My Secret Idol | KyuMin | Chap 14/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 14/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 

Oh, tetapi mereka benar-benar sudah tertangkap basah.

 

Hyukjae turun dari ranjang dan berjalan dengan langkah lamat-lamat ke arah Sungmin. Gadis itu menyipitkan mata, mencoba memandang wajah tampan itu sekali lagi. “Kau benar .., Cho Kyuhyun yang itu?”

 

Akhirnya Kyuhyun berbalik dan memandang Hyukjae dengan pandangan dinginnya—ia melukis wajah tidak senang. “Benar. Cho Kyuhyun-ibnida.”

“Tt—tapi .. Bagaimana bisa?” jemari Hyukjae menunjuk Sungmin selama satu detik, kemudian beralih menunjuk wajah Kyuhyun dengan pandangan penuh tanda tanya.

 

“Hyukjae, duduklah dulu,” Sungmin menuntun Hyukjae untuk duduk di sofa kemudian menatap wajah Kyuhyun. “Kuharap kau tidak salah paham, Hyukkie ..”

 

“Tidak salah paham bagaimana?!” sengit Hyukjae. “Kalian membuatku bingung setengah mati!”

 

“Nona, tenanglah terlebih dahulu,” kali ini Kyuhyunlah yang berucap. Lelaki itu ikut duduk di salah satu sofa bulat yang ada di hadapan Hyukjae. “Sungmin, kau juga duduk.”

 

Sungmin menuruti perintah Kyuhyun, ia segera duduk di samping tubuh Hyukjae dan memandang mata Kyuhyun lekat-lekat—berharap ia bisa berhubungan lewat telepati dengan Kyuhyun.

 

Kyuhyun mendesah dengan nada berat, “Apa kau bisa merahasiakan kedatanganku ke sini, nona?”

 

“Aku tidak bisa melakukan itu jika kalian tidak menceritakan alasan yang sesungguhnya,” ancam Hyukjae. “Sungmin bilang ini adalah tempat dimana ia tinggal selama berada di Seoul. Hanya ada satu ruangan di sini, itu berarti ia tidak sedang tinggal dengan satu keluarga dari teman ayahnya. Lalu, kau tiba-tiba datang dan memanggil nama Sungmin seperti itu. Apa kalian sudah lama kenal?”

 

“Hyukjae, itu tidak seperti yang kau pikirkan,” suara Sungmin terdengar begitu memelas, sarat akan permohonan agar Hyukjae tidak melanjutkan pertanyaannya.

 

“Tolong jelaskan kepadaku, Kyuhyun-ssi ..”

 

“Apa aku bisa mempercayaimu?” Kyuhyun memicingkan mata ketika ia menatap wajah Hyukjae.

 

“Tentu saja. Aku bersumpah demi persahabatanku dengan Sungmin,” salah satu telapak tangan Hyukjae terangkat, dan salah satunya lagi menyentuh dadanya—ia mengucapkan sumpah yang benar-benar serius.

 

Well, kurasa ini tidak akan menjadi masalah karena Sungmin juga menganggapmu sebagai sahabat,” kali ini Kyuhyun memandang wajah penuh kegelisahan milik kekasihnya. Ia mengendikkan bahu lalu mengaitkan kesepuluh jemarinya. “Sungmin tinggal di apartemenku.”

 

Mata sipit Hyukjae kembali terbelalak.

 

“Sudah beberapa bulan. Dan aku memiliki alasan pribadi untuk itu,” Kyuhyun melanjutkan kalimatnya yang sempat terputus—tetapi ia tidak berniat membeberkan semuanya kepada Hyukjae.

 

“Jj—jadi, semua gosip yang beredar selama ini benar?” Hyukjae mengatakan argumentasinya. “Dan konferensi pers-mu itu sepenuhnya bohong?”

 

“Aku benci mengakui ini, tetapi memang seperti itu,” jemari Kyuhyun membelai dagunya. “Kau bisa merahasiakan ini semua, nona Hyukjae?”

 

“Hyukkie, kumohon. Rahasiakan semua ini!” Sungmin menelangkup dua lengannya yang dingin kemudian menarik-turunkannya. “Aku mohon!”

 

“Aku sudah berjanji untuk merahasiakan ini, Minnie,” nada suara Hyukjae melunak ketika ia mulai merasa iba dengan sahabatnya. “Aku tidak tahu jika kehidupanmu bisa benar-benar hebat seperti ini.”

 

Tiba-tiba Hyukjae berdiri dan ia merunduk untuk memberi salam, “Lee Hyukjae-ibnida. Senang sekali bisa bertemu dengan artis besar seperti anda.”

 

Kyuhyun balas merundukkan kepala, sedetik setelahnya ia menoleh ke arah Sungmin. “Kalian bisa terus berbincang. Aku ingin beristirahat,” setelah mengatakannya, Kyuhyun benar-benar pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar mandi.

 

Hyukjae mengalihkan pandangan dari pintu kamar mandi yang baru ditutup oleh Kyuhyun. Ia menatap wajah Sungmin lekat-lekat lalu tersenyum aneh, “Kalian tidur bersama di ranjang itu?” kelopak matanya mengedip-ngedip menggoda.

