikuti bimbingan belajar sampai malam. Bisakah aku pulang ke rumah pukul 5 sore dan tidak mengikuti bimbingan belajar yang melelahkan itu?”

 

Kyuhyun membuang pandangannya keluar jendela—sama sekali tidak mau melihat mata kekasihnya. “Tidak boleh. Kau harus benar-benar mempersiapkan diri untuk ujian negara.”

 

“Tapi, Kyuu,” kelopak mata Sungmin mengedip beberapa kali, masih berusaha keras membujuk Kyuhyun dengan aegyo-nya. “Aku ‘kan lelah.”

 

“Tidak bisa!” Kyuhyun masih kukuh memandang pemandangan di luar jendela mobil. “Aku tidak bisa main-main dengan ujian negaramu!”

 

OoOoO

 

Musim semi sudah datang, itu berarti ujian negara untuk para siswa-siswi Korea sudah benar-benar di depan mata. Para siswa kelas tiga sudah bersiap diri dari jauh-jauh hari, membekali diri mereka dengan soal-soal di lembaran putih, hapalan rumus, bahkan taktik jitu ketika mengerjakan soal ujian. Tidak ada waktu untuk main-main, masa depan mereka sedang dipertaruhkan.

 

Bagi mereka, tidak ada yang lebih penting dari ujian negara.

 

Yang perlu mereka lakukan adalah belajar, belajar, dan belajar. Jika pun ada waktu luang, maka itu adalah waktu untuk sekedar mengistirahatkan tubuh—tidur. Hal seperti itu berlaku kepada semua murid kelas tiga, tidak terkecuali.

 

Begitu juga Sungmin.

 

Dia rela bangun pagi, menyiapkan semua keperluannya sendiri, dan pergi ke sekolah sekitar pukul 7. Untuk sembilan jam lamanya, ia akan duduk di kursinya untuk membaca atau mengerjakan soal-soal latihan. Jika tidak seperti itu, ia akan pergi ke perpustakaan dan mencari referensi lain di sana. Sepulang sekolah, ia langsung melesat pergi ke tempat bimbingan belajar dan pulang ke rumah sekitar pukul 8 malam.

 

Selama itu, waktu Sungmin benar-benar habis untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian negara. Bahkan hubungannya dengan Kyuhyun kian merenggang karena minimnya komunikasi di antara mereka. Kyuhyun juga sering pulang malam, bahkan lebih parah dari Sungmin.

 

Sepertinya, cinta butuh pengorbanan.

 

Ungkapan seperti itu sangat cocok untuk menggambarkan keadaan hubungan Sungmin dan Kyuhyun. Walau Sungmin menyadarinya, tetapi tetap saja terkadang ia merasa kesepian dan rindu akan kehadiran Kyuhyun di sampingnya. Sebenarnya ia ingin sekedar menyapa lewat telpon atau video call, tetapi nyatanya ia selalu gengsi jika harus menelpon Kyuhyun terlebih dahulu.

 

Huh .. Sungmin fokus!

 

Batinnya tiba-tiba berucap ditengah lamunannya yang semakin menjurus keperasaannya. Beberapa menit yang lalu ia masih mengerjakan soal matematika nomor 29. Lalu tanpa disangka pikirannya membelok ke arah lain—membuatnya memikirkan Kyuhyun tanpa tahu sebabnya.

 

Sungmin merutuk karena ia memikirkan hal lain di saat yang tidak tepat. Yang benar saja, sekarang menit-menit terakhir ujian negara—hari terakhir pula. Dan tiba-tiba ia dihantui oleh bayang-bayang wajah Kyuhyun?

 

Sungmin segera mengalihkan perhatiannya, lalu kembali fokus pada soal ujian di hadapannya. Sedikit lagi ia selesai mengerjakan soal-soal penuh tantangan ini. Dan setelah ia menumpuknya di meja pengawas, ia berjanji akan menghubungi Kyuhyun.