 

“Yy—ya,” jawab Sungmin terbata.

 

“Oh, romantisnya,” Hyukjae tertawa dengan tawa geli, dua lengannya memeluk tubuhnya sendiri. “Apa yang sudah kalian lakukan?”

 

“Tidak ada! Kami tidak pernah melakukan apapun!” Sungmin melambaikan dua tangannya dan mendesah dengan nada berat. Seharusnya ia bisa maklum dengan sifat mesum dari sahabatnya ini. Tetapi ketika ia merasa bahwa pemikiran Hyukjae yang mesum terhadap dirinya benar-benar keterlaluan, Sungmin tidak terima.

 

“Kalian tinggal di satu atap dan belum pernah melakukan sesuatu?” dua jemari Hyukjae—telunjuk dan tengah—membentuk v-sign dan bergerak-gerak aneh. “Bagaimana dengan ciuman?”

 

Wajah Sungmin mendadak dihiasi oleh rona merah yang begitu kentara. Dengan gerakan cepat ia merunduk dan mencoba menyembunyikan raut wajahnya. “Kk—kalau itu ..”

 

“Sudah, ‘kan?” Hyukjae menebak dan sepertinya ia bisa mengetahui jawabannya dari tingkah Sungmin. “Wow. Kukira kau hanya pernah berciuman dengan Jongin. Oh iya, lalu bagaimana dengan Jongin?”

 

“Kami sudah putus,” jawab Sungmin dengan nada cuek.

 

“Setelah konferensi pers Kyuhyun, bukankah kalian kembali—hmp!”

 

Sungmin membekap mulut Hyukjae sekuat mungkin lalu mengarahkan pandangannya ke arah kamar mandi, semoga saja Kyuhyun tidak mendengar apapun di dalam sana. “Jangan mengatakan apa pun tentang Jongin, Hyukkie! Aku tidak enak dengan Kyuhyun!” katanya dengan berbisik. Ketika ia mendapat jawaban dengan anggukan kepala dari Hyukjae, Sungmin melepaskan bekapan tangannya.

 

“Baiklah, biarkan aku bernafas,” Hyukjae menghirup-menghembuskan nafas lambat-lambat. “Sejak kapan kalian hidup bersama?”

 

“Beberapa bulan yang lalu.”

 

“Itu berarti, kau juga menjalani hubungan dengan Kyuhyun ketika sedang berpacaran dengan Jongin?”

 

Kepala Sungmin mengangguk, dan ia tersenyum tipis. “Aku merasa bersalah atas itu. Tetapi untungnya hubungan kita sudah berakhir dan aku lebih memilih Kyuhyun.”

 

“Jelas saja kau memilih Kyuhyun!” Hyukjae membanting punggungnya di sandaran sofa lalu menelangkup wajahnya. “Kyuhyun punya segalanya, tampan, dan menyayangimu. Dan Jongin? Apa yang dia punya? Kuakui dia juga tampan dan populer, tetapi mungkin kukira hidup Kyuhyun lebih mapan dibandingkan dengannya.”

 

“Berhenti membicarakan Jongin, Hyukkie,” raut wajah Sungmin berubah—dari yang berseri-seri menjadi semakin pias. Ia mulai merasa tidak nyaman ketika Hyukjae membicarakan masalah tentang mantan kekasihnya.

 

“Pasti Jongin sedang sedih sekali,” Hyukjae memasang wajah penuh rasa iba.

 

“Tetapi dia memiliki Kyungsoo,” sahut Sungmin tidak terima. Ia meninggalkan Jongin karena dua alasan. Yang pertama, ia ingin memfokuskan perhatiannya pada Kyuhyun. Dan yang kedua, Kyungsoo benar-benar mengganggu hubungannya dengan Jongin.

 

“Kyungsoo? Gadis bermata bulat itu?” Hyukjae tampak menimbang-nimbang ucapan Sungmin sesaat, kemudian ia menjentikkan jemari. “Oh, benar! Dia memiliki Kyungsoo yang setia berada di sampingnya. Kukira, mereka sudah menjadi pasangan permen karet karena selalu terlihat bersama dimana pun berada.”

 

Sungmin terdiam ketika mendengar kalimat Hyukjae, ternyata Jongin dan Kyungsoo benar-benar akan kembali. Tepat sekali dugaannya.

 

“Kurasa aku tidak bisa berlama-lama di sini. Aku harus pergi kerja paruh waktu se-jam lagi, dan pasti Donghae si bodoh itu sudah menungguku di halte dekat sekolah,” Hyukjae tiba-tiba bangkit dari duduknya. Ia merogoh kantung tasnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam sana.

 

“Kalau begitu, hati-hati di jalan. Maaf aku tidak bisa mengantarmu keluar.”

 

“Oh iya, jangan lupa meminta tanda tangan dari Cho Kyuhyun untukku, oke?” Hyukjae berbisik ketika ia mengatakan hal itu. Lalu setelahnya ia benar-benar pergi dari apartemen Sungmin.

 

Sungmin menghela nafas ketika melihat daun pintu itu sudah tertutup dan menyisakan dirinya di apartemen itu seorang diri. Oh, tidak seorang diri. Kyuhyun sudah pulang dan sepertinya ia masih berada di kamar mandi. Sungmin harus memastikan keadaan lelaki itu, mungkin dia sedang tertidur di dalam sana.

 

Huh. Terlalu kesal kepadanya mungkin?

 

Sebelum Sungmin sampai di depan pintu kamar mandi, sosok Kyuhyun keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang lebih santai, kaus oblong dan jeans pendek selutut. Lelaki berambut cokelat itu memandang Sungmin sekilas, lalu berjalan menuju meja komputer. Ia duduk di sana dan membuka slip laptopnya, mulai sibuk dengan beberapa lembar dokumen.

 

Sebenarnya Sungmin masih merasa ngeri ketika ia tahu jika Kyuhyun bersikap begitu dingin kepadanya. Sungmin menebak bahwa Kyuhyun masih marah karena ia telah membawa Hyukjae ke mari. Dan seharusnya ia meminta maaf kepada lelaki itu.

 

Meminta maaf? Bagaimana cara meminta maaf yang baik kepadanya?

 

Tanpa perintah, kedua kaki Sungmin melangkah dengan langkah pelan menghampiri Kyuhyun. Gadis itu menjatuhkan dua telapak tangannya di kedua bahu lebar Kyuhyun, kepalanya merunduk menatap helaian rambut beraroma wangi itu. “Kau .., marah?”

 

Bahu Kyuhyun menegang di detik pertama saat Sungmin menyentuh pundaknya. Tetapi, ia masih berusaha fokus dengan pekerjaannya. “Untuk apa aku marah? Tidak sama sekali, Sungmin.”

 

“Bohong.”

 

Sungmin mendesah dengan nada mendayu yang dibuat-buat. Tanpa diduga, gadis itu melingkarkan dua lengannya di leher Kyuhyun, menyandarkan kepalanya di salah satu pundak lelaki itu. Nafas hangatnya berhembus di sekitar leher Kyuhyun, menggelitik jiwa lelakinya yang bisa bangkit kapan saja.

 

“Kau marah karena aku membawa Hyukkie kemari?” Sungmin bertanya dengan posisi yang sama. “Maafkan aku.”

 

“Tidak-tidak. Kau tidak perlu meminta maaf,” salah satu lengan Kyuhyun terangkat, telapak tangannya meremas pergelangan tangan Sungmin yang berada di hadapannya. Lelaki itu menoleh ke arah kiri, memandang wajah kekasihnya dengan jarak yang sedekat ini. “Aku akan merasa konyol jika benar-benar marah karena hal itu.”

 

“Lalu? Kenapa kau bersikap dingin kepadaku?”

 

“Aku hanya kesal karena kau tidak memberitahuku soal kedatangan temanmu yang mendadak itu,” telapak tangan Kyuhyun yang lain membelai permukaan pipi Sungmin dan ia tersenyum, “Tetapi untuk sekarang, aku sudah tidak merasa kesal. Sungguh.”

 

Sungmin membalas senyuman Kyuhyun, bibir tipisnya itu berkedut ketika menerima lengkungan indah dari Kyuhyun. “Ponselku mati karena kehabisan baterai. Jadi aku tidak bisa menghubungimu.”

 

Arrasseo,” Kyuhyun mengucapkan hal itu lalu mengecup bibir Sungmin yang bergerak-gerak di hadapannya. Jujur saja ia tidak tahan jika melihat bibir pink itu dalam jarak sedekat ini. “Jangan menggodaku dan biarkan aku melanjutkan pekerjaanku.”

 

“Siapa yang menggodamu?” Sungmin menarik kepalanya menjauh dan menatap sangsi ke arah Kyuhyun. Ia berkacak pinggang, “Kau yang menggodaku!”

 

“Ada-ada saja gadis kecilku ini.”

 

OoOoO

 

“Sungmin! Sungmin! Lihat ini!”

 

Pagi itu Sungmin disambut dengan teriakan heboh dari Hyukjae. Dan gadis bermata sipit yang kemarin berkunjung ke rumahnya itu berlari ke arah Sungmin sambil menggenggam ponselnya. Ia segera duduk di samping Sungmin dan menunjukkan sesuatu yang membuatnya bisa sedemikian heboh.

 

Sebuah video musik.

 

Pada awalnya Sungmin tidak mengerti mengapa Hyukjae menunjukkan video musik ini. Tetapi, setelah ia menyadari bahwa Kyuhyun adalah aktor di dalam musik video itu, ia mulai mengerti dan menyimak setiap detik berjalan di sana.

 

Kyuhyun selalu berkharisma ketika sedang berada di dalam layar kaca, Sungmin mengakui hal itu dengan suka-rela. Dan tatapan magisnya itu, Sungmin paling menyukai tatapan mata seperti itu.

 

Tetapi ..

 

Tetapi ..

 

Kenapa ada model wanita di sana?

 

Lalu, kenapa Kyuhyun menatap model wanita itu dengan tatapan yang seperti itu?