 

Untuk kali ini, ia rela mengalah dan menghubungi Kyuhyun ..

 

Untuk sekarang Sungmin tidak bisa berbohong, nyatanya ia amat-sangat merindukan lelaki itu.

 

OoOoO

 

Sungmin menjatuhkan dirinya di ranjang ketika selesai mencuci wajah dan menggosok gigi. Ia terdiam sebentar, lalu menatap langit-langit kamarnya selama beberapa saat. Pikirannya kembali berputar ke saat-saat di mana ia sedang berada di sekolah beberapa jam lalu, ketika ia baru keluar dari kelas. Ujiannya sudah berakhir, karena itu ia pikir tidak ada salahnya menelpon Kyuhyun.

 

Pada akhirnya, Sungmin benar-benar menghubungi Kyuhyun dan berharap lelaki itu akan menerima panggilan telponnya dengan gembira. Berharap lelaki itu akan mengucapkan namanya dengan nada riang. Berharap lelaki itu akan bertanya tentang ujiannya dengan antusias. Berharap lelaki itu akan ..

 

Setidaknya Sungmin sudah berharap.

 

Dan Kyuhyun menghancurkan harapan-harapannya dengan tindakan yang begitu sepele, menolak panggilan telpon Sungmin. Bahkan setelahnya, lelaki itu menon-aktifkan ponselnya.

 

Sungmin tahu jika Kyuhyun adalah orang sibuk, Sungmin sudah sangat mengerti tentang hal itu. Karena itu, akhirnya Sungmin memutuskan untuk menunggu selama beberapa saat dengan harapan-harapan kosong miliknya. Mungkin saja Kyuhyun akan menghubunginya, meminta maaf karena sedang sangat sibuk, dan mengatakan bahwa ia tidak bisa diganggu. Sejujurnya, Sungmin akan menghargai tindakan yang seperti itu—walau sebenarnya ia akan kesepian jika Kyuhyun benar-benar mengatakannya.

 

Tetapi nyatanya, hingga pukul dua dini hari, ponsel Sungmin sama sekali tak mendapat panggilan masuk. Dan sejam setelahnya, ia tertidur di ranjangnya—seorang diri.

 

OoOoO

 

Cinta itu mudah berubah.

 

Tidak tahu kapan akan datang atau pergi, yang jelas cinta itu mudah kabur dari hati ke hati.

 

Karena itu, kita harus pintar-pintar menjaganya.

 

Kelopak mata Sungmin bergerak-gerak gelisah selama beberapa detik. Namun setelahnya, ia memutuskan untuk bangun. Kelopak matanya menyipit ketika bola matanya mencoba melirik ke arah jendela—silau karena sinar matahari sudah bersinar terang di luar sana. Sungmin bangkit dari rebahannya, mengusap wajahnya yang kusut, lalu memandang sisi ranjangnya yang kosong.

 

Ternyata Kyuhyun tidak pulang.

 

Tidak pulang ..

 

Dia bahkan tidak menghubungiku.

 

Perasaan Sungmin begitu buruk hingga ia benar-benar ingin menangis dan menumpahkan semua yang membuatnya merasa sesak di dada. Ia menelangkup wajahnya, memejamkan mata, dan akhirnya menangis tanpa suara.

 

Kenapa ia harus menangis?

 

Seharusnya Sungmin tidak boleh menangis, toh Kyuhyun sedang bekerja—bukan pergi dengan wanita lain.

 

Namun tiba-tiba suara pintu yang dibuka mengangetkan Sungmin, membuat gadis itu berhenti menangis dan menatap pintu apartemen. Sedetik setelahnya, ia berpandangan dengan orang yang sedang berdiri di ambang pintu.

 

“Kenapa menangis?” suara bass itu berhasil memecah keheningan ruangan apartemen. Tanpa menunggu, ia melangkah mendekat ke arah ranjang dan duduk di salah satu tepinya—tepat di hadapan Sungmin. “Kenapa?” tanyanya sambil mengusap sudut mata Sungmin dengan ibu jarinya.