 

Sungmin menyadari jika itu hanyalah akting, dan sepertinya jiwa fansgirl-nya membuncah ketika melihat kedekatan mereka semakin intens. Bahkan Sungmin sampai menahan nafas ketika matanya mendapati ada adegan ciuman selama beberapa detik di video musik itu.

 

Oh, Sungmin mau mati!

 

Di sana, di musik video itu, Kyuhyun dan model wanita itu saling membagi bibir. Dan Kyuhyun tanpa sungkan menggerak-gerakkan bibirnya di atas bibir wanita itu. Mereka berpelukan, semakin menempelkan tubuh masing-masing. Salah satu tangan Kyuhyun melingkar di pinggang wanita itu, dan satunya lagi mengelus punggung wanita itu.

 

Perlahan, musik mulai menghilang dan layar ponsel semakin meredup—menandakan bahwa durasi video musik itu sudah habis. Sungmin yang menyadari hal itu langsung mendongakkan kepala, dan bisa dipastikan jika Hyukjae menertawakan wajahnya yang memerah.

 

“Kenapa wajahmu semerah seperti itu?” tanya Hyukjae di sela tawanya.

 

Sungmin merengut dan mengerucutkan bibir, “Tidak, kok,” bohong Sungmin sambil menepuk-nepuk dua pipinya.

 

“Di sini Kyuhyun tampan sekali. Walau aku sedikit tidak suka dengan adegan ciumannya. Bagaimana denganmu? Kau setuju, ‘kan?” Hyukjae bertanya walau jemarinya masih tampak sibuk menari di layar ponselnya.

 

AKU JUGA AMAT-SANGAT TIDAK MENYUKAI ADEGAN CIUMAN ITU!

 

Sebenarnya Sungmin ingin meneriakkan kalimatnya dan segera memblokir situs yang menyebarkan video musik penuh laknat itu. Tetapi, demi menjaga gengsinya yang serasa menyamai langit ketujuh itu, Sungmin menahan hasratnya untuk berteriak. “Kyuhyun ‘kan artis. Bagaimana pun juga, wajar baginya melakukan ciuman seperti itu.”

 

“Kau benar. Ini ‘kan bukan adegan ciuman pertamanya. Dia bahkan melakukan adegan ciuman yang lebih panas di musikal sebelumnya,” Hyukjae mangut-mangut dan menerawang.

 

“Apa?!” Sungmin nyaris menyentak ketika mendengar penuturan Hyukjae. Matanya melotot seketika, sepertinya ia benar-benar terkejut dengan fakta baru itu.

 

“Kau tidak tahu?” kepala Hyukjae menoleh dengan gerakan cepat ke arah Sungmin dan menatap wajah gelisah sahabatnya. “Di musikal sebelumnya, Kyuhyun memiliki adegan menantang dengan beberapa wanita. Bahkan beritanya sempat heboh.”

 

Sungmin membeku di posisinya, ia mengigit bibir demi menenangkan detak jantungnya yang sudah kelewat ambang batas.

 

“Di sebuah iklan juga begitu, dia sempat berciuman walau hanya beberapa detik. Huh, aku benar-benar iri,” Hyukjae tampak merajuk. “Untung saja aku memiliki Donghae. Jika tidak, aku sudah menangis seperti orang gila. Oh iya, bagaimana dengan tanda tangan dari Kyuhyun?”

 

Semenjak percakapan itu berakhir, Sungmin sudah tidak fokus terhadap apa pun. Bahkan gadis itu sudah tidak berniat berada di kelas sampai kelas benar-benar berakhir. Ia memilih membolos dan akhirnya menyembunyikan diri di ruang kesehatan.

 

Sepertinya ini bukan kali pertama Sungmin merasakan apa itu cemburu. Namun, untuk saat ini rasanya benar-benar menyakitkan. Bahkan otaknya masih memutar adegan-adegan ciuman itu, membuatnya kembali merasa kesal setengah mati.

 

Sungmin sudah bertekad akan membunuh Kyuhyun saat pulang sekolah nanti. Dan ingin memastikan bahwa lelaki itu menderita sebelum mati. enak saja berciuman dengan wanita lain, bibir Kyuhyun ‘kan ..

 

Eh, miliknya?

 

Telapak tangan Sungmin tiba-tiba menepuk pipi chubby-nya, lalu mengerutkan kening. Memang sejak kapan Sungmin mampu berpikiran yang berlebihan seperti sekarang ini?

 

OoOoO

 

Kyuhyun melirik ke arah jam dinding lalu mengeram dengan nada kesal. Ia kembali menatap layar ponselnya yang gelap, kemudian kembali mendengus. Jarum jam itu sudah menunjuk angka 9, tetapi Sungmin tak kunjung pulang. Gadis itu pasti sengaja mematikan ponselnya, jadi Kyuhyun tidak bisa menghubunginya sampai sekarang.

 

Sial!

 

Sungmin benar-benar berhasil membuat Kyuhyun khawatir setengah mati. Seharusnya ia menelpon orang suruhannya untuk melacak keberadaan Sungmin. Oh, jika saja ia lelaki yang suka mengumbar janji, maka dengan senang hati Kyuhyun sudah melakukannya semenjak tadi.

 

Sayangnya, ia tidak bisa melakukan hal itu. Sungmin memintanya untuk berhenti menguntit lewat orang suruhan, dan Kyuhyun berjanji tidak akan melakukannya lagi.

 

Sial! Sial!

 

Pintu tiba-tiba terbuka, sosok Sungmin yang berjalan dengan langkah gontai segera masuk dan meletakkan tas selempangnya di meja belajar. Gadis itu terlihat lelah, tetapi ia tidak menghampiri ranjang untuk merebahkan tubuhnya.

 

Kyuhyun memandang Sungmin selama beberapa saat, melipat lengan dan masih menunggu gadis itu berbicara untuk menjelaskan semuanya. Namun sepertinya, Sungmin berniat mengabaikan tatapan menuntut darinya. Dengan acuh Sungmin berjalan dengan langkah santai ke arah kamar mandi.

 

Mungkin Sungmin ingin menyegarkan pikiranya dengan berendam air panas, lalu menjelaskan semuanya nanti. Kyuhyun masih berusaha untuk maklum, ia memutuskan untuk menunggu selama beberapa menit.

 

Lima menit.

 

Sepuluh menit.

 

Lima belas menit.

 

Gadis itu ingin tidur di kamar mandi, huh?

 

Kyuhyun masih menahan diri untuk tidak menghampiri kamar mandi dan membuka pintu itu tanpa ijin. Ia akan menunggu, mungkin Sungmin ingin menyiapkan mental untuk berhadapan dengannya. Kyuhyun menghela nafas.

 

Berselang beberapa menit, sosok Sungmin benar-benar keluar dari kamar mandi. Dengan langkah yang diseret-seret, ia berjalan menuju ranjang dan segera bergelung dengan selimut.

 

Alis Kyuhyun bertaut, ia pun bangkit dan menghampiri Sungmin. “Tidak ingin membicarakan sesuatu denganku, tuan putri?”

 

“Tidak,” jawab Sungmin cuek, masih dengan posisinya yang tengkurap.

 

Kyuhyun hampir tersedak dengan nafasnya sendiri ketika balasan acuh dan membangkitkan emosi itu terlontar dengan begitu mudah dari Sungmin. Ia mengalihkan pandangan lalu kembali menghujam wajah Sungmin—yang separuhnya tertutup oleh bantal—dan tertawa sinis, “Benarkah?”

 

“Hm.”

 

“Sungmin,” suara Kyuhyun terdengar rendah. Ia pun duduk di samping tubuh Sungmin—sambil terus melipat dua lengan di depan dada. “Baik, biarkan aku bertanya.”

 

Kyuhyun menghela nafas sebelum ia memulai sesi pertanyaannya. Ia pun melirik tubuh Sungmin, “Kemana saja seharian ini? Kenapa me-nonaktifkan ponselmu?”

 

“Hanya jalan-jalan.”

 

“Lalu soal ponselmu?”

 

“Baterainya habis.”

 

Kyuhyun tidak mengerti mengapa Sungmin hanya mengatakan sepatah dua kata untuk menjawab pertanyaannya. “Kenapa denganmu? Ada yang salah?”

 

“Tidak.”

 

“Lee Sungmin, tatap aku ketika aku sedang berbicara denganmu,” perintah itu mutlak terlontar untuk Sungmin.

 

Dengan gerakan enggan, Sungmin segera membalik tubuhnya menjadi terlentang—masih dengan mata terutup. “Tidak mau.”

 

Salah satu alis Kyuhyun terangkat, “Hei! Ada apa?” Kyuhyun tidak tahan dengan tingkah Sungmin yang aneh. Maka, dengan perasaan sebal sekaligus penasaran, lelaki itu mencoba mendekatkan wajah mereka dan menepuk-nepuk pipi Sungmin.

 

Sungmin bergeming, masih tetap kukuh dengan keputusannya untuk mengacuhkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun semakin menghapus jarak yang memisahkan wajahnya dengan wajah Sungmin. Dengan perlahan ia meniup pipi Sungmin, “Ada apa?” tanyanya lalu menciumi pipi bulat Sungmin.

 

Bibir itu!

 

Sungmin segera mendorong dada Kyuhyun ketika bibir lelaki itu menyentuh permukaan pipinya. Ia menatap wajah penuh tanda tanya milik Kyuhyun dengan matanya yang memicing. “Jangan menciumku!”

 

Wae?” tanya Kyuhyun heran.

 

“Cih!” Sungmin berdecih lalu membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut. “Pokoknya jangan menciumku lagi!”

 

Kyuhyun semakin terheran dengan sikap aneh Sungmin, dan ia semakin tidak tahan karena hal itu. Dengan salah satu lengannya, ia mencoba menarik selimut itu. “Jika kau memiliki masalah, coba ceritakan kepadaku. Barangkali aku bisa membantu.”