 

Sungmin semakin merasa ingin menangis ketika ia merasakan sentuhan lembut dari ujung jemari Kyuhyun. Perasaan rindu yang selama ini selalu membuatnya gelisah tiba-tiba meluap dan membuat air matanya melesak jatuh dengan begitu deras. Sungmin tidak bisa menahan semua gejolak perasaannya, maka ia memutuskan untuk merengkuh tubuh kekasihnya dan mendekapnya erat.

 

Memeluknya seperti ini, menyandarkan tubuhnya yang rapuh di dada bidang Kyuhyun, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kyuhyun, menghirup aroma khas yang sudah lama ia damba. Oh, ia benar-benar merindukan semua yang ada pada diri Kyuhyun.

 

“Apa ada sesuatu?” suara Kyuhyun masih mengalun dengan nada rendah yang begitu lembut. Lelaki itu mengusap tengkuk dan punggung Sungmin dengan gerakan pelan. “Coba kau ceritakan.”

 

Kepala Sungmin menggeleng pelan, “Tidak ada,” katanya disela isak tangisnya yang semakin menjadi. Sungmin semakin mengeratkan pelukannya di pundak Kyuhyun. “Tidak ada ..”

 

“Kenapa memelukku seerat ini?”

 

“Aku rindu,” Sungmin masih kukuh mempertahankan posisi tubuhnya. “Aku sangat .., merindukanmu.”

 

TBC

 

Author’s note : authornya sibuk (-_-)

About these ads

61 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 18/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Kyumin akhirnya kencan utk pertama kalinya walaupun akhirnya berantakan gara2 fans kyu nih…..ming benar2 rindu buanget nih ama kyu ya……ditunggu kyumin momentnya yg buanyak hehehehehehe. Fighting

  2. UN… ah kayanya ini terselip fakta pribadi. kkk~~ peace ^^v
    Waah kebalik jadi Ming yg benar2 cinta skrg. jadi ga fokus karna rindu Kyu :-D
    Oke. fokus UN aja dulu ^^ Semangat !!

  3. Aaaaaaa akhir nya ming~~~
    tapi kyu, sesibuk apapun kamu jangan pernah cuekin ming. karna itu membuat ming dan para reader kecewa /ibu peri style/
    _sekian_

  4. Kyu trll sibuk ming jd kesepian.
    Kyumin manis bgt
    Jiyoo lg sibuk,,,smoga lncr smua ursnnya.tetap semangat.
    ∩__∩

  5. Saengg kenapa pendek bangetttt :'(

    Gmna dengan keadaan nya hyukkie.. dia ikut ujian g ?? Hyukkie hamil g ???
    Penasaran penasaran penasaran saeng…

    Kyumin kencan \(^0^)/
    Next chap nya moment kyumin yg romantis yach saeng ♥♥♥♥

    Next chap nya di tunggu… fighting jiyoo

  6. Ah akhirnya sungmin udh ujian berarti bentar lg lulus dong,kyu harusnya angkt dong tlpn ming????
    Chingu lanjut ne :-)

  7. cie yang abis kencan cie… jhahaha… walaupun akhirnya harus olah raga kejar2an sama fans nya si Kuyu.. tapi tetep terhitung berhasillah yaaa… hahaha

    ming semoga dapet nilai baik deh. udah pengorbanan tuh… wkwkw

    lanjuuuuuut… gak cast nya.. authornya juga ikutan sibuk /peace authornim/ hehehe

  8. hyaaa ming oppa, sekarang bisa ngomong secara gamblang, karena udah nyakin ama hati.na ><
    kyu oppa, mending jujur deh, daripada ntar ming oppa ngamuk lge xD
    lanjut lanjut

  9. Cinta itu mudah berubah.

    Tidak tahu kapan akan datang atau pergi, yang jelas cinta itu mudah kabur dari hati ke hati.