 

“Sampai kapan pun kau tidak akan bisa membantu!” kata Sungmin dengan begitu tidak sopan—dengan susah payah ia mempertahankan posisi selimut yang menutupi tubuhnya.

 

“Aku berjanji akan membantumu,” suara Kyuhyun masih terdengar dengan nada rendah.

 

“Tidak mau!”

 

“SUNGMIN!” Kyuhyun segera menarik selimut itu dengan paksa, dan dengan mudah selimut itu ia singkap. Ia sudah terlanjur sebal karena tingkah kekanakan Sungmin, karena itu akhirnya ia meledakkan amarahnya yang sudah berkumpul di ubun-ubun kepala.

 

“Sudah jangan pedulikan aku!”

 

Kyuhyun sangat terkejut ketika ia mendapati wajah Sungmin saat dirinya berhasil menyibak selimut itu. Dan tentu saja dadanya mulai diliputi oleh rasa khawatir yang begitu besar ketika tahu Sungmin sedang menangis seperti seorang anak TK. Kyuhyun beringsut, lalu menelangkup pipi Sungmin dengan kedua telapak tangannya yang hangat. “Waeyo? Ayo, ceritakan saja kepadaku. Aku akan memberi pelajaran kepada siapa pun yang membuatmu menangis.”

 

“Kalau begitu .. Pukul saja wajahmu yang menyebalkan itu!” Sungmin berucap di tengh tangisnya yang semakin menjadi-jadi.

 

“Huh?”

 

“Aku benci! Jangan menciumku lagi dengan bibirmu!” kepalan tangan mungil Sungmin memukul dada bidang Kyuhyun. Ia masih terisak dengan suara memilukan. “Jangan menciumku .., hiks ..”

 

“Sungmin, wae geuraeyo?” suara Kyuhyun semakin melembut, dengan gerakan pelan lelaki itu menangkap pergelangan tangan Sungmin yang dengan brutal memukul dadanya. Tatapannya melunak, semakin berniat menghentikan tangisan Sungmin dengan sinar matanya.

 

“Jangan berciuman ..”

 

“Huh?”

 

“Jangan berciuman .., dengan siapa pun,” suara Sungmin merendah di akhir kalimat, kelopak matanya terpejam dengan begitu erat—mungkin sedang menghindari tatapan Kyuhyun.

 

“Apa maksudmu, huh?” Kyuhyun mengguncang bahu Sungmin dan sedikit meninggikan nada suara. “Aku tidak berciuman …”

 

“Bohong!” kali ini Sungmin memukul dahi Kyuhyun hingga bunyi ‘tuk’ keras terdengar. “Kau berciuman di video musik itu! Lalu .., lalu kau berciuman di musikalmu!”

 

Mungkin Kyuhyun spechless ketika ia mendengar penjelasan dari Sungmin, dan pikiran lelaki itu benar-benar kosong untuk sesaat. Gadis yang sedari tadi membuatnya begitu uring-uringan, khawatir, dan sebal secara bersamaan, kini sudah melontarkan alasannya melakukan hal itu.

 

Kenapa alasan itu terkesan begitu .., kekanakan?

 

“Dengan seenaknya kau selalu mencium bibirku. Lalu, di luar sana kau juga melakukan hal yang sama dengan gadis lain,” ucapan dari Sungmin kembali terdengar dengan nada yang lebih sendu. Gadis itu masih setia dengan isak tangisnya yang memekakkan telinga. “Apa maksudmu? Mempermainkanku, huh? Kau bilang mencintaiku. Tapi .., tapi ..”

 

“Tapi aku benar-benar mencintaimu, Sungmin,” Kyuhyun memotong ucapan Sungmin lalu menjatuhkan tubuhnya sambil menopangnya dengan lengan tertekuk. “Kasusnya akan berbeda jika kita membicarakan pekerjaan dan perasaan. Kumohon jangan salah paham.”

 

Kyuhyun menghela nafas ketika ia tak kunjung mendapat jawaban yang sekiranya bisa membuatnya merasa tenang. Dengan gerakan perlahan, ia mendekatkan bibirnya ke lubang telinga Sungmin dan mulai berucap, “Itu hanya akting, Minnie. Dan ciumanku ketika bersamamu, itu sama sekali bukan akting.”

 

“Bo .., hong.”

 

Hembusan nafas Kyuhyun yang hangat menggelitik daun telinga Sungmin, ia sengaja melakukan hal itu. “Ciuman di musikal, musik video, atau di dalam layar kaca, itu semua bohong. Dan aku bersumpah jika perasaanku tidak pernah berbohong.”

 

Tubuh Kyuhyun bergerak-gerak untuk menyamankan posisinya, “kau tahu tidak, kau itu yang paling spesial di hidupku.”

 

Walau Sungmin ingin menyangkal ucapan Kyuhyun, tetapi ia tak kuasa untuk menyembunyikan semburat merah yang muncul di kedua permukaan pipinya. Mata kelincinya yang bersinar itu hanyut dalam tatapan Kyuhyun, sepertinya ia sudah tenggelam di sana.

 

“Dan sejujurnya, aku tidak pernah se-intim ini jika bersama wanita,” tubuh Kyuhyun bergeser dan ia semakin menghimpit tubuh mungil Sungmin. Ia memposisikan tubuhnya menjadi miring ke kanan, menyandarkan sebelah kepalanya dengan lengan tertekuk, dan masih tetap memandang Sungmin. Ia mendekap pinggul ramping gadisnya, menarik, lalu meremasnya dengan gerakan lembut. “Kau yang pertama ..”

 

TBC

 

Eheem .. Ini ff makin geje aja (–) btw makasih yah udah mau baca .. Aku akan berusaha lebih keras di chap depaaan ..

 

Jangan lupa baca juga ff oneshoot terbaru dari author yaah ..

 

Oiyah, kalo ada yang mau add facebook author yang baru, silahkaaan ..

 

Namanya JiYoo Han (yang foto profilnya kyumin lho yaah)..Itu fb masih baru, jadi nggak ada temennya (–) biar rame, add yaah ~~

About these ads

77 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 14/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Hallooooooooooooooo
    Hehhehe aku reviewer pertama yah… Duh makiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin suka sama setiap adegan2nya… Bikin Deg2an, sampai bikin blushing sendiri kayak anak autis. Fell nya kerasa Jiyoooooooooo. Kereeeeeeeen

  2. cemburunya Sungmin asli kaya anak SMA kwkwkw :D aku suka cerita di part ini ;D manis bangeeet~ cepetan apdet ya thor~ penasaran sama chap selanjutnya, apa bakal naik rated ? Ah ntar kalo udh end buat sequelnyaaaa yaa

  3. Huwaaaaaaa akhirnya minnie cemburuuu juga ma kyunnie … asyekkkk \(^_^)/

    Makin hari makin cetar yach kedekatan kyumin… smoga next chap jgan ada rintangan yg berat berat yach saen jiyoooo..

    Smoga minnie sdah bisa menetapkan hati dan persaan nya terhadap kyunnie..

    Next next chap saeng ♥♥♥♥

  4. hai author. ^^
    reader baru here
    sumvah seneng banget liat kyumin moment di sini, sungmin nya keliatan banget udah bales perasaan nya kyuhyun.
    hehehe next chapt kayak nya nc yah /evil laugh/

  5. hahahahahaha Ming udah mulai cemburuuuuuu >_<
    berarti Ming udah bener2 Cinta sama Kyu! :D
    lucu sekali Ming nangis gara2 itu, yah meskipun aku juga secara pribadi gak suka. kkkk
    tentunya bibir orang yg kita cintai gak mau kita bagi ke siapapun dong yah meskipun itu emang tuntutan pekerjaan tapi tetep aja sangat mengesalkan! hehe

  6. Eh sungmin cemburu nih…..sampai2 bibir kyu dibilang miliknya hehehehehe. Akhirnya sungmin jatuh hati juga ke kyu.

  7. Cieee ming cemburu, sampe ngambek gitu.
    Moga kyumin gak ada masalah lagi…

    Lanjut ya author, semangat ya (҂’̀⌣’́)9

  8. aaaaa minnie cemburrruuuuu
    wkwkwkwkwk
    cemburunya lucu amat siii
    ditambah kyu nya romantis gitu
    ayoo tunjukan keintiman (?) kalian.. apadah!
    .
    kpn mereka ke jepang?

  9. aaaaa minnie cemburrruuuuu
    wkwkwkwkwk
    cemburunya lucu amat siii
    ditambah kyu nya romantis gitu
    ayoo tunjukan keintiman (?) kalian.. apadah!
    .
    kpn mereka ke jepang?
    oh ya aku biasa ripiuw pk nama nova afriianii ya ^^
    bikin akun utk ripiuw doang

  10. Jadi.. cerita nya Ming cemburu terus ngambek sampe pulang malam –”
    Hanya cuma karena akting ciuman Kyu di video musik dan musikal.
    Padahal ciuman Kyu ke Ming lebih intim dari akting itu.
    Ming Ming~ cemburumu imut banget #cubitpipiMing

    BTW aku udh add fb mu Jiyoo-ssi, nama fb ku Dessy Kyumin Shipper jgn lupa konfirmasi ya ^^

  11. Wuah makin sweet aja ne kyumin moment na, seneng baca chap ini minie udah mulai cemburu
    Chap dpn gmn y????? :-D
    Update kilat ne

  12. Kyyyaaaa!!!!
    Ini kenapa KyuMinnya bikin gemesss deh ???
    Aaaaa sweet benerr
    Sungmin lucu deh uring”an gituu
    Kyaa kyaaa
    Ditunggu nextnyaa yaa chingu ^^

  13. ceritanya di part ini soft banget, berasa banyak oneshot, gak terlalu ngaruh sama chap chap sebelumnya haha tapi mingnya mulai suka~ ciyeeee~ kekeke

  14. Makin seru eonni,sungmin lucu bgt klu cemburu sm kyu blng aja lngsung kok pake ngambek segal,jd tmbh romantis hihihi…..
    La.jut chingu

  15. huaaa,, sungmin bener bener suka sama kyu hm hm hmm kekeke lucu liat sungmin cemburu sampe segitunya HaHaHaHa

    Kyumin so sweet bangettttttttt, melting bangettt pas baca part kyumin rasanya arghhhhh, pokoknya FFnya Daebakkkkkkk banget, bikin hatiiii senyum senyummmm sendiri HaHaHaHa

  16. Wah…wah….wah…

    Akhirnya lanjut juga ffnya :D

    Seneng banget ffnya udh lanjut kkkkkk~

    Lanjut, moment kyuminnya bener2 manis banget (`▽´)-σ

    Kira2 apa ya yang bakalan dilakukan kyumin nanti??