    Karena itu, kita harus pintar-pintar menjaganya.

    aaahh ..mudah2an aja kyu gk kya gitu

  10. Kyaaaaaaa!!!!

    Sungmin galau ditinggal sama kyuhyun lmao

    Lanjut, tinggal 2part lagi T^T

    Makin seru aja, ini kyumin monent semua :D

  11. author-nim, your story line, your diction, is always too beautiful to be explained :’D I really love this fict and also the other ficts.

    tapi, koreksi dikit, boleh, kan, ya. soalnya budaya Indo-Korea kan juga ada bedanya. aku bisa lihat, kok, kalo author-nim udah ngelakuin banyak riset (kelihatan dari setiap kondisi normal yang udah sesuai banget sama Korea, atau emang latar yang udah seharusnya). tapi kan kalo di Korea, siswa tahun senior, siap-siapnya ya buat tes masuk universitas (suneung). aku juga udah pernah klarifikasi ke temenku yg native Korean, sih.

    eh, anw, aku nggak tahu, ding, di sana ada ujian negara atau enggak. tapi kayaknya yg lebih umum, ya si suneung itu. aku prefer baca kalo Ming ini persiapan suneung, sih. soalnya ya udah budaya, kali, ya? semacam ujian nasional (or negara) itu budayanya Indo XD (a lil bit kidding, sorry garing .-.). kalo ujian negara, malah kebayangnya drama2 saeguk gitu XD calon2 pegawai kerajaan yg lagi ujian :3

    that’s all. malah jadi mbleber kemana2 .-. maaf, ya, panjang banget .-. jeosung hamnida D”:

    • iya, di Korea emang nggak ada ujian negara, yang ada ujian masuk universitas. iya kan? hehe di sini aku menyebutnya sebagai ujian negara, bukan ujian masuk universitas (biar bahasanya enak dibaca, begitu aja hehe) btw terimakasih koreksinya lho .. mungkin kalo aku menyebutnya sebagai ujian negara tidak cocok ya? lain kali aku akan gunakan istilah ujian masuk universitas :)

  12. waahh senangnya update kilat dan banyak momen kyuminnya ,, :) akhirnya sungmin merespon perasaan kyuhyun , hingga nangis gitu saking kangennya sama kyuhyun ,, :)

  13. Aaaaaa updateee :”” kyuminnya sweet parahh T_T hueee melting akoee wkwkwk:””” ditunggu next chap yaww :* semangattt! Oiyaa, aku tetap menunggu bagian dimana sungmin tau kyu dimasa laluu.___. Huehehhehehe

  14. Aku juga kangen sama ff ini. akhirnya update juga dengan cerita yang jauh lebih manis. aish si kelinci pink itu benar2 cinta berat sama Kyu ya. hehehehe

  15. Hhhhh Ming udah bener2 jatuh ke Kyu sepertinya. itu bagus. :D
    Penasaran terus akan reaksi Ming saat tau rahasia Kyu yg sebenarnya. Apa akan marah? atau biasa saja? senang? marah tp cuman sebentar? shock?…. penasarannn ><

  16. Pasti ada alasan knp kyu mengabaikan min mungkin krn tdk mw mengganggu min dgn ujian negaranya
    Atau cho kyuhyun sdg mempersiapkan pernikahan mereka
    Hahahaha :-)

  17. aaa seneng sendiri pas min jujur kl dia rindu ama kyu.. melting ngebayanginnya ^^
    apalagi yg nyandarin kepala di lengan
    aduuh maniiizzz

    abis lulus sklh lgsg nikaaaah #plakk

  18. Waktu kencan pertama mereka -Kyumin-
    Kyu cuma pake kacamata hitam ya, klo iya ya jelas ketahuan fans lah –”

    Wew… Ming udh gak malu bermanja2 sama Kyu
    Bahkan gak malu berkata klo dia merindukan Kyu ^^

    Huuft~ 2 chapter lgi selesai, padahal masih pengen lanjut terus XD

  19. cie..cie. sungmin udah berani terang-terangan ngucapin rindu ke kyuhyun. bener-bener pasangan kekasih ideal. :-)

  20. hua akhirnya kyumin kencan, mau lagi dong bagian kuyin kencannya author.
    nanti ini sampe kyumin nikah ga ceritanya?

    oiya aku udah nge invite pin bb author, aku juga udah email buat minta password author.