    NC kah?? Kkkkk

  17. Ehhhh sukkkaaaaaaaaa bgt sama chap ini,,, ciyuusssss huhuhuuu jadi makin tambah suka aja sama sikap si evil ahhhhhhhh kyu kau yg terbaikk,, *cipok kyumin

  18. Eerr… Aku suka sama sifat kekanakannya Sungmin ^^ imut sekali, kalo cemburu”an gtu pasti endingnya sweet.. A a a a aku suka :D

  19. Waduh minnie bunny merajuk eoh ? Haha
    haduh hyuk pake nglihatin video itu segala ckck bermksd mengompori ming eoh ?
    Kyu hanya akting kok ming jika dlayar kaca, cuma sma kmu yg pake perasaan :)
    mau apa kyu ? Ming msh Dibawah umur kyu..
    Next eon, jiayo jiayo

  20. cieee yang cembulu cieeee :3
    Jadi, skarang bibir Kyu cuma buat sungmin nih? Udah ngecap kyu punya sendiri nih ceritanya??? Cieeeee
    Udah betul betul mentok k kyu nih? Cielaaah sungmin :3
    Next pls…

  21. jiahh ming cembulu ni yahhh…
    kkkkk.. hyuk pinter bamget bikin ming cemburu hyuk, demen banget bikin temen nya galau. lanjut authornim

  22. Aaah…. jiiyoo…
    Kau buat sungmin cemburu…

    Ngakak deeh sma tingkah sungmin itu.. kkk~
    Kekanakan.. hhahaha.
    Ayoo buat kyuhyun menderita.
    Kasian uri minnie nangis mulu.. *kejem*
    Fighting~

  23. perkembangan bagus minnie cemburu huaaaaa
    so sweet sekali kyumin disini
    sukaaaaaa
    biasanya minnie engga pernah kekanakan dan manja
    sekarang merajuk gitu ngegemesin rasanya hehehe
    untung kyu sabar banget
    mungkin dy seneng akhirnya min bisa cemburu juga sama dy
    btw itu mereka deket2 jangan kelamaan nanti keterusan hehehe
    makin suka sama ceritanya
    apdet kilat yaaaa
    semangat

  24. aaakkkkkk… cemburunya manis bangeeeet… aaakkkk /gigit kakao/ aih >,<

    cieh si kuyu…

    aih, chap ini manis banget :)

    lanjuut ^^~~~

  25. hoaaaa…. sweet cemburunya…

    bagaimanaoun juga ciuman tetap ciuman.. hoaaa sakit kalo liat org yg dsayang ciuman sama org lain huhuhuhuhu.. setuju dg mu min…

  26. cieeeehhhh minnie jealous :p akhirnya … hihihihhihi
    lagi seru kok tbc chingu hehehe
    next part lanjutan nya gimna ya … kemesraan kyumin di tempat tidur dilanjut ngga ???
    trus kelanjutan kyu untuk ngajak minnie ke jepang gimna ?
    next chap akhirnya kyu jujur ngga ya … apa msh lama ?
    dibikin panjang lagi aj chap nya :d
    fighting ya chingu ditunggu next part nya

  27. Aiiihh ming cemburuu, eoh??
    Jiyoo maaf br coment hehe ^^
    Suka banget sm chap ini, suka sm ming yg cemburu, dan pas adegan ming megang pundak kyu trs nempelin dagu di pundaknya kyu.. Sumpah itu romantis banget
    Semangat lanjutin chap 15 nya, ditunggu yaaa ^^ gomawoyoo

  28. hmm, menurut author makin gaje?? tp aku tete menanti2 blog ini update, kyumin momen yg si kyuhyun begini itu sangaaaaat manis, hahaha semoga cepet d lanjut amiiin

  29. Kyaa sungmin jeles kyu adegan kissing /? XD
    Sweet dah nih chaap >//<
    Lanjut baca chap selanjutnyaa

  30. tu kan hyuk jadi kepo -,- aahahha..wuaa.. bersyukur deh kyu gk marah..v mlah ming yg ngambek? childish banget eoh? v saya suka :p #plak! aigoo~ kyu mulai mecum eoh? pke ehem..remas2 lagi..kn gak boleh dad, blom kawin lho? -,- wkwk …next ja dh ;)

  31. yah yah.. cemburu hahahaha ahirnya.. berarti min udah ada rasa donk ama kyu
    congratz kyu hehehe.. so sweet kyu… love it so much..
    btw, perjalanan ke jepangnya gimana nih??

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s