  21. Aishhh!!!
    Kok kyu itu kaga pekaa dehh ?
    Bikin gemess ajaaa!!!
    Kasiian si ming
    Kyaaa itu kyu kenapa ngmgnya gamblang banget deh waktu kencan >.<
    Ditunggu kelanjutannyaaa ^^

  22. jangan jangan kyu sibuk buat nyiapin pernikahan ams ming lagi?
    haha ngareeeppp!!! tapi semoga ajah bener.. hihihi…
    aduuh masih penasaran ama jongin… bagaimana kabarnya dia?
    soalnya gak pernah diusik usik lagi..
    trus nasib hyuk ama hae gmna yaahh???!

  23. jiahahahahahaa ….. chingu ending nya ngga banget sich -_-
    penasaran sama reaksi kyuhyun pas minnie bilang dia rindu sm kyu
    ketawa evil apa langsung meluk minnie erat …
    ditunggu ya chingu lanjutan next chap nya
    seneng deh akhirnya kyu bisa kencan normal sm minnie
    eh iya next chap dibahas kelanjutan cerita eunhae ngga … jdnya hamil beneran gt ?
    fighting ne chingu-ya

  24. sungmin cemburu lagi
    ciuman pertama kyu yg basah bikin min cemburu hehehehe
    kirain ciuman pertama kyu juga sama min
    sengaja bikin min cemburu aja hehehe
    seneng ngeliat min udah engga canggung manja2 sama kyu
    mudah2 konfliknya engga berat2 amat nanti pas min tau yg masalah kyuhyun
    sungmin kangen sampe nangis gitu
    gimana ditinggal sebulan 2 bulan sama kyu hehehe
    lanjut kilat lagi yaaa semangat

  25. ciye yg abis ngedate, susah yah pacaran sama idol!! mau ngedate aja harus diem”

    aaaa, suka part sungmin meluk kyu erat, ak yg baca senyum-seyum sendiri :)))

  26. huhuhu…..sungmin rindu eoh?….
    Ampe nangis” gitu

    Yah 2chap lagi udah mo abis nih ff gak krasa…
    Hmmm keep writing…
    Hwaiting……
    Gomawo…

  27. Yeyy.. min ngaku rindu kyu…
    O’y kabar hyuk jae gy’mana???
    2 chap lg end dech…
    Ditunggu, ne!!
    Lanjutkan… fighting

  28. Minnie bener2 merindukan kyu yah…. sampe sedih banget… n knp pula kyu ga angkat tlp dr minnie n dateng kaya ga ada apa2….
    autor fighting^^

  29. Whuaaaahhh… akhir nya gue bisa baca jugaa stelah bbrapa hariii gak sempaat….
    Tbc nya ganguuuu….!!! Mo tau alasan nya kyu…..

  30. Eehhh passs buka blog lgsg liat nih ff tau nya udh END,,,, kamu jahattt g ngasihhh tauuu akuuuuuuu huhuhuuuuu wlw pn lg berusaha move on,,, aq nya dr kyumin,, tp klo ff aq masih akaan trs baca ff kyuminnnn kkkkk

  31. Thor… ini bener2 ff yg sgt2 romantis yg aku baca… ff yg prianya bgt sgt2 mencintai… sampe terharu banget… sampe jt cinta sama kyu bener2.. hehehe

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